Selasa, 5 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13182

Presiden Jokowi Saksi Kesuksesan Jember Fashion Carnaval 2017

0

Presiden Joko Widodo menjadi saksi kebanggaan, kehebohan, kemeriahan, dan kesuksesan pesona Jember Fashion Carnaval 2017. Di Alun-alun Kab Jember, Jawa Timur, Minggu, 13 Agustus 2017, Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo bakal melihat detail kostum dengan tema Victory itu.

Tema Wonderful Archipelago Carnival Indonesia (WACI) Jember Fashion Carnival (JFC) benar-benar wow. Tidak diragukan, setelah 16 tahun menjadi trend setter karnaval di tanah air. Netizen pun ikut heboh dengan hastag #PesonaJFC2017 dan menunggu statemen presiden dengan #ApaKataPresiden @Jokowi.

Sepuluh tema yang menggambarkan daerah yang megah tampil sempurna. Defile kostum karnaval di sepanjang runway sepanjang 1,5 kilometer itu sukses membius ribuan penonton.

Sepuluh tema yang ditampilkan semuanya excellent. Semua tampil sempurna. Dari mulai Sriwijaya Empire, Bali, King of Papua, Mystical Toraja, Siger Crown Lampung, Borneo, Chronicle of Borobudur, Mythical Toraja, Wonderful of Betawi dan Unity in Diversity, semua mengundang decak kagum ribuan penonton.

Penampilan khusus dari Situbondo, Bondowoso dan Kepulauan Riau juga sama okenya. Semuanya sukses membuat wisatawan lokal maupun mancanegara berdecak kagum.

Sebelumnya, Presiden akan menyerahkan sertifikat hak atas tanah program strategis nasional di Gedung New Sari Utama Convention Hall yang berada di Kecamatan Kaliwates dan menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) di SMP yang berada di kawasan Kecamatan Patrang.

Sore harinya sebelum kembali ke Jakarta, Presiden akan memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Jember. Presiden dan Ibu Iriana diperkirakan tiba di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta petang hari nanti.

“Wadah karnaval budaya yang diinisiasi dan difasilitasi Kementerian Pariwisata dan Asosiasi Karnaval Indonesia (Akari) ini telah ikut serta dalam pagelaran Jember Fashion Carnival sejak 2014. Tema WACI ini tujuannya untuk memfasilitasi daerah lain untuk perform dengan harapan bisa dikembangkan di daerahnya masing-masing,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti didampingi Kepala Bidang Promosi Perjalanan Insentif Kemenpar Hendri Karnoza, Sabtu (12/8).

Ratusan peserta dari berbagai daerah menggunakan kostum berciri khas kebudayaan masing-masing daerah. Dan semuanya memperlihatkan keanekaragaman karnaval yang tampak dari masing-masing pakaian peserta.

Defile Sriwijaya Empire yang tampil sebagai etalase langsung membuat penonton standing applause. Dengan menampilkan busana penuh kemilau keemasan dan menggambarkan kemegahan kerajaan Sriwijaya, para talent tampil dengan anggun menyusuri runway. Beberapa meter di belakang, masuk dengan suasana penuh mistik, penampilan defile Mystical Toraja yang diiiring musikal khas Toraja langsung membuat semua penonton mengarahkan smartphonenya ke arah mereka.

Tampil berbeda di belakangnya, Wonderful of Betawi memberikan suasana menjadi warna-warni penuh keceriaan. Diiringi musik Ondel-Ondel, nampak juga penampilan Miss Tourism International (MTI) 2016 Dikna Faradiba yang terlihat anggun dengan kostum ala Betawi.

Dengan lincah Dikna menari ke kanan dan ke kiri mendatangi penonton. Ribuan kamera fotografer nasional dan mancanegara sampai tak pernah henti mengabadikan momen tersebut.

Penampilan defile Chronicle of Borobudur tidak mau kalah. Walau hanya lewat kostum, kemegahan Candi Borobudur langsung terasa. Semua keindahan fashion carnaval langsung terpancar saat para talent defile Chronicle of Borobudur melenggak lenggok di catwalk jalanan. Begitu juga dengan Siger Crown Lampung yang tampil dengan Ratu cantik jelita mengenakan kereta kencana diiringi para ksatria gagah perkasa.

Sementara penampilan khusus daerah Situbondo, Bondowoso dan Kepulauan Riau semuanya semarak dengan menyajikan defile-defile yang sangat menggambarkan kekhasan daerahnya masing-masing. Kepulauan Riau misalnya, sangat menunjukkan cirinya sebagai daerah kepulauan dengan hutannya yang lebat.

Salah seorang penonton bernama Suwardi (46) mengatakan dia sengaja mengajak keluarganya untuk menyaksikan pergelaran Jember Fashion Carnaval ini sejak hari pertama.

“Ya saya sengaja membawa keluarga saya untuk melihat baju-baju karnaval yang unik-unik. Sekalian berekreasi dengan anak-anak juga kan. Ya walaupun kemarin sempat hujan, tapi untungnya yang hari ini cuaca cerah,” ujarnya.

Pengunjung lainnya, Margaret yang datang dari Belanda, mengaku tak pernah melewatkan event JFC sejak diketahuinya tahun 2012. Menurutnya, JFC dari tahun ke tahun makin bagus dalam menyajikan tema kostumnya.

“Kami selalu nonton ini sejak 2012.Tahun ini sangat fantastic. Dan untuk hari ini saya seakan-akan melihat kemegahan banyak daerah yang ada di Indonesia,” ungkap Margaret yang datang bersama suaminya, Peter.

