batampos.co.id – Listrik menjadi kebutuhan pokok yang tak bisa ditawar. Termasuk warga desa.
Di Kota Batam pun masih menyisakan wilayah yang belum teraliri listrik, yakni di pulau-pulau di hinterland. Kalau Pulau Batam sudah oke.
Sebab tiada listrik aktivitas warga terganggu, diantaranya salat. Tida pengeras suara suara adzan pun tak terdengar kluas.
Adalah Team Relawan Tim Solid SolarCell – Batam bersinergi dengan DSNI Amanah, Majelis Ta’lim MTa Unisem, Majelis Ta’lim Syiar Ikmi, Majelis Ta’lim @Raudhotussalam PT. Epson, Majelis Ta’lim PT. TEC Indonesia, Majelis Ta’lim PT. Osi bekerjasama memberikan bantuan solar cell pada Ahad, 24 September 2017 lalu di Pulau Nguan, tepatnya Masjid Nurul Falah AL Fatah Galang baru.
Pulau ini jauh dari kota, penduduk setempat biasanya menggunakan genset dengan biaya bulanan 150.000 per rumah demi terang.
Namun penggunaan nya sangatlah terbatas di mulai pukul 18:00-21:00 Wib. Itupun terkadang mengalami gangguan mati atau genset rusak.
Program Cahaya Hinterland ini bermanfaat memberikan fasilitas penerangan kepada masyarakat pinggiran pulau, demi kemudahan beraktivitas dan juga kemudahan dalam melakukan kewajiban shalat 5 waktu.
Anak-anak pun rajin belajar, apa lagi Mengaji di TPA, begitu juga para Ibu-ibu dan bapak-bapak Majelis Ta’lim nya.
Program ini telah dilakukan sejak Juni 2015. Total ada 34 titik panel surya yang sudah dibagikan. (*)
Hari ini, Minggu (15/10/2017) siang, Batam diguyur hujan. Tak lama tapi lebat. Hasilnya beberapa titik jalan pun tergenang air, seperti singpang Kepri Mall ini.
Pengendara motor terpaksa mendorong motornya sebab mogok.
Anda penasaran ingin melihat keeksotisan Danau Toba? Ingin liburan sekaligus menyaksikan musik, seni dan kerajinan, kompetisi olahraga tradisional, seminar pariwisata, hingga pameran di danau terbesar nomor dua di dunia?
Segera kosongkan jadwal 6-9 Desember 2017. Karena di tanggal itu, ada Festival Danau Toba yang bakal menyuguhkan eksotisme dan keunikan berupa keindahan alam, budaya, serta daya tarik wisata buatan di danau kaldera terbesar di dunia itu.
“Silakan ke Danau Toba 6-9 Desember nanti. Dijamin Anda bakal happy,” ucap Menteri Pariwisata, Arief Yahya, Sabtu (14/10). Festival yang keren, beken dan paten!
Ucapan Marketeer of The Year 2013 versi MarkPlus itu memang sangat masuk akal. Sebagai destinasi, Danau Toba dulu pernah hebat dengan kunjungan wisman yang besar. Ditambah lagi, Danau Toba dimasukkan dalam prioritas ‘10 Bali Baru’. Sama halnya seperti Tanjung Lesung, Kota Tuda dan Pulau Seribu, Borobudur, Bromo Tengger Semeru, Mandalika, Tanjung Kelayang, Labuan Baji, Wakatobi dan Morotai.
Sebagai destinasi yang pernah berjaya, 3A di Toba terus dikebut begitu ditetapkan sebagai destinasi prioritas. Akses, saat ini sudah ada direct flight Jakarta-Silangit Toba oleh maskapai Garuda Indonesia dan Sriwijaya.
