Minggu, 3 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13180

Perusahaan China Minat Tanam Saham di Batam, hendak Bikin Motor Listrik Motor

0
ilustrasi

batampos.co.id – Perusahaan asal Cina, Magnum, tertarik untuk menanamkan modalnya di Batam. Perusahaan asing ini nantinya akan memproduksi motor listrik pertama di Indonesia.

Bekerjasama Apindo Kepri, perusahaan asing tersebut akan segera beroperasi dalam waktu satu setengah bulan lagi setelah merampungkan delapan perizinan lewat program Izin Investasi 3 Jam (i23J) di Gedung Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) BP Batam, Kamis (10/8).

“Nanti akan dijadikan merk lokal. Target pasar adalah Indonesia dan wilayah Asia Tenggara,” kata Ketua Apindo Kepri, Cahya, kemarin.

Di Batam, Magnum akan memakai nama PT Magnum Teknologi Indonesia. Pabriknya seluas 600 meter persegi dan berlokasi di Century Park, Batam. Magnum menanamkan investasi sebesar 4 juta dolar Amerika atau setara Rp 50 miliar. “Mereka melihat potensi di Batam sangat bagus untuk pemasaran produknya,” jelas Cahya.

Dalam operasionalnya nanti, Magnum akan bekerja sama dengan perusahaan industri lainnya di Indonesia. Contohnya, untuk ban akan didatangkan dari pabrik Swallow di Sumatera Utara. Sedangkan aki didatangkan dari Sidoarjo, Jawa Timur. Begitu juga jok dan spion. Hanya, mesin motor listriknya yang masih dari Cina dan dirakit di Batam.

Cahya mengklaim, motor listrik buatan Magnum ini sangat hemat energi dan bebas polusi udara dan suara jika dibandingkan motor konvensional berbahan bakar bensin. Garansinya hingga 2 tahun. “Dulu pernah gagal karena tak ada garansi. Sekarang ada jaminan, bahkan ada showroom dan dealer. Kantor Arsikon akan dirombak untuk itu,” imbuhnya.

Harganya hanya 60 persen dari harga motor konvensional. Sedangkan untuk ketahanan bahan bakarnya, juga diklaim sangat irit. Motor listrik Magnum hanya dicas dengan listrik semalaman sampai penuh. “Jika dicas penuh, maka bisa jalan hingga 80 kilometer. Dan lebih hemat, dengan listrik hanya bisa sampai Rp 30 ribu per bulan. Bandingkan dengan motor pakai bensin yang bisa Rp 300 ribu per bulan,” paparnya.

Meskipun memiliki banyak kelebihan, motor listrik Magnum juga memiliki sejumlah kelemahan. “Tak bisa dipakai kebut-kebut. Tak cocok perjalanan jarak jauh. Cocok untuk perjalanan pulang pergi kerja atau di kompleks saja, untuk ibu-ibu belanja. Sekali cas bisa tahan 6 hari,” klaimnya.

Dalam satu kali produksi, Magnum bisa membuat hingga 200 unit per hari. “Tapi untuk awal tidak akan segitu. Kami lihat dulu pasarnya dan sebelumnya kami akan sosialisasi dulu kepada masyarakat,” ungkapnya.

Menurutnya, sudah saatnya Indonesia memasuki era baru. “Di Cina, semua orang pakai motor listrik. Mengapa di Indonesia tidak,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Deputi V BP Batam, Gusmardi Bustami mengapresiasi kedatangan investor yang membuat motor listrik.

“Saya jelaskan pangsa pasarnya itu gede. Karena di samping ramah lingkungan juga ketergantungan terhadap BBM berkurang,” katanya. (leo)

Tetap yang Terbesar dan Terpercaya

0

batampos.co.id – Kamis, 10 Agustus 2017, Batam Pos genap berusia 19 tahun. Di usianya yang semakin matang ini, koran pertama di Kepri tersebut kian menahbiskan diri sebagai media terbesar dan terpercaya.

