Senin, 4 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13181

Pembangunan Ruang Kelas Baru sudah 90 Persen

0
Pekerja menggesa pembangunan ruang kelas SMPN 36 di Sagulung, Senin (24/7). Dibangunnya SMPN 36 ini karena kekurang ruang kelas sampai siswa dibuat pihak sekolah dua shift untuk mengatasi membludaknya siswa. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin mengatakan proyek pembangunan 60 Ruang Kelas Baru (RKB) sudah memasuki tahap finalisasi.

“November nanti siswa yang belajar di labor sudah bisa belajar di kelas. Pembangunan sudah berjalan 90 persen,” kata Muslim, (11/8).

Proyek senilai Rp 8,1 miliar ini diharapkan bisa memberikan solusi bagi sebagian sekolah yang menggunakan ruang lain untuk belajar. Satu sekolah mendapatkan bantuan yang berbeda-beda atau sesuai dengan kebutuhan.

“Satu sekolah ada dapat bantuan 2 hingga 4 RKB,” ujarnya.

Saat ini bangunan fisik sudah selesai hampir 90 persen, tinggal tahap penyelesaian seperti pengecatan. Seperti di SDN 11 dan SDN Sagulung.

“Kemarin saya sudah cek dan mereka tinggal cat aja,” jelas pria 59 tahun ini.

Tahun ini pihaknya membangun sedikitnya 60 RKB baru di SMPN, SDN dan TKN. Muslim mengungkapkan berdasarkan data PPDB 2017, kebutuhan RKB masih mencapai 120 RKB lagi, agar seluruh siswa baru bisa tertampung.

Untuk itu, tahun depan Pemerintah Kota Batam akan membangun enam sekolah baru yakni tiga SMPN dan tiga SDN.

Muslim menambahkan pembangunan sekolah lantai tiga tersebut akan diselesaikan dalam waktu kurang lebih tujuh bulan.

“Kita targetkan sebelum PPDB 2018 bangunan fisiknya selesai, sehingga tidak ada lagi siswa yang tidak tertampung,” ungkapnya.(cr17)

Disnaker Batam Data Peluang Kerja ke Luar Negeri

0

batampos.co.id – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam tengah mendata peluang kerja ke luar negeri bagi pencari kerja maupun tenaga kerja yang ada di Batam. Hal ini disampaikan Kepala Bidang Penempatan, Disnaker Kota Batam, Syafrialdi, Sabtu (12/8).

“Kemarin ada kunjungan dari Kementerian Tenaga Kerja, dan mereka meminta kami untuk menyiapkan data tersebut,” kata pria berdarah Minang ini.

Pendataan ini, lanjutnya bertujuan untuk menemukan peluang dan bidang apa saja yang tersedia di luar negeri.

Sehingga pihaknya bisa mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) dan membantu pengurusan izin kerja calon tenaga kerja tersebut.

Selama ini, menurut peluang bekerja di luar negeri cukup banyak, tidak hanya operator saja. Bahkan tenaga profesional juga ada seperti di bidang pertambangan, migas dan lainnya.

“Kebanyakan yang profesional mereka yang telah memiliki pengalaman. Nah jika tenaga kerja kita ada kenapa tidak sebutnya.

Dia menambahkan, saat terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) tenaga profesional bisa melanjutkan karirnya di negara lain. Untuk itu data ini sangat dibutuhkan.

“Ini upaya untuk memberikan peluang kerja kepada mereka,” ucapnya.

Saat ini kendala bekerja di luar negeri, disebabkan perusahaan yang bersangkutan tidak semua mau melaporkan perjanjian kerja ke Kedutaan Besar Indonesia di negara mereka.

Ilustrasi

Akibatnya pekerja tidak mendapatkan surat rekomendasi (rekom) karena salah satu persyaratan rekom adalah tanda bukti atau surat perjanjian kerja kedua belah pihak.

“Kendala di bagian ini saja, ada perusahaa yang tidak mau melapor, padahal tenaga kerjanya sudah berkualitas semua,” ungkapnya.

Disinggung mengenai jumlah tenaga kerja di luar negeri, pria berkacamata ini mengatakan cukup banyak baik profesioanal maupun operator.

“Saya lupa data riilnya, yang jelas cukup banyak,” tutupnya.(cr17)

Menginap di Rumah Masa Kecil Presiden Trump, Dibaderol Rp Rp 9,7 juta per Malam

0
Tampilan depan rumah masa kecil Donald Trump. (William Edwards/AFP)

batampos.co.id – Ada kesempatan untuk menginap di rumah masa kecil Presiden AS, Donald Trump.

Rumah yang berada di Queens, New York, tempat Trump menghabiskan masa kecilnya bisa disewa dengan banderol USD 725 per malam atau Rp 9,7 juta per malam.

