Selasa, 28 April 2026
Beranda blog Halaman 13146

Tahun ke 16, Jember Fashion Carnival Meneguhkan Posisi

0

Jember Fashion Carnival (JFC) memasuki edisi ke-16 tahun. Karnaval fashion pertama di jalan raya itu kian meneguhkan posisinya sebagai karnaval terbaik di tanah air.

JFC sekarang bahkan sudah diakui sebagai even yang ada di peringkat ketiga karnaval terbesar di dunia.

”Saya sangat mengapresiasi kreativitas yang dibawakan para talent serta jajaran manajemen JFC yang semakin baik dari tahun ke tahun. Merupakan kebanggaan bagi kita semua mengetahui JFC kini berada di peringkat ketiga karnaval terbesar di dunia,” ujar Wakil Bupati Jember A. Muqit Arief, Sabtu (12/8).

Dalam JFC 2017 ini, tema besar yang diusung adalah ‘Victory’. Nuansanya berisi 10 tema unik yang mempresentasikan perjalanan JFC dalam meraih prestasi di level dunia dalam kategori National Costume.

Ke-10 tema unik itu antara lain Srivijaya Empire, Bali, King of Papua, Mystical Toraja, Siger Crown Lampung, Borneo, Chronicle of Borobudur, Mythical Toraja, Wonderful of Betawi dan Unity in Diversity.

Di netizen, hastag #PesonaJFC2017 dan #PesonaKarnavalJember mewarnai media sosial sejak kemarin. Foto-foto baju-baju khas yang di desain Dynand Fariz itu mewarnai media sosial.

Presiden JFC Dynand Fariz mengatakan, JFC berhasil menempatkan diri sebagai karnaval ketiga di dunia setelah NottingHill, Amerika Serikat dan Reunion, Prancis. Dan edisi 2017 menjadi karnaval paling istimewa baginya karena akan ditonton juga secara langsung oleh Presiden RI Joko Widodo dan Menpar Arief Yahya pada puncak acara, Minggu, 13 Agustus 2017 .

“Sangat istimewa. Insyaallah akan ditonton Presiden Republik Indonesia Jolo Widodo dan Menpar Arief Yahya,” kata Dynand. Siang tadi, Presiden Jokowi dan Menpar Arief Yahya sudah landing di Jember.

Memasuki hari ketiga kemarin, JFC menyajikan Artwear Carnival. Dalam sesi tersebut, ditampilkan busana eksotis musim dingin. Idenya terkesan agak aneh. Sedikit nyeleneh. Maklum, Indonesia negara tropis. Matahari selalu bersinar terik hampir sepanjang hari. Tapi yang ditampilkan, justru busana musim dingin di negara-negara Barat.

“Ini perpaduan konsep busana dan asesoris dalam Art wear carnival, merupakan terobosan baru dalam penyelenggaraan JFC tahun ini,” ucap Dynand.

Sekilas terlihat cukup melelahkan. Para peserta Artwear Carnival harus berjalan melalui runway sepanjang 1,5 kilometer yang dimulai dari Alun-Alun Jember hingga finis di Lippo Plaza Jember.

Total peserta harus berjalan sejauh 2 kilometer dari start sampai titik pemberhentian. Meski begitu, semua terlihat happy. Dan aksi fashion carnaval ini mendapat applaus tinggi dari masyarakat yang menonton.

Bagi yang ingin menyaksikan fashion show seperti di Rio de Janeiro Brasil, hari ini JFC akan menghelat Wonderful Artchipelago Carnival Indonesia (WACI) yang diselenggarakan Asosiasi Karnaval Indonesia. Selain perwakilan provinsi, tiga kabupaten tetangga Jember, yaitu Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang, berpartisipasi dalam karnaval yang menyajikan budaya khas daerah tersebut. (*)

Ubud Jazz Village Festival, Undang Wisman Datang

0
ilustrasi

Ubud Jazz Village Festival (UJVF) 2017, benar-benar menampilkan musik jazz dengan cara yang berbeda. Tidak hanya menampilkan musisi besar dan band internasional serta nasional, tetapi juga memberikan pengalaman yang mengesankan kepada para penonton.

Desain lay out yang canggih dipadupadankan dengan kemasan membumi. Dari mulai alang-alang hingga bambu, semua dirancang sedemikian rupa oleh tim arsitektur Archimetriz Design untuk memastikan bahwa penonton masih bisa merasakan kearifan lokal.

Alhasil, sejak pembukaan Jumat (11/8) hingga Sabtu (12/8), Arma ARMA Museum dan Resort Ubud Bali yang menjadi lokasi UJVF, tak pernah sepi. Penonton yang didominasi bule berbagai negara itu ditemani nuansa pedesaan, balutan persawahan khas Ubud dan suara kodok di pinggir sawah. Tikar anyaman juga ikut menyambut pengunjung yang ingin duduk lesehan menikmati musik jazz.

Semua terlihat happy. Semua enjoy. Tiga panggung yang disediakan untuk masing-masing musikus jazz, yaitu Padi, Giri, dan Subak ikutan heboh. Semua ikut diserbu sekitar 5000 penonton.

“Mereka ke Bali khusus untuk nonton Ubud Jazz Village Festival. Ini luar biasa. Sejak Selasa, mereka sudah membooking hotel dan resort di sekitar ARMA. Penginapan langsung full dimana-mana karena penonton yang beli tiket jumlahnya mencapai 5000 orang,” terang Astrid Sulaiman, Committee UJVF, Sabtu (12/8).

Aturan nonton jazz yang harus diam, tenang, dan tak berisik tak lantas menjadikan ARMA Museum dan Resort Ubud senyap. Ubud justru makin bergairah. Musisi muda berbakat yang meraih empat kali nominasi penghargaan bergengsi, GRAMMY Award Gerald Clayton Trio yang tampil dengan Joe Sanders (bass) dan Gregory Hutchinson (drum), membuat ribuan penonton terkesima.

