Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 12985

Perda Produk Halal Higienis Segera Disahkan

0

batampos.co.id – DPRD Batam terus mengebut persiapan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Produk Halal dan Higienis. Panitia Khusus (Pansus) yang membidangi Ranperda tersebut mengaku telah melakukan serangkaian kegiatan yang diperlukan agar produk legislasi tersebut bisa segera disahkan.

“Kita sudah masuk tahap finalisasi. Dan insallah perda inisiatif DPRD Kota Batam ini bisa disahkan lewat rapat paripurna pada 23 Agustus nanti,” kata Ketua Pansus, Aman, Jumat (18/8).

Keberadaan Perda itu menurutnya, sangat penting untuk memberi perlindungan kepada konsumen dalam menjamin kepastian hukum suatu produk. Melalui perda ini bukan menguntungan masyarakat muslim tetapi non muslim juga karena mengatur ketat tentang produk-produk yang bersih, sehat, serta higienis.

Diakui Amna, secara subtansi dan kualitas ranperda ini sudah tak ada persoalan lagi. Apalagi dalam pembahasan, hampir semua pihak dilibatkan, mulai dari Mejelis Ulama Indonesia (MUI), Dinas Kesehatan Kota Batam, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), akademisi, serta Persatuan Muballigh Kota Batam.

“Setelah finalisasi, kita agenda RDP dengan akademisi,” tuturnya.

Perda Produk Halal dan Higienis dibutnya baru bisa diimplementasikan pada awal tahun 2018 mendatang. pasalnya setelah pengesahan DPRD, perda ini diserahkan ke Gubernur Kepri unutuk dievaluasi. Kemudian hasil evaluasi gubernur diberikan ke Menteri Dalam negeri dan terakhir baru tahap sosialisasi.

“Sosialisasi tiga bulan. Makanya baru bisa diterapkan awal tahun,” terangnya.

Ditambahkan Aman, sertifikasi halal dan higienis diberlakukan untuk semua pelaku usaha di Batam. Bagi produk makanan, minuman dan kecantikan berlabel halal wajib memiliki sertifikasi ini. Sementara untuk non halal wajib memiliki sertifikasi higienis yang dikeluarkan Dinas Kesehatan kota Batam.

“Kalau sertifikasi halal yang ngeluarkan MUI,” paparnya.

Nah bagaimana izin dari pelaku usaha kecil menengah? Politisi PKB itu meminta agar dianggarkan dari pemerintah daerah, baik dari segi pembinaan, pelatihan serta sertifikasi sendiri. Aman berpendapat akan sulit rasanya bagi pelaku usaha kecil untuk melengkapi sertifikasi ini jika tak dianggarkan.

“Makanya kita minta pemerintah untuk mensuport. Memberi pembinaan dan pelatihan agar usaha mereka tetap eksis. Semacam subsidi silang dari izin dari pelaku usaha yang matang,” terangnya.

Sekretaris Persatuan Muballigh Kota Batam Sudirman Dianto merekomendasikan perda produk halal dan higienis lebih dipertegas. Karena dalam draf ranperda hanya berupa sanksi administrasi setelah perda ini disahkan. “Makanya kita usulkan pencabutan izin usaha, bagi yang tidak menjalankan,” katanya.

Selain sanksi, pihaknya juga mengusulkan agar pada ranperda ini juga memuat kontak pengaduan jika masyarakat menemukan pelaku usaha yang tidak melabeli sertifikasi halal dan higienis. Kontak pengaduan ini diharapkan menjadi saluran informasi dari pemerintah kota kepada masyarakat Batam.

“Kepada masyarakat kita menghimbau ikut memberikan laporan kalau memang ada pelaku usaha yang mengabaikan perda ketika sudah disahkan. Sasarannya, seluruh pelaku usaha di Batam,” katanya.

Ditambahkan Sudirman, persoalan halal dan higienis bukan lagi menjadi persoalan agama, melainkan sudah kebutuhan manusia secara keseluruhan. Kota Batam yang arah destinasi wisata, sangat berkepentingan dengan perda halal higienis. Terutama dalam menarik wisatawan berkunjung ke Batam.