Lalu Kuala Namu-Silangit dan Batam-Silangit oleh maskapai Wing Air, group Lion. Juga Susi Air yang sudah lama terbang dari Kuala Namu-Silangit. Bahkan penerbangan internasional juga telah siap dilayani pada 28 Oktober mendatang
Atraksinya? Jangan ditanya lagi. Atraksi Toba sudah memiliki pemandangan alam kaldera dan kaya dengan cerita soal asal muasal danau sepanjang sekitar 117 km, seluas 30 km itu. Di sana ada juga Air Terjun Sipiso-piso.
Keramahan penduduk setempat, budaya lokal serta kesenian tradisi di sana juga sangat menarik. Udara yang sejuk, lekukan perbukitan membenuk pola lukisan alam yang natural, punya daya hipnotis yang kuat buat wisatawan yang berkunjung.
Pemandangan utamanya adalah birunya air Danau Toba, sejauh mata memandang, dikelilingi perbukitan. “Silakan buktikan sendiri kedahyatannya. Dijamin bakal seru,” tambah Menpar Arief Yahya.
Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti, yang didampingi Kabid Promosi Wisata Alam Hendry Noviardi ikut mengamini. Bagi Esthy, inilah ajang unjuk kecantikan Danau Toba. Wisatawan yang datang ke sini, dijamin tak akan kecewa.
“Kami sudah siapkan acara yang sangat heboh. Siap-siaplah terkesima oleh ragam kekayaan budaya asli Batak, serta panorama wow Danau Toba,” timpal Esthy.
Dari mulai musik, seni dan kerajinan, kompetisi olahraga tradisional, seminar pariwisata, hingga pameran, sudah disiapkan. Spot lokasinya pun ada tiga. Tiga-tiganya menawarkan panorama alam yang sangat wow.
“Lokasi pertama di Kecamatan Bakkara yang berada di pinggiran Danau Toba sehingga pengunjung kegiatan budaya dan pariwisata itu dapat menikmati langsung perairan danau,” lanjutnya.
Sedangkan lokasi kedua ada di Sipinsur yang berada di atas pebukitan dengan Danau Toba sebagai latar belakang pemandangannya. Dan Lokasi ketiga di Doloksanggul yang merupakan salah satu kota di Kabupaten Humbang Hasundutan yang terkenal dengan daging kudanya.
Hendry Noviardi yang ikut mengawal rapat persiapan FDT hingga Jumat (13/10) malam, menambahkan, tiga daerah yang disiapkan untuk melaksanakan 22 lomba atau kegiatan dalam FDT 2017 ini.
“Di Bakkara nanti ada 5 kegiatan seperti Lomba Dragon Boat, Lomba Renang, Lomba Lari, Eksibisi Arung Jeram dan Napak Tilas situs peninggalan Raja Sisingamaraja,” papar Hendry.
Di Sipinsur, lokasinya bakal diset menjadi tempat pembukaan dan penutupan. Selain itu, ada 10 kegiatan lainnya seperti tempat Finish Geopark Kaldera Toba, Pameran Ulos sepanjang 500 meter, Defile kecamatan se-Kabupaten Humbang Hasundutan, Defile Kabupaten dan Provinsi peserta FDT, Parade Gondang Batak, Kolaborasi musik etnik dan modern, Paduan Suara Massal, Pameran Kuliner dan UMKM, Lomba Vokal Grup, Penampilan Artis Ibukota dan Pagelaran Seni Budaya Kabupaten/Provinsi.
Sementara Doloksanggul, akan menyelenggarakan 5 kegiatan lainnya, yaitu menjadi tempat host dinner, lomba paduan suara, Pemilihan Ucok Butet Geopark, Seminar Budaya dan pariwisata dan Lomba Seruling.
“Semuanya akan dikemas sangat menarik dan dijamin wisawatan akan semakin cinta Danau Toba,” paparnya. (*)
Sejumlah turis asyik menyaksikan kesenian tradisional Barong yang disajikan di Golden Prawn, Sabtu (14/10). f Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Chairman Jababeka Group, Setyono Djuandi Darmono menyarankan agar institusi pemerintah daerah seperti BP Batam dan Pemko Batam menjalin komunikasi dengan baik. Hanya dengan cara itu maka ekonomi Batam bisa bangkit kembali.
