Jumat, 10 April 2026
Beranda blog Halaman 13132

Enam Sekolah Masih Buka Pendaftaran

0

batampos.co.id – Meski telah memasuki Masa Orientasi Siswa (MOS) sejak Senin (17/8) kemarin, enam sekolah sekolah menengah atas dan kejuruan di Tanjungpinang masih menerima pendaftaran siswa. Hal ini dikarenakan masih tersisanya bangku di Rombongan Belajar (Rombel) pada enam sekolah ini.

Keenam sekolah tersebut yakni, SMK Negeri 2 Tanjungpinang, SMK 3 Tanjungpinang, SMK 5 Tanjungpinang. Lalu SMA 3 Tanjungpinang, SMA 5 Tanjungpinang dan SMA 7 Tanjungpinang.

“Pendaftaran ini masih berlangsung selama masa perkenalan,” ujar Ketua Komisi IV, Teddy Jun Askara usai menerima laporan dari Dinas Pendidikan Kepri, Senin (17/8) siang kemarin.

Sementara itu, sedikitnya tiga sekolah di Tanjungpinang juga mendapatkan penambahan rombel. Yakni SMK Negeri 1 Tanjungpinang yang mendapatkan dua penambahan rombel. SMA Negeri 2 Tanjungpinang, dua rombel. SMA Negeri 1 Tanjungpinang, satu rombel.

Penambahan rombel, terang Teddy, dikarenakan banyaknya peminat yang masuk ke sekolah tersebut. Berhubung ketiga sekolah ini memiliki sarana dan prasarana yang memadai, maka Dinas Pendidikan pun mengeluarkan kebijakan berupa izin penambahan rombel.

Sementara itu, politisi Golkar muda ini menuturkan penegasan pada Disdik Provinsi untuk mengutamakan bina lingkungan, bersamaan anak-anak kurang mampu untuk dapat masuk sekolah negeri. “Saya yakinkan adik-adik bisa sekolah. Tapi jangan paksakan pada sekolah yang memang sudah tidak bisa. Karena masih banyak sekolah bagus yang lain,” tutur Teddy.

Dari data yang telah dirangkum Komisi IV pada rapat dengar pendapat tertutup bersama Disdik Provinsi ini, beberapa langkah perlu dilakukan Pemprov Kepri.

Sesuai yang ditegaskan Komisi IV DPRD Kepri, pemprov diharuskan untuk memikirkan penambahan ruang kelas beserta sarana prasarana. Termasuk pula SDM dan para guru yang mengajar. “Sehingga 2018 pendaftarannya bisa lebih baik lagi. Tidak ada orang tua yang was-was anaknya tidak diterima sekolah,” papar Teddy.

Pekerjaan ini menjadi tanggung jawab provinsi Kepri untuk mulai menyediakan segala fasilitas pendukung pendidkan di Kepri mulai 2018 mendatang.

“2018 pendaftaran dan kelengkapan fasilitas pendidikan harus lebih baik dari sekarang,” pungkas Teddy. (aya)

Suhu Udara Batam hingga 34 Derajat

0
ilustrasi

batampos.co.id – Warga Kota Batam, suhu udara di Batam mencapai 34 derajat celcius. Itu yang jadi alasan mengapa Batam beberapa hari ini terasa panas.

Kondisi panas tersebut disebabkan karena rendahnya kelembapan udara dan tipisnya frekuensi awan.

Diki, warga Batamcenter merasakan suhu panas di Batam berbeda dengan hari sebelumnya. Bahkan, membuat kulit yang terpapar langsung sinar matahari terasa perih.

“Cuaca hari ini panas banget. Panasnya bikin kulit perih, apalagi tadi saat pakai motor lupa pakai jaket,” terang Diki, Senin (17/7) siang.

Kondisi cuaca panas di Batam dibenarkan oleh Kepala seksi data dan informasi (Kasi Datin) BMKG Hang Nadim, Suratman. Namun suhu panas cuaca di Batam masih dikatakan normal, meski berada diatas angka 34 derajat celcius.

Seperti suhu panas di Air Limbah (Kawasan Batamcenter) diatas pukul 12.00 WIB sempat diatas 34 derajat, kemudian di Tanjung Sengkuang dibawah pukul 13.00 WIB sempat diatas 33 derajat.

“Memang terjadi peningkatan suhu hingga 34 derajat untuk beberapa lokasi. Namun itu masih normal,” terang Suratman.