“Apalagi nanti kunjungan wisatawan tentu akan melirik makanan yang halal dan higienis. Yang pada akhirnya membawa nama Batam lebih baik dimata dunia dan Indonesia secara keseluruhan,” paparnya. (rng)

Tak Ada Izin Edar, Obat Peningkat Vitalitas Laris, Perempuan pun Ikut Beli

0
Dirnarkoba Polda Kepri Kombes Helmi Santika didampingi Kabid Humas Polda Kepri Kombes Erlangga memberikan ketrangan saat ekpos obat-obat terlarang yang diamankan, Kamis (18/8). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Polda Kepri mengamankan sebanyak 78 jenis obat yang tak memiliki izin edar dan produksi, Rabu (16/8). Kebanyakan obat yang diamankan tersebut untuk meningkatkan vitalitas dalam berhubungan suami istri.

Dari pengakuan pemilik salah satu toko obat yang dijadikan tersangka Sdt, “pengguna yang biasa beli itu, laki-laki dan perempuan. 50 persen, 50 persen lah mas.”

Ia mengatakan kebanyakan para pembelinya ini mencari obat peningkat stamina, gairah dan tahan lama dalam berhubungan suami istri. Dalam sebulannya, Sdt dalam menjual menghabiskan satu dus obat kuat.

“Keuntunganya itu dalam sebulan hanya Rp 750 ribu hingga 800 ribu saja,” ujarnya, Jumat (18/8)..

Sdt mengatakan obat kuat ini didatangkan dari Jawa, melalui jasa pengiriman.

“Kalau mau habis, baru saya order lagi,” ucapnya.

Polda Kepri mengungkap kasus ini berdasarkan dari informasi masyarakat. Bermula dari pengungkapan toko obat semangat baru milik Hm di Sei Harapan Blok K no 7, Sekupang. Lalu setelah itu, kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga pihak kepolisian mengamankan Zkl alias Zl di Toko Obat Semangat Sukses di Pasar SP blok E no 7, Batuaji. “Dari keterangan dua orang ini didapat nama Sdt, kami amankan dia di sebuah kamar kos-kosan di Jalan Pelita VI no 38 Rt 001/Rw 003 Kelurahan Kampung Pelita,” tuturnya.

Direktur Ditresnarkoba Polda Kepri Kombes Pol Helmy Santika Pasal 197 Undang-undang Republik Indonesia nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dengan ancaman kurungan selama 15 tahun. Saat ini, kata Helmy pihaknya masih melakukan pengembangan. “Kami sedang mencari distributornya,” ucapnya.

Selain mengamankan 78 jenis obat ilegal itu, Helmy mengatakan pihaknya mengamankan juga uang sebesar Rp 255 ribu, dua unit ponsel, KTP dan beberapa lembar nota pembelian. “Saat ini tiga orang itu Sdt, Zkl dan Hm sudah kami tetapkan sebagai tersangka,” ujarnya.

Dari pantauan Batam Pos beberapa jenis obat kuat yang diamankan yakni King Power, Cialis, Africa Black Ant, Obat Kuat perkasa Lanang Sejati Kapsul, Ramuan Tradisional Kuat Lelaki, Kapsul Pria Tsu Zhi, Jamu Empot Madura Asli, Kasul Rexima X, New Tanduk Rusa Kuat Lelaki dan berbagai merek lainnya.

“Kami amankan ini, karena tak mencatumkan kandungan apa saja. Dan tak teruji di laboratorium BPOM. Terkait kasus ini, kami akan koordinasi dengan BPOM,” ucapnya. (ska)

Ide Walikota Batam untuk SMPN 28 yang Jadi Langganan Banjir

0
Sejumlah Guru dan siswa SMPN 28 Batam membersihkan ruang kantor sekolah yang teredam banjir, Jumat (18/8).Akibat kejadian tersebut siswa tidak belajar dan harus membersihkan peralatan dan ruang kelas. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – SMPN 28 Batam yang berlokasi di Taman Raya Batamkota terendam 1,2 meter. Alhasil, lantai satu sekolah dua lantai ini terendam total.

Menyikapi ini, Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan tak ada solusi lain selain menimbun lantai satu. Sebagai penggantinya, yakni membangun lantai pengganti.

“Solusi satu satunya, timbun satu lantai, dan naikan satu lantai lagi. Kalau ditimbun selesai itu,” kata Rudi, di kantor walikota, Jumat (18/8).

Terkait rencana timbun dan tambah lantai sekolah ini, pihaknya akan terlebih dahulu meminta peran konsultan. Dengan demikian, solusi ini dapat dilaksanakan dengan lancar.

