Jumat, 24 April 2026
Beranda blog Halaman 13165

Ekonomi Menunggu Obat Ayam Stres

0

Saya bersyukur kedatangan ahli yang satu ini. Yang bisa jadi teman diskusi untuk persoalan berat saat ini: ekonomi. Terutama soal makroekonomi yang diklaim sangat baik, tapi mikroekonominya seret. Seperti yang saya gambarkan dalam tulisan saya Senin lalu.

Tamu saya Jumat malam kemarin mengingatkan saya akan masa muda ahli ekonomi kita seperti Sri Adiningsih atau Aviliani. Atau masa muda Sri Mulyani. Di samping masih muda, tamu saya kali ini lebih modis. Juga lebih atraktif. Namanya Dr Denni Puspa Purbasari. Lulusan University of Colorado Boulder (PhD) dan University of Illinois at Urbana-Champaign (S-2). Sedangkan S-1-nya dari Universitas Gadjah Mada dengan nilai kelulusan terbaik dan tercepat.

Jabatan Denni saat ini adalah deputi di Kantor Staf Presiden. Yang membidangi ekonomi. Karena itu, dia bisa lebih independen dalam melihat situasi riil ekonomi kita. Bahkan, dia bisa bersikap kritis. Agar input ke Bapak Presiden bisa lebih objektif. Dalam menilai kebijakan ekononi maupun pelaksanaan kebijakan di lapangan.

Banyak yang kami bahas malam itu. Sambil menikmati semur lidah bikinan istri saya. Dr Denni menjelaskan keberadaan dana Rp 70 triliun yang bisa menggerakkan ekonomi di bawah. Yakni, dana desa, kesehatan, dan pendidikan. Dananya ada. Begitu diserap pasti langsung dibelanjakan.

Saya mengemukakan adanya fenomena ayam stres. Yang terjadi di mana-mana saat ini. Padahal, ayam tersebut ayam petelur. Karena stres, ayamnya bisa-bisa tidak mampu lagi bertelur. Ayam yang saya maksud adalah pengusaha. Sektor swasta. Mengapa para pengusaha, eh ayam petelur itu, stres?

Itu karena banyaknya kejadian yang ”anti-ekonomi”. Pengusaha tidak tenang. Kalau harga daging naik, peternak besar diancam-ancam. Rumah potong hewan dirazia. Saat harga beras naik, pedagang beras dirazia. Diancam-ancam. Dengan tuduhan yang anti-ekonomi. Dicari-cari. Lalu, muncul berita sekitar pelaporan penggunaan kartu kredit. Disusul lagi berita tentang pelaporan saldo di atas Rp 200 juta. Yang kemudian diralat menjadi di atas Rp 1 miliar. Ada pula heboh PPN tebu rakyat. Dan seterusnya.

Ayam-ayam petelur seperti terkaget-kaget oleh suara dar-der-dor mercon. Atau granat. Atau bom. Memang suara itu sebenarnya tidak mematikan ayam. Tapi takut bertelur. Padahal, sejak lama kita sepakat bahwa peran swasta lebih dominan untuk membangun ekonomi negara. Peran negara, sebanyak apa pun uangnya, tidak akan bisa mencapai 30 persen. Apalagi kalau keuangan negara juga lagi seret.

Jumat sebelumnya saya makan pagi dengan sejumlah banker. Secara kebetulan. Di STIE Perbanas Surabaya. Setelah saya memimpin senam masal ”Dahlan Style” di situ. Mereka membenarkan adanya fenomena ayam stres tersebut. Bahkan, kata salah seorang banker itu, pembayaran lewat cheque menurun tajam. Ada ketakutan melakukan transaksi nontunai.

Kalau sampai ayam petelur kita terus stres, bagaimana kita bisa mengharapkan telur emasnya? Berupa proyek-proyek baru? Lapangan kerja baru? Bahkan pajak-pajaknya? Bisakah kita berharap kenaikan pendapatan pajak kalau ayamnya tidak bisa bertelur?

Dr Denni mendengarkan dengan baik. Lalu, ganti saya yang menjadi pendengar. Tentu tidak semuanya bisa saya share di sini. Analisisnya tajam. Kritis. Dan cerdas. Antara otak dan bibirnya seperti ada bluetooth kapasitas besar. Kecepatan berpikirnya dan kecepatan bicaranya seperti kecepatan kilat dan petir. Dr Denni memang mengkhawatirkan kalau sampai terjadi pemusatan sumber ekonomi pada negara. Dengan uraian yang gamblang dasar teorinya. Dengan bahaya-bahaya dampaknya. Dalam pembicaraan sekitar dua jam itu, saya merasa seperti mengikuti kuliah ekonomi dua semester.

Tanpa ada mercon-mercon baru pun, ayam-ayam stres tersebut perlu waktu lama untuk menenangkan diri. Sebelum kembali mampu bertelur. Apalagi kalau mercon-mercon baru ternyata masih akan terus meledak. Jangan-jangan bukan hanya mercon. Bahkan jangan-jangan granat. Mengingat tahun depan sepertinya ekonomi masih akan jadi anak tiri.

Apa boleh buat. Sementara ayam-ayamnya masih stres, berapa pun uangnya, dana negara harus kita tunggu. Apalagi kalau dana haji yang Rp 90 triliun itu jadi dipakai negara. Untuk mempercepat infrastruktur.

Rasanya akan lumayan.

Lumayan?

Entahlah. Kalau dana itu jadi dipakai untuk membiayai infrastruktur, yang bisa bernasib lumayan adalah BUMN. Artinya kembali ke sektor negara lagi. Swasta boleh tetap gigit jari.

Untungnya, Anda tidak akan gigit jari sendirian. Dana haji tersebut selama ini disimpan di bank. Berarti telah memperkuat permodalan bank. Kalau sampai dana haji Rp 90 triliun itu ditarik dari bank, berarti kemampuan bank menyalurkan kredit juga menurun.