“Batam itu bagus, ekonomi terus tumbuh. Cuma komunikasinya tak ada,” katanya, Sabtu (14/10).
Jababeka merupakan pengelola kawasan ekonomi khusus Tanjunglesung di Banten.”Jababeka didirikan oleh 21 perusahaan. Untuk bisa besar, kami harus bisa bersatu dan bersabar dan tentu saja butuh dukungan pemerintah daerah,” ujarnya.
Batam katanya sebagai sebuah kota industri jangan hanya bergantung dari manufaktur. Di Jababeka sendiri pengembangan ekonomi dilakukan berjenjang. Dimulai dari pembangunan industri manufaktur, kemudian industri pelayanan, lalu industri properti dan lainnya.
“Bahkan pendidikan, kesehatan dan keuangan dapat menjadi industri. Peluangnya sangat besar,” imbuhnya.
Kemudian pemerintah daerah harus menciptakan tenaga kerja yang berkompeten dan mampu mengontrol harga kebutuhan pokok.
“Karena untuk buruh, jika upahnya mahal maka industri akan pindah,” sarannya.
Apalagi Batam katanya punya peluang besar di sektor pariwisata, properti dan kesehatan mengingat saat ini Singapura sudah terlalu majemuk. Peluang terbaik adalah jika mampu mengembangan pariwisata budaya karena Indonesia terdiri dari beragam budaya yang bisa dibuat museum seni khusus di Batam.
“Singapura buat saya stres. Jadi bisa kita jual Batam ini untuk orang-orang stres lainnya disana,” pungkasnya.
Tak Boleh Punggutan Ganda
Kebijakan pemerintah memunggut Uang Wajib Tahunan (UWT) dan Pajak Bumi Bangunan (PBB) di Batam kembali disorot. Sebab, punggutan ganda ini dinilai membebani masyarakat.
Pakar Otonomi Khusus, Prof Ryas Rasyid mengatakan pemerintah tak boleh melakukan pemunggutan ganda terhadap masyarakat. Pemerintah harus bisa memilih satu diantara punggutan tersebut sehingga masyarakat tak jadi korban atas kebijakan tersebut.
“Pemerintah yang baik tak mungkin lakukan punggutan ganda. Ini bukannya mengurangi beban masyarakat, namun menambah,” kata Ryas di Sahid Hotel Batamcenter, Jumat (13/10).
Dikatakannya, permasalahaan di Batam sudah sangat kompleks. Bahkan, peruntukan Batam yang seharusnya jadi Kota industri, sudah melenceng sejak tahun 80an. Apalagi dengan adanya dua kelembagaan yang memiliki kebijakan yang hampir sama.
“Ini karena ada dua manajemen yang mengatur. Sehingga punggutan pun bisa double. Harus diputuskan mana yang paling penting,” terangnya.
Ia mengajukan beberapa opsi yang bisa membuat Batam lebih maju. Diantara opsi tersebut adalah membubarkan salah satu lembaga yang memimpin Batam. Karena, satu kota tak mungkin dipimpin oleh dua lembaga.
“Saya tak bisa katakan mana yang ideal. Karena menurut saya, opsi yang diajukan harus dikaji terlebih dahulu. Seperti apa dampak dan sebagai macamnya,” ujar Ryas.
Menurutnya, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) juga opsi terbaik untuk mengatasi kesemrawutan dan permasalahaan di Batam. Apalagi KEK nantinya akan mengatur mana yang jadi manajemen BP Batam dan Pemko Batam.
“KEK sudah jadi opsi, namun belum jalan. Jangan sampai ada dua manajemen mengatuh hal yang sama,’ imbuh mantan Dewan Pertimbangan Presiden ini.
Disinggung soal rencana pembentukan Provinsi Khusus, Ryas langsung mematahkan. Menurutnya, kalau ada provinsi khusus, nantinya akan menambah permasalahaan baru. Apalagi syarat untuk membentuk provinsi khusus sangat banyak, diantaranya harus ada lima kabupaten dan kota.