“Kalau tambah tentu yang paham konsultan. Asal kuat saja, lantai pasti ditambah, jadi tak berkurang ruang belajarnya,” imbuhnya.

Ia menyampaikan, masalah utamanya, sekolah tersebut berada di daerah yang rendah. Walaupun ada drainase sekitar lokasi, tak bisa menampung air dengan baik. Rudi juga menilai pompa air yang kini dipakai juga bukan solusi banjir.

“Mesinnya tak lama rusak juga, maka dari itu harus ditimbun,” imbuhnya.

Ia mengaku, banjir di SMPN 28 Batam memang sudah terjadi sejak lama. Maka dari itu, waktu dirinya masih Wakil Wali Kota Batam, Pemko Batam menawaran relokasi. Solusi relokasi dulu karena saat itu, warga ribut karena kerap banjir. “Kami dapat tanah, tapi masih dipakai juga bangunan yang itu, tak mungkin juga kita pindahkan. Makanya sekarang, timbun saja, ” pungkasnya. (cr13)

Industri Tunjukkan Tanda-tanda Positif

0

batampos.co.id – Para pelaku industri di Batam kian optimistis menjalani aktivitasnya. Ini karena sejumlah sektor industri mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitannya. Kinerja sektor manufaktur dinilai terus membaik, begitu juga dengan sektor properti yang diprediksi akan bangkit, setidaknya pada awal tahun depan.

“Penjualan properti memang turun, tapi geliatnya masih terus tumbuh,” kata Ketua Real Estate Indonesia (REI) Batam, Achyar Arfan, Jumat (18/8).

Achyar mengakui, kelesuan ekonomi global berdampak pada sktor properti. Bukan hanya di Batam, tetapi di seluruh daerah di Indonesia, bahkan di dunia. Makanya REI Batam tak berani memasang target tinggi-tinggi dari penjualan properti tahun ini.

Meskipun begitu, optimisme tetap harus dilambungkan tinggi karena Batam dinilai masih sangat menjanjikan. Lagipula pertumbuhan properti tidak akan mati karena jumlah penduduk terus bertambah.

“Batam ini punya koneksi penerbangan ke 15 kota lain di Indonesia. Karenanya target market properti di Batam tidak hanya lokal saja, tapi juga daerah lain,” katanya.

Selain itu, REI juga bertekad untuk membangun rumah murah. Target mereka sebanyak 2.500 unit sepanjang tahun 2017. Namun, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 64 Tahun 2015 yang mengenai kebijakan mempermudah pembangunan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dianggap tidak terlalu berpengaruh dalam misi tersebut.

“Sebenarnya baik jika dilaksanakan. Walaupun ada ketentuannya yang justru menambah beban,” cetusnya.

Salah satu ketentuan baru tersebut adalah keharusan untuk mengurus Sertifikat Laik Fungsi (SLF) untuk rumah MBR.” Ini malah menambah beban,” terangnya.

Ini yang membuat pelaksanaan PP Nomor 64 Tahun 2016 di seluruh Indonesia belum berjalan. “Kami berencana mengangkat masalah ini dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) REI 2017 di Jakarta,” tambahnya.

Sejumlah pengembang di Batam saat ini memilih menahan penjualan properti karena lesunya pasar. Bahkan mereka enggan meluncurkan produk baru, sebelum kondisi ekonomi membaik.

“Pertumbuhan pangsa pasar properti sangat stagnan, kurang bergairah. Sehingga saat ini belum tepat untuk meluncurkan produk apapun,” General Manager Fanindo Group, Asep Darmadjaja, di kantornya, Jumat (18/8).

Ia mengakui banyak developer sudah ancang-ancang mempersiapkan lahan untuk membangun proyek baru. Tapi urung dilaksakanan karena situasi ekonomi yang sulit.

Asep melihat pangsa pasar Fanindo berkutat pada masyarakat kelas ekonomi menengah ke bawah. Umumnya kategori masyarakat tersebut bekerja di sektor industri seperti galangan kapal dan manufaktur. Dan ada juga yang bekerja di sektor informal seperti pedagang dan lainnya.

“Shipyard lesu sangat berpengaruh karena target kami menengah saja,” katanya lagi.

Selain sektor properti, optimisme juga sedang menghinggapi para pelaku industri manufaktur. Sebab sektor ini dinilai terus menunjukkan kinerja yang lebih baik.

