Minggu, 19 April 2026
Beranda blog Halaman 13129

Komisi X Berharap Sail Sabang 2017 Berjalan Sukses

0

Ketua Komisi X DPR RI Teuku Riefky Harsya berharap pelaksanaan Sail Sabang 2017 berjalan sukses dan meriah.

Hal tersebut ditegaskan Riefky saat memimpin rombongan, Senin 31 Juli 2017, dalam rangka kunjungan kerja Komisi X DPR RI ke Aceh.

Kunjungan kerja Komisi DPR RI bidang pendidikan, olahraga, kebudayaan, pariwisata dan perpustakaan nasional ini meninjau langsung kesiapan pergelaran Sail Sabang tahun 2017 yang akan berlangsung November hingga Desember 2017.

“Kita berharap kepada pemerintah dan semua pihak terkait, harus siap melaksanakan kegiatan Sail Sabang, karena Sail Sabang bukan hanya akan dinikmati masyarakat Kota Sabang dan sekitarnya, tapi nanti juga akan menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara yang akan hadir pada kegiatan tersebut,” jelas Riefky.

Lanjut Riefky, Sabang hingga saat ini masih menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan nusantara (Wisnus) maupun Wisatawan Mancanegara (Wisman), karena itulah, Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat ini meminta kepada penyelenggara terkait segera menyiapkan berbagai keperluan yang vital dan krusial menjelang pergelaran berlevel internasional itu.

“Agar segera menyiapkan segala keperluannya demi kelancaran acara yang akan berlangsung dalam waktu tidak lama lagi ini. Semoga pelaksanaannya nanti sukses tanpa ada halangan dan kendala apapun,” harap politisi asal Aceh itu.

Rombongan yang juga didampingi oleh pihak Kemenpar yakni Deputi Pemasaran Mancanegara I Gde Pitana dan Plt Asdep Strategi Pemasaran Pariwisata Nusantara Hariyanto yang mewakili Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti.

Seperti diketahui, Menpar Arief Yahya menjelaskan sebentar lagi puluhan kapal yachts bakal menjelajahi eksotisme pulau-pulau Indonesia dalam Sail Indonesia 2017 yang sudah dimulai 28 Juli 2017.

Total, kata Arief Yahya, ada 85 Yacht yang akan bergabung terbagi dua start atau flag off dari Tual, Maluku sebanyak 56 kapal berangkat 28 Juli dan 29 kapal asal berbagai negara berangkat dari Darwin, Australia berangkat 29 Juli 2017, kemarin.

Bahkan di Darwin,  kapal yacht sudah resmi dilepas Penasehat Menteri Pariwisata Bidang Marine Tourism, Dr Marsetio. Nantinya rombongan dari Darwin dan Tual akan bertemu di Sail Sabang 2017, Aceh, pada 28 November 2017. Sementara puncaknya, akan digelar pada 2 Desember 2017 yang akan dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Bagus! Saya lihat, diperkirakan akan ada ribuan wisatawan asing dan domestik akan hadir pada Sail Indonesia di Sabang dan kita harus benar-benar siap menyambut ini semua,” tambah Teuku Rifky.

Sebelum ke Sabang, 18 rombongan anggota Dewan juga mengunjungi gampong (desa) Dayah Daboh, Kecamatan Montasik, Aceh Besar untuk mengunjungi langsung desa kerajinan souvenir Aceh yang berada di Kecamatan Montasik.

Dalam kesempatan tersebut, para wakil rakyat terutama anggota DPR RI asal Aceh, berharap kepada para pengrajin yang bergelut di bidang pembuatan souvenir di lokasi tersebut supaya tetap bersemangat dan terus menciptakan sejumlah produk-produk kreatif unggulan yang mereka miliki.

Dalam kunjungan itu juga hadir Kadisbudpar Aceh Reza Fahlevi, Kadis Koperasi UKM Aceh Besar Taufiq, Ketua Dekranasda Aceh Besar Rahmah Abdullah, dan Muspika Kecamatan Montasik.

Anggota Komisi X DPR RI yang hadir dalam kunjungan kerja ke Provinsi Aceh pada kesempatan ini yaitu Teuku Riefky Harsya, Muslim, Abdul Fikri Faqih, Sofyan Tan, Irine Yusiana Roba Putri, A. Majib Rohmat, Bambang Sutrisno, Iwan Kurniawan, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), Rinto Subekti, Dewi Coryati, Yayuk Basuki, Laila Istiana, Dedi Wahidi, Arzeti Bailbina, Tony Hidayat, dan Anwar Idris.

Deputi Pemasaran Mancanegara I Gde Pitana memang sangat optimis aceh pariwisatanya akan terus on the track. Saat ini Industri pariwisata Aceh semakin berkembang seiring dengan semakin meningkatnya keberpihakan Pemerintah Aceh, pelaku industri pariwisata dan masyarakat terhadap upaya memajukan industri pariwisata di daerah.

Hal tersebut, imbuh Pitana, dapat dibuktikan salah satunya melalui keberhasilan Aceh sebagai salah satu pemenang pada Kompetisi Pariwisata Halal Nasional (KPHN) dan World Halal Tourism Award (WHTA) 2017 di Abudabi – UEA untuk 2 kategori, yaitu: Aceh sebagai Destinasi Budaya Ramah Wisatawan Muslim Terbaik ”World’s Best Halal Cultural Destination” dan Bandara Sultan Iskandar Muda sebagai Airport Ramah Wisatawan Muslim Terbaik “World’s Best Airport for Halal Travellers”.

“Keberhasilan Aceh ini tentu saja tidak terlepas dari dukungan semua pihak, khususnya masyarakat Aceh dan masyarakat di luar Aceh umumnya yang secara sukarela dan bersemangat untuk mempromosikan Aceh sebagai salah satu Destinasi Wisata Indonesia. Untuk itu, perlu kerjasama dan sinergi dengan instansi, lembaga, stakeholder dan jalinan kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten atau Kota terkait sebagai CEO di daerah dalam membangun dan memajukan industri pariwisata Aceh, semangat ini yang membuat Aceh terus maju di dunia Pariwisata,” kata Pitana.(*)

Vinculos Terpukau Keindahan dan Luasnya Danau Toba

0

Konser orkestra grup musik asal Spanyol sampai puncaknya di Danau Toba, Minggu (30/7).