Hari jadi yang ke-19 kemarin dirayakan dengan sederhana namun meriah. Sejumlah pihak dari berbagai kalangan larut dalam suasana bahagia itu. Silih berganti, mereka berdatangan ke kantor redaksi Batam Pos untuk sekadar menyampaikan ucapan selamat dan harapan mereka.

Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, menjadi bagian dari perayaan HUT ke-19 Batam Pos, kemarin. Secara khusus, Nurdin menyempatkan diri menyambangi redaksi Batam Pos sambil membawa kue tart. Bagi Nurdin, Batam Pos merupakan media yang menjadi referensi utama di Kepri.

“Kalau dulu bangun pagi langsung sikat gigi, sekarang bangun pagi langsung cari Batam Pos,” kata Nurdin yang sore itu disambut Dirut Batam Pos Marganas Nainggolan, Direktur Operasional Candra Ibrahim, dan Pemred Batam Pos M Iqbal.

Tak lupa, ia menyampaikan harapannya supaya Batam Pos semakin baik ke depannya. Apalagi setelah memasuki usianya ke-19 tahun, Batam Pos diharapkan menjadi media yang semakin matang dalam menyajikan informasi bagi masyarakat.

“Ibarat anak gadis, usia 19 tahun itu sudah mulai dipinang-pinang. Jadi harus lebih dewasa lagi,” kata Nurdin.

Selain Nurdin, sejumlah pihak juga berkunjung ke kantor redaksi Batam Pos untuk menyampaikan ucapan selamat ulang tahun. Seperti Direktur Usaha bright PLN Batam Khusnul Mubien beserta rombongan, jajaran manajemen Da Vienna Boutique Hotel, jajaran managemen Hotel Allium, dan masih banyak lagi.

Tak hanya menerima kunjungan, tim Batam Pos juga menggelar road show ke beberapa lokasi. Di antaranya ke kantor Badan Pengusahaan (BP) Batam, kantor Wali Kota Batam, gedung Grapari Telkomsel di Batamcenter, dan beberapa mitra lainnya.

Sementara puncak perayaan HUT-19 Batam Pos sendiri digelar di ruang redaksi, Kamis (10/8) siang. Acara diisi dengan pemotongan kue ulang tahun dan tumpeng yang dilanjutkan dengan makan siang bersama seluruh jajaran manajemen dan karyawan Batam Pos.

“Usia ke-19 itu menurut saya sudah sangat matang. Mari kita jaga kekompakan kita bersama untuk terus meningkatkan kualitas Batam Pos,” kata Dirut Batam Pos, Marganas Nainggolan, dalam sambutannya.

Menurutnya, semangat untuk menarik hati pembaca setia pembaca Batam Pos menjadi keharusan. “Kualitas koran kita harus tetap ditingkatkan. Intinya bagaimana memenangkan kepercayaan dan mempertahankan pembaca,” katanya.

Direktur Bisnis Usep RS juga menyampaikan harapan yang sama. Peningkatan mutu produk Batam Pos menjadi amat penting untuk menjaga dan mempertahankan citra Batam Pos sebagai koran pertama, terbesar, dan terpercaya di wilayah Kepri.

“Saya dapat telpon dari pejabat dan pengusaha, brand Batam Pos masih sangat diakui. Ini menjadi kebanggan kita,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh jajaran dan divisi Batam Pos untuk bekerja lebih baik lagi. “Kita masih punya nama besar. Kita semua harus kompak. Dan saya yakin beberapa bulan ke depan Batam Pos akan lebih baik,” katanya.

Sementara General Manager (GM) Batam Pos, Guntur Marchista Sunan, mengaku bangga bergabung dengan koran besar, Batam Pos. Pria yang baru sebulan menjadi GM Batam Pos itu berharap kondisi ekonomi Kepri yang tengah lesu tak terlalu berdampak buruk bagi industri koran.

