Selasa, 26 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13023

Tambang Timah Ilegal Jalan Terus

0
Petugas Satpol PP Bintan saat meninjau lokasi yang diduga ada aktivitas pertambangan timah di Sekuning, Desa Sri Bintan, Beberapa waktu lalu. F. Dokumen Pemkab Bintan untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Tambang timah milik PT Adikarya di Desa Sri Bintan, Kecamatan Teluk Sebong jalan terus, meskipun tidak mengantongi izin tambang dari pemerintah. Bahkan, tambang itu telah merusak lingkungan karena menimbulkan kubangan sedalam 6 meter dengan panjang 35 meter dan lebar 16 meter.

Informasi yang diperoleh dari perangkat desa, tambang timah tersebut tetap jalan. Sejauh ini, belum ada keberatan secara tertulis yang disampaikan ke masyarakat sehingga pihaknya belum melaporkan keberadaan tambang timah itu ke pihak kecamatan meskipun tambang timah itu telah menimbulkan kubangan yang sangat dalam dan lebar. “Dalamnya
sudah sekitar 6 meter, lebar sekitar 16 meter dan panjang 35 meter,” sebut sumber yang enggan namanya disebutkannya.

Ia mengakui, memang ada sebagian masyarakat yang menerima kompensasi dari tambang timah tersebut, tapi sebagian lainnya tidak. Makanya, dijadwalkan Jumat (3/11) hari ini, akan dilakukan pertemuan warga terkait timbang timah yang masih beroperasi tersebut. “Rencana besok (hari ini), kita mau memediasi lahan, siapa pemiliknya,” katanya.

Sejauh ini dikatakannya, belum ada kendaraan yang mengangkut hasil timah itu ke luar dari lokasi tambang karena belum terlihat truk yang masuk ke lokasi tambang itu. Sejauh ini, hanya kegiatan pengerukan karena terpantau alat berat exavator, alat sedot dan pencucian. “Lokasinya sekitar 1,5 dari jalan, dari Tugu Durian dekat dengan pemancingan Potomoyo, dan melalui kebun durian, tapi di dalam banyak anjingnya,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Bintan Nesar Ahmad baru-baru ini mengatakan, untuk persoalan ini pihaknya akan segera membahasnya bersama lintas komisi dan membentuk tim yang terdiri dari badan perizinan, Satpol PP dan berbagai instansi lainnya. Tim terpadu direncanakan akan turun ke lokasi tambang dalam waktu dekat.

Kasatpol PP Bintan Insan Amin sebelumnya mengatakan, pihaknya sudah melaporkan hal ini ke Pemprov Kepri, karena persoalan tambang merupakan kewenangan dari pihak Pemprov Kepri. “Sudah kami laporkani,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Komisi I DPRD Bintan Daeng M Yater mengatakan, jika melihat RTRW maka wilayah tersebut bukanlah wilayah pertambangan melainkan wilayah pemukiman dan pertanian. (cr21)

1000 Pelari Ikuti Bromo Tengger Semeru Ultra 100

0

1000 pelari dari berbagai negara ikuti Bromo Tengger Semeru Ultra 100.

Meski medannya menanjak dan rutenya lebih dari 100 km, pelari dari 34 negara langsung antre mendaftar. Semuanya memastikan ambil bagian pada 3-7 November 2017.

“Ini menunjukkan tren positif. Lomba lari bertema “Wonderful Challenge” masuk kategori ultra karena memperlombakan jarak lari di atas jarak lari maraton atau di atas 42 km,” ujar Hendra Wijaya, Gerneral Advisor lomba lintas alam BTS Ultra 100, Kamis (2/11).

Jumlah pesertanya meningkat drastis. Dibanding 2016, lomba yang diinisiasi FOne Sport ini naik 100%. “Ini rekor baru. Tahun lalu hanya 545 pelari yang ikut lomba. Sudah jauh meningkat dibanding kejuaraan perdana di 2013 yang hanya diikuti107 orang,” lanjut Hendra.