Kehadiran Group bernama Vinculos itu membuat Danau Toba heboh dan meriah. Acara pamungkas di Danau tersebut digelar di Amphitheater Institut Teknologi DEL di Toba Samosir, Danau Toba.

Direktur Vinculos Terpukau Keindahan dan Besarnya Danau Toba , Manuel Paz sempat menyampaikan sambutan di tengah-tengah konser. Menurut nominasi Grammy Awards 2007 untuk kategori musik orkestra ini, pentas di pesisir Danau Toba ini membuat dia dan tim terasa seperti di rumah sendiri namun dengan suasana yang lebih indah.

“Memainkan musik asturias di sini membuat suasana menjadi melankolis. Udara dingin di Danau Toba membuat kami seperti di Spanyol. Di Spanyol memang ada Danau, tapi tidak sebesar ini, ini Danau sangat indah sekali,” ujar Manuel di tengah panggung yang disambut tepuk tangan meriah.

Memang, di acara tersebut, Panaroma Danau Toba dari sisi Toba Samosir terasa romantis. Pertunjukan orkestra ini membuat Danau Toba semakin memancarkan aura keindahan.

Lantunan musik Vinculos melengkapi lansekap perbukitan di sekitar Danau Toba. Beranjak sore, konser Vinculos semakin memikat berkat kolaborasi dengan musisi lokal Mataniari. Dua kelompok musim beda aliran ini bersatu memainkan lagu tradisional, satu di antara lagu Batak Si Doli Natihal.

”Ternyata Indonesia itu sangat spesial. Terlebih bagi budaya suku Batak dan Danau Toba. Kami dan masyarakat sini memiliki kesamaan. Sama suka musik dan menggelar pesta. Sebuah pengalaman yang indah,” ujar Paz.

Group musik yang didatangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini membawa sekitar 50 musisi mengisi acara ini. Vinculos memainkan lebih dari 5 ensemble lagu lagu klasik Spanyol dan Flamenco. Group asal negri Matador ini juga mengaransemen lagu lokal setempat sampai 7 lagu. Bukan cuma lagu internasional, Vinculos juga mementaskan tarian Flamenco dari Sevilla, Spanyol. Konser ini mendapat atensi luas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhajir Effendi dan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat, Hinsa Siburian untuk menyempatkan diri menonton pertunjukan Vinculos.

Muhajir menjelaskan, konser ini sebagai bentuk komitmen Kemendikbud untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik. Bersama Kementerian Pariwisata, Kemendikbud akan menghelat kolaborasi serupa di masa -masa mendatang. “Kami dari Kemendikbud dan Kemenpar akan membuat kalender event tahunan bersama. Jadi para turis asing dan lokal tahu, daerah mana saja di seluruh Indonesia yang menggelar event pariwisata. Sudah menjadi tanggung jawab kami dari Kemendikbud untuk mempromosikan dan memproduksi budaya, sehingga nanti Kemenpar bisa menjadikan budaya ini sebagai industri,” papar Muhajir Effendi. Sebelum menggelar konser, Vinculos menyempatkan diri menggelar aksi sosial di Panti Karya Hepata di Laguboti Kab. Tobasa. Dalam kunjungan ini, Vinculos menghibur orang dengan keterbatasan fisik dan mental. Dalam kesempatan ini, Muhajir Effendy memberikan kenang-kenangan  berupa gitar kayu.

Sebelumnya, Vinculos menggelar konser di Tugu DI Pandjaitan. Aksi panggung Vinculos mendapat atensi luas dari warga sekitar karena berlangsung di pusat keramaian.

Aksi panggung ini disaksikan langsung oleg Bupati Toba Samosir, Darwin Siagian dan Direktur Warisan dan Diplomasi budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Nadjamuddin Ramly beserta pejabat Pemkab Tobasa.

Pada 2017, Kemendikbud melalui Dirjen Kebudayaan mematok target mempromosikan budaya Indonesia kepada 50 negara di dunia melalui media sosial, interaksi budaya, dan komunikasi virtual sehingga secara signifikan mampu meningkatkan potensi pariwisata di Indonesia. Selain menjadi bagian dari diplomasi budaya Indonesia dan negara-negara lain. Direktur Warisan dan Diplomasi budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Nadjamuddin percaya diri, kunjungan Vinculos ke mampu meningkatkan potensi pariwisata di Danau Toba.

Kemendikbud sengaja mengundang Vinculos ke Danau Toba karena destinasi ini salah satu dari 10 destinasi prioritas pariwisata di Indonesia.

Nadjamuddin berharap, ke depan bisa secara konsisten menggelar perhelatan serupa untuk mendongkrak nilai jual destinasi pariwisata di seluruh Indonesia. “Kemudian, rekan-rekan di Kemenpar bisa menjadi frontline (garis terdepan) untuk menjual Indonesia wonderful kepada seluruh dunia. Dari Toba Samosir untuk dunia kembali kepada Indonesia,” ujar Nadjamuddin antusias.

Ketua Pokja Percepatan 10 Destinasi Prioritas Kemenpar Hiramsyah Thaib mengatakan, Vinculos yang didatangkan oleh Kemendikbud telah membuat warna di Danau Toba. Kata Hiram-sapaan akrab Hiramsyah- Vinculos bukan hanya menjadi diplomasi budaya Indonesia-Spanyol namun juga memilki banyak manfaat di destinasi Danau Toba.

”Konsepnya sangat dalam. Karena bukan saja kolaborasi antar Indonesia-Spanyol, tetapi Vinculos memberikan edukasi kepada anak-anak sekolah, mengangkat Danau Toba, juga kegiatan kemanusiaan dengan interaksi bersama murid-murid dari SLB atau Sekolah Luar Biasa. Ini kedatangan yang sangat membawa banyak manfaat, dan istimewa untuk Danau Toba dan masyarakatnya,” ujar Hiram.

