Jumat, 24 April 2026
Beranda blog Halaman 13164

Dikejar Polisi, Jambret Buang Barang Bukti

0
Ilustrasi

batampos.co.id – Dua pelaku jambret membuang barang bukti ke semak setelah dikejar aparat kepolisian, Sabtu (29/7) sekira pukul 21.50 WIB di Jalan Simpang Andalas, Kecamatan Tebing. Saat kejadian kedua pelaku berhasil kabur dari kejaran polisi.

Kapolsek Tebing, AKP Budi Hartono membenarkan hal tersebut. Ia menjelaskan, korban jambret bernama Bayu Pertiwi, tinggal di Perumahan Harapan Indah, Kecamatan Tebing. Saat itu, korban pulang ke rumah melalui jalan Simpang Andalas. Tiba-tiba dari arah belakang sebelah kiri muncul dua orang laki-laki yang tidak dikenal langsung merampas tas sandang yang sedang tergantung di pundak korban.

”Kejadian tersebut diberitahukan korban kepada anggota saya yang dikenal korban. Dan, saat itu anggota saya sedang melaksanakan operasi di sekitar wilayah Kecamatan Tebing,” ujar Kapolsek Tebing, AKP Budi Hartono kepada Batam Pos, Minggu (30/7).

Anggota Reskrim yang mendapatkan informasi dari korban, kata Kapolsek, langsung menyebar di beberapa titik jalan keluar yang kira-kira menjadi tempat keluarnya sepeda motor tersebut. Korban juga dapat memberitahukan ciri-ciri sepeda motornya adalah Honda Revo warna biru putih dan tidak menggunakan plat nomor. Dan ciri dua pelaku berbadan kecil.

Tidak lama kemudian, anggota di lapangan berhasil menemukan pengemudi sepeda motor sesuai dengan ciri-ciri yang diberitahukan. Polisi langsung melakukan pengejaran. Pelaku yang mengetahui sedang dikejar membuang tas hasil jambret ke semak-semak di belakang RSUD dan kemudian kabur.

”Kami berhasil mengamankan barang bukti dan setelah diperiksa korban, hasilnya, dua unit ponsel dan uang tunai masih utuh,” jelasnya.

Saat ini, lanjut Budi, polisi masih melakukan penyelidikan terkait kasus jambret ini. Meski barang milik korban berhasil ditemukan, namun perbuatan tindak kriminalnya sudah terjadi. Berdasarkan keterangan anggota yang melakukan pengejaran, pelaku diperkirakan masih anak-anak. Selain itu, dia juga menghimbau, khususnya kepada kaum wanita tidak bepergian sendiri pada malam hari. Hal ini untuk menghindar agar tidak menjadi sasaran kejahatan. (san)

Hankam di Kepri Mesti Diperkuat

0

batampos.co.id – Letak Provinsi Kepulauan Riau yang berbataskan langsung dengan negara jiran, juga ditambah dengan luas wilayahnya yang lebih dari 95 persen berupa laut, adalah dua faktor tak terbantahkan agar kualitas pertahanan dan keamanan (hankam) Kepri lebih prima.

Anggota DPRD Kepri Iskandarsyah, menyatakan, Fraksi PKS siap memperjuangkan perbaikan kualitas hankam agar kedaulatan NKRI tetap terjaga. “Utamanya dari peredaran narkoba dan pencurian ikan, yang sampai hari ini masih saja terjadi,” kata Iskandarsyah, kemarin.

Iskandarsyah menjelaskan berbagai isu pertahanan keamanan di perairan Natuna, Selat Malaka dan pulau-pulau yang berbatasan dengan negara tetangga perlu ditanggapi secara serius.

Isu di Natuna berhubungan dengan kedaulatan negara yang harus dikawal secara maksimal, sementara di Selat Malaka terkait kejahatan internasional.

“Itu wilayah strategis yang harus dijaga ketat, termasuk pulau-pulau yang berbatasan dengan negara tetangga. Begitu juga dengan menjaga kedaulatan NKRI dari udara Kepri, yang selama ini diatur Singapura. Ini perlu ditangani secara serius,” ujarnya.