Di 2017 ini, jumlahnya sudah tembus di atas 1000 orang. “Sebenarnya ada 1.303 pelari. Namun, banyak yang belum memenuhi persyaratan kualifikasi untuk ikut berlari di nomor yang mereka kehendaki. Dan kita sangat tegas soal ini. Peserta yang tidak memenuhi persyaratan kualifikasi tidak boleh ikut lomba. Ini demi keamanan dan kenyamanan seluruh peserta,” tegasnya.

Sementara itu Race Director Rudi Rohmansyah menyampaikan, kategori yang dilombakan sangat beragam. Dari mulai kategori 170 kilometer, 102 kilometer, 70 kilometer dan 30 kilometer, semuanya ada. “Semuanya kelas Open untuk pria dan wanita,” ujar Rudi.

Untuk jarak yang terjauh 170 km, akan diikuti 42 pelari laki-perempuan. Jumlahnya memang sedikit lantaran kualifikasinya menyaratkan harus sudah pernah finis lari ultra-trail 100 km dalam lomba sebelumnya. Hampir seluruh pelari elite ultra-trail Indonesia turun di nomor ini.

“Berikutnya jarak 102 km ada 143 pelari. Syaratnya harus sudah finis lomba lari ultra-trail 50 km. Untuk 70 km ada 338 pelari, syaratnya harus pernah finis lomba lari ultra-trail 21 km atau full maraton 42 km. Dan 30 km ada 454 pelari. Ini tanpa kualifikasi,” sambung Race Director BTS Ultra Rudi Rochmansyah.

Seluruh nomor yang dilombakan akan start dan finis di Lava View Hotel, Desa Wonokitri, Cemoro Lawang, Tosari, Pasuruan, Jawa Timur. Namun, rute tiap nomor nantinya diset tidak sama.

Untuk rute 170 km start-nya dimulai di Lava View Cemoro Lawang lalu turun ke lautan pasir Bromo dan naik ke bukit B29. Selanjutnya menuju Ranu Pane, dan masuk ke jalur pendakian Gunung Semeru mulai Ranu Kumbolo hingga Kalimati.

Kemudian peserta turun menuju ke jalur Ayak-Ayak, Ngadas. Jalak Ijo, Kandangan, Pananjakan, Jetak, B29, Jemplang, Bromo. Batok, dan finis di Cemoro Lawang. Jalur tersebut diberi pertanda (marking) dan ada marshall (penjaga) di beberapa titik demi keamanan peserta.

“Lomba ultra-trail tentu lebih berat dibanding lari di jalanan datar atau road makanya kualifikasi dilakukan dengan ketat mengingat keselamatan bersama. Untuk jarak 170 km gain-nya (tanjakan) 10.000 m, 102 km gain 5.265 m, 70 km gain 3.000 m, dan 30 km gain 1.332 m,” kata pria yang juga Race Director Rinjani.

Untuk pelari yang berhasil menyelesaikan lomba, mereka akan mendapatkan poin. “Poin itu dapat digunakan sebagai salah syarat untuk ikut lomba lari serupa, yaitu di UTMB (Ultra-Trail du Mont Blanc),” tandasnya.

Kementerian Pariwisata pun sangat antusias mendukung even ini. “Kita geber terus Bromo-Tengger-Semeru yang masuk dalam ’10 Bali Baru’ ini dengan even berkelas dunia,” kata Menpar Arief Yahya. (*)

Kementerian PUPR Anggarkan Rp 148 Miliar

0
Jalan menuju Kecamatan Bungaran Utara, Natuna terendam banjir setelah diguyur hujan seharian, Senin (14/8). F. Aulia Rahman/Batam Pos.

batampos.co.id – Pembangunan jalan lingkar pulau Bunguran Natuna yang menembus Kecamatan Bunguran Utara dan Kecamatan Bunguran Batubi dikebut Kementerian PUPR. Sejak bulan lalu, pengerjaan tersebut diambil alih Kementerian, sebelumnya dikerjakan Pemerintah Provinsi.

Camat Bunguran Utara, Izhar menilai, kebijakan mempercepat pengerjaan jalan yang dibangun pemerintah sangat tepat. Karena sejak lama kondisi jalan yang dibangun melalui pemerintah provinsi masih lambat diselesaikan.

“Sejak bulan September kemarin, kewenangan dan status pelaksanaan pembangunan jalan lingkar ini sudah diambil alih Kementerian langsung. Alhamdulillah, semoga pembangunannya lebih cepat,” kata Izhar kemarin.

