Jumat, 17 April 2026
Beranda blog Halaman 13140

Walikota Sorot Persoalan Limbah SWRO

0
Pipa dan tabung air yang terpasang di Gedung Operasional SWRO Tanjungpinang. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah menyoroti penampungan limbah hasil olahan proyek percontohan nasional, Sea Water Riverse Osmosis (SWRO) Tanjungpinang. Karena kerusakan yang terjadi sekarang ini berdampak pada terkontaminasinya sumur warga yang berada disekitar SWRO.

“Pada prinsipnya kita sangat menginginkan proses serahterima SWRO cepat terlaksana. Hanya saja ada beberapa hal yang mengganjal dan itu tidak bisa kita terima,” ujar Lis, Rabu (26/7) di Tanjungpinang.

Menurut politisi PDI Perjuangan tersebut, rusaknya bak penampungan limbah SWRO sudah menyebabkan sumur warga menjadi asin. Karena masih menjadi tanggungjawab Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen Pupera), Ia meminta bagian yang rusak segera diperbaiki.

“Kita mengharapkan bak penampungannya dilapasi dengan fiber. Kita khawatir, meskipun sekarang diperbaiki, tetap berpotensi untuk merembes,” jelas Lis yang didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Tanjungpinang, Hendri tersebut.

Selain itu, Walikota Lis juga sudah punya ancang-ancang untuk mengevaluasi tarif air SWRO. Menurutnya harga Rp 19,500 permeter kubik masih bisa disesuaikan lagi. Disebutkannya, untuk mengurusi pelayanan dan pengelolaan SWRO nanti, pihaknya sudah menunjuk Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) dibawah Dinas Pekerjaan Umum.

“Soal harganya masih bisa kita bicarakan lagi. Yang terpenting pelayanan kepada masyarakat prima, operasional terjamin tentu itu yang kita harapkan,” tutup Lis.

Terpisah, Anggota DPRD Kepri, Rudy Chua mengatakan pihaknya sudah melakukan penelusuran di lapangan dan meminta penjelasan dari pihak operator SWRO. Disebutkannya, pada bulan Agustus nanti sudah masuk tahap uji coba gratis. Karena masyarakat tidak dikenakan tagihan. Meskipun demikian, tetap akan ada penagihan yang dilakukan.

“Sehingga masyarakat bisa mengetahui berapa pemakaiannya. Dengan begitu bisa mengukur kemampuan dalam menggunaan fasilitas air SWRO,” ujar Rudy Chua, kemarin.

Pembina Ikatan Muda Tionghoa (ITM) Provinsi Kepri tersebut juga mengatakan, untuk uji coba gratis ini hanya bisa dilakukan dibeberapa lokasi. Yaitu Jalan Pos, Pasar Ikan, Pelantar II, Pasar, Jalan Gambir, Jalan Bintan, Tengku Umar, dan Jalan Ketapang.

“Kebijakan ini disebabkan ada beberapa kerusakan serius untuk wilayah-wilayah yang ada di dalam Zona B. Sehingga membutuhkan waktu sekitar dua bulan untuk perbaikan,” jelas Rudy.

Masih kata Legislator Komisi II DPRD Kepri itu, untuk perbaikan bagian-bagian yang rusak, pihak kontraktor masih akan membantu. Sedangkan untuk kebutuhan operasional selama enam bulan menjadi tanggungjawab Satker. Kemudian setelah itu, baru dibawah UPTD.

“Kita berharap, tim UPTD yang sudah ditunjuk bisa menyerap tatacara mengelola SWRO. Sehingga ketika ditinggal pendamping, pelayanan tetap berjalan dengan baik,” tutup Rudy.

Seperti diketahui, SWRO selesai dibangun sejak Februari 2014 lalu. Dari beberapa kali Pembangunan, sudah menelan anggaran sekitar Rp 97 miliar APBN dan APBD Kepri. Akan tetapi SWRO dengan kapasitas 50 liter perdetik tersebut belum bisa memenuhi bagi kebutuhan air 4.000 rumah tangga di Kawasan Kota Lama Tanjungpinang hingga ke saat ini.(jpg)

Terumbu Karang Banyak Diambil

0
Batu karang di perairan Tarempa terlihat jelas dari permukaan air laut yang jernih. F. Syahid/batampos.

batampos.co.id – Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kepulauan Anambas menyayangkan akan tindakan yang dilakukan sejumlah
masyarakat terkait dugaan perusakan terumbu karang di sejumlah kecamatan untuk memenuhi kebutuhan sejumlah pembangunan baik untuk masyarakat itu sendiri maupun fasilitas umum milik pemerintah.

