Minggu, 3 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13119

Freeport Perpanjang Kontrak di Indonesia hingga 2031, dengan Syarat…

0
Konferensi pers antara pemerintah RI yang diwakili Menkeu Sri Mulyani dan Menteri ESDM Ignasius Jonan dengan Presiden dan CEO Freeport McMoRan Inc Richard C Adkerson yang berlangsung di kantor Kementerian ESDM Selasa (29/8) (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)

batampos.co.id – Setelah alot dalam pembahasan perpanjangan kontrak, PT Freeport Indonesia (PTFI) akhirnya menyetujui persyaratan yang diajukan pemerintah. Persetujuan ini akan membuat Freeport mendapat perpanjangan kontrak di Indonesia hingga 2031.

Persetejuan ini juga mengakhiri perseteruan perusahaan raksasa tambang asal Amerika Serikat tersebut dengan pemerintah Indonesia yang terjadi setelah diberlakukannya Peraturan Pemerintah No.1 tahun 2017 tentang Perubahan Keempat atas PP no 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan minerba.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan mengatakan tidak mudah mencapai kesepakatan ini dengan pihak Freeport. Apalagi, presiden Joko Widodo menginginkan penyelesaian kontrak secara baik-baik.

“Perundingan sudah memakan waktu, bu Ani (Menteri Keuangan Sri Mulyani) dan saya sudah ditugaskan Pak Presiden. Ini perundingannya sejak awal tahun ini dan mulai intensif tiga bulan lalu. Dengan berbagai upaya semaksimal yang bisa kita lakukan, dan dengan kerjasama yang baik. Jadi semua instansi pemerintah, dicapai beberapa hal, walaupun ini tidak mudah ya,” ujarnya dalam konferensi pers di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (29/8/2017).

Lanjutnya, Jonan membacakan isi kesepakatan pemerintah dengan PTFI. Pertama, Freeport setuju dengan divestasi sebesar 51 persen dan saat ini tengah dalam perundingan untuk membahas harga. Pembahasan ini diusahakan akan tuntas pada pekan ini saat bos Freeport-McMoran, Richard Adkerson sedang berada di Indonesia.

“Mandat Pak Presiden divestasi yang akan dilakukan PT Freeport itu menjadi 51 persen. Total. Pada saat ini masih dirundingkan secara detail dan akan dilampirkan di IUPK yang tidak bisa diubah sampai konsensi dan kontrak selesai. Tinggal yang dibahas, harga nanti negoisasi, timingnya masih dibicarakan. Arahan pak presiden, timing harus selesai pekan ini. Mumpung adkerson disini,” jelas dia.

Kedua, PTFI setuju membangun smelter sampai 5 tahun kedepan atau Januari 2022 sejak IUPK diterbitkan. ”

Prinsipnya, detailnya nanti pada tanya pasti. Jadi bahasanya pengolahan dan pemurnian, yang harus selesai Januari 2022,” terangnya.

Ketiga, freeport sepakat untuk menjaga besaran penerimaan negara. Nantinya, besaran penerimaan negara lebih baik dibandingkan penerimaan negara dibawah perjanjian kontrak karya.

“Karena itu, gak ada lagi KK tapi IUPK,” ucapnya.

Terakhir, pemerintah setuju memberikan perpanjangaan izin operasi kepada PTFI dengan sistem 2×10 atau 2 kali diperpajang dengan setiap masa perpanjangan selama 10 tahun.

Itu artinya, Freeport akan mendapat perpanjangan hingga 2031 dan bisa mengajukan perpanjangan lagi lima tahun sebelum kontrak habis.

“Yang memang syaratnya akan ditulis di IUPK, perpanjangan pertama bisa dicatumkan segera, lima tahun kedua nanti bisa diajukan 2021, nanti tergantung syaratnya, pajak misalnya. Bisa lah, saya bilang ke Freeport, 51 persen nanti sahamnya oleh Pemerintah Indonesia, tentunya kita punya kepentingan yang sama besar,” pungkasnya. (cr4/JPC)

Salat Id Dipusatkan di Busung

0

batampos.co.id – Pemkab Bintan akan memusatkan pelaksanaan Sholat Idul Adha 1438 H tingkat Kabupaten Bintan, di Lapangan Sepakbola Desa Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Jumat (1/9).