Iskandar mengemukakan permasalahan lainnya yang cukup penting, dan menjadi perhatian seluruh elemen masyarakat yakni narkoba.

Kepri sudah lama menjadi wilayah sasaran penjualan dan pendistribusian narkoba ke wilayah lainnya. Penangkapan 1 ton sabu-sabu baru-baru ini memperkuat alasan bahwa wilayah darat, laut dan udara Kepri harus diperkuat.

“Pencurian ikan di perairan Natuna dan Kepulauan Anambas oleh nelayan asing yang sudah berlangsung lama juga seharusnya mendapat perhatian khusus sehingga kedua daerah itu aman. Kita juga perlu memberi rasa aman kepada nelayan lokal yang menangkap ikan,” tuturnya. (aya)

Tiga JCH Karimun Sempat Dirawat RSOB

0
Pelepasan JCH Karimun disambut dengan salaman oleh sanak saudara maupun masyarakat Karimun yang ikut menyaksikan pelepasan JCH menuju pelabuhan domestik Tanjungbalai Karimun. F. Tri Haryono/Batam Pos.

batampos.co.id – Sebanyak 186 orang Jamaah Calon Haji (JCH) kabupaten Karimun, dilepas langsung oleh Bupati Karimun Aunur Rafiq dengan pemberian tepung tawar, Sabtu (30/7) lalu. Bupati berpesan, kepada seluruh JCH asal kabupaten Karimun supaya menjaga kekompakan saat menjalankan ibadah di tanah suci.

”Selamat menunaikan ibadah haji kepada bapak-bapak dan ibu-ibu. Jaga kesehatan disana,” ungkapnya.

Sementara Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakamenag) Karimun Aprizal mengatakan, bahwa total Jamaah Calon Haji Kabupaten Karimun pada tahun 2017 sebanyak 209 orang. Dari 209 jamaah tersebut, hanya 23 orang yang membatalkan keberangkatan atau menunda dengan alasan sakit sebanyak 10 orang, meninggal 5 orang dan alasan lainnya sebanyak 8 orang.

”Totalnya JCH Karimun sebanyak 186 orang ditambah 2 orang JCH dari Provinsi Sumatera Utara,” ungkapnya.

Sedangkan, JCH Karimun yang sudah tiba di asrama haji Batam, kemarin (30/7) ada tiga orang yang dirawat di RSOB yaitu Miswan berasal dari Kundur Barat, Ambo Alwi dari Tebing dan Sutini Juwitan asal Durai yang terjadi gangguan kesehatan. Namun, pada siang harinya kedua JCH Karimun yaitu Miswan dan Sutini sudah kembali ke asrama Haji.

”Alhamdulillah, ketiga JCH kita yang sempat dirawat jadi di berangkatkan. Mudah-mudahan, sehat-sehat saja para JCH kita saat melaksanakan ibadah haji nanti,” tuturnya.

Lanjutnya, JCH Karimun yang bergabung dengan kota Batam, kabupaten Bintan, kabupaten Lingga, kabupaten Natuna dan kabupaten Kepulauan Anambas masuk dalam kloter pertama menggunakan pesawat Saudi Arabia Airlane melalui embarkasi Batam pukul 23.00 WIB tadi malam.

Sedangkan 2 JCH Karimun nantinya akan menyusul pada 25 Agustus mendatang di kloter 27 atau kloter terakhir. Dari 188 orang jamaah, yang berasal dari Kecamatan Karimun ada 25 orang, Meral 25 orang, Tebing 29 orang, Meral Barat 4 orang, Kundur 62 orang, Kundur Barat 16 orang, Moro 6 orang dan Durai 7 orang.

” Ada JCH 4 orang yang menggunakan kursi roda yang didampingi oleh makromnya masing-masing,” ungkapnya.

Pantauan di lapangan, pelepasan JCH tersebut disambut dengan salaman oleh sanak saudara maupun masyarakat Karimun yang ikut menyaksikan pelepasan JCH menuju pelabuhan domestik Tanjungbalai Karimun.(tri)

Kek Tiga Daerah Segera Terwujud

0
Gubernur Kepri Nurdin Basirun memperlihatkan perencanaan pengembangan Kawasan Galang Batang kepada tim KEK Lintas Kementerian Sabtu (29/7). Lokasi ini tengah diusulkan menjadi daerah KEK. F. Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Gubernur Nurdin Basirun,Sabtu (29/7) siang, meneken Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di beberapa daerah di Provinsi Kepri.