Dikatakan Izhar, perubahan status pelaksana pembangunan jalan tembus tersebut agar dalam praktik lapangan lebih terfokus dan secara terpusat. Dan tahun 2018 mendatang, atas permintaan Pemerintah Daerah, jalan tersebut dikebut dan diselesaikan.

“Tahun 2018 mendatang, Kementerian PUPR alokasi dana sebesar Rp 148 miliar untuk selesaikan jalan lingkar Bunguran ini. Sekarang tinggal jalan antara Kecamatan Bunguran Batubi menembus Kecamatan Bunguran Utara,” sebut Izhar.

Izhar mengatakan, tahun 2017 ini pemerintah juga mengalokasi dana sebear Rp 9,7 miliar melanjutkan pembangunan jalan. Dan progres pelaksanaannya sudah hampir rampung. Dan sangat disyukuri masyarakat, karena akses jalan lebih baik. Dibanding jalan tanah merah.

“Tapi pembangunan jalan masih membuka akses antar Desa di Kecamatan Bunguran Utara. Jalan penghubug Kecamatan masih kondisi rusak parah dan belum diaspal,” ujarnya.(arn)

Menpar Serahkan Penghargaan UID-SDN Award

0

International Conference on Sustainable Tourism (ICST) resmi berakhir, Rabu (1/11).

Pada even yang digelar di Hotel Royal Ambarukmo, Yogyakarta itu, Menpar Arief Yahya langsung memberikan hadiah kepada Bintang Sejahtera Waste Management yang ditetapkan sebagai peraih penghargaan UID-SDN Award.

Pemberian award itu bukan tanpa alasan. Selain berkontribusi besar dalam pengembangan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Bintang Sejahtera juga ikut menjaga keberlangsungan lingkungan yang berkelanjutan. Dampak terhadap pariwisata pun langsung terasa.

“Ini sekaligus memberikan alternatif untuk mengatasi masalah ekonomi sosial melalui program pengelolaan limbah berbasis masyarakat dan pendekatan kewiraswastaan sosial,” ujar Menpar Arief Yahya.

Menparsenibud 1998-1999 Marzuki Oesman yang ikut hadir di tengah acara, ikut menyimak serius. Begitu juga Menbudpar 2001-2004 I Gde Ardhika, dan Menparekraf 2011-2014 Mari Elka Pangestu.

Dan faktanya, kontribusi Bintang Sejahtera terlihat sangat oke. Apalagi Bintang Sejahtera mengenalkan konsep untuk mengubah sampah menjadi uang tunai dan tabungan ke masyarakat, sekolah, organisasi lokal dan bisnis swasta.

“Mereka menciptakan kesadaran masyarakat. Juga memberikan solusi untuk masalah limbah dan lingkungan. Dan yang terpenting, memberdayakan masyarakat dan memberikan kesempatan kerja bagi orang-orang yang hidup di bawah garis kemiskinan,” kata dia.

Saat ini, Bintang Sejahtera memiliki 35 unit bank sampah yang beroperasi dengan baik di bawah jaringannya. Mereka mampu menyediakan lapangan kerja untuk lebih dari 40 ibu rumah tangga, 14 pria dan sekitar 30 orang relawan. Sistem pengelolaan limbahnya dapat memproses hingga 28 ton limbah anorganik dan 25 ton sampah organik setiap bulannya.

“Mereka mendukung masyarakat dengan kegiatan penyadaran sosial, pendidikan, pelatihan, lokakarya dan pembinaan bisnis untuk memastikan operasi berkelanjutan dari unit bank limbah mereka,” ujar Arief Yahya.

Menpar pun berharap ke depan makin banyak pihak-pihak yang juga dapat melibatkan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Khususnya dalam penerapan prinsip menjaga lingkungan berkelanjutan.

“Karena masyarakat adalah bagian yang sangat penting dalam menjaga keberlangsungan lingkungan. Dan pariwisata Indonesia yang kuat dengan nature and culture resources-nya, sangat membutuhkan pengelolaan seperti ini,” ujarnya.