Hal ini disampaikan Kabag Kominfo Setda Kabupaten Bintan, Hasfi Handra di Kantor Bupati Bintan, Senin (28/8).

“Shalat Idul Adha 1438 H akan digelar di Lapangan Bola Desa Busung, Kecamatan Sri Kuala Lobam,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya untuk malam Takbiran Idul Adha 1438 H Tingkat Kabupaten Bintan, juga direncanakan akan digelar pada Kamis (31/8) malam.

Kegiatan tersebut akan dipusatkan di Simpang Makam Pahlawan Dwikora Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara. Bupati Bintan, Apri Sujadi mengatakan spirit Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Qurban, hendaknya memberikan pesan penting agar kita selalu bersyukur kepada Allah SWT.

Apri juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Bintan, untuk mendoakan seluruh jamaah haji. Khususnya jamaah Kabupaten Bintan, agar diberikan kekuatan dan kesehatan dalam menjalankan ibadah Haji di Mekkah.

“Kita doakan bersama agar jamaah haji kita, dapat mengerjakan seluruh amalan ibadah Haji dan kembali dalam keadaan sehat walafiat,” harapannya. (cr20)

Pengamat: KRI Nagapasa – 403 Persembahan untuk Kepulauan Natuna

0
KRI Nagapasa – 403 (Dispenal for Jawa Pos)

batampos.co.id – Indonesia menambah alutsistanya dengan pengadaan tiga buah kapal selam bekerja sama dengan Daewoo Ship Building Marine Engineering (DSME) Korea Selatan.

Satu buah kapal selam, KRI Nagapasa-403 telah bersandar di Dermaga Kapal Selam Koarmatim, Ujung, Surabaya, Senin pagi (28/8/2017). Pembelian kapal selam tersebut merupakan respon militer Indonesia terhadap dinamika isu internasional yang ada saat ini.

Salah satunya adalah kepentingan Indonesia di perairan Laut Cina Selatan, khususnya Kepulauan Natuna.

Beberapa kali, pemerintah telah menyatakan bahwa status Indonesia di sana adalah netral. Meskipun demikian, statement itu tidak bersifat statis. Indonesia, diyakini tetap tidak akan mengabaikan berbagai ancaman yang mungkin akan muncul di sana.

Pengamat Hubungan Internasional Universitas Brawijaya yang fokus terhadap kajian military studies dan geopolitik, Ni Komang Desy Arya Pinatih memaparkan, ancaman non tradisional yang kentara saat ini salah satunya adalah ilegal fishing. Keberadaan KRI Nagapasa-403, bakal menambah kekuatan Indonesia untuk menghadapi ancaman seperti itu.

“Dari aspek lingkungan strategis, pembelian kapal selam ini dapat dilihat sebagai upaya Indonesia untuk memperkuat armadanya di Kepulauan Natuna. Ini sebagai respon atas meningkatnya ketegangan di Laut Cina Selatan,” papar perempuan yang akrab disapa Desy tersebut kepada JawaPos.com, Selasa (29/8).

Alumnus Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta itu melanjutkan, Indonesia bakal menghadapi ketatnya kompetisi dengan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara.

“Di luar kawasan itu, kita juga menghadapi munculnya kekuatan-kekuatan maritim yang kian agresif seperti Tiongkok dan India,” lanjut Desy.

Menurut Desy, sebenarnya tidak ada ukuran pasti berapa jumlah kapal selam yang harus dimiliki Indonesia. Dalam pengadaan alutsista, sebuah negara biasanya mempertimbangkan berbagai aspek. Antara lain kondisi geografis, rencana strategis, doktrin militer, hingga alokasi anggaran pertahanan.

Nah, jika menelaah dari aspek geografis, luas perairan Indonesia mencapai 3.257.483 km2.

