Jumat, 17 April 2026
Beranda blog Halaman 13139

Apri: Kabupaten Bintan Naik Kelas

0
Bupati Bintan Apri Sujadi foto bersama Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Bintan, Kartini di Bintan Expo, Tanjungpinang, Senin (24/7). F.Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Kabupaten Bintan menerima penghargaan Kota Layak Anak (KLA) kategori madya di puncak Hari Anak Nasional (HAN) di Pekanbaru, Riau, Sabtu (22/7) lalu.

Penghargaan yang dianugerahkan Kementerian Sosial (Kemensos) itu diberikan ke Kabupaten Bintan melihat komitmen Bupati Bintan Apri Sujadi yang memfokuskan pembangunan berbasis anak.

Bupati Bintan Apri Sujadi di Bintan Expo, Senin (24/7) sore menyampaikan, ini adalah apresiasi pemerintah pusat terhadap Kabupaten Bintan. Kabupaten Bintan sebelumnya menerima penghargaan KLA di kategori pratama. Tahun ini, Bintan menerima penghargaan yang sama di kategori madya. “Artinya Kabupaten Bintan naik kelas,” ujar Apri.

Apri meminta kepada semua pihak mempertahankan penghargaan yang sudah diraih. Ke depan, masih kata Apri, Pemkab Bintan akan memberikan porsi lebih yakni memfokuskan pembangunan yang berbasis anak-anak.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bintan, Kartini menuturkan, banyak sekali program pembangunan yang berbasis anak-anak yang merupakan program unggulan Pemkab Bintan.

Dibeberkannya, yakni program pendidikan gratis siswa SD hingga SMP. Di bidang kesehatan, Pemkab memberikan layanan gratis kepada masyarakat yang memiliki KTP Bintan. “Dengan modal KTP Bintan, akan dilayani,” kata Kartini.

Hak sipil anak, sambungnya yakni pemberian akta kelahiran gratis juga sudah dilakukan. Kemudian, membangun ruang terbuka hijau untuk anak-anak. Bahkan yang terbaru yakni anak-anak diberikan kesempatan menyampaikan aspirasi di Musrenbang.

“Anak-anak boleh menyuarakan apa keinginan mereka. Ke depan kita akan kembangkan sampai di tingkat desa,” katanya.

Lebih jauh Kartini menyampaikan, penghargaan KLA yang diberikan Kementerian Sosial bertingkat, mulai pratama, madya, nindya, lalu utama dan KLA. “KLA tiu apabila semua anak sudah benar-benar nyaman. Tidak ada lagi kekerasan dan lainnya,” katanya.

Kategori madya diraih Bintan dari 126 kota kabupaten se Indonesia. (cr21)

Nurdin Minta Percepat Kegiatan

0

 

Gubernur Kepri Nurdin Basirun berdiskusi dengan beberapa pimpinan OPD Pemprov Kepri terkait progres pembangunan di Kepri, Selasa (25/7). F. Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Gubernur Nurdin Basirun kembali memanggil sejumlah kepala OPD untuk mempertegas percepatan sejumlah kegiatan pada APBD tahun ini. Program tersebut diharapkan agar berjalan secara paralel di APBD Perubahan dan di APBD 2018.

“Kita bahas tentang kegiatan strategis dalam pembangunan, agar sejalan dan sinkron di APBD Perubahan dan APBD 2018. Untuk itu segera kita proses untuk selanjutnya dibahas bersama dengan DPRD,” ujar Nurdin setelah ratas dengan sejumlah kepala OPD, di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Selasa (25/7).

Tampak hadir dalam kesempatan itu Kadis PU Abu Bakar, Kadis Pertambangan dan Energi Amjon, Kadis Perindag Burhanuddin dan Kadis Pertanian Ketahanan Pangan Ahmad Izhar.

Gubernur ingin penegasan kembali program-program yang dijalankan dalam APBD tepat sasaran dan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Bagi Nurdin, setiap kegiatan dari APBD, memang harus memberi manfaat untuk masyarakat.

Nurdin berharap dukungan dan doa masyarakat Kepri agar program-progam untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat berjalan sesuai perencanaan.

“Salah satu tujuan terselenggarakan nya kegiatan-kegiatan tersebut adalah untuk menjaring sebanyak-banyaknya tenaga kerja lokal di Kepri,” kata Nurdin.