“Industri manufaktur awal tahun 2017 stabil. Dan memang kalau kita lihat dari data BPS memang sudah ada tanda-tanda akan terus membaik,” kata Wakil Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Tjaw Hoeing, Jumat (18/8).

Ia mengatakan saat ini perusahaan di Batamindo sering melakukan perekrutan karyawan. Itu artinya, produksi berjalan. Baru-baru ini, ada ratusan pencari kerja memasukkan lamaran kerjanya ke PT Indoyasa Karya Utama di MPH Batamindo. Selain itu PT Tunas Karya juga melakukan perekrutan.

“Kalau PT Indoyasa itu untuk PT Ciba Vision. Sementara PT Indoyasa melakukan rekrutmen untuk PT SUmitomo dan Ciba,” katanya.

Membaiknya industri manufaktur di Batam juga bisa dilihat dari banyaknya perusahaan yang menggunakan fasilitas 123J atau atau layanan izin investasi 3 jam di Badan Pengusahaan (BP) Batam.

“Setahu saya ada beberapa tenan di kawasan industri yang diberikan fasilitas 123j. Seperti tiga tenan di Kawasan Industri Tunas, satu di Batamindo, dan dua di Kawasan Industri Kabil,” katanya.

Menurut pria yang akrab disapa Ayung ini, yang mendapatkan fasilitas 123j ini tidak langsung komersil atau pun produksi. Butuh enam bulan sampai setahun untuk proses persiapan hingga produksi.

“Nah investor yang dapat fasilitas itu di awal tahun mulai terasa efeknya. Dan yang baru dapat fasilitas itu mungkin baru tahun depan efeknya. Dan sebagian besar adalah industri manufaktur,” katanya.

Managing Director Panbil Group, Johanes Kennedy juga mengatakan di kawasan Industri Panbil kondisinya masih stabil. “Masih sama, tidak ada perubahan yang signifikan,” katanya.

Ia berharap, ke depan industri di Batam akan semakin baik. Semua pihak juga diminta untuk sama-sama menjaga iklim investasi di Batam. Khususnya pihak pemerintah agar lebih agresif mendatangkan investor ke Batam.

“Ini menjadi tugas bersama. Jadikan Batam menjadi daerah yang memang masih menjadi primadona investor. Caranya dengan memberikan kemudahan dan kepastian hukum dalam berinvestasi,” katanya.

Sementara Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, Panusunan Siregar, mengatakan bahwa niai ekspor industri pada Juli jauh meningkat dibanding Juni lalu. Tercatat, di Juli nilai ekspor hasil industri mencapai 678.137.000 dolar AS atau meningkat jauh dibanding Juni lalu yang hanya sekitar 546.711.000 dolar AS.

“Yang paling tinggi itu adalah untuk mesin atau peralatan listrik dengan nilai ekspor di Juli mencapai 198 juta dolar Amerika. Lebih besar dari Juni lalu,” katanya.

Kemudian mesin-mesin atau pesawat mekanik yang nilainya mencapai 95 juta dolar Amerika. Jauh meningkat dibanding Juni lalu yang hanya 73 juta dolar Amerika.

“Mudah-mudahan di Agustus ini nantinya produksinya terus meningkat. Dan ekonomi membaik,” harapnya.

Direktur Humas dan Promosi Badan Pengusahaan (BP) Batam, Purnomo Andiantono, mengakui bahwa saat ini fasilitas 123J sudah mulai dinikmati investor. Di mana investor dimudahkan untuk mengurus izin investasi di Batam.

“Memang sudah mulai banyak. Dan perlu diingat Batam ini memang masih seksi bagi Singapura dan investor lain,” katanya.

Menurutnya, ada beberapa hal yang harus dilakukan pemerintah untuk membuat investasi di Batam terus berkembang. Beberapa di antaranya menambah fasilitas dan kemudahan di Batam seperti tax allowance, tax holiday, kemudahan Bea Cukai, Imigrasi, dan kemudahan lainnya. (leo/ian)

Nova Aida Mencintai Sepenuh Hati ….

0
Nova Aida
foto: cecep mulyana / batampos

batampos.co.id – Wajah Humas Badan Pengusahaan (BP) Batam, Nova Aida Nur’aini sangat familiar bagi masyarakat Batam. Wanita ayu kelahiran Semarang ini sering muncul di videotron, juga sering tampil di Channel Youtube milik BP Batam.

Ia sangat menikmati pekerjaannya karena begitu mencintainya.