“Maka wajar apabila Indonesia mengembangkan kapabilitas militer berbasis maritim,” tutur Desy.

Desy lalu merujuk pada standar Minimum Essential Forces (MEF) Indonesia yang sudah dikembangkan sejak era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

“Kalau dilihat dari situ idealnya pada 2024 nanti matra laut Indonesia diperkuat sekitar 154 kapal perang, 12 di antaranya adalah kapal selam,” sebut alumnus Pasca Sarjana Universitas Indonesia itu.

KRI Nagapasa – 403 (Dispenal for Jawa Pos)

Standar MEF itu dilanjutkan pada era pemerintahan Presiden Joko Widodo yang punya visi menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Indonesia digadang-gadang menjadi salah satu kekuatan ekonomi dan maritim di regional Asia Tenggara.

Jokowi melihat bahwa selama ini pembangunan kapabilitas militer Indonesia semata-mata bertumpu pada matra darat padahal secara geografis Indonesia adalah negara kepulauan.

“Visi Poros maritim dunia ini kemudian diimplementasikan melalui serangkaian kebijakan kemaritiman, salah satunya adalah penguatan armada laut Indonesia,” kata Desy.

Lalu mengapa kapal selam menjadi pilihan saat ini ketimbang kapal perang jenis lainnya? Menurut Desy, pengadaan kapal selam sesuai dengan kebutuhan negara. Kemampuan kapal selam salah satunya adalah beroperasi secara diam-diam tanpa menarik perhatian atau mode stealth. Kapal selam juga memiliki kemampuan surveillance cukup tinggi dengan daya jelajah yang luas.

“Aspek strategisnya, karena kapal selam beroperasi sebagai deterrent effect atau efek penangkalan. Dimana musuh akan berpikir dua kali sebelum menyerang pertahanan kita karena ada pertimbangan kemungkinan mereka bisa mendapat serangan balasan,” pungkas Desy. (did/JPC)

Menilik Kecanggihan Kapal Selam KRI Nagapasa-403

0
KRI Nagapasa – 403 (Dite Surendra/ Jawa Pos)

batampos.co.id – KRI Nagapasa-403 akhirnya tiba di Dermaga Kapal Selam Koarmatim, Ujung, Surabaya, Senin pagi (28/3), usai menempuh 15 hari perjalanan dari Korea Selatan.

Kehadiran alutsista baru itu bakal melengkapi dua kapal selam yang sudah dimiliki Indonesia.

KSAL Laksamana TNI Ade Supendi dan Pangarmatim Laksda TNI Darwanto menyambut kedatangan kapal yang masa pembangunan konstruksinya memakan waktu empat tahun tersebut.

“KRI Nagapasa memiliki kemampuan daya tangkal (detterence effect) yang sangat mumpuni. Kapal ini bakal menambah daya gempur dan merupakan senjata strategis TNI AL. Tidak semua alat sensor bisa mendeteksi kapal selam ini,” jelas Darwanto.

Selain kemampuan daya tangkal, KRI Nagapasa juga punya persenjataan yang modern. Kapal selam bernomor lambung 403 ini punya senjata torpedo generasi baru, yakni black shark.

Torpedo ini panjangnya mencapai 3,6 meter dan berdiameter 533 mm.

Bila diluncurkan, torpedo black shark mempu menjangkau jarak 50 kilometer. Kecepatan luncur senjata kelas berat buatan Whitehead Alenia Sistemi Subacquei (WASS) Italia itu mencapai 50 knot.

KRI Nagapasa juga menggunakan Naval Combat management MSI-90U Mk 2, Kongsberg Defence System, yang merupakan sejenis aplikasi pengolah data untuk mengetahui situasi kondisi pertempuran.

Sedangkan untuk keperluan navigasi, KRI Nagapasa menggunakan Sagem Sigma 40 XP inertial navigation system dan Integrating Navigation and Tactical Systems, dan OSI Maritime Systems ECPINS-W.