Kita rupanya lagi memerlukan obat penenang. Yang diciptakan khusus untuk menenangkan ayam stres. *
Oleh Dahlan Iskan

Catat nih, Medsos Resmi ATB Batam

0
ilustrasi

PT Adhya Tirta Batam (ATB) selalu berusaha memberikan yang terbaik.

Selain menambah jumlah kantor cabang pelayanan, ATB juga memanfaatkan media sosial agar bisa lebih mendekatkan diri ke pelanggan tanpa batas waktu.

Layanan ini bisa dimanfaatkan pelanggan agar tetap terhubung dengan ATB cukup beragam, mulai dari Facebook, Twitter, Instagram, Website resmi ATB hingga layanan Youtube.

Dengan media sosial ini, nantinya para pelanggan bisa menyampaikan informasi seputar ATB. Hingga mendapatkan berbagai informasi seputar ATB, baik dari pelayanan, gangguan suplai, kebocoran pipa, hingga berinteraksi tentang pemakaian air pada pelanggan

“Layanan media sosial ini kita sediakan untuk pelanggan. Sehingga bisa dimanfaatkan secara maksimal. Dan ini merupakan kedekatan kami dengan pelanggan. Jejaring sosial ini juga bisa digunakan untuk mensosialisasikan program-program yang sudah dirancang ATB serta mendapatkan informasi seputar ATB dengan lebih mudah,” jelas Enriqo Moreno Corporate Communication Manager ATB, Selasa(25/7).

Layanan di dunia maya ini juga sebagai bentuk pendukung agar pelanggan  tetap bisa berinteraksi dan berkomunikasi dengan ATB. Seperti menanyakan mengenai meter air, tagihan yang melonjak tinggi, terkadang ada juga yang menanyakan nomor pelanggan, karena pelanggan yang bersangkutan kehilangan faktur sehingga kesulitan saat akan membayar tagihan ATB

Seperti pelanggan Nermi Samosir, ikut berkomentar dalam akun facebooknya, ia menulis “Alhamdulilah, terimakasih juga untuk ATB Batam yang berusaha untuk segala kekurangan dan selalu meningkatkan perbaikan, untuk selalu memberikan yang terbaik bagi kami masyarakat Batam, berkat perbaikan yang dilakukan sekarang daerah kami Jupiter residence dan sekitarnya sudah lancar mari masyarakat Batam kita dukung dan mendoakan buat kelancaran ATB Batam,” ujar status Nermi.

Untuk bergabung di Media Sosial ATB bisa mengakses Website ATB di www.atbbatam.com , atau di Facebook (ATB Batam), Twitter (@atbbatam) , Instagram (atb.batam) serta Youtube (ATB Batam). (*)

Satu Keluarga Disekap, Ruko Dirampok

0
Eampat kawanan perampok berhasil mengambil barang-barang berharga dari Toko Harapn Rezeki, di Desa Teluk Bakau, Kecamatan Gunung Kijang, Sabtu (29/7), dini hari.

batampos.co.id – Naas dialami Eni, 28, dan keluarganya, segala barang berharga dari rumah dan toko miliknya raib dicuri oleh empat kawanan perampok, Sabtu (29/07) dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB.

Eni adalah pemiliki Toko  Harapan Rezeki di Jalan Pantai Trikora RT 001 RW 001 Desa Teluk Bakau. Saat kejadian, dirinya dan juga anaknya AD, 6, adiknya Dedi, serta Sekuriti toko, Buana, sempat disekap kawanan perampok tersebut selama 15 menit.

“Mereka ada empat orang dengan postur tubuh tinggi besar dan pakai penutup muka serta sarung tangan. Begitu masuk, kami langsung diikat di dalam rumah dan mereka beraksi. Tapi ada satu orang yang membawa parang,” terang Eni saat ditemui di kediamannya, Minggu (30/7).

Ia menuturkan kejadian perampokan yang terjadi malam itu berlangsung sangat cepat, dan mereka berhasil membawa kabur barang berharga yang ada di dalam rumah dan juga toko.

Diantaranya barang berharga dari rumah berupa uang tunai Rp 20 juta, 1 unit hp merek Samsung A7, 1 unit hp merek Samsung A5, 1 unit hp Samsung note 3, 1 unit samsung tab3, 1 unit iphone 5, 2 unit hp nokia senter, 1 unit hp blackberry, serta 2 cincin emas.

Sedangkan dari toko pelaku mengambil uang tunai sebanyak Rp. 5 juta, 20 slop rokok surya 16, 10 slop rokok sampoerna, serta 20 selop rokok Lucky strike mild.

“Diperkirakan hampir seluruh kerugian mencapai Rp 60 jutaan. Sebab habis dia (pelaku, red) mengambil seluruh isi yang ada di rumah, terus dilanjutkan lagi mengambil isi yang di toko, dengan meminta kunci sama kami yang posisinya lagi terikat,” terangnya.

Tak hanya itu saja, lanjutnya segala rekaman atau DVR CCTV yang ada di dalam toko juga ikut diambil pelaku itu.

“Pokoknya semua diambil mereka. Tidak ada yang tersisa,” ungkapnya dengan nada kesal atas persitiwa itu.

Setelah pelaku berhasil mengambil semua barang yang diinginkan, mereka langsung pergi bersamaan.

Dan tak berselang lama Eni langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Gunung Kijang.

Saat dikonfirmasi Kapolsek Gunung Kijang, AKP Hendriyal membenarkan kejadian tersebut. Hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Kasus ini masih sedang kita tangani, para tersangka masih kita lacak keberadaannya,” imbuhnya. (cr20)

Karnaval Budaya 2017 Labuan Bajo Curi Jutaan Perhatian Netizen

0

Para netizen pun heboh mencuitkan #KarnavalBudaya2017 yang menjadi trending topic nomor satu di Indonesia dengan lebih dari 1,7 juta impressions.