“Kalau untuk kota khusus mungkin saja. Tinggal menghimpun dari kota saja,” ujarnya.
Disisi lain, Ryas berbendapat jika penyelesaiaan permasalahaan antara BP Batam dan Pemko Batam menjadi wewenang Kementrian Dalam Negeri atau Kementrian Politik dan Keamanan.
“Kalau kelembangaan harus Menteri dalam negeri atau Menkopolhukam. Kecuali di luar kelembagaan itu baru bisa diselesaikan Menko ekuin, ” jelas Ryas.
Sementara, Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad sudah malas membahas hal yang sama namun tak ada jalan keluar terbaik. Apalagi bicara soal UWTO yang kerap membuat masyarakat protes.
“Substansinya sudah jelas. Permasalahaan di Batam ini masalah kebijakan. Sekarang, tinggal jalan keluarnya saja, ingin membuat Batam kacau atau bagaimana,” terang Amsakar.
Dikatakannya, salah satu cara memperbaiki Batam adalah dengan menata regulasi yang sudah ada. Diantaranya dengan mengesa KEK berdasarkan peraturan presiden (PP).
“Paling bijak menyelesaikan dengan KEK. Regulasinya juga diatur. Pemko mengatur publik dan BP investasi. Kan jelas, jangan dicampur-campur,” tegas Amsakar.
Sementara untuk mengabungkan Pemko dan BP Batam adalah hal yang mustahil. Lebih baik, pemerintah pusat menghapuskan satu dari dua lembaga tersebut. Sehingga regulasi yang ada di Batam bisa berjalan dengan baik karena ada satu pemegang kebijakan.
“Bubarkan Pemko atau BP Batam. Kalau mengabungkan dua lembaga ini saya rasa tak mungkin,” jelas Amsakar.
Berbeda dengan Amsakar, Assisten 1 Pemerintahan Propinsi Kepri, Raja Alizar mengatakan permasalahaan di Batam bisa diselesaikan dengan mengabungkan BP Batam dan Pemko Batam. Hal itu patut ditiru dari negara tetangga seperti Malaysia.
“Kalau komit tak akan terjadi benturan. Pemko dan BP Batam bisa digabung untuk mengatasi permasalahaan ini,” pungkasnya. (she/leo)
Bowo salah seorang pekerja sedang mengecat tugu taman kolam Batamcenter, Sabtu (14/10). Dinas Perumahan Rakyat, Pemukiman dan Pertamanan Kota Batam melakukan rehab fasilitas taman tersebut. F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Dinas Perumahan Rakyat Permukiman dan Pertamanan (Disperakimtan) Kota Batam berencana menata kawasan wisata taman kolam, Sekupang, menjadi salah satu destinasi unggulan.
“Sekarang hanya taman saja, kedepan kita akan buat rumah pohon hingga jembatan,” kata Kepala Disperakimtan Kota Batam, Herman Rozi, Sabtu (14/10).
Pengembangan infrastruktur ini bertujuan untuk menunjang sektor pariwisata yang tengah digagas Pemko Batam. Ia menjelaskan, taman saat ini tengah dalam perbaikan trotoar. Keberadaan taman kolam menjadi tempat hiburan masyarakat bersama keluarga.
“Tahun depan kita coba usulkan untuk peningkatan infrastruktur ini,” sebutnya.
Taman kolam juga diisi berbagai jenis ikan hias untuk menarik pegunjung.
“Mereka juga bisa ngasih ikan makan sambil menikmati pemandangan di taman,” ujarnya.
Herman menjelaskan nanti tumbuhan eceng gondok yang selama ini memenuhi permukaan kolam kan dibersihkan dan di bentuk menjadi tulisan Welcome to Batam.
“Jadi mereka bisa berswafoto dengan background Welcome to Batam,” sebut mantan camat Lubukbaja ini.
