Warga memilih barang-barang bekas asal Singapura di Pasar Seken Puakang, Karimun, Jumat (28/7). F.Tri Haryono/Batam Pos.
batampos.co.id – Karimun memiliki ciri khas tersendiri yang tak bisa lenyap ditelan zaman dan selalu menjadi pilihan masyarakat. Apa itu? Ciri khas yang dimaksud adalah berburu aneka barang bermerek mulai dari perabotan rumah tangga hingga pakaian dan sebagainya di pasar seken.
Masyarakat Karimun memiliki sebutan tersendiri terhadap pasar seken. Mereka sering menyebutnya balai atau pasar rombeng. Walaupun sudah banyak toko-toko berdiri menjajakan barang dagangan yang sama seperti yang ada di pasar seken, namun masyarakat pemburu barang bermerek tetap memilih datang ke pasar seken.
“Alhamdulillah, lumayanlah penjualannya. Kalau dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, masih ada pasar pagi di belakang ini, omzet kita cukup banyak dibandingkan sekarang,” ujar pedagang seken, Uda, Jumat (28/7).
Pasar seken eks luar negeri atau dari Singapura selalu diserbu warga pemburu barang bermerek tiap hari Sabtu dan Minggu serta hari besar.
“Paling banyak sih pakaian yang dicari. Tapi saat ini pengunjung yang mencari sepatu dan tas juga tak kalah banyak. Pun harganya juga bisa dinego dan terjangkau,” terang Uda.
Hal senada juga dikatakan penjual barang seken lainnya di pasar seken, Jhon yang sudah berjualan selama hampir 10 tahun. Tak hanya warga Karimun saja yang berkunjung ke pasar seken. Dari luar Karimun seperti Batam, Tanjungpinang pun juga banyak yang berburu barang bermerek di pasar Seken Karimun yang terletak di daerah Puakang, tak jauh dari Pelabuhan Domestik Karimun ini.
Sementara, salah satu pengunjung pasar seken di Puakang Karimun, Santi mengaku rajin datang ke pasar seken untuk berburu barang bermerek seperti tas maupun baju.
“Selain harganya itu loh yang murah, kualitas barangnya original dari luar negeri. Kalau harga barunya, mungkin bisa menguras isi dompet. Tak perlu gengsi lah untuk mendapatkan barang yang berkualitas meski menyandang status seken,” ujar Santi. (tri)
batampos.co.id – Hari ini (29/7), jamaah calon haji (JCH) dari Natuna datang melalui Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Sesampai di Hang Nadim JCH ini akan langsung menuju asrama haji.
“Besok, (hari ini, red) dari Natuna, yang sudah datang itu dari Anambas sebanyak 43 orang,” kata General Manager Operasional Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Suwarso, Jumat (28/7).
Suwarso mengatakan JCH dari Natuna ini datang satu hari sebelum berangkat ke Arab Saudi. Sehingga diharapkan dapat beristirahat, sebelum berangkat. “Datang gak langsung berangkat, istirahat dulu,” ucapnya.
Untuk yang berangkat, Minggu (30/7) pukul 23.10, kata Suwarso semuanya berasal dari Kepri. Dan jamaah haji yang berangkat saat itu sebanyak 445 orang.
Sementara itu jamaah calon haji kloter ke 2 hingga ke 10 semuanya berasal dari Riau. Kloter 11 hingga 15 dari Kalimantan Barat. Kloter ke 16 diisi oleh JCH dari Kalimantan barat dan Riau.
Kloter 17 dan 18 dari Riau, dan 19 dari Kepri. Sementara itu kloter 20 hingga 25 dari Jambi. Kloter 26 sebagian dari Riau, sisanya dari Jambi. Kloter terakhir berasal dari Kepri.
“Tapi nanti ada tambahan dari Pelambanh sebanyak 90 orang,” tutur Suwarso.