Ditambah lagi aksi panggung keren dari Steve Barry Quartet, pemenang Bell Award 2013 untuk Young Artist Jazz Australia of the Year dan runner-up di National Awards Jazz 2013.

Sihir UJVF makin kinclong manakala Insititut Francaise Indonesia yang membawa serta Samy Thiebault Trio, sebuah grup jazz dari Prancis yang akan mengusung konsep jazz modern, naik ke atas panggung.

Tidak ketinggalan pula Glen Buschmann Jazz Academy Big Band, yang merupakan gabungan dari 22 musisi asal Jerman akan tampil membawakan komposisi dan aransemen baru lagu-lagu Jazz standar dan beberapa lagu popular, seperti “Come with me” dari Tania Maria.

“Mereka kategori wisman high end. Spent money mereka rata-rata Rp 2 juta – Rp 3 juta per hari. Dan mereka pasti lama di Indonesia. Umumnya 7-10 hari karena setelah nonton jazz mereka biasanya leisure di tempat lain,” tambah Astrid.

Astrid tak berlebihan. Tiket yang dijual saja angkanya menembus Rp 440 ribu hanya untuk menonton jazz satu hari. Dan semua sold out. Itu belum termasuk sewa mobil, hotel dan makan minum selama di Ubud. Karenanya, UJVF tak cuma pesta buat para musisi jazz dunia.

Ajang itu juga menjadi pesta bagi penduduk Bali. Tua, muda, anak-anak, laki-laki, perempuan memenuhi tribun penonton. Dan semua rela menghabiskan koceknya di Bali, destinasi terbaik dunia 2017 versi TripAdvisor.

“Saya mendapat laporan seluruh penginapan di Ubud okupansinya 100%. Salah satu pemicunya ya Ubud Jazz Village Festival ini. Terimakasih Kementerian Pariwisata melalui Pesona Indonesia, keluarga Kerajaan Ubud dan masyarakat lokal Ubud yang sudah mendukung even internasional ini,” timpal Ketua PHRI Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati.

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti langsung sumringah. Menurutnya, ada dampak langsung yang sangat positif dari even yang sukses menarik wisatawan baik nusantara maupun mancanegara di Ubud, Bali.

Itu belum termasuk dampak tidak langsung nilai berita dari media yang memberitakan musisi-musisi jazz dunia tampil di Ubud. “Dampaknya pasti sangat besar. Ekonomi Ubud akan berdetak lebih kencang lagi. Belum lagi media value-nya yang juga besar. Karena ketika bintang jazz itu tampil selalu dipantau oleh followers dan subscribers-nya,” ungkap Esthy.

Menpar Arief Yahya ikut buka suara. Baginya Ubud dan sekitarnya memang istimewa. Juni silam, Presiden ke-44 Amerika Serikat Barack Obama, juga pernah menghabiskan lima hari hanya untuk berlibur di Ubud, Bali.

“Mumpung masih di Ubud, silakan napak tilas liburan Barack Obama. Silakan kunjungi Museum Agung Rai Art Museum (Arma), Desa Pengosekan, area persawahan terasering Jatiluwih atau rafting di Sungai Ayung seperti Barack Obama,” ajak Menpar Arief Yahya. (*)

 

Indonesia Bersaing Ketat dengan Vietnam

0
foto: thompson.co.uk

Industri pariwisata Indonesia memiliki musuh baru di Asia Tenggara, Vietnam.

Tren kunjungan wisman ke Indonesia dan Vietnam pada paruh pertama 2017 menunjukkan pertumbuhan tertinggi di Asia Tenggara.

Laman TTR Weekly melaporkan, Vietnam dikunjungi 6.206.336 wisman sejak Januari hingga Juni. Jumlah itu meningkat 30,2 persen dibandingkan periode yang sama 2016 lalu.
Tiongkok menjadi penyumbang turis terbesar bagi Vietnam sepanjang semester pertama 2017.

Jumlahnya mencapai 1.887.495 wisman. Angka itu naik 56,7 persen dibandingkan semester pertama 2017. Posisi kedua diduduki turis asal Korea Selatan sebanyak 1.066.257 alias melesat 43,9 persen dibandingkan periode yang sama 2016.

Khusus kunjungan sepanjang Juni, turis Tiongkok juga menjadi pendongkrak utama pariwisata Vietnam. Sebanyak 315.312 wisman asal Tiongkok berkunjung ke Vietnam. Jumlah itu naik 4,9 persen dibandingkan Mei 2017.

Posisi kedua dihuni turis asal Korsel sebanyak 177.061. Namun, tren kunjungan wisman Korsel turun 5,5 persen dibandingkan Mei 2017.

Sementara itu, Indonesia dikunjungi 6,48 juta wisman sepanjang semester pertama 2017.
Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah itu melesat 22,42 persen dibandingkan periode yang sama 2016. Saat itu, kunjungan wisman mencapai 5,20 juta.

Khusus Juni 2017, kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 1,13 juta. Angka itu melesat 31,61 persen dibandingkan Juni 2016 yang berjumlah 857,65 ribu.

Sama seperti Vietnam, Indonesia juga digempur turis asal Tiongkok. Sepanjang Juni lalu, sebanyak 160.200 turis asal Tiongkok pelesiran ke Indonesia.

Itu berarti turis asal Negeri Panda, julukan Tiongkok berkontribusi sebesar 14,19 persen.
Di posisi kedua adalah turis asal Singapura yang berjumlah 131.908 orang atau mencapai 11,66 persen.

Sedangkan urutan ketiga adalah wisatawan asal Australia sejumlah 108.028 orang atau berkontribusi 9,57 persen. Meski lebih unggul dibandingkan Indonesia perihal tren kunjungan wisman, Vietnam memiliki kendala serius.

Sebab, mayoritas turis enggan menjadi repeater alias ogah kembali ke Vietnam.