“Sebelum di BP Batam, saya juga di lapangan seperti, Mas. Mencari informasi, menyiapkan bahan wawancara kemudian menyusunnya agar bisa dinikmati khalayak ramai,” kata wanita cantik kelahiran Semarang, 30 November 1992 di Gedung Humas BP Batam, Jumat (18/8).

Menjadi jurnalis pernah dilakoninya selama kuliah di Universitas Semarang. Sembari menuntut ilmu, ia juga bekerja di TVRI selama 4 tahun. Penghujung 2013 ia kemudian memutuskan untuk pindah ke Batam.

“Di Batam selama setahun jadi penyiar radio di RRI Batam. Disini banyak sekali pelajaran yang bisa saya dapat karena harus menyiapkan produk jurnalis yang kompeten sebelum didengar oleh masyarakat,” katanya lagi.

Tahun 2015, BP Batam mencari PR. Setelah mengikuti berbagai tes, ia diterima. Setelah itu hidupnya pun berubah.”Berbeda saat menjadi jurnalis. Disini saya diminta untuk mempersiapkan bahan untuk press conference atau mempersiapkan rilis untuk dinikmati oleh media massa,” ujarnya.

Nova memang dikenal komunikatif, makanya tak heran jika wanita berhijab ini sering didapuk untuk menjadi reporter yang menyiarkan kegiatan Kepala BP Batam ketika berada di luar negeri. Hasilnya bisa dinikmati di Channel Youtube BP Batam.

Diluar dari kegiatannya sebagai PR, Nova juga aktif sebagai bintang iklan. PLN sering menggunakan jasanya.

“Intinya bekerja itu harus dimaknai, dicintai sehingga suasana kerja pun menjadi menyenangkan,” katanya sambil tersenyum manis.(leo)

Tahun 2017 Anggaran Pengendalian Banjir Kota Batam, Rp 43,5 Miliar

0

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menambah anggaran pengendalian banjir Kota Batam. Jika tahun lalu dianggarkan sebesar Rp 25,55 miliar. Maka tahun 2017 pengendalian banjir yang terdiri dari perbaikan dan pembangunan drainase tersebut dianggarkan Rp 43,5 Miliar, atau mengalami kenaikan sebesar Rp 18 miliar.

“Tahun ini Rp 43.516.055.305. Anggarannya ada di Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air. Kalau dulu namanya Dinas Pekerjaan Umum (PU),” kata anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Rohaizat, Jumat (18/8).

Menurutnya, anggaran ini dibagi di lima wilayah. Dimana pembangunan drainase wilayah satu Batam sebesar Rp Rp 10,2 miliar. Wilayah satu ini meliputi Kecamatan Batuampar dan Bengkong. Pembangunan drainase wilayah dua yang terdiri dari Kecamatan Batam Kota dan Lubukbaja sebesar Rp 8,09 miliar.

Dan wilayah tiga terdiri dari Kecamatan Seibeduk, Nongsa, dan Galang sebesar Rp 6,69 miliar.

Wilayah empat Sagulung dianggarkan sebesar Rp 9,4 miliar. Sedangkan wilayah lima yang terdiri dari Sekupang, Batuaji, dan Belakangpadang dianggarkan sebesar Rp 3,86 miliar.

Selain pembangunan drainase baru, Pemko juga fokus pemeliharaan. Untuk pemeliharaan rutin drainase tahun ini pemko menganggarkan Rp 2,22 milar. Sedangkan untuk penyusunan Detail Engineering Design (DED) drainase Rp 2,52 miliar. “Kita berharap dengan anggaran ini bisa meminimalisir titik banjir di Batam,” kata Rohaizat.

Eskavator jenis anfibi milik Bina Marga Kota Batam menormalisasi drainase di depan Perumahan Rici, Sekupang, Jumat (14/7). Lokasi ini sering banjir bila hujan datang. F. Dalil Harahap/Batam Pos

Anggota Komisi III DPRD Batam, Muhammad Jefri Simanjuntak menyebutkan, belum tuntasnya penanganan banjir di Batam, tidak lepas dari sistem drainase yang buruk. Harus ada perhatian serius dari dinas terkait.

Diakuinya, selai kesulitan anggaran, permasalahan pemko saat ini adalah seluruh wilayah sudah tertutup pemukiman dan industri. “Selain sulit, tentu anggaran yang dibutuhkan cukup besar,” kata Jefri.

