Kamis, 9 April 2026
Beranda blog Halaman 13133

Pokcai Tenggelam, Istri Kades Pengujan Meninggal

0
Keluarga korban menangis setelah kecelakaan pokcai tenggelam di Selat Bintan, Sabtu kemarin. Foto: Yahyah Pemasaran/Batam Pos.

batampos.co.id – Pokcai yang mengangkut sekitar 25 penumpang, 1 mobil dan 8 motor tenggelam di penyeberangan Selat Bintan, Desa Pengujan Kecamatan Teluk Bintan, Bintan, Sabtu (15/7) sekitar pukul 17.30. Istri Kades Pengujan, Mahani meninggal dalam kecelakaan laut tersebut. Diduga, insiden tersebut terjadi karena pokcai kelebihan muatan.

Informasi yang dihimpun Batam Pos, sore itu pokcai yang dioperasikan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) menyeberang dari Selat Bintan I dengan mengangkut puluhan penumpang, mobil dan 8 motor ke Selat Bintan II.

Rata-rata penumpang pokcai baru selesai kondangan di Selat Bintan I. Bahkan, mobil yang tenggelam merupakan rombongan yang mengantarkan pengantin lelaki.

Ketika itu, 200 meter dari pesisir, lambung pokcai diduga bocor, karena kelebihan muatan sehingga banyak air yang masuk ke tengah pokcai. Saat itu, bagian depan pokcai yang lebih dahulu masuk ke dalam air secara perlahan.

“Bagian belakangnya terangkat, yang depan masuk ke dalam air pelan-pelan,” kata Azan, seorang penambang pokcai yang melihat pokcai naas tenggelam.

Ia bersama warga lainnya berusaha menolong penumpang pokcai yang tenggelam dengan pompong. Hanya, saat itu istri kades yang naik bersama suaminya, Zulfitri tak tertolong. “Bajunya tersangkut di atas seng pokcai,” kata Azan.

Siti, pemilik pokcai lainnya mengatakan saat kejadian, ia berada di rumah. Ia terjaga dari bangunnya setelah mendengar teriakan minta tolong. “Rumah saya dekat sini. Pas saya bangun, pokcai sudah tenggelam, penumpangnya teriak minta tolong. Penduduk sini berusaha menolong dengan menarik penumpang pokcai naik ke atas pompong,” kata wanita yang menggenakan jaket cukup tebal itu.

Ia menduga, tenggelamnya pokcak karena kelebihan muatan. “Yang bawa anak-anak tanggung, jadi semuanya diangkut,” katanya. Selain itu, katanya, saat kejadian angin tidak kencang namun arus di dalam sangat kuat. “Di sini dulu dikeruk, karena dilintasi tongkang pasir. Kedalaman sekitar 12 meter dengan lebar 400 meter,” katanya.

Atang penambang lainnya mengatakan, setelah semua penumpang berhasil diselamatkan. Lima orang dibawa ke rumah sakit di Simpang Busung. Hanya, istri kades yang tidak tertolong. “Pak Kades tadi menangis. Kami berusaha menenangkannya,” katanya.

Dian, dokter piket di RSUD Kepri Tanjunguban mengatakan, lima orang dibawa ke rumah sakit. Seorang meninggal bernama Mahani, sedangkan seorang dirawat bernama Raja Norhayati. Lalu, M Yodi dan Azwadi tidak dirawat. “Seorang lagi tidak didata karena langsung pulang,” katanya. Ia menyebutkan, saat tiba di rumah sakit, korban yang selamat rata-rata mengalami shock dan kedinginan.

Kapolsek Teluk Bintan, AKP Rambe membenarkan kejadian itu. Ia mengatakan, 1 mobil 8 motor dan sekitar 25 penumpang tenggelam bersama pokcai. “Satu orang meninggal, lainnya selamat,” katanya.

Hingga berita diturunkan, warga telah berhasil menarik mobil warna putih yang tenggelam dan tiga sepeda motor di Selat Bintan. Warga juga masih berusaha menarik bangkai pokcai yang tenggelam. (cr21)

Realisasi Investasi Sebesar 300,220 Juta Dolar Amerika

0
ilustrasi

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat nilai realisasi investasi asing yang masuk ke Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam semester pertama 2017 mengalami penurunan dibandingkan periode sama 2016.