Itulah puncak Karnaval Budaya 2017 yang digelar di Labuan Bajo, Sabtu (29/7). Pengunjung heboh mengunjungi lapangan Batu Cermin, Manggarai Barat untuk menyaksikan pawai budaya, tari kolosal dan berjodet bersama.

Soal 10 destinasi prioritas, Menteri Arief Yahya memang terus menggoda publik dengan berbagai aktivitas. Lalu diamplifikasi melalui media digital dan sosmed. Menteri asal Banyuwangi itu makin intens mengangkat popularitas pariwisata di 10 Bali Baru itu, agar ada percepatan yang konkret, dan dirasakan masyarakat.

Tengok saja Puncak Karnaval Budaya 2017 di Labuan Bajo dengan ikon Komodonya, penuh sesak masyarakat yang hadir dan juga wisatawan mancanegara (Wisman) yang berkunjung ke Labuan Bajo pada malam itu.

Juara Rising Star Indonesia Andmesh Antonius Kamaleng diboyong Kemenpar ke Labuan Bajo. Hasilnya, sekitar 5000 penonton dibuat terkesima. Masyarakat Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur hingga wisman terlihat sangat happy. Semua menyisakan cerita indah di media sosial dan diviralkan kemana-mana.

“Karnaval Budaya ini dilaksanakan untuk menjawab perhatian pemerintah pusat yang telah menetapkan Kabupaten Manggarai Barat sebagai salah satu dari sepuluh destinasi pariwisata prioritas. Destinasi Manggarai Barat diharapkan dapat menjadi salah satu penyumbang jumlah kunjungan wisatawan secara nasional yang ditarget mencapai 20 juta kunjungan wisatawan hingga akhir tahun 2019, ujar Wakil Bupati Manggarai Barat, Maria Geong dalam sambutannya saat malam puncak Festival Budaya di Batu Cermin, Sabtu (29/7).

Maria juga mengatakan, Kabupaten Manggarai Barat dengan berbagai destinasi unggulannya seperti Taman Nasional Komodo, wisata bahari, alam, budaya, dan religius (gereja-gereja tua) ditarget bisa menggaet hingga 500 ribu kunjungan wisatawan. Menurutnya jika kegiatan promosi gencar dilakukan maka target tersebut akan terlampaui.

Tak ada lagi jarak yang memisahkan penonton dan artis yang tampil. Dari lighting, sound system, performer Andmesh dan Mahadewi, semua benar-benar wow. Inilah even penutupan Karnaval Budaya 2017 yang sangat fantastis.

“Terima Kasih Kementerian Pariwsata yang sudah memboyong Admesh untuk menghibur masyarakat Manggarai Barat, semua berjoget, menari dan bernyayi lagu-lagu yang dibawakan admesh yang juga Putra daerah NTT,” timpal Kepala Dinas Pariwisata Manggarai Barat Theodorus Suardi dikesemapatan yang sama.

Dia juga menambahkan bahwa semua event promosi daya tarik wisata yang diselenggarakan oleh Pemda sepanjang tahun 2017 ini dilakukan untuk kepentingan masyarakat Manggarai Barat sendiri. Ada begitu banyak manfaat yang dapat diperoleh nantinya, namun yang lebih penting dengan adanya kegiatan seperti ini akan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pariwisata,” ujarnya.

Dikesempatan yang sama, Asdep Pengembangan Infrastruktur dan Ekosistem Frans Teguh mengatakan Manggarai Barat dengan ikon Komodonya, bisa menjadi triger untuk percepatan pembangunan. Dirinya menjelaskan karnaval budaya tidak hanya menampilkan atraksi kesenian saja. Masyarakat harus bangga akan budaya dan keaneragaman yang lahir dari tradisi sehingga bisa menjadi daya tarik wisata.

“Kita harus sama-sama lestarikan untuk perkuat kembali nilai-nilai budaya secara teratur. Caranya,  dengan menampilkan atraksi kepada masyarakat atau wisman seperti event ini. Kita mendorong kampung-kampung tradisional untuk di revitalisasi dan dipertahankan sebagai salah satu atraksi di Manggarai Barat. untuk itu setiap atraksi bila ingin mendatangkan wisman lebih banyak, harus berstandart berkualitas internasional,” ujarnya.

Lebih lanjut, Frans mengatakan, kanrval ini bisa menjadi agenda tahunan, dan bisa diikuti Kabupaten lain sehingga lebih besar. Juga bisa mengajak wisatawan mancanegara yang hadir agar berpartisipasi kedepannya. “Atraksi seperti ini bisa menarik wisman untuk ikut menyaksikan dan berpartisipasi langsung, sehingga bisa meningkatkan kualitas dan performance,” katanya.

Menpar Arief Yahya cukup bangga dan appreciate, atas apa yang dilakukan tim dari Kepala Bidang Promosi Wisata Bahari Kemenpar Florida Pardiosi, Kasubid Wisata Bahari Asdep Segmen Pasar Personal Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Maruli Simanjuntak, serta Ketua Pokja Percepatan Labuan Bajo Shana Fatina. Kolaborasi dari seluruh undur tadi sukses membuat Karnaval Budaya menjadi bahan pembicaraan masyarakat Indonesia.

“Saya selalu bilang di mana-mana untuk menciptakan crowd memang perlu bahasa universal. Dan musik adalah salah satu jawabannya. Kekuatan musik sangat dahsyat. Apalagi yang datang artis papan atas Indonesia, serta pengikut disosial medianya banyak, sudah pasti akan heboh. Salam Pesona Indonesia, Wonderful Indonesia,” kata Menpar Arief Yahya. (*)

Toraja Marathon 2017 Berlangsung Sukses

0

“Sukses dan harus solid! Kompak! Maju bersama, berjuang bersama, saling support, saling memperkuat! Itulah Indonesia Incorporated!” demikian komen Menteri Pariwisata Arief Yahya terkait kesuksesan Toraja Marathon 2017.

Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae, melepas secara resmi ratusan peserta lomba lari Toraja Marathon 2017 Plaza Taman Rakyat Kolam Makale, 30 Juli 2017 itu. Sementara Bupati Toraja Utara, Kalatiku Paembonan melepas pelari dari Hotel Toraja Heritage.

“Kolaborasi yang hebat, pasti akan menghasilkan produk event yang solid juga!” cerus Menpar Arief.

Peserta yang dilepas Nicodemus adalah mereka yang mengikuti kategori 5K (lima kilometer) dan 10K (sepuluh kilometer). Sedangkan untuk kategori 21 K dan 42K dilepas Bupati Toraja Utara, Kalatiku Paembonan di Lapangan Bakti Rantepao. Semua peserta Toraja Marathon finis di Plaza Taman Rakyat Kolam Makale.

Bupati Toraja Utara, Kalatiku Paembonan, dalam sambutannya menyatakan akan terus mengembangkan sports tourism karena alam dan kekayaan budaya Toraja harus dikombinasikan demi mengangkat pamor Toraja yang mendunia.

“Di tengah persaingan sports tourism yang dikembangkan provinsi dan kabupaten lain di Indonesia, Toraja punya keunggulan dan keunikan dibanding daerah lain lewat alam dan budaya. Pemerintah pusat pun sudah mendukung agar Toraja bisa masuk dalam empat destinasi utama Indonesia dan mulai tahun depan sudah mendapat alokasi dana,” jelas Kalatiku Paembonan, Sabtu (29/7).

Lomba lari Marathon ini diikuti 500an peserta dari Indonesia dan mancanegara seperti Kenya, Australia, Korea, Swedia, Perancis, Jerman, Inggris, China dan Malaysia. Pelari asal Kenya mengusai podium pemenang Toraja Marathon 2017 dengan start di Karassik dan finis di Makale Tana Toraja, Sulsel, Sabtu setelah James Munyi Maregu menjadi tercepat di sektor putra dan Margaret Njuguna di sektor putri .

Maregu membukukan catatan waktu 02:28:24 untuk menempuh jarak 41, 195 km. Di posisi dua ditempati rekan satu negaranya, Kipotich Seurei Julius dengan catatan waktu 02:30:28 dan Posisi tiga ditempati pelari asal Kenya lainnya Mwangi Ngare Joseph dengan waktu 02:30:45.

Pada nomor ini, pelari tuan rumah tercepat dipegang Elius Palunsu dengan waktu 03:01:25 disusul Ade Putra Katume dengan waktu 03:03:17 dan Muhammad Januar dengan waktu 03:12:15.

Untuk sektor putri, Margaret Njuguna yang membukukan catatan waktu 03:11:22 ditemani rekan satu negaranya yaitu Rebecca Nakuwa dengan catatan waktu 03:17:12 dan posisi ke tiga direbut oleh Docus Jebotip Tarus dengan catatan waktu. 03:22:04.

Pelari asal Benua Afrika ini ternyata tidak hanya mengusai nomor marathon. Pada half marathon putra, Kenya kembali mendominasi setelah Spephen Mungthia Nkubitu menjadi yang tercepat dengan waktu 01:12:26 disusul Charles Munyua dengan waktu 01:13:08 dan John Muiruri Mburu dengan waktu 01:15:41.

Begitu juga di half marathon putri, pelari Kenya Chythia Chelangat Towett dengan waktu 01:28:46 disusul Isabela Jemungor dengan waktu 01:33:08 dan Valentine Jepkemoi dengan catatan waktu 01:40:51.

Pada kejuaraan yang kedua kali digelar ini animo peserta cukup tinggi meski untuk nomor marathon tidak begitu banyak pesertanya. Namun, persaingan pada kejuaraan yang didukung penuh Kementerian Pariwisata ini cukup ketat meski sesama pelari Kenya.

Peserta Toraja Marathon 2017 ini selama menghadapi perlombaan dihadapkan dengan lokasi-lokasi pariwisata yang berada di Kabupaten Toraja Utara maupun Tana Toraja. Lokasi wisata yang dilalui di antaranya Suaya, Tampang Allo, Bebo, dan rumah tongkonan yang tidak jauh dari lokasi pemakaman batu, Kete Kesu.

Setelah melalui rute yang telah dipersiapkan, seluruh peserta baik untuk nomor marathon, half marathon, 10K, 5K hingga kategori pelajar finis di Makale yang merupakan ibukota Kabupaten Tana Toraja. Hanya saja untuk pemberian hadiah dilakukan di Toraja Heritage Hotel, Toraja Utara.

Lomba ini juga memberikan nilai tambah bagi para peserta karena sepanjang perlombaan akan melintasi rentetan keindahan alam, mulai dari sawah, pemukiman adat, hingga pemakaman kuno, dan perkebunan kopi.

“Ketika pertama kali ikut tahun lalu, saya langsung jatuh cinta denganToraja Marathon. Ini marathon yang unik dan terbaik. Selain keindahan alam, saya menikmati keramahan penduduk yang menyambut kami sepanjang lomba. Itulah alasan saya ikut Toraja Marathon kembali,” ujar Dennis, warga Prancis salah satu peserta Toraja Marathon di kategori halfmarathon.

Natascha Oking, istri vokalis group band Slank, Akhadi Wira Satriaji atau akrab disapa Kaka, juga nampak ikut berlari. Natascha Oking ikut berlari pada kategori 21K (21 kilometer). Toraja Marathon sebenarnya bukan ajang pertama bagi istri Kaka Slank ini. Sebelumnya, Natasha sudah beberapa kali mengikuti lomba lari jarak jauh di beberapa daerah di Indonesia. Natasha bahkan pernah menjuarai lomba Tambora Ultra 25K, yang digelar di Dompu, NTB, April lalu.