Di dalam rumah itu ada beberapa ruang yang memajang foto Trump. Rumah masa kecil presiden AS biasanya adalah rumah lama yang sudah tidak lagi digunakan. Rumah-rumah itu kemudian umumnya dijadikan museum atau perpustakaan.

Namun, rumah yang dihuni Trump pada empat tahun pertama usianya itu dibuka untuk umum. Rumah itu sudah dilisting Airbnb via situs mereka mereka. Berlabel President 45’s Childhood Home, rumah itu memajang beberapa foto Trump.

”Dia adalah teman yang baik saat menonton Fox News saat tengah malam,” tulis Airbnb dalam pernyataannya.

Ditulis di Airbnb, pada 1946, Donald Trump lahir. Kedua orang tua Trump Fred dan Mary Trump kemudian membeli rumah di kawasan Jamaica Estates.

”Ini tempat dimana mereka hidup. Fred membangun sendiri rumah itu. ”Ini adalah kesempatan unik dan spesial untuk tinggal di dalam rumah presiden.”

Rumah lama Trump ini dijual USD 2,14 juta awal tahun ini oleh developer New York Michael Davis kepada seorang perempuan Tiongkok misterius. Davis membelinya Desember tahun lalu dengan harga USD 1,3 juta. Setelah laku dijual, Davis kemudian menyewa kembali rumah itu sebesar USD 4.000 per bulan. Dan, sekarang rumahnya disewakan via Airbnb.

”Ini sudah bikin kacau. Saya pikir mau dijadikan museum,” kata pemilik rumah kepada Guardian. ”Saya agak kecewa. Ini adalah kawasan perumahan dan harusnya disewakan atau dibeli untuk keluarga inti. Bukan untuk motel atau hotel,” tambahnya.

Dalam iklannya, Airbnb menyebutkan kalau kondisi rumah itu tidak beda jauh sejak Trump lahir sampai sekarang. Desain dan setting ruang masih tetap sama. Beberapa perabotan dan aksesoris rumah pun mengandung foto Trump. Bagaimana? Tertarik menghabiskan malam di sana? (tia/The guardian/JPC)

Waktu Bercinta paling Pas Ya…..

0
ilustrasi

batampos.co.id – Penelitian terbaru menyebutkan survei dari 1000 pria sehat dan aktif, waktu bercinta yang tepat bukan di malam hari.

Dikansir dari Boldsky, Sabtu (12/8) rata-rata responden menjawab paling suka bercinta di pagi hari sekitar pukul 07.30 pagi.

Penelitian dilakukan oleh Forza Supplements yang berupaya mencari tahu kapan waktu yang tepat untuk mencapai kepuasan dalam bercinta.

Menurut penelitian itu, pasangan yang berhubungan intim di pagi hari justru merasakan perubahan yang lebih rileks. Rata-rata mereka melakukannya selama satu jam.

Lalu mengapa pagi hari? Ada dua alasannya.

Pertama, sebab tubuh akan merasa lebih segar setelah beristirahat dengan baik dan tidur nyenyak. Sehingga di pagi hari dapat meningkatkan stamina dan fokus pada pasangan saat berhubungan seks.

Kedua, hormon bahagia dalam tubuh (endorfin) yang dilepaskan setelah bercinta dapat menjaga tingkat energi dan kebahagiaan sepanjang hari.

Selain baik untuk bercinta, menurut survei, bangun pagi paling baik sebaiknya dilakukan pada pukul 06.45. Selain baik untuk melakukan olahraga, bangun pagi juga menjadi waktu yang tepat untuk menurunkan kalori. Bangun pagi sebelum pukul 07.00 juga dapat menyehatkan jantung.

Bukan hanya kadar hormon testosteron yang berada di puncaknya saat pagi hari, tetapi juga kadar insulin di pagi hari adalah yang terbaik. Sehingga sangat baik untuk bercinta dengan pasangan. (ika/JPC)

Tahun ke 16, Jember Fashion Carnival Meneguhkan Posisi

0

Jember Fashion Carnival (JFC) memasuki edisi ke-16 tahun. Karnaval fashion pertama di jalan raya itu kian meneguhkan posisinya sebagai karnaval terbaik di tanah air.

JFC sekarang bahkan sudah diakui sebagai even yang ada di peringkat ketiga karnaval terbesar di dunia.

”Saya sangat mengapresiasi kreativitas yang dibawakan para talent serta jajaran manajemen JFC yang semakin baik dari tahun ke tahun. Merupakan kebanggaan bagi kita semua mengetahui JFC kini berada di peringkat ketiga karnaval terbesar di dunia,” ujar Wakil Bupati Jember A. Muqit Arief, Sabtu (12/8).

Dalam JFC 2017 ini, tema besar yang diusung adalah ‘Victory’. Nuansanya berisi 10 tema unik yang mempresentasikan perjalanan JFC dalam meraih prestasi di level dunia dalam kategori National Costume.