Menteri Pariwisata Arief Yahya terus memonitor semua hal terkait akses, amenitas dan atraksi yang dilaksanakan di Danau Toba. Pria asli Banyuwangi itu bahkan terus memantuk pekerjaan dari minggu ke minggu perkembangan Danau Toba.

Aplikasi transformer dengan Project Management System diterapkan untuk melihat persentase pekerjaan yang sudah dikerjakan. Termasuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata yang sudah melewati vision master plan itu.

Setiap Rapim (Rapat Pimpinan), Menpar Arief selalu mengumpulkan para pejabat Eselon I dan II di Kemenpar untuk melihat data dan angka. Dashboard destinasi, 10 Bali Baru, Pemasaran Mancanegara, Pemasaran Nusantara, Kelembagaan dan SDM, bisa dilihat angka-angka persentasenya di War Room M-17, lantai 16.

Menpar Arief mengatakan, kesiapan pemerintah daerah dan para bupati juga dibutuhkan untuk menerima kunjungan wisatawan, khususnya di Danau Toba yang sudah menjadi salah satu destinasi prioritas. “Pada 2019 berharap bisa mendatangkan 20 juta wisatawan. Dari jumlah ini pasti ada yang berkunjung ke Danau Toba,” ujar Arief.

“Maju Serentak, Tentu Kita Menang, ini yang namanya ‘Indonesia Incorporated’, kunci keberhasilan pembangunan kepariwisataan nasional tidak lepas dari peran serta semua pemangku kepentingan, terima kasih Kemendikbud yang telah mendatangkan Vinculos ke Danau Toba,” kata Arief.(*)

Hanya Angga dan Peppy yang Daftar ke PPP

0
Ade Angga dan Peppy Chandra usai mengambil formulir pendaftaran Walikota dan Wakil Walikota di Kantor DPC PPP Tanjungpinang, Selasa (1/8). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Meskipun sudah dibuka sejak 27 Juli 2017 lalu, pendaftaran Calon Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang 2018-2023 dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Tanjungpinang sepi peminat. Sampai kemarin, Selasa (1/8) baru ada nama Ade Angga dan Peppy Chandra.

“Sampai hari ini (kemarin,red) kami baru menerima dua nama yang mengambil formulir pendaftaran. Untuk Calon Walikota ada atas nama Ade Angga. Sedang Wakil Walikota yang mengambil formulir adalah Peppy Chandra,” ujar Ketua

Panitia Seleksi (Pansel) Pendaftaran Calon Walikota dan Walikota, Mohd. Hedari menjawab pertanyaan media usai menerima kedatangan Ade Angga dan Peppy Chandra di Kantor DPC PPP Tanjungpinang, kemarin.

Menurut Hedari, untuk pengambilan formulir pihaknya membuat ketentuan khusus. Yakni datang sendiri, tanpa boleh diwakili. Dijelaskannya, langkah tersebut adalah melihat keseriusan masing-masing calon dalam menghadapi Pilkada Tanjungpinang nanti.

“Artinya jelas, mereka yang datang dan mengambil formulir adalah calon-calon yang serius. Banyak yang bertanya, tetapi sampai sekarang belum ada yang datang,” papar Hedari.

Dikatakannya juga, batas akhir pengambilan formulir bagi calon walikota dan wakil walikota di PPP Tanjungpinang adalah Sabtu, 5 Agutus mendatang. Kemudian untuk pengembalian formulirnya akan diinformasikan lebih lanjut kepada masing-masing calon.

“Setelah tahapan pendaftaran ini selesai, mekanisme selanjutnya akan diserahkan ke DPW PPP. Kemudian diteruskan ke DPP PPP,” tutup Hedari.

Sementara itu, Ade Angga mengatakan pendaftaran dirinya ke PPP ini, sudah mendapatkan dukungan dari pimpinan Partai Golkar baik itu di tingkat Provinsi maupun pusat. Menurut Ketua Partai Golkar Tanjungpinang tersebut, Golkar bersamaDemokrat, PPP, dan Partai Keadilan Persatuan dan Pembangunan (PKPI) tersebut sudah tersimpul dalam Koalisi Anak Pinang.

“Dari empat partai politik yang bergabung, hanya PPP yang membuka pendaftaran. Sedangkan yang lainya tidak membua pendaftaran,” ujar Angga.

Senada dengan Angga, Ketua Partai Demokrat Tanjungpinang, Peppy Chandra mengaku juga sudah mendapatkan dukungan dari partai. Atas dasar itulah, dirinya datang mengambil formulir sebagai Calon Wakil Walikota di PPP Tanjungpinang.

“Bagaimana perkembangan politik ke depan bisa saja terjadi perubahan. Tetapi untuk saat ini, saya mendaftar sebagai calon Wakil Walikota Tanjungpinang,” ujar Peppy Chandra.(jpg)

Kemenpar Pamerkan Destinasi Diving di AIDE Sydney

0

Australia Dive Expo (AIDE) di Sydney, Austalia pada tanggal 3-7 Agustus 2017 akan menjadi ajang eksplorasi Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menebarkan keindahan bawah laut Indonesia.

“Kami membawa 10 (sepuluh) operator diving akan menawarkan paket diving di beberapa daerah di Indonesia. Yang kami jual diantaranya adalah spot bawah laut Sabang, Aceh,Banten, Bali, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Papua Barat,” ujar Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara, Kemenpar, I Gde Pitana didampingi  Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kementerian Pariwisata Vinsensius Jemadu.

Pitana menambahkan, para sellers tersebut akan diberikan kesempatan untuk mengeksplorasi  produk-produk wisata bawah laut unggulan tanah air di hadapan puluhan buyers yang berasal dari asosiasi selam, komunitas penyelam, travel agent dan tour operator khusus diving, serta media asal Australia.