Indar Sahesti, yang mewakili Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menilai, kegiatan Toraja Marathon 2017 ini sukses mendatangkan sejumlah pelari bukan hanya tingkat nasional, tetapi juga pelari dari luar negeri. Dampaknya kata dia, akan memberikan dan menyatakan bagaimana indahnya Toraja dengan pesona wisatanya.

Indar mengatakan, peran semua pihak harus terlibat. Selain perhatian dari pusat yaitu Kemenpar, dua pemerintah Pemkab Tator dan Torut, juga partisipasi konkret dari Pemprov Sulsel. Ia berharap kegiatan itu kembali dilaksanakan dengan mendatangkan pelari dalam jumlah banyak dari luar negeri.

“Mereka yang datang ini bukanya hanya mengenal Toraja tetapi juga Sulsel secara keseluruhan. Ada dampak yang baik, karena itu kita berharap kegiatan ini kembali dilakukan tahun depan,” ujar Indar. (*)

Korean Air Bawa 194 Turis ke Lombok

0

Maskapai penerbangan asal Korea Selatan (Korsel), Korean Air, Sabtu (29/7), resmi terbangi langit Lombok dari Bandara Incheon Seoul, Korsel.

Korean Air dengan nomor penerbangan KE9629 yang mengangkut 194 penumpang mendarat di Lombok Internasional Airport, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat sekitar pukul 13.10 WITA.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mendengar kabar itu langsung sumringah. Setelah pertemuan dengan Chairman Korean Air, April silam, dia sangat yakin jika maskapai asal Korsel itu akan ke Lombok. Alasannya? ada peluang pasar yang sangat besar di Lombok. Yang tidak kalah dengan rute yang sudah diterbangi Korean Air di Asia.

“Pesona wisata Lombok tak pernah berhenti berdetak. Namanya kian ngehits di telinga traveller dunia lantaran kesuksesannya menyambar dua gelar juara dunia di World Halal Tourism Award (WHTA) 2015 dan tiga gelar juara dunia WHTA 2016, itu menjadi salah satu alasan Korean Air terbang ke Lombok,” ucap Arief Yahya  di Jakarta, Sabtu (29/7).

Menpar Arief Yahya menyebut, NTB sangat diuntungkan, karena dalam peta Pariwisata Indonesia, Lombok tergolong destinasi baru. Memang Lombok sudah terkenal, tetapi pintu masuknya masih berasal dari Bali. Kini, ada peluang, Lombok diterbangi sendiri secara langsung atau direct flight.

“Wisman yang tercatat di pintu Imigrasi Lombok akan semakin besar,” katanya.

Data di Kemenpar menunjukkan jumlah kunjungan wisnus di NTB terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2013 mencapai 2,49 jta wisnus, kemudian pada 2014 jumlah kunjungan wisnus ke NTB meningkat menjadi 2,51 juta wisnus, dan tahun 2015 kembali naik menjadi 3,01 juta orang.

Menpar Arief Yahya memang serius mendatangkan wisatawan asal Korsel. Menurut data, saat ini jumlah wisman Korea (Selatan) pada tahun 2015 adalah 338.671 orang. Sedangkan target tahun 2016 yakni 400 ribu orang (wisman Korsel) atau naik 18 persen. Tahun ini, Kementerian Pariwisata telah menargetkan sebesar 514.000 wisatawan asal Korea Selatan, untuk itu promosi perlu dilakukan untuk mencapai target yang telah ditetapkan.

Seirama dengan Arief Yahya, Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara mengatakan embrio penerbangan Korean Air saat ini tak lepas dari kunjungan Menpar Arief Yahya ke Korea pada Mei 2016. Saat itu beberapa airlines ditemui di antaranya Korean Air, Jin Air, dan Busan Air.

“Ada dua yang tertarik penerbangan ke Lombok yaitu Korea Air dan Jin. Tapi diputuskan Korean Air yang terbang, selain bertujuan mendongkrak tingkat wisatawan, penerbangan langsung juga akan mempermudah iklim investasi yang masuk dari Korea ke NTB “ujar Pitana yang didampingi Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kementerian Pariwisata, Vinsensius Jemadu.

Pitana menjelaskan kedatangan Korean Air di Lombok, membuka peluang besar maskapai asal Korea Selatan tersebut, melakukan penerbangan secara reguler dari Korea ke Lombok. Tidak lagi Carter flight seperti saat ini. Hal ini dikarenakan wisatawan Korea sudah penuh di Bali dan mereka cenderung mencari tempat lain dan terdekat itu ada di Lombok.

“Dari 194 penumpang tadi, semua senyum dan senang tidak sangka ada sambutan yang luar biasa,” katanya. Korean Air hadir menunjukkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan jajarannya berkomitmen membangun pariwisata di daerah tersebut,” ujar Pitana yang diamini Vinsensius.

VJ sapaan akrab Vinsensius Jemadu menambahkan, Animo masyarakat Korea dalam enam bulan terakhir ke Lombok sangat tinggi. Melihat kesuksesan ini, Kemenpar kembali mengundang maskapai-maskapai, terutama dari Asia Pasifik untuk terbang ke Lombok langsung karena fasilitas, objek wisata dan stakeholder kompak.

“Jadi Juli, Agustus, Oktober akan dilihat dari charter flightnya, mereka akan evaluasi kalau bagus reguler dan tahun ini akan diputuskan,” katanya.

Berdasarkan data yang ada sebut Vinsensius Jemadu, sampai saat ini tamu Korea ke Indonesia mencapai 350 ribu orang dan ditargetkan sampai akhir 2017 sebanyak 550 ribu orang. “Terbanyak wisatawan Korea ini ke Bali, baru sisanya ke Jakarta, Kepulauan Riau, dan Lombok,” tandasnya. (*)

Malay Mail Menulis Pantai di Lombok jadi Tempat Terbaik untuk Yoga

0

Pantai-pantai di Lombok juga dianggap cocok bagi penggemar yoga. Beberapa waktu lalu, laman Malay Mail membahas delapan pantai terbaik untuk yoga pada musim panas ini.