Tak hanya memukau para wisatawan, pergelaran JFC 2017: WACI itu juga memukau Wakil Bupati Jember Muqit Arief yang turut menyaksikan runway tersebut. Ia mengaku sangat senang dan bangga diselenggarakannya JFC ke 16 kalinya ini.

“Saya cukup senang karena JFC cukup mengakomodir budaya-budaya lokal Indonesia dan lebih menggali lagi kekhasan daerah Jember dan lainnya. Dan kedepan untuk akomodasi kegiatan pengunjung ke Jember ini bisa ditambah jumlahnya dan perlu ditingkatkan lagi kualitasnya dari para pesertanya,” ujarnya.

Menurutnya, karnaval yang dimotori Asosiasi Karnaval Indonesia (Akari) yang dipimpin Dynand Fariz merupakan kegiatan yang bisa mendongkrak perekonomian di daerah. Dia berharap, Kabupaten Jember dengan daerah peserta WACI bisa menjalin kerja sama di bidang ekonomi.

“Berbagai daerah berpartisipasi dalam kegiatan WACI di Jember, sehingga ke depan Kabupaten Jember juga akan berpartisipasi dalam kegiatan serupa di kabupaten sekitar, sehingga dapat menjadikan sebuah ikatan tali persaudaraan yang sangat produktif dan kerja sama nantinya,” tuturnya.

Sementara itu, Jember Fashion Carnaval 2017, masih akan berlangsung dengan pertunjukkan akhir Grand Carnaval yang berlangsung mulai pukul 13.00 WIB. Even pamungkas yang disaksikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Pariwisata Arief Yahya ini semakin mengukuhkan bahwa karnaval ini adalah atraksi yang memikat wisatawan.

Menpar Arief Yahya yakin Presiden Jokowi akan puas dengab penampilan Grand Carnival . Maklum, defilenya akan menyajikan ribuan talent dengan baju-baju istimewa yang berjalan di runway sepanjang 3,6 km.

“Evennya heboh dan sukses. Agenda puncaknya pasti akan lebih luar biasa. Saya yakin Pak Presiden puas dan punya ide baru untuk menghidupkan pariwisata dengan karnaval seperti ini,” ujar Menpar Arief Yahya yang ikut datang meninjau kesiapan Grand Carnival pada malam harinya.

“Pak Presiden sangat mendukung JFC, setiba di Jember banyak ngobrol dengan saya. Beliau minta diadakan carnaval kebudayaan Indonesia atau Indonesia Cultural Carnaval. Seperti di Rio de Janeiro sana,” ujar Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya menjelaskan, kalau nantinya Indonesia Cultural Carnaval dapat menjadi event tahunan. Paling dekat, akan disiapkan untuk pembukaan ASIAN Games pada 2018 mendatang di Jakarta.

“Nanti Indonesia Cultural Carnaval akan berlangsung di Jakarta. Dalam waktu dekat, dicoba untuk pembukaan ASIAN Games 2018 di sekitar Monas, bulan Agustus kalau tidak salah. Pak Jokowi maunya satu tahun itu bisa dua kali. Mumpung presidennya care, seniman harus serius dan unjuk gigi,” ungkap Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya berharap, atraksi luar biasa ini bisa ditularkan ke daerah lain karena terbukti memberikan dampak ekonomi dan juga pariwisata. “Pemda harus aware, ini bisa ditiru daerah-daerah lain karena dampak ekonominya besar juga dampak ke pariwisata,” tukas Menpar Arief Yahya. (*)

 

Hotel di Jember Panen Raya gara-gara Ada JFC

0

Tingkat hunian hotel di kawasan Kabupaten Jember, Jawa Timur, meningkat tajam selama pelaksanaan kegiatan Jember Fashion Carnaval (JFC).

Dari 9-13 Agustus 2017, seluruh hotel di Jember fully booked. Yang tak kebagian kamar akhirnya terpaksa menginap di kota tetangga, Banyuwangi.

“Hampir setiap tahun okupansi hotel terutama di kawasan kota Jember meningkat selama pelaksanaan JFC. Ini otomatis mendongkrak perekonomian daerah. Tetangga sebelah seperti Banyuwangi juga kecipratan rezeki karena di Jember tidak sanggup menampung pengunjung yang menginap,” kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jember, Teguh Suprayitno di sela-sela acara JFC 2017, Sabtu (13/8).

Menurutnya, okupansi hotel meningkat sejak hari pertama pagelaran JFC, Rabu (9/8). Puncaknya, tingkat hunian hotel terisi penuh pada Sabtu (12/8) karena banyak wisatawan luar daerah yang datang ke Jember pada saat grand carnaval JFC yang digelar Minggu (13/8).

“Selama sepekan terakhir ini juga ada beberapa agenda kegiatan yang mendatangkan tamu-tamu dari luar daerah. Okupansi hotel jadi meningkat tajam,” katanya.

Ekonomi Jember langsung berdetak sangat kencang. Total kamar hotel di Jember yang berjumlah 2.000 kamar tak lagi bisa menampung wisnus, wisman dan ribuan fotografer dalam dan luar negeri. Peningkatan 600 kamar dari tahun 2016 tetap tak bisa mengimbangi lonjakan wisatawan yang datang ke Jember. “Tahun ini banyak hotel baru. Di 2016 baru 1.400 kamar, sekarang 2.000 kamar, tetap saja kurang,” katanya.

Informasi yang dihimpun di lapangan, sejumlah hotel bintang 4 seperti Aston dan beberapa hotel bintang tiga seperti Hotel Panorama, Hotel Royal, dan Cempaka Hill juga ikutan panen raya. Tamu yang menginap bahkan sudah memesan kamar jauh-jauh hari untuk menyaksikan JFC.