“Kita memiliki lebih dari 55 destinasi diving dan lebih dari 1.500 dive spots yang tersebar dari Pulau Weh di Aceh hingga Cendrawasih Bay di Papua dan jumlah ini lebih banyak dibandingkan dengan seluruh negara di dunia,” ungkapnya

Vinsensius juga memaparkan, Indonesia adalah Negara kepulauan yang memiliki keindahan bahari di Dunia dengan lautan yang luasnya 70% dari total keseluruhan luas negaranya. Perairan Nusantara menyimpan kekayaan terumbu karang terbaik di Dunia.

Kekayaan biologi serta kejernihan airnya,  membuat kawasan Taman Laut Indonesia menjadi populer hingga ke mancanegara dan juga dikenal sebagai tempat wisata. Sebagai Negara maritim, Indonesia memiliki garis pantai terpanjang di dunia dengan luas total area trumbu karang sekitar 51.000 km2 . Data menunjukkan bahwa jumlah trumbu karang yang ada di lautan Indonesia menyumbang 18% luas total trumbu karang dunia.

”Dan untuk lebih menarik pengunjung , Ikon Kapal Phinisi akan menjadi penciri dari Paviliun Indonesia nanti. Karena ikon ini paling seksi dan paling asik untuk dijadikan lokasi selfie dan menarik perhatian pengunjung,” ujar pria yang biasa disapa VJ itu.

Sekadar informasi, Kapal Phinisi merupakan sebuah kapal layar masyarakat Sulawesi Selatan yang menjadi kebanggaan Indonesia. Kapal ini dibuat oleh tangan-tangan ahli tanpa menggunakan bantuan peralatan modern.

Seluruh bagian kapalnya terbuat dari kayu dan dirangkai tanpa menggunakan paku. Meskipun demikian, Kapal Pinisi telah membuktikan keistimewaannya dengan menaklukkan samudera-samudera dan menjelajah negara-negara di dunia. VJ juga menambahkan, boothnya nanti juga akan penuh warna dan kegiatan.

Pria yang suka telor dadar itu,  beberapa kegiatan akan dilakukan di paviliun Indonesia, seperti product knowledge tentang spot-spot diving baru di Indonesia, pertunjukan kesenian yang berasal dari Pulau Dewata-Bali, kopi khas Indonesia yang sudah sangat terkenal di Australia, serta penyajian makanan khas Indonesia.

“Kita akan All Out, Semua ini dilakukan untuk lebih memperkenalkan potensi wisata bahari khususnya wisata selam yang segmentasinya masuk ke dalam kategori niche market, serta untuk mengenjot perolehan target kunjungan wisatawan mancanegara tahun 2017 sebanyak 15 juta orang,” pungkasnya

Menpar Arief Yahya sendiri menyebut, upaya berpromosi di pasar under water itu cukup tepat, karena sekarang ada info trend baru dalam wisata bahari, yakni menyelam.

Wisata bahari sendiri dibagi dalam tiga zona, yakno coastal zone atau bentang pantai, lalu underwater zone atau bawah laut dan sea zone atau antar pulau yang biasa menggunakan yacht. “Bukan hanya pasar Australia tapi juga Asia juga sudah mulai heboh dengan pasar underwater,” kata Arief Yahya.(*)

Kemenpar Bakal Mou Co-Branding 16 Brand

0
foto: kemenpar

Brand Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia bakal semakin moncer. Baik di luar maupun di dalam negeri. Menteri Pariwisata Arief Yahya berencana mengajak korporasi untuk solid memperkuat brand bersama-sama melalui co branding.

“Kini brand Wonderful Indonesia sudah menempati posisi 47 besar dunia. Setelah dipromosikan besar-besaran di semua platform media di seluruh dunia. Nilai brandingnya sudah mengalahkan Amazing Thailand dan Malaysia Truly Asia,” jelas Arief Yahya.

Karena itu, setelah berhasil menaikkan peringkat dari NA (not available) menjadi clister 1, di 47, dari 141 negara, kini saatnya mengajak pelaku bisnis untuk membangun branding bersama-sama. “Dan itu sudah dicoba dengan beberapa produk, dan hasilnya sukses!,” paparnya.

Setelah sukses co branding dengan beberapa produk makanan seperti Garuda Food dan kerupuk udang Papatonk serta Bon Gout, Kementerian Pariwisata pun ingin memperluas ke semua industri yang punya positioning yang sama.

Kini, lanjut Arief Yahya, dia kembali bergerak untuk meningkatkan branding awwarnes. Sebanyak 16 brand produk ternama di Indonesia akan digandeng menandatangani MoU untuk memasang branding Wonderful Indonesia/Pesona Indonesia dengan tema “Wonderful Indonesia Co-Branding Forum”.

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti yang didampingi Plt Asdep Strategi Pemasaran Pariwisata Nusantara Hariyanto mengatakan, Wonderful Indonesia Co-Branding Forum merupalam kerjasama dengan berbagai brand produk.

Semua akan berkolaborasi untuk meningatkan ekuitas merk dari brand Wonderful Indoneisa(mancanegara) dan Pesona Indonesia (nusantara) sekaligus memajukan pariwisata Indonesia.

“Co-branding Wonderful Indonesia/Pesona Indonesia ke berbagai produk ini sangat efektif. Apalagi produk tersebut mampu menembus pasar internasional,” ujar Esthy yang diamini Hariyanto saat diskusi Pra Wonderful Indonesia Co-Branding Forum di Hotel Grand Cemara, Jakarta, Selasa (1/8).

Lebih lanjut, Hariyanto menjelaskan, MoU Co-Branding itu akan digelar di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona pada Kamis 10 Agustus 2017. “Nantinya bakal dihadiri 100 perusahaan atau brand. Dan yang sudah memastikan menandatangani MoU dengan Kemenpar sejauh ini ada 16 brand/perusahaan. Tidak hanya itu Co-Branding ini akan dilakukan secara periodik per 3 bulan dan akan terus bertambah lagi,” ujarnya.

Diskusi itu dihadiri Pakar Marketing Yuswohady, Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja Kemenpar Vita Datau, Pemimpin Redaksi Majalah SWA Kemal Efendi Gani serta Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Komunikasi dan Media, Don Kardono di Grand Cempaka Hotel, Jakarta.