Nurdin sepanjang Selasa kemarin memusatkan aktivitas di Gedung Daerah Tanjungpinang. Selain menggelar rapat terbatas, Nurdin juga menerima Tim Sesko TNI. Selain itu Nurdin juga menyerahkan kendaraan operasional kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kepri.

Kepada Tim Sesko TNI, Nurdin Basirun menyebutkan Kepri merupakan tempat yang tepat untuk dijadikan tempat studi berbagai aspek, baik pertahanan maupun lainnya. Karena Kepri merupakan wilayah yang strategis dan berada di perbatasan dengan sejumlah negara.

“Mari kita gali bersama potensi di Kepri ini. Lakukan berbagai studi untuk kedaulatan negara dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Nurdin saat menerima kunjungan kerja Tim Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia (Sesko TNI) di Gedung Daerah Tanjungpinang, Selasa (25/7).

Gubernur Nurdin menyambut baik keberadaan Sesko TNI yang menjadikan Kepri sebagai tempat untuk melaksanakan kuliah kerja bagi personel TNI. Dengan adanya kuliah kerja bagi personel TNI di Kepri, Nurdin yakin semakin menambah kekuatan pertahanan.

“Kami pihak Pemerintah Daerah menerima dengan baik gagasan dari pihak Sesko untuk menjadikan Kepri tempat kuliah kerja bagi personelnya,” ujar Nurdin.

 

Dirkersamik Sesko TNI Brigjen TNI Didied Pramuditho menyebutkan
tujuan Kunjungan Kerja tim Sesko TNI tersebut untuk mengagas kerja sama rencana kegiatan Direktorat Akademi Sekso TNI tentang studi kelayakan kerjasama akademik dalam negeri di wilayah Provinsi Kepulauan Riau.

“Tujuan kami kemari untuk studi kelayakan menjadikan Kepri sebagai tempat untuk kuliah kerja dalam Negeri/Pertahanan Wilayah bagi perwira siswa pendidikan reguler XLV Sesko TNI Ta 2018, tujuan awal untuk memperoleh data awal dan informasi kelayakan wilayah khususnya komponen sumber daya nasional untuk kepentingan pertahanan negara,” ujar Didied. (bni)

 

Dimeriahkan Puluhan Sanggar Seni dan Artis Ibu Kota

0

batampos.co.id – Puluhan sanggar seni dan kesenian budaya daerah akan meramaikan kegiatan pekan expo Natuna mulai digelar pada 29 Juli hingga 1 Agustus 2017 mendatang.

Kegiatan yang digelar Dinas Pariwisata Natuna tersebut dilaksanakan di lapangan bola kaki SMP Negeri 1 Ranai serta beberapa lokasi wisata seperti pulau Senoa. Tidak hanya itu, sejumlah artis ibu kota juga direncanakan akan menghibur masyarakat Natuna.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Natuna Erson Gempa Afriandi mengatakan, untuk memaksimalkan pelaksanaan pekan expo, pihaknya bersama sejumlah instansi telah melakukan berbagai persiapan diantaranya penetapan lokasi acara dan koordinasi dengan sejumlah sanggar seni terkait kesiapan untuk tampil pada pekan expo.

Selain mementaskan atraksi seni budaya, pemerintah juga akan menyelenggarakan berbagai lomba di laut seperti lomba renang, lomba pacu kolek dan lomba lainnya yang tidak kalah seru.

Erson menyebutkan, sanggar yang akan menampilkan atraksi seni budaya seperti sanggar Langkadura, Talago Minang, Kuda lumping, sanggar Melayu anak negeri, barongsai, Reok dan dari sanggar lainya termasuk sanggar rampak buluh yang menampilkan kesenian angklung.

“Mereka siap memberikan yang terbaik di depan menteri dan semua yang hadir. Khusus untuk kuda lumping, mengingat durasinya mencapai tiga jam, maka Erson meminta agar pementasannya hanya sebatas tarian dan tidak sampai ke tahap kesurupan,” ungkapnya.

Terkait menteri yang akan hadir dalam pekan expo, Erson mengaku belum menerima konfirmasi lanjutan untuk nama – nama menteri tersebut.