Menurut Darwanto, ada beberapa pertimbangan mengapa TNI AL bekerja sama dengan Daewoo Ship Building Marine Engineering (DSME) Korea Selatan. Pertimbangan yang paling esensial adalah soal kebutuhan TNI AL sendiri.

Yakni kapal selam jenis diesel elektrik. KRI Nagapasa sendiri masuk dalam jenis tersebut dengan type 209/1400.

“Kapal jenis ini murah biaya operasionalnya ketimbang kapal selam nuklir,” jelasnya.

DSME dianggap selevel dengan pabrikan kapal selam type 209 lainnya, seperti Jerman, Turki, dan Brasil.

“Galangan kapal selam diesel elektrik ini tidak banyak. Korsel dipilih karena desainnya sama seperti (pabrikan) Barat, teknologinya menyesuaikan dengan kebutuhan Asia,” tambahnya.

KRI Nagapasa adalah satu dari tiga armada kapal selam yang dipesan dari Korsel. Kapal selam kedua rencananya diperkirakan akan datang akhir tahun ini atau awal tahun 2018. “Akhir tahun ini kita akan punya tiga kapal selam,” tegas Darwanto. (did/JPC)

190 Peserta Meriahkan Lomba Memancing

0
Panitia menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba memancing di Dermaga Dabo Singkep, Minggu (27/8). F Wijaya Satria/Batam Pos.

batampos.co.id – Dermaga Dabo Singkep tampak berbeda dari biasanya, Minggu (27/8) sore lalu. Sebanyak 190 pemancing terlihat mengikuti lomba memancing ikan dalam rangka memeriahkan peringatan hari Kemerdekaan ke 72 RI. Mereka berlomba untuk mendapatkan ikan paling besar, agar dapat membawa pulang hadiah yang telah disiapkan panitia.

“Kami telah siapkan piala, kerek pancing, kaos, jeran dan sebagainya untuk hadiah bagi pemenang dalam lomba mancing kali ini. Total hadiah sekitar delapan juta lebih,” ujar Penanggungjawab pertandingan, Saptono Mustakim ketika ditemui di lokasi pertandingan.
Menurutnya lomba memancing ikan kali ini disambut dengan antusias yang tinggi bahkan dari masyarakat luar Dabo Singkep seperti, warga Kecamatan Pancur dan Warga Penuba.
Karenanya, ke depan, kata pria yang pernah menjabat Wakil Bupati Lingga tersebut, akan menggelar pertandingan lainnya yakni pertandingan menjaring ikan. “Kalau pertandingan menjaring nanti akan diambil nilai paling banyak mendapatkan ikan. Kalau perlombaan memancing ini pemenangnya yang mendapat ikan paling besar,” kata Saptono.
Saptono menambahkan, menggelar kegiatan lomba memancing ini bukan tidak berlandaskan tujuan yang bagus. Lomba memancing ini, sambung Saptono, menjadikan masyarakat agar lebih cinta kepada laut beserta sumber yang terkandung di dalamnya.
Setelah mencintai bahari, aku Saptono, tentunya masyarakat secara otomatis mau menjaga keberlangsungan kelayaan biota laut dengan menjaga kebersihan dan menghindari tindakan yang merugikan seperti menggunakan pukat trawls, bom ikan ataupun tidak lagi membuang sampah ke laut.
Menurut salah seorang peserta lomba, Joly mengataka, perlombaan seperti ini mesti menjadi agenda rutin di Dabo Singkep. Sehingga dapat memberikan hiburan yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar maupun masyarakat luar yang turut berpartisifasi.
Pertandingan yang hanya memberikan waktu selama empat jam kepada seluruh peserta ini akhirnya mendapatkan juara I yang diraih oleh peserta dengan nomor 050 setelah mendapat ikan buntal seberat 0,3 kg. Sedangkan juara II diraih Abun yang juga berhasil mendapatkan ikan buntal, juara III Limi dengan mendapatkan ikan kerapu dan juara IV diraih Mikel. (wsa)

Kisah Dibalik Kehadiran Kapal Selam KRI Nagapasa-403

0

batampos.co.id – KRI Nagapasa-403 merupakan bagian pertama dari tiga kapal yang telah dipesan dari Daewoo Ship Building Marine Engineering (DSME) Korea Selatan 2011 lalu.