Hariyanto menjelaskan sejauh ini 16 brand yang sudah siap melakukan MoU. Semuanya terbagi dalam dua kategori mitra food dan non food. Brand-brand tersebut antara lain Achilles, Garuda Food, Polygon, Sahid Group, Tiket.com, Alleira Batik & Gaia, Sunpride, Sarinah, Sekar Group, Krisna Oleh-oleh, Secret Garden, Sababay Wine, Bon Gout, Martha Tilaar, Malang Strudle dan Batik Trusmi.

“Pada MoU nanti akan disaksikan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, dan para perwakilan brand seperti Teuku Wisnu, Martha Tilaar, Gusti Ngurah Anom, Hardianto Atmadja, Dian Sastrowardoyo founder Freamtrip dan masih banyak lagi,” ujarnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, dalam ilmu branding mengenal apa yang disebut co-branding. Sederhananya, co-branding adalah partnership antara dua brands yang berbeda. Tujuannya adalah sinergi. Definisi paling gampang dari sinergi adalah 1 + 1 = 3, bukan 2. Artinya, “the whole is bigger than the parts,” hasil gabungan lebih besar dari jumlah bagian-bagiannya. Dengan ber-cobranding maka kekuatan brand equity-nya akan berlipat-lipat.

Menteri asal Banyuwangi yang ahli branding itu mengambil contoh Aqua-Danone. Aqua adalah brand yang dikenal sebagai local champion yang menguasai pasar air minum dalam kemasan (AMDK) di Indonesia. Sementara Danone adalah global champion yang memiliki pasar di seluruh dunia.

“Yang terjadi bila berkolaborasi adalah image Aqua terangkat menjadi “local champion yang mengglobal”. Sementara brand Danone pun terangkat menjadi “global champion yang melokal”. Hasilnya adalah win-win partnership yang menghasilkan entitas gabungan yang jauh lebih powerful,” ucap Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI. (*)

BMKG Prediksi Agustus Memasuki Musim Kemarau

0
Masyarakat dapat mengetahui informasi cuaca di layar yang di pelabuhan Karimun. Diharapkan masyarakat banyak mengkonsumsi air putih selama musim kemarau ini, terutama yang melakukan perjalanan. F. Tri/Batam Pos.

batampos.co.id – Badan Metereologi dan Geofisika (BMKG) Karimun, memprediksi diawal bulan Agustus ini akan memasuki musim kemarau dengan terjadinya perubahan cuaca yang cukup panas. Namun, kalau dibandingkan musim kemarau beberapa tahun belakangan tidak begitu parah. Artinya, kondisi musim kemarau kali ini secara umum normal, namun harus tetap diwaspadai terutama terhadap sumber daya air yang harus dipantau.

”Yang paling penting, antisipasi yang perlu dilakukan terkait dengan kebakaran hutan maupun lahan kosong,” terang Observer BMKG Karimun Pande Nyoman Parwata, kemarin (1/8).

Kebakaran lahan atau hutan yang ada di provinsi Riau sudah terjadi. Sehingga, perlu kewaspadaan kita semua terutama bagi masyarakat yang tinggal di sekitar hutan maupun lahan kosong yang banyak rumput keringnya.

”Kondisi cuaca saat ini, terlihat mendung namun belum pasti turun hujan. Sedangkan, cuaca diperairan Karimun dan sekitarnya harus waspada terhadap arus laut yang cukup kuat. Terutama pada siang hari, ombaknya cukup besar tapi masih bisa untuk pelayaran,” ungkapnya.

Sementara prakiraan cuaca, pada pagi, siang, sore masih didominasi dengan cerah berawan yang suhu berkisar 25 sampai dengan 33 derajat celsius. Sedangkan, angin bertiup didominasi dari arah Tenggara dan Selatan dengan kecepatan rata-rata 5 knot. Kemudian, untuk gelombang di perairan Karimun dan sekitarnya berkisar dari 0.2 sampai dengan satu meter.

”Kita himbau kepada masyarakat, agar sering-sering minum air putih untuk menghindari dari dehidrasi. Terutama yang beraktivitas di laut maupun di tepi pantau,” tuturnya.

Pantauan di lapangan, aktivitas di pelabuhan baik pelabuhan bongkar muat maupun pelabuhan penumpang seperti biasa. Kendaraan lalu lalang mengangkut barang yang turun dari kapal, sedangkan para calon penumpang yang akan berangkat tidak ketinggalan membawa botol air mineral.

”Buat minum di jalan bang. Lihat dari layar BMKG, yang diprediksi masuk kemarau,” kata Kahar salah seorang penumpang yang akan berangkat ke Selatpanjang.(tri)

Branding Pariwisata, Semangat Baru Natuna

0

Semangat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna dalam mempromosikan pariwisata daerahnya terus digalakkan. Dinas Pariwisata Natuna menggelar Event Pekan Expo Natuna 2017 yang dimulai dari tanggal 29 Juli hingga 1 Agustus 2017. Event yang dipusatkan di Kota Ranai yakni di Lapangan Batu Hitam Natuna juga menluncurkan branding pariwasata Natuna.

Deputi Pengembangan Pemasaran Parwisata Nusantara Esthy Reko Astuti mengatakan, Branding Natuna ini merupakan langkah awal dari rangkaian branding, advertising, dan selling. Brand Pariwisata  Natuna berupa tulisan Natuna yang berwarna biru dengan gambar ombak dan gelombang di tengahnya.

“Setelah itu, langkah selanjutnya yang seharusnya dibuat adalah sebuah rencana dan strategi  yang bisa dijadikan pemasaran pariwisata Natuna. Sehingga semua keunggulan dan potensi Natuna bisa dipasarkan dan dikomunikasikan ke seluruh Indonesia bahkan dunia dan disandingkan dengan branding Pesona Indonesia dan Wonderful Indonesia, ucap Esthy.

