batampos.co.id – Bupati Karimun Aunur Rafiq minta pihak PT.Timah (persero) Tbk memprioritaskan tenaga lokal dalam rekrutmen tenaga kerja. Mengingat tenaga kerja lokal juga memiliki kemampuan (skill) yang dapat dipekerjaan.
“Kalau ada lowongan pekerjaan tolong dulukanlah orang kami di sini sehingg tenaga kerja lokal dapat bekerja di kampungnya sendiri,” kata Aunur Rafiq.
Ungkapan itu disampaikan Bupati di hadapan Direktur Utama (Dirut) PT.Timah (Persero) Tbk serta jajaran direksi dan komisaris saat acara halal bi halal di Wisma Timah, Senin (17/7) malam lalu. Diharapkan keberadaan PT.Timah dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat di Kabupaten Karimun. Dalam hal ini diminta masyarakat saling menjaga keberadaan PT.Timah agar ke depanya lebih memberikan kesejahteraan.
Rafiq juga menyampaikan berbagai program CSR dari PT.Timah sudah dapat dirasakan masyarakat dengan harapan ke depanya akan lebih banyak lagi. Dukungan dan bantuan yang diberikan dalam rangka meningkatkan pembangunan di Kabupaten Karimun. (ims)
mMata kiri korban NG Sun Kia yang lebam akibat pemukulan. F. ist
batampos.co.id – Ng Sun Kia, warga Tanjungbalai Karimun ini dipukul oleh Asiong di bagian mata kirinya di Selat Beliah Kundur Utara. Akibat pemukulan itu, sarat mata Sun Kia divonis dokter mengalami kerusakan hingga penglihatannya kabur.
Aksi pemukulan tersebut berawal saat Asiong meminta agar korban segera melunasi utang pembelian material bahan bangunan sebesar Rp 10 juta lebih.
Karena belum punya uang dan hanya mengantongi Rp 500 ribu saja, korban berniat mengangsur utangnya sebesar Rp 500 ribu. Namun Asiong menolak dan bersikeras tetap meminta utangnya dibayar lunas saat itu juga.
Korban kembali menjanjikan kalau utangnya akan dibayar lunas setelah kembali lagi nanti ke Selat Beliah. Jengkel karena korban tak juga bisa membayar lunas utangnya saat itu juga, Asiong yang emosi langsung mendaratkan pukulannya tepat mengenai dada korban. Pelaku kembali mendaratkan pukulannya tepat mengenai mata kiri korban hingga menyebabkan mata korban lebam.
Mendapat pukulan tepat di mata kirinya, korban jatuh tersungkur. Tahu korbannya terjatuh, bukannya menghentikan aksinya penganiayaannya, pelaku justru kembali memukuli korban. Aksi pelaku sempat ditahan oleh istrinya. Kesempatan tersebut digunakan korban untuk kabur dari toko pelaku.
Korban pergi dari toko pelaku menggunakan sepeda motor berboncengan dengan kawannya Rais bin Nur. Meski sempat dikejar pelaku, Sun Kia langsung kabur menuju ke Mapolsek Kundur Barat membuat laporan penganiayaan. Hingga kini korban masih berobat ke salah satu rumah sakit di Malaysia.
Kerusakan mata kiri Sun Kia cukup parah, bahkan bisa berujung pada kebutaan.
“Pemeriksaan hasil medisnya dilakukan di rumah sakit Malaysia. Kerusakan mata kiri bapak saya permanen karena sangat parah,” ujar salah astu anak Sun Kia, Meri, Rabu (19/7).
Meri tak terima dengan perlakuan Asiong kepada orangtuanya. Padahal Asiong sudah dianggap saudara. Karena kondisi mata korban parah, Meri meminta polisi mengusut kasus pemukulannya sebagaimanan yang dilaporkan korban saat kejadian.