Untuk itulah ia menyarankan agar permasalahan ini bisa diselesaikan, pemko dan BP Batam harus saling besinergi. “Saling membangun, misal untuk membangun drainase, BP bisa menyediakan lahan atau termasuk juga anggaran pembangunan drainase dari BP Batam. Sehingga bersama-sama kita membangun kota Batam,” kata Jefri.

Ia yakin, bila tak ada sinergi antara kedua lembaga ini, akan mustahil permasalahan banjir akan selesai.

“Daerah rendah akan selalu menjadi langganan banjir. Makanya harus ada upaya dari pemerintah,” tegasnya. (rng)

Panggung Utama hampir Ambruk

0
Sejumlah pekerja sedang merapihkan perlengkapan di panggung Utama Pemko Batam, Jumat (18/8). Panggung tersebut sempat mau ambruk dan atapnya bolong akibat angin dan hujan deras. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Panggung utama dataran Engku Putri hampir ambruk, Kamis (17/8) sore. Beberapa kerangka besi panggung terlihat bengkok dan bagian tengah panggung turun. Selain karena cuaca yang buruk, tenda tambahan depan panggung utama disebut-sebut sebagai penyebabnya.

“Ada pula tenda tambahan, air yang tertampung dikain-kain bendera yang digantung luar biasa banyak juga,” papar Kepala Dinas Cipta Karya Suhar, Jumat (18/8) pagi.

Padahal, kata Suhar, ada beberapa tiang penyokong yang belum terpasang. Karena, proyek yang menelan anggaran senilai Rp 800 juta lebih ini masih dalam proses pengerjaan.

“Kontraknya masih sampai September, Masih on progres. Artinya belum serah terima ke kami,” ucap Suhar.

Ia menyampaikan karena belum serah terima, pihak kontraktor bersedia menanggung kerusakan. Bahkan membangun ulang jika diperlukan. “Bagian tengah panggung, besinya bengkok,” ujarnya.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi menilai ada bagusnya pangung tersebut bermasalah sebelum serah terima, sehingga titik kelemahan panggung dapat diketahui.

“Kami minta kontraktor bongkar balik. Apa kelemahannya, dengan kejadian seperti ini kita akan tahu,” ucapnya.

Senada dengan Suhar, Rudi menyampaikan panggung tersebut sedang dalam pengerjaan dan belum diserah terima ke Pemko Batam.

“Artinya masih tanggungjawab kontraktor. Kami pakai kemarin, karena 17 Agustus,” ujarnya.

Di lokasi, untuk menahan bagian tengah panggung yang turun, kontraktor memasang tiga tiang penyangga. (cr13)

BP Batam Tetap Lanjut Bangun Jembatan Babin

0

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam akan terus menindaklanjuti rencana pembangunan jembatan Batam Bintan (Babin). Saat ini, instansi pengelola investasi tengah mengumpulkan bahan dan masukan sebelum diajukan ke pemerintah pusat.

“Kami tengah mengumpulkan data yang diperlukan berikut Detail Engineering Design (DED) untuk diserahkan kepada pemerintah pusat,” jelas Deputi IV BP Batam, Robert Purba Sianipar, Sabtu (19/8).

Setelah rampung nantinya, maka BP Batam akan menyerahkannya kepada Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (Kemenpupera).”Setelah itu Kemenpupera akan mencoba meminta persetujuan dari DPR,”ujarnya.

Jika tidak berhasil, maka BP Batam akan berupaya untu membiayai pembangunan jembatan Babin dengan menggunakan skema Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah (PINA). Tujuannya adalah untuk mengurangi ketergantungan belanja dari anggaran negara. Dengan demikian maka swasta dan BUMN bisa ikut serta dalam membangun jembatan tersebut.

Cara yang diterapkan BP Batam untuk mengoptimalkannya adalah dengan menerapkan konsep pembangunan jembatan berdasarkan transit oriented development (TOD).

“Konsepnya membangun jembatan seiring dengan mengembangkan wilayahnya. Jadi swasta jika punya lahan dekat lokasi pembangunan bisa ikut berkontribusi atau bekerjasama membangun jembatan tersebut,” ungkapnya.

Selain itu, salah satu cara yang tengah diupayakan BP Batam adalah dengan memperjuangkan Pulau Tanjungsauh dan Ngenang agar masuk wilayah Free Trade Zone (FTZ).