ICST 2017 merupakan agenda internasional yang digagas oleh Kementerian Pariwisata bersama lembaga internasional United Nations Sustainable Development Solutions Network (UN-SDSN) dan United in Diversity (UID).
Pesertanya? Ada 300. Pembicara yang dihadirkan juga kelas internasional. Di antaranya Dirk Glaesser (Director for Sustainable Development of Tourism UNWTO), Prof. Chris Cooper (Department of Business and Management, Oxford Brookes University, UK), Randy Durband (GSTC Chief Executive Officer), Mari Elka Pangestu (President of United in Diversity), dan Hermawan Kertajaya (Founder and Chairman of MarkPlus Inc.).

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata, Kementerian Pariwisata, Dadang Rizki Ratman mengatakan, konferensi ICST 2017 merupakan tindak lanjut dari kegiatan Indonesia Sustainable Tourism Award 2017.

“ICST 2017 juga menjadi wadah bagi semua destinasi untuk berbagi pengalaman dalam penerapan pariwisata berkelanjutan,” kata Dadang. Ia mengatakan, dalam kegiatan ini akan melahirkan berbagai rumusan. Di antaranya Deklarasi Yogyakarta untuk Pariwisata Berkelanjutan, strategi rencana agenda dan rencana aksi untuk percepatan penerapan Pariwisata Berkelanjutan di Indonesia.

Dalam rangkaian konferensi juga dilakukan penandatanganan Kesepakatan Bersama (MoU) antara Kemenpar dengan 11 Pemerintah Kabupaten/Kota dan Universitas yang akan menjadi dasar bagi pembentukan Pusat Monitoring Observatorium Pariwisata Berkelanjutan.

Selain itu juga penandatanganan Komitmen Bersama dengan Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) mengenai Pembangunan Industri Pariwisata Berkelanjutan agar mengacu pada prinsip – prinsip pariwisata berkelanjutan.

Asdep Pengembangan Infrastruktur dan Ekosistem Pariwisata, Frans Teguh menambahkan, dalam kegiatan ini juga diluncurkan Forum Wonderful Indonesia Sustainable Tourism Observatory (WINSTO), Forum Sustainable Tourism Destination (STD), dan Indonesia Sustainable Tourism Dashboard. Forum WINSTO ini ditujukan agar perguruan tinggi dapat berpartisipasi aktif dalam pengembangan pariwisata di wilayah observasi masing-masing.

“Dan pemangku kepentingan lokal dapat terlibat aktif di dalam pengukuran risiko, biaya, dampak, dan peluang pengembangan pariwisata melalui pendekatan inklusif dan partisipatif di destinasi pariwisata berkelanjutan,” kata Frans Teguh. (*)

Dewan Berikan Kesempatan Kedua

0

batampos.co.id -Panitia Pemilihan (Panlih) calon Wakil Gubernur Kepri memberikan kesempatan kedua kepada Gubenur Kepri Nurdin Basirun dan partai pengusung untuk mengusulkan nama pengganti Agus Wibowo yang mengundurkan diri. Batam waktu yang diberikan satu minggu ke depan.

“Tujuh hari kemarin ada kesempatan pertama yang kita berikan. Tetapi belum ada respon yang diberikan ole partai pengusung Sanur,” ujar Ketua Panitia Pemilihan (Panlih) Wagub Kepri, Hotman Hutapea menjawab pertanyaan, Kamis (2/10) di Tanjungpinnag.

Menindaklajuti hal itu, DPRD Kepri sudah melayangkan surat permintaan yang kedua. Kesempatan kedua ini akan berakhir pada Jumat pekan depan. Ketua Komisi II DPRD Kepri tersebut mengharapkan, pada kesempatan kali ini sudah ada nama pengganti yang diserahkan oleh Partai Pengusung melalui Gubernur Kepri.

“Jika juga belum ada, kami akan melakukan konsultasi kembali ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bagaimana langkah selanjutnya,” jelas Politis Partai Demokrat tersebut.

Terpisah, Ketua Panitia Khusus (Pansus) Wagub Kepri, Surya Makmur Nasution mengatakan, dengan tidak tuntasnya proses Wagub Kepri, ada konsekuensi tersendiri bagi roda Pemerintah Provinsi Kepri. Yakni, tidak maksimalnya kinerja Pemerintah Daerah. Apalagi Kepri merupakan daerah yang rentang kendalinya dipisahkan oleh laut. “Harus ada inisiatif bersama antara Gubernur dengan Partai Pengusung,” ujar Surya.