“Pada semester pertama 2016 nilai investasi mencapai 377,342 juta dolar Amerika Serikat (AS), sementara semester pertama 2017 tercatat nilai investasi yang masuk sebanyak 300,220 juta dolar AS,” kata Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono belum lama ini.

Realisasi investasi yang masuk ke Batam semester pertama 2017, kata Purnomo, berasal dari sebanyak 25 proyek investasi. Sementara pada 2016 dari 39 proyek investasi.

“Pada awal 2016 ada satu investor yang sudah berinvestasi di Batam melakukan perluasan hingga 155 juta dolar AS. Sementara 2017 tidak ada, jadi secara total tahun ini mengalami penurunan,” kata dia.

Nilai investasi tersebut, kata dia, sudah mencapai sekitar 60 persen dibandingkan dengan terget investasi asing yang diharapkan masuk ke Batam sebesar 500 juta dolar AS.

“Untuk tahun ini target kami akan ada investasi masuk ke Batam sebesar 500 juta dolar AS. Kami tetap optimis apalagi sampai pertengahan tahun sudah masuk 300,220 juta dolar AS,” kata Purnomo.

Hingga saat ini, kata dia, investasi yang masuk ke Batam masih berasal dari Singapura meskipun belum tentu perusahaan tersebut milik Singapura.

“Sebagian ada perusahaan asing yang beroperasi di Singapura dan juga membuka usaha di Batam. Jadi tidak selalu perusahaan asal Singapura,” kata dia.

Sebelumnya pada akhir Mei 2017, Kepala Badan Pengusahaan Batam Hatanto Reksodipoetro memaparkan berbagai terobosan guna mempermudah investasi di Batam pada sekitar 50 pengusaha Singapura dalam kegiatan Singapore Business Federation.

Terobosan yang dimaksud menurut Hatanto adalah perbaikan sistem dari manual menjadi online di seluruh layanan yang dimanfaatkan oleh investor. Sistem tersebut diterapkan dalam berbagai layanan seperti izin investasi tiga jam (i23J) dan Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KILK) yang sangat diapresiasi oleh investor.

“Juga fasilitas dan layanan lainnya seperti Host to Host Sistem Perijinan Online Pelabuhan dan aplikasi Geographical Information System (GIS) untuk manajemen lahan dengan pemetaan menggunakan drone seperti di Singapura,” kata Hatanto. (leo)
    

Pemko Batam Pening dengan Proses Pengalihan Aset

0
Sejumlah pengepul barang bekas sedang mencari barang bekas sesaat setelah truk sampah menumpahkan sampah muatannya di Tempat Pembuangan Akhir Punggr, Jumat (20/1). TPA ini menjadi salah satu aset yang ingin diserahkan. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Persoalan serah terima aset dari Badan Penguasahaan (BP) Batam ke Pemerintah Kota (Pemko) Batam belum juga kelar. Pemko Batam menilai BP tidak sepenuh hati dalam menyerahkan aset yang ada kepada Pemko. Padahal aset itu digunakan untuk masyarakat banyak.

Kabag Humas dan Protokol Pemko Batam, Ardi Winata mengatakan status serah terima aset dari BP ke Pemko belum jelas. Apalagi setelah pihaknya melihat setiap aset yang diserahkan tidak secara total.

“Belum ada kemajuan soal serah terima aset. Kabar dari pusat juga belum ada, padahal kami sudah surati,” terang Ardi, Sabtu (15/7).

Contohnya, permintaan Pemko untuk menyerahkan tempat pembuangan telaga (TPA) Telaga Punggur dari BP Batam seluas 48,6 Hektar. Dan ternyata BP hanya mau menyerahkan 22 Hektar dengan alasan lahan sudah tidak ada.

“Padahal sudah jelas dulunya peruntukan TPA itu 48.6 hektar, kok sekarang menjadi 22 hektar. Lahan itu tak cukup untuk daya tampung sampah di Batam, apalagi melihat jumlah penduduk yang semakin meningkat,” jelas Ardi.

Tak hanya TPA, lanjut Ardi. BP juga separuh hati dalam menyerahkan Masjid Agung kepada Pemko. Dimana BP hanya menyerahkan bangunan, sementara lahan parkir tidak.