Hotel Dafam Lotus Jember malah lebih dahsyat lagi. Meski belum melakukan soft opening, hotel itu tetap diburu wisatawan. Sales dan MICE Manager Olly Aulia Hasan sampai terpaksa membuka puluhan kamar untuk menampung wisatawan.

“Kami sebenarnya belum melakukan “soft opening”, namun karena banyaknya permintaan selama kegiatan JFC, maka kami menyediakan 52 kamar dari total 131 kamar. Ini kami lakukan selama rangkaian kegiatan JFC sejak 9-14 Agustus 2017,” terang Sales dan MICE Manager Olly Aulia Hasan.

Ia mengatakan, jumlah 52 kamar di Hotel Dafam sudah penuh diisi pengunjung JFC pada Sabtu (12/8) karena pihaknya hanya menyediakan kamar hotel khusus selama rangkaian kegiatan karnaval busana yang dimotori oleh Dynand Fariz tersebut.

Menteri Pariwisata Arief Yahya sudah me-warning hal ini. Jember memang bagus di atraksi tapi lemah di amenitas. Solusinya adalah, amenitas temporary.

“Saya pernah mengusulkanagar masyarakat memanfaatkan momen ini dengan menyewakan kamarnya sebagai homestay. Contohnya kamar kost, dengan disewakan untuk pengunjung JFC selama 4 hari. Itu bisa lebih besar hasilnya dibanding disewakan selama sebulan,” ujar Menpar Arief Yahya.

Sebab itu, Menpar Arief Yahya mendorong Jember untuk membuat atraksi lebih banyak lagi. Apalagi, sekarang Jember sudah ditetapkan sebagai destinasi Carnaval. Banyaknya atraksi diyakini akan meng-attract orang untuk datang berkunjung dan investor tidak ragu lagi membangun amenitas.

“Banyuwangi itu punya 72 event, Solo punya 53 event. Daerah lain boleh belajar dari JFC, tapi Jember juga harus belajar dari daerah lain. Setahun itu kan tidak hanya 5 hari buat JFC, tapi ada 360 hari. Jadi ada banyak hari untuk bisa dimanfaatkan bikin atraksi,” ujar Menpar Arief Yahya. (*)

 

Hak Keuangan dan Administratif DPRD Segera Disahkan

0

batampos.co.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Anambas akan segera mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Tentang hak keuangan dan Administratif ketua dan Anggota DPRD. Jika tidak ada halangan maka pengesahan akan dilaksanakan hari ini, Senin (14/8).

Muhammad Dai Ketua Pansus Tentang Hak Kuangan dan Administratif pimpinan dan anggota DPRD mengatakan, Ranperda tersebut merupakan Peraturan Pemerintah No 18 tahun 2017. Paling lambat 3 bulan setelah PP tersebut di sahkan maka Perda harus di sahkan.

“Jika tidak disahkan maka pada P-APBD tahun 2017 tidak bisa dianggarkan, jadi harus ketok palu dulu baru masuk penganggarannya,” ungkap Dai, Minggu (13/8)

Menurut Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu, sebelum di sahkan draf ranperda telah dibuat kerjasama dengan Kemenkum Ham Provinsi, dan setelah itu di konsultasikan ke Kementrian Dalam Negeri.

“Setelah rangkaian mekanisme yang ada maka Insya Allah besok ( hari ini-red akan kita sahkan menjadi Peraturan Daerah ( Perda),” paparnya.

Berdasarkan PP no 18 tahun 2017 perubahan yang mendasar itu terdiri dari empat bagian saja, antara lain yakni, tentang tunjangan komunikasi, tunjungan komunkasi itu ditentukan berdasarkan kemampuan keuangan daerah, yang sudah ada rumusnya yang terdiri atas katagori rendah, sedang dan tinggi.

“Dari rumus tersebut pemerintah Anambas berkemungkinan besar masuk kategori sedang,” jelasnya.

Kemudian tambah Dai, uang reses juga berdasarkan kemampuan keuangan daerah, diberikan kepada anggota DPRD pada saat melakukan reses. Lalu tunjangan perumahan dan transportasi yang berdasarkan kepatutan dan kewajaran sesuai dengan standar harga setempat yang ditetapkan oleh tim apresal.

Jadi Kenaikan uang komunilkasi dan tunjangan reses karena APBD Anambas dikategorikan sedang maka kenaikannya lima kali reperesentasi pimpinan, sebulumnya ini tiga kali reperesentasi pimpinan.

Yang kedua itu kata Dai, tunjangan reses yang sebelumnya tidak ada, saat ini menjadi ada. Perlu dikerahui juga, tunjangan perumahan itu berdasarkan tim apresal yang sebelum sudah ada. Sedang tunjangan transportasi juga berdasarkan tim apresal sebelumnya tidak ada saat ini menjadi ada.

“Jadi salah kiranya jika ada yang berpendapat gaji DPRD itu naik lima kali lipat.” Imbuhnya. (sya)

Pemko Minta Pemprov Sinergi Tangani Sampah Laut

0

batampos.co.id – Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah berharap, ada itikad baik dari Pemerintah Provinsi Kepri pada urusan penanganan sampah laut.

Sinergitas Pemko dan Pemprov ini, kata Lis, akan memberikan dampak langsung pada penanganan sampah laut yang sudah jadi permasalahan dari waktu ke waktu.

“Kalau iya, tentu kami sangat berbahagia. Apapun bentuknya. Kan dalam wewenang laut itu juga ada batasan antara wilayah Pemko dan wilayah Pemprov,” kata Lis, kemarin.