Nah, pantai di Lombok bersanding dengan tujuh tempat terbaik dari seluruh dunia.
Malay Mail tidak menyebutkan secara detail nama pantai di Lombok yang layak dikunjungi penggemar yoga. Tetapi, pantai-pantai di pulau cantik di sebelah timur Bali itu memang keren.

Salah satu media berpengaruh di Malaysia itu hanya membahas Lombok secara keseluruhan.

Meski begitu, ulasan Malay Mail sudah cukup membuktikan status Lombok sebagai lokasi yang indah untuk yoga.

“Destinasi yang tidak boleh dilewatkan oleh penggemar yoga yang masih amatir maupun yang sudah profesional,” demikian tulis Malay Mail. Salah satu faktor utama Lombok layak dijadikan tempat melakukan yoga adalah suasananya yang tenang.

Malay Mail pun mengakui hal itu. Media yang berbasis di Petaling Jaya itu menyebut suasana di Lombok berbeda dengan Bali.
“Lombok di Nusa Tenggara menawarkan suasana tenang dari keramaian di Bali,” imbuh Malay Mail.

Selain itu, Lombok juga bisa memanjakan para penggemar yoga dengan berbagai pilihan.
“Ada banyak pilihan untuk kelas yoga di pulau itu,” tambah Malay Mail.

Selain mengulas Lombok, Malay Mail juga membahas beberapa lokasi lain di penjuru dunia. Yakni, Tulum di Meksiko, Arambol (India), Joatinga (Brasil,Cascais (Portugal), Nicoya Peninsula (Kosta Rika), dan Fuerteventura (Canary Islands).

“Fakta bahwa tagar #BeachYoga digunakan lebih dari 430 ribu kali di Instagram pada Juni menunjukkan betapa populernya ide itu (yoga di pantai),” tambah ulasan Malay Mail.

Awal Maret 2017 lalu, situs review TripAdvisor juga mengeluarkan daftar 10 destinasi terbaik se-Asia. “Alhamdulillah, Lombok juga masuk dalam daftar 10 besar, selain Bali. Lombok bahkan mengalahkan Tokyo, Jepang! Ini branding yang bagus buat Lombok NTB,” kata Menpar Arief Yahya.

Tiap tahun, TripAdvisor mengeluarkan daftar ‘Top 10 Traveller’s Choice Destinations Asia’. Nah, data ini sangat valid dan terpercaya, karena berdasarkan suara travellers. Daftar ini disusun berdasarkan review dan rating dari traveler yang ditulis di TripAdvisor selama 1 tahun penuh dari berbagai destinasi di dunia.

Bali, kata Menpar Arief, masih tetap nomor satu, baik Asia maupun dunia. Karena itu, dia juga berterima kasih pada lama  Malaysia, Malay Mail yang secara jujur menempatkan Lombok dalam daftar pantai terbaik. “Penghargaan terhebat itu adalah yang datang dari “musuh” emosionalnya,” kata Arief.

Nah, bagi para Traveler yang ingin mencatat lagi, berikut daftar lengkap ‘Top 10 Traveller’s Choice Destinations in Asia versi TripAdvisor’, yang dirilis Maret 2017 lalu.

  1. Bali, Indonesia
  2. Siem Reap, Kamboja
  3. Phuket, Thailand
  4. Hoi An, Vietnam
  5. Kathmandu, Nepal
  6. Hanoi, Vietnam
  7. Ko Samui, Vietnam
  8. Bangkok, Thailand
  9. Lombok, Indonesia
  10. Tokyo, Jepang  (*)

IKAM Yogya Dorong Paket Wisata Sejarah

0
foto: blogspot

Kementerian di bawah komando Arief Yahya itu menggelar promosi 10 destinasi prioritas melalui event perjalanan insentif di Provinsi Jawa Tengah pada pengenalan destinasi wisata prioritas. Acara ini bekerjasama dengan Ikatan Keluarga Akademi Militer (IKAM) Yogya di Hotel Grand Keisha, Yogyakarta, Sabtu (29/7).

”Dengan acara insentif ini, segera mungkin kita membuat paket wisata yang menawarkan destinasi-destinasi sejarah, terutama kaitannya dengan sejarah kemerdekaan dan perjuangan IKAM. Ini menopang salah satu destinasi prioritas Borobudur, jadi selain ke Candi Borobudur, wisatawan juga disiapkan paket untuk mengenal sejarah dan berwisata ke museum-museum sejarah maupun monumen yang kita miliki di Yogyakarta,” ujar Kepala Dinas Sejarah TNI AD, Brigjen Djashar Djamil.

Djamil menjabarkan, banyak lokasi sejarah yang menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari rentetan perjalanan kemerdekaan bangsa Indonesia di Yogyakarta. Sebut saja, Monumen Plataran, Benteng Vreidenberg, SMA BOPKRI 1 Yogyakarta, SMPN 2 Kalasan, Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara di Semaki, Akademi Militer Magelang, serta ke Monumen Perjuangan Taruna di Plataran-Kalasan.

”Itu semua punya arti, jika kita pelajari menjadi daya tarik sendiri, dan menjadi daya tarik pariwisata. Apalagi ini masuk ke dalam 10 destinasi prioritas yang telah ditetapkan pemerintah,” ujar Djashar.

Sementara itu, salah satu pemerhati sejarah dan juga penggagas acara ini,  Indroyono Soesilo, mengatakan Monumen Perjuangan Taruna atau yang lebih dikenal dengan Monumen Plataran memiliki potensi besar untuk ditetapkan sebagai destinasi wisata.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Percepatan Wisata Bahari Kemenpar itu menambahkan, monumen yang berlokasi di di Dusun Plataran, Desa Selomartani, Kecamatan Kalasan itu menyimpan sejarah perjuangan kemerdekaan. Di situ, pada 24 Pebruari 1949, para perwira alumni Akademi Militer Yogya dan taruna MA-Yogya bertempur menghadapi Pasukan Tentara Belanda. Beberapa dari mereka gugur.

