Sabtu, 25 April 2026
Beranda blog Halaman 13163

Gerindra Beri Sinyal Dukung Syahrul

0
Syahrul. F.Yusnadi/batampos

batampos.co.id – Sekretaris Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Provinsi Kepri, Onward Siahaan menilai figur Wakil Walikota Tanjungpinang, Syahrul bisa menjadi lawan yang sepadan bagi kandidat petahana, Lis Darmansyah untuk bersaing pada Pilkada Tanjungpinang 2018.

“Kita melihat elektabilitas Syharul belakangan ini sudah sebanding dengan Lis Darmansyah. Berkaca dari perkembangan tersebut, tentu Syahrul punya potensi untuk memimpin Tanjungpinang 5 tahun kedepan,” ujar Onward Siahaan menjawab pertanyaan Batam Pos, di Kantor DPRD Kepri, Tanjungpinang, Senin (31/7).

Menurut Legislator Komisi II DPRD Kepri tersebut, sejauh ini memang Syahrul belum ada melakukan komunikasi politik dengan Gerinda. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan kedepan itu akan terjadi. Apalagi banyak dukungan dari arus bawah yang menginginkan Syahrul untuk maju pada Pilwako kali ini.

“Harus diakui, nama Syahrul mulai berkibar belakangan. Dengan pengalaman birokrasi yang ia memiliki, tentu menjadi nilai. Apalagi ia juga merupakan sosok yang dekat dengan rakyat,” jelas Onward.

Wakil Rakat daerah pemilihan Batam tersebut juga mengatakan, Syahrul juga merupakan sosok yang pernah memimpin Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Tanjungpinang. Menurut Onward, dirinya tidak melihat ada yang cacat dalam diri Syahrul. Atas dasar itu, ia punya keyakinan, Syahrul tidak akan melewatkan peluang untuk maju sebagai kandidat Walikota Tanjungpinang priode 2018-2023.

“Apalagi ia bukan orang politik. Meskipun demikian, ia punya visi-misi yang bagus untuk membangun Tanjungpinang kedepan,” papar Onward.

Ditambahkannya, meskipun sekarang ini sudah terbangun Koalisi Anak Pinang yang melibatkan, Partai Golkar, Demokrat, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI). Selain itu ada juga koalisi Partai Keadilan Sejahtera dengan Gerindra (Setara).

“Koaliasi adalah menyangkut mekanisme berpoliti. Artinya tidak menutup kemungkinan, koalasi-koalisi yang sudah membentuk poros baru dengan mendukung Syahrul. Persoalan kandidat Wakilnya tentu bisa dibicarakan,” tutup Onward.

Terpisah, Akademisi Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Tanjungpinang, Endri Sanopaka menilai, nama-nama kandidat Walikota Tanjungpinang adalah bukan merupakan wajah-wajah baru. Sehingga masyarakat bisa menilai mana yang ideal atau tidaknya untuk memimpin Tanjungpinang kedepan.

“Tadinya saya prediksi akan banyak bakal calon yang mencoba peruntungan melalui Partai Hanura. Kenyataan tidak, hanya ada nama Ketua DPC Hanura M. Rona Andaka. Memang selayaknya mengikuti konvensi itu sebagai tuan rumah,” ujar Endri Sanopaka.

Selain itu, Endri juga memberikan pendapat terkait hubungan Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang saat ini. Melihat dari gerak-gerik keduanya belakangan ini, besar kemungkin akan terjadi perpisahan pada Pilkda nanti. Meskipun banyak pihak yang menginginkan keduanya untuk bersanding kembali.

“Sejauh ini, kita bisa lihat dari pengambilan formulir di Hanura yang diwakili oleh pihak yang berbeda. Ini juga sinyal mereka berpisah,” papar Endri.(jpg)

Pak Walikota Batam, Warga Keluhkan Ruang Pelayanan Disdukcapil

0
Warga mengantri mengurus berkas di ruangan catatan sipil Disdukcapil Kota Batam di Sekupang, Senin (31/7). Ruangan ini dikeluhkan oleh warga karena terlalu sempit. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Warga yang hendak mengurus dokumen kependudukan di Kantor Pelayanan Catatan Sipil, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam harus berdesakan, bahkan mengantri hingga ke luar ruangan. Pasalnya sempitnya ruangan pelayanan tidak sanggup menampung jumlah warga yang ingin mengurus berkas kependudukan.