Ia mengatakan pihaknya telah 100 persen siap melayani JCH tahun ini, baik itu segi fasilitas maupun sumber daya manusianya. “Kami dengan sepenuh hati melayani JCH,” ujarnya. (ska)
Warga memanfaatkan tanah kosong di Sagulung untuk belajar menyetir mobil, Selasa (25/7). F. Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Proses percepatan penerbitan Hak Pengelolaan Lahan(HPL) berjalan kencang. Hingga Juni tahun 2017, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Batam telah menerbitkan 18 dokumen HPL dengan luas lahan mencapai 143,05 hektare.
“Hingga Juni sudah 18 dokumen terbit. Sisanya akan diselesaikan akhir tahun ini,” ungkap Kepala Kantor Pengelolaan Lahan BP Batam, Imam Bahroni, Jumat (28/7).
Target penerbitan HPL yang paling utama nanti adalah HPL untuk bandara Hang Nadim. Bandara sendiri memiliki luas 1700 hektar, namun lahan yang baru dimanfaatkan seluas 200 hektar.”Semuanya akan di HPL kan tahun ini,” jelasnya.
Sembari menunggu proses penerbitan HPL selesai, maka BP Batam juga tengah mengoptimalkan progres penyelesaian aplikasi Geographical Information System (GIS) untuk manajemen lahan. Setelah lahan di Batam berstatus HPL seluruhnya, maka GIS yang akan menampilkan informasinya.
Aplikasi GIS akan digunakan untuk memetakan keseluruhan lahan di Batam dengan menggunakan drone seperti di Singapura.
Dengan GIS, maka masyarakat dapat melihat lahan-lahan di kota Batam. Mereka bisa mengetahui status lahannya, peruntukannya, nilai UWTO dan lainnya. GIS dibuat untuk memberikan kepastian hukum.
Imam mengatakan dengan sistem tersebut, maka dokumen seluruh lahan di Batam dapat terupload semua.
“Lebih mudah dan terarsip. Namun yang menjadi perhatian kami adalah mengatasi bagaimana ancaman dari hacker,” tutupnya.(leo)
Turis asal Negara Cina tiba di Bandara Hang Nadim Batam, Kamis (13/7). Lebih kurang dua ratusan turis asal china ini melakukan kunjungan wisata ke Batam. F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Kunjungan wisatawan mancanegara di Batam masih sangat minim. Hingga Mei, tercatat baru 598.648 orang wisman padahal tahun 2017 ini Batam menargetkan 1,7 juta wisman. Dari data tersebut, artinya masih kurang 1.101.352 atau 1,1 juta kunjungan.
Jika dirinci, kunjungan tersebut yakni Januari sebanyak 129.728 wisman, bulan Februari turun drastis menjadi 95.061 wisman. Kunjungan membaik pada Maret sebanyak yakni sebanyak 127.308 orang, April sebanyak 134.218 wisman, lalu Mei kembali turunmenajdi 112. 333 wisman.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam Pebrialin mengaku tak tinggal diam dengan keadaan ini.
Menurutnya, sejumlah kegiatan dan promosi akan digelar dalam waktu dekat. Bahkan akhir tahun, even pariwisata akan banyak.
“Agsutus ini ada Nongsa Challenge, sejenis Tour De Barelang, targetnya sekitar 130 pesepeda dari berbagai negara,” imbuhnya.
Sementara itu, akhir tahun beberapa even besar seperti Kenduri Seni Melayu akan digelar. “Terkait target, kita tetap akan terus usahakan,” katanya.
Tak hanya itu, untuk menarik wisatawan ke Batam peemrintah pusat melalui Kementrian Pariwisata menyediakan tiket murah bagi wisatawan Singapura dan Malaysia. Program yang mulai digelar Agustus depan ini menyediakan sekitar 60 ribu hingga 70 ribu tiket.
“Berapanya saya belum dapat informasi lagi, tapi program ini khusus untuk weekend (akhir pekan),” pungkasnya. (cr13)
batampos.co.id – Jalan arah dari Simpang Pelita menuju Simpang Kampung Utama / jalan Teuku Umar ditutup, Sabtu (29/7) siang. Penutupan jalan ini sempat membuat macet. Apalagi pengalihan jalan di lakukan ke Komplek Perumahaan warga di Kampung Utama yang memiliki ukuran jalan lebih kecil.