“Sejarahnya sangat dalam, dan punya banyak cerita perjuangan kemerdekaan. Bahkan salah satu Alumni MA Yogya gugur saat melindungi pasukannya yang tengah mengadakan gerakan mundur,” ujar pria yang pernah menjabat Menkomaritim itu.

Indroyono mengajak kepada seluruh stakeholder terkait untuk memberikan dukungan perhatian pada wisata sejarah Monumen Perjuangan ini, dan dapat diintegrasikan dengan objek wisata di Kecamatan Kalasan. Seperti Candi Sambisari, Candi Kalasan, Candi Sari, Candi Kedulan dan juga dengan kompleks Candi Prambanan ” Ini akan memberikan dampak bagus ke masyarakat dan 10 destinasi prioritas, jika Monumen Plataran dan rentetan wisata sejarah dapat berkembang bagus dan pesat,” ujar Indroyono.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti didampingi Kepala Bidang Promosi Perjalanan Insentif Kemenpar Hendri Karnoza mengucapkan terima kasih kepada IKAM yang peduli mengemas wisata sejarah menjadi bagian percepatan 10 Bali Baru yang telah ditetapkan Kemenpar yang salah satunya Borobudur.

Apalagi, imbuh Esthy, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan bersama Menteri Pariwisata Arief Yahya sudah meluncurkan Badan Otorita Pariwisata (BOP), beberapa waktu lalu. Launching dilakukan di Kompleks Taman Candi Prambanan, persisnya di panggung tertutup candi di tepian sungai Opak itu.

Seperti diketahui, pembentukan Badan Otorita Pariwisata Borobudur berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2017 tentang Pembentukan Badan Otorita Pariwisata (BOP) Borobudur yang sudah disahkan presiden 11 April lalu dan diundangkan pada 12 April 2017 lalu.

Kata Esthy, BOP ini akan menjadikan Destinasi Borobudur sebagai salah satu destinasi pariwisata nasional dan internasional yang memiliki kekayaan potensi wisata budaya berkelanjutan yang mampu menarik 2.000.000 wisatawan mancanegara pada tahun 2019.

“Borobudur dikembangkan sebagai destinasi yang memiliki kekuatan daya tarik yang berbasis pada potensi heritage dan sudah diakui sebagai UNESCO World Cultural Heritage. Pengembangannya nanti akan difokuskan pada elemen 3A yaitu atraksi, aksesibilitas dan amenitas. Nah, wisata sejarah yang menjadi bagian dari IKAM ini menjadi bagian penting pengembangan Borobudur ke depan,” ujar Esthy yang juga diamini Hendri.

Hendri menambahkan , BOP Borobudur nantinya akan terus melakukan koordinasi, sinkronisasi, dan fasilitasi perencanaan, pengembangan, pembangunan, dan pengendalian di Kawasan Pariwisata Borobudur.

“Critical success factornya ada di akses! Dan itu sudah ada jawabannya, Bandara New Jogjakarta International Airport di Kulonprogo akan menjawab masalah aksesibilitas udara menuju Yogyakarta, jadi kami yakin, Wisata Sejarah di Yogyakarta akan menjadi bagian dalam mendukung 20 juta wisatawan mancanegara di tahun 2019 mendatang,” kata Hendri.(*)

Bandara Silangit Over Target 300%

0
foto: travel.kompas

Langkah Menteri Pariwisata Arief Yahya mendorong bandara Silangit di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara menjadi Bandara Internasional makin masuk akal. Selama semester pertama Januari-Juni 2017 jumlah penumpang yang datang via Silangit mencapai 124.000. Angkanya tumbuh lebih dari 300% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Tahun lalu 31.000 penumpang, sekarang ada 124.000 penumpang, angka kenaikannya sudah  300% lebih. Jadi dalam satu bulan tak kurang dari 20.000 penumpang. Prediksi kami sampai akhir tahun 250.000 penumpang, dan bahkan bisa mencapai 300.000 penumpang tahun ini,” sebut Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin, Minggu (30/7).

Angka 124 ribu itu sendiri sudah over target, sebab proyeksinya masih di angka 100 ribu tahun ini. Pertengahan tahun sudah melewati batas proyeksi. “Data itu menunjukkan animo masyarakat ke kawasan wisata Danau Toba sangat tinggi,” kata Muhammad Awaluddin yang asli Palembang itu.

Awaluddin mengungkapkan, saat ini sudah dua maskapai yang melayani penerbangan ke Silangit yakni Garuda dan Sriwijaya. Dan dalam waktu dekat akan menyusul Lion. “Dari pembukaan awal, Garuda terbang 3 hari seminggu, sekarang tiap hari dan Sriwijaya dengan pesawat Boeing 737-500 terbang 2 kali sehari,” lanjutnya.

AP II juga terus mengebut pengerjaan pengembangan Silangit agar bisa dipakai sebagai bandara internasional pada September 2017 nanti. Kapasitas terminalnya ditargetkan bisa menampung 500.000 penumpang dalam setahun. Lima kali lipat dari proyeksi sebelumnya di batas 100.000 kapasitas penumpang,

“Runway bandara peninggalan Jepang tersebut diperpanjang dari saat ini 2.200 meter menjadi 2.650 meter. Kemudian lebar runway diperlebar dari 30 meter menjadi 45 meter,” ujarnya.

Awal – sapaan akrab Awaluddin – mengatakan, peningkatan  penumpang pasca menjadi bandara internasional akan diupayakan dengan menarik penumpang dari 3 hub bandara, yakni Bandara Changi Singapura, Bandara Internasional Kuala Lumpur, dan Bandara Suvarnabhumi Bangkok.

“Desain awal kan untuk domestik. Tapi kemudian Kementerian Pariwisata minta dikembangkan untuk mendukung pariwisata di Danau Toba. Yang membedakan dengan bandara domestik prinsipnya hanya penambahan fasilitas Bea Cukai, Karantina, dan Imigrasi,” ucapnya.