Bukan hanya batu karang namun termasuk pasir pantai juga ditambang. Meski demikian belum ada tindakan yang tegas terhadap pelaku perusakan lingkungan tersebut. Untuk membuktikan pelaku perusakan juga sangat sulit karena jarang ditemukan namun bisa dilihat dari bangunan yang sudah didirikan sebagai pondasi bangunan terdapat berbahan terumbu karang.

“Saya hanya prihatin saja melihat terumbu karang yang digunakan sebagai pondasi,” ungkap Hafis Riandy selaku Ketua KNPI Anambas, Rabu (26/7).

 

Pengerusakan ini sangat bertentangan dengan tujuan daerah yang mengutamakan pariwisata untuk meningkatkan perekonomian bagi masyarakat. Jika hal ini dibiarkan maka ia yakin cita-cita daerah dalam mencapai tujuan tersebut tidak pernah terwujud. “Modal utama wisata adalah mesti memiliki lingkungan alam yang bagus,” ungkapnya.

Oleh karena itu dirinya berharap agar semua pihak bisa saling memberi sosialisasi kepada masyarakat agar dapat menjaga dan memelihara lingkungan baik itu di laut maupun di daratan. “Semua pihak memiliki tangguang jawab dalam memilihara dan menjaga lingkungan dari kerusakan,” tukasnya.

Sebelumnya Dinas Perikanan Pertanian dan Pangan Kabupaten Kepulauan Anambas juga sudah pernah berupaya mencegah penambangan batu karang. Saat ini pemda baru dalam proses pembuatan surat edaran pelarangan penambangan batu karang. Masih dalam proses,” ungkap Kepala Dinas Perikanan Pertanian dan pangan Kabupaten kepulauan Anambas Chatarina Dwi Retno Erni Winarsih, beberapa waktu lalu. (sya)

Jalan Patimura Dilebarkan

0
Jalan Patimura akan dilebarkan dari 2,5 meter menjadi sekitar 5 meter. Pelebaran jalan ini menelan anggaran daerah Rp 1 miliar lebih. F.Syahid/Batam Pos.

batampos.co.id – Pemkab Kepulauan Anambas meningkatkan ruas jalan Patimura Tarempa. Peningkatan jalan kali ini yakni pelebaran jalan sekaligus menaikkan bangunan jalan dari yang sebelumnya.

Ruas jalan tersebut pada awalnya hanya sekitar 2,5 meter kini akan dilebarkan menjadi 5 meter dan dinaikkan sekitar 25 sentimeter dari yang sebelumnya.

Pelebaran jalan ini sekilas seperti mempersempit aliran sungai Sugi, tapi sejatinya justru dilebarkan sekitar 1,5 hingga 2 meter. Pasalnya jalan tersebut nantinya akan dibuat seperti pelantar sehingga di bawah jalan tersebut bisa dialiri air sungai.

“Bangunan batu miring pada jalan lama dibongkar supaya sungainya lebih lebar. Setelah di lebarkan sekitar 1,5 meter sampai 2 meter baru dibuat batu miring plus tiang penyangga jadi aliran sungainya lebih lebar,” ungkap kepala dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kepulauan Anambas Effie Zjuhairi melalui staffnya Isa Hendra, Rabu (26/7).

Diakuinya meski ada pelebaran jalan. Namun pelabaran jalan itu diakuinya tidak bisa mengantisipasi banjir. Karena meski dilebarkan, jika air laut pasang, maka sungai tersebut akan tetap penuh.

“Pada dasarnya peningkatan jalan ini bukan mengantisipasi banjir tapi untuk peningkatan ruas jalan,” ungkap Isa.

Untuk membangun peningkatan ruas jalan tersebut cukup menguras uang daerah karena lebih dari Rp 1 miliar. “Pagunya Rp 1,3 miliar lebih sedangkan nilai kontraknya Rp 1,1 miliar,” jelasnya lagi.