Laman Vietnamnet, Selasa (1/8) melaporkan, sebanyak 70 persen turis enggan pelesiran ke Vietnam lagi. Banyak hal yang membuat travelista enggan menjadi repeater. Mulai pencurian, kemacetan, kebersihan makanan, dan polusi di Vietnam.

Selain itu, turis juga kecewa terhadap pedagang lokal karena ditipu dengan barang berkualitas rendah. Berbagai kasus itu menjadi fokus utama dalam Forum Sektor Swasta Vietnam yang dihelat 31 Juli lalu.

Mereka berkaca pada kejadian 2016. Saat itu, Vietnam dibanjiri sekitar sepuluh juta wisman. Namun, hanya sedikit yang mau kembali lagi ke Vietnam.

“Beberapa kasus yang buruk menodai citra Vietnam. Sebab, saat ini informasi menyebar dengan cepat melalui internet. Warga lokal harus lebih memperhatikan keamanan turis. Selain itu, kebijakan juga harus lebih baik,” ujar Kepala Administrasi Pariwisata Nasional Vietnam Nguyen Van Tuan.

Nah, berkaca dari kasus Vietnam, Indonesia harus lebih bekerja keras menata pariwisata agar travelista mau menjadi repeater. Apalagi, Indonesia memiliki modal besar untuk menggenjot pariwisata. Yakni, wisata halal alias family friendly tourism.

Berdasarkan riset Mastercards-CrescentRating Global Muslim Travel Index (GMTI) 2017, Indonesia menduduki posisi ketiga di bawah Malaysia, Uni Emirat Arab. Sedangkan pada 2016, Indonesia berada di urutan keempat di bawah Malaysia, Uni Emirat Arab, dan Turki.

Menpar Arief Yahya sudah menulis CEO Message, “Waspadai Vietnam” untuk memberi warning internal Kemenpar. Vietnam dan Indonesia adalah 2 negara yang masuk top 20 the fastest growing tourist visitor, dan dilaporkan telegraph.co.uk.

“Saat ini persaingan bukan yang besar mengalahkan yang kecil, tetapi yang cepat mengalahkan yang lambat. Vietnam dan Jepang dua contoh negara yang cukup cepat, melakukan deregulasi dan memberi kemudahan wisman datang ke sana,” kata Arief Yahya. (*)

 

Jember Fashion Carnaval 2017, Event Karnaval Terbaik

0

Tanpa merendahkan event karnaval yang berkembang heboh di Indonesia, Jember Fashion Carnaval 2017 memang masih terbaik secara nasional. Hal itu diakui Menpar Arief Yahya, saat berkunjung ke Jember, Jawa Timur sejak 12 Agustus 2017, bersama Presiden RI Joko Widodo yang juga di sana.

Bahkan, dibandingkan karnaval sejenis di dunia, termasuk Rio de Jeneiro, Brasil yang sudah melegenda itu, Jember Fashion Carnaval 2017 itu lebih unik.

“Dan sudah tahun ke-16, dijalani secara konsisten! Karena itu ini menjadi event karnaval terbaik,” kata Arief Yahya.

Jember Fashion Carnaval yang oleh netizen diramaikan dengan hastag #PesonaJFC2017 itu juga sukses menginspirasi karnaval lain di kota lain. Seperti Malang Flower Carnival, Banyuwangi Ethno Carnival, Batik Carnaval Solo, Semarang Night Carnaval, dan masih banyak lagi.

“Aspek originalitas menjadi sangat penting. Lalu konsistensi selama 16 tahun, dan sudah menjuarai berbagai kompetisi karnaval di dunia! Itulah reputasi besar JFC2017,” jelas Menpar Arief Yahya.

Tiga hal kuat yang membuat Jember semakin mendunia dengan karnaval. Event yang dimotori oleh Dynand Fariz itu mengangkat pamor Jember dan Jawa Timur.

“Dengan catatan, Bali tidak diikutkan dalam penilaian ini. Karena Bali yang punya Pesta Kesenian Bali (PKB) sudah eksis selama 39 tahun non stop. Pertunjukkannya juga kelas dunia, parade pembukaannya juga sangat serius,” jelas Arief Yahya.

Minggu, 13 Agustus 2017, puncak #PesonaJFC2017 bakal berlangsung. Presiden Jokowi memang sedang concern di pariwisata. Bahkan di akun medsos pribadi nya pun mempromosikan destinasi wisata.

“Pesan Pak Presiden Jokowi, harus ada benchmark! Bandingkan dengan negara mana yang sukses dan hebat,” kata Menpar Arief.

Menpar sudah melakukannya dengan menempatkan Malaysia sebagai “musuh emosional”. Dan Thailand sebagai “musuh professional.

“Kini muncul pendatang baru, waspadai Vietnam, mereka menjadi kuda hitam, melejit dengan growth 24%, lebih tinggi dari Indonesia yang 22,4%” ungkapnya.

Jember Fashion Carnaval 2017 ini sudah dilaunching Menpar Arief Yahya di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta. Baik di lokasi maupun di netizen sama-sama heboh.

“Untuk menghidupkan bisnis pariwisata di Jember, event seperti ini harus sering dibuat, gong besarnya setahun sekali, kelak bisa menjadi kekuatan atraksi Jember,” kata dia.

Kalau soal event atau festival budaya, lanjut Arief Yahya, daerah di Indonesia sangat banyak.

“Solo itu punya 56 dan Banyuwangi punya 72, daerah lain rata-rata juga ada, tinggal dipromosikan secara besar-besar? Masyarakat pasti akan mendapatkan manfaat ekonominya,” tuturnya.(*)

Festival Pesona Bunaken 2017 Bangkitkan Pelestarian Budaya dan Alam Manado

0
Wisatawan asing menikmati keindahan bawah laut di berbagai destinasi di Sulawesi Utara. Foto: BPBD Sulut

Festival Pesona Bunaken 2017 bakal meningkatkan pelestarian budaya dan alam di Pulau Bunaken, Manado, Sulawesi Utara.