“Saya yakin dengan semangat kerja, kerja, kerja, Batam Pos akan tetap jaya,” katanya. (ian)

Bintan Diminati Pengusaha Budidaya Sapi

0

batampos.co.id – Iklim investasi di Kabupaten Bintan, kembali bergairah. Hal ini ditandai dengan ketertarikan investor yang sudah mulai melirik Bintan, sebagai tempat yang cocok menanamkan modal untuk usaha.

Salah satunya PT Sebelas Dua Akusara, yang bergerak di bidang usaha pembibitan dan budidaya sapi potong. Ketertarikan perusahaan asing asal Kanada ini dibuktikan telah dilakukannya pengajuan izin prinsip ke Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (BPMPD, PTSP dan TK) Kabupaten Bintan, dengan total nilai investasi sebesar Rp 23 miliar. Hal ini disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Badan Pengusahaan (BP) Kawasan Bintan, Saleh Umar.

Ia mengatakan rencana investasi yang akan dibangun di atas lahan 50 hektare, di Kampung Kuala Sempang, Kecamatan Bintan Utara, ini tentunya masih merupakan tahap awal, dan masih harus menunggu proses selanjutnya untuk mencapai kesepakatan.

“Rencana investasi ini masih hanya sebatas pengajuan izin prinsip. Kita belum bisa pastikan apakah nantinya jadi atau tidak, sebab semuanya kembali kepada pengusaha itu sendiri. Tapi yang jelas ini merupakan awal yang baik untuk kemajuan Bintan, yang ternyata diminati investor dari luar,” terangnya.

Saleh menjelaskan rencana investasi yang berlokasi di wilayah Kawasan Free Trade Zone (FTZ) ini, tentunya harus melewati proses panjang. Seperti harus melakukan pengajuan rekomendasi pemanfaatan kelola tata ruang sesuai peruntukan usahanya. Apabila sudah keluar tentunya harus dilanjutkan dengan pengajuan izin lokasi.

“Kalau izin lokasi sudah keluar barulah diurus Hak Guna Bangunan (HGB) ke BPN, hingga nantinya keluar HGB itu atas nama perusahaan tersebut. Terus dilanjutkan dengan mengurus dokumen lingkungannya, seperti AMDAL, IMB, dan lainnya,” sebutnya.

Menurutnya dari mulai diterbitkannya izin prinsip tersebut, tentunya perusahaan ini juga memiliki batas waktu selama tiga tahun untuk menyelesaikan segala kelengkapan persayaratan serta pembangunan yang dipastikan harus sudah berjalan. Sebab apabila melewati waktu yang sudah ditentukan, tentu semua proses ini akan dinyatakan gugur dan batal secara hukum sesuai peraturan yang ada.

“Izin prinsip ini tidak serta merta berlaku untuk selamanya. Kita juga melihat keseriusan dari perusahaan itu. Kalau tiga tahun lokasi lahan yang sudah ditentukan tidak juga mengalami perkembangan baik dari segi pembangunannya tidak berjalan sama sekali otomatis semuanya akan di batalkan. Dan itu sudah diatur,” jelasnya.

Saleh berharap, agar rencana investasi ini tentunya bisa segera terealisasi sepenuhnya hingga mencapai kesepakatan. “Mudah-mudahan ini bisa secepatnya terealisasi. Dengan adanya investasi ini, tentu sangat membantu untuk kemajuan perekonomian Bintan, kedepannya,” imbuhnya. (cr20)

Diskon Berdasar Usia sudah Jamak, Diskon Berdasar Ukuran… Bikin …. Geram…

0
ilustrasi

Perempuan boleh dibilang suka banget dengan diskon. Namun, promo yang ditawarkan resto seafood di Hangzhou, Zhejiang, Tiongkok, ini membuat kaum perempuan tidak happy. Banget !

Resti itu menawarkan diskon sesuai ukuran bra. Perempuan dengan cup A mendapatkan diskon 5 persen, sedangkan B 15 persen. Diskon paling tinggi, yakni 65 persen, diperuntukkan mereka yang ber-cup G.