Menurutnya, suhu panas terjadi karena kelembapan udara yang rendah, ditambah tipisnya frekuensi awan. Hal itu disebabkan karena terbentuknya daerah belokan angin di Kepri. Sehingga membuat perlambatan massa udara dan terjadi penumpukan massa udara di Kepri.

“Kecepatan angin yang kencang kurang mendukung proses pertumbuhan awan. Namun lebih disebabkan faktor kelembapan yang tidak terlalu tinggi di atmosfir,” jelas Suratman.

Disisi lain, Suratman menjelaskan kondisi panas serupa akan terjadi hingga tiga hari kedepan. Karena itu, warga diminta untuk memperbanyak minum air putih agar tidak dehidrasi.

“Hindari juga aktivitas langsung di bawah terik matahari,” sebut Suratman. (she)

Kadis Jamin Tidak Ada Perpeloncoan

0
Siswa baru di SMKN 1 Bintan Utara menerima sosialisasi dari Satlantas Polres Bintan, Senin (17/7). Foto: Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Kadis Pendidikan Bintan Tamsir menjamin tidak akan ada aksi perpeloncoaan seperti kekerasan terhadap siswa baru hingga pemaksaan pemakaian atribut yang tidak perlu di pengenalan lingkungan sekolah (PLS) di Bintan pada Senin (17/7) kemarin.

Pengenalan lingkungan sekolah, menurut Tamsir, hanya bersifat pengenalan lingkungan, guru dan siswa yang lebih senior. “Kita sudah sebarkan surat edaran dan menekankan bahwa tidak ada mos seperti yang dulu,” ujar Tamsir.

Pantauan di lapangan, hari pertama pengenalan lingkungan sekolah di SMK Negeri I Bintan Utara di Tanjunguban berlangsung aman. Hari itu, siswa baru yang masih menggenakan seragam SMP dikumpulkan dalam satu ruangan. Petugas dari kepolisian lalu lintas hadir memberikan pengarahan kepada siswa akan tata tertib berlalu lintas, mengingat banyak siswa baru sudah mengendarai sendiri sepeda motor ke sekolah. Hari itu, siswa baru cuma akan mendapat pembekalan pengetahuan tentang tata tertib berlalu lintas dan kesehatan dari puskesmas Mentigi Tanjunguban.

Zulfan Effendi Ketua PPDB dan PLS di SMKN I Bintan Utara kepada mengatakan, selama 3 hari akan diadakan kegiatan pengenalan lingkungan sekolah. Dijelaskannya, hari pertama dilakukan sosialisasi dari polisi dan puskesmas.

“Sosialiasi tentang berkendaraan yang benar, karena 98 persen anak-anak sudah membawa sepeda motor ke sekolah. Lalu pihak puskesmas akan memberikan sosialisasi tentang bahaya narkoba,” tutur Zulfan.

Hari kedua akan diadakan pelatihan baris berbaris dari Satuan Ranjau dan hari ketiga pengenalan proses belajar mengajar dan ekstrakurikuler. Disinggung apakah ada aksi perpeloncoaan seperti dulu, ia menegaskan tidak ada. Karena, pihak sekolah benar benar mengawasi dan semua kegiatan diadakan di lingkungan sekolah.

“Meski ada seniornya yang mengisi sesi tetap diawasi guru dan semua kegiatan di lingkungan sekolah, tidak ada yang di luar sekolah, apalagi namanya outbound, tidak ada,” tegasnya.

Sebelumnya, katanya, OSIS menyarankan agar ada penggunaan atribut nama. Namun, ia menegaskan tidak perlu siswa baru menggenakan atribut yang aneh aneh. Justru dengan mengenal namanya langsung, akan membuat siswa lebih akrab. “Apalagi nama yang aneh-aneh, akan membuat saling mengejek saja,” tukasnya.

Pengenalan lingkungan sekolah di SMP I Bintan Utara juga berlangsung tertib. Terlihat siswa baru yang masih menggenakan seragam SD sudah berbaur dengan siswa lainnya.
Kepsek di sekolah itu, Sudaromi mengatakan, pada prinsipnya pengenalan lingkungan lebih pada saling mengenal, menghormati dan menghargai satu sama lainnya.

“Hari ini anak-anak sudah dikasih jadwal yang agendanya sudah dibuat. Akan ada latihan PBB, yang dilakukan siswa seniornya, tapi akan diawasi guru,” katanya.
Seluruh kegiatan juga katanya akan dilakukan di lingkungan sekolah dan tidak ada dilakukan di luar lingkungan sekolah. (cr21)

Taksi Daring Murah dan Nyaman

0
ilustrasi

batampos.co.id – Taksi daring (dalam jariangn / online) dirasa lebih murah dan nyaman oleh masyarakat. Penggunaan aplikasi taksi daring ini, sangat mudah dan gampang.