Meski sudah dilaporkan oleh korbannya ke polisi, Asiong belum juga ditahan. Asiong sendiri sudah datang ke rumah korban meminta maaf. Tapi permintaan maaf pelaku ditolak korban. (enl)
Kapolda Kepri Irjen Sam Budigusdian. Foto: Cecep Mulyana/Batampos
batampos.co.id – Lima orang oknum anggota reserse narkoba Polres Bintan terancam dipecat, akibat menjual barang bukti sabu seberat 5 ons. Namun penyelidikan tak hanya berhenti hingga oknum polisi bintara itu saja. Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian menyatakan akan mengusut tuntas, hingga siapa yang memerintahkan kelima oknum ini untuk menjual barang bukti tersebut.
“Yakinlah pada Polda Kepri. Soal narkoba, kami tidak pernah main-main. Contohnya saja, sudah 47 anggota polisi terlibat narkoba kami PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat,red),” kata Irjen Pol Sam Budigusdian, Rabu (19/7).
Sam mengencam tindakan kelima orang oknum polisi tersebut. Dimana mereka tak hanya menjual barang bukti, tapi juga mengganti barangbukti yang ada dengan tawas. Sehingga berat barang bukti yang diamankan tersebut tetap sama, saat di awal penggerebakan.
“Ini tindakan tercela. Walaupun memang tidak semuanya (barang bukti ditukar,red). Dari penyelidikan kami hingga sekarang ini, hanya 5 ons saja yang diganti tawas,” ujarnya.
Kelima orang tersebut, dipastikan Sam akan dihukum sesuai dengan undang-undang hukum pidana. Dan bila nantinya kelima orang tersebut dihukum penjara di atas 3 bulan, maka dipastikan akan dipecat dari kapolisian Republik Indonesia.
“Ini pasti pidana,” ucapnya.
Sam juga berjanji akan melakukan tindakan tegas, bila atasan dari kelima oknum polisi ini ikut terlibat dalam tindakan menjual barang bukti tersebut. “Siapapun yang terlibat di sini, akan ditindak,” kata Sam.
Saat ini untuk pemeriksaan kelima orang polisi ini, kata Sam sedang ditangani oleh pihak Polres Tanjungpinang untuk pidananya. Sedangkan kode etik kepolisianya, ditangani oleh Propam Polda Kepri.
Sebelumnya diberitakan Polres Tanjungpinang mengamankan bandar narkoba jenis sabu. Dari pengembangan yang dilakukan pihak kepolisian, bandar tersebut ternyata mendapatkan sabu tersebut dari oknum polisi di Polres Bintan. Sehingga pihak kepolisian melakukan penyelidikan, dan akhirnya diamankan lima orang oknum Polres Bintan.
Barang bukti yang diberikan oleh oknum Polres Bintan ini, hasil tangkapan dari Polres Bintan di Hotel Comfort pada beberapa waktu lalu. Dimana barang bukti yang disita dari penangkapan itu sebanyak 16 kg, lalu juga beberapa butir pil ektasi. (ska)
Aktivitas jual beli ikan di Pasar KUD Tanjungpinang, Sabtu (2/4). F.Yusnadi/Batam Pos
batampos.co.id – Dalam waktu beberapa hari terakhir, ikan karang sukar didapati di Pasar Tanjungpinang. Sejumlah pedagang mengaku, pasokan dari nelayan untuk ikan karang cukup rendah dalam beberapa pekan terakhir. Kalaupun ada, jangan heran jika harganya tidak seperti hari-hari biasa.
“Sekarang ini angin lagi kuat. Lagi pula, kata nelayan, sekarang juga sedang tidak musim ikan karang, jadi susah dapatnya,” ujar Joko, pedagang ikan di Pasar Bintan Center Tanjungpinang, Rabu (19/7).
Kondisi ini membuat penjual ikan segar seperti Joko dalam kondisi sulit. Jika menolak penjualan ikan dari nelayan, sudah bisa dipastikan nelayan akan kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Jika diterima, mau tidak mau,
Joko juga harus menjualnya dengan harga yang lebih tinggi untuk sekadar menutupi modal. “Biasanya cuma Rp 15 ribu-an sekilonya. Sekarang bisa Rp 20 – 35 ribu. Jadi tidak banyak juga masyarakat yang beli,” ungkapnya.