“Dengan festival ini pasti muncul pelestarian, di mana unsurnya ada perlindungan dan pemanfaatan. Unsur ini akan menjaga budaya dan alam di Bunaken. ini harus terus dilakukan dan dijaga,” ujar Staff Ahli Menteri Pariwisata Bidang Multikultural Hari Untoro Drajat saat membuka Festival Pesona Bunaken 2017 di Pulau Bunaken, 12 Agustus 2017.

Dampaknya terhadap pelestarian budaya, imbuh Hari, mengambil contoh dari tarian-tarian yang disajikan di acara pembukaan. Kata dia, regenerasi tarian itu membuat budaya akan abadi di tanah air Indonesia.

“Dengan mengajarkan tarian ke anak-anak, dan masuk ke dalam rangkaian festival, itu akan membuat budaya lestari. Seperti yang kerap diungkapkan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, pariwisata semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan,” kata pria yang juga masuk dalam tim percepatan wisata budaya berkelanjutan kawasan Borobudur Kemenpar itu.

Untuk pelestarian alam, imbuh Hari, festival yang rutin digelar setiap tahun ini menggelar action dengan bersih-bersih sampah dan pulau, bagian rangkaian ini membuat alam yang sering dikunjungi Wisman ini akan tetap terawat dan cantik.

“Pariwisata itu mengangkat kesejahteraan masyarakat secara langsung, cepat dan murah. Ayo dengan festival ini kita lestarikan semuanya untuk masyarakat kita juga,”kata Hari yang disambut tepuk tangan meriah pengunjung di acara pembukaan tersebut. Dalam acara pembukaan, pihak Kemenpar didampingi Ketua Panitia Acara Robby Dondokombey dan Kepala Dinas Pariwisata Sulut Daniel Mawengkang.

Dalam acara tersebut digelar beberapa acara yang menarik. Diantaranya adalah, Bersih-bersih Bunaken, Pentas Seni dan Budaya, Tarian 4 Wayer Bersama Turis, Fun Games Volley Pantai, Lomba Balap Perahu Dayung, Lomba Perahu Katinting Hias, Free mass Snorkling – MedSos, Promotion Games tradisional, Pesta Ikan Bakar dan juga hadir penyanyi Gio Idol.

“Ayo jaga Bunaken, sambut wisatawan dengan senyum, kita semua harus jaga Bunaken,” kata Gio di atas panggung. Datang juga ratusan wisatawan Tiongkok yang hadir ke acara tersebut. Mereka berenang, bernyanyi, berjoget dan berbaur dengan masyarakat setempat. Seperti diketahui, penerbangan dari Tiongkok ke Manado melonjak tinggi pasca banyak maskapai yang melakukan charter flight.

Lantas apa saja yang bisa dinikmati di Bunaken ? Kadispar Sulut menjamin wisatawan bakal puas dan akan kembali lagi ke Manado pasca Festival Bunaken 2017. Daniel menjamin bahwa pemandangan under water Bunaken terbaik di dunia. Untuk ke Manado juga sangat gampang dan Kadis siap memberikan tipsnya.

Kata dia, bagi wisatawan yang berkunjung ke Manado menggunakan pesawat terbang, jalan ke Pulau Bunaken dari bandara tak begitu jauh. Anda hanya perlu mencapai pelabuhan atau dermaga di Manado untuk melanjutkan perjalanan menggunakan kapal ke Pulau Bunaken.

Wisatawan dalam jumlah kecil yakni satu atau dua orang, disarankan untuk berangkat dari dermaga Kuala Jengki. Dari Bandara Sam Ratulangi, wisatawan dapat naik angkutan umum ke Terminal Pal 2. Setelah itu dapat menyambung angkutan umun lagi ke Pasar 45. Dari sana, Anda hanya perlu berjalan kaki kurang lebih 15 menit untuk sampai ke dermaga Kuala Jengki.

Perjalanan ke Pulau Bunaken dari Kuala Jengki pun tak jauh. Hanya 45 menit, Anda akan langsung sampai ke salah satu surga menyelam di dunia. Wisatawan hanya perlu naik kapal atau biasa disebut taksi oleh warga lokal. Tarifnya pun tak mahal, hanya Rp 30.000 untuk satu kali jalan menuju ke Pulau Bunaken. Kendati demikian, penumpang harus sabar. Pasalnya, kapal ini akan jalan, setelah terisi penuh. Sementara itu, jika tak mau repot, maka perjalanan lewat agen wisata dapat dinikmati wisatawan. Banyak agen kini sudah muncul lewat sistem online. Anda dapat memilih kriteria agen perjalanan Anda sendiri untuk sampai di Pulau Bunaken.

Sesampai di Pulau Bunaken, jika lewat agen wisata, tak perlu repot. Sebab, semua fasilitas sudah disediakan, baik untuk penginapan, makan, hingga permainan untuk snorkeling atau diving. Jika Anda backpacker, tentu harus mencari tempat untuk singgah dan lainnya. Jenis tempat penginapan di Pulau Bunaken cukup banyak. Mulai dari rumah penduduk, homestay sampai resor. Masing-masing menawarkan sensasi dan fasilitas berbeda-beda.
Rumah penduduk, lmisalnya, Anda tak perlu bayar mahal. Cukup meminta izin kepada pemilik rumah, dan Anda bisa berbagi biaya memasak untuk makan per harinya. Sementara itu, untuk homestaydan resor, minimal Anda bisa membayar sekitar Rp 200.000 dan Rp 1.000.000. Dengan biaya sebesar itu, fasilitas yang ditawarkan pun berbeda-beda.

Bagi para backpacker, Anda dapat menyewa alat-alat snorkeling dengan harga cukup murah yakni Rp 100.000 per harinya. Sementara itu, untuk diving, para pemilik penyewaan alat-alat punya kisaran harga tersendiri.