Syamsul, pengendara mobil Avanza mengaku pengalihan jalan tersebut sempat membuatnya tertahan di Komplek Perumahaan warga. Apalagi saat ada kendaraan warga sekitar yang melaju berlawanan arah.
“Jalan perumahaan itu kecil. Tak bisa dilalui kendaraan dua sekaligus, jadi harus saling antre. Tadinya mau cepat, jadi agak lama karena macet,” terang pria berusia 33 tahun ini.
Sementara Kabag Humas dan Protokol Ardi Winata menjelaskan penutupan jalan tersebut hanya untuk sementara waktu. hal itu dikarenakan ada pengerjaan oleh kontraktor yang harus menutup jalur.
“Kita minta maaf kalau perjalanan warga terganggu. Namun penutupan jalan tersebut hanya sementara, tak bersifat permanen (lama) seperti Simpang Jam,” jelas Ardi, Sabtu (29/7).
Menurut dia, saat ini disana ada pengejaan untuk pelebaran jalan. Dimana rencananya jalan tersebut akan dibuat dua arah.
Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kepri, Usep RS berfoto dengan Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Kapolda Kepri Irjen Sam Budigusdian pada acara pelantikan penguru IMI Kepri di Harris Hotel Batamcenter, Sabtu (29/7). F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Ketua Umum terpilih Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kepri periode 2016 -2020, Usep RS bersama pengurus lainnya resmi dikukuhkan. Seremoni pelantikan tersebut dilakukan langsung Ketua Umum IMI Pusat, Sadikin Aksa, Sabtu (29/7) di Hotel Haris Batam.
Sadikin meyakini semua pengurus yang dilantik ini mampu memajukan olahraga otomotif di Kepri khususnya menciptakan pembalap muda berbakat yang nantinya bisa mengharumkan nama daerah dan negara.
Ia menjelaskan, IMI tidak hanya berurusan dengan olahraga otomotif semata. Namun bisa juga merambah ke dunia pariwisata serta berkelakuan tertib di jalan raya.
“Organisasi IMI tidak hanya balapan motor dan mobil saja. Tapi bisa memajukan dunia pariwisata dan mensosialisasikan tata tertib berlalulintas,” ujar Sadikin dalam sambutannya.
Sadikin juga menginginkan IMI Kepri bisa mengembangkan dunia pariwisata di Kepri selain juga memajukan dunia otomotif di Kepri.
“IMI organisasi olahraga terbesar kedua setelah PSSI di Indonesia,” katanya.
Dia menyebut, kunci untuk memajukan dunia otomotif adalah mempunyai sebuah sirkuit nasional maupun internasional.
“Dengan adanya sirkuit juga mengurangi balapan liar di jalan. Angka kecelakaan di jalan juga berkurang di suatu daerah bila ada sirkuit balap. Tak hanya membantu kepolisian tapi juga bisa mendatangkan wisata bila menggelar sebuah event balap,” ungkap Sadikin.
Pelantikan ini juga dihadiri Gubernur Kepri, Nurdin Basirun dan Kapolda Kepri, Irjen Sam Budigusdian.
Nurdin berharap dengan pelantikan IMI Kepri ini bisa berkontribusi nyata untuk memajukan dunia otomotif di Kepri.
Pemerintah akan terus mendukung setiap kegiatan-kegiatan olahraga di Kepri. Terlebih bila suatu event olahraga tersebut bisa mendatangkan dan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan-wisatawan dari luar daerah maupun luar negeri.
“Saya berharap IMI Kepri bisa mengadakan sebuah event internasional yang bisa mendatangkan devisa bagi daerah,” imbuh Nurdin.
Nurdin berjanji untuk membuatkan sebuah sirkuit balap internasional. “Saat ini desainnya sudah ada dan lokasinya berada di Dompak, Tanjungpinang,” sebutnya.