“Bagaimana orang mau ke sana kalau tak ada lahan parkir,” tegas Ardi.

Menyikapi itu, lanjut Ardi pihaknya sudah menyurati pemerintah pusat untuk kejelasan status lahan. Apalagi dengan ketidak totalan BP Batam dalam memenuhi aset yang diminta Pemko.

“Yang ini saja susah dialihkan, apalagi yang lain. Padahal untuk kepentingan masyarakat juga,” pungkas Ardi. (she)

Setiap Simpang Jalan di Batam akan Diberi Nama

0
Di Batam, orang mengenal persimpangan ini sebagai Simpang Jam. Sekarang dibangun jalan layang pertama di batam.  F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota Batam berencana memberi nama setiap persimpangan jalan di Batam. Sebab, selama ini banyak masyarakat yang hanya berpatok nama simpang berdasarkan bangunan yang ada disana.

Kabag Humas dan Protokol Batam, Ardi Winata mengatakan nama persimpangan jalan akan dilakukan secara bertahap. Dimana sudah ada beberapa persimpangan jalan yang diberi nama, seperti Lubukbaja, Seijodoh dan lainnya.

“Kami lakukan secara bertahap, sudah ada beberapa persimpangan yang diberi nama,” terang Ardi, Sabtu (15/7).

Menurut dia, pemberiaan nama persimpangan bertujuan agar masyarakat tidak bingung. Apalagi, Walikota Batam berencana menjadikan Batam sebagai kota metropolitan, sehingga bisa menarik wisatawan lebih banyak lagi.

“Jadi selama ini, masyarakat beri nama persimpangan berdasarkan bangunan besar yang ada disana. Berarti kalau beda orang, beda lagi dong namanya. Dan itu pastinya membuat bingung,” jelas Ardi.

Dikatakan Ardi, untuk menentukan nama persimpangan pihaknya akan berdiskusi tokoh masyarakat Batam. Sebab, mereka dinilai lebih paham dengan nama-nama dan sejarah di Batam.

“Nah untuk nama, kita minta masukan tokoh masyarakat dulu. Sebab mereka yang lebih paham dengan Batam,” pungkas Ardi. (she)

Kebanyakan Lulusan SMA Ajukan Permohonan AK 1 di Nongsa

0
ilustrasi

batampos.co.id – Kecamatan Nongsa mencatat dari Januari hingga Mei 2017 sebanyak 779 orang mengurus surat AK 1 (kartu pencari kerja). Dan dari beberapa kelurahan yang ada, tercatat permohonan paling tinggi dari Kelurahan Batubesar dan Kabil.

“Paling banyak itu lulusan SMA di daerah kami ini,” kata Sekcam Nongsa, Amuri, Jumat (14/7).

Sedangkan dengan latar belakang pendidikan diploma atau sarjana, kata Amuri ada beberapa. “Tapi itu tak banyak,” ucapnya.

Dari pantauannya permohonan paling tinggi itu, saat setelah anak-anak SMA selesai ujian nasional. Tiap harinya pihak kecamatan selalu melayani permintaan penerbitan surat AK 1.

“Dalam sehari itu banyak sekali,” ucapnya.

Namun hal ini hanya berlangsung beberapa minggu. Setelah pengajuan AK 1 l, kembali normal seperti sedia kala. Tapi ia mengatakan sehabis lebaran ini, terlihat kembali ada lonjakan permintaan surat pencari kerja ini.

“Saya kurang tahu juga kenapa,” ucapnya.

Mengenai angka-angka permohonan AK 1 Perbulannya, Amuri mengatakan tidak memiliki datanya. “Saya tak pegang. Tapi saat selesai UN dan Lebaran ini ada kenaikan permintaan,” ujarnya.

Walau ada perlambatan ekonomi yang terjadi, ia mengatakan masih tetap ramai masyarakat yang mengajukan AK 1 tersebut. “Selalu ada yang mengajukan,” tuturnya singkat. (ska)

Penyelesaian Pelabuhan Punggur Tunggu Lelang

0
Sejumlah kendaraan parkir di Pelabuhan Punggur, Senin (8/5). Bangunan Pelabuhan Punggur terlihat sudah selasai namun belum dioprasikan. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pelabuhan Telaga Punggur hingga kini tidak juga kunjung dioperasikan. Sekilas bangunan pelabuhan ini telah rampung dikerjakan. Namun ternyata masih ada beberapa kekurangan, sehingga pelabuhan ini urung dioperasikan.