“Termasuk pejabat Provinsi juga masih belum ada konfirmasi. Namun pastinya pekan expo nanti akan ramai di kunjungi warga dan masyarakat luar,” ujarnya.(arn)

Bertahun-Tahun Limbah B3 Disembunyikan

0

batampos.co.id – Limbah berbahan berbahaya dan beracun (B3) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Natuna yang hanya ditimbun di Kawasan RSUD sejak RSUD beroperasi sudah meluber. Selama ini luput dari pengawasan, termasuk DPRD.

Ketua DPRD Natuna Yusripandi mengatakan, seingatnya RSUD tidak pernah membahas dalam penyusunan anggaran APBD terkait limbah kimia berbahaya tersebut. Sehingga menurutnya, alasan tidak ada biaya juga sedikit aneh.

“Kami juga tidak tahu soal limbah di RSUD itu. Dan tidak pernah diberi tahu, apalagi kendalanya soal tidak ada biaya pengiriman,” sebut Yusripandi, Selasa (25/7).

DPRD juga kaget ketika limbah kimia beracun tersebut hanya ditimbun bertahun-tahun di komplek RSUD. Sebaiknya RSUD segera menyampai ke DPRD terkait persoalan limbah kimia beracun tersebut.

“Dengan tidak adanya laporan RSUD, DPRD akan melakukan pengecekan. Tidak hanya lokasi, namun penganggaran keuangan di RSUD. Kenapa tidak ada biaya dan tidak pernah disampaikan ke DPRD. Apa dipangkas TAPD atau RSUD sendiri teledor soal limbah yang sudah menahun menumpuk ditimbun,” ujar Yusripandi.

Anggota DPRD Natuna Hendry menilai, semestinya RSUD yang sudah memiliki BLUD tidak punya alasan tidak memiliki biaya untuk urusan limbah B3 tersebut.

“RSUD sudah dibentuk BLUD, tidak punya uang untuk urusan penting bukan alasan,” sebut Hendry.

Hal senada juga dikatakan Marzuki, anggota DPRD Natuna komisi II menilai, sejauh ini RSUD tidak pernah menyatakan tidak memiliki biaya mengurusi limbah kimia berbahaya di rumah sakit.

“RSUD semestinya tidak menimbun limbah B3. Itu punya dampak lingkungan dan manusia. Memang ada pengelolahan limbah, tapi tidak juga ditimbun dan merembes ke aliran air,” sebut Marzuki.(arn)

Bupati Minta Dua Perusahaan Diproses Hukum

0
Pembangunan gedung DPRD Natuna di Desa Sungai Ulu. Foto: Aulia Rahman/Batam Pos

batampos.co.id – Hingga saat ini kelebihan bayar proyek pembangunan pasar modern dan gedung DPRD Natuna tahun yang dikerjakan PT Istaka Karya tahun 2016 lalu belum dikembalikan perusahaan. Sebelumnya temuan kelebihan bayar dua proyek tersebut setelah dilakukan audit BPKP mencapai RP 5,8 miliar.

Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal mengatakan, Pemerintah Daerah sudah menyurati dua perusahaan pelaksana dua proyek pasar modern dan gedung DPRD. Agar mengembalikan kelebihan bayar dari progres fisik yang dilaksanakan.

“Pemkab Natuna sudah memberikan tempo waktu selama dua bulan ini, agar dikembalikan lebih bayar RP 5,8 miliar itu ke negara,” sebut Hamid kemarin.

Tempo waktunya sampai bulan Agustus mendatang. Kalau tidak terdapat melakukan pengembalian kelebihan bayar proyek itu. Maka Pemerintah Daerah akan menyerahkan persoalan tersebut lanjut ke proses hukum. Saat ini kontrak perusahaan tersebut sudah dilakukan pemutusan. Sehingga Pemerintah Daerah dapat melanjutkan penyelesaian pembangunan dua proyek teserbut ditahun 2018 mendatang,” ujar Hamid.(arn)

14 Kades Dipanggil Inspektorat

0
Bupati Anambas, Abdul Haris menandatangani pakta integritas di hadapan perwakilan KPK beberapa hari lalu. F. Syahid/ Batam Pos.

batampos.co.id – Sebanyak 14 kepala desa (kades) yang tak hadir saat penandatanganan pakta integritas beberapa hari lalu, akan dipanggil untuk menandatangani pakta integritas di kantor inspektorat.