Lain halnya dengan ikan tongkol. Jika sebelumnya pada momen lebaran ikan ini harganya cukup tinggi, kini sudah tidak lagi. Tongkol putih, misalnya. Pada musim Lebaran lalu, harganya bisa mencapai Rp 40 ribu per kilogram.
“Tapi sekarang sudah Rp 28 ribu saja. Kalau tongkol merah lebih murah, per kilonya hanya Rp 23 ribu,” beber Joko. (aya)
batampos.co.id – Pemerintah saat ini menyiapkan regulasi terkait dengan pemanfaatan mobil listrik. Di antara regulasi yang bakal diatur adalah insentif perpajakan terhadap teknologi transportasi ramah lingkungan tersebut.
Menteri ESDM Ignasius Jonan menyatakan, Presiden Joko Widodo telah memberikan instruksi tertulis untuk menyiapkan regulasi itu. Insentif pajak diperlukan untuk mendorong pemanfaatan mobil listrik.
Tanpa adanya insentif, harga mobil listrik tidak akan terjangkau masyarakat luas.
”Mobil listrik Tesla yang Anda lihat di banyak tempat di Hongkong itu jika masuk Indonesia dengan kebijakan fiskal yang sama seperti saat ini, mungkin harganya mencapai Rp 2 miliar. Ya enggak ada yang beli,” jelas Jonan memberikan contoh.
Dia mengungkapkan, draf regulasi tersebut saat ini dibahas tim lintas kementerian yang beranggota Kementerian Keuangan, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian ESDM.
”Kami nyusun dulu, kira-kira hampir final. Kami nanti konsultasikan kepada Bapak Presiden. Tahun ini regulasinya selesai,” katanya dalam acara Powering Indonesia 2017 di Hotel Mulia, Jakarta, kemarin (19/7).
Mantan Dirut PT KAI itu menuturkan, mobil listrik tidak diarahkan sebagai jenis energi baru dan terbarukan (EBT). Namun, dengan adanya mobil listrik, diharapkan timbul kesadaran masyarakat untuk mau menggunakan energi bersih.
Penggunaan mobil listrik juga diyakini dapat mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan.
”Ini bukan proyek mobil listrik. Ini adalah tentang bagaimana negara ini menerima mobil listrik untuk mengurangi emisi karbon,” ungkapnya.
Pemerintah tetap ingin mewujudkan 23 persen energi terbarukan dalam bauran energi nasional.
”Dari sektor transportasi, kontribusinya cukup besar,” ucapnya.
Selo, salah satu mobil listrik karya anak bangsa.
Seperti diketahui, konsumsi minyak tercatat terus naik di tengah tren penurunan produksi minyak. BP Statistical Review mencatat tren konsumsi bahan bakar minyak yang terkerek naik. Pada 2005, konsumsi BBM berada di level 1,3 juta bph. Lima tahun kemudian, tepatnya pada 2010, konsumsi naik ke level 1,4 juta bph dan naik ke 1,6 juta bph pada 2015.
Data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menunjukkan realisasi produksi siap jual (lifting) minyak dan gas bumi selama semester I 2017 menurun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Capaian tersebut berada di tengah harga minyak yang masih rendah di bawah USD 50 per barel.
Lifting minyak sejak awal Januari hingga akhir Juni 2017 mencapai 802 ribu barel per hari (bph). Padahal, realisasi tahun lalu pada periode yang sama mencapai 817 ribu bph. Selain lebih rendah dibanding 2016, capaian tersebut masih berada di bawah target tahun ini.
Dalam APBN 2017, lifting minyak dipatok 815 ribu bph. Adapun dalam rencana kerja dan anggaran (RKA) yang sudah disetujui kontraktor dan SKK Migas, lifting ditarget 808 ribu bph.
Berdasar data PT Pertamina (Persero), impor minyak mentah diperkirakan menyentuh angka 140 juta barel sepanjang 2017 atau lebih tinggi 5 persen dari realisasi impor 2016 sebanyak 134 juta barel.