Selain taman kolam, pihaknya juga tengah mengejar pengerjaan Kebun Raya Batam (KBR) yang direncanakan soft launching Maret 2018 mendatang.
Saat ini sudah ada ribuan tanaman yang sudah ditanam di KBR, berbagai perbaikan seperti nama taman dan jalan menuju KBR juga sudah hampir rampung.
“Ini juga akan menjadi salah satu objek wisata andalan Batam,” ungkapnya.
Herman menambahkan peningkatan infrastruktur ini diharapan bisa menunjang sektor pariwisata ke depannya.
“Kami berusaha menciptakan objek wisata, dan berharap bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan,” tutupnya. (cr17)
batampos.co.id – Rombongan dokter asal Singapura tertangkap tangan saat akan memberikan pengobatan gratis kepada warga yang berada di Pulau Jemara, Subangmas, Sabtu (14/10).
Rombongan yang diangkut mengunakan dua kapal pompong ini direncanakan akan diperiksa dan diberikan obat yang langsung dibawa dari Singapura.
“Ini jelas melanggar, pertama dokter asing yang tidak mengantongi izin praktek dilarang untuk memberikan pengobatan di Indonesia, dan obat yang mereka bawa juga tidak terdaftar di BPOM milik kita,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi.
Menurutnya pengobatan berkedok bakti sosial kepada masyarakat hinterland sering digunakan mahasiswa maupun dokter untuk percobaan.
“Ini yang kami takutkan, makanya karena tidak miliki izin mereka langsung pergi sebelum melakukan praktik,” sebutnya.
Dokter asing yang tidak mengantongi izin ini dibawa oleh salah seorang dokter yang membuka praktik di salah satu rumah sakit ternama di Batam. Anggota Puskesmas Pembantu (Pustu) yang tengah melakukan kegiatan rutin di pulau menemukan mereka saat akan bersandar.
“Setelah ditanya mereka tidak bisa menjelaskan dan memilih pergi meninggalkan pulau,” terang Didi.
Dokter asing tersebut terbutkti melanggar Permenkes no.67 tahun 2013 tentang pendayagunaan tenaga kesehatan warga negara asing. Dimana di aturan tersebut secara tegas disebutkan dokter asing tidak boleh mengobati pasien tanpa izin.
“Kami bertidak cepat, jadi mereka belum sempat praktik dan memilih kembali,” imbuhnya.
Didi menyebutkan dokter yang memfasilitasi atau membawa dokter asing untuk memberikan pengobatan tersebut akan dipanggil, dan terancam sanksi izin praktiknya dicabut.
“Secepatnya akan kami panggil, dia bisa saja tidak bisa praktik lagi,” tegas mantan Direktur RSUD Bintan ini.
Ia menambahkan, bantuan pengobatan dari negara luar boleh saja dilakukan asalkan tenaga medis masih dari Indonesia. Selama ini lanjutnya, banyak negara luar yang menyalurkan bantuan, namun tidak langsung membawa dokter dan obat-obatan dari negara mereka.
“Asal mereka sesuai prosedur tak apa, jika menyalahi akan kami tindak langsung,” tutup Didi.(cr17)
Penyelenggaraan even wisata olahraga (sport tourism) berskala internasional Tour de Singkarak (TdS) yang ke-9 siap digelar. Acara launching balap sepeda yang masuk lima besar dalam jumlah penonton terbanyak itu akan digelar meriah dengan acara Funbike yang berlangsung di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata (Kemenpar), pada Minggu 15 Oktober 2017.
Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti menjelaskan, Peluncuran ajang balap sepeda internasional Tour de Singkarak akan digelar pada 15 Oktober di Jakarta, bertepatan dengan acara Car Free Day. Sementara balapan TdS sendiri dimulai 18 hingga 26 November 2017.