Kapal selam kedua diperkirakan tiba awal 2018, sedangkan kapal selam ketiga bakal dengan jenis yang masih sama akan dibangun di galangan PT PAL Indonesia di Surabaya.

Kepada wartawan, Pangarmatim Laksda TNI Darwanto menjelaskan pada akhir tahun 2018 nanti ketiga kapal tersebut sudah bisa diopersikan. Kehadirannya bakal melengkapi dua kapal selam buatan Howaldtswerke, Kiel, Jerman, KRI Cakra-401 dan KRI Nanggala-402.

Menurut Darwanto, secara geopolitik dan kebutuhan militer, Indonesia idealnya memiliki minimal 12 kapal salam. Karena itu, dalam program permohonan kekuatan Angkatan Laut sudah direncanakan penambahan jumlah kapal selam yang sesuai riset, jumlahnya 12.

“Tentu saja ini dilakukan secara bertahap,” ujar Darwanto.

Darwanto melanjutkan, satu kapal selam yang dibeli dari DSME itu nilainya Rp 4,5 Triliun.

Kerja sama tersebut sangat menguntungkan bagi Indonesia, terutama bagi PT PAL Indonesia.

“Karena dalam pembelian KRI Nagapasa ada kontrak kerjasama alih teknologi,” imbuh Darwanto.

Kapal Selam KRI Nagapasa-403 memiliki persenjataan canggih dan topedo dengan daya jelajah 50 Km. (Dite Surendra/Jawa Pos/JawaPos.com)

Hal itu sejalan dengan program TNI AL yang juga memikirkan transfer teknologi dan pengetahuan. Hal ini merupakan kontribusi positif bagi kemajuan industri pertahanan terutama PT PAL Indonesia.

Mereka diharapkan bisa membangun kemandirian produksi dalam negeri dibidang teknologi pengembangan alat utama sistem persenjataan (alutsista) Indonesia ke depannya.

KRI Nagapasa sendiri akan dikomandani oleh Letkol Laut (P) Harry Setiawan yang merupakam Alumni Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan 43. Kapal berangkat dari Korea Selatan menuju Dermaga Kapal Selam Koarmatim, Ujung, Surabaya bersama 40 awak.

Nama Nagapasa diambil berdasarkan nama senjata panah milik tokoh pewayangan Indrajit, putera mahkota negara alengka. Senjata ini saat dilepaskan memiliki keistimewaan yaitu dapat mengeluarkan ular yang tidak terbilang jumlahnya dan menyerang musuh dengan ganas.

Kehadiran KRI Nagapasa diharapkan bisa memberikan daya tangkal (Detterence Effect) di kawasan regional. Serta menambah eksistensi TNI AL dalam memperkuat pertahanan negara. (did/JPC)

Kurniati dapat Sepeda Motor

0
Direktur Isana Supermarket, Sapril Harcipto (kemeja garis) memberikan secara simbolis kunci motor Honda Revo kepada Kurniati, yang menjadi pelanggan beruntung di Isana Supermarket. F. Choky Nainggolan/Batam Pos.

batampos.co.id – Kurniati menjadi pelanggan beruntung yang berhasil memenangkan 1 unit motor Honda Revo, dari undian berhadiah yang diselenggarakan Isana Supermarket di Pinang City Walk (PCW), Minggu (27/8).

Undian yang menghadirkan puluhan hadiah menarik ini diberikan khusus bagi pelanggan setia yang berbelanja di Isana Supermarket.

“Selamat buat Kurniati yang berhasil memenangkan hadiah utama motor pada periode kita di tahun ini,” ucap Manager Marketing Isana Supermarket, Windi disela-sela acara pengundian tersebut.