Impor minyak itu didatangkan dari beberapa negara seperti Arab Saudi (39 juta barel); Afrika (18 juta barel); Asia mencakup Malaysia, Thailand, dan Brunei Darussalam (60 juta barel); serta Mediterania (32 juta barel). (dee/c23/sof/jpgroup)
batampos.co.id – Hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) yang dilakukan lima tahun sekali menempatkan Batam sebagai kota dengan biaya hidup tertinggi kelima. Sebulan, warga Batam dengan satu istri dan dua anak paling tidak menghabiskan Rp 6,3 juta untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.
Survei ini dilakukan di 82 kota, 49 kabupaten di 33 Provinsi dengan melibatkan 136.080 rumah tangga, masih menempatkan Jakarta sebagai kota dengan biaya hidup tertinggi, yakni Rp 7,5 juta per rumah tangga per bulan.
Biaya hidup tertinggi kedua dipegang Jayapura sebesar Rp 6,93 juta per rumah tangga per bulan. Menyusul Ternate Rp 6,4 juta, Depok Rp 6,3 juta, lalu Batam.
Di bawah Batam ada Monokwari Rp 6,2 juta, Banda Aceh Rp 6,1 juta, Surabaya Rp 6,0 juta, Pekanbaru Rp 5,8 juta, Makassar Rp 5,7 juta, Bekasi Rp 5,7 juta, dan Tanjungpinang ada di urutan ke-12 dengan biaya hidup 5,7 juta per bulan per rumah tangga dengan empat anggota keluarga.
Sementara untuk biaya hidup terendah adalah Banyuwangi, Jawa Timur hanya Rp 3 juta per bulannya.
Kepala Badan Pusat Statistik Kepulauan Riau, Panusunan Siregar mengatakan salah satu faktor terbesar yang menyebabkan Batam masuk lima besar kota dengan biaya hidup tertinggi karena faktor geografis. Sebagai daerah kepulauan, semua bahan logistik dibawa melalui jalur laut. Hal ini mempengaruhi harga yang dibayarkan masyarakat ikut tinggi.
“Ketika suplai terlambat, langsung harga melonjak. Inilah risiko daerah yang kondisi geografisnya kepulauan,” kata Panusunan, Rabu (19/7).
Ia mencontohkan, kenapa Papua masuk dua besar biaya tertinggi di Indonesia. Kondisi geografislah penyebabnya, hampir semua logistik dibawa melalui jalur udara, karena tidak adanya jalur darat yang memadai disana.
“Tak mengherankan ketika satu karung semen dijual Rp 1 jutaan, karena dibawa lewat pesawat,” tuturnya.
Ditambahkannya, sisi konsumsi sehari-hari juga menyebabkan Batam masuk masuk dalam kota dengan biaya hidup tertinggi. Hampir 95 persen kebutuhan masyarakat Batam didatangkan dari luar daerah.
“Sebagai kota industri, itu sebabnya harga manufaktur lebih rendah. Sedangkan kebutuhan lebih mahal dibanding daerah lain,” paparnya.
Selanjutnya kata Panusunan, Batam bukanlah daerah penghasil kebutuhan sembilan bahan pokok. Kebanyakan didatangkan dari luar daerah Batam dan ini membutuhkan biaya tambahan transportasi. Itulah mengapa harga sembako di Batam jauh lebih mahal dibanding daerah lain. Sementara kebutuhannya sendiri sangat tinggi.
“Yang paling dibutuhkan beras, memiliki andil 30 persen. Ketika beras langka dari luar daerah, harga menjadi tinggi,” ungkap Panusunan.
Selanjutnya rokok. Bagi daerah pinggiran di Batam, rokok lebih diutamakan dari biaya sekolah anaknya. Itulah mengapa ketika distribusi terganggu, harga melambung.
Panusunan sendiri tetap yakin posisi Batam dilima besar akan tetap kokoh pada survei 2017-2022 nanti. Sebab, survei lima tahun sebelumnya menjadi dasar penetapan inflasi hingga saat ini.