“Operasional belum bisa, karena ada beberapa kekurangan. Hal itu berdasarkan dari peninjauan pihak BP Batam sendiri dan BPKP,” kata Direktur Humas BP Batam, Andi Antono, Sabtu (15/7).

Ia menjabarkan hal-hal yang perlu diselesaikan yakni tempat parkir yang masih belum ada, pagar pembatas, lalu di bagian dalam perlu ada penambahan.

“Kami juga masih mengecek apa saja kekurangan lainnya,” ucapnya.

Pelabuhan ini bisa saja digunakan saat ini. Namun bila beberapa penambahan ini dilaksanakan saat penumpang hilir mudik, maka akan menganggu kenyamanan masyarakat. Makanya pihak BP Batam tak ingin mengoperasikan pelabuhan itu saat ini.

“Repotkan, ada penumpang. Lalu pengerjaan dilakukan juga,” tuturnya.

Selain itu, alasan lainnya belum dioperasikan pelabuhan, karena ada prosedur yang harus dilalui BP Batam. “Kalau kami langsung operasikan juga, bisa-bisa kami diperiksa pihak berwenang,” ujarnya.

Untuk penyelesaian pelabuhan ini, kata Andi pihaknya akan melakukan lelang dalam waktu dekat. Pihak yang menang lelang, akan ditunjuk untuk menyelesaikan pembangunan pelabuhan tersebut.

“Kemungkinan tahun ini selesai, dan tahun depan dioperasikan,” ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa bagian parkir pelabuhan tersebut, pihaknya haruslah merubuhkan bangunan terminal lama. Dan untuk merubuhkan itu, kata Andi pihaknya haruslah melakukan inventarisir terlebih dahulu.

“Kami gak mungkin merubuhkan begitu saja. Harus kami hitung dulu dan laporkan,” tuturnya. (ska)

Tingkatkan Pariwisata, Disbudpar Berikan Grade Pada Restoran

0
ilustrasi Foto: Lenni/ Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam meningkatkan Pariwisata Batam dengan memberikan nilai atau poin pada restoran atau rumah makan yang ada di Batam. “Tim sudah turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemko Batam, Pebrialin, Jumat (14/7).

Langkah ini diambil Pebrialin, agar sektor-sektor penunjang Pariwisata Batam, bisa lebih baik lagi. Ia mengatakan makanan termasuk hal yang penting, untuk membuat para turis nyaman saat liburan di Batam.

“Makanan yang enak, higienis tentu bagi yang muslim halal juga,” ujarnya.

Pebrialin mengatakan bila ada makanan yang kurang enak, baik atau higienis. Maka tim dari Disbudpar akan meminta restoran atau rumah makan itu meningkatkan kualitas masakan mereka. “Kuliner cukup penting dalam meningkat Pariwisata,” ucapnya.

Batam, kata Pebrialin memiliki berbagai penganan atau masakan yang sangat menggiurkan para wisatawan. Makanan olahan restoran di Batam, saat ini cukup membuat para wisatawan untuk datang kembali ke Batam.

“Masakan khas Melayu cukup banyak ditemui di Batam,” tuturnya.

Dalam rangka meningkatkan kualitas makanan. Pebrialin mengatakan pihaknya juga melakukan pagelaran kontes makanan.

“Minggu di Engku Putri kami menggelar kontes makanan berbahan dasar ikan. Pemenang kontes ini, berhak mengikuti kontes selanjutnya di Jakarta. Ini semacam seleksi,” ujarnya. (ska)

Nantikan Keputusan Pimpinan KPK

0
ilustrasi

batampos.co.id – Belum diumumkannya tersangka baru dalam kasus dugaan rasuah kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) membuat integritas pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dipertaruhkan. Sebab, di tangan kelima pimpinan itu penetapan pelaku anyar kasus dengan kerugian negara Rp 2,3 triliun tersebut diputuskan.

Mantan Wakil Ketua KPK Amien Sunaryadi mengatakan, ada atau tidaknya tersangka baru e-KTP bergantung pada keputusan pimpinan. Penyidik hanya menyodorkan surat perintah penyidikan (sprindik) kepada mereka.