Sekadar tips bagi Anda yang hendak berkunjung ke Pulau Bunaken, tempat tersohor ini ramai dikunjungi pada bulan Mei hingga Agustus. Sementara itu, pada bulan Desember hingga Januari, air di laut pasang.

Maka, wisatawan disarankan berkunjung di bulan-bulan di luar musim padat kunjungan maupun saat air laut pasang. ” Ingat, kebersihan harus dijaga, untuk pemerintah setempat juga terus menggenjot akses, amenitas dan atraksi yang semakin membaik dan profesional di Pulau Bunaken,”jelas Menteri Pariwisata Arief Yahya.(*)

 

Festival Bali di Turi Beach Resort, Pulau Batam

0

Para Wisatawan Mancanegara (Wisman) di Batam kini bisa menikmati pesona Bali di Festival Food, Culture dan Art di Turi Beach Resort.

Festival ini tentu memberikan kemudahan bagi Wisman asal Singapura untuk merasakan sensasi liburan di Pulau Dewata tanpa perlu jauh-jauh terbang ke Bali.

Festival di Turi Beach Resort ini digelar tanggal 11-13 Agustus 2017 dengan tajuk “Bali Festival Food Culture and Art (FFCA) 2017. Cukup dengan menyebrang dan mengendarai mobil sekitar 35 menit dari Harbor Front dengan ferry atau sekitar 15 menit dari Bandara Hang Nadim, Wisman asal negeri tetangga ini bisa langsung menuju Turi Beach Resort.

Destinasi wisata ini sering disebut miniatur Bali di Nongsa, Batam Kepulauan Riau untuk menikmati keindahan Bali baik seni dan kebudayaan penuh pesona.

Menurut Sumantri Endang, General Manager Turi Beach Resort, event salah satu dari 23 kalender even kami setiap tahun terinspirasi dari kebudayaan populer Bali yang sudah mendunia. Bali tujuan wisata populer, dan Maret 2017, Bali menjadi salah satu pula destinasi utama oleh para wisatawan mancanegara.

“Untuk merayakan momentum ini,Turi Beach Resort sebagai mini bali di Nongsa, Batam bekerja sama dengan Bali Community Batam dan didukung sepenuhnya oleh Wonderful Indonesia menggelar festival ini yang bertujuan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan internasional ke Indonesia,” beber Sumantri.

Acara selama tiga hari dikemas sangat menarik, yang dimulai pada hari Jumat (11/8) berupa Expo Seni dan Kerajinan Bali, Festival Makanan Bali, Cara belajar Memasak Makanan Bali dan Hiburan Musik. Untuk hari Sabtu (12/8) yang menjadi puncak acara akan ditampilkan Expo Seni dan Kerajinan, Kelas Merangkai Bunga, Gala Dinner Al Fresco. Juga akan dihubur dengan Tari Kecak Dance , Tari Ramayana dan Hiburan Musik.

Sedangkan hari terakhir,Minggu (13/8) akan diisi dengan kelas Memasak sekaligus dilanjutnkan dengan acara Makan Siang. “Acara Kelas memeasak bersama dengan koki hebat Turi Beach Hotel, kita akan ajarkan cara membuat masakan tradisional Bali seperti Sate ilit dan sambal matahnya yang sangat terkenal itu. Pokoknya kita buat seru abis, Truly Bali, Bali yang sesungguhnya,” promosi Endang.

Panitia menargetkan, festival ini mampu menjaring turis asing terutama dari Singapura sebanyak 600 orang. Endang bahkan berani menjamin, bukan cuma turis dari Singapura, tetapi turis dari negara asing lain bakal memadati acara ini.

“Bukan hanya turis asal Singapura yang datang kesini, tapi juga warna negara asing lainnya seperti Amerika, India, Eropa yang menetap di Singapura yang kangen akan Bali, juga berbondong bondong datang kesini. Hotel kami full booked,” lanjutnya

Turi Resort Beach ini berdiri pada lahan seluas 7.7 hektare ini disebut-sebut sebagai resor paling eksklusif karena kental dengan nuansa Bali. Bila berada di sini, turis akan bertanya-tanya apakah sedang berada di Batam atau Bali? MIsi resort ini memang menancapkan diri sebagai miniatur Pulau Seribu Dewa.

Atmosfer Bali memang sangat terasa melalui patung-patung yang ada disetiap sudut resor, Balinese Longue dengan desain Pura yang terletak di pinggir pantai. Ada 140 kamar dan suite yang disediakan di sini. Seluruh hunian ini diberikan akses pemandangan langsung menghadap ke laut.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Esthy Reko Astuti didampingi Kepala Bidang Penguatan Jejaring Kemenpar Hidayat mengatakan,Kemenpar mendukung acara ini sebagai bagian dari komitmen Kemenpar untuk terus menggenjot kunjungan turis mancanegara ke Great Batam.

“Nongsa Batam dan Riau Lagoi Bintan kedua destinasi berbasis pantai di kepulauan Riau ini memang meripakan engine (mesin) untuk mendatangkan turis mancanegara, maka setiap kegiatan mereka akan selalu kami dukung,” kata Esthy yang juga diamini Hidayat.

Nongsa Batam, imbuh Esthy, juga sudah punya network dan costumers loyal di pasar Singapure dan Malaysia. Apalagi, Kementerian Pariwisata juga gencar mempromosikan pariwisata Indonesia. “Kami senang, dan makin yakin dengan support promosi yang diberikan Kemenpar selama ini, akan terasa dampaknya di pasar dan industri pariwisata,” Esthy melanjutkan.

Senada dengan Deputi, Menpar Arief Yahya memuji even Bali Festival Food, Culture dan Art ini. Untuk menghidupkan cross border, kata Menpar Arief yahya , harus memperbanyak event dan acara yang bisa dinikmati oleh tetangga negara kita.