Adanya sebuah sirkuit di Kepri baginya sangat penting untuk memajukan olahraga otomotif maupun pariwisata di Kepri.
“Selamat atas pelantikan IMI Kepri. Semoga bisa menjalankan tugas dengan baik,” jelas Nurdin.
Hal senada juga diungkapkan Irjen Sam Budigusdian. Ia setuju untuk pembangunan sebuah sirkuit balap di Kepri.
“Peluang paling bagus ditengah ekonomi sulit seperti sekarang adalah dengan menggelar sebuah event olahraga yang disertai pariwisata,” papar Sam.
Janji sebuah pembangunan sirkuit balap yang dilontarkan Gubernur Kepri disambut baik Ketua Umum IMI Kepri, Usep RS.
“Kami memang butuh adanya sirkuit,” ujar Usep.
Saat ini di Kepri, khususnya di Batam, hanya ada sirkuit non permanen Temenggung Abdul Jamal Batam.
“Itupun biayanya mahal dan urusannya berbelit. Untuk itu kami ingin pemerintah bisa memfasilitasi adanya sirkuit di Kepri,” ucapnya.
Pasalnya, sudah banyak pembalap-pembalap yang berprestasi di tingkat nasional meski minimnya fasilitas sirkuit.
Sebut saja pembalap motor kelas 250cc, Bima Febrinda Arifin yang saat ini sedang berkompetisi di ajang balap Asian Talent Cup (ATC) 2017.
“Kalau di Kepri sudah ada sirkuit balap permanen berstandar internasional, bukan tidak mungkin kita bisa menciptakan pembalap-pembalap hebat di masa depan dan juga mengurangi aktifitas balap liar di jalanan,” pungkas Usep. (cr16)
batampos.co.id – Utang tiket pesawat perjalanan dinas anggota Dewan Batam sebesar Rp 1 miliar yang belum dibayarkan Sekretariat Dewan (Setwan) terus mendapat sorotan. Sebab, anggaran telah dicairkan pada 2016, namun ternyata belum juga dibayarkan ke travel.
“Benar, uang itu sebenarnya sudah dikeluarkan oleh kas sekwan saat itu,” ungkap Jefri Simanjuntak, anggota Komisi III DPRD Kota Batam, Jumat (28/7).
Jefri mengaku tak asal ngomong. Sebab, dari Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) anggaran akhir 2016 lalu disebutkan, semua uang untuk pembayaran tiket perjalanan dinas anggota Dewan Batam telah dikeluarkan.
Tak hanya itu, dari data kas keuangan Setwan Batam juga mempertegas semua biaya perjalanan dinas sudah dicairkan.
“Sekwan tak ada kasnya yang bolong. Artinya sudah dicairkan,” kata Jefri.
Namun faktanya, uang tersebut tak dimanfaatkan untuk menutupi utang tiket tersebut. Masih terutang di travel.
“Jangan-jangan malah sengaja dipakai,” duga Jefri.
Ia meminta pihak travel berani melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian, supaya jelas arah dan kemana perginya uang tersebut.
Menurutnya, pihak setwan saat ini tak serta merta bertanggung jawab karena itu menjadi kewenangan Sekwan lama. Apalagi disebutkan dalam laporan penggunaan anggaran, bahwa persoalan tersebut sudah selesai.
Terkait jumlah utang tiket, Jefri mengungkapkan sebenarnya lebih dari Rp 1 miliar. Bahkan lebih dari Rp 2,5 miliar.
“Tapi saya heran juga kenapa tidak ada pihak travel yang berani melaporkan,” ujarnya.
Jefri menegaskan, pihak travel keliru jika uang tiket itu ditangi ke anggota dewan saat ini. Apalagi kalau ditagih ke individu-individu anggota dewan.
“Kami bekerja karena dianggarkan. Dan anggaran itu memang sudah ada,” tegasnya.
Idawati Nursanti, anggota Komisi II DPRD Kota Batam menambahkan dalam setahun, anggota dewan bisa 11 sampai 12 kali ke luar daerah. Baik itu dalam rangka kunjungan kerja, bimbingan teknologi, panitia khusus atau badan anggaran.