Selain sepeda motor, puluhan hadiah menarik lainnya juga dibagikan dalam undian ini. Diantaranya, dua unit TV 32 inchi, 4 unit handpone Android, 100 voucher belanja sebesar Rp 100 ribu, 10 voucher belanja sebesar Rp 250 ribu, 3 unit motor, serta hadiah utama satu unit mobil Calya.

“Seluruh hadiah ini akan kita bagikan dalam undian yang dilakukan sebanyak tiga tahap, termasuk motor. Terkecuali mobil yang khusus kita undi di tahap terakhir di bulan 4 tahun 2018, mendatang,” terangnya.

Windi mengatakan siapa pun bisa memiliki kesempatan untuk menjadi pemenang dalam undian Isana Supermarket tersebut. Hanya dengan cukup berbelanja minimal Rp 90 ribu, maka akan langsung mendapatkan kupon yang akan diundi untuk tahap selanjutnya.

“Buruan bagi masyarakat yang ingin menjadi pemenang bisa langsung berbelanja di Isana Supermarket. Dan dapatkan kesempatan mendapatkan hadiah menarik yang akan diundi dalam tahap kedua pada bulan 12, dan tahap ketiga bulan 4 tahun 2018,” jelasnya. (cr20)

KRI Nagapasa-403, Perkuat Korps Hiu Kencana TNI AL

0

KRI Nagapasa – 403 (Dite Surendra/ Jawa Pos)

batampos.co.id – Korps Hiu Kencana TNI AL memiliki kapal selam baru, KRI Nagapasa-403.

Apalagi jika dibandingkan dengan dua kapal selam milik Malaysia, KD Tunku Abdul Rahman dan KD Tun Abdul Razak, KRI Nagapasa-403 unggul jauh!

Jika berbicara soal ketangguhan kapal selam, dua komponen penting yang harus dimiliki adalah ketahanan menyelam dan daya jangkau operasional. KRI Nagapasa-403 punya keunggulan pada dua poin tersebut. Kapal selam buatan Daewoo Ship Building Marine Engineering ini bisa bertahan menyelam selama 50 hari dan punya daya jangkau hingga 10.000 mil atau 16.093 km.

Nah, angka tersebut jauh lebih unggul ketimbang dua kapal selam milik Malaysia, KD Tunku Abdul Rahman dan KD Tun Abdul Razak. Berdasar data tahun 2017 yang dikutip dari millitaryfactory.com, rata-rata kapal selam yang dimiliki negara Asean bisa bertahan menyelam selama 45 hari. Sedangkan untuk daya jangkau operasional, dua kapal selam milik Malaysia cuma mampu melaju sejauh 6.500 mil atau 10.461 km.

Daya jangkau KRI Nagapasa-403 juga unggul dari armada kapal selam Vietnam. Negara Republik sosialis itu punya enam kapal selam Kilo Class buatan Rusia. Militaryfactory.com mencatat, daya jangkau kapal selam tersebut sejauh 7.500 mil atau 12.070 km.

KRI Nagapasa – 403 (Dite Surendra/ Jawa Pos)

Di Asia Tenggara sendiri, ada empat negara yang memiliki armada kapal selam. Selain Indonesia, Malaysia, dan Vietnam, Singapura juga memilikinya. Singapura disebut memiliki enam buah kapal salam, hanya saja tidak disebutkan secara spesifik jenisnya di situs tersebut.

Berdasar penelusuran JawaPos.com, ada dua kapal selam yang dimiliki Singapura. Keduanya adalah vastergotland class yang merupakan bekas pakai angkatan laut Swedia. Selebihnya, Singapura disebut telah memesan dua kapal selam type 218SG dari Jerman. Masih belum diketahui berapa daya jangkau kapal selam tersebut.

Dari segi kecepatan, KRI Nagapasa-403 bisa melaju hingga 21 knot di bawah laut. Itu setara dengan kemampuan kapal selam scorpen class milik Malaysia. Kecepatan 21 knot itu juga selevel dengan kapal selam Collins Class milik Australia.

Terlepas dari peta kekuatan kapal selam tersebut, Pangarmatim Laksda TNI Darwanto mengatakan bahwa kebutuhan kapal selam Indonesia berjumlah 12 buah.