“Kalau setiap akhir pekan ada kegiatan rutin dan itu bisa menjadi tujuan orang Singapore, akan sangat efektif sebagai border tourism yang bisa menaikkan jumlah wisman. Tinggal bagaimana mengemas dan memperbanyak even seperti ini. Terimakasih Turi Beach Resort,” kata Menpar Arief Yahya.(*)

 

Sound of Angklung 2017 Menghibur di Jepang

0

Keluarga Paduan Angklung dari siswa siswi dan alumni SMA Negeri 3 Bandung (KPA 3) kembali mempromosikan Wonderful Indonesia ke seluruh penjuru dunia. Usai melakukan lawatan ke enam negara di Eropa di 2016, tahun ini KPA 3 membidik dua kota di Jepang. Misinya, menggoda pasar Jepang, 24-30 Agustus 2017.

Dua kota besar di Jepang yang disasar, yaitu Kanagawa dan Tokyo. Dua kota itu akan didatangi 54 orang siswa siswi dan guru pendamping untuk mengenalkan dan sekaligus sebagai pelestarian angklung.

“Temanya “Serasa Katha: Avana.” Itu menggambarkan citra kebudayaan angklung yang kuat dengan nilai filosofis yang universal bagi seluruh umat dunia. Kami akan goda generasi muda Jepang lewat diplomasi angklung,” kata Zharifah Raihanah Shiddiq, Ketua Pelaksana Expand the Sound of Angklung 2017, Sabtu (12/8).

Selama enam hari di dua kota besar di Jepang itu, mereka akan tampil habis-habisan dalam konser di dua tempat, Sunpearl Arakawa Hall Tokyo dan Zushi Culture Plaza Hall-Nagisa Hall Kanagawa. Di Sunpearl Arakawa Hall Tokyo, KP 3 akan tampil di hadapan sekitar 975 pengunjung.

Sedangkan di Zushi Culture Plaza Hall Kanagawa mereka akan tampil di hadapan 555 pengunjung. “Pengunjung dari kalangan pecinta musik baik pelajar dan keluarganya. Kami yakin kegiatan ini dapat memperkuat nation branding Wonderful Indonesia,” lanjutnya.

Bukan hanya tampil di dua konser itu, anak anak muda ini juga mendapatkan kesempatan untuk menghibur para tamu undangan pada resepsi diplomatik yang diparakarsai Kedutaan Besar Indonesia di Tokyo yang akan mengambil lokasi di Hotel Imperial Tokyo pada 25 Agustus 2017 nanti.

Tamu undangan terdiri atas para menteri dan pejabat tinggi dari berbagai institusi Pemerintah Jepang, anggota parlemen, pimpinan perusahaan terkemuka dan tokoh masyarakat Jepang.

“Dalam Resepsi Diplomatik, Keluarga Paduan Angklung akan tampilkan tari Janger dari Bali dan tari Bajidor Kahot dari Jawa Barat yang dipadukan dengan alunan musik angklung,” lanjut Zharifah.

KPA SMA 3 Bandung ini memang layak tampil di acara VVIP, karena torehan prestasi internasional nya memang moncer. Di 2015 saja, mereka sudah menyambar peringkat III dalam Kategori Angklung Tradisional SEAMEO Song Angklung contest tingkat ASEAN

“Tahun lalu, KPM mendapatkan penghargaan Gold Band untuk 2 (dua) kategori penampilan yaitu, musik tradisional dan musik instrumen klasik pada perhelatan International Youth Music Festival ll (IYMF ll) Bratislava Slovakia, juga mendapat kehormatan untuk menjadi Duta Promosi Wonderful Indonesia di Eropa Timur,” ujarnya.

Menpar Arief Yahya sangat mendukung kegiatan KPA SMA 3 Bandung ini.”Anak anak muda ini juara, mau belajar dan melestarikan seni tradisional. Terlebih menorehkan prestsi yang luar biasa. Mudah-mudahan irama dan harmoni angklung Wonderful Indonesia dapat menggelitik rasa ingin tahu masyarakat Jepang untuk datang ke Indonesia,” kata Menpar Arief Yahya.

Menurut Arief Yahya, budaya semakin dilestarikan semakin mensejahterakan, hal itu menjadi salah satu alasan wisatawan mau liburan ke suatu daerah. Karena itu budaya harus dilestarikan mengingat memiliki nilai ekonomis.

“Semangat mengangkat Angklung ke dunia international layak diapresiasi, terlebih Angklung ini temanya kebersamaan, tidak pernah angklung dimainkan sendirian. Dengan kebersamaan kita bisa bersama sama membuat Wonderful Indonesia semakin mendunia,” pungkasnya. (*)

Banggar Desak Gubernur Kepri Keluarkan Pergub Retribusi Daerah

0
Ilustrasi

batampos.co.id – Pergub adalah regulasi yang dibutuhkan untuk memperkuat Peraturan Daerah (Perda) Retribusi yang sedang dievaluasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Sebab itu, Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Kepri mendesak Gubernur Kepri, Nurdin Basirun untuk segera menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang retrebusi daerah.

“Hari ini (Jumat,red), Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kepri kembali mempertanyakan terkait penerimaan dari Sektor labuh jangkar. Memang sampai saat ini, belum ada satu rupiah pun yang masuk ke kas daerah,” ujar Kepala Bidang Pendapatan, Badan Pengelola Pajak dan Retrebusi Daerah (BP2RD), Pemprov Kepri, Herman kepada Batam Pos di Tanjungpinang, Jumat (11/8).

Menurut Herman, Banggar DPRD Kepri juga mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kepri untuk meminta Gubernur Kepri, Nurdin Basirun menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub)tentang regulasi penerimaan retrebusi di Provinsi Kepri.

“Pada prinsipnya, kami bisa memungut apabila sudah ada regulasi yang jelas. Gubernur juga membuat sebuah Pergub tentu berkaca dari Perda,” papar Herman.

Ditegaskan Herman, penerimaan pendapatan dari sektor labuh jangkar adalah sumber potensial untuk menambah pundi-pundi PAD Kepri.