“Ini momentum yang efektif untuk memprosikan TdS 2017. Karena event balap sepeda. Kita buat lauching dengan Fun Bike yang berbarengan dengan car free day. Ribuan pasang mata akan melihat itu,” ucap Esthy yang juga diamini Kepala Bidang Wisata Buatan Ni Putu Gayatri di Jakarta, Jumat (13/10).
Funbike yang bertema “Sportive Innovative Proactive” dalam rangka launching TdS kali ini, Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno akan hadir mengikuti funbike yang mengambil start di Halaman depan Gedung Sapta Pesona.
“Setelah start romobongan akan berbelok ke kiri, lalu putar balik menuju patung Ramayana, lanjut ke jalan MH Thamrin ke Sarinah, memutar balik di Bundaran HI lalu finish kembali di Gedung Sapta Pesona,” ujar Esthy. Selain melakukan Funbike, para peserta akan dihibur dengan berbagai tarian, kesenian daerah serta kuliner khas Tanah Minang. Tidak lupa panitia juga menyediakan doorprize menarik.
TdS ke-9 sendiri, lanjut Esthy, Rencananya akan melakukan grand start Tour de Singkarak 2017 dilaksanakan di Batu Sangkar, Kabupaten Tanah Datar, dan finish di Kota Wisata Bukittinggi. “Pebalap akan menempuh sembilan etape, masing-masing etape pertama Tanah Datar menuju Kota Padang dengan panjang 107 kilometer, etape kedua Painan-Sawahlunto sepanjang 166 kilometer,” katanya.
Etape ketiga Muaro Sijunjung-Pulau Punjung 100 kilometer, etape keempat Danau Singkarak-Payakumbuh 135 kilometer, etape kelima Lembah Harau-Padang Panjang 101 kilometer. Lalu etape keenam Kota Solok-Padang Aro Solok Selatan 140 kilometer, etape ketujuh Pariaman-Pasaman Barat 157 kilometer, etape kedelapan Padang Pariaman-Agam 101 kilometer, dan etape kesembilan Pasaman-Bukittinggi Sirkuit 90 kilometer.
Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan TdS 2017 sebagai momentum yang efektif untuk memprosikan potensi pariwisata Sumbar. Sebagai Pesona Indonesia dan Wonderful Indonesia yang akan mendatangkan kunjungan wisatawan serta meningkatkan ekonomi secara langsung (direct economic and tourism) bagi masyarakat daerah.
Menpar Arief Yahya menjelaskan, TdS sejak pertama kali diselenggarakan tahun 2009 dalam perjalanannya mengalami banyak kemajuan. Tahun 2013, ASO Amauri Sport Organisation (Official organizer Tour de France) merekomendasi TdS sebagai major race dari kalender dunia balap sepeda Asia.
“Urutan terbanyak adalah Tour de France (12 juta penonton), disusul oleh balap sepeda Giro A Italia (8 juta), Vuelta A Espana (5 juta), Santos Tour Down Under (750 ribu) dan TdS (500 ribu). Dengan menduduki posisi nomor lima terbanyak penonton sedunia. Artinya TdS efektif sebagai sarana promosi dalam rangka meningkatkan kunjungan dan awareness wisatawan juga memberikan direct impact, dan media value yang tinggi,” katanya.(*)
Ketua DPD Partai Golkar Batam, Ruslan M. Ali Wasyim didampingi Sektretaris DPD Partai Golkar M.Yunus Muda berfoto bersama kader usai menyerahkan berkas calon peserta Parpol 2019 mendatang di Kantor KPU Kota Batam, Sekupang, Sabtu (14/10).
batampos.co.id – Partai Golongan Karya (Golkar) menyatakan diri siap mengahadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mendatang. Kesiapan partai berlambang beringin terlihat ketika menyerahkan berkas calon peserta politik (parpol) kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam, Sabtu (14/10).
“Alhamdulillah kami siap untuk berkompetisi di tahun 2019 mendatang, hari ini (kemarin, red) kami sudah melengkapi berkas dan diserahkan ke KPU,” kata Ketua DPD Partai Golkar Kota Batam, Ruslan M. Ali Wasyim usai menyerahkan berkas di Kantor KPU Sekupang.