“Rata-rata 12 kali. Setiap perjalanan dinas, akomodasinya diurus sekwan,” ucapnya.
Berapa anggaran yang harus dikucurkan untuk sekali keluar daerah, Politisi PPP itu mengatakan tergantung daerah tujuan. Semakin jauh dan semakin lama durasi kunkernya, maka semakin besar biaya yang harus dikeluarkan sekwan.
Jika melihat buku lintang APBD 2016 lalu, anggaran yang digelontorkan untuk biaya perjalanan dinas pimpinan dan anggota dewan mencapai Rp 22 miliar. Biaya ini terdiri dari penyediaan kebutuhan kunjungan kerja pimpinan dan anggota DPRD luar daerah Rp 8,9 miliar dan penyedian kebutuhan kunjungan kerja komisi Rp 13,3 miliar.
Penyediaan kebutuhan kunjungan kerja pimpinan dan anggota DPRD luar daerah ini dibagi atas biaya pegawai sebesar Rp 51 juta, barang dan jasa, termasuk di dalamnya tiket, hotel, dan uang jalan anggota dewan sebesar Rp 8,87 miliar setahun.
Sementara penyedian kebutuhan kunjungan kerja komisi Rp 13,3 miliar terdiri dari biaya pegawai sebesar Rp 52,2 juta dan barang dan jasa sebesar Rp 13,3 miliar.
Panggil Sekwan Lama
Di tempat terpisah, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam Nuryanto menegaskan ia segera memanggil mantan Sekwan Batam, Marzuki. Nuryanto akan meminta pertanggungjawaban dari Marzuki karena anggaran tersebut telah dicairkan.
“Dikemanakan uang itu, kita minta Marzuki jujur dan bertanggungjawab,” kata Nuryanto.
Ia menyampaikan, tidak ada keinginan anggota DPRD Batam untuk tidak bertangungjawab. Menurutnya, biaya perjalanan dinas merupakan ranah sekretariat.
“Kami anggota tak mengurusi itu. Mulai dari transportasinya, tempat tinggalnya itu semua diatur oleh kesekretariatan,” terangnya.
Apakah pihak travel akan diikutsertakan dalam pertemuan, Nuryanto mengatakan pembicaraan awal hanya dengan Marzuki. ”
Kalau travel kan intinya dibayar, selesai maunya. Sekarang yang perlu dibicarakan siapa yang membayarnya, untuk itu kami dudukkan,” ucapnya.
Namun yang pasti, menurut pria yang akrab disapa Cak Nur ini, utang adalah kewajiban yang harus dibayar. Setelah pertemuan yang akan digelar dalam waktu dekat ini akan muncul solusi.
Untuk diketahui, persoalan utang ini disayangkan beberapa anggota DPRD Batam. Pasalnya, anggaran perjalanan dinas anggota DPRD Batam untuk tahun 2016 cukup fantastis, yakni Rp 22,2 miliar.
“Makanya aneh saja kalau masih ada yang belum dibayarkan. Padahal sudah dianggarkan,” ujar anggota Badan Anggaran DPRD KOta Batam, Uba Ingan Sigalingging, Rabu (27/7). (rng/cr13)
batampos.co.id – Petugas Bea dan Cukai, Tanjungpinang membekuk, ZE, seorang kurir sabu lintas negara di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang, Jumat (28/7) sekitar pukul 15.00 WIB. Dari tangan pelaku, petugas dikabarkan mengamankan narkoba jenis sabu-sabu seberat 205 gram. Sebahagiannya disimpan di dalam dubur.
Dari informasi yang didapat di lapangan, ZE yang merupakan seorang pria asal Lombok tersebut datang dari Malaysia. Sekitar pukul 15.00 WIB, ZE tiba di Pelabuhan SBP Tanjunginang dengan menggunakan Mv. Marina Indah 8. Masih informasi di lapangan, tertangkapnya pelaku karena gerak-geriknya. Sehingga mengundang kecurigaan petugas.