Rina Astuti, warga Perumnas, Sagulung menuturkan selain ruangan yang sempit, dia harus berebut formulir pendaftaran dengan warga yang lainnya. “Bisa dilihat, petugasnya dikerumuni banyak warga berebut mendapatkan pelayanan,” kata dia.

Cuaca yang panas membuat dia dan puluhan warga lain harus ke luar dari ruangan untuk mencari tempat duduk. “Karena padatnya di dalam jadi saya memilih di luar saja,” ujar perempuan 37 tahun ini.

Sempitnya ruangan pelayanan pencatan sipil ini juga dirasakan warga lainnya, Vera Gustina, perempuan asal JawaTimur ini yang membawa serta puteranya yang berusia lima tahun harus meninggalkan puterinya yang berumur dua bulan untuk mengurus akta kelahiran.

“Sempit sekali sampe ke pintu antreannya, nunggu di dalam juga percuma, walau ada AC tapi pintunya kebuka, jadi mending duduk di luar saja,” kata dia.

Kepala Disdukcapil Kota Batam, Said Khaidar mengakui ruangan pelayanan catatan sipil saat ini kondisinya memang tidak bisa menampung warga yang tiap hari memadati pelayanan capil.

“Ya, kondisinya memang kurang bagus saati ini, saya minta maaf kepada warga atas ketidaknyamanan ini,” terangnya.

Said mengungkapkan, demi kenyamanan warga pihaknya akan memperluas ruangan tunggu dalam waktu dekat ini. “Kenyamanan itu paling penting, secepatnya akan kami lakukan perluasan, karena halaman parkir cukup luas saat ini dan itu bisa dimanfaatkan untuk perluasan ruang pelayanan,” ungkap mantan Kepala Tata Pemerintahan (Tapem) Kota Batam ini.

Menurutnya, setiap hari terdapat 100-200 pengajuan pengurusan dokumen yang masuk ke ruang pelayanan capil.(cr17)

Disdik Pemko Batam Bangun Gedung Sekolah tapi yang Diprioritaskan ….

0
ilustrasi pembangunan gedung sekolah F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id –  Dinas Pendidikan Kota Batam berencana membangun enam sekolah tahun 2018 mendatang. Pembangunan sekolah ini akan memprioritaskan sekolah yang selama ini menumpang ke sekolah lain.

“Besarnya tuntutan orangtua membuat kita harus membuka sekolah meskipun gedungnya belum ada,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Senin (31/7).

Dia mengakui istilah sekolah numpang ini sebenarnya membuat siswa tidak nyaman selama belajar. Mereka siswa sekolah yang numpang harus rela berbagi dengan “pemilik” sekolah aslinya.

“Nah ini yang membuat tidak nyaman,” sebut Muslim.

Untuk itu, rencana pembangunan enam sekolah yang tahun 2018 akan memprioritaskan pembangunan sekolah yang menumpang belajar di sekolah lain. Seperti pembangunan SMPN 56 Batam di Tibanlama, dimana selama ini siswa belajar menggunakan ruang serbaguna kantor kelurahan Tibanlama, begitu juga sekolah yang berada di Kelurahan Patamlestasri.

“Tahun depan ini dua SMPN yang akan kita bangun, kita sudah dapat laporan dari warga lahannya sudah ok, jadi tidak ada alasan lagi untuk menunda pembangunan gedung sekolah,” terang mantan Kepala Sekolah SMKN 1 Batam ini.

Muslim menegaskan, pembangunan sekolah akan dilakukan di lahan yang sudah legal, hal ini untuk menghindari munculnya permasalahan di kemudian hari.

Mengenai SDN 008 Batuaji yang siswanya masih menumpang di gedung sekolah SDN 002 Batuaji, menurutnya jika lahan sudah diserahkan dan tidak ada masalah, pihaknya bisa mengusulkan pembangunan sekolah di lokasi tersebut, karena melihat kebutuhan yanh mendesak, siswa di sana sangat membutuhkan pembangunan sekolah tersebut.

“Jika lahannya sudah ok kita bangun, nah ini tergantung dari pihak kecamatan memperjuangkan lahan tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Menengah, Dinas Pendidikan Kota Batam, Hernowo mengatakan hingga saat ini hanya ada dua sekolah tingkat menengah yang masih menumpang ke sekolah lain yaitu SMPN 57 Batam numpang di SDN 003, dan SMPN 56 Batam belajar menggunakan ruang serba guna Kelurahan Tibanlama.