Dari tujuh kecamatan yang ada, baru satu kecamatan saja yakni Jemaja Timur yang seluruh kadesnya hadir menandatangani pakta integritas. Sementara itu, enam kecamatan lainnya kadesnya yang tak hadir saat itu seperti Siantan Desa Tarempa, Siantan Tengah Desa Teluk dan Desa Lidi, Siantan Timur Desa Munjan, Palmatak Desa Bayat, Tebang, Langir, Putik, Payalaman, dan Candi. Dari Siantan Selatan ada Desa Kiabu, Telaga Kecil, dan Air Bini. Sedangkan dari Jemaja ada Desa Air Biru.

“Mereka nantinya akan kita panggil untuk menandatangani pakta integritas langsung, karena penandatanganan ini tidak bisa diwakili oleh siapapun,” ujar Inspektorat Anambas, Ody karyadi, Selasa (25/7).

Penyebab ketidakhadiran 14 kades dalam penandatanganan pakta integritas, belum diketahui pasti, apakah karena takut atau alasan lainnya. Saat ditanya mengenai alasan ketidakhadiran 14 kades, Ody belum bisa menjawabnya. Yang jelas, sepengetahuannya, sebagian kades yang tak hadir saat itu karena ada yang sedang dinas keluar Anambas.

Sebelumnya, Kades-kades yang ada di Anambas diminta untuk menandatangani pakta integritas di depan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di gedung Balai Pertemuan masyarakat Siantan (BPMS) Tarempa Minggu (23/7). Penandatanganan pakta integritas ini merupakan bentuk komitmen pemberantasan sekaligus pencegahan tindak pidana korupsi. (sya)

Pemkab Cemas Keberangkatan JCH ke Batam Terkendala

0

batampos.co.id – Feri Trans Nusantara rute Tarempa-Tanjungpinang mengalami kerusakan mesin, Selasa (25/7). Rusaknya mesin feri Trans Nusantara ini membuat sejumlah pihak cemas, terutama Pemkab Anambas.

“Kami khawatir akan mengganggu jadwal pelayaran feri reguler dan terjadi penumpukan penumpang. Sebab, 43 Jamaah Calon Haji (JCH) asal Anambas yang akan berangkat ke Batam pada hari Kamis (27/7) nanti juga menggunakan feri reguler yakni Seven Star Island. Kami takut akan mengganggu jadwal keberangkatan JCH molor atau terlambat,” ujar Kabag Kesra Pemkab Anambas, Burhanuddin.

Bila terkejar waktu berangkat ke Batam, rombongan 43 JCH asal Anambas akan langsung ke PIH Batam. Namun jika tak tepat waktu, maka akan diinapkan terlebih dahulu satu malam di Tanjungpinang.

JCH asal Anambas ini tergabung dalam kloter perdana berjumlah 455 orang berangkat ke Jeddah pada hari Minggu (30/7).

Untuk tahun ini, lanjut Burhanuddin, terjadi penambahan JCH asal Anambas. Mengingat tahun sebelumnya JCH asal Anambas hanya berjumlah 23 orang.

Salah satu staf humas sekretariat daerah Anambas, memastikan jika JCH asal Anambas berangkat ke Batam menggunakan feri Seven Star Island. Sebab, rencananya pihak pengelola feri akan memberangkatkan dua armada feri pada hari Rabu (26/7) mengangkut calon penumpang umum dan JCH.

Sementara itu, Kabag Humas Pemkab Anambas, Robi Sanjaya mengatakan jika pelepasan jemaah haji akan dilakukan pada hari Kamis (27/7)
mendatang. Setelah itu akan stand by di Batam sambil menunggu penerbangan. (sya)

Hantam Karang, Pompong Nelayan Tenggelam

0

batampos.co.id – Kecelakaan menimpa nelayan di laut kembali terjadi, Selasa (25/7). Tiga nelayan yang lagi melaut, Ujang selaku tekong dan dibantu dua orang kru kapal, yakni Ayang dan Joni, pompongnya menabrak karang di perairan pulau Asam. Beruntung ketiganya mampu menyelamatkan diri.