Nurdin berharap KEK di Kepri segera terwujud yang nantinya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kepri.

“Mohon doa masyarakat, agar segala urusan dipermudah dan berjalan lancar,” kata Nurdin, usai menghadiri Pencanangan Tahun Keselamatan untuk Kemanusiaan di Dataran Engku Putri Batam, Ahad (30/7) pagi.

Ada tiga RPP yang diparaf Nurdin. Ketiganya yaitu Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Kawasan Ekonomi Khusus Galang Batang, Rancangan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 47 tahun 2007 tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan serta Rancangan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 48 tahun 2007 tentang Kawasan Perdagangan dan Pelabuhan Bebas Karimun.

Setelah diparaf, proses selanjutnya tampak semakin lancar. Gubernur yakin perwujudan itu akan mempercepat dan meningkatkan perekonomian Kepri.

“Kepri akan memanfaatkan segala peluang dan potensi yang ada untuk meningkatkan perekonomian, baik lewat investasi, pariwisata dan sektor lainnya,” kata Nurdin.

Saat pemarafan itu, hadir langsung Tim KEK dari lintas kementerian. Di antaranya Elen Setiadi, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Hukum, Hujum dan Keamanan selaku Wakil Ketua II Tim Pelaksana Dewan Nasional KEK Kementerian Koordinator Perekonomian. Hadir juga Widodo Ekatjahjana Dirjen Peraturan Perundang-Undangan Kementerian Hukum dan HAM serta Agustin Deputi Bidang Perekonomian Sektariat Kabinet berserta sejumlah anggota tim lainnya.

Menurut Nurdin, pihaknya akan terus mempermudah para investor untuk berinvestasi di Kepri. Karena investasi yang masuk memberi dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya dengan memperbanyak ketersediaan lapangan kerja.

“Segala permasalahan untuk para investor akan selalu dibantu pemerintah. Kita tidak boleh mengutamakan ego. Semua ini demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat kepri,” kata Nurdin.

Kepada Tim KEK lintas kementerian, Nurdin juga memaparkan potensi beberapa daerah di Kepri. Seperti Natuna, Lingga dan Anambas yang perlu perhatian dari pusat. Terutama untuk sektor pariwisata. Pihaknya pun sudah menyampaikan hal ini kepada Presiden Joko Widodo dalam Rapat Terbatas beberapa waktu lalu.

Sabtu (29/7), Nurdin memang mendampingi Tim KEK meninjau PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) Kawasan Industri Aluminium dan Green Industri di Galang Batang Bintan. Sesampai di Galang Batang, tim yang berjumlah 16 orang itu lamgsung diperlihatkan masterplan PT BAI dan beberapa olahan bauksit yang sudah menjadi alumunium.

Elen Setiadi menegaskan pemerintah pusat dari Satgas Nasional akan membantu para investor untuk berinvestasi. Dari segi hambatan apapun dalam perjalanannya akan dibantu.

“Kalau menteri tidak bisa menyelesaikan, Presiden yang langsung turun menyelesaikan permasalahannya,” kata Elen. (bni)

Dana Labuh Jangkar Bisa Bisa Tangkal Defisit

0

batampos.co.id – Ketua Komisi II DPRD Kepri, Hotman Hutapea menyatakan, dana sekitar Rp 60 miliar yang merupakan pungutan dari tambat-labuh yang bisa dicairkan itu bisa menangkal defisit yang bisa saja terjadi pada penyusunan anggaran perubahan nantinya.

“Tadinya bisa dikaver seandainya Pak Gubernur menandatangani Pergub mengenai tambat-labuh itu. Lumayan itu ada Rp 60 miliar,” kata Hotman, kemarin.