Meski pekerjaan tersebut tergolong besar namun dirinya optimis pekerjaan tersebut bakalan rampung sebelum tahun berganti. Pasalnya saat ini kesiapan pemenang tender sudah bagus. Pekerjaan darat seperti rangka besi sudah siap tinggal pekerjaan di dalam air yakni pemasangan tiang bagian dalam sungai yang dilakukan pada saat air laut surut.

“Kalau air laut surut baru bisa dikerjakan. Kalau malam hari surut, maka malam harir itulah pekerjaan itu dikerjakan,” ungkapnya. (sya)

Para Pelaku UMKM Lirik RKB

0
Salah seorang pembeli saat berkunjung ke RKB, tepatnya di stan pelaku UMKM yang memajang aneka makanan seperti kerupuk ikan di Coastal Area. F. Tri Haryono /Batam Pos.

batampos.co.id – Rumah Kreatif BUMN (RKB) yang dibangun oleh BNI Cabang Tanjungbalai Karimun, salah satu BUMN, yang terletak di Coastal Area hall A sudah mulai terlihat hasilnya. Para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Karimun, sudah mulai melirik RKB tersebut sebagai tempat promosi berbagai produknya. Selain secara tradisional, yaitu menitipkan hasil produknya ke beberapa toko maupun mini market dan warung tradisional maupun jual secara langsung.

”Alhamdulillah, ada beberapa pelaku UMKM yang sudah memasukkan barang dagangannya melalui RKB. Dan rata-rata produk makanan olahan, serta hasil kerajinan,” jelas Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan ESDM Karimun M Yosli, kemarin (26/7).

Lanjutnya, beberapa pelaku UMKM mengatakan keberadaan RKB tersebut cukup membantu dalam pemasaran produknya. Secara otomatis bisa menambah omzet penjualan, serta bisa meningkatkan produksi barang dagangan. Namun demikian, pihaknya tetap terus mengajak para pelaku UMKM agar memanfaatkan RKB sebagai tempat untuk promosi.

”Intinya sih, kita ingin mengajak para UMKM untuk memanfaatkan teknologi canggih yang sudah disediakan oleh BUMN,” tuturnya.

Sementara produk yang sudah ditawarkan secara digital yaitu kerupuk ikan, dodol rumput laut, deram-deram dan produk jeli dari bahan baku rumput laut. Sedangkan, hasil kerajinan tangan juga ada seperti bunga stoking, lukisan kayu, kerajinan koran bekas, cermin bingkai batok kelapa dan sebagainya.

”Di sini kita juga tetap, akan melakukan pelatihan-pelatihan terhadap UMKM melalui BUMN. Agar, UMKM nantinya benar-benar bisa mengembangkan usahanya melalui ekonomi digital,” kata Yosli lagi.

Terpisah salah seorang pelaku UMKM Bona mengungkapkan, dirinya merasa terbantu dengan adanya RKB dalam mempromosikan produknya. Sejak dipromosikan, permintaan produknya terus bertambah setiap bulannya dari berbagai daerah.

”Biasanya tetap setiap bulannya, kita produksi kerupuk ikan. Lumayanlah, produk kita sudah banyak di kenal di luar daerah Karimun,” singkatnya.

Sedangkan pantauan di RKB selain produk UMKM dipasarkan melalui internet, ada juga produk-produk UMKM yang dipajang langsung. ” Lumayan bang, sambil lewat saya disini beli makanan ringan di sini,” ucap salah seorang pengunjung. (tri)

Donasi Anda Ringankan Biaya Beban Sekolah

0
Direktur LAZ Masjid Raya Batam, Syarifuddin (tengah) menyerahkan simbolis bantuan kepada pelajar yang kurang mampu di Masjid Raya Batam, Batamcenter, Rabu (26/7). F-Wahyudin Nur/Batam Pos.

batampos.co.id – Lembaga Amil Zakat (LAZ) Masjid Raya Batam (MRB) menyerahkan bantuan Aku Bisa Sekolah kepada anak-anak yang kurang mampu bersekolah, di Masjid Raya Batam, Batam Center, Rabu (26/7).

Program ini merupakan rangkaian program Peduli Pendidikan yang diselenggarakan bertepatan setiap tahun ajaran baru sekolah. Sepanjang LAZ MRB berdiri, program ini telah membantu kurang lebih 300 penerima bantuan di setiap penyelenggaraannya.