Dulu Tanjungsauh direncakan jadi pelabuhan dan Ngenang sebagai lokasi industri. Namun hal tersebut tak kunjung terjadi karena keduanya tak masuk wilayah FTZ. Investor pun tak tertarik.(leo)

KEK Diterapkan, FTZ Dipertahankan

0

batampos.co.id – Harapan pengusaha agar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) tidak diberlakukan di Batam sepertinya sulit terpenuhi. Sebab Presiden Joko Widodo telah memutuskan KEK akan diterapkan di Batam. Hanya saja, fasilitas Free Trade Zone (FTZ) Batam akan tetap dipertahankan.

Anggota Tim Teknis Dewan Kawasan (DK) Batam, Taba Iskandar, mengatakan KEK akan diberlakukan di kawasan tertentu di Batam. Sehingga penerapannya tak perlu menghapus status FTZ Batam yang sudah berjalan sejak 2007 lalu itu.

“Dalam rapat DK berikutnya, BP Batam akan memaparkan mengenai zonasi-zonasi KEK di Batam,” ungkap Taba Iskandar, Jumat (18/8).

Taba kembali menegaskan bahwa Batam sudah pasti menjadi KEK. Daerah lain yang akan menjadi KEK adalah Rempang, Galang, dan Galang Baru. “Ini sudah merupakan keputusan Presiden, kecil kemungkinan berubah. Daerahnya sudah pasti, hanya tinggal menentukan zonasi dan struktur penataannya,” tegasnya lagi.

Menurut Taba, KEK merupakan jalan tengah untuk mengatasi dualisme pemerintahan di Kota Batam. KEK Batam akan dikelola oleh BP Batam, sedangkan di luar wilayah KEK dikelola oleh Pemko Batam.

Sedangkan untuk wilayah KEK di luar Batam, seperti Rempang, Galang dan Galang Baru, pemerintah pusat baru menetapkan tiga opsi. Opsi pertama, KEK dikelola Badan Penngusahaan (BP) Batam. Opsi kedua, KEK dikelola Pemko Batam dan ketiga KEK dikelola bersama antara BP Batam dan Pemko Batam.

Taba juga menjelaskan industri yang berada di luar zona KEK, seperti PT Sat Nusapersada yang berada di Pelita, Batam, tidak perlu khawatir. Ia menjamin industri tersebut tidak perlu pindah ke zona KEK untuk mendapatkan fasilitas KEK.

“Nanti tinggal ajukan saja ke pengelola KEK untuk mendapatkan fasilitasnya. Tak perlu pindah masuk ke KEK. Tapi jika tak ingin mengajukan, maka hanya bisa menikmati fasilitas FTZ saja,” bebernya.

Taba mengingatkan bahwa KEK nanti memiliki fasilitas yang lebih banyak dari FTZ. Contoh fasilitas KEK adalah tax allowance, tax holiday, dan lainnya.

“Saya ingatkan jika ingin menikmati bumbu FTZ, nikmatilah sampai mati. Tapi saya yakin pasti akan sukarela pindah ke KEK, karena bumbu KEK lebih banyak,” ungkapnya.

Selama ini pun, FTZ belum dianggap sebagai jawaban yang tepat untuk mengatasi persoalan ekonomi di Batam. Karena meskipun konsep utamanya adalah kawasan bebas pajak, tetapi harga barang di Batam tetap tinggi dan mahal.

“Makanya, memang harus pindah ke KEK,” katanya.

Namun, untuk waktu penerapannya, ia belum bisa berbicara banyak. “Pesan Presiden sudah jelas. Kemudian ia meminta agar KEK Batam dikaji dulu mendalam agar segera bisa diterapkan,” ujarnya.

Terpisah, Deputi IV Badan Pengusahaan (BP) Batam, Purba Robert Sianipar enggan berkomentar banyak mengenai KEK Batam. Namun, ia membenarkan pernyataan Taba mengenai wilayah KEK di Rempang dan Galang.

“Kalau untuk Rempang dan Galang memang sudah pasti jadi KEK. Namun untuk Batam, masih harus dikaji lebih lanjut. Arahan Presiden memang gitu,” ungkapnya lagi.

Bagi kalangan pengusaha, konsep FTZ dianggap tidak membawa dampak positif bagi Batam. Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Batam, Jadi Rajagukguk mengatakan dengan peniadaan Pajak Pertambahan Nilai (PPn) dan PPnBM sekalipun, harga sembako dan mobil tetap mahal. “Jadi FTZ itu untuk siapa sekarang, bukannya untuk masyarakat. Tapi masyarakat Batam malah tak bisa menikmatinya,” terang Jadi.