”Mereka hendak mencari ikan di Pulau Madu berangkat dari sungai pasir Meral hari Senin (24/7) sore, malamnya atau Selasa dini hari sekitar pukul 02.00 WIB mendadak cuaca diperairan buruk. Sehingga tekong berusaha menghindari cuaca dan ombak besar ke arah Pulau Asam untuk berlindung,” ujar Kasat Polair Polres Karimun, Iptu Sahata Sitorus.

Mendadak pompong yang dinaiki ketiganya terhenti dan tak bisa melanjutkan perjalanannya. Ternyata bagian depan pompong menghantam karang. Akibatnya kapal tidak bisa bergerak. Sementara kondisi pompong bocor hingga tenggelam ke laut. Namun, sebelum kapal habis tenggelam, tekong telah menghubungi orang tuanya yang juga nelayan untuk minta dijemput.

Siangnya, Nirwan, orang tua tekong berhasil menemukan kapal nelayan yang karam dan membawanya kembali ke Sungai Pasir dalam keadaan selamat.

Sementara KM Cempaka yang membawa muatan 25 ribu biji kelapa dari Sungai Guntung tujuan ke Batam tenggelam sebagian badan kapal akibat kamar mesin mengalami kebocoran pada pukul pukul 09.30 WIB . Peristiwa ini terjadi di Perairan Senggolong, Kecamatan Durai, Kabupaten Karimun. Tekong kapal bersama dua orang kru kapal berhasil diselamatkan nelayan dan Pos Pemantau Lanal TBK yang ada di Durai. Dalam peristiwa ini juga tidka ada korban jiwa. (san)

2.088 Turis Tiongkok akan Kunjungi Batam

0
foto: Cecep Mulyana / batampos

batampos.co.id – Kunjungan turis asal Tiongkok ke Batam terus meningkat. Setelah sebelumnya ada 1.700 turis dari Provinsi Chagsha, giliran 2.088 turis dari Ordos yang akan berkunjung ke Batam pada 11 Agustus mendatang.

Sama halnya dengan rombongan sebelumnya, 2.088 turis Tiongkok ini juga akan menggunakan pesawat sewa untuk terbang dari Negeri Tirai Bambu tersebut ke Batam. Bedanya, jika turis dari Changsha menyewa pesawat Lion, wisman dari Ordos akan terbang bersama Citilink.

“Masih carter flight,” kata General Manager Marketing Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Dendi Gustinandar, Selasa (25/7).

Ia mengatakan penerbangan 2.088 turis Tiongkok itu akan dilakukan secara bertahap dalam 12 penerbangan. Mulai dari 11 Agustus hingga September mendatang.

“Para turis Tiongkok yang masuk ke Batam ini menggunakan fasilitas bebas visa,” kata Dendi.

Mulai ramainya penerbangan carter dari Tiongkok ini, Dendi berharap rute ini menjadi tetap. Sehingga dapat menampung lebih banyak para wisatawan yang ingin menikmati suguhan pariwisata di Batam atau Kepri. “Maunya yah begitu (penerbangan tetap, red),” tuturnya.

Realisasi rute Changsha dan Ordos ke Batam ini, kata Dendi, merupakan hasil kerja keras semua pihak. Kian hari, Dendi mengatakan bahwa berbagai pihak mulai sadar dan mendukung tumbuh kembangnya pariwisata di Kepri. “Para pelaku travel yang telah berusaha keras mempromosikan pariwisata Batam. Lalu semua instansi yang juga ikut membantu juga,” ucapnya.

Sayangnya, Dendi mengaku belum mengetahui agenda para turis Ordos itu selama di Batam. Dia juga belum mengetahui berapa lama mereka akan liburan di kota industri ini. “Belum tahu, tapi yang pasti masuknya melalui Hang Nadim,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Periwisata Kota Batam, Pebrialin, justru belum mengetahui rencana kedatangan 2.088 turis asal Ordos, Tiongkok, itu. “Saya baru terima informasinya (dari wartawan) hari ini,” kata Pebrialin, Selasa (25/7).

Sedangkan Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri mencatat realisasi kunjungan wisatawan asing ke Kepri masih jauh dari target. Dari 2,6 juta kunjungan yang dicanangkan sepanjang 2017, hingga Mei baru tercatat sebanyak 801.000 orang.