Menurutnya, meskipun membutuhkan proses, setidaknya bisa segera diselesaikan. Dijelaskannya untuk kasus wagub ini, sebaiknya ada pengecualian politik. Dikatakannya, setiap Parpol sudah pasti punya kepentingan politik yang berbeda. Akan tetapi masyarakat Kepri sangat membutuhkan kehadiran sosok Wagub.

“Tidak menggemberikannya pertumbuhan ekonomi Kepri, salah satu faktor penyebabnya adalah tidak adanya Wagub,” tegasnya. (jpg)

Sampah Berserakan di Rawa

0
Kawasan Dompak Lama yang direncanakan Pemprov Kepri untuk membangun Pasar Tradisional Modern. F.Jailani/Batam Pos.

batampos.co.id – Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun ingin agar kawasan Pulau Dompak selalu bersih, rapi,aman dan nyaman dikunjungi masyarakat. Hal ini ditegaskan Nurdin saat meninjau progres pembangunan kawasan Pulau Dompak, Kamis (2/11).

“Tujuan kita jelas, menjadikan Pulau Dompak sebagai kawasan Pusat Pemerintahan yang ramah dan ingin dikunjungi masyarakat yang bukan hanya datang mengurus administrasi saja tapi bisa menjadi tempat bersantai dan berekreasi tentunya dapat menjadi ikon dari ibu Kota Kepri,” ujar Nurdin.

Dalam peninjauannya Nurdin prihatin melihat sampah yang berserakan ditepi rawa yang berisikan pohon bakau dan aliran sungai menjadi kotor ditambah penengah jalan yang berisikan beberapa tanaman juga terlihat tidak terawat.

“Coba lihat itu, mana tanaman mana ilalang bercampur dan terlihat berantakan, tolong segera di rapikan lagi,” pesan Nurdin kepada Kepala Dinas PU Abu Bakar.

Selain sampah yang berserakan, Nurdin juga melihat ada beberapa bangunan liar serta beberapa pohon bakau yang mulai di tebangi, melihat hal itu Gubernur lagsung menginstruksikan pihak Satpol PP untuk segera menghubungi pihak terkait seperti Kepolisian serta Pemko Tanjungpinang agar berkoordinasi untuk menanggulangi masalah bangunan liar tersebut.

“Tolong dikondisikan bangunan liar ini, jangan sampai bertambah banyak karna dibiarkan malah akan merusak ekosistem yang ada disekitarnya,” ujar Nurdin saat melihat beberapa pohon bakau ditebangi.

Berlanjut di kawasan jembatan I Dompak yang dikatakan Kepala Dinas PU Abu Bakar tahap merenovasi masih terus berjalan dan bertahap akan di selesaikan Menara dan Gapura di pintu masuk jembatan, disebelahnya juga akan dibuat lahan parkir serta taman dan bangku di tepi-tepi jalan, selain itu setelah melewati jembatan I nantinya akan di plot khusus untuk para pedagang menajajakan jualannya agar tidak berserakan dan terfokus di 1 tempat saja.

Diakhir peninjauannya Gubernur Nurdin menyempatkan diri berinteraksi dengan beberapa pekerja, mereka mengeluhkan bahwa ada beberapa tanaman yang dicuri oleh pihak yang tidak bertanggungjawab, mendengar hal tersebut Gubernur langsung menginstruksikan Pihak Satpol PP untuk melakukan penjagaan patroli keliling dengan rutin, menginstruksikan Dinas Energi dan Sumber daya mineral agar segera mengalirkan listrik untuk penerangan jalan serta kepada Biro Humas agar meletakan beberapa kamera CCTV dilokasi yang strategis.