Para penyerahan pertama ini, sebanyak 20 anak yang didampingi orangtuanya langsung mendapatkan bantuan uang tunai yang bersumber dari donasi Muzakki LAZ MRB, zakat, infaq dan donasi dari instansi lain.

“Tahun ini sudah ada 120 orang yang mengajukan diri untuk menerima bantuan ini. Kami masih membuka donasi dan penerima bantuannya,” kata Direktur LAZ Masjid Raya Batam, Syarifuddin.

Ia mengatakan untuk calon penerima bantuan cukup datang ke LAZ MRB dengan membawa fotocopy KTP, KK dan surat keterangan tidak mampu dari Mushala setempat. “Bagi masyarakat yang ingin mendonasikan hartanya juga bisa langsung ke LAZ MRB,” ucapnya.

Syarifuddin memaparkan tujuan program ini adalah meringankan beban biaya sekolah bagi warga yang kurang mampu. Meskipun tidak menyelesaikan masalah mereka, bantuan ini dapat digunakan untuk dana pendidikan, membeli seragam dan perlengkapan sekolah.

Bantuan ini tidak hanya disalurkan kepada anak yang bersekolah di swasta saja, namun juga yang bersekolah di negeri. “Namun nilainya yang berbeda, karena kita ketahui yang bersekolah swasta memiliki kebutuhan lebih banyak,” terangnya.

Masih dalam rangkaian program Peduli Pendidikan, LAZ MRB juga akan mengadakan safari mobil pintar ke sekolah-sekolah yang dinilai kurang memadai perpustakaannya. “Minggu depan akan kita gelar, kita harapkan pelajar bisa sedikit terfasilitasi pendidikannya dengna mobil pintar ini,” tutupnya. (cr18)

Hanya Ada Enam, CCTv di Jalan Perlu Ditambah

0

batampos.co.id – Polres Karimun bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Karimun membentuk Forum Lalu lintas dan Angkutan Jalan (FLAJ) untuk membahas berbagai permasalahan lalu lintas dan angkutan. Sehingga, permasalahan tersebut bisa langsung diakomodir dan diselesaikan.

”Kita mengajak untuk membentuk FLAJ ini tidak lain untuk menciptakan situasi di jalan menjadi aman dan tertib bagi siapa saja yang menggunakannya. Untuk itu, setelah dibentuk kita langsung membahas apa hal-hal yang harus diselesaikan berkjaitan dengan jalan. Yakni, penambahan CCTV di beberapa titik ruas jalan yang ada di Tanjungbalai Karimun,” ujar Kapolres Karimun, AKBP Agus Fajaruddin kepada Batam Pos, Rabu (26/7).

Saat ini, kata Kapolres, CCTv termasuk salah satu sarana pendukung yang penting dan merupakan kebutuhan. Dengan menambah memasang CCTv yang tersambung dengan server yang sudah ditetapkan, selain bisa melakukan pemantauan terhadap kondisi lalu lintas, juga dapat membantu proses penyelidikan. Misalnya, terjadi Lakalantas atau tindak kriminal di jalan yang terekam CCTv.

Kepala Dishub Kabupaten Karimun, Fajar Horizon menyatakan, tujuan akhirnya melalui FLAJ ini menciptakan Tanjungbalai sebagai smart city.

”Dengan adanya forum ini dapat mempercepat proses untuk menyelesaikan permasalahan lalu lintas dan angkutan jalan dengan mengeluarkan rekomendasi untuk disampaikan ke Bupati Karimun. Misalnya, masalah CCTv, kemungkinan bisa ditambah secara bertahap dengan menyediakan anggaran,” ungkapnya. (san)

Kadis DKP Minta Mesin Pengolah Sampah Ditambah

0

batampos.co.id – Jumlah sampah yang dihasilkan dari rumah tangga, hotel dan restoran setiap harinya terus bertambah. Namun, mesin yang mengolah sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) hanya ada satu unit. Sehingga, sampah yang dibawa ke TPA tidak menumpuk.

”Memang, jumlah sampah yang dihasilkan per hari tidak sebanyak pada saat Ramadan lalu. Jika pada Ramadan rata-rata per hari sampah mencapai 43 ton, tapi sekarang berkisar 39 ton sampai 40 ton saja. Meski demikian, untuk mempercepat proses pengolahan sampah di TPA memang diperlukan mesin pengolahan sampah lagi,” ujar Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Karimun, Rosmawati, Rabu (26/7).