“Dua saja, dan tahun depan kita sudah mulai pembangunan gedung sekolah, jadi tahun depan mereka sudah tidak numpang lagi,”sebutnya.

Sebelumnya, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi meminta Dinas Pendidikan untuk memprioritaskan pembangunan sekolah tahun 2018. Pembangunan sekolah ini guna menampung jumlah peserta didik yang selalu membludak ke sekolah negeri. (cr17)

Kata Pak Kadis, Pajak Online Untungkan Wajib Pajak

0
Server data pajak online.
foto: cecep mulyana / batampos

batampos.co.id – Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam, Raja Azmansyah menyebutkan, Wajib Pajak (WP) diuntungkan dengan dengan penerapan pajak online.

Ia menyampaikan, dengan sistem ini WP tak perlu lagi menghitung besarnya pajak yang akan dibayar setiap bulannya. Jumlah pajak yang akan dibayarkan akan terbaca oleh sistem. Kini di Batam ada 64 WP yang telah dipasang alat pendukung penerapan pajak online.

“Dari segi pembukuan tak perlu bongkar buku lagi, hanya buka sistem dan akan ketahuan berapa nominal yang akan disetorkan ke Kasda (Kas Daerah, red),” katanya, Senin (31/7) siang.

Ia menyampaikan, WP maupun pemerintah tak butuh lagi waktu yang lama. Terkhusus untuk Pemko Batam, sering penerapan sistem online ini pihak BP2RD dapat memantau langsung proses transaksi terkait potensi pajak yang akan dibayar WP.

“Di akhir bulan kita tinggal cocokkan data dengan wajib pajak terkait dalam konteks memastikan bahwa yang kita catat ini jadi komponen pajak daerah,” terangnya.

Kemudian, setelah dicocokan WP akan diminta membayar sesuai dengan jumlah yang tertera dalam sistem.

Ia mengatakan, mendorong WP menerapkan sistem online pihaknya intens menggelar koordinasi dengan perbankan di Batam agar ikut serta menyediakan alat pendukung sistem tersebut. Menurutnya, pihaknya telah bertemu dengan pihak perbankan di Batam dan pada prinsipnya pihak perbankan menyekapati rencana tersebut, dan kini sedang dibicarakan pada pimpinan masing-masing perbankan.

“Yang hadir ada BNI, Mandiri dan bank-bank lainlah. Sekarang yang baru kerjasama kan BJB dan Bank Riau Kepri,” ucapnya.

Tak hanya berharap pada perbankan, tahun 2018 pihaknya juga akan menganggarkan alat tersebut. “Jumlahnya kita akan sesuaikan dengan kemampuan anggaran kita, ini betuk percepatan penerapan pajak online,” katanya.

Sementara itu, Batam Pos mendatangi beberapa WP yang menerapkan pajak online tersebut, misalnya Hotel Harris Batamcenter.

“Di tempat kami yang terpasang Data Box, hampir setahun terpasang,” kata Manager IT Harris Hotel, Amru.

Ia mengatakan, pihak BP2RD akan mengevaluasi penerapan alat tersebut per tiga bulan, untuk memastikan alat berjalan tanpa ada kendala.

“Sampai sekarang tak ada kendala,” pungkasnya. (cr13)

Jalur Lama Jadi Jalan Tol, Pemerintah Bangun Jalan Baru

0
ilustrasi

batampos.co.id – Jalan tol Batuampar-Mukakuning-Bandara bakal menggunakan jalur yang sudah ada. Mengganti jalan tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPU-PR) akan membangun jalan umum baru pada sisi kanan dan kiri jalan.

“Rencananya jalan yang sudah ada diperlebar jadi jalan tol. Lalu bangun jalan baru kiri dan kanan, bisa saja jalur lambat yang sekarang yang dipakai,” papar Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM SDA), Senin (31/7).

Namun demikian, ia belum ada penentuan terkait luas ataupun jumlah lajur pada setiap jalan baru yang kelak akan dibangun. “Luasnya belum ditentukan, akan segera diatur,” imbuhnya.

Tekait jalan tol, ia menyampaikan jalan gol di Batam seiring proyek tol yang dilakukan pemerintah pusat di pulau Sumatera. “Batam ini salah satunya, dan jadi prioritas,” katanya.