Ia menjelaskan berkas berupa Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Golkar sebanyak 1.500 serta KTP sudah lengkap, dan sudah diterima KPU Kota Batam.
“Kami sangat antusias menyambut Pilkada mendatang, hal ini terbukti banyak anggota, kader yang ikut mengantar berkas,” ujarnya.
Ruslan mengungkapkan semua tahapan dilalui tanpa kendala termasuk penyesuaian peraturan terbaru KPPU mengenai struktur organisasi dan lainnya.
“Alhamdulillah tak ada kendala, kami tinggal menyesuaikan saja, berkas lengkap dan kita siap ke tahap selanjutnya,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Batam, M. Yunus Muda menuturkan untuk persyaratan tahap pendaftaran partai politik berjalan dengan baik. Hal ini karena Partai Golkar sudah tidak melalui verifikasi lagi karena merupakan peserta Pilkada tahun sebelumnya.
“Semua berjalan dengan mudah, karena kita tak ada verifikasi lagi kan, itu hanya untuk partai baru saja,” ujarny Yunus.
Ia menjelaskan saat ini Partai Golkar juga sudah membuka dan menggelar pra calon legislatif yang akan diikutkan pada pilkada 2019 mendatang. “Kemarin kita sudah buka, dan mencoba mencari calon yang dinilai memenuhi kriteria Golkar. Tidak saja dari internal, calon juga bisa dari luar seperti tokoh,” jelasnya.
Untuk mendukung dan menyukseskan Partai Golkar nanti, pihaknya mengaktifkan dan menggerakkan organisasi turunan golkar seperti organisasi wanita golkar. Menurutnya suara cukup berpengaruh bisa diperoleh dari perempuan.
“Kalau bisa 2019 nanti ada calon wakil rakyat Partai Golkar dari organisasi perempuan yang telah kami bentuk ini,” harapnya.(cr17)
Briptu Santaria Ida (kiri) dan Bripka Citra Amelia mengapit Kapolri
batampos.co.id – Bripka Citra amelia dan Briptu Santaria Ida mendapatkan penghargaan dari Kapolri Jendral Tito Karnavian, Jumat (13/10). Penghargaan ini diberikan atas prestasi dua polwan ini menggagalkan perampok senilai Rp 99 juta di dekat Kantor Wali Kota Batam, Maret 2016 lalu.
“Satu dapat pin emas Kapolri, satunya berkesempatan mengikuti pendidikan di sekolah inspektur polisi (SIP,red),” kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga, Sabtu (14/10).
Ia menerangkan yang mengatakan kesempatan sekolah, lulusnya jadi perwira pertama adalah Bripka Citra.
“Briptu Santa dapat pin emas saja,” tuturnya.
Erlangga menerangkan kejadian penggagalan perampokan itu, bermula saat keduanya melakukan patroli. Saat itu keduanya melihat ada dua orang laki, berusaha merebut tas dari korban perempokan (laki-laki,red) yang baru saja menukar uang dari Money Changer dekat sana.
“Tanpa pikir panjang, mereka langsung lari menghampiri kedua perampok yang berusaha menarik tas korban,” ungkap Erlangga.
Saat hampir dekat, keduanya melempari keduanya dengan tongkat patroli. Begitu melihat dua polwan itu mendekat, perampok itu berusaha untuk lari.
“Tapi keduanya dengan cekatan, dapat melumpuhkan kedua perampok itu,” tutur Erlangga.
Karena aksi heroik keduanya ini, Erlangga menuturkan Kapolri Jendral Tito Karnavian merasa keduanya melakukan hal yang melebihi tugas semestinya. Dan ganjaran pin emas dan sekolah inspektur polisi layak, atas jasa-jasa dan pengabdian mereka ke masyarakat. (ska)
Liburan Raja Salman ke Indonesia selama 12 hari, Maret silam, ternyata masih meninggalkan rasa penasaran di pasar Timur Tengah. Gaungnya masih terasa sangat dahsyat. Media valuenya pun masih tetap tinggi. Nah, momentum itu langsung disikapi Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dengan menggelar Sales Mission di Dubai dan Abu Dhabi di Uni Emirates Arab (UEA), 18-19 Oktober 2017.