“Tidak perlu telepon, sekali sentuhan aja. Kalau taksi konvensional kita perlu telepon, biayanya mahal. Atau harus ke pangkalan, jauh juga. Ini tinggal duduk manis di rumah, mereka (taksi daring,red) datang,” kata masyarakat yang sering menggunakan taksi daring, Tika Ulanda, Senin (17/7).

Sejak taksi daring memasuki Batam, ia lebih sering menggunakan jasa taksi tersebut. Baik untuk pergi kerja, pulang atau jalan-jalan ke mall.

“Murah banget. Bayangkan saya dari Bengkong ke daerah Sekupang, hanya dikenakan biaya Rp 52 ribu. Taksi konvensional rasanya lebih dari Rp 100 ribu,” tuturnya.

Ia meminta Pemerintah daerah bijak dalam mengambil keputusan. Pemerintah harus melihat betapa murah, nyaman dan amannya transportasi daring tersebut.

“Teman-teman saya suka menggunakan taksi online ini,” ucapnya.

Dengan seringnya intimidasi terhadap pengemudi taksi daring. Apakah tidak takut suatu, taksi daring yang ditumpangi akan dihentikan atau dicegat taksi konvesional. “Takut juga sih, tapi mau gimana lagi. Taksi online transportasi alternatif yang lebih dibandingkan yang lain,” ucapnya.

Hal yang senada diungkapkan oleh Rian Sinaga. Ia mengatakan cukup sering menggunakan taksi daring tersebut. “Dari tempat ibadah Batamcenter ke Batuaji hanya Rp 53 ribu saja, ke Kepri Mall hanya Rp 20ribuan. Murah banget,” ucapnya.

Keberadaan taksi daring ini sangat membantu dirinya selama ini beraktivitas. “Di ponsel ada berbagai macam aplikasi taksi online, harganya hampir sama sih semuanya,” ujarnya.

Baik Tika maupun Rian, berharap keberadaan taksi daring ini dipertahankan di Batam.

Terkait permasalahan ini, Kepala Dinas Perhubungan Yusfahendri mengatakan bahwa pihaknya sudah mencoba memecahkan masalah ini. “Kami punya solusinya,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa aplikasi taksi daring bisa bekerjasama dengan badan usaha angkutan yang ada di Batam. Bila aplikasi taksi daring tersebut tak ingin bekerjasama. “Buat izin angkutan khusus. Izinnya diurus ke Gubernur,” ujarnya.

Yusfa mengatakan pihak Pemko Batam tak masalah dengan keberadaan ataksi daring ini. Namun terlebih dahulu memiliki izin. “Kalau ada izin, jalan aja. Tapi sejauh ini belum ada yang memiliki izin,” ucapnya.

Terkait dengan taksi daring yang membawa wisatawan mancanegera diamankan taksi konvensional pada Minggu (16/7) lalu. Yusfa berharap semua pihak agar bisa menahan diri. Bila ada tindakan sepihak, maka hal ini dapat merusak citra Batam.
“Persoalan ini sudah diselesaikan, dan saya harap baik taksi daring atau taksi konvensional saling menahan diri,” tuturnya. (ska)

Hanya 109 Wisman Kunjungi Anambas

0
Pulau Bawah, Anambas. foto:syahid/batampos

batampos.co.id – Kunjungan wisatawan ke Anambas tahun 2017 belum bisa diperiksa apakah akan terjadi peningkatan atau sebaliknya. Data awal dari Kantor Imigrasi Kelas III KKA hingga bulan Juli 2017 baru sekitar 109 orang. Sedangkan tahun 2016 silam kunjungan turis manca negara tersebut sekitar 160 orang lebih. Bahkan untuk bulan Januari dan Februari tidak ada sama sekali kunjungan wisatawan asing.

“Prediksi saya menurun, penyebabnya adalah menurunnya peserta Sail Anambas 2017, ” Ungkap Ikhsanul Humala Pane Kepala Kantor Imigrasi Kelas III KKA Senin (17/7)

Ikhsanul mengakui jika saat ini terdapat 8 kapal Yacht yang berlabuh di laut tepat di depan kota Tarempa, rata-rata yacht tersebut telah lama masuk ke Indonesia, mereka berlabuh di Anambas saat akan pulang. “Ada yang berasal dari Australia, dan dua kapal diantaranya merupakan peserta Sail Anambas 2017,” jelasnya.