Ke-10 tema unik itu antara lain Srivijaya Empire, Bali, King of Papua, Mystical Toraja, Siger Crown Lampung, Borneo, Chronicle of Borobudur, Mythical Toraja, Wonderful of Betawi dan Unity in Diversity.

Di netizen, hastag #PesonaJFC2017 dan #PesonaKarnavalJember mewarnai media sosial sejak kemarin. Foto-foto baju-baju khas yang di desain Dynand Fariz itu mewarnai media sosial.

Presiden JFC Dynand Fariz mengatakan, JFC berhasil menempatkan diri sebagai karnaval ketiga di dunia setelah NottingHill, Amerika Serikat dan Reunion, Prancis. Dan edisi 2017 menjadi karnaval paling istimewa baginya karena akan ditonton juga secara langsung oleh Presiden RI Joko Widodo dan Menpar Arief Yahya pada puncak acara, Minggu, 13 Agustus 2017 .

“Sangat istimewa. Insyaallah akan ditonton Presiden Republik Indonesia Jolo Widodo dan Menpar Arief Yahya,” kata Dynand. Siang tadi, Presiden Jokowi dan Menpar Arief Yahya sudah landing di Jember.

Memasuki hari ketiga kemarin, JFC menyajikan Artwear Carnival. Dalam sesi tersebut, ditampilkan busana eksotis musim dingin. Idenya terkesan agak aneh. Sedikit nyeleneh. Maklum, Indonesia negara tropis. Matahari selalu bersinar terik hampir sepanjang hari. Tapi yang ditampilkan, justru busana musim dingin di negara-negara Barat.

“Ini perpaduan konsep busana dan asesoris dalam Art wear carnival, merupakan terobosan baru dalam penyelenggaraan JFC tahun ini,” ucap Dynand.

Sekilas terlihat cukup melelahkan. Para peserta Artwear Carnival harus berjalan melalui runway sepanjang 1,5 kilometer yang dimulai dari Alun-Alun Jember hingga finis di Lippo Plaza Jember.

Total peserta harus berjalan sejauh 2 kilometer dari start sampai titik pemberhentian. Meski begitu, semua terlihat happy. Dan aksi fashion carnaval ini mendapat applaus tinggi dari masyarakat yang menonton.

Bagi yang ingin menyaksikan fashion show seperti di Rio de Janeiro Brasil, hari ini JFC akan menghelat Wonderful Artchipelago Carnival Indonesia (WACI) yang diselenggarakan Asosiasi Karnaval Indonesia. Selain perwakilan provinsi, tiga kabupaten tetangga Jember, yaitu Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang, berpartisipasi dalam karnaval yang menyajikan budaya khas daerah tersebut. (*)

Ubud Jazz Village Festival, Undang Wisman Datang

0
ilustrasi

Ubud Jazz Village Festival (UJVF) 2017, benar-benar menampilkan musik jazz dengan cara yang berbeda. Tidak hanya menampilkan musisi besar dan band internasional serta nasional, tetapi juga memberikan pengalaman yang mengesankan kepada para penonton.

Desain lay out yang canggih dipadupadankan dengan kemasan membumi. Dari mulai alang-alang hingga bambu, semua dirancang sedemikian rupa oleh tim arsitektur Archimetriz Design untuk memastikan bahwa penonton masih bisa merasakan kearifan lokal.

Alhasil, sejak pembukaan Jumat (11/8) hingga Sabtu (12/8), Arma ARMA Museum dan Resort Ubud Bali yang menjadi lokasi UJVF, tak pernah sepi. Penonton yang didominasi bule berbagai negara itu ditemani nuansa pedesaan, balutan persawahan khas Ubud dan suara kodok di pinggir sawah. Tikar anyaman juga ikut menyambut pengunjung yang ingin duduk lesehan menikmati musik jazz.

Semua terlihat happy. Semua enjoy. Tiga panggung yang disediakan untuk masing-masing musikus jazz, yaitu Padi, Giri, dan Subak ikutan heboh. Semua ikut diserbu sekitar 5000 penonton.

“Mereka ke Bali khusus untuk nonton Ubud Jazz Village Festival. Ini luar biasa. Sejak Selasa, mereka sudah membooking hotel dan resort di sekitar ARMA. Penginapan langsung full dimana-mana karena penonton yang beli tiket jumlahnya mencapai 5000 orang,” terang Astrid Sulaiman, Committee UJVF, Sabtu (12/8).

Aturan nonton jazz yang harus diam, tenang, dan tak berisik tak lantas menjadikan ARMA Museum dan Resort Ubud senyap. Ubud justru makin bergairah. Musisi muda berbakat yang meraih empat kali nominasi penghargaan bergengsi, GRAMMY Award Gerald Clayton Trio yang tampil dengan Joe Sanders (bass) dan Gregory Hutchinson (drum), membuat ribuan penonton terkesima.