”Direct impact ataupun indirect impact dari kunjungan Raja Salman saat 12 hari berlibur ke Indonesia sangat besar. Sampai sekarang gaungnya masih terasa. Itu sebabnya Sales Mission Wonderful Indonesia kami gelar di Uni Emirates Arab. Serangannya langsung kami arahkan ke Dubai dan Abu Dhabi yang menjadi hub dunia,” ujar Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata I Gde Pitana yang didampingi Asisten Deputi Pengembangan Pasar Eropa, Timur Tengah, Amerika dan Afrika Kemenpar Nia Niscaya, Sabtu (14/10).
Kebetulan, karakter wisatawannya mirip-mirip seperti Raja Salman. Untuk urusan leisure, mereka senang ke tempat-tempat yang relatif dingin dan eksotis seperti yang ada di Bali, Bandung, Jakarta dan Lombok.
“Dan momentum endorser Raja Salman masih sangat terasa di sana. Jadi kami manfaatkan ini dengan maksimal. Kami akan all out menjual destinasi Indonesia saat Sales Mission di Tawasul Ballroom, Pullman Hotel, Dubai dan Abu Dhabi,” ungkapnya.
Nia Niscaya juga ikut bersuara. Menurutnya, potensi pasar UEA sangat besar. Rasionya memang kalah dari Saudi Arabia dan Oman. Tapi bila digabungkan dengan jutaan orang yang transit dan ekspatriat yang tinggal di sana, kekuatannya jadi sangat dahsyat. Saat ini, total populasi UEA tercatat lebih dari 10 juta. Sebanyak 1,8 juta adalah warga asli UEA. Sisanya, diisi oleh ekspatriat.
“Dubai itu mirip seperti Singapura. Kawasannya jadi hub dunia. Setiap hari, hilir
mudik orang dari seluruh penjuru dunia ke Dubai mengalir tak habis-habisnya. Volume dan frekuensinya sangat wow. Itu sebabnya Dubai dan Abu Dhabi kita ‘serang’ dengan Sales Mission,” kata Nia.
Misi yang dibawa ke Dubai dan Abu Dhabi sangat jelas. Semua ditugaskan “menjual’ produk destinasi pariwisata Indonesia secara terintegrasi kepada calon wisatawan di Dubai.
“Keuntungan paling signifikan dengan berpartisipasi dalam Sales Mission di Dubai dan Abu Dhabi adalah kita bisa membangun jaringan dengan berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam industri pariwisata global. Kesempatan ini membantu kita tumbuh lebih baik dengan menerima umpan balik dan bertukar market intelijen selain dari penawaran pertemuan B2B ,” papar Nia Niscaya.
Kebetulan, pasar Timur Tengah masih besar. Apalagi, pengeluaran mereka di atas rata-rata. Umumnya, durasi pelesiran wisatawan Timur Tengah 8,5 hari dengan pengeluaran rata-rata per pengunjung 1.190 dollar AS.
“Di Dubai, kami membidik wisatawan keluarga dari Timur Tengah yang bisa berlibur dua hingga tiga bulan selama musim panas, dengan mengajak seluruh anggota keluarga,” kata Nia.
Respon Menteri Pariwisata Arief Yahya pun sangat positif. Menurutnya, menggelar Sales Mission di Dubai dan Abu Dhabi sangat tepat.
“Itu seperti menjaring di kolam yang penuh ikan. Dubai adalah hub dunia. Tempat jutaan orang transit setiap tahun. Dan kita harus masuk lewat pintu pariwisata, promosikan yang kuat, kelak itu akan membuka pintu global,” paparnya. (*)