Angka itu, sambung Hotman, adalah raihan estimasi yang bisa saja diperoleh Pemprov Kepri sampai akhir tahun. Mengingat kini Badan Pengusahaan Batam tidak lagi dibenarkan mengambil pungutan tersebut. Namun, yang bikin heran Hotman adalah belum adanya keseriusan Gubernur Nurdin menindaklanjuti peluang tersebut.

“Justru itu saya juga bingung. Awal bulan kemarin saya ketemu beliau di Hotel Harmoni One, saya sampaikan, beliau bilang mana suratnya bisa ditandatangani, ternyata sampai sekarang belum ditandatangani juga,” ujar politisi dari Fraksi Partai Demokrat ini.

Lantas, apakah benar akan terjadi defisit keuangan pada penyusunan anggaran perubahan tahun ini? Hotman tidak dapat menampik kemungkinan tersebut. Menurutnya, sangat besar kemungkinan terjadinya defisit. Terlebih juga jumlah sisa penggunaan anggaran di tahun sebelumnya juga kurang Rp 99 miliar. Hal ini membuat Pemprov Kepri harus bekerja keras agar keuangan tetap stabil.

Pemangkasan adalah sesuatu yang tidak terelakkan. Hotman menilai, dalam melakukan pemangkasan, Pemprov Kepri harus bijaksana. Program-program yang berkenaan dan bermanfaat langsung dengan orang banyak, ada baiknya dipertimbangkan pemangkasannya.

“Defisit pastinya belum tahu, tapi jika memang harus dilakukan pemangkasan, yang jelas harus dilakukan dari program yang belum berjalan,” tegas Hotman.

Sebelumnya, Kepala Bappeda Naharuddin mengatakan, untuk postur APBD-P sendiri, diperkirakan akan mengalami penurunan. Sebab, hasil Silpa diperkirakan menurun. Namun demikian, sektor penerimaan lain masih diharapkan dapat meningkat khususnya disektor-sektor penerimaan baru. (aya)

Gubernur Ingatkan CJH Jaga Kesehatan, Ikhlas dan Sabar

0
Usai Salat Subuh berjamaah bersama ratusan JCH, Gubernur Kepri Nurdin Basirun menyaksikan manasik di Asrama Haji Batam Center, Minggu (30/7) F. Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Gubernur Nurdin Basirun menyebutkan hampir dua juta masyarakat Kepri mendoakan jamaah caloh haji (JCH) mendapatkan haji yang mabrur. JCH juga didoakan selamat berangkat dan kembali lagi ke Tanah Air.

“Mari kita bersyukur atas nikmat ini. Semoga menjadi haji mabrur,” kata Nurdin sesaat setelah salat subuh berjamaah di Masjid Asrama Haji Batam, Minggu (30/7).

Nurdin berjamaah subuh bersama ratusan JCH asal Kepri yang tergabung dalam Kloter 1 Embarkasi Batam. JCH Kloter 1 bertolak ke Madinah Ahad malam sekitar pukul 23.00 WIB. Diperkirakan mereka akan tiba di Madinah pukul 03.00 waktu setempat.

Setelah salat subuh berjamaah, Nurdin yang didampingi Kepala Kanwil Kemenag Kepri Marwin Jamal juga menyaksikan para JCH melaksanakan manasik di Asrama Haji.

Nurdin menyebutkan agar para JCH fokus dengan ibadah pada musim haji ini. Tidak usah lagi memikirkan pekerjaan dan lainnya.

“Ikhlaskan semuanya untuk memenuhi undangan Allah ke Tanah Suci ini,” kata Nurdin.

Nurdin juga tetap berpesan untuk tidak lupa mendoakan keluarga dan Kepulauan Riau. Apalagi tetangga yang turut mengantar keberangkatan bertolak ke Asrama Haji Batam.

“Doa kan saudara yang mengantar. Semoga mereka segera diundang ke Tanah Suci
Mereka berharap juga dapat undangan dari Yang Maha Kuasa,” kata Nurdin.