Pembangunan jalan tol sepanjang 25 kilometer ini, digadang-gadang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi Batam.

“Rapat minggu lalu, sudah keluar Perpresnya (Peraturan Presiden), jalan tol ini sepanjang 25 kilometer,” kata Wali Kota Batam Muhammad Rudi.

Perpres yang dimaksud Rudi adalah Perpres Nomor 58 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional. Di dalamnya disebutkan, salah satunya yakni jalan tol Batuampar – Mukakuning – Bandara Hang Nadim sepanjang 25 kilometer.

Kini, pembangunan jalan tol diawali dengan pembangunan jembatan layang. Jika tahun ini jembatan layang dibangun di Simpangjam sepanjang 165 meter. Diperkirakan akan selesai pada akhir 2017 nanti. Lantas Kementerian PUPR akan melanjutkannya dengan pembangunan flyover Simpangkabil sepanjang 430 meter, diteruskan dengan flyover Simpangpunggur sepanjang 310 meter, kemudian flyover simpang KDA sepanjang 123 meter, lalu flyover Jalan Sudirman sepanjang 150 meter.

“Semoga tak ada halangan, kita harapkan semuanya lancar,” harap Rudi. (cr13)

Minta Orang Tua Awasi Keberadaan Anak

0
Petugas Satpol PP mendata anak-anak yang bermain warnet saat jam belajar di salah satu warnet di Tanjungpinang, Kamis (27/11). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tanjungpinang rutin mengawasi sejumlah warnet baik siang dan malam untuk memantau para pelajar sesuai kebijakan Pemko Tanjungpinang yang memberlakukan jam malam bagi pelajar.

Namun, peran orang tua untuk selalu mengawasi anaknya yang belum pulang ketika jam belajar di sekolah usai dan saat keluar rumah di kala sore hari juga sangat penting.

Kasat Pol PP Kota Tanjungpinang, Efendi, mengatakan pihaknya meminta pertanggung jawaban orang tua untuk mengawasi anaknya. Karena tidak mungkin hanya Satpol PP yang mengawasi.

“Harus sama-sama, jangan hanya kami dong. Orang tuanya kemana kok anaknya tidak pulang tidak di cari,” ujar Efendi, Senin (31/7).

Dikatakan Efendi, selama ini pihaknya selalu mendapati pelajar bermain warnet di saat jam sekolah ataupun di malam hari. Pihaknya pun hanya bisa memberikan pembinaan dengan membuatkan surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya tersebut bermain di warnet saat jam sekolah atau pun malam hari.

“Hanya sebatas pembinaan yang bisa kami lakukan. Untuk lebihnya tentu peran orang tua lebih penting,” kata Efendi.

Sementara saat ditanya terkait sanksi terhadap warnet yang mengizinkan pelajar bermain disaat jam sekolah atau malam hari, Efendi, menjelaskan bahwa warnet tidak serta merta bisa disalahkan. Sebab, namanya mereka membuka usaha.

“Kecuali warnet tersebut melanggar jam operasional. Tentu akan ada sanksinya,” pungkas Efendi.(ias)

Tim Terpadu Bongkar 48 Bangunan Liar

0
foto: dalil harahap / batampos

batampos.co.id – 48 bangunan liar yang terdiri dari rumah dan kios liar di pintu satu, Seibeduk dibongkar, Senin (31/7). Pembongkaran itu melibatkan anggota Tim Terpadu Kota Batam, Direktorat Pengamanan (Ditpam) BP Batam, kepolisian, dan TNI.

Saat  penertiban, sempat terjadi adu mulut antara warga ruli dan petugas. Warga emosi karena barang-barangnya masih tertinggal di dalam rumah dan meminta waktu untuk mengangkut barang tersebut. Namun, petugas seakan tidak peduli dengan hal tersebut dan tetap melanjutkan pembongkaran.

“Jangan dulu dibongkar, barang saya masih ada di dalam,” teriak seorang warga kepada petugas. Lantas, sambil menggendong anaknya, warga tersebut menduduki beko. Beruntung, petugas cepat menenangkannya dan memberikan waktu untuk mengeluarkan barang-barangnya tersebut.

Camat Seibeduk, Science Taufik Riyadi mengatakan penertiban puluhan rumah itu berkaitan dengan proyek pembangunan jalur dua jalan S Parman Seibeduk. Jalur dua itu akan dibangun tahun ini dan lokasinya berada persis di pemukiman tersebut.