Ditambah lagi aksi panggung keren dari Steve Barry Quartet, pemenang Bell Award 2013 untuk Young Artist Jazz Australia of the Year dan runner-up di National Awards Jazz 2013.

Sihir UJVF makin kinclong manakala Insititut Francaise Indonesia yang membawa serta Samy Thiebault Trio, sebuah grup jazz dari Prancis yang akan mengusung konsep jazz modern, naik ke atas panggung.

Tidak ketinggalan pula Glen Buschmann Jazz Academy Big Band, yang merupakan gabungan dari 22 musisi asal Jerman akan tampil membawakan komposisi dan aransemen baru lagu-lagu Jazz standar dan beberapa lagu popular, seperti “Come with me” dari Tania Maria.

“Mereka kategori wisman high end. Spent money mereka rata-rata Rp 2 juta – Rp 3 juta per hari. Dan mereka pasti lama di Indonesia. Umumnya 7-10 hari karena setelah nonton jazz mereka biasanya leisure di tempat lain,” tambah Astrid.

Astrid tak berlebihan. Tiket yang dijual saja angkanya menembus Rp 440 ribu hanya untuk menonton jazz satu hari. Dan semua sold out. Itu belum termasuk sewa mobil, hotel dan makan minum selama di Ubud. Karenanya, UJVF tak cuma pesta buat para musisi jazz dunia.

Ajang itu juga menjadi pesta bagi penduduk Bali. Tua, muda, anak-anak, laki-laki, perempuan memenuhi tribun penonton. Dan semua rela menghabiskan koceknya di Bali, destinasi terbaik dunia 2017 versi TripAdvisor.

“Saya mendapat laporan seluruh penginapan di Ubud okupansinya 100%. Salah satu pemicunya ya Ubud Jazz Village Festival ini. Terimakasih Kementerian Pariwisata melalui Pesona Indonesia, keluarga Kerajaan Ubud dan masyarakat lokal Ubud yang sudah mendukung even internasional ini,” timpal Ketua PHRI Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati.

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti langsung sumringah. Menurutnya, ada dampak langsung yang sangat positif dari even yang sukses menarik wisatawan baik nusantara maupun mancanegara di Ubud, Bali.

Itu belum termasuk dampak tidak langsung nilai berita dari media yang memberitakan musisi-musisi jazz dunia tampil di Ubud. “Dampaknya pasti sangat besar. Ekonomi Ubud akan berdetak lebih kencang lagi. Belum lagi media value-nya yang juga besar. Karena ketika bintang jazz itu tampil selalu dipantau oleh followers dan subscribers-nya,” ungkap Esthy.

Menpar Arief Yahya ikut buka suara. Baginya Ubud dan sekitarnya memang istimewa. Juni silam, Presiden ke-44 Amerika Serikat Barack Obama, juga pernah menghabiskan lima hari hanya untuk berlibur di Ubud, Bali.

“Mumpung masih di Ubud, silakan napak tilas liburan Barack Obama. Silakan kunjungi Museum Agung Rai Art Museum (Arma), Desa Pengosekan, area persawahan terasering Jatiluwih atau rafting di Sungai Ayung seperti Barack Obama,” ajak Menpar Arief Yahya. (*)

 

Indonesia Bersaing Ketat dengan Vietnam

0
foto: thompson.co.uk

Industri pariwisata Indonesia memiliki musuh baru di Asia Tenggara, Vietnam.

Tren kunjungan wisman ke Indonesia dan Vietnam pada paruh pertama 2017 menunjukkan pertumbuhan tertinggi di Asia Tenggara.

Laman TTR Weekly melaporkan, Vietnam dikunjungi 6.206.336 wisman sejak Januari hingga Juni. Jumlah itu meningkat 30,2 persen dibandingkan periode yang sama 2016 lalu.
Tiongkok menjadi penyumbang turis terbesar bagi Vietnam sepanjang semester pertama 2017.

Jumlahnya mencapai 1.887.495 wisman. Angka itu naik 56,7 persen dibandingkan semester pertama 2017. Posisi kedua diduduki turis asal Korea Selatan sebanyak 1.066.257 alias melesat 43,9 persen dibandingkan periode yang sama 2016.

Khusus kunjungan sepanjang Juni, turis Tiongkok juga menjadi pendongkrak utama pariwisata Vietnam. Sebanyak 315.312 wisman asal Tiongkok berkunjung ke Vietnam. Jumlah itu naik 4,9 persen dibandingkan Mei 2017.

Posisi kedua dihuni turis asal Korsel sebanyak 177.061. Namun, tren kunjungan wisman Korsel turun 5,5 persen dibandingkan Mei 2017.

