batampos.co.id – Meski telah memasuki Masa Orientasi Siswa (MOS) sejak Senin (17/8) kemarin, enam sekolah sekolah menengah atas dan kejuruan di Tanjungpinang masih menerima pendaftaran siswa. Hal ini dikarenakan masih tersisanya bangku di Rombongan Belajar (Rombel) pada enam sekolah ini.
Keenam sekolah tersebut yakni, SMK Negeri 2 Tanjungpinang, SMK 3 Tanjungpinang, SMK 5 Tanjungpinang. Lalu SMA 3 Tanjungpinang, SMA 5 Tanjungpinang dan SMA 7 Tanjungpinang.
“Pendaftaran ini masih berlangsung selama masa perkenalan,” ujar Ketua Komisi IV, Teddy Jun Askara usai menerima laporan dari Dinas Pendidikan Kepri, Senin (17/8) siang kemarin.
Sementara itu, sedikitnya tiga sekolah di Tanjungpinang juga mendapatkan penambahan rombel. Yakni SMK Negeri 1 Tanjungpinang yang mendapatkan dua penambahan rombel. SMA Negeri 2 Tanjungpinang, dua rombel. SMA Negeri 1 Tanjungpinang, satu rombel.
Penambahan rombel, terang Teddy, dikarenakan banyaknya peminat yang masuk ke sekolah tersebut. Berhubung ketiga sekolah ini memiliki sarana dan prasarana yang memadai, maka Dinas Pendidikan pun mengeluarkan kebijakan berupa izin penambahan rombel.
Sementara itu, politisi Golkar muda ini menuturkan penegasan pada Disdik Provinsi untuk mengutamakan bina lingkungan, bersamaan anak-anak kurang mampu untuk dapat masuk sekolah negeri. “Saya yakinkan adik-adik bisa sekolah. Tapi jangan paksakan pada sekolah yang memang sudah tidak bisa. Karena masih banyak sekolah bagus yang lain,” tutur Teddy.
Dari data yang telah dirangkum Komisi IV pada rapat dengar pendapat tertutup bersama Disdik Provinsi ini, beberapa langkah perlu dilakukan Pemprov Kepri.
Sesuai yang ditegaskan Komisi IV DPRD Kepri, pemprov diharuskan untuk memikirkan penambahan ruang kelas beserta sarana prasarana. Termasuk pula SDM dan para guru yang mengajar. “Sehingga 2018 pendaftarannya bisa lebih baik lagi. Tidak ada orang tua yang was-was anaknya tidak diterima sekolah,” papar Teddy.
Pekerjaan ini menjadi tanggung jawab provinsi Kepri untuk mulai menyediakan segala fasilitas pendukung pendidkan di Kepri mulai 2018 mendatang.
“2018 pendaftaran dan kelengkapan fasilitas pendidikan harus lebih baik dari sekarang,” pungkas Teddy. (aya)