“Sebelumnya sudah kami imbau. Sebagian warga ada yang sudah bongkar sendiri, nah sisanya kami bongkar hari ini,” ujar Science di lokasi penertiban.

Tak hanya dilokasi itu, penertiban juga akan dilakukan di Ruli Kebun Sayur, Kelurahan Tanjungpiayu. Keberadaan 60 rumah liar yang berdiri dibantara sungai itu menyebabkan aliran sungai menyempit. Sehingga saat hujan turun, air yang seharusnya bermuara ke laut, naik dan menggenangi pemukiman warga

“Dalam waktu dekat ini dibongkar,” katanya.

Nantinya, aliran sungai yang memiliki lebar 18 meter itu akan dikeruk dan diperlebar hingga 50 meter.

“Di sana sudah SP dua, kami meminta mereka untuk membongkar sendiri,” ucapnya. (cr19)

 

Pushidrosal Lakukan Pemetaan

0
Kepala Pushidrosal Laksamana Muda Harjo Susmoro melihat peta bersama Gubernur Kepri Nurdin Basirun terkait rencana pemetaan wilayah Laut di Kepri. F. Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Gubernur Kepri, Nurdin Basirun menyambut baik Pusat Hidrografi dan Oceanografi TNI AL (Pushidrosal) melakukan pemetaan Provinsi Kepri. Sebagai daerah maritim potensi-potensi besar yang ada di lautan, jangan sampai dicaplok pihak asing.

“Kepri ini lautnya sangat luas, berbatasan langsung dengan negara asing, terima kasih atas pemetaan yang dilakukan Pushidrosal,” kata Nurdin usai menerima Kepala Pushidrosal Laksamana Muda Harjo Susmoro beserta tim di Ruang Rapat Kerja Gubernur Dompak Tanjungpinang, Senin (31/7).

Salah satu fungsi Pushirdosal melaksanakan fungsi penerapan lingkungan laut, sebagai penyedia data hidros untuk mendukung pembangunan nasional bidang maritim.

Dengan tahu potensi tiap daerah laut-laut Kepri, akan mendorong daerah untuk menjaga dan memanfaatkannya. Apalagi pemanfaatannya bermuara bagi kesejahteraan masyarakat.

Demikian juga dengan pulau-pulau perbatasan, yang segala potensinya juga harus dimanfaatkan. Baik untuk kesejahteraan maupun pertahanan.

“Kita harus tahu potensi tiap ceruk lauk kita. Baik yang tampak di permukaan, maupun yang ada di dalamnya,” kata Nurdin.

Nurdin memang ingin segala potensi yang di Kepri, baik di darat laut maupun di udara dimanfaatkan untuk kemakmuran Kepri. Kepada OPD terkait, Nurdin selalu menekankan masalah itu. Menurut Nurdin, dengan terus memperbaharui peta potensi Kepri, maka rasa ingin menjaganya samgat besar.

“Mari jaga NKRI dengan segala potensi yang ada di kaut Kepri,” kata Nurdin. (bni)

BKKBN Kepri Mantapkan Peran Penyuluh Lapangan

0
Ilustrasi

batampos.co.id – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat terus berupaya untuk memperkuat peran penyuluh lapangan Keluarga Berencana (KB) di Provinsi Kepri.

“Sebanyak 22 orang penyuluh dan petugas lapangan keluarga bencana (KB) dari Tanjungpinang dan Kabupaten Natuna beralih status. Karena sudah diserahkanterimakan ke BKKBN Pusat,” ujar Sekretaris Utama BKKBN Pusat, Nofrizal disela-sela kegiatan serahterima di Hotel CK, Tanjungpinang, Senin (31/7).

Dijelaskannya, dari Tanjungpinang ada 18 petugas dan penyuluh. Kemudian 4 petugas dan penyuluh dari Kabupaten Natuna. Menurut Nofrizal, idealnya adalah satu petugas atau penyuluh menangani satu desa. Akan tetapi, kekurangan jumlah Sumber Daya Mansuaia (SDM) menjadi kendala dalam memaksimalkan peran penyuluh di tengah-tengah masyarakat.

“Kami akan memprioritaskan tenaga petugas dan penyuluh kalau ada rekrutan dari BKKBN Pusat. Dengan itu, Kepri dapat petugas dan penyuluh lebih banyak lagi. Karena sekarang ini satu petugas menangani beberapa desa,” papar Nofrizal.