Wisatawan yang masuk ke Anambas tersebut Lanjut Ikhsanul hanya datang untuk jalan-jalan, karena tidak melakukan aktivitas seperti Fhising, ataupun diving serta kegiatan lain, mereka benar-benar menikmati pesona keindahan alam, laut yang jernih. “Rata-rata turis yang datang usianya sekitar usia 60 tahun. Dan kalau ditanya tujuan, mereka jawab untuk menikmati masa tua,” ungkapnya.

Hingga saat ini tambah Ikhsanul belum ada keluhan dari para wisatawan, mengingat masyarakat kabupaten terdepan di provinsi Kepri itu sangat ramah dan sangat welcome terhadap para touris tersebut. Yang menjadi keluhan adalah tidak adanya brosur ataupun papan informasi bagi para turis untuk pergi ke Imigrasi ataupun Ke Beacukai. “Kendala bahasa menyebabkan touris tersebut kesulitan mendapakan informasi kemana mencari kantor imigrasi untuk mengurus izin mereka, ” jelasnya.(sya)

Sapuan Dari Pasuruan Nyelundup 86 Gram Sabu di Dubur

0

batampos.co.id – Seorang TKI asal Pasuruan, Jawa Timur diamankan petugas Bea dan Cukai Batam di pelabuhan feri internasional Batamcenter pagi tadi (18/7/2017). Adalah Sapuan, nama penyelundup sabu tersebut.

Pria 31 tahun ini terdeteksi meain xray di pelabuhan saat hendak keluar dari pelabuhan. Sabu yang ia selundupkan seberat 86 gram.

Ada dua kantong sabu yang dibalut dengan kertas bening kemudian dimasukkan ke dalam duburnya.

Mungkin saja ia berpikir bahwa barang yang diletakan pada tempat yang tidak semestinya itu akan lolos dari pemeriksaan mesin xray.

Menurut petugas BC Batam, sabu itu diselundupkan dari Malaysia. Sapuan sendiri baru tiba di Batam menggunakan kapal feri dari Stulang Laut, Malaysia. (ska)

Nakhoda dan Kru Kapal Alami Luka Bakar

0

batampos.co.id – Satu orang nakhoda dan dua orang kru dari speed boat Terubuk Express 03 yang biasa mengangkut penumpang dari Tanjungbalai ke Tembilahan mengalami luka bakar pada Ahad (16/7) pukul 18.00 WIB. Penyebabnya, kapal saat itu sedang mengisi bensin ke dalam speed boat menggunakan jerigen dan tiba-tiba ada percikan api, sehingga mengenai nakhoda dan kru kapal.

”Belum dapat dipastikan dari mana percikan api tersebut muncul, yang jelas, pada saat pengisian bensin ke dalam speed boat, kondisi mesinnya sedang mati. Akibat dari peristiwa tersebut, nakhoda kapal, M Nur dan dua orang kru kapal, Haskur Ranendra dan Egi Aidil terkena sambaran api dan mengalami luka bakar cukup serius,” ujar Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Dwihatmoko Wiroseno, Senin (17/7).

Penyidik sudah ke RSUD M Sani untuk melakukan penyelidikan terhadap ketika korban. Namun, sampai hari ini (kemarin, red) ketiganya belum bisa dimintai keterangan. Karena, masih dalam kondisi trauma. Selain itu, belum bisa memberikan keterangan secara jelas. Dari keterangan tim medis, M Nur mengalami luka sampai 70 persen. Yakni, bagian wajah, depan dan belakang mengalami luka bakar.

”Sedangikan, Hasku Ranendra dan Egi Aidil juga lumayan parah luka bakar di tubuhnya mencapai 50 persen. Selain itu, Tim Inafis Polres Karimun juga sudah melakukan pengecekan dan identifikasi ke speed boat Terubuk Express 03, memang ada tanda-tanda bekas terbakar. Seperti, 4 buah tempat duduk dalam speed boat bagian tengah dalam keadaan bekas terbakar. Begitu juga sampul kursi yang terbuat dari kulit dalam keadaan hangus terbakat,” jelasnya.