Komposter atau mesin pengolah sampah, kata Rosmawati, yang ada di TPA hanya ada satu unit dan itu merupakan mesin pertama sejak dibuka lahan TPA milik pemerintah. Sehingga, perlu ditambah satu lagi. Untuk itu, pihaknya sudah menyusun rencana untuk dimasukkan ke dalam APBD 2018 untuk menambah satu lagi mesin komposter. Sehingga, dalam sehari bisa mempercepat pengolahan sampah menjadi kompos.

Disinggung tentang banyaknya dump atau bak pengangkut sampah yang rusak, Rosmawati menjelaskan, pihaknya beberapa bulan lalu memang sudah ada laporan yang masuk kepada pihaknya, sehingga, pada saat itu langsung dianggarkan. ”Ada lima bak sampah baru yang sudah siap dan akan menggantikan bak sampah yang sudah rusak,” ungkapnya.

Dia juga berpesan agar masyarakat Karimun dapat selalu menjaga kebersihan. Tidak membuang sampah sembarangan. Gunakan tempat sampah yang ada sebagai tempat pembuangan. Yang terpenting lagi, dengan menjaga kebersihan, sudah tentu akan lebih memberikan kenyamanan dan kesehatan. (san)

DPRKPKP Akan Bangun Toilet Seharga Rp 185 Juta

0
Gedung Gonggong yang jadi ikon Tanjungpinang dilihat dari laut. Gedung ini kini menjadi magnit baru bagi warga dan wisatawan yang datang ke Tanjungpinang. Foto: Fatih Muftih / Batam Pos.

batampos.co.id – Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman, Kebersihan dan Pertamanan (DPRKPKP) Tanjungpinang, Muhammad Yatim mengatakan akan membangun dua toilet umum di Laman Boenda, Tepi Laut. Pembangunan kedua toilet itu akan dilaksanakan mulai Agustus mendatang.

“Banyak warga atau wisatawan yang kesulitan buang air besar atau kecil saat berrekreasi disana. Maka untuk menjawab keluhan itu kami akan bangun dua unit toilet umum,” ujar Yatim, kemarin.

Pembangunan dua unit toilet umum itu, kata Yatim dari alokasi dana APBD 2017 sebesar Rp 185 juta. Jadi masing-masing toilet akan menelan anggaran sebesar Rp 92,5 juta.

Dalam toilet tersebut, lanjut Yatim memliki berbagai fasilitas lengkap. Seperti lampu yang terang benderang, air bersih yang terus mengucur selama 24 jam dan alat pendukung lainnya.

“Pelelangannya sudah. Jadi tinggal pengerjaannya saja. Semoga bisa rampung sesuai tenggat waktunya,” bebernya.

Yatim berharap dengan adanya toilet tersebut masyarakat tidak lagi buang air kecil sembarangan. Kemudian juga diminta menjaga kebersihan selama menggunakan toilet tersebut.

“Disana kami tempatkan petugas kebersihan juga. Sehingga toilet selalu bersih dan nyaman ketika pengunjung menggunakan,” ungkapnya. (ary)

Daftar Tunggu Haji di Bintan Capai 16 Tahun

0
Wabup Bintan Dalmasri Syam menyerahkan bingkisan secara simbolis dan memasang batik seragam bagi JCH di aula Kantor Bupati Bintan, Bintan Buyu, kemarin. F. Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Ketua Pelaksana Pembekalan dan Pelepasan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Bintan, Arusman Yusuf menuturkan, daftar tunggu JCH
di Kabupaten Bintan hingga tahun 2033 atau lamanya yang menunggu hingga
16 tahun. Kuota JCH yang dialokasikan dari Kementerian Agama (Kemenag) RI per tahun sekitar 70 Jemaah Calon Haji (JCH).

“Tinggal dikalikan. Kalau setahun sekitar 70 orang yang berangkat. Kalau 16 tahun?” kata Kabag Kesra Setdakab Bintan ini kepada Batam Pos usai Pembekalan dan Pelepasan JCH di Aula Kantor Bupati Bintan, Bintan Buyu, Rabu (26/7).