Kepala BPS Kepri, Panusunan Siregar, mengatakan kunjungan wisman ke Kepri masih didominasi turis berkewarganegaraan Singapura. Yakni sebesar 49,85 persen dari total jumlah wisman.

Panusunan mengatakan, survei kunjungan wisman dilakukan setiap bulan. Sama halnya dengan rilis inflasi. Hanya saja datanya tertinggal satu bulan. Misalnya untuk data Juni dan Juli 2017 akan dirilis pada awal Agustus. “Jadi ini data terbaru kami,” ujar Panusunan, Selasa (25/7).

Secara akumulatif, kata dia, jumlah kunjungan wisman ke Kepri mengalami penurunan sebesar 1,37 persen dibanding jumlah kunjungan wisman periode yang sama tahun sebelumnya yang berjumlah 813.050 kunjungan.

“Nampaknya sulit untuk dicapai bila tak ingin disebut tidak mungkin. Tentunya ini harus menjadi PR (pekerjaan rumah) besar bagi Pemprov Kepri dan pemerintah daerah,” tuturnya.

Sementara untuk Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Kepri pada bulan Mei 2017 rata-rata mencapai 55,80 persen, atau naik 5,48 poin dibanding TPK April 2017 sebesar 50,32 persen. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang adalah 2,20 hari, atau naik 0,36 poin.

Lalu bagaimana dengan Batam? BPS Batam ternyata belum memiliki data terbaru mengenai jumlah kunjungan wisman. Baik di situs resmi, tidak ada data wisman dan bahkan terakhir kali mereka menyampaikan hasil survei ekspor impor Kota Batam Januari 2017 pada 15 Maret 2017 lalu. (ska/cr13/rng)

Satgas PIBT Gelar Operasi Bersama

0
Kapolres Karimun, AKBP Agus Fajaruddin foto bersama Danlanal TBK, Dandim 0317, pejabat BC, Kepala KSOP dan peserta apel stabilitas keamanan di laut. F.Sandi/Batam Pos.

batampos.co.id – Satuan Tugas Penertiban Impor Beresiko Tinggi (Satgas PIBT) yang terdiri dari Polres Karimun, Lanal TBK, Kodim 0317, Kanwil Khusus DJBC, KSOP kemarin (24/7) menggelar apel di Mako Lanal TBK dan diteruskan dengan kegiatan patroli.

”Pelaksanaan apel yang kita lakukan ini bersama instansi lainya sebagai bentuk kesamaan visi dan misi untuk menjamin wilayah Kabupaten Karimun, khususnya kawasan peraioaran dalam keadaan aman dari berbagai macam ancaman. Mulai dari ancaman terosi, narkoba dan juga barang impor yang beresiko tinggi. Salah satunya, beras impor yang saat ini menjadi perhatian pemerintah pusat,” ujar Kapolres Karimunl AKBP Agus Fajaruddin usai memimpin apel kepada Batam Pos.

Saat ini, kata Kapolres, masalah beras yang diimpor dari luar negeri secara ilegal masuk ke Indonesia memang menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Tujuannya tidak lain agar tidak menggangu produksi beras dalam negeri tidak dan njuga harga beras dalam negeri tetap stabil. Selain masalah beras, masalah narkoba juga menjadi hal yang terpenting dari terbentuknya Satgas PIBT.

”Setelah apel selesai dilaksanakan langsung diadakan patroli. Patroli dilakukan sampai ke beberapa pulau. Bahkan, melewati laut perbatasan yang ada di sebelah Barat Pulau Karimun. Dan, kegiatan ini tidak hanya akan sampai di sini saja. Melainkan tetap berlanjut. Sehingga, kita bersama-sama bisa menjaga wilayah Kabupaten Karimun tetap aman dan damai,” jelasnya.

Kegiatan patroli di laut ke depan, lanjut Kapolres, juga akan dilakukan secara rutin dan bersama-sama. Artinya, di dalam satu kapal itu personilnya lengkap. Ada polisi, TNI AL, TNIAD, BC dan KSOP. Meski demimkian, pihaknya mengharapkan dukuungan dari seluruh lapisan masyarakat. Sehingga, kegiatan ini bisa berjalan sesuai dengan keinginan dan tujuannya dapat tercapai. (san)