Temuan lain, kata Dwihatmoko, hasil pemeriksaan Tim Inafis juga menemukan sampul atau penutup kemis boat hangus terbakar. Begitu juga, lampuawak kapal terbakar bagian belakang hangus terbakar dan selang tempat pengisian minyak bagian belakang kapal hangus terbakar. Sedangkan kondisi kapal dalam keadaan baik atau tidak terbakar. Dalam pertistiwa tersebut juga tidak terjadi ledakan. (san)

Penyidik Bakal Periksa 10 Saksi OTT Ditpam

0
ilustrasi

batampos.co.id – Sebanyak 10 orang saksi bakal diperiksa terkait kasus dugaan korupsi yang melibatkan DS, oknum Pejabat Pembuat Komitmen Direktorat Pengamanan (Ditpam) BP Batam.

Direktur Krimsus Polda Kepri, Kombes Budi Suryanto saat dikonfirmasi menuturkan guna kepentingan penyelidikan 10 saksi ini ada kaitannya dengan kasus tersebut. Termasuk pihak Ditpam dan Polsek Batamkota yang sempat terlibat gaduh saat mengamankan DS.

“Saat ini baru 6 saksi yang kami periksa,” ujar Direktur Krimsus Polda Kepri, Kombes Budi Suryanto, Senin (17/7).

Sebelumnya, penyidik Tipidkor Polda Kepri sudah memeriksa Syaparudin selaku Direktur PT Syarpindo Jaga Prima (SJP) dan Agus rekannya. Dua orang ini adalah saksi korban.

Mereka dimintai keterangan terkait tindak pidana yang terjadi pada tanggal 13 Mei 2017 sekira pukul 17.15 WIB. Peristiwa pemerasan itu terjadi di Baresto Cafe Nagoya Hill. Kepada polisi Syaparudin mengaku saat itu dimintai Rp 30 juta oleh DS.

Dikatakan Budi, penyidik terus mendalami kasus untuk mengetahui tindak pidana korupsi seperti gratifikasi, suap dan lainnya.

“Masih didalami,” tambahnya.

Namun, Budi mengaku berterimakasih kepada BP Batam yang telah berupaya “bersih-bersih” di internal. Pihaknya juga menghimbau kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tidak melakukan pungutan liar.

Direktur Humas dan Promosi BP Batam Purnomo Andiantono mengatakan sistem perekrutan tenaga pengamanan oleh Direktorat Pengamanan (Ditpam) BP Batam dilakukan bila sesuai keperluan saja. Katanya untuk tahun 2017 ini ada sebanyak 84 orang yang direkrut. Kemudian pelimpahan dari kantor Air di lelang bulan Mei lalu sebanyak 39 orang. Sedangkan jumlah tenaga Ditpam yang sudah pegawai tetap sekitar 300 orang.

“Memang tiap tahun berbeda-beda kebutuhannya,” jelas Andi.

Terkait DS, oknum pejabat Ditpam golongan III yang sempat diamankan tim internal BP Batam sendiri, kata Andi saat ini yang bersangkutan masih bekerja.

“Kami belum bisa memberikan sanksi kepada DS, karena kasus ini ditangani sepenuhnya oleh polisi,” jelasnya. (rng)

Wawako: Ada Yang Jual Nama Saya

0
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos.co.id – Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad mengaku ada yang nekad menjual namanya saat proses penyelenggaraan penerimaan peserta didik baru (PPDB). Hal ini diketahui setelah adanya komunikasi dengan kepala sekolah SMA.

“Ada juga yang jual-jual nama saya,” kata Amsakar, usai rapat Paripurna di gedung DPRD Batam, Senin (17/7).

Namun, Amsakar enggan membeberkan nama sekolah yang ada mencatut nama beliau. “Nama anak yang diikutsertakan seolah-olah titipan saya itu sudah diinventarisir oleh oknum-oknum tertentu selama dua minggu,” jelasnya.

Terkait masalah pungli, Amsakar mengaku hal ini tak bisa dipungkirinya. Apalagi persoalan itu kerap muncul ke permukaan dari waktu ke waktu setiap kali proses PPDB. Padahal, sikap pemerintah sendiri dinilai sudah jelas.

“Tak ada rupiah yang beredar,” tegasnya.