Sementara itu, Indonesia dikunjungi 6,48 juta wisman sepanjang semester pertama 2017.
Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah itu melesat 22,42 persen dibandingkan periode yang sama 2016. Saat itu, kunjungan wisman mencapai 5,20 juta.

Khusus Juni 2017, kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 1,13 juta. Angka itu melesat 31,61 persen dibandingkan Juni 2016 yang berjumlah 857,65 ribu.

Sama seperti Vietnam, Indonesia juga digempur turis asal Tiongkok. Sepanjang Juni lalu, sebanyak 160.200 turis asal Tiongkok pelesiran ke Indonesia.

Itu berarti turis asal Negeri Panda, julukan Tiongkok berkontribusi sebesar 14,19 persen.
Di posisi kedua adalah turis asal Singapura yang berjumlah 131.908 orang atau mencapai 11,66 persen.

Sedangkan urutan ketiga adalah wisatawan asal Australia sejumlah 108.028 orang atau berkontribusi 9,57 persen. Meski lebih unggul dibandingkan Indonesia perihal tren kunjungan wisman, Vietnam memiliki kendala serius.

Sebab, mayoritas turis enggan menjadi repeater alias ogah kembali ke Vietnam.

Laman Vietnamnet, Selasa (1/8) melaporkan, sebanyak 70 persen turis enggan pelesiran ke Vietnam lagi. Banyak hal yang membuat travelista enggan menjadi repeater. Mulai pencurian, kemacetan, kebersihan makanan, dan polusi di Vietnam.

Selain itu, turis juga kecewa terhadap pedagang lokal karena ditipu dengan barang berkualitas rendah. Berbagai kasus itu menjadi fokus utama dalam Forum Sektor Swasta Vietnam yang dihelat 31 Juli lalu.

Mereka berkaca pada kejadian 2016. Saat itu, Vietnam dibanjiri sekitar sepuluh juta wisman. Namun, hanya sedikit yang mau kembali lagi ke Vietnam.

“Beberapa kasus yang buruk menodai citra Vietnam. Sebab, saat ini informasi menyebar dengan cepat melalui internet. Warga lokal harus lebih memperhatikan keamanan turis. Selain itu, kebijakan juga harus lebih baik,” ujar Kepala Administrasi Pariwisata Nasional Vietnam Nguyen Van Tuan.

Nah, berkaca dari kasus Vietnam, Indonesia harus lebih bekerja keras menata pariwisata agar travelista mau menjadi repeater. Apalagi, Indonesia memiliki modal besar untuk menggenjot pariwisata. Yakni, wisata halal alias family friendly tourism.

Berdasarkan riset Mastercards-CrescentRating Global Muslim Travel Index (GMTI) 2017, Indonesia menduduki posisi ketiga di bawah Malaysia, Uni Emirat Arab. Sedangkan pada 2016, Indonesia berada di urutan keempat di bawah Malaysia, Uni Emirat Arab, dan Turki.

Menpar Arief Yahya sudah menulis CEO Message, “Waspadai Vietnam” untuk memberi warning internal Kemenpar. Vietnam dan Indonesia adalah 2 negara yang masuk top 20 the fastest growing tourist visitor, dan dilaporkan telegraph.co.uk.

“Saat ini persaingan bukan yang besar mengalahkan yang kecil, tetapi yang cepat mengalahkan yang lambat. Vietnam dan Jepang dua contoh negara yang cukup cepat, melakukan deregulasi dan memberi kemudahan wisman datang ke sana,” kata Arief Yahya. (*)

 

Jember Fashion Carnaval 2017, Event Karnaval Terbaik

0

Tanpa merendahkan event karnaval yang berkembang heboh di Indonesia, Jember Fashion Carnaval 2017 memang masih terbaik secara nasional. Hal itu diakui Menpar Arief Yahya, saat berkunjung ke Jember, Jawa Timur sejak 12 Agustus 2017, bersama Presiden RI Joko Widodo yang juga di sana.

Bahkan, dibandingkan karnaval sejenis di dunia, termasuk Rio de Jeneiro, Brasil yang sudah melegenda itu, Jember Fashion Carnaval 2017 itu lebih unik.

“Dan sudah tahun ke-16, dijalani secara konsisten! Karena itu ini menjadi event karnaval terbaik,” kata Arief Yahya.

Jember Fashion Carnaval yang oleh netizen diramaikan dengan hastag #PesonaJFC2017 itu juga sukses menginspirasi karnaval lain di kota lain. Seperti Malang Flower Carnival, Banyuwangi Ethno Carnival, Batik Carnaval Solo, Semarang Night Carnaval, dan masih banyak lagi.

“Aspek originalitas menjadi sangat penting. Lalu konsistensi selama 16 tahun, dan sudah menjuarai berbagai kompetisi karnaval di dunia! Itulah reputasi besar JFC2017,” jelas Menpar Arief Yahya.