“Pemenuhan kebutuhan ini akan dilakulan secara bertahap,” ujarnya saat menyambut kedatangan KRI Nagapasa-403, Senin pagi (28/8/2017). (did/JPC)

149 Perda Hasil Kerja DPRD Batam, Kebanyakan Mandul

0

batampos.co.id – Hingga 2016 lalu, DPRD Batam mengesahkan 149 Peraturan Daerah (Perda). Tetapi disayangkan banyak produk hukum daerah itu yang tidak efektif atau mandul. Padahal anggaran untuk pembuatan Perda tidak sedikit. Sekitar Rp 300 juta satu Perda.Jadi Untuk semua Perda tersebut, diperkirakan menghabiskan anggaran lebih dari Rp 44 Miliar.

Tahun 2001, sejak DPRD Batam terbentuk merupakan tahun produktif. Dihasilkan 20 Perda. Kebanyakan perda di sini adalah Perda yang mengatur persiapan pembangunan. Termasuk pembentukan organisasi di DPRD dan Pemko Batam. Ini mengingat Batam masih baru sebagai kota defenitif, yakni setelah terbitnya Undang-Undang nomor 53 tahun 1999. Kotamadya administratif Batam berubah statusnya menjadi daerah otonomi.

Di tahun 2002, DPRD Batam melahirkan 6 Perda. Di tahun 2003 ada 5 perda, 2004 ada 5 perda, 2005 ada 5 perda, 2006 ada 9 perda, 2007 ada 17 perda, 2008 ada 4 perda, 2009 ada 14 perda, 2010 ada 6 perda, 2011 ada 13 perda, 2012 ada 8 perda, 2013 ada 12 perda, 2014 ada 7 perda, 2015 ada 5 perda, dan 2016 ada 10 perda.

Anggota komisi II DPRD Batam Idawati Nursanti, juga mantan ketua Badan Legislasi DPRD Kota Batam tegas mengatakan banyak Perda yang mandul. Menurutnya, ini karena tidak ada keseriusan pemerintah untuk menegakkannya.

“Banyak yang tidak jalan. Mandul. Berbagai alasan mereka (Pemko Batam) sampaikan. Adalah sosialisasi terhambat anggaran dan sebagainya,” katanya ditemui di ruang kerjanya, Senin (28/8).

Menurut Idawati, dengan mempermasalahkan anggaran, dinas terkait di Pemko Batam sama saja mempertontonkan kelemahannya. “Tetapi kenapa mereka tidak pernah mengusulkan dalam anggaran?. Mereka juga bilang karena kekurangan PPNS, lalu mana draft usulan ranperda PPNSnya. Tak ada juga.” katanya.

Wakil ketua Badan Peraturan Daerah (Baperda) DPRD Batam, Tumbur Sihaloho juga mengakui bahwa memang banyak Perda dari sejak DPRD Batam dibentuk tidak jalan. Bahkan menurutnya, banyak Perda yang tidak diketahui masyarakat keberadaanya.

“Misalnya Perda terumbu karang. Saya saja baru tahu. Apalagi masyarakat. Artinya sosialisasinya kurang,”katanya.

Menurutnya, alasan dinas terkait tidak boleh beralasan Perda tak jalan karena anggaran tak ada. Anggarannya kalau memang masuk akal dan benar untuk menjalankan perda itu pasti disetujui DPRD Batam.

ilustrasi

“Membuat Perda itu tidak mudah dan tidak murah. Ini harusnya dijalankan. Mungkin Rp 300 juta habis untuk satu perda saat ini. Jadi sangat disayangkan kalau tidak dijalankan,” katanya.

Ia juga mencontohkan Perda nomor 10 tahun 2009 tentang penataan dan pembinaan pasar di Kota Batam. “Untuk pasar ini, apa yang sudah ditata dan apa yang sudah dibina. Jangan dilakukan penertiban, tetapi tidak dicarikan solusi,”katanya.