“Prediksi kita masih kategori tinggi. Itu makanya upah minimum kota (UMK) di Batam termasuk tinggi. Karena disesuaikan dengan biaya hidup yang juga tergolong tinggi,” katanya. (rng)
Gubernur Kepri Nurdin Basirun bersama Kapolda Kepri Irjen Sam Budigusdian dan undangan melakukan peletakan batu pertama pemabangunan ruang rawat inap Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri, Rabu (19/7). F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Batam masih tingkat IV, tapi memiliki fasilitas yang terbaik dan kenyang akan pengalaman dalam penanangan identifikasi jenazah. Polda Kepri terus melakukan pengembangan rumah sakit tersebut, agar dapat meningkatkan pelayanan dan fungsinya sebagai rumah sakit kepolisian.
“Tahap II pembangunan rumah sakit ini, dimulai dari hari ini (19/7), dengan anggaran Rp 3,5 miliar. Dana ini hibah dari Pemerintah Provinsi Kepri,” kata Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian, Rabu (19/7).
Pembangunan tahap II rumah sakit ini, akan targetkan selesai pada akhir November 2017. Sam mengatakan selesainya bangunan baru itu, akan meningkatkan daya tampung RS Bhayangkara. “Sebelumnya kami hanya bisa menampung 25 orang untuk rawat inap. Tapi ke depannya, bisa jadi 75 orang,” ujarnya.
Selain itu, Sam mengatakan Rs Bhayangkara Batam akan memiliki ruang operasi dengan peralatan yang canggih. Ruang operasi ini memiliki dua tempat tidur, yang direncanakan akan diresmikan bulan depan. “Ruang operasi sudah ada, tinggal peresmiannya saja. Peralatannya bantuan dari Mabes Polri,” ucapnya.
Rs Bhayangkara Batam tidak hanya menyediakan rawat inap untuk masyarakat setempat saja. Tapi juga untuk rawat inap bagi tahanan kepolisian.”Sebelumnya tak ada, Tahanan kami rawat inap di rumah sakit swasat dengan penjagaan ketat pihak kepolsian. Tapi ke depan, bisa di sini,” ujarnya.
Sam mengatakan Rs Bhayangkara Batam juga memiliki fasilitas lima tempat tidur di ruangan ICU (Intensive Care Unit). “Untuk fasilitas VIP juga ada,” ucapnya.
Rs Bhayangkara tidak hanya mendapat bantuan dari Pemerintah Provinsi Kepri saja. Tapi juga dari Pemerintah Kota Batam sebesar Rp 1,2 miliar, untuk pembangunan batu miring. “Terimakasih untuk semua pihak, yang sudah mendukung pembangunan Rs Bhayangkara. Semoga rumah sakit ini dapat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat sekitarnya,” ujarnya. (ska)
Seorang petugas ATB tengah memberikan penjelasan terkait keluhan yang disampaikan oleh konsumen saat berkunjung ke kantor ATB di Sukajadi, Batam. foto: DOK/ATB
batampos.co.id – Manajemen PT Adhya Tirta Batam (ATB) menjamin ATB tetap memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen, meski kontrak konsesi tak lama lagi berakhir (2020). Jaminan ini tak terlepas dari nama baik ATB sebagai salah satu pengelola air terbaik di Indonesia.
“Jangan ragu, kami tak akan menurunkan pelayanan meski kontrak akan habis. Malahan kami akan terus meningkatkan pelayanan. Tak mungkin kami menurunkan pencapaian yang meningkat,” kata Enriqo Moreno, corporate Communication Manager ATB, Rabu (19/7).
Namun lanjutnya, peningkatan pelayanan tentunya harus mendapat dukungan dari semua pihak. Sebab tak mungkin ATB berjalan sendiri dalam memberi pelayanan kepada masyarakat.
Dikatakannya, presentase tingkat kebocoran air yang dikelola ATB hanya 15 persen. Persentase itu dinilai paling rendah di Indonesia yang rata-rata mencapai 30-35 persen. Seperti Jakarta tingkat kebocoran 40 persen dan Surabaya 23 persen.
“Sedangkan Batam hanya 15 persen, dan itu tingkat kebocoran terendah di Indonesia,” jelas Enriqo.
Disisi lain, Enriqo tidak membantah adanya perumahaan warga yang tidak pendapat pelayanan air 24 jam sehari. Hal itu diperkirakan karena lokasi pemungkiman warga yang tinggal di dataran lebih tinggi atau diujung pipa.