Dari batas surut ke laut, kata Lis, adalah kawasan wewenang Pemprov Kepri. Sementara dari bibir pantai sampai batas surut itu wilayah wewenang kabupaten/kota. Mengacu pada fakta tersebut, tidak heran jika Lis menilai kerja penanganan sampah laut tidak bisa dilalukan sepihak. Melainkan sinergi bersama antara pemerintah kabupaten/kota dengan pemerintah provinsi. Apalagi jika mengingat betapa terbatasnya kekuatan anggaran yang bisa disediakan pemerintah kabupaten/kota.

“Makanya sinergi itu akan sangat membantu. Kalau Pemprov tidak memberikan bantuan berupa alat-alat atau teknologi yang memudahkan, juga bisa dengan ikut menerjunkan tim yang terlibat langsung dalam kegiatan bersih-bersih sampah laut,” ucap Lis.

Di luar daripada itu, sambung Lis, yang paling penting juga adalah kesadaran masyarakat, utamanya yang tinggal di wilayah pesisir agar tidak lagi membuang sampah di laut. Sebisa mungkin dan tidak akan pernah kenal lelah, Pemko akan mengimbau perihal ini. Terlebih juga kini sudah ada peraturan daerah tentang larangan buang sampah sembarangan.

“Kerja pemerintah akan jadi sia-sia belaka kalau tidak dibarengi dengan kesadaran masyarakat menjaga kebersihan lingkungannya. Semoga Adipura tahun ini jadi momentum untuk meningkatkan kesadaran perihal menjaga kebersihan,” pungkas Lis. (aya)

Presiden: Jember Fashion Carnaval Kebanggaan Indonesia

0
foto: setkab

Presiden Jokowi beserta Ibu Iriana, hadir membuka Jember Fashion Carnaval (JFC) 2017, Minggu 13 Agustus 2017 di Alun-alun Kabupaten Jember, Jawa Timur didampingi oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, Kepala Staf Presiden Teten Masduki, Gubernur Jawa Timur Pakde Soekarwo dan Bupati Jember Hj Faida MMR.

Menteri Pariwisata Arief Yahya pun menetapkan Jember Fashion Carnaval (JFC) yang oleh netizen dipopulerkan dengan hastag #PesonaJFC2017 itu, sebagai Event Karnaval Terbaik Nasional. Penghargaan tersebut langsung diterima oleh Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR.

“Jember Fashion Carnaval ini pionir, sudah sejak 16 tahun lalu, paling awal dan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam membuat karnaval!” kata Menpar Arief Yahya di Jember.

Faktor lain, reputasi internasional Jember Fashion Carnaval yanh digagas Dynand Fariz itu sudah kenyang pengalaman dan juara dunia 11 events. “Kami juga pakai kostum JFC ke berbagai travel market dunia, untuk meramaikan booth Wonderful Indonesia di mancanegara,” kata Arief.

Lalu #ApaKataPresiden @Jokowi di Jember? Presiden Jokowi menyebut Jember sebagai Kota Karnaval Dunia!

“JFC tidak hanya sebagai icon Jember, tapi juga icon membanggakan dari Indonesia!” ungkap Presiden Jokowi.

Presiden juga meyakini, karnaval ini tidak kalah dengan Karnaval bunga di Pasadena, karnaval paling heboh di Rio de Jeneiro Brasil, karnaval di Notting Hill. JFC ini merupakan karnaval yang dilaksanakan secara detail.

President juga ingin kota-kota lain punya karnaval-karnaval yang unik di calendar of event tahunan masing-masing daerah. “Keragaman budaya Indonesia merupakan keunggulan Indonesia dibandingkan dengan negara-negara lain,” jelas Presiden Jokowi.

President memberikan tugas kepada Dynand Fariz, Presiden JFC untuk bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata dan Kemendikbud untuk menyelenggarakan event Karnaval ini ke tingkat nasional setiap 3 tahun sekali. Mungkin di Jakarta atau kota lain, namun masih tetap mengangkat Jember.

“Nanti saya posting di media sosial saya,” sebut Presiden Jokowi menjawab pertanyaan netizen yang trending topic dengan menggunakan hastag #ApaKataPresiden @Jokowi.(*)

 

—-
Berikut Ini 11 Penghargaan Internasional JFC:

  1. Best National Costume Mister International 2010 di Indonesia
  2. Toraja Karembau (Best National Costume Man Hunt International 2011) di Korea Selatan.
  3. Papua (Best National Costume Mister Universe Model) di Republika Dominica.
  4. Borneo (Best National Costumemiss Supranational 2014) di Polandia.
  5. Lampung (Best National Costume Miss international 2014) di Tokyo, Jepang.
  6. Best National Costume Miss Grand International 2016 di Las Vegas, USA.
  7. Toraja Tongkonan (Best Nation Costume Miss Supranational 2015) di Polandia.
  8. Borobudur (Best National Costume Miss Universe 2015) di Florida, USA.
  9. Betawi (Best National Costume Miss Tourism International 2016) di Malaysia.
  10. Garuda (Top 5 National Costume Miss Universe 2016) di Philipina.
  11. Second Runner-Up, International Carnaval de Victoria 2016 di Seychelles.(*)

 

Karimun dapat Pasokan Beras Bulog 500 Ton

0

batampos.co.id – Kabupaten Karimun, telah mendapatkan pasokan beras dari Bulog sub drivre Batam Karimun sebanyak 500 ton. Sehingga pasokan beras selama Agustus ini mencukupi untuk kebutuhan masyarakat Karimun.

Dengan, demikian bagi distributor sudah dapat membeli beras bulog premium untuk dijual ke pengecer maupun masyarakat langsung.

”Alhamdulillah, kita dapat jatah 500 ton dari Bulog. Dan nanti akan dilakukan penambahan beras lagi, ” jelas Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan ESDM Karimun M Yosli, kemarin (13/8).