Ia menyarankan agar konsep KEK segera dipercepat untuk diterapkan di kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas di Batam. “Dengan KEK, diharapkan percepatan ekonomi akan bisa didorong,” jelasnya.

Namun semestinya sebelum merumuskan KEK, masih banyak persoalan yang harus dibenahi seperti membenahi birokrasi yang berbelit, membereskan perizinan yang lambat, khususnya di bagian lahan dan digitalisasi dalam berbagai aspek.

Berbeda dengan Kadin, para pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kepri menolak pemberlakuan KEK di Batam. Mereka menilai KEK Batam merupakan langkah mundur pemerintah.

“Dari 11 wilayah di Indonesia yang menerapkan KEK, belum satupun yang berhasil,” kata Ketua Apindo Kepri, Cahya, belum lama ini.

Karenanya, Apindo lebih sepakat jika pemerintah pusat mempertahankan fasilitas FTZ di Batam. Karena, FTZ dinilai sudah terbukti mengantarkan Batam menjadi salah satu kawasan industri yang sukses.

“Status ini juga sudah lama kami perjuangkan, kalau sekarang tiba-tiba mau dicabut, tentu kami sangat menyayangkan,” imbuhnya. (leo/rna)

Mobil Eksklusif dengan Fitur Mewah

0
Staf Igenoto, Chellyn menunjukkan mobil Mercedes Benz S400L Hybrid, Jumat (18/8). F. Octo Zainul Ahmad/Batam Pos

batampos.co.id – Produsen mobil asal Jerman, Mercedes Benz tidak henti-hentinya mengeluarkan mobil seri terbaru dengan fitur mewah. Kali ini, Mercedes Benz S400 Hybrid L menjadi mobil eksklusif terbaik dengan segudang fitur mewah yang ditawarkan.

Mobil berwarna silver ini hadir di Showroom Igen Oto Batam dengan harga spesial, yakni Rp 1,5 miliar.

“Tentunya harga ini sebanding dengan fitur kemewahan dan keamanan tambahan, dibandingkan versi biasanya,” kata Supervisor Igenoto, Desinta Putri Lestari, Jumat (18/8).

Dari sisi kenyamanan, ruang kabin didesain lebih lapang dibandingkan versi sebelumnya. Mobil ini juga memiliki paket air balance dan thermatronic.

“Untuk desain interiornya kursi belakangnya bisa diturunkan sehingga penumpang bisa beristirahat lebih lega,” ujarnya.

Tambahan interior, dua layar berbasis Thin Film Transistor (TFT) berukuran 12,3 inchi juga menambah kenyamanan penumpang di kursi belakangnya.

“Kenyamanan berkendara juga menjadi prioritas berkat pengggunaan suspensi airmatic,” ucap Putri.

Soal fitur, mobil ini memiliki driving assistance package plus, yang diperkuat dengan distronic plus. Fitur ini merupakan mengaturan jarak yang mengizinkan mobil untuk mengikuti kendaraan di depannya sesuai jarak yang telah diatur.

“Ditambah dengan fitur stop and go pilot, Brake Assist (BAS) Plus dengan cross traffic assist. Juga dengan pre safe brake, active lane keeping assist serta active blind spot assist yang menambah keamanan bagi pengemudi,” terangnya.

Mobil ini juga dilengkapi fitur adaptive highbeam plus, attention assist, crosswind assist, dan night view assist plus. Di sektor keselamatan tersedia delapan airbags.

Berbekal mesin 3,5 liter direct-injection normally-aspirated V6 bersemayam pada S 400L. Tenaga yang dijanjikan capai 306 Tk dengan tenaga puntir 370 Nm. Sebagai model hibrida, mobil jantung mekanis turut didukung motor listrik yang mampu memproduksi 27 Tk dan torsi 250 Nm. Tenaga dari mesin disalurkan melalui transmisi 7G-Tronic Plus.

“Mercedes-Benz mengklaim, akselerasi 0-100 km/per jam S 400L cuma butuh 6,8 detik dengan kecepatan maksimum 250 km per jam,” sebutnya.

Bagi yang tertarik memiliki Mercedes Benz S400 Hybrid L ini, silahkan kunjungi Igenoto di Jalan Yos Sudarso Nomor 1, Batu Ampar. (cr12)