Mantan Bupati Karimun in juga berpesan agar JCH menjaga kesehatan. Ujian-ujian kesabaran akan terus ada, karena itu harus diperkuat sikap sabarnya. (bni)

Dua Tersangka Korupsi Tempati Ruangan Admisi Orientasi

0

batampos.co.id – Dua tersangka kasus dugaan korupsi penempatan dana investasi Pemkab Anambas, yang merugikan negara Rp 1,3 miliar, yakni Ipan yang merupakan mantan Kepala Bagian Keuangan Pemkab Anambas dan Khairul Rijal, mantan Kepala cabang Bank Syariah Mandiri (BSM) Tanjungpinang, ditempatkan di ruangan Admisi Orientasi (AO) Rutan Kelas I Tanjungpinang.

Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Tanjungpinang, Budi Istiawan, mengatakan kedua tersangka ditempatkan di ruangan AO selama satu hingga dua minggu kedepan. Hal itu sesuai dan berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk tahanan yang baru dititipkan atau dilimpahkan ke Rutan.

“Mereka berdua akan bersama dengan 62 tahanan pidana umumnya lainnya. Tidak ada keistimewaan, semua tahanan diberlakukan sama,” ujar Budi, kemarin.

Dikatakan Budi, ruangan AO merupakan ruangan untuk penyesuaian. Yang mana nantinya setelah itu mereka akan ditempatkan ke sel tahanan untuk tindak pidana korupsi (Tipikor).

“Mereka saat dititipkan ke Rutan kondisinya dalam keadaan sehat. Itu berdasarkan hasil cek kesehatan yang dilakukan,” kata Budi.

Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri menahan dua dari tiga tersangka yang tersandung kasus korupsi penyalahgunaan appresiasi penempatan dana Pemkab Anambas di Bank Syariah Mandiri (BSM) Cabang Tanjungpinang senilai Rp 1,3 miliar, Jumat (28/7) sekitar pukul 14.30 WIB. Mereka adalah Mantan Pimpinan Cabang, Bank Syariah Mandiri (BSM) Tanjungpinang, Khoilul Rijal dan Kabag Keuangan Pemkab Anambas, Ipan.

Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan di Kantor Kejati Kepri, kedua tersangka tersebut langsung dititipkan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Tanjungpinang. Sementara itu, satu tersangka lainnya, yakni Mantan Bupati Anambas, Tengku Mukhtaruddin batal ditahan, lantaran masih menjalani opname di salah satu rumah sakit yang ada di Pekanbaru, Riau.

“Khusus Mantan Bupati Anambas akan menyusul kedua tersangka lainnya. Ditundanya penahanan tersbut, lataran kami mendapatkan keterangan dokter dan rekam medik mengenai kondisi terkini kesehatan tersangka,” ujar Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kepri, Ferrytas menjawab pertanyaan media, kemarin.

Dijelaskannya, pihaknya memang membutuhkan waktu untuk merampungkan penanganan perkara tersebut. Seperti meminta bantuan dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kepri. Sehingga didapati nilai kerugian negara atas kasus korupsi ini sekitar Rp 1,3 miliar.

“Setelah dilengkapi dengan alat-alat bukti yang kuat. Serta didukung dengan adanya hasil pemeriksaan BPKP, baru bisa kita tingkatkan status mereka menjadi tersangka. Pemeriksaan awal dimulai dari Kabag Keuangan Pemkab Anambas,” paparnya.

Dijelaskannya, kronologis terjadinya tindak pidana korupsi tersebut adalah tahun 2011 dan tahun 2012. Karena pada saat itu, BSM Tanjungpinang menjalin kerjasama dalam bentuk deposito dan giro dengan Pemkab Anambas. Adapun jumlah dana yang di depositokan total Rp 120 miliar.

Menurut Ferytas, atas kerjasama tersebut, BSM memberikan apresiasi terhadap Pemkab Anambas, berupa 25 unit sepeda motor Honda Mega Pro, satu unit minibus dan satu unit mobil Toyota Fortuner. Harusnya, apa yang diterima dari BSM tersebut masuk ke dalam aset daerah. Namun, ternyata dijual untuk kepentingan pribadi.

“Disinilah terjadinya tindakan pidana yang merugikan negara. Sehingga ketiga tersangka tersebut dinilai sama-sama merugikan negara,” ucap Ferytas.