“Pengawasan harus lebih ketat, bila perlu tiap malam rutin di awasi dan secara diam-diam agar bisa langsung di ciduk, nanti kita akan beri kamera cctv dilokasi yang strategis, kalau perlu nanti saya akan instruksikan kepada Sekda untuk dibuatkan UPTD Yang berfungsi untuk menjaga kemananan di Pulau Dompak ini,” tegas Nurdin. (bni)

Berkompetisi Meraih Gelar Pegawai Teladan

0
13 ASN saat mengikuti tes pegawai teladan di Aula Kantor Bupati Kepulauan Anambas, Kamis (2/11). F. Syahid/batam Pos.

batampos.co.id – Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas sedang mengadakan seleksi bagi pegawai yang ingin berpredikat sebagai pegawai teladan. Seleksi meliputi tes tertulis yang dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Kepulauan Anambas hingga wawancara.

Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Kepulauan Anambas Tony Karnain, menjelaskan jika penganugerahan pegawai teladan ini diikuti sebanyak 13 Aparatur Sipil Negara (PNS) di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas khusus nonesselon.

“Tesnya cuma satu hari ini saja. Nanti akan diambil tiga terbaik. Merekalah yang nantinya akan dianugerahi pegawai teladan,” ungkapnya kepada wartawan kemarin (2/11).

Syarat untuk masuk nominasi pegawai teladan minimal sudah bekerja sebagai ASN di Anambas selama tiga tahun. Memiliki kinerja yang bagus di SKPD dan memiliki sejumlah keahlian yang didukung dengan sertifikat yang sah.

Mereka yang ikut merupakan perwakilan dari SKPD. Namun demikian ada SKPD yang tak mengirimkan perwakilan karena SKPD tersebut banyak pegawai baru yang masa kerjanya di bawah tiga tahun. “Bakesbangpol tak mengirimkan perwakilan karena banyak pegawai baru,” jelasnya.

Tujuan pemberian anugerah menurutnya untuk meningkatkan semangat kerja seluruh pegawai di lingkungan Kabupaten Kepulauan Anambas. Menurutnya bukan tahun ini saja kegiatan ini dibuat, tetapi kemungkinan tahun depan juga akan dilaksanakan kegiatan serupa.

Katanya, untuk tahun depan bukan hanya ASN saja yang akan mendapat gelar pegawai teladan tapi Pegawai Tetap (PTT) juga akan ada pegawai teladan. “Tahun depan diupayakan PTT juga dapat anugerah pegawai teladan,” katanya. (sya)

Hasil Jambret Dijual di Medsos

0
ilustrasi

batampos.co.id – RA, 30 yang merupakan karyawan salah satu perusahaan pertambangan di Tanjungbalai Karimun mempunyai pekerjaan sambilan. Yakni penjambret. Dia telah melakukan aksinya di beberapa lokasi yang ada di Pulau Kairmun. Namun aksinya tersebut terhenti Rabu (1/11) setelah Tim Buser Polres Karimun menangkapnya di sebuah pujasera.

“Tersangka ditangkap tanpa ada perlawanan dari tersangka,” ujar Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Lulik Febyantara, Kamis (2/11).

Saat diinterogasi, kata Lulik, tersangka RA mengakui perbuatannya telah melakukan penjambretan sebanyak 9 kali. Aksi jambret ini dilakukan tersangka sendirian menggunakan sepeda motor dengan nomor polisi BP 2777 RK. Seluruh korbannya adalah wanita.

Tersangka menjalankan aksinya dengan mengikuti korbannya dari belakang. Setelah berada di tempat yang sepi, tersangka langsung menjambret tas atau benda berharga korban. Salah seorang korbannya,Supiyati yang dijambret di Jalan Pertambangan, Tanjungbalai Karimun, melaporkan kejadian yang menimpanya.

“Aksi jambret yang dilakukan tersangka ini dilakukan mulai September dan Oktober. Sejauh ini korban yang membuat laporan baru dua orang. Selebihnya belum membuat laporan. Untuk itu, kepada masyarakat yang pernah menjadi korban jambret agar membuat laporan. Selain itu, kami juga akan melakukan pemeriksaan yang mendalam terhadap tersangka apakah memang benar hanya melakukan 9 kali aksi jambret,” jelasnya.