Lebih lanjut Esthy mengatakan branding Natuna ini bisa diartikan sebagai sebuah destinasi wisata yang menawarkan berbagai pengalaman unik dan berbeda dari tempat lainnya. Karena simpel, eco friendly, dan humanis. “Branding pariwisata Natuna yang diluncurkan diharapkan mampu dipasarkan hingga ditingkat internasional, dan dikenal diseluruh dunia” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Natuna Erson Gempa Afriandi menambahkan,launching Brand Pariwisata Natuna tersebut berbarengan dengan ditetapkan Hari Jadi Kota Ranai sebagai kalender event pariwisata Natuna. Acara dibuka oleh Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal dengan ditandai pelepasan 146 lampion dengan simbol 1 lampion besar mewakili  100 tahun dan 46 lampion kecil mewakili 46 tahun.

“Event ini sasarannya untuk pergerakan ekonomi rakyat, pariwisata dan juga untuk melestarikan seni budaya yang ada di Natuna. Jadi nantinya dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Natuna. Selain itu  sasaran lainnya adalah mendatangkan wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara “ ucap Erson.

Pada inti acara Pekan Expo Pariwisata Natuna, cukup heboh. Rangkaian acara diisi dengan beberapa atraksi seperti festival band, beberapa perunjukan seni budaya sekaligus diadakan lomba fotografi, lomba pacu kolek, bazar kuliner di pantai Kencana Ranai.
“Event ini akan ditutup oleh special perform dari Opick pada tanggal 1 Agustus 2017, diperkirakan bakal didatangi lebih banyak lagi wisman dan wisnus,” ujarnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya selalu menggunakan benchmark untuk menjawab semua promosi yang diusungnya. Menurut dia, kalau ingin menjadi pemain global, gunakan selalu global standart.

“Mau tetap atau berubah, mau satu atau lebih dari satu, ada contoh suksesnya. Lakukan apa yang sudah sukses dan mereka (global) sudah lakukan, jangan memulai dari awal. Tapi berawal dari akhir,” ujarnya.

Konsep dan menggunakan teori-teori itu penting. Pertimbangan praktis berdasarkan pengalaman, itu juga penting. Perpaduan keduanya, itu menjadi sempurna. Sebagai doktor strategic management, Arief Yahya memang punya bekal ilmu branding.

Karena itu Menpar Arief Yahya ditunjuk Presiden Joko Widodo menjadi ketua tim National Branding. Pengalaman saat memimpin Telkom dan Komisaris Telkomsel juga sudah dibuktikan dengan melonjaknya brand pariwisata Wonderful Indonesia dari NA (not available) menjadi ranking 47 besar dunia. Mengalahkan Truly Asia Malaysia 96 dan Amazing Thailand 83.(*)

Napak Tilas Barack Obama Goda Kongres Pediatrics Internasional di Jogjakarta

0

Event International Society of Tropical Pediatrics (ISTP) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) ikut disupport Kemenpar untuk membedah pasar yang punya potensi spending besar itu. Dan semua peserta internasional tadi, akan digiring ke The Alana Hotel, Yogyakarta, 4-7 Agustus 2017 untuk mengikuti 11th International Congress on Tropical Pediatrics (11th ICTP) di Mataram City International Convention Center (MICC).

“Kami berbagi visi yang sama dengan anggota AsiaPacific Pediatric Association (APPA) serta International Pediatric Association (IPA). Arahnya adalah semua anak mencapai kesehatan yang baik sehingga mereka dapat tumbuh, berkembang, dan memenuhi potensi manusia,” kata Aman B. Pulungan, Presiden Pediatric Society Indonesia, Selasa (1/8).

Aman menambahkan, kongres ini diselenggarakan secara regular setiap tiga tahun sekali oleh ISTP. Dan di 2017 ini, Indonesia mendapatkan kesempatan sebagai tuan rumah.

“Kongres ini akan dihadiri lebih dari 500 peserta dari ilmuwan, praktisi, ahli dan spesialis kalangan kedokteran anak dari seluruh dunia,” lanjut Aman.

Agenda yang akan dibahas dalam kongres ini meliputi topik yang terkait dengan tujuan pembangunan yang berkelanjutan seperti stunting, 1000 hari pertama kehidupan, imunisasi, remaja Kesehatan, dan penyakit tidak menular akan dibahas dalam kongres nanti dalam bentuk workshop, plenary symposium dan parallel symposium.

“Di luar acara kongres, panitia penyelenggara juga menawarkan paket tour ke sejumlah destinasi wisata di sekitar Yogyakarta, seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan, Gua Pindul, Lava Tour, jalan jalan ke Malioboro dan juga menikmati beragam kuliner khas Yogyakarta,”ungkapnya.

Nah, paket-paket tour wisata ini diyakini bakal banyak diburu peserta kongres. Maklum, belum lama ini Jogjakarta juga pernah dijadikan destinasi liburan Presiden ke-44 Amerika Serikat Barack Obama. Saat berlibur di Jogjakarta, Obama bersama keluarganya, juga ikut menyambangi Candi Borobudur, Candi Prambanan, Taman Tebing Breksi, Keraton Jogja, Puncak Becici dan restoran Bumi Langit.

“Ini punya magnet yang besar. Banyak traveller yang penasaran dan ingin ikut menjelajahi kawasan wisata yang sempat didatangi Barack Obama. Senjata ini yang kami gunakan untuk merayu peserta 11th International Congress on Tropical Pediatrics untuk berwisata di Jogjakarta,” timpal Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti yang didampingi Kepala Bidang Promosi Wisata Pertemuan dan Konvensi Asdep Bisnis dan Pemerintah Kemenpar Eddy Susilo.

Dan bukan hanya napak tilas Obama saja yang punya nilai jual. Kuliner, alam, seni dan budaya, peninggalan purbakala, heritage keraton, arsitektural gedung- gedung peninggalan Belanda, sampai seni tradisi, semua juga bisa dinikmati di Jogjakarta.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Jogyajarta yang identik dengan kota budaya dan kota pariwisata sangat cocok untuk menggelar acara Konferensi. Kunjungan ke Jogjakarta akhir akhir ini melonjak sangat tajam. Terlebih setelah kedatangan Presiden ke-44 Amerika Serikat Barack Obama ke Jogjakarta yang membawa efek positif yang luar biasa bagi pelaku pariwisata.