Atas kecurigaan tersebut, petugas membawa pelaku ke ruangan khusus yang ada di pelabuhan untuk dilakukan penggeledahan. Ternyata kecurigaan petugas benar, karena ditemukan sejumlah paket sabu yang disimpan di saku celana. Setelah dicecar dengan berbagai pertanyaan, pria tersebut juga mengakui barang haram tersebut juga disimpan di dalam duburnya.
“Ada dua paket sabu yang disimpan pelaku didalam duburnya. Beratnya lebih kurang dua gram. Untuk memastikan ini, akan dilakukan lagi pemeriksaan di rumah sakit, kita curiga ada disembunyikan didalam tubuhnya,” ujar salah satu petugas Bea Cukai, Tanjungpinang yang enggan menyebutkan namanya kepada media.
Dikatakannya juga, terkait penangkapan yang dilakukan sekarang ini. Pihaknya Bea Cukai sudah berkoordinasi dengan Reserse Narkoba, Polres Tanjungpinang. Kasat Narkoba, Polres Tanjungpinang, AKP M. Jais membenarkan adanya penangkapan tersebut. Ditegaskannya, sekarang bukan kapasitas pihaknya untuk berbicara.
“Ya benar sudah koordinasi, kami belum bisa berkomentar terkait penangkapan ini. Karena masih dalam wilayah kerja Bea Cukai, Tanjungpinang. Karena sampai saat ini belum diserahterimakan kepada kami,” ujar M. Jais singkat menjawab pertanyaan media, tadi malam.
Pantauan di lapangan, sekitar pukul 19.00 WIB, petugas Bea Cukai, Tanjungpinang membawa pelaku yang menggunakan baju hitam dengan celana jeans biru tersebut keluar dari Kantor Bea Cukai dengan ditutupi sebo. Dari informasinya, ZE akan diperiksa organ tubuh dalamnya disalah satu rumah sakit. Yakni untuk memastikan apakah masih ada barang terlarang itu di dalam tubuh pelaku. Hingga berita ini diturunkan, pihak Bea Cukai, Tanjungpinang masih enggan untuk membeberkan identitas pelaku secara lengkap.(jpg)
Kapolda Kepri Irjen Sam Budigusdian melihat kontainer yang berisi textil yang diamankan oleh Polsek Batamkota dan Satreskrim Polresta Barelang dikawasan Perumahan Vila Mitra Raya Batamcenter, Jumat (28/7). Polisi menggagalkan penyelundupan 55 ton textil asal Cina tersebut. Foto Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Jajaran Polsek Batamkota dan Sat Reskrim Polresta Barelang mengamankan 55 ton tekstil dari Cina di Perumahan Mitra Raya, Batam, Jumat (28/7). Rencananya, tekstil tersebut akan diselundupkan ke Jakarta.
Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian mengatakan, penangkapan ini bermula dari patroli kota yang dilaksanakan Polsek Batamkota dan menemukan kontainer yang masuk ke dalam area perumahan. Selanjutnya, dilakukan penyelidikan dan diketahui bahwa kontainer itu berisikan 55 ton tekstil.
“Dalam aturan perdagangan dilarang untuk mengimpor tekstil. Kecuali untuk stok bahan di perusahaan garmen,” jelas Sam.
Dijelaskan Sam, polisi sudah menetapkan tersangka bernama Ali. Pria yang sehari-hari bekerja di PT Wearsmart Textiles Batam itu berperan dalam proses impor tekstil tersebut.
“Jadi istilahnya dia melakukan usaha sampingan dengan mendatangkan sendiri barang bekas masuk ke Batam dengan dokumen PT Wearsmart Textiles Batam,” ujar Sam.
Untuk mengelabuhi petugas Bea dan Cukai, pelaku memindahkan tekstil tersebut ke dalam kontainer lain sebelum dikirim ke Jakarta.
Untuk porses pengiriman ke Jalarta, Ali akan menggunakan nama perusahaan lain.