Direncanakan pihak Bulog akan menyediakan bahan-bahan pangan bagi kebutuhan masyarakat selain beras kedepannya, seperti gula, tepung dan sebagainya. Dimana Bulog dalam sistem pendistribusian atau pemasarannya bahan-bahan pangan tersebut, melalu Rumah Pangan Kita (RPK) yang bisa langsung transaksi antara masyarakat dengan pihak RPK.

”Ada terobosan baru pihak bulog. Jadi kita akan bekerjasama bagaimana teknisnya, agar bahan pangan tersebut cepat dibeli oleh masyarakat dengan harga terjangkau dan mudah,” tuturnya.

Artinya kata Yosli lagi, keberadaan RPK tersebut juga bisa membantu masyarakat untuk menjual beberapa bahan pangan. Yang direncanakan RPK nantinya akan berada di setiap Rukun Warga (RW) satu RPK. Sehingga, dapat meminimalkan potensi inflasi kedepannya, terutama di hari-hari besar keagamaan.

Selain itu bisa menjadi kontrol dan pengawasan bagi pedagang agar tidak melakukan tindakan yang akan menyebabkan lonjakan inflasi pada bahan pokok.

”Jadi ketika pedagang yang berniat akan menimbun bahan pokok agar harganya melonjak. Nantinya, ada pilihan lain bagi masyarakat dalam berbelanja kebutuhan pangan melalui RPK,” ungkapnya.

Pantauan di lapangan banyak jenis beras yang beredar dipasaran baik dipasar tradisional maupun pasar semi modern atau super market dengan bentuk kemarasan berbagai merk. Dimana kemarasan tersebut, tidak mencantumkan alamat, perusahaan yang mensuplay hingga tanggal kadaluarsa tidak spesifik. Mulai dari ukuran 5 kilogram, 10 kilogram, 25 kilogram.(tri)

Jember Fashion Carnaval 2017

0
foto: kemenpar

Ribuan fotografer baik dari media lokal, nasional dan internasional serta komunitas fotografer yang tumplek blek di tribun media Jember Fashion Carnaval 2017 (JFC 2017) yang dihelat 9-13 Agustus.

Saking banyaknya fotografer yang hadir, panitia sampai harus membagi dua tribun media di sepanjang runway JFC 2017. Spot fotonya sangat strategis. Lokasinya diset memudahkan pengambilan gambar. Tujuannya apalagi kalau bukan berbagai juru foto tadi bisa mendapatkan angle terbaik dan menyebarkannya ke seluruh dunia.

“Kami mencatat ada seribu fotografer yang mengajukan izin liputan. Itupun , masih banyak yang datang meliput tanpa mendaftar dan tetap kami izinkan. Mereka berasal dari media lokal Jawa Timur, nasional dan dari luar negeri. Ada beberapa komunitas fotografer juga yang jumlahnya mencapai ratusan,” ungkap Presiden JFC Dynand Fariz, Sabtu (12/8).

Dynand Fariz mengatakan, beberapa fotografer asing dan kantor berita asing juga sudah mendaftar melalui daring (online). “Tahun ini para hobi fotografer harus membayar tiket untuk masuk memotret JFC. Mereka mendapatkan kaos, sedangkan untuk kawan-kawan media dan jurnalis tetap gratis,” tuturnya.

Sejumlah fotografer asing nampak terpesona dengan penampilan peserta Jember Fashion Carnaval (JFC) yang digelar di alun-alun Kabuaten Jember. Bahkan, ada yang sengaja datang untuk memproduksi film dokumenternya.

“Kegiatan JFC sangat luar biasa, sehingga saya ingin membuat film dokumenter tentang karnaval yang sudah mendunia ini,” kata salah seorang wartawan TV dari Inggris, Garry Talbot.

Dua wartawan TV dari Inggris tercatat sudah datang sejak pembukaan JFC International Event pada Kamis (9/8) dan mengambil gambar kegiatan pembukaan tersebut. Mereka terpesona dengan kreativitas anak-anak yang juga tampil memukau.

“Kami kagum dengan ide-idenya yang luar biasa dan busana yang digunakan peserta juga bagus. Saya sangat tertarik dengan tema defile-defile-nya,” tutur pria yang mengaku sudah sering mengunjungi Bali ini.

Hal senada juga disampaikan wisatawan perempuan asal Swiss, Clo Meunier. Dia mengaku takjub dan terpesona dengan busana yang digunakan para peserta grand carnaval JFC. Tampilannya menurut dia tidak kalah menarik dengan karnaval di Rio de Janiero Brasil.

“Para peserta membuat kostum sangat luar biasa. Apalagi mereka membuat sendiri dan mereka juga bukan seorang desainer. Busana yang digunakan juga dikemas dalam balutan budaya Indonesia,” tuturnya.

Wisatawan yang pertama kali menonton JFC itu menilai ide kreativitas JFC sangat bagus dan kostum yang luar biasa dari warga Jember akan menjadi trend karnaval yang menghebohkan dunia.

“Mudah-mudahan tahun depan saya bisa datang ke Jember untuk menonton lagi wisata karnaval JFC yang sangat mempesona ini,” katanya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut, karnaval ini sudah mengangkat kota Jember dan pantas menjadin Kota Karnaval Dunia dengan sederet prestasinya.

Menariknya, penyelenggaraan tahun ini sekaligus akan menjadi momen ditetapkannya Jember sebagai Kota Karnaval setaraf dengan kota-kota karnaval internasional lainnya seperti Rio de Janeiro, Brasil.