Fasilitas convention sudah ada, hotel dengan kapasitas besar-besar makin banyak, dan punya destinasi yang atraktif. Juga tidak terlalu jauh ditempuh dengan jalur darat.

“Orang jadi tahu mana itu Becici, Dlingo, Bantul tidak hanya candi-candinya saja yang indah tapi banyak hal lain di Yogya yang bisa dieksplore. Silakan berkonferensi. Nikmati kuliner, budaya, dan destinasi kelas dunia di Yogyakarta,” kata Menpar Arief Yahya. (*)

Pemerintah Akan Kurangi Daftar Larangan Terbatas

0

batampos.co.id – Penertiban importir berisiko tinggi (PIBT) menimbulkan implikasi pada sulitnya kegiatan usaha, khususnya usaha kecil dan menengah (UKM) yang tidak dapat memenuhi perizinan larangan terbatas (lartas). Selasa (1/8) kemarin, sejumlah pengusaha mengadukan hal ini kepada Menteri Keuangan, Sri Mulyani.

Pengusaha UKM batik asal Pekalongan, Romeo mengungkapkan bahwa perusahaannya sempat menggunakan jasa importir berisiko tinggi untuk memasok bahan baku industri. Penggunaan jasa itu diperlukan karena volume impor yang kecil dan belum memahami aturan impor. Termasuk ketentuan larangan dan pembatasan.

Tapi, dengan adanya program penertiban impor tersebut, ia memutuskan menjadi importir mandiri dan patuh agar mendapatkan keamanan pasokan barang dari kepastian harga. Namun kemudian ia menemui banyak kendala. Mulai dari berbelitnya aturan dan regulasi, hingga tingginya biaya yang harus dikeluarkan. Akibatnya, usaha batik miliknya terganggu.

“Saya berharap pemerintah dapat menyederhanakan regulasi,’’ kata Romeo.

Kemudian ada Lena, seorang pengusaha kosmetik. Dia mengeluhkan kendala pada ketentuan pelabelan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Hal itu membuat produknya tidak bisa diekspor ke luar negeri. Padahal, pasarnya memang bukan di dalam negeri.

’’Banyak perusahaan luar negeri yang ingin beli dari kami karena ada sertifikat halalnya,’’ terangnya.

Menanggapi keluhan-keluhan itu, Sri Mulyani berjanji segera memberikan respons. Di antaranya, membentuk tim kecil. Tim tersebut terdiri atas Ditjen Bea Cukai, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

’’Orang ingin patuh, tapi aturannya jangan berbelit-belit. Itu saya rasa permintaan yang fair supaya bisa melayani masyarakat dengan baik,’’ kata Sri Mulyani.

Sementara itu, Menko Perekonomian Darmin Nasution menguraikan, pemerintah akan menyederhanakan aturan ekspor-impor barang yang masuk kategori lartas. Dengan begitu, aturan lartas yang berbeda namun mengurus komoditas yang sama dapat disederhanakan menjadi satu perizinan saja.

Penyederhanaan persyaratan difokuskan agar UKM memperoleh izin impor terhadap komoditas yang dijadikan bahan baku. Sebagaimana diinformasikan, saat ini terdapat 1.073 HS Code yang memerlukan perizinan lebih dari satu kementerian/lembaga.

’’Dengan adanya simplifikasi, permohonan penerbitan izin dan pengujian produk/uji lab hanya dilakukan sekali,’’ ujarnya.

Simplifikasi juga menghasilkan kriteria perizinan yang terukur dan jelas. ’’Pemerintah akan menghilangkan lartas melalui berbagai macam kebijakan. Jadi, tahun depan lartas berkurang dari 49 persen menjadi 17 persen atau di bawah itu,’’ ucapnya.

Sejumlah pekerja sedang melakukan bongkar muat di pelabuhan Batuampar, Jumat (7/7). F Cecep Mulyana/Batam Pos

Sebelumnya, sejumlah pengusaha di Batam juga mengeluhkan penertiban impor lartas. PT Ciba Vision di Kawasan Industri Batamindo, Batam, misalnya. Perusahaan tersebut mengeluhkan sulitnya mengimpor garam industri.

Wakil Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Tjaw Hoeing, mengatakan kebijakan Lartas ini sangat menghambat aktivitas perusahaan tersebut. Padahal, kata pria yang akrab disapa Ayung ini, garam industri hanya ada di Jerman dan Amerika. Sehingga sejak garam industri masuk daftar Lartas, perusahaan tersebut kesulitan mendapatkan garam industri.

“Untungnya mereka punya stok untuk sebulan,” jelasnya.

Perusahaan tersebut harus menunggu lama untuk bisa dapat persetujuan impor garam industri. Itupun dengan bantuan dari BP Batam. “Jika tidak, mungkin mereka akan pindahkan pabriknya ke Malaysia. Padahal ada 1.500 karyawan yang menggantungkan hidupnya di sana,” katanya.

Aturan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan 125/2015. Pasal 4 beleid itu menyebutkan, Garam industri hanya dapat diimpor oleh perusahaan pemilik Angka Pengenal Importir Produsen (API-P) yang telah mendapat persetujuan impor garam industri dan Menteri.

Kemudian, Menteri memberikan mandat penerbitan persetujuan impor garam industri sebagaimana dimaksud kepada Koordinator Pelaksana UPTP I.

Sementara Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukito, mengatakan pemerintah akan mempermudah impor garam industri. Bahkan, kata dia, kuotanya tidak dibatasi.

Namun Mendag Enggar menambahkan, bila rekomendasi itu untuk impor garam industri masih ditangan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Kata dia, garam dibagi dua jenis. Yakni garam kadar NHCL mencapai 94 sampai 97 untuk konsumsi. Sedangkan untuk industri kadarnya 97 NHCL ke atas.