Iklan diskonnya pun demonstratif. Yakni, figur perempuan dalam bentuk kartun beserta ukuran cup masing-masing. Disertai tulisan yang kalau diterjemahkan kira-kira begini,

”Semua orang di kota mencari DADA.”

”Ini vulgar dan diskriminatif buat perempuan,” kata Zhu, cewek warga Hangzhou kepada Evening Post. Dia dan teman-temannya mengajukan protes kepada wali kota, minta papan iklannya diturunkan.

Pihak resto menuruti protes itu. Papan iklan tak lagi dipasang. Tapi, promonya dilanjutkan. Dan berhasil! Lan Shenggang, manajer resto, menyatakan, sejak iklan itu dipasang, pengunjung meningkat 20 persen. Menurut dia, sebagian besar yang menikmati diskon tersebut malah bangga menunjukkan asetnya.

”Kami mempersilakan mereka mendapatkan diskon dengan bantuan pelayan perempuan,” kata Shenggang.

”Pelanggan perempuan senang kok. Mereka merasa tak ada yang perlu disembunyikan,” lanjutnya. (adn/c6/na)

Kemenpar Adakan Sertifikasi Uji Kompetensi di Dumai

0

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus mengenjot upaya meningkatkan kualitas pariwisata Indonesia. Salah satunya mencetak SDM Pariwisata yang unggul dengan cara memberikan pelatihan dan sertifikasi Kompetensi Bidang Hotel & Restoran. Kota Dumai di Provinsi Riau jadi sasarannya, dengan jumlah peserta sebanyak 200 asesi dari sektor industri. Kegiatan Fasilitasi Sertifikasi Uji Kompetensi dilaksanakan pada tanggal 07-08 Agustus 2017 di Hotel Comfort Dumai.

Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan Ahman Sya menjelaskan, Kegiatan tersebut terselenggara atas kerjasama antara Kemenpar dan LSP Wiyata Nusantara. Saat ini Pariwisata dinilai menjadi salah satu sektor pembangunan yang menjadi prioritas pemerintah. Hal ini disebabkan oleh peran penting pariwisata dalam pembangunan Indonesia, khususnya sebagai penghasil devisa negara di samping sektor migas.

“Uji kompetensi ini diperuntukan untuk membangun kesiapan masyarakat di sekitar destinasi pariwisata untuk menyambut peningkatan jumlah wisman dan wisnus. Industri, Akademisi, siswa SD dan SMP juga dipersiapkan untuk membangun kesadaran pentingnya sektor Pariwisata Indonesia,” ujar Ahman Sya yang didampingi Asisten Deputi Pengembangan SDM Kepariwisataan Wisnu Bawa Tarunajaya, di Jakarta, Selasa (8/8).

Ahman Sya juga menjelaskan, jika uji kompetensi ini dipersiapkan untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang telah diberlakukan dalam satu tahun terakhir. Hal itu telah berimbas dan warga Indonesia mengalami arus bebas barang, arus bebas jasa, arus bebas investasi, arus modal yang bebas, dan juga arus tenaga kerja terampil yang bebas di antara negara ASEAN. Termasuk sektor pariwisata yang merupakan salah satu Priority Integration Sector (PIS) bidang jasa.

“Dalam kesepakatan ASEAN MRA on Tourism Professionals terdapat 6 divisi (Front Office, Housekeeping, Food Production, Food and Beverage Services, Tour Operator dan Tour Agencies) dengan 32 job title yang akan diberlakukan standar kompetensi dan pengakuan sertifikasinya di 10 negara ASEAN,” ujarnya.

Sementara itu Wisnu Bawa menambahkan, Pemberlakuan wajib sertifikasi kompetensi tenaga kerja pariwisata merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja pariwisata Indonesia dalam menghadapi MEA.