Ditegaskannya, atas perbuatan ketiga tersangka, negara dirugikan sekitar Rp 1,3 miliar. Angka kerugian tersebut berdasarkan dari harga beli mobil dan motor sesuai dengan struk pembelian yang dikeluarkan oleh showroom. Ketiga tersangka tersebut dijerat dengan pasal 2, pasal 3, pasal 5, pasal 11 dan pasal 13 undang-undang Tipikor. (ias)

Amankan Pilkada, Polisi Butuh Rp 4 Miliar

0

batampos.co.id – Kapolres Tanjungpinang, AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro mengatakan untuk pengamanan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tanjungpinang, pihaknya membutuhkan anggaran sekitar Rp 4 miliar. Perhitungan tersebut berdasarkan tahapan-tahapan Pilkada yang sudah disusun oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungpinang.

“Kita sudah membuat perencanaan kebutuhan anggaran. Semua kebutuhan yang kita susun adalah untuk biaya operasional,” ujar Ardiyanto Tedjo Baskoro, Minggu (30/7) di Tanjungpinang.

Menurut Kapolres, pihaknya sudah menyampaikan laporan tersebut kepada Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang. Selain itu juga sudah berbicara dengan DPRD Kota Tanjungpinang. Masih kata Kapolres, tahapan Pilkada Tanjungpinang sudah di mulai bulan Agustus nanti. Ditegaskannya, untuk memastikan pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang priode 2018-2023 tentu butuh kerja yang ekstra.

“Kami juga berharap dukungan dan kerjasama dari elemen masyarakat Tanjungpinang tentunya. Mudah-mudahan tahapan-tahapan Pilkda nanti semuanya berjalan dengan aman dan tertib,” harap Kapolres.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Tanjungpinang, Ade Angga mengatakan pihaknya belum menerima permohonan kebutuhan anggaran pengamanan Pilwako Tanjungpinang dari Polres Tanjungpinang. Karena sampai saat ini, belum ada penyampaian yang disampaikan oleh Pemko Tanjungpinang terkait keperluan tersebut.

“Memang secara lisan sudah ada pembicaraan dari Pak Kapolres. Tetapi secara resminya, belum kita terima rincian kebutuhan anggaran tersebut,” ujar Ade Angga, kemarin.

Legislator Partai Golkar tersebut menjelaskan, anggaran kebutuhan pengamanan Pilkada tersebut akan dialokasikan dalam dua tahap. Yakni pada pembahasan APBD Perubahan nanti. Selebihnya akan dirampungkan pada APBD Tanjungpinang 2018 mendatang. Menurut Angga, untuk tahap awal ini pengalokasiannya tetap sesuai kebutuhan setiap tahapan.

“Artinya pengalokasinnya tidak dilakukan sekali. Karena tahapan-tahapannya terjadi di 2017 dan 2018 mendatang,” tutup Ketua DPD Golkar Tanjungpinang tersebut.

Terpisah, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tanjungpinang, Robby Patria mengatakan, tahapan Pilkada Tanjungpinang sudah dimulai Agustus mendatang. Yakni, pembentukan badan adhoc berupa Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) maupun Panitia Pemungutan Suara (PPS). Karena PPK dan PPS akan mulai bekerja pada September mendatang.

Lebih lanjut katanya, Januari dan Februari 2018 nanti adalah tahapan pendaftaran calon. Adapun penepatan pasangan pada 13 Februari. Kemudian setelah itu dilanjutkan masa kampanye sampai 24 Juni 2018. Karena hari pemilihan sudah ditetapkan pada 27 Juni. Ditambahkannya, pada bulan September nanti, pihaknya juga akan melakukan pemutakhiran data pemilih.

“Rencana sidang pleno penetapan Daftar Pemiliha Tetap (DPT) Pilwako Tanjungpinang 2018 akan dilakukan pada bulan Maret. Artinya setelah penepatan pasangan calon,” papar Robby.(jpg)

Polisi Limpahkan Berkas Perusakan Makam Ke Kejaksaan Negeri Lingga

0

batampos.co.id – Terkait kasus perusakan makam yang dilakukan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Rusli, kepolisian telah melakukan rekontruksi sesuai dengan arahan dari pihak Kejaksaan Negeri Lingga. Karena sebelumnya, kasus tersebut dinyatakan P19 dan segera untuk dilengkapi.