Menpar Arief Yahya mengatakan, JFC sudah berkiprah selama 16 tahun dan menginspirasi banyak karnaval di Tanah Air serta memiliki sederet prestasi internasional sehingga sangat layak dipromosikan ke tingkat global. “Semua orang mengakui JFC berkelas dunia. Untuk mewujudkan itu, Kemenpar menetapkan Jember sebagai Kota Karnaval,” kata Arief Yahya.

Dari sisi cultural value, menurut Arief Yahya, kreativitas JFC sudah layak dijadikan magnet untuk mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman). Namun, dari commercial value atau financial value masih belum terlalu menarik karena belum bisa dikapitalisasi dengan baik.

“Dengan menjadikan sebagai Kota Karnaval berkelas dunia, sisi commercial value atau financial value-nya dapat dinaikkan,” lugas Arief Yahya.

Dari sisi cultural value, kreativitas JFC sudah diakui dunia. Hal ini terbukti dengan diraihnya sederet penghargaan internasional berupa best national costume dengan inspirasi dari berbagai daerah di Tanah Air.

Di antaranya Bali (Best National Costume Mister International 2010 di Indonesia), Toraja Karembau (Best National Costume Man Hunt International 2011 di Korea Selatan), Papua (Best National Costume Mister Universe Model di Republika Dominica), Borneo (Best National Costume Miss Supranational 2014 di Polandia).

Selain itu, Lampung (Best National Costume Miss International 2014 di Tokyo, Jepang dan Best National Costume Miss Grand International 2016 di Las vegas, USA), Toraja Tongkonan (Best National Costume Miss Supranational 2015 di Polandia), Borobudur (Best National Costume Miss Universe 2015 di Florida,USA), Betawi (Best National Costume Miss Tourism International 2016 di Malaysia), dan Garuda (Top 5 National Costume Miss Universe 2016 di Filipina).

“Dari sisi media value, jelas JFC akan dilihat seluruh dunia dan akan membuat calon wisatawan makin penasaran kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia,” kata Menpar Arief Yahya. (*)

 

Listrik Pulau Laut Belum Optimal

0

batampos.co.id – Anggota Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Haripinto Tanuwidjaja melakukan kunjungan kerja ke Pulau Laut, Natuna, Jumat (11/8) kemarin.

Kunjungan ke pulau terluar ini untuk menampung aspirasi masyarakat khususnya berkaitan dengan infrastruktur dasar seperti listrik, transportasi, telekomunikasi dan kesehatan.

Dengan menggunakan kapal kayu dan menempuh perjalanan sekitar 4 jam, kedatangan Haripinto disambut pejabat kecamatan, FKPD dan masyarakat Pulau Laut. Selama disana, senator asal Kepri ini mendapat berbagai masukan dan usulan terkait program pembangunan di pulau paling utara Natuna.

“Akhirnya saya bisa sampai juga di Pulau Laut atau pulau terluar NKRI. Nama Pulau Laut cukup santer di kalangan pejabat pusat baik eksekutif maupun legeslatif. Pulau ini banyak menyimpan potensi sumberdaya alam melimpah selain dari posisinya yang strategis berada di laut Natuna utara berbatasan dengan laut China Selatan,” kata Haripinto di Ranai, Sabtu (12/8) kemarin.

Dengan jumlah penduduk sekitar dua ribu jiwa, Pulau Laut saat ini tengah mendapat kucuran pembangunan fisik berupa pembangunan fasilitas kesehatan, embung air bersih, listrik dari PLN serta pelabuhan perintis. Semuanya itu sedang dikerjakan.

Masyarakat di Kecamatan Pulau Laut sambung Haripinto, saat ini sangat berharap listrik segera beroperasi dengan merata. Pasalnya sudah lama sekali mereka tidak mendapat pasokan listrik secara maksimal. Dan lagi, mayoritas masyarakat berprofesi sebagai nelayan dan membutuhkan pasokan es batu yang cukup untuk mengawetkan ikan hasil tangkapan.

“Tanpa es batu, nelayan tidak bisa menjual hasil tangkapan ikan sampai keluar daerah seperti Tanjungpinang dan Pontianak. Mereka hanya bisa menjual di seputaran Pulau Laut dan pulau Bunguran besar. Hal ini akan saya perjuangkan dan sampaikan kepada rekan di DPR RI dan lintas Kementerian agar di pulau itu bisa dibangun pabrik es. Ini sangat prioritas dan mendesak,” ungkapnya.

Perekonomian masyarakat kata Haripinto, tidak bisa di pisahkan dari pasokan listrik yang memadai. Tentu ini menjadi perhatian berbagai pihak agar kedepan kesejahteraan masyarakat Pulau Laut meningkat.

“Setelah listrik bagus, konektifitas antar pulau juga penting. Seperti transportasi laut yang madai. Tidak kalah penting juga fasilitas jaringan telekomunikasi lancar. Jika tiga poin ini berhasil diwujudkan, maka kesejahteraan masyarakat pulau perbatasan akan lebih maju,” katanya.

Terkait hasil reses ke sejumlah pulau seperti kecamatan Pulau Tiga dan Kecamatan Pulau Laut, Haripinto mengaku akan menyampaikan hal itu pada rapat paripurna DPD RI dan selanjutnya akan di sampaikan kepada DPR RI dan lintas Kementerian sesuai dengan bidang anggota masing-masing di DPD RI.

“Saya mewakili masyarakat Kepri, saya akan perjuangankan persoalan ini pada lintas kementerian yang menanganinya. Termasuk saya akan dorong pihak PLN pusat agar secepatnya merealisasikan listrik kepulauan,” ujarnya.(arn)

PT Pos Indonesia Antarkan Co Branding Wonderful Indonesia ke Seluruh Dunia

0

PT Pos Indonesia menjadi salah satu brand yang siap bersinergi promo dengan Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Kolaborasi ini ditandai dengan penandatangan MoU yang dilaksanakan pada acara Wonderful Indonesia Co Branding Forum (WICF) di Gedung Sapta Pesona, Kamis (10/8) yang lalu.