Ia berharap dinas terkait bisa bekerja maksimal. Dengan kerjasama dengan Satpol PP selaku penegak Perda, harusnya Perda ini bisa dimaksimalkan.

Demikian halnya dengan Perda nomor 5 tahun 2010 tentang pencegahan, penanggulangan, dan pemberantasan penanggulangan NAPZA tidak berhasil.

“Lihat saja ada tidak penindakan untuk narkoba ini. Mudah-mudahan ada, tetapi kita jarang mendengar,”katanya.

Sementara di tahun 2013,ada Perda nomor 5 tahun 2013 tentang pencegahan dan penanganan korban perdagangan orang, dan Perda nomor 11 tahun 2013 tentang pengelolaan sampah yang tidak jalan.

“Untuk sampah ini memang kita akui belum jalan. Padahal kalau ini diefektifkan, Batam ini akan bersih,” kata Riki Indrakari, selaku ketua Pansus Perda Sampah beberapa waktu lalu.

Menurut Riki, dalam Perda Sampah ini mengatur sanksi kepada warga atau instansi yang membuang sampah sembarangan. Tetapi penindakan sama sekali belum ada dari pihak Pemko Batam.

“Jangankan penindakan, masyarakat banyak yang tidak tahu mengenai ini. Sosialisasi sangat minim. Perda pelabuhan dan perda trafiking itu pun menurut saya tidak jalan,” katanya. (ian)

Kepri Perketat Izin Reklamasi

0

batampos.co.id – Pemerintah Provinsi Kepri sudah mengatur petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) mekanisme penerbitan izin reklamasi di wilayah Provinsi Kepri. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepri, Edi Sofyan mengatakan belum ada satupun perizinan reklamasi yang dikeluarkan.

“Sejak beralihnya kewenangan penerbitan izin reklamasi dan kabupaten/kota ke Provinsi. Sampai saat ini, belum ada izin yang kami keluarkan,” ujar Edi Sofyan, Senin (28/8) di Tanjungpinang.

Mantan Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Kepri tersebut menegaskan, pihaknya sangat selektif dalam mengeluarkan izin. Karena saat ini, Pemprov Kepri tengah memperketat pemberikan izin reklamasi daerah-daerah pesisir dan pulau-pulau kecil di Kepri.

“Kami tidak sembarangan dalam mengeluarkan izin. Memang sudah banyak perusahaan mengajukan, tetapi belum didukung dengan kronologis yang kuat,” paparnya.

Menurut Edi, sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 26 Tahun 2017, tentang Tata Cara Penerbitan Perizanan Reklmasi Diwilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil di Kepri yang dikeluarkan pada 18 Mei 2017 lalu, mengatur banyak hal tentang reklamasi. Salah satu syarat mutlaknya adalah perusahaan harus mencantumkan Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) dari rencana reklamasi tersebut.

“Setiap tindakan pasti ada konsekuensinya. Pelaksaan reklamasi tentu berkaitan dengan erat dengan kondisi lingkungan. Ini yang harus kita pelajari,” tegasnya.

Masih kata Edi, pihaknya tentu sangat berhati-hati dalam membuat satu keputusan. Apalagi sekarang ini, Pemprov Kepri masih menggesa Peraturan Daerah (Perda) tentang zonasi. Atas dasar itulah, sampai saat ini, pihaknya belum menerbitkan perizinan reklamasi.

“Kita tidak mahu kebijakan yang kita buat bertentangan dengan peraturan yang ada. Tentu kita juga meminta masukan-masukan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Seperti Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup,” paparnya.

Ditambahkan Edi, meskipun nantinya DKP Provinsi Kepri telah menerbitkan izin reklamasi, tetapi masih ada perizinan berkaitan lainnya. Apakah itu menyangkut masalah galian untuk reklamasi, dan ini menjadi porsinya Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben).

“Sedangkan untuk lalu lintas reklamasi juga harus mendapatkan persetujuan dari Dinas Perhubungan. Karena dalam proses ini, ada retribusi yang menjadi hak daerah,” tutup pejabat eselon II dari Karimun tersebut.(jpg)