“Memang ada, tetapi jumlahnya tak banyak. Hanya sekitar 1000-2000 pelanggan dari 260.000 pelanggan kita. Yang artinya hanya 0,3 persen,” imbuh Moreno.
Menurut dia, kondisi itu jauh berkurang dibandingkan dua tahun lalu. Dua tahun lalu ada sekitar 5000-6000 konsumen yang tidak mendapat pelayanan air 24 jam setiap hari.
“Kami bekerja sesuai progres dan terus membenahi pelayanan,” ujar Enriqo.
Meski begitu, kata Enriqo. Kebutuhan air bukan berdasarkan jam, namun liter. Dimana kebutuhan rata-rata air perorangan 150 liter dan minimum 60 liter perhari. Sementara untuk Batam, setiap konsumen bisa memakai 170-190 liter perharinya.
“Artinya kebutuhan air teratasi. Tolak ukur kebutuhan air dari kuantitas bukan dari waktu 24 jam,” kata Enriqo.
Dikatakannya, pelanggan tak akan kekurangan apabila menampung air pada saat air mengalir. Kondisi air mati juga pada saat beban puncak sedang tinggi yakni antara pukul 06.00 WIB hingga 10.00 WIB, kemudian pukul 16.00 WIB hingga 19.00 WIB.
“Itu karena waktu beban puncak. Pelanggan yang berada di wilayah lebih rendah biasanya menghidupkan air, sehingga aliran air ke daerah ujung terputus. Namun intinya, pelanggan tak akan kekurangan air selama menampung,” pungkas Endriqo.
Di tempat terpisah, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kota Batam, Gintoyono Batong mengapresiasi komitmen ATB tetap menjamin layanan hingga jelang konsesi berakhir. Namun Gintoyono tetap meminta komitmen itu juga tetap diberikan meski tahapan lelang pengelolaan air bersih di Batam tengah dilakukan nanti di 2020.
Menurutnya, hal ini jadi prioritas karena jika berkenaan dengan masyarakat Batam, Pemko Batam sudah seyogyanya memastikan kebutuhan dasar warganya tak terganggu.
“Kalau berkaitan dengan tarif dan lain-lain itu, masalah antara Badan Pengusahaan (BP) Batam dan Pemerintah Provinsi, kami hanya minta masyarakat jangan kena imbasnya,” ucapnya.
BPP SPAM Dampingi BP Batam
Deputi IV BP Batam, Robert Purba Sianipar, juga angkat bicara soal konsesi pengelolaan air bersih dengan ATB yang akan segera berakhir. BP Batam telah menggelar rapat internal dengan Pemko Batam dan ATB.
“BP Batam ingin mendengar masukan tentang kondisi pelayanan air minum saat ini. Dan Pemko meminta agar tidak terjadi gangguan pelayanan air minum bila konsesi ATB berakhir,” jelasnya.
Kemudian Robert mengungkapkan Badan Peningkatan Penyelenggaran Sistem Penyediaan Air Minum (BPP SPAM) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) telah menyatakan kesediaanya untuk mendampingi BP Batam dalam mengakhiri konsesi dengan ATB.
“Pengalaman BPP SPAM menunjukkan diperlukan waktu tiga tahun untuk menangani pengakhiran perjanjian konsesi. Lelang juga akan dilaksanakan sebelum tahun 2020,” ujar Robert mengakhiri.
Terkait polemik pajak air permukaan, BP Batam mendapat masukan dari Pemko Batam untuk segera menyatukan suara dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri.
“Terkait besaran Nilai Perolehan Air (NPA) sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) Kepri Nomor 25 Tahun 2016, Pemko Batam menyarankan agar BP Batam berkoordinasi langsung dengan Pemprov Kepri,” jelas Robert, Rabu (19/7).
NPA di Batam kata Robert merupakan suatu hal yang tak lazim karena nilainya menjadi yang paling tinggi di Indonesia.
“Di daerah lain, NPA hanya berkisar antara Rp 100 hingga Rp 250 permeter kubik. Sedangkan disini mencapai Rp 1800 permeter kubik,” terangnya. (she/cr13/leo)
batampos.co.id – Satu pendatang baru siap bersaing dengan Gojek dan layanan sejenis lainnya.