”Dulu kalau orangnya tidak ada (di kantor), keputusan disampaikan lewat SMS (short message service, Red),” ujarnya ditemui di kawasan Cikini, Jakarta, kemarin (15/7).

Karena itu, penting bagi pimpinan KPK sekarang ini untuk segera menyampaikan kepada publik soal keputusan ada atau tidaknya tersangka baru e-KTP. Apalagi, dorongan publik terhadap pengusutan kasus itu semakin kuat setelah KPK memeriksa Ketua DPR Setya Novanto pada Jumat (14/7).

”Keputusan itu diambil 5 orang (pimpinan),” tegas pimpinan KPK jilid 1 tersebut.

Sebagaimana diwartakan, sampai saat ini KPK belum mengumumkan tersangka baru kasus indikasi korupsi berjamaah e-KTP. Padahal, Ketua KPK Agus Rahardjo berkali-kali menjanjikan segera menetapkan nama lain yang menjadi sosok sentral dalam rasuah di proyek senilai Rp 5,9 triliun itu. Apalagi, informasinya tim satuan tugas (satgas) e-KTP juga sudah melakukan gelar perkara (ekspose).

Amien mengatakan, penetapan tersangka baru yang diajukan penyidik melalui surat perintah penyidikan (sprindik) memang cukup selektif. Di era pimpinan KPK jilid 1, misalnya, perbedaan pendapat antara komisioner satu dengan lainnya sangat lazim terjadi sebelum keputusan disampaikan.

”Ada kalanya yang 4 (pimpinan) setuju, tapi 1 (pimpinan) tidak setuju,” beber pria yang kini menjabat Kepala Satuan Kerja Khusus (SKK) Pelaksanaan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (Migas) tersebut. Hanya, meski berbeda argumen, semua pimpinan harus menyampaikan keputusan.

”Jadi tetap saja ambil keputusan (atas sprindik, Red),” paparnya.

Amien juga menyatakan, perbedaan pendapat di kalangan pimpinan tidak sedikit yang membuat sprindik urung diputuskan. Kondisi itu pernah terjadi di era pimpinan KPK jilid 1. Kala itu calon tersangka yang disebut dalam sprindik meninggal dunia. ”Jadi harus betul-betul selektif,” ungkap pria asal Malang, Jawa Timur tersebut.

Sekarang tinggal pimpinan KPK berani atau tidak mengumumkan tersangka baru e-KTP. Tentu, setiap keputusan itu harus disertai dengan analisa yang rasional. Misal, terkait dengan penyelidikan yang dilakukan sebelum sprindik dibuat.

”(Dulu) banyak hasil analisa pengumpulan bahan keterangan yang tidak masuk ke penyelidikan, dari penyelidikan juga banyak yang tidak masuk ke penyidikan,” imbuhnya. (tyo)

Bupati Natuna Ajak Warga Peduli Potensi Wisata

0

batampos.co.id – Kabupaten Natuna di Provinsi Kepulauan Riau akan menggelar Pekan Natuna Expo pada 29 Agustus hingga 1 September mendatang.

Sebelumnya, Natuna pada awal Juni lalu juga menggelar Festival Wisata Bahari yang mampu menyedot wisatawan mancanegara (wisman). Ada 12 yacht yang membawa 24 wisman asal Australia, Malaysia, Amerika Serikat, Inggris, Irlandia dan beberapa negara lainnya yang masuk ke Natuna.

Sedangkan Pekan Natuna Expo 2017 akan digelar di Kota Ranai dan Pulau Senoa. Bupati Natuna Hamid Rizal pun mengajak warganya untuk makin peduli pada potensi pariwisata dengan menyukseskan event Pekan Natuna Espo 2017.

“Kegiatan ini akan menjadi agenda tahunan dalam rangka mendukung promosi dan percepatan pembangunan sektor pariwisata yang diharapkan juga akan berdampak positif bagi pengembangan sektor lainnya,” ujar Hamid tentang event yang juga didukung Kementerian Pariwisata itu.

Hamid meyakini event itu akan berimbas positif bagi warga Natuna, terutama dalam upaya pemberdayaan sektor ekonomi kerakyatan yang memanfaatkan sumber daya lokal.