Dikatakannya juga, draf Perda Retrebusi sekarang ini sudah satu bulan di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Dia yakin, hasil evaluasi Kemendagri akan keluar dalam pekan depan.

“Kita berharap, proses evaluasi segera selesai. Karena setelah itu, Gubernur baru bisa menerbitkan Pergubnya,” tutup Herman.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Kepri lainnya, Onward Siahaan mengatakan, informasi yang diterima pihaknya, Pemprov sudah memungut pendapatan dari sektor labuh jangkar. Akan tetapi sekarang ini masih dititipkan di Satker Kementerian Perhubungan.

“Kita tidak ingin ini menjadi persoalan kedepan, kalau memang sudah kita terima sebaiknya langsung ke kas daerah. Apabila dibiarkan berlarut, berpotensi jadi temuan. Kabarnya sudah ada Rp12 miliar yang terkumpul,” ujar Onward menambahkan.(jpg)

 

Singapura Melirik Jawa tapi Tetap Dorong Pengusahanya Inves di Batam

0
Dua orang warga Batam berfoto mengambil latar belakang Welcome To Batam yang terpampang di Bukit Clara Batamkota. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos.co.id – Meski sudah banyak berinvestasi di sejumlah daerah di Pulau Jawa, Singapura tetap menjadikan Batam sebagai daerah utama tujuan investasi.

Komitmen ini disampaikan Wakil Perdana Menteri Singapura, Teo Chee Hean, saat bertemu Presiden Joko Widodo di Komplek Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (11/8).

Dalam pertemuan 30 menit itu, Teo melaporkan saat ini ada sekitar 30 perusahaan asal Singapura yang beroperasi di wilayah Semarang. Ke-30 perusahaan itu diklaim mampu mempekerjakan sekitar 1.700 tenaga kerja.

Namun begitu, Singapura masih akan terus mendorong para pengusahanya untuk menanamkan modalnya di Batam. Selain Batam, Bintan dan Karimun juga dinilai masih sangat strategis dan potensial sebagai daerah tujuan investasi Negeri Singa itu.

“Karena itu, Presiden berjanji akan melakukan langkah untuk memfasilitasi kemudahan (investasi) di sana,” kata Wakil Menteri Luar Negeri RI, Abdurrahman Mohammad Fachir, usai mengikuti antara Teo Chee Hean dan Presiden Jokowi, kemarin.

Dalam pertemuan tertutup itu, Teo Chee Hean dan Jokowi juga membahas peluang kerjasama ekonomi digital antarkedua negara. Kedua belah pihak, kata Fachir, memandang pengembangan ekonomi digital di Indonesia dan Singapura sangat potensial.

“Selain membahas kerja sama ekonomi, Presiden juga menyampaikan selamat atas ulang tahun 52 Singapura, dan berharap Singapura tetap maju dan lebih erat lagi dengan Indonesia,” kata Fachir.

Sementara Deputi V Badan Pengusahaan (BP) Batam, Gusmardi Bustami, menyebut saat ini pemerintah sudah memberikan beragam kemudahan bagi investor di Batam. Di antaranya melalui program Izin Investasi 3 Jam (i23J).

Sejak diluncurkan pada September tahun lalu, program tersebut telah dimanfaatkan sejumlah investor dengan total investasi sebanyak 225,3 juta dolar Amerika Serikat (AS). Ada 11 perusahaan asing yang telah memanfaatkannya dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 1.140 orang.

“Ada 11 perusahaan yang memanfaatkan jasa i23J. Beberapa di antaranya sudah operasional dan ada juga yang masih mencari lokasi yang tepat,” kata Gusmardi Bustami, Jumat (11/8).

Gusmardi menyebut, ke-11 perusahaan tersebut antara lain PT LNG Easy Batam yang bergerak di bidang depo minyak dari Singapura yang menanamkan investasi sebesar 88 juta dolar AS. Kemudian ada perusahaan lokal, PT Enerco RPO Internasional, dengan nilai investaqsi 90 juta dolar Amerika dengan spesialisasi minyak dan gas industri.

Lalu ada PT Blackmagic Design Manufactur dari Australia dengan nilai investasi 4 juta dolar AS yang memproduksi peralatan film dan broadcast. Kemudian PT Esun International Utama Indonesia (Singapura) dengan nilai investasi 4 juta dolar AS yang bergerak di bidang daur ulang logam dan non logam.

Ada lagi PT Infocus Consumer yang merupakan perusahaan patungan antara Singapura dan Tiongkok dengan nilai investasi 4 juta dolar AS. Perusahaan ini memproduksi peralatan komunikasi nirkabel. Lalu PT Indo Kreasi Grafika dari Malaysia yang merupakan industri kemasan kotak dari kertas dan karton. Nilai investasinya 3,8 juta dolar AS. Kemudian Asus dari Taiwan dengan nilai investasi 9 juta dolar AS.

Dan terakhir, ada empat perusahaan yang masuk dalam dua bulan ini yakni PT Shin Preform Plastick (Taiwan) yang memproduksi barang plastik dengan investasi 4,5 juuta Dolar Amerika. Lalu PT Mes Machinery Indonesia dari Jepang yang membuat crane dengan investasi 4 juta dolar AS. Dan dua perusahaan patungan, yakni PT Mitech Arensis International (Puerto Rico-Indonesia) yang memproduksi mesin pembangkit listrik dengan investasi 10 juta dolar AS dan PT Magnum (Tiongkok-Indonesia) yang meproduksi motor listrik dengan investasi sebesar 4 juta dolar AS.

Gusmardi kemudian menuturkan mengenai perkembangan investasi tersebut. PT LNG masih belum menemukan tempat yang tepat. “Pada awalnya di Kabil, tapi belum putus, makanya mencari tempat lain lagi,” ujarnya.

Sedangkan Enerco sudah merampungkan 30 persen kegiatan konstruksinya di Kabil. Kemudian Esun tengah melakukan uji coba. “Perusahaan yang sudah berjalan antara lain Infocus, Indokreasi, Blackmagic, Asus, SHinpreform,” ujar Gusmardi.