Sementara itu, Asisten III Pemprov Kepri, M. Hasbi yang mewakili Gubernur Kepri dalam sambutannya mengatakan, kehadiran petugas dan penyuluh bagi keluarga berencana ini patut disyukuri. Menurutnya, peran penyuluh sangat strategis dalam mengkampanyekan tentang KB.

Menurut Hasbi, keberadaan 22 petugas dan penyuluh dari Tanjungpinang dan Natuna tersebut diharapkan bisa mendukung perwujudan program KB. Hal tersebut bukan berarti tidak ada petugas dan penyuluh KB di kabupaten/kota lainnya di Kepri.

“Dalam memantapkan program KB di Provinsi Kepri, kita mengharapkan peran optimal dari penyuluh yang sudah ada,” harap Hasbi.

Turut menyaksikan jalannya kegiatan serahterima tersebut adalah Wali kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni Suprapti dan Asisten III Sekreyariat Pemprov Kepri Muhammad Hasbi. Selain itu ada juga sejumlah pejabat lain hadir menyaksikan proses serah terima tersebut.(jpg)

Bisnis Penjualan Ponsel di Batam Merosot

0

batampos.co.id – Lemahnya perekonomian Batam berdampak kepada turunnya penjualan ponsel di pusat elektronik dan mal. Dibandingkan tahun lalu, penjualan ponsel diklaim turun lebih dari 50 persen dan sudah berlangsung sejak lima bulan lalu.

Pedagang ponsel di Lucky Plaza, Jacky mengatakan penjualan ponsel sudah tidak seramai tahun lalu. Jika dulu sehari bisa terjual 5-8 ponsel, sekarang ini jumlahnya mencapai dua ponsel bahkan tidak ada penjualan satupun.

“Mungkin 50 persen lebih turunnya dibandingkan tahun lalu,” kata Jacky, Senin (31/7).

Kunjungan masyarakat ke Lucky Plaza saja sudah terlihat berkurang.

“Sekarang ini sepi pengunjung juga. Dulu sampai berdesak-desakkan antre buat menanyakan ponsel,” ungkapnya.

Bukan karena saingan dengan toko online yang menjual ponsel bekas, tapi kata Jacky lebih kepada ekonomi Batam memang sedang lesu. “Enggak ada pengaruhnya ponsel bekas dengan kurangnya penjualan. Begitu juga toko ponsel lain,” ujarnya.

Bahkan beberapa toko di Lucky Plaza ini memilih menutup tokonya sementara.

“Ada juga yang mengurangi karyawan tokonya juga,” ucapnya.

Sementara itu, hal serupa juga dikeluhkan oleh pedagang ponsel di Nagoya Hill Mall, Adit mengatakan turunnya omset penjualan mencapai hingga 60 persen. “Kalau biasa perbulan mencapai Rp 20 juta lebih, akhir-akhir ini tidak sampai Rp 10 juta. Itu saja tidak semua dari penjualan ponsel, tertolong karena penjualan aksesoris ponsel,” tambahnya.

Dia menyatakan meski ada beragam produk yang ditawarkan produsen ponsel saat ini, tidak dapat mendongkrak penjualan ponsel di agen toko.

“Karena sepinya bukan karena tidak ada pilihan ponsel tapi memang warga juga susah ekonominya,” jelasnya.

Adit sendiri mengatakan sudah bekerja menjadi manajer toko selama tiga tahun. Namun, tahun-tahun ini adalah paling berat menurutnya. “Di Batam sudah tidak senyaman dulu berjualan. Dulu gaji masih sangat cukup, sekarang ini gaji dengan besaran UMK bisa dibilang pas-pasan,” ujarnya.

Pria asal Tembilahan, Riau ini harus pintar-pintar mengatur keuangannya. Ia mengaku sudah menabung, jika sewaktu-waktu pemilik menutup tokonya. “Kemungkinan kalau sudah tidak menjadi karyawan toko lagi, saya akan usaha lagi di kampung,” cerita dia.

Ia mengatakan pemilik toko saat ini juga mengeluhkan hal yang sama dengannya. Bahkan, sudah ada pengurangan karyawan.

“Semoga saja, ada solusi terhadap lesunya perekonomian Batam ini,” pungkasnya. (cr18)