“Sekaligus mendorong usaha kreatif di antaranya bagi para pengrajin suvenier, pengusaha kuliner, penggiat kesenian budaya dan pelaku usaha lainnya,” tuturnya.

Sedangkan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Natuna Erson Gempa Afriandi mengatakan, pembukaan Pekan Natuna Expo 2017 akan dimulai dengan peluncuran branding pariwisata kabupaten yang dilintasi jalur pelayaran internasional itu.

Sedangkan pada hari kedua Pekan Natuna Expo 2017 akan ada Festival Pulau Senoa yang digelar sejak pagi hingga sore hari.

“Di Pulau Senoa akan digelar lomba pacu kolek yang merupakan alat transportasi air yang masih tradisional. Ada pula lomba fotografi dengan tema foto Wonderful Senoa,” sebutnya.

Tapi yang juga unik dalam Pekan Natuna Expo 2017 adalah Festival Nyuluh yang sangat khas di pulau-pulau di Kabupaten Natuna. Menyuluh diadaptasi dari usaha masyarakat pesisir untuk mendapatkan ikan tanpa harus berlayar ke tengah laut.

“Penangkapan ikan dengan teknik menyuluh ini dilakukan pada malam hari di kala air laut sedang surut. Dengan bermodal lampu suluh, masyarakat mencari ikan yang terperangkap disurutnya air atau perairan dangkal,” tuturnya.

Erson menambahkan, Festival Nyuluh akan menjadi yang pertama kalinya digelar. Karena itu dengan keunikan menyuluh maka event tersebut diyakini akan mampu menyedot wisatawan.

Erson menambahkan, Pekan Natuna Expo 2017 juga akan disemarakkan oleh berbagai pertunjukan seni dari berbagai daerah di Indonesia. Misalnya, reog, angklung, barongsai, hingga permainan gasing, alu dan mendu.

Pemkab Natuna pun mengharapkan event yang berlangsung selama empat hari itu bisa menyedot wisatawan pelintas batas atau cross border tourist. Target penyelenggaraan Pekan Natuna Expo 2017 adalah bisa mendatangkan sekurang-kurangnya 500 wisman.

“Semoga dengan Expo Natuna dapat mengangkat nama Natuna dalam percaturan Destinasi Wisata Baru yang berkembang pesat dan memiliki daya saing dengan destinasi wisata lainnya yang ada di wilayah negara Republik Indonesia,” harapnya.

Menpar Arief Yahya berterima kasih atas upaya Kepri dengan Expo Natuna itu.

“Selamat berpameran dan menampilkan potensi alam dan kuliner di sana,” katanya. (*)

Rahasia Warna Putih Pada Grand Slam Wimbledon

0
Ilustrasi (Wahyu Kokang/Jawa Pos)

Putih menjadi warna wajib pada grand slam Wimbledon.

Karena itu, kostum lapangan semua pemain harus serbaputih. Baju, celana, sepatu, kaus kaki, wristband, headband, hingga pakaian dalam. Pasangan ganda putra junior, Zsombor Piros dan Wu Yibing, dipaksa ganti oleh wasit gara-gara celana dalam mereka berwarna hitam.

Awalnya, Piros dan Yibing bersiap menjalani pertandingan melawan Sebastian Korda/Nicolas Mejia. Mereka duduk santai di bench sambil menunggu waktu pemanasan. Tiba-tiba, wasit menghampiri mereka. Dia lalu berkomunikasi lewat walkie talkie. Sesaat kemudian, seorang petugas masuk lapangan sambil membawa sepasang celana dalam. Semuanya putih.

’’Mereka diminta ganti karena warna celana dalam mereka ’tembus’. Kelihatan kalau warnanya hitam. Petugas langsung menyiapkan ganti,’’ ucap salah seorang pengawas pertandingan sebagaimana dikutip Independent (jangan tanya berapa jumlah celana dalam atau bra putih yang disiapkan panitia untuk kasus-kasus serupa).

Untung, harus ganti celana dalam sebelum bertanding tidak merusak mood mereka. Piros/Yibing menang straight set di putaran pertama. Nah, pada putaran kedua, ketika sudah tak ada problem daleman, mereka malah kalah.  (fam/c19/na)