Sementara Direktur Promosi dan Humas BP Batam Purnomo Andiantono mengatakan, komitmen Singapura ini menunjukkan bahwa Batam masih sangat menarik bagi para investor. “Ini membuktikan, meski ada Vietnam, Johor, Thailand, dan lain-lain, Batam masih tetap seksi,” kata Andi, tadi malam.

Karenanya, Andi meminta pemerintah pusat jeli dalam setiap mengambil kebijakan terkait Batam. Mestinya, kata dia, pemerintah pusat tidak perlu bongkar-pasang kebijakan ekonomi di Batam. Misalnya mengubah status Free Trade Zone (FTZ) menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Yang perlu dilakukan pemerintah, kata Andi, adalah menambah fasilitas dan kemudahan di kawasan FTZ Batam. Seperti menambah tax allowance, tax holiday, kemudahan Bea dan Cukai, kemudahan Imigrasi, tidak mengikuti daftar negatif nasional, dan lain sebagainya.

“Jadi cukup menambah kosmetiknya saja. Biar Batam semakin cantik dan menarik bagi investor,” kata dia.

Dia menyebut, investasi Singapura di Batam memang masih cukup dominan. Data 2016 menyebutkan, di Batam terdapat sedikitnya 26 proyek dari Singapura dengan nilai investasi sebesar 65,1 juta dolar AS. (bnjpnn)

Meriahnya Lomba Gerak Jalan Beregu di Batam

0
Peserta lomba gerak jalan beregu yang diadakan Dispora Batam dalam rangka peringatan HUT RI ke-72 di Kantor Walikota Batam, Sabtu (12/8). F. Octo Zainul Ahmad/Batam Pos

batampos.co.id – Sejak pukul 6.30 WIB, peserta lomba gerak jalan beregu sudah memadati ruas jalan di depan gedung Walikota Batam. Ya, karena pada hari Sabtu (12/8) kemarin, sebanyak ribuan peserta dari 600 regu mengikuti lomba gerak jalan beregu yang diadakan Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Batam.

Peserta yang mengikuti lomba ini berasal dari berbagai kalangan, mulai tingkat pelajar seperti SD, SMP, SMA sampai mahasiswa, anggota TNI dan Polri, ibu-ibu PKK, karyawan swasta, organisasi masyarakat dan kalangan umum lainnya.

Banyak dari peserta yang mengenakan kostum unik untuk mencuri perhatian. Seperti anggota Yonif Raider 136/TS yang mengecat wajahnya dengan cat loreng-loreng khas tentara. “Ingin memeriahkan saja,” ujar salah satu anggota Yonif Raider 136/TS, Rizal kepada Batam Pos, Sabtu (12/8).

Tak ketinggalan SMPN 37 Batam juga mengikutsertakan dua regu, regu putra dan putri untuk lomba gerak jalan ini. “Kami ingin mengambil peran dalam mengisi kemerdekaan RI ke-72,” kata guru SMPN 37, Fuad.

Kadispora Batam, Hendriana Gustini menuturkan, lomba ini merupakan suatu kegiatan dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72. “Kita ingin mengajak masyarakat Kota Batam untuk hidup sehat,” imbuh Hendriana.

Dengan lomba gerak jalan beregu ini diharapkan dapat meningkatkan dan menumbuhkan jiwa kesatuan dan persatuan serta menjalin tali silaturahmi antar warga Batam.

Adapun kategori lomba dan peserta adalah sebagai berikut. Di kategori 5 km, diikuti pelajar SD atau Madrasah Ibtidaiyah (MI) baik putra maupun putri, anggota Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) putri, Ibu-ibu PKK, Dharma wanita, perbankan, asuransi, perhotelan dan masyarakat umum.

Untuk rute 5 km, dimulai dari Engku Putri, Bundaran BP Batam, Kimia Farma Batamcenter, Harmoni One Hotel, GreenLand, Sekolah Global, Gedung Graha Pena dan finis di Engku Putri.

Sedangkan kategori 8 km diikuti pelajar SMA putra dan putri, anggota Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) putra dan putri. Dan di kategori 17 km, diikuti pelajar SMA putra, mahasiswa, anggota TNI, Polri, Ormas, Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) dan SKPD putra.

Rute 8 km, dimulai dari Engku Putri, Bundaran BP Batam, Bundaran Madani, Simpang Gelael, Sekolah Harapan Utama, Simpang Franky, Sekolah Global, Gedung Graha Pena dan finis di Engku Putri.

Peserta lomba gerak jalan beregu yang diadakan Dispora Batam dalam rangka peringatan HUT RI ke-72 di Kantor Walikota Batam, Sabtu (12/8). F. Octo Zainul Ahmad/Batam Pos

Sedangkan rute 17 km diikuti pelajar putra SMA, mahasiswa, TNI dan Polri. Jalur untuk kategori 17 km dimulai dari Engku Putri, Bundaran BP Batam, Bundaran Madani, Simpang Gelael, Simpang Jam (Rumah Sakit Awal Bross), Perumahan Anggrek Mas, Simpang Kara, Simpang Franky, Sekolah Global, Gedung Graha Pena dan finis di Engku Putri.

Adapun ketentuan pemenang dinilai dari ketepatan waktu, kekompakan, keunikan kostum dan kerapian peserta. Total hadiah yang disediakan dalam lomba gerak jalan beregu ini sebesar Rp 197.500.000.

Walikota Batam, M Rudi membuka kegiatan dan diberi kehormatan untuk mengibarkan bendera tanda dimulainya lomba.

Rudi berpesan kepada peserta yang mengikuti lomba untuk mengikuti peraturan yang berlaku yang telah ditetapkan pihak panitia.

“Berlombalah dengan sportif dan sehat. Jadikan olahraga sebagai pemersatu bangsa,” tutup Rudi. (cr16)