“Pemerintah terus mendorong usaha percepatan program fasilitasi pelaksanaan uji kompetensi kompetensi, khususnya bidang Hotel dan Restoran di seluruh wilayah Indonesia. Khusus wilayah Dumai Kemenpar memberikan fasilitasi uji kompetensi kepada 200 tenaga kerja di bidang hotel dan restoran,” ujar Wisnu.

Lebih lanjut, Wisnu memaparkan, kegiatan dilaksanakan atas amanat UU ketenagakerjaan No 13 tahun 2013, PP No 52 th 2012, Pasal 55 UU No 10 th 2009, Permen Pariwisata No 19 tahun 2016.

“Kegiatan ini tentunya akan meningkatkan dan menstandarkan kualitas serta mutu SDM kepariwisataan di Indonesia. Pemberian serifikat kompetensi bertujuan agar SDM kepariwisataan tersebut dapat bersaing menghadapi MEA,” ujarnya.

Tampak hadir dalam uji kompetensi di Dumai, Provinsi Riau yaitu Asisten 2 Walikota Dumai Syamsudin, Kepala Dinas Pariwisata Dumai Fauzi Efrizal dan Direktur dari LSP Wiyata Nusantara Henny Welsa.

Menteri Pariwisata Arief Yahya selalu berpesan, SDM pariwisata nanti harus menggunakan standar global, mengacu pada standar regional disebut ASEAN MRA (Mutual Recognition Arrangement) atau Kompetensi selevel ASEAN.

“Kalau ingin bersaing di level global, gunakan global standard juga,” kata Menpar Arief Yahya.(*)

Menpar Minta Bali Manfaatkan Momentum IMF-World Bank

0

“Ada yang sekarang sedang harus dipikirkan di Bali, IMF yang akan digelar di Bali, bisnis strategi dan marketing strategi. Ini yang harus terus dipikirkan di Bali dan akan membuat Bali tetap menjadi yang terbaik,” ujar Menpar Arief Yahya saat membuka Seminar Indonesia Marketing Association dengan tajuk “Bali, World’s Best : The New Reality” di Sector, Grand Beach, Bali, Rabu (9/8). Acara ini merupakan rangkaian Sanur Village Festival 2017.

Acara tersebut dihadiri oleh Founder IMA Hermawan Kartajaya dan pembicara dari Direktorat Pemasaran AP dan Ketua BPPD Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati. Hadir pula Gubernur Bali, Made Mangku Pastika yang juga sebelumnya di tempat yang sama melantik Ketua Dewan Penentu Kebijakan BPPD Bali.

Pada kesempatan tersebut juga ini Menpar menyampaikan di hadapan para akademisi, praktisi, bisnis, community dan media, apa itu business dan marketing strategy dan bagaimana strategi-nya untuk pengembangan pariwisata Bali dan Indonesia untuk kedepannya.

Pria asli Banyuwangi itu juga menyampaikan sebagai contoh bagaimana Jepang dan Vietnam dapat menumbuhkan sektor pariwisatanya dengan cepat, yaitu deregulasi masif, sebagai key success factor! Permudah wisatawan untuk masuk, permudah investor untuk masuk, ease of doing business.

“Poin utamanya adalah berilah kemudahan, berilah kenyamanan bagi investor dan wisatawan,” kata Menpar.

Menpar Arief juga mengingatkan terkait momentum penyelenggaraan Annual Meeting IMF-WB tahun 2018. Momentum berharga tersebut harus dimanfaatkan sebaik mungkin karena belum tentu akan berulang kembali dalam waktu yang singkat.

“Pemerintah pusat mau dan giat di daerah, maka koordinasi, kerjasama dan kesepahaman harus saling dibangun, dijaga dan ditingkatkan. Bali Incorporated, Indonesia Incorporated,” ujar mantan Direktur Telkom itu.

Gubernur Bali Mangku Paskita mengatakan, walaupun pemerintah telah mengkumandangkan 10 Bali Baru, namun Bali akan tetap menjadi nomer satu dan menjaga tetap menjadi nomer satu. “Tentunya kami berusaha terus menjaga dan meningkatkan kualitas wisatawan yang ada di Bali. Kami terus bekerjasama menjaga Bali untuk menjadi tetap yang terbaik,” kata Gubernur.