Tekait sanksi pemecatan bagi pelaku pungli,  Amsakar juga bukan sekedar gertakan. Hal itu dibuktikan adanya kepala sekolah tingkat SD yang dipecat beberapa waktu lalu, setelah Amsakar melakukan inspeksi mendadak ke sekolah bersangkutan. (rng)   

Kompensasi Nelayan, PT Grace Rich Marine Lepas Tangan

0
Pertemuan PT GRM dengan nelayan yang difasilitasi Komisi II DPRD Karimun. F.Ichwanul/Batam Pos.

batampos.co.id – PT Grace Rich Marine (GRM) dinilai lepas tangan terhadap tuntutan kompensasi nelayan atas kegiatan pendalaman alur yang dilakukan perusahaan tersebut di perairan wilayah Kecamatan Meral. Perusahaan bersikukuh, kompensasi sudah diberikan melalui koordinator nelayan yang ditunjuk dihadapan notaris. Makanya PT GRM tidak lagi mengurus siapa-siapa saja nelayan yang berhak mendapat kompensasi.

“Dari segi legalitas, sudah kami kunci. Kami tidak tahu siapa-siapa yang berhak menerima kompensasi. Data penerima akurasinya dipegang oleh koordinator yang ditunjuk,” ungkap Edi C Lummawie, mewakili PT Grace Rich Marine dalam pertemuan antar nelayan dan manajemen perusahaan yang difasilitasi Komisi II DPRD Karimun, Senin (17/7) kemarin. Turut hadir, Kapolsek Meral, Camat Meral, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Lurah Seiraya, dan Lurah Seipasir.

Di sisi lain, pihak manajemen mengaku sudah memperoleh data-data nelayan jauh sebelumnya. Dan data nelayan tadi merupakan hasil cross check koordinator dengan UPTD Perikanan dan Kelautan.

“Jadi, bukan semata-mata laporan dari koordinator yang kami terima, baru dibayarkan begitu saja. Tetapi datanya lengkap, bahkan dengan bukti-bukti,” timpal Juntak, perwakilan dari PT GRM.

Manajemen PT Grace Rich Marine sejatinya pun, tidak ingin berlarut-larut menyelesaikan persoalan yang sudah berjalan empat bulan ini. Tetapi lantaran manajemen juga memiliki keterbatasan. Oleh karenanya, Edi berharap, tiga koordinartor yang ditunjuk diberikan kesempatan untuk menyampaikan persoalan.

Belum sempat koordinasi nelayan, Khaidir menyampaikan penjelasan secara rinci, kelompok nelayan yang hadir langsung bersorak. Mengingat, Khaidir tidak bisa menjawab tuntutan nelayan yang sejak dari awal meminta penjelasan mengapa pembagian kompensasi tidak merata. Bahkan ada kelompok nelayan yang tidak menerima kompensasi sama sekali.

Edi sendiri pun tidak bisa menjelaskan posisinya di PT GRM. Lantaran tidak ada kepastian dari manajemen PT GRM untuk mentuntasi persoalan kompensasi nelayan, M Yusuf Sirat selaku Ketua Komisi II DPRD langsung menstop pertemuan. Sekaligus mengambil kesimpulan dengan memberikan kesempatan kepada perusahaan dan kelompok nelayan kembali duduk bersama untuk mencari solusi. Tentunya harus melibatkan pihak kecamatan, kepolisian, dan dinas terkait.

“Kami di DPRD ini bukan selaku eksekutor, melainkan fasilitator. Jadi selesaikanlah secara kekeluargaan. Dan tenggat waktu yang diberikan satu bulan ke depan,” tegas Yusuf Sirat.
Sebagai mana diketahui, kisruh kompensasi nelayan berawal dari ketidakpuasan atas pembagian yang dinilai tidak merata. Bahkan terkesan tebang pilih yang dilakukan koordinator yang ditunjuk.

PT Grace Rich Marine melakukan pendalaman alur di depan perairan Seipasir, Kecamatan Meral. Sebagai ganti rugi atas nasib yang menimpa nelayan, perusahaan memberikan kompensasi dalam bentuk uang tunai melalui koordinator yang dipercaya.
Anehnya, nilai kompensasi yang diterima setiap anggota kelompok nelayan tidak sama. Jumlah yang diterima pun masih dilakukan pemotongan yang dilakukan koordinator. Di sisi lain, pembagian kompensasi pun tidak dilakukan menggunakan skala prioritas. Artinya, kelompok yang terkena dampak langsung dari aktivitas pendalaman alur tadi, seharusnya lebih tinggi kompensasi yang diterima mereka.

Oleh karenanya, nelayan mengindikasikan sudah terjadi penyimpangan soal kompensasi tersebut. Ditambah lagi, koordinator yang dipercaya untuk membagikan dana kompensasi dinilai tidak transparan, dan selalu mengelak ketika ditanya perbedaan penerimaan kompensasi tersebut. (enl)