Arusman menjelaskan, daftar tunggu haji sesuai antrean sejak JCH mendaftar. Tidak ada JCH yang didahulukan keberangkatannya kecuali bila ada JCH yang membatalkan keberangkatan, mutasi ke daerah lainnya atau meninggal dunia. “Kalau di atasnya kosong, otomatis akan naik,” katanya.

Arusman menerangkan, masyarakat akan mendapatkan kursi setelah membayar uang pangkal sekitar Rp 25 juta dari total biaya haji saat ini sekitar Rp 32 juta. Setelah mendaftar, masyarakat akan langsung masuk di dalam daftar tunggu. Untuk biaya pelunasan haji dengan kekurangan sekitar Rp 7 juta masih kata Arusman biasanya dilakukan sebulan sebelum calon haji berangkat ke Tanah
Suci.

Ia menambahkan, sebenarnya biaya naik haji sekitar Rp 54 juta. Hanya yang dibayarkan seorang calon haji sebesar Rp 32 juta. Untuk sisanya disubsidi dari dana optimalisasi haji.
Tahun ini, Arusman menyampaikan, di Bintan awalnya ada sebanyak 73 jemaah calon haji yang akan berangkat. Hanya, 2 orang masuk di kursi cadangan dan tidak berangkat, 2 orang melakukan mutasi keberangkatan dari daerah lain, 1 orang meninggal dunia dan 2 orang lagi gagal berangkat. “Jadi tinggal 66 orang.

Itu sudah termasuk 1 orang tenaga pendamping haji,” tuturnya.
Wabup Bintan Dalmasri Syam berpesan agar CJH mempersiapkan mental, fisik dan kesehatan sebelum bertolak ke Batam dan bergabung dengan Jamaah Haji Kepri lainnya, Minggu (30/7).

“Laksanakan ibadah dengan ikhlas, semoga hal ini membawa keberkahan dan menjadi Haji yang Mabrur ” ujarnya.

Ketua Rombongan Iwan Mutaqim mengatakan, cuaca yang di atas 40 derajat celcius menjadi perhatian. Karena itu, jemaah calon haji harus membawa botol air dan selalu minum. “Per jam harus minum 100 mililiter,” katanya.

Ia juga mengingatkan kepada jemaah calon haji harus membawa obat-obatan agar ketika sakit sudah ada obatnya. “Di sana kemungkinan penyakit kan berbeda beda. Kalau pas sakit, jemaah calon haji setidaknya sudah tahu obatnya,” katanya. Di kesempatan itu, Dalmasri Syam secara simbolis menyerahkan bingkisan dan memasang Baju Batik Seragam bagi JCH. (cr21)

Gandeng KPKNL, Pemko Batam Nilaiulang 18 Aset yang Disewa Pihak Ketiga

0
Warga saat melintas di jembatan penyeberangan orang (JPO). Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menggandeng Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) akan menilai ulang 18 aset Pemko Batam yang kini dikelola pihak ketiga.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Batam Abdul Malik mengatakan penilaian aset ini dilakukan sebagai upaya menambah kas daerah.

“Kami nambah-nambah Kasda (Kas Daerah, red), dari sewa-sewaan (aset yang dikelola pihak ketiga, red) itu,” kata Malik.

Ia menyebutkan, aset-aset tersebut di antaranya, pemancar di atap Kantor Wali Kota Batam serta beberapa mesin ATM seperti yang berlokasi di RSUD Embung  Fatimah, kantor walikota Batam, kantor Dinas Pendidikan, juga mesin ATM di Gedung Bersama Batam Center.

“Kami manfaatkan juga Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Fanindo dan SP Plaza untuk pasang iklan. Sama tower yang di Tiban Asri kami nilai ulang juga,” ucapnya.

Ia menyampaikan, setelah penilaian ulang tersebut akan ada perjanjian baru dengan pihak pengelola yang selama ini menyewa aset tersebut.

“Kami perbaharui nilainya,” ucapnya.

Ditanya berapa kemungkinan berapa perubahan nilai sewa, Malik belum bisa memastikan. “Tarif yang lama juga saya lupa, nanti kami cek dulu,” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad berharap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mencari terobosan yang bisa mendongkrak pendapatan daerah. Harapan ini terkait perkiraan defisit yang hingga evaluasi terakhir mencapai Rp 242 miliar.

“Terutama untuk OPD penghasil,” kata Amsakar, Rabu (19/7) lalu. (cr13)