Selain mengamankan tersangka RA, dua rekan tersangka masing-masing berinisial LH dan SF ikut diamankan. Keduanya ikut ditahan karena menjadi penadah barang-barang hasil curian. Tugas keduanya menjual dengan cara online melalui forum jual beli (FJB) yang ada di media sosial. (san)

Pembunuhan Satpam Masjid Agung Belum Terungkap

0
Jenazah Safari, Satpam Masjid Agung yang tewas ditikam pelaku yang akan mencuri kotak amal. F. Sandi/Batam Pos.

batampos.co.id – Hingga kini, kasus pembunuhan Safari, 40, satpam Masjid Agung Karimun pada 4 Mei lalu, belum terungkap. Kasatreskrim Polres Karimun AKP Lulik Febyantara mengatakan, pihaknya masih terus menggali informasi dengan memaksimalkan barang bukti di Tempat Kejadian Perkara (TKP) yaitu sebuah topi yang tertinggal. Termasuk berkoordinasi dengan Mabes Polri bagian DVI, untuk meneliti DNA manusia yang tercecer di topi tersebut.

“Walaupun saksi sangat minimin sekali, tapi kasus ini belum buntu. Masih dalam tahap pengembangan terus dengan bekal topi,” kata AKP Lulik, kemarin (2/11).

Selain itu pihaknya sudah melakukan pemeriksaan beberapa orang yang diduga terlibat dalam perkara tersebut. Dan dari beberapa orang itu, sudah dikerucutkan menjadi enam orang dimana tiga orang berada di Rutan Klas II Tanjungbalai Karimun dan tiga orang diluar Rutan. Yang selanjutnya dilakukan pencocokan DNA terhadap enam orang tersebut dengan barang bukti topi. Keenam orang tersebut akan diambil sampel darahnya untuk dicocokkan.

“Hampir dua bulan lebih, baru keluar hasilnya dari Mabespolri dari perbandingan enam orang yang dicurigai DNA-nya belum ditemukan kecocokannya terhadap bukti topi tersebut,” ungkapnya.

Untuk itu hingga saat ini, masih terus dilakukan penyelidikan dengan bekal topi yang sudah didapatkan. Apabila ada yang dicurigai, langsung dilakukan pencocokan DNA-nya. Karena kondisi di TKP dan saksi-saksi sangat minim, proses pengungkapan pelaku pembunuhan satpam memakan waktu cukup lama. “Saya berusaha semaksimal mungkin untuk mengungkap kasus pembunuhan satpam Masjid Agung tersebut,” tegas Lulik.

Kasus pembunuhan satpam Masjid Agung Karimun, sudah berjalan enam bulan dengan korban meninggal dunia akibat penikaman oleh pelaku yang menyebabkan bagian perut sebelah kiri terluka mencapai 6 centimeter dan lebar 3 centimeter. Korban meninggalkan seorang istri yang sedang hamil sembilan bulan dan satu anak usia 4 tahun kala itu. Kejadian bermula saat pelaku yang sedang beraksi mencongkel kotak amal masjid pada Minggu dini hari, ketahuan oleh satpam Masjid Agung Karimun. (tri)

Hari Pertama, 33 Kendaraan Ditilang

0
Seorang anggota Polantas sedang memeriksa kelengkapan surat kendaraan dalam operasi zebra di Kundur, Kamis (2/11) kemarin. F. Imam Soekarno/Batam Pos.

batampos.co.id – Hari pertama pelaksanaan Operasi Zebra Seligi di Kundur, Kamis (2/11), sebanyak 33 kendaraan roda dua ditilang. Rata-rata kendaraan ditilang disebabkan pemiliknya tidak melengkapi surat kendaraan seperti STNK, SIM, atau tidak mengenakan helm standar.

Pawas Lantas Polres Karimun Ipda Sadi menuturkan, kegiatan ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. Tujuanya agar tertib lalulintas, makanya pemeriksaan meliputi kelengkapan surat kendaraan seperti STNK, SIM, pengendara gunakan helm standar serta kelengkapan fisik kendaraan kaca spion dan knalpot standar.

“Jadilah pelopor keselamatan di jalan raya. Sebelum mengendarai kendaraan lengkapi dulu surat kendaraan, serta mengenakan helm standar. Kami gelar Operasi Zebra Seligi di Kundur harapannya agar masyarakat dan pengendara bisa meningkatkan kesadaran berlalu lintas di jalan raya,” ungkap Sadi di sela-sela razia. Seluruh kendaraan yang ditilang diamankan di Mapolsek Kundur. (ims)