Ada potensi besar yang bisa dicapai dari sini. Dan jurus andalan yang dikeluarkan adalah fokus ke pasar Singapura lewat maskapai. Setelah itu, menggiring wisman dari Kuala Lumpur, dan Bangkok. “Jadi wisatawan seperti dari China yang sudah lama di Bangkok bisa extend (memperpanjang) liburan ke Danau Toba,” katanya lagi.

Berlibur ke Danau Toba, kini memang tak harus menempuh perjalanan jauh selama enam jam dari Medan. Proyeksi Awaluddin untuk menaikkan kapasitas bandara dan standar dunia itu sejalan dengan target Kementerian Pariwisata, untuk membangun akses ke destinasi prioritas di tanah air.

“Bandara Silangit memang kita bangun menjadi bandara Internasional karena Danau Toba sudah kita tetapkan menjadi destinasi pariwisata nasional. Tidak bisa lagi dari bandara Kualanamu, jaraknya ke Parapat terlalu jauh, kalau dari Silangit waktu tempuh cukup dua jam atau 1.5 jam,” kata Menpar Arief Yahya.

“Kalau ingin menjadi global standar, dan memiliki customers di global market, maka aksesnya pun harus international standar. Sehingga ada direct flight yang bisa langsung dari negara originasi ke destinasi prioritas itu,” ungkapnya.

Pria yang pernah menjadi Dirut PT Telkom ini menambahkan manajeman yang dikembangkan mengenal istilah utamakan yang utama dan jangan mengerjakan hal-hal lain yang bukan prioritas sebelum yang utama diselesaikan.

“Karena itu, membangun akses itu menjadi pekerjaan utama dan prioritas nomor satu saya saat ini,” tandasnya

Danau Toba di Sumatera Utara memang menjadi salah satu dari 10 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) bersama Tanjung Kelayang di Bangka Belitung, Morotai di Maluku Utara, Tanjung Lesung di Banten, Wakatobi di Sulawesi Tenggara, Kepulauan Seribu di DKI Jakarta, Candi Borobudur di Jawa Tengah, Mandalika di Nusa Tenggara Barat, Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur dan Kawasan Bromo Tengger di Jawa Timur

Dalam waktu dekat, Bandara lain yang akan dinaikkan statusnya adalah Komodo Labuan Bajo, yang sampai sekarang masih berada di bawah pengelolaan Kementerian Perhubungan.

“Semua bandara yang masuk dalam pengembangan 10 Bali Bali, atau 10 Top Destinasi Prioritas, diproyeksikan menjadi international airports,” pungkasnya. (*)

Pengemudi GoJek Resah Dengan Aksi Sweping

0
Anggota Kepolisian Polresta Barelang melakukan penjagaan kantor Go-Jek di Pelita Lubukbaja yang didatangi oleh para pengemudi ojek pangkalan, Selasa (25/7). Mereka mendesak kantor go-jek ditutup. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Konflik antara ojek online dengan ojek pangkalan telah terjadi dalam beberapa waktu belakangan ini. Sebagai bentuk penolakan, pengemudi ojek pangkalan mendatangi langsung kantor Go Jek di kawasan Pelita, Selasa (25/7) lalu dan melanjutkan aksi penolakannya ke Kantor Dishub Batam keesokan harinya atau tepatnya Rabu (26/7) lalu.

Tidak hanya mendatangi Kantor Gojek dan Kantor Dishub Batam, para pengemudi ojek pangkalan sebelumnya kerap melakukan aksi sweping. Beberapa lokasi yang kerap menjadi sweping diantaranya kawasan Pelabuhan Batamcenter, BCS Mal dan Kawasan Harbourbay.

Atas aksi yang dilakukan oleh pengemudi ojek pangkalan itu, tentu saja menimbulkan keresahan kepada pengemudi ojek online. Mereka khawatir akan keselamatan mereka, jika saat mengantarkan penumpang mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan oleh pengemudi ojek pangkalan.

Salah seorang pengemudi Gojek, Rian, 32, saat ditemui Batam Pos pada Minggu (30/7) kemarin mengungkapkan rasa kekhawatirannya saat di jalan. Ia selalu merasa tidak tenang saat membawa penumpang maupun pada saat mengantarkan orderan makanan yang dipesan konsumen.

“Jelas merasa khawatir. Itu tidak adil, kita sama-sama mencari makan. Sekarang tergantung penumpang mau makai yang mana,” ujar pria yang akrab disapa Ian ini.

Selain merasa khawatir terhadap dirinya sendiri, Ian juga mengungkapkan rasa khawatirnya terhadap sesama teman seprofesinya. Sebab, pengendara Gojek di Batam ini hanpir rata-rata korban dari PHK perusahaan yang telah tutup beroperasi di Batam.

“Kasihan juga nanti ada intimidasi di jalan. Saya pribadi sampai saat ini masih merasa resah,” ucapnya.

Ian menambahkan, sejauh ini ia memang belum pernah mendapatkan pengancaman dari para pengendara ojek pangkalan. Namun, sejauh ini pengendara ojek pangkalan sering memancing emosi pengendara ojek online agar terjadi keributan.

“Kalau diancam sejauh ini belum. Cuma mereka memancing emosi gitu, supaya kita ribut. Tapi sejauh ini, tidak saya layani kalau mereka memancing emosi,” katanya.

Sementara itu, Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki beberapa waktu yang lalu menegaskan, polisi akan memproses bagi siapapun yang melakukan pengancaman, pengrusakan, intimidasi dan penangkapan. Baik itu kepada sopir taksi online, taksi konvensional, ojek pangkalan, maupun ojek online.

“Kalau ada permasalahan lagi yang kita temui, tidak akan kita lakukan mediasi lagi. Langsung akan diberikan tindakan tegas, sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegasnya (cr1)