Kepada polisi, kata Sam, Ali mengaku sudah melakukan hal serupa. Ali juga mengaku mengambil untung 0,5 dolar Amerika dari setiap kilogram tekstil.
“Dia beli di Cina 1 dolar AS, sampai di Jakarta dijual 1,5 dolar AS,” katanya.
Sam menambahkan, selanjutnya penyelidikan terkait pengiriman tekstil ini akan dilakukan di Mapolda Kepri dengan melibatkan jajaran Polsek Batamkota dan Polresta Barelang.
“Kita akan dalami. Nantinya, tekstil ini akan kami masukkan ke gudang dan kami bongkar. Siapa tahu, ada narkotika atau bagaimana di dalamnya,” tuturnya.
Atas perbuatannya, Ali diancam dengan pasal 114 Undang-Undang Nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan dan diancam hukuman penjara selama lima tahun.
Sementara itu, Kepala Seksi Intelijen Bea dan Cukai Batam Andi Gunawan menambahkan, tersangka menggunakan jalur hijau dalam memasukkan tekstil dari Tiongkok itu. Proses importase itu dianggap legal karena tersangka mengatasnamakan perusahaan tempat ia bekerja yang merupakan perusahaan garmen.
“Proses pengirimannya tidak ada yang salah. Ini ada oknum pegawai perusahaan yang bermain,” katanya. (cr1)
batampos.co.id – Tabung gas 3 Kg di Kecamatan Tambelan umumnya dipasok dari Singkawang, Kalimantan Barat. Beredarnya tabung gas subsidi dari luar daerah lantaran kurangnya pasokan tabung gas yang dikenal dengan sebutan si melon
itu di Tambelan.
Camat Tambelan, Akhyarudin mengatakan pasokan tabung gas subsidi 3 Kg dari Pulau Bintan sedikit. Sehingga masyarakat Tambelan banyak yang memasok tabung gas 3 Kg dari Singkawang. Padahal tabung gas 3 Kg dari Singkawang adalah tabung gas subsidi yang merupakan haknya masyarakat di Singkawang.
Diakuinya memasok gas dari Singkawang adalah pelanggaran karena merampas haknya masyarakat Singkawang. Namun ini terpaksa dilakukan masyarakat karena pasokan gas di Tambelan kurang dan rentang Singkawang dan Tambelan sangat dekat yakni memakan waktu sekitar 10 jam sedangkan dari Pulau Bintan ke Pulau Tambelan menghabiskan waktu sekitar 26 jam.
“Pasokan dari Singkawang setiap hari, sedangkan dari Bintan tidak setiap hari,” ujarnya.
Gara-gara memasok gas dari Singkawang, Akhyarudin mengakui, ada masyarakat Tambelan yang diamankan polisi, karena nekat memasukkan gas subsidi dari Singkawang. “Sedih mendengarnya. Kalau tidak masukkan gas, di Tambelan pasti tidak cukup,” katanya.
Untuk diketahui, saat ini tabung gas 3 Kg di Tambelan seharga Rp 35 ribu per tabung, sedangkan gas 5 Kg Rp 65 ribu per tabung dan Rp 180 ribu untuk tabung gas 12 Kg.
Kadisperindag Koperasi UMKM Bintan, Dian Nusa dihubungi Batam Pos, Jumat (28/7) mengakui, Tambelan tidak masuk konversi. Mengenai ini, Disperindag Bintan bersama Bagian Ekonomi Setdakab Bintan merapatkan dan melaporkan
ke Kementerian Perdagangan dan ESDM.
“Pada prinsipnya Kementerian Perdagangan dan ESDM siap membantu untuk Tambelan, dengan catatan pemerintah daerah dan dewan harus support,” kata Dian Nusa.
Dian pun mengaku sudah mendengar ada warga Tambelan yang ditahan karena memasukkan tabung gas 3 Kg dari Singkawang. Menurutnya, itu memang salah karena gas subsidi di daerah lain tidak boleh masuk ke Tambelan dan melanggar aturan. (cr21)