Tiga hal kuat yang membuat Jember semakin mendunia dengan karnaval. Event yang dimotori oleh Dynand Fariz itu mengangkat pamor Jember dan Jawa Timur.

“Dengan catatan, Bali tidak diikutkan dalam penilaian ini. Karena Bali yang punya Pesta Kesenian Bali (PKB) sudah eksis selama 39 tahun non stop. Pertunjukkannya juga kelas dunia, parade pembukaannya juga sangat serius,” jelas Arief Yahya.

Minggu, 13 Agustus 2017, puncak #PesonaJFC2017 bakal berlangsung. Presiden Jokowi memang sedang concern di pariwisata. Bahkan di akun medsos pribadi nya pun mempromosikan destinasi wisata.

“Pesan Pak Presiden Jokowi, harus ada benchmark! Bandingkan dengan negara mana yang sukses dan hebat,” kata Menpar Arief.

Menpar sudah melakukannya dengan menempatkan Malaysia sebagai “musuh emosional”. Dan Thailand sebagai “musuh professional.

“Kini muncul pendatang baru, waspadai Vietnam, mereka menjadi kuda hitam, melejit dengan growth 24%, lebih tinggi dari Indonesia yang 22,4%” ungkapnya.

Jember Fashion Carnaval 2017 ini sudah dilaunching Menpar Arief Yahya di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta. Baik di lokasi maupun di netizen sama-sama heboh.

“Untuk menghidupkan bisnis pariwisata di Jember, event seperti ini harus sering dibuat, gong besarnya setahun sekali, kelak bisa menjadi kekuatan atraksi Jember,” kata dia.

Kalau soal event atau festival budaya, lanjut Arief Yahya, daerah di Indonesia sangat banyak.

“Solo itu punya 56 dan Banyuwangi punya 72, daerah lain rata-rata juga ada, tinggal dipromosikan secara besar-besar? Masyarakat pasti akan mendapatkan manfaat ekonominya,” tuturnya.(*)

Festival Pesona Bunaken 2017 Bangkitkan Pelestarian Budaya dan Alam Manado

0
Wisatawan asing menikmati keindahan bawah laut di berbagai destinasi di Sulawesi Utara. Foto: BPBD Sulut

Festival Pesona Bunaken 2017 bakal meningkatkan pelestarian budaya dan alam di Pulau Bunaken, Manado, Sulawesi Utara.

“Dengan festival ini pasti muncul pelestarian, di mana unsurnya ada perlindungan dan pemanfaatan. Unsur ini akan menjaga budaya dan alam di Bunaken. ini harus terus dilakukan dan dijaga,” ujar Staff Ahli Menteri Pariwisata Bidang Multikultural Hari Untoro Drajat saat membuka Festival Pesona Bunaken 2017 di Pulau Bunaken, 12 Agustus 2017.

Dampaknya terhadap pelestarian budaya, imbuh Hari, mengambil contoh dari tarian-tarian yang disajikan di acara pembukaan. Kata dia, regenerasi tarian itu membuat budaya akan abadi di tanah air Indonesia.

“Dengan mengajarkan tarian ke anak-anak, dan masuk ke dalam rangkaian festival, itu akan membuat budaya lestari. Seperti yang kerap diungkapkan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, pariwisata semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan,” kata pria yang juga masuk dalam tim percepatan wisata budaya berkelanjutan kawasan Borobudur Kemenpar itu.

Untuk pelestarian alam, imbuh Hari, festival yang rutin digelar setiap tahun ini menggelar action dengan bersih-bersih sampah dan pulau, bagian rangkaian ini membuat alam yang sering dikunjungi Wisman ini akan tetap terawat dan cantik.

“Pariwisata itu mengangkat kesejahteraan masyarakat secara langsung, cepat dan murah. Ayo dengan festival ini kita lestarikan semuanya untuk masyarakat kita juga,”kata Hari yang disambut tepuk tangan meriah pengunjung di acara pembukaan tersebut. Dalam acara pembukaan, pihak Kemenpar didampingi Ketua Panitia Acara Robby Dondokombey dan Kepala Dinas Pariwisata Sulut Daniel Mawengkang.

Dalam acara tersebut digelar beberapa acara yang menarik. Diantaranya adalah, Bersih-bersih Bunaken, Pentas Seni dan Budaya, Tarian 4 Wayer Bersama Turis, Fun Games Volley Pantai, Lomba Balap Perahu Dayung, Lomba Perahu Katinting Hias, Free mass Snorkling – MedSos, Promotion Games tradisional, Pesta Ikan Bakar dan juga hadir penyanyi Gio Idol.