Ya, PT Angelita Trans Nusantara yang merupakan perusahaan jasa rental mobil nasional kini meluncurkan layanan jasa berbasis aplikasi online Atrans. Layanan online yang ditawarkan Atrans terbilang lengkap. Yakni, Trans Ojek, Trans Send, Trans Food, Trans Car, Trans Day Rent, Trans Box.
Untuk lebih jelas, berikut layanan online yang dihadirkan Atrans:
Trans Ojek: Ojek sepeda motor menggunakan aplikasi.
Trans Send: Layanan sepeda motor untuk pengiriman barang menggunakan aplikasi.
Trans Food: Layanan sepeda motor untuk pemesanan makanan menggunakan aplikasi.
Trans Car: Layanan mobil penumpang menggunakan aplikasi.
Trans Day Rent: Layanan sewa mobil penumpang dengan biaya harian menggunakan aplikasi.
Trans Box: Layanan sewa mobil barang menggunakan aplikasi.
Layanan Online yang Ditawarkan Atrans (Istimewa)
Managing Diretor Atrans Arynto C. Samudro mengungkapkan, salah satu langkah strategis perusahaanya adalah mengubah wujud jasa rental mobil konvensional yang seringkali kaku dengan waktu, menjadi lebih dinamis dan mudah diakses oleh semua kalangan kapanpun dan dimanapun.
Layanan Online yang Ditawarkan Atrans
“Kami ingin memberikan solusi jasa transportasi terbaik bagi masyarakat Indonesia, baik dari kalangan bawah, menengah dan perusahaan, yang hingga kini telah menjadi konsumen loyal utama kami,” katanya saat peluncuran Atrans di Jakarta, Selasa (18/7).
Saat ini aplikasi Atrans sudah bisa diunduh di Play Store dan App Strore. “Demi meningkatkan layanan kepada pengguna, tahun ini ATRANS mencanangkan target pertumbuhan armada hingga mencapai 30.000 unit yang terdiri dari mitra motor dan mobil diseluruh wilayah Indonesia,” katanya. (fab/JPC)
batampos.co.id – Polsek Bintan Timur berhasil mengamankan pelaku pencabulan dilakukan DB, 64. Kakek ini nekad mencabuli dua orang bocah bawah umur. Korban berumur 9 tahun dan 6 tahun ini merupakan anak tetangganya.
“Pelaku berhasil kami amankan, Minggu (16/7) sekitar pukul 22.00 WIB, sehabis pulang kerja dari kebun di jalan Menteng, Kelurahan lengkuas Kecamatan Bintan Timur,” ujar Kapolsek Bintan Timur, AKP Abdul Rahman di Mapolsek Bintan Timur, Selasa (18/7).
Abdul menjelaskan, penangkapan pelaku ini berawal dari pengaduan kedua korban kepada orang tuanya. Kemudian orang tua korban bersama warga menemui pelaku yang saat itu sedang bekerja di kebun.
“Pelaku sempat diamuk massa. Untungnya polisi bergerak cepat sehingga kejadian main hakim sendiri itu bisa dicegah,” ungkapnya.
Dikatakan Abdul, pelaku sudah melakukan perbuatan keji itu sebanyak dua kali terhadap kedua bocah yang merupakan kakak beradik tersebut, dengan diiming-imingi uang dan permen.
“Pelaku lupa kapan pertama kali dia melakukan perbuatan itu, namun untuk memuluskan aksi bejatnya itu, pelaku janji kasih uang sama permen,” terangnya.
Sementara itu, kakek yang memiliki enam orang anak ini mengaku menyesal telah melakukan perbuatan tersebut.
“Saya khilaf. Istri saya lagi pulang kampung. Gimana kalau dia nanti lihat saya begini. Saya sungguh menyesal,” ungkapnya sambil menangis.
Atas perbuatannya, pelaku ini akan dikenakan pasal 82 jo pasal 76 E UU nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.
“Pelaku diancam hukuman paling lama 15 tahun penjara,” tutup Abdul. (cr20)