“Untuk memudahkan komunikasi, semuanya garam disamaratakan sampai 94 NHCL ke atas harus ada rekomendasi KKP. Itu pun komando PT Garam,” ungkap dia. (ken/c22/sof/jpgroup)

Aceh Promosi Wisata di Bali dan Kota Serumpun

0

Tim Pengembangan Pendidikan Promosi Pariwisata dan Kebudayaan Nusantara (P3PKN) provinsi Nangro Aceh Darussalam menegaskan pihaknya telah mempersiapkan kegiatan Promosi Pariwisata dan Kebudayaan Aceh di Bali dengan judul Pesona Aceh di Bali 2018.

“Promosi ini akan digelar selama tiga hari di bulan April 2018 di Discovery Mall Bali,” tegas Ketua Panitia Pagelaran Seni yang sekaligus Ketua P3PKN Ridwan MD , Senin (31/7) di Yogya.

Ridwan memaparkan, pada kegiatan promosi di Bali tersebut akan digelar Pameran Potensi Aceh, Kuliner Aceh, Pentas Seni Budaya Aceh, Lomba dan Workshop Batik Motif Aceh serta Talkshow Sejarah Aceh.

Semua ini menindaklanjuti masukan-masukan saat acara di Gedung Sapta Pesona, 20/7, lalu. Sebelum pentas monolog teatrikal, berlangsung talkshow interaktif dengan tema “Masa Lalu adalah Aset Masa Depan”. Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuty M.Si dalam sambutannya saat membuka talkshow  mengharapkan event promosi wisata dan kebudayaan Aceh bisa dilaksanakan di luar daerah Aceh. seperti Bali, Jogja, Lombok hingga ke mancanegara.

Promosi Pesona Aceh di Bali 2018, menurut Ridwan, merupakan langkah aktif P3PKN yang sejalan dengan masukan Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara tersebut. Oleh karena itu, diharapkan seluruh Kabupaten/Kota di Aceh yang berjumlah 23 dapat berperan aktif dalam kegiatan promosi ini.

Selain itu, P3PKN juga menyiapkan road show pagelaran seni dan sejarah Aceh di beberapa kota rumpun Melayu dan kota dengan karakteristik yang sama dengan Aceh. Kota-kota tersebut adalah Pontianak, Riau, Padang  dan Lombok. Roadshow ini dimulai pada bulan Februari 2018.

Sejarah Aceh yang dikemas dalam monolog teatrikal seperti yang dimainkan di Gedung Sapta Pesona Kemenpar dimainkan oleh Sanggar Rampoe UGM dan Gita Seurune. Judul “Tun Sri Lanang Sejarah Perekat Dua Bangsa” diambil karena peran penting Tun Sri Lanang dalam sejarah Aceh.

Tun Sri Lanang adalah salah satu raja di Aceh tepatnya di Samalanga, Bireun pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda yang berasal dari Pahang,  Malaysia. Pada tahun 1613  setelah Sultan Iskandar Muda merebut Malaka dari Portugis, seluruh bangsawan Pahang  dan rakyatnya dibawa ke Samalanga, Aceh.

Tun Sri Lanang selain seorang pujangga, budayawan juga negarawan. Dia memiliki karya berupa kitab Salalatuss Salatin. Sultan Iskandar Muda mengangkat dia sebagai Raja Kerajaan Samalanga Pertama setelah mengalami berbagai proses.

Sampai saat ini bukti sejarah peninggalan  Tun Sri Lanang masih ada di Samalanga berupa Istana (Rumoh Krueng), makam, peninggalan benda-benda seperti Siwah dan benda sejarah lainnya masih berdiri dan tersimpan dengan baik. Peninggalan sejarah itu dirawat oleh keturunan Tun Sri Lanang yang ke-8 yaitu Dato’ Hj. Pocut Haslinda Syahrul.

Saat pegelaran di Balairung Soesilo Soedarman,  acara dibuka oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Dra. Esthy Reko Astuti, M.Si. Saat itu turut hadir Ketua Komisi X DPR RI T. Riefky Harsya , Wakil Gubernur Aceh Ir. Nova Iriansyah, MT serta Keluarga Keturunan Tun Sri Lanang.

Sedangkan tamu undangan yang hadir antara lain Forum Silaturrahmi Keraton Se-Nusantara (FSKN), Perhimpunan Masyarakat Aceh-Jakarta, Pelajar dan Mahasiswa di Jakarta, Duta Besar Turki, dan masyarakat umum lainnya.

Sebelum pementasan Monolog Teaterikal digelar disajikan Talkshow Sejarah Aceh dengan tema Masa Lalu adalah Aset Masa Depan dengan Narasumber Muhammad Nazar, S.Ag (Wakil Gubernur 2007-2012), AB Sadewa ( Panorama Tour & Travel) dan Dato’ Hj. Pocut Haslinda Syahrul (Keturunan Tun Sri Lanang ke-8).

Kesimpulan dari Talkshow tersebut Aceh memiliki kekayaan potensi wisata  baik itu kebudayaan, alam, situs dan peninggalan sejarah, wisata religi, kuliner yang dapat menjadi aset industri pariwisata sebagai salah satu pilar ekonomi.

Untuk itu Pemerintah Daerah dapat menjalin kerjasama dengan Pemerintah Pusat, Stakeholder dan seluruh komponen masyarakat bisa bersinergi untuk membangun daerah melalui pariwisata dengan memanfaatkan aset-aset yang ada.

Menpar Arief Yahya sering mengibaratkan menjaring ikan di kolam yang penuh ikan. Berpromosilah di tempat yang di situ sudah banyak wisatawannya. “Mereka sudah pasti bisa menjaring wisatawan, travellers, hobi jalan-jalan, di destinasi itu. Jauh lebih efektif, daripada memancing di tengah lautan luas,” kata Arief Yahya.

Itulah, mengapa Wonderful Indonesia juga berpromosi di Singapore! “Ada 3,5 juta Singaporean, 1,5 ekspatriat yang tinggal di Singapore, dan 15.5 juta wisman setahun di negara tetangga itu. Maka berpromosi di Singapore, berpotensi mendapatkan wisatawan yang tidak hanya orang Singapore, tapi juga ekspatriat dan wisman di sana,” kata Arief Yahya. (*)