“Ayo jaga Bunaken, sambut wisatawan dengan senyum, kita semua harus jaga Bunaken,” kata Gio di atas panggung. Datang juga ratusan wisatawan Tiongkok yang hadir ke acara tersebut. Mereka berenang, bernyanyi, berjoget dan berbaur dengan masyarakat setempat. Seperti diketahui, penerbangan dari Tiongkok ke Manado melonjak tinggi pasca banyak maskapai yang melakukan charter flight.

Lantas apa saja yang bisa dinikmati di Bunaken ? Kadispar Sulut menjamin wisatawan bakal puas dan akan kembali lagi ke Manado pasca Festival Bunaken 2017. Daniel menjamin bahwa pemandangan under water Bunaken terbaik di dunia. Untuk ke Manado juga sangat gampang dan Kadis siap memberikan tipsnya.

Kata dia, bagi wisatawan yang berkunjung ke Manado menggunakan pesawat terbang, jalan ke Pulau Bunaken dari bandara tak begitu jauh. Anda hanya perlu mencapai pelabuhan atau dermaga di Manado untuk melanjutkan perjalanan menggunakan kapal ke Pulau Bunaken.

Wisatawan dalam jumlah kecil yakni satu atau dua orang, disarankan untuk berangkat dari dermaga Kuala Jengki. Dari Bandara Sam Ratulangi, wisatawan dapat naik angkutan umum ke Terminal Pal 2. Setelah itu dapat menyambung angkutan umun lagi ke Pasar 45. Dari sana, Anda hanya perlu berjalan kaki kurang lebih 15 menit untuk sampai ke dermaga Kuala Jengki.

Perjalanan ke Pulau Bunaken dari Kuala Jengki pun tak jauh. Hanya 45 menit, Anda akan langsung sampai ke salah satu surga menyelam di dunia. Wisatawan hanya perlu naik kapal atau biasa disebut taksi oleh warga lokal. Tarifnya pun tak mahal, hanya Rp 30.000 untuk satu kali jalan menuju ke Pulau Bunaken. Kendati demikian, penumpang harus sabar. Pasalnya, kapal ini akan jalan, setelah terisi penuh. Sementara itu, jika tak mau repot, maka perjalanan lewat agen wisata dapat dinikmati wisatawan. Banyak agen kini sudah muncul lewat sistem online. Anda dapat memilih kriteria agen perjalanan Anda sendiri untuk sampai di Pulau Bunaken.

Sesampai di Pulau Bunaken, jika lewat agen wisata, tak perlu repot. Sebab, semua fasilitas sudah disediakan, baik untuk penginapan, makan, hingga permainan untuk snorkeling atau diving. Jika Anda backpacker, tentu harus mencari tempat untuk singgah dan lainnya. Jenis tempat penginapan di Pulau Bunaken cukup banyak. Mulai dari rumah penduduk, homestay sampai resor. Masing-masing menawarkan sensasi dan fasilitas berbeda-beda.
Rumah penduduk, lmisalnya, Anda tak perlu bayar mahal. Cukup meminta izin kepada pemilik rumah, dan Anda bisa berbagi biaya memasak untuk makan per harinya. Sementara itu, untuk homestaydan resor, minimal Anda bisa membayar sekitar Rp 200.000 dan Rp 1.000.000. Dengan biaya sebesar itu, fasilitas yang ditawarkan pun berbeda-beda.

Bagi para backpacker, Anda dapat menyewa alat-alat snorkeling dengan harga cukup murah yakni Rp 100.000 per harinya. Sementara itu, untuk diving, para pemilik penyewaan alat-alat punya kisaran harga tersendiri.

Sekadar tips bagi Anda yang hendak berkunjung ke Pulau Bunaken, tempat tersohor ini ramai dikunjungi pada bulan Mei hingga Agustus. Sementara itu, pada bulan Desember hingga Januari, air di laut pasang.

Maka, wisatawan disarankan berkunjung di bulan-bulan di luar musim padat kunjungan maupun saat air laut pasang. ” Ingat, kebersihan harus dijaga, untuk pemerintah setempat juga terus menggenjot akses, amenitas dan atraksi yang semakin membaik dan profesional di Pulau Bunaken,”jelas Menteri Pariwisata Arief Yahya.(*)

 

Festival Bali di Turi Beach Resort, Pulau Batam

0

Para Wisatawan Mancanegara (Wisman) di Batam kini bisa menikmati pesona Bali di Festival Food, Culture dan Art di Turi Beach Resort.

Festival ini tentu memberikan kemudahan bagi Wisman asal Singapura untuk merasakan sensasi liburan di Pulau Dewata tanpa perlu jauh-jauh terbang ke Bali.

Festival di Turi Beach Resort ini digelar tanggal 11-13 Agustus 2017 dengan tajuk “Bali Festival Food Culture and Art (FFCA) 2017. Cukup dengan menyebrang dan mengendarai mobil sekitar 35 menit dari Harbor Front dengan ferry atau sekitar 15 menit dari Bandara Hang Nadim, Wisman asal negeri tetangga ini bisa langsung menuju Turi Beach Resort.