“Kami telah melakukan rekonstruksi sesuai permintaan kejaksaan. Rekonstruksi kami lakukan pada Rabu (26/7) siang,” ujar Kasat Reskrim Polres Lingga AKP Suharnoko ketika ditemui di Dabo Singkep, Sabtu (29/7) pagi.

Hasil dari rekonstruksi, lanjut Suharnoko, memang ada tindakan pengrusakan yang dilakukan tukang. Namun dari hasil pengakuan, pekerja tersebut tidak mengetahui kalau lahan yang dibangun itu termasuk dalam lahan makam. Seluruh berkas rekonstruksi telah dilimpahkan kembali kepada Kejaksaan.

Selanjutnya kepolisian menunggu proses lebih lanjut dari pihak Kejaksaan. Suharnoko menambahkan, dalam kasus ini bisa saja pelapor melakukan pencabutan berkas perkara jika kerusakan yang ditimbulkan tidak banyak atau sudah dalam proses penggantian.

“Jika pelapor mau cabut berkas bisa saja kalau antara ke dua belah pihak telah melajukan kata kesepakatan,” ujar Suharnoko.

Dalam kasus ini, Rusli telah ditetapkan sebagai tersangka pada 2016 lalu, namun kasus ini berawal pada 2015. Hingga saat kepolisian tidak melakukan penahanan terhadap Rusli. Suharnoko mengatakan tidak dilakukan penahanan karena Rusli hanya mendapat ancaman hukuman di bawah lima tahun.

Kasus tersebut bermula saat warga Tionghoa melakukan sembayang kubur. Makam milik Lee Ui Hiang, leluhur mereka yang meninggal di Daik pada tahun 1925 telah dirusak dengan dibangun batas parit tepat di depan makan dan merusak lantai makam.

Sesuai keterangan warga Tiong Hoa telah memiliki lahan tersebut sejak dahulu kala. Namun pada 1994 terbit surat tanah di kawasan makam itu dan sertifikat terbit pada 2008 lalu. Namun belakangan diketahui, sebagian tanah makam tersebut dijual oleh oknum yang tidak bertanggung jawab kepada warga. (wsa)

Bintan Raih Adipura Ketiga Kalinya

0

batampos.co.id – Kabupaten Bintan, kembali meraih prestasi yang membanggakan dengan memperoleh Penghargaan Piala Adipura Tahun 2017. Penghargaan di Bidang Kebersihan dan Lingkungan Hidup ini tercatat sudah ketiga kalinya berhasil diraih.

Bupati Bintan Apri Sujadi mengatakan penghargaan ini merupakan hasil kerja keras dari semua leading sektor, masyarakat, DPRD Bintan, Pemkab Bintan, Forum Komunitas Hijau dan unsur terkait lainnya.

“Alhamdulillah, ini menjadi prestasi yang patut dibanggakan Kabupaten Bintan, dimana bisa kembali mempertahankan Piala Adipura untuk ketiga kalinya,” ungkap Apri, usai mengantar Jamaah Haji Kabupaten Bintan, di Pelabuhan Sri Bayintan, Kijang, Sabtu (29/7).

Menurutnya hasil penilaian paling penting dan utama dalam meraih Piala Adipura adalah kepedulian masyarakatnya terhadap lingkungan.

Pemkab Bintan, tentunya terus melakukan program-program usaha dalam pembenahan dan peningkatan kualitas lingkungan hidup, namun hal itu semuanya tak terlepas dari kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

“Mempertahankan prestasi Piala Adipura itu sangat sulit. Bentuk kepedulian masyarakat terhadap lingkungan lah yang merupakan indikator utama sehingga menghasilkan pencapaian yang maksimal,” terangnya.

“Harapan kita tentunya ingin mewujudkan masyarakat Bintan Kita, Bintan bersih yang akan kita kampanye kan terus , agar menjadi budaya bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bintan,” imbuhnya.

Penghargaan Adipura ini direncanakan akan diserahkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo kepada Bupati Bintan Apri Sujadi, Rabu (2/8) mendatang, di Jakarta. (cr20)