Kemenpar dan PT Pos Indonesia punya misi sama. Semua ingin bersatu mendongkrak rangking Wonderful Indonesia yang saat ini menempati urutan 47 di World Economic Forum.

“PT Pos Indonesia punya komitmen kuat untuk mendukung perkembangan pariwisata nasional, dan selama ini kita juga sudah ikut menggelorakan pariwisata Indonesia, di mana salah satunya dengan mencetak Kartu Pos yang bergambar destinasi wisata,” kata Abu Sofian, Brand Management Manager Divisi Marketing dan Corporate Communication PT Pos Indonesia.

Selain itu, imbuh Abu Sofian, PT Pos Indonesia juga sudah mencetak Perangko Seri Pariwisata.”PT Pos Indonesia sudah mencetak prangko dengan gambar obyek wisata sejak tahun 1945. Salah satu contoh prangko yang mempromosikan pariwisata Indonesia adalah gambar Rumah Gadang Padang, Keong Mas Taman Mini Indonesia Indah, dan yang terbaru adalah KEK Tanjung Lesung,” imbuhnya.

Dan bulan Februari yang lalu, Perangko Seri Daerah Tujuan Wisata di launching serentak di Jakarta, Yogyakarta, Denpasar. Tiga kota tersebut dipilih sebagai tempat peluncuran karena ketiganya merupakan destinasi terkemuka di Tanah Air.

“Tiga kota ini juga merupakan pintu gerbang masuk dari wisatawan ke Tanah Air. Ketiganya memiliki daya tarik kuat Jakarta sebagai ibukota negara, DIY memiliki kebudayaan yang menarik dan alam yang eksotis. Sementara Denpasar dikenal sebagai destinasi wisata yang memiliki daya tarik di berbagai sudut kotanya,” terangnya

Untuk co branding dengan Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia akan segera di-implementasikan pada media tampilan off air dan on air PT Pos Indonesia, termasuk di media sosial atau media online dan website PT Pos Indonesia.

“Nantinya kita berharap saat pengunjung website meng-klik Wonderful Indonesia atau Pesona Indonesia akan langsung tersambung ke website Pariwisata dan sebaliknya,” ujarnya.

Tambah Abu Sofian, dibicarakan agar stempel saat pengiriman PT Pos bisa bergambar logo WI/PI, tapi kita sarankan agar pihak Kemenpar bisa membuat stiker kecil logo Wi/PI, nanti tinggal ditempelkan di amplop surat.

“Bayangkan, bila setiap hari ada 10 juta surat terkirim baik dalam ke luar negeri, maka betapa dahsyatnya WI/PI terekspose ke seluruh negeri dan mancanegera. Tapi ini belum final , masih akan dibicarakan secara detail,”ungkapnya.

Bagi Kemenpar, Kolaborasi dengan PT Pos Indonesia ,akan menjadikan promosi WI/PI menjadi semakin efektif.”Salah satunya, berbagai negara di dunia telah melakukan bentuk promosi pariwisata dengan PT Pos negaranya masing masing,”kata Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti didampingi Plt. Asdep Strategi Pemasaran Nusantara Hariyanto.

Seperti yang dilakukan Tiongkok, lanjut Esthy, Tiongkok telah brhasil mempromosikan obyek wisata yaitu jembatan melalui media prangko. “Tiongkok punya seri jembatan. Bagi mereka, jembatan juga merupakan obyek wisata. Deskripsi informasi di prangko mereka lengkap,” lanjutnya.

Menpar Arief Yahya menyampaikan Wonderful Indonesia” di negara-negara Asia saat ini berada di peringkat 47. Meskipun masih di bawah Singapura yang berada di peringkat 41, branding Indonesia sudah berhasil mengalahkan Thailand dan Malaysia yang berada di peringkat 83 dan 97.

“Kita berhasil menyingkirkan branding dari negara tetangga yang selama ini selalu mendominasi, seperti ‘Amazing Thailand’ dan ‘Malaysia, Truly Asia’ dalam pemeringkatan branding pariwisata di seluruh dunia,” ujar Arief Yahya.

Padahal, menurut mantan Direktur Utama PT Telkomsel itu, “Wonderful Indonesia” pada 2013 belum dikenal sama sekali, dan tahun 2015 berhasil masuk dalam peringkat 100, kemudian tahun ini berada di posisi 47.

Dengan makin dikenalnya “Wonderful Indonesia”, maka pariwisata Indonesia ditargetkan dapat meraih kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) yang menghasilkan devisa Rp240 triliun dalam lima tahun ke mendatang,” pungkasnya.(*)

 

Sahid Group Co-Branding dengan Wonderful Indonesia

0
ilustrasi. foto: booking.com

Sahid Group juga terpikat oleh strategi jitu Menpar Arief Yahya dengan konsep Co Branding Wonderful Indonesia. Jaringan hotel, apartmen dan industri hospitality itu bakal bersinergi positif dengan promo bersama Wonderful dan Pesona Indonesia.,

Sinergi ini disahkan dalam penandatangan MoU pada acara Wonderful Indonesia Co Branding Forum (WICF) di Gedung Sapta Pesona, Kamis (10/8), yang lalu.