Destinasi wisata ini sering disebut miniatur Bali di Nongsa, Batam Kepulauan Riau untuk menikmati keindahan Bali baik seni dan kebudayaan penuh pesona.

Menurut Sumantri Endang, General Manager Turi Beach Resort, event salah satu dari 23 kalender even kami setiap tahun terinspirasi dari kebudayaan populer Bali yang sudah mendunia. Bali tujuan wisata populer, dan Maret 2017, Bali menjadi salah satu pula destinasi utama oleh para wisatawan mancanegara.

“Untuk merayakan momentum ini,Turi Beach Resort sebagai mini bali di Nongsa, Batam bekerja sama dengan Bali Community Batam dan didukung sepenuhnya oleh Wonderful Indonesia menggelar festival ini yang bertujuan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan internasional ke Indonesia,” beber Sumantri.

Acara selama tiga hari dikemas sangat menarik, yang dimulai pada hari Jumat (11/8) berupa Expo Seni dan Kerajinan Bali, Festival Makanan Bali, Cara belajar Memasak Makanan Bali dan Hiburan Musik. Untuk hari Sabtu (12/8) yang menjadi puncak acara akan ditampilkan Expo Seni dan Kerajinan, Kelas Merangkai Bunga, Gala Dinner Al Fresco. Juga akan dihubur dengan Tari Kecak Dance , Tari Ramayana dan Hiburan Musik.

Sedangkan hari terakhir,Minggu (13/8) akan diisi dengan kelas Memasak sekaligus dilanjutnkan dengan acara Makan Siang. “Acara Kelas memeasak bersama dengan koki hebat Turi Beach Hotel, kita akan ajarkan cara membuat masakan tradisional Bali seperti Sate ilit dan sambal matahnya yang sangat terkenal itu. Pokoknya kita buat seru abis, Truly Bali, Bali yang sesungguhnya,” promosi Endang.

Panitia menargetkan, festival ini mampu menjaring turis asing terutama dari Singapura sebanyak 600 orang. Endang bahkan berani menjamin, bukan cuma turis dari Singapura, tetapi turis dari negara asing lain bakal memadati acara ini.

“Bukan hanya turis asal Singapura yang datang kesini, tapi juga warna negara asing lainnya seperti Amerika, India, Eropa yang menetap di Singapura yang kangen akan Bali, juga berbondong bondong datang kesini. Hotel kami full booked,” lanjutnya

Turi Resort Beach ini berdiri pada lahan seluas 7.7 hektare ini disebut-sebut sebagai resor paling eksklusif karena kental dengan nuansa Bali. Bila berada di sini, turis akan bertanya-tanya apakah sedang berada di Batam atau Bali? MIsi resort ini memang menancapkan diri sebagai miniatur Pulau Seribu Dewa.

Atmosfer Bali memang sangat terasa melalui patung-patung yang ada disetiap sudut resor, Balinese Longue dengan desain Pura yang terletak di pinggir pantai. Ada 140 kamar dan suite yang disediakan di sini. Seluruh hunian ini diberikan akses pemandangan langsung menghadap ke laut.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Esthy Reko Astuti didampingi Kepala Bidang Penguatan Jejaring Kemenpar Hidayat mengatakan,Kemenpar mendukung acara ini sebagai bagian dari komitmen Kemenpar untuk terus menggenjot kunjungan turis mancanegara ke Great Batam.

“Nongsa Batam dan Riau Lagoi Bintan kedua destinasi berbasis pantai di kepulauan Riau ini memang meripakan engine (mesin) untuk mendatangkan turis mancanegara, maka setiap kegiatan mereka akan selalu kami dukung,” kata Esthy yang juga diamini Hidayat.

Nongsa Batam, imbuh Esthy, juga sudah punya network dan costumers loyal di pasar Singapure dan Malaysia. Apalagi, Kementerian Pariwisata juga gencar mempromosikan pariwisata Indonesia. “Kami senang, dan makin yakin dengan support promosi yang diberikan Kemenpar selama ini, akan terasa dampaknya di pasar dan industri pariwisata,” Esthy melanjutkan.

Senada dengan Deputi, Menpar Arief Yahya memuji even Bali Festival Food, Culture dan Art ini. Untuk menghidupkan cross border, kata Menpar Arief yahya , harus memperbanyak event dan acara yang bisa dinikmati oleh tetangga negara kita.

“Kalau setiap akhir pekan ada kegiatan rutin dan itu bisa menjadi tujuan orang Singapore, akan sangat efektif sebagai border tourism yang bisa menaikkan jumlah wisman. Tinggal bagaimana mengemas dan memperbanyak even seperti ini. Terimakasih Turi Beach Resort,” kata Menpar Arief Yahya.(*)