“Sahid Group memang harus jadi bagian co-branding Wonderful Indonesia (WI) dan Pesona Indonesia (PI) Karena perhotelan dan Restoran adalah amenitas, penopang utama destinasi wisata. Karena itu, maju tidaknya pariwisata akan berdampak langsung pada perhotelan,” kata Esthy Reko Astuti, Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara yang didampingi Plt Asisten Deputi Strategi Pemasaran Pariwisata Nusantara Hariyanto.

Bagi Esthy, Jaringan hotel di bawah bendera Sahid Hotel menyebar di seluruh pelosok Indonesia, Sahid Group terus berkomitmen mengembangkan pariwsata nasional, dan bila disandingkan dengan WI/PI tentu akan membuat dua brand tersebut akan semakin mencorong tidak hanya di tingkat lokal tapi juga global.

Sahid Group juga apresiasi atas spirit dari Menteri Pariwisata Arief Yahya untuk memajukan Pariwisata Nasional dan menyambut gembira ajakan Menpar Arief Yahya.

“Kami berharap, ini akan menjadi berkah dan kebaikan di kemudian hari pariwisata Indonesia. Tetapi kita harus juga memperbaiki produk pariwisata yang ada di tanah air. Seiring dengan promosi WI yang kencang dilakukan oleh Kementerian Pariwisata,” ujar Hariyadi Sukamdani, Presiden Direktur Sahid Hotels & Resorts.

Pria yang tampil sebagai salah satu narasumber Pesona Indonesia Co-Branding dengan tema “Sharing Resources for Branding Campaign Effectiveness” sendiri berharap, Kemenpar yang dipimpin Arief Yahya itu lebih kencang lagi dalam mendesign, mencari peluang untuk menopang industri pariwisata di tanah air.”kolaborasi event, produk destinasi, dan services industry pariwisata harus saling connected,” harapnya.

Hariyadi juga mengungkapkan bahwa Sahid Group saat ini sudah mengelola 23 hotel di seluruh Indonesia, bersinggungan langsung dengan pariwisata.

“Kita terus melakukan ekspansi di seluruh destinasi wisata khususnya 10 destinasi prioritas atau yang disebut 10 Bali Baru itu.”ujar pria yang juga menjabat sebagai ketua umum APINDO (Asosiasi Pengusaha Indonesia), sekaligus ketua umum PHRI (Perhimpunan Hotel Restaurant Indonesia).

Diantaranya, saat ini Sahid Group ber-ekspansi, kerjasama dengan Patuno Resort Wakatobi untuk mengembangkan industri perhotelan di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara yang masuk dalam 10 Bali Baru itu.

Juga di Bangka Belitung, mendirikan Sahid Bangka Condotel, condotel pertama dan satu-satunya yang didirikan di kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka-Belitung dengan Konsep Lifestyle in The City.

Selain itu, perusahaan yang didirikan tahun 1953 oleh Sukamdani Sahid Gitosardjono ini juga memiliki bisnis lain di bidang media (Bisnis Indonesia Group), tekstil, properti, kesehatan dan pendidikan.

Tahun 2015, Sahid Group memulai pembangunan lima proyek di empat kota, Semarang, Surabaya, Timika, dan Ciracas (Jakarta Timur). Kelima proyek tersebut adalah kondotel 200 unit dan apartemen 200 unit di Semarang, 500 unit apartemen di Ciracas, Jakarta Timur, kondotel dan apartemen 550 unit di Surabaya, hotel bintang dua sejumlah 120 kamar juga di Surabaya, serta proyek mixed-use (proyek multifungsi) di Timika, Papua.

“Spirit Menpar Arief Yahya harus lebih kencang lagi dalam mendesign, mencari peluang untuk menopang industri pariwisata di tanah air.kolaborasi event, produk destinasi, dan services industry pariwisata saling connected,”ujarnya.

Sedangkan implementasi usai penandatanganan MoU tersebut, pihak Sahid Group akan segera mencantumkan logo Wonderful Indonesia.”Untuk seluruh materi promosi Hotel Sahid akan dicantumkan logo WI,” kata Lenny Julia, Corporation Marketing Communication Manager Sahid Hotel and Resort.

Selain itu, imbuh Lenny, juga akan dibuatkan Landing Page khusus di Website Kemenpar yang langsung terhububg Ke WEBSITE Sahid & reosrts,”tutur Lenny.

Menpar Arief Yahya langsung berterimakasih kepada Sahod Group yang bersama akan melakukan co-branding Wonderful Indonesia
“Kita memang harus tancap gas. Target kita tahun ini mencari 72 brand berkelas premium lagi agar visa mencapai 100 brand, dipatok 100 agar eksklusif. terimakasih untuk Sahid Group yang mau bergabung,” kata Menpar Arief Yahya.

Inisiatif co-branding partnership yang diterapkan Menpar Arief Yahya ini untuk mencapai 3 tujuan strategis. Pertama, untuk mendongkrak brand equity dari brand WI di pasar global dan brand PI di pasar domestik dalam menopang terwujudnya sektor pariwisata sebagai core economy Indonesia.

Lewat co-branding partnership diharapkan terjadi sinergi dan leverage effect’ dalam mendongkrak value kedua brand. Kedua, mengembangkan penetrasi pasar dan memperluas exposure brand WI/PI dengan memanfaatkan market network yang dimiliki oleh brand/perusahaan baik di pasar domestik maupun global.

Melalui co-branding partnership ini diharapkan brand WI/PI dan brand/perusahaan dapat saling memanfaatkan customer base masing-masing.Ketiga, dengan co-branding partnership akan terwujud sharing resources antara kedua brand yang ber-cobranding.

“Co-branding akan menghasilkan penghematan biaya promosi yang substansial sampai 90 persen karena dengan berpartner maka biaya promosi akan ditanggung secara bersama.,” pungkasnya.(*)