Dalam kesempatan tersebut, Hermawan juga menegaskan bahwa IMA chapter Bali perlu memperluas aktivitas promosi dan marketing serta meningkatkan kerjasama dengan pemerintah baik di pusat dan daerah serta organisasi dan lembaga lainnya untuk memperluas skala nation branding Indonesia di kancah global secara signifikan.

“IMA selaku organisasi perlu mendorong kreativitas pemasaran, tidak hanya di bidang turisme tetapi juga perlu memperluas perannya pada bidang bisnis yang lebih luas, di antaranya bagi pelaku usaha skala kecil dan menengah. IMA dapat membantu dengan memberikan metode-metode pemasaran modern yang efektif sehingga dapat meningkatkan daya saing daerah dan nasional. Dengan salah satu cara itu, Bali akan tetap menjadi juara,” ujar Hermawan usai acara.(*)

 

 

GWK Siap Jadi Atraksi Unggulan di Bali

0

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya meninjau langsung perkembangan Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang berada di Tanjung Nusa Dua Kabupaten Badung, Bali, Rabu (9/8).

Menpar Arief didampingi langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Bali AA Yuniartha Putra dan Ketua STP Bali Dewa Gde Ngurah Byomantara.

Yuniartha Putra dalam kunjungan tersebut mengatakan bahwa atraksi di GWK dan semua sarananya akan rampung pada Agustus, 2018.

“Ini juga akan menjadi destinasi unggulan di Bali dan menambah daya tarik bali untuk wisatawan, dan yang paling terdekat adalah akan dijadikan tempat konser musik saat IMF internasional di Bali nanti,” ujar pria yang biasa disapa Agung itu.

Seperti diketahui, IMF-World Bank Annual Meeting 2018 akan digelar di Bali bulan Oktober tahun 2018, mendatang.

Pria bertubuh kekar itu menambahkan,
GWK adalah sebuah kompleks taman budaya seluas ± 60 ha dengan patung Garuda dan Wisnu sebagai objek utamanya.

Patung tersebut memiliki tinggi sekitar 120 meter dengan bentang sayap Garuda sekitar 60 meter serta akan menjadikannya sebagai patung terbesar di dunia. Patung tersebut merupakan karya pematung terkenal Bali I Nyoman Nuarta.

“Jadi Dewa Wisnu dalam agama Hindu adalah Dewa Pemelihara. Patung Dewa Wisnu yang ada di GWK terbuat dari campuran tembaga dan baja seberat 4.000 ton dengan tinggi 75 meter dan 60 meter. Nanti kalau sudah jadi, sangat indah sekali dan menjadi view yang menarik,” kata Agung.

Lebih lanjut Agung menambahkan, jika nanti patungnya sudah jadi akan terlihat Dewa Wisnu yang sedang menunggangi Garuda setinggi 120 meter.

Seperti diketahui, kawasan Garuda Wisnu Kencana sendiri berada di ketinggian 146 meter di atas permukaan tanah. Tanah di GWK memang batu kapur dan juga memiliki cuaca panas dan terik.

“Dulu tidak ada yang mau dengan tanah di sini, namun kini sudah sangat mahal. GWK begitu sangat bagus dan indah pemandangannya karena bisa melihat Bali dari ketinggian,” tambah Agung yang juga diamini Kepala Bidang Promosi Wisata Buatan Asdep Segmen Pasar Personal Kemenpar Ni Putu Gayatri.

Memang pemandangan sangat indah dan seksi. Selain itu, juga ada unsur-unsur budaya yang tinggi di GWK. Sebelah patung Dewa Wisnu ada mata air yang dipercaya memiliki kekuatan magis untuk menyembuhkan penyakit.

Fenomena alam tersebut dianggap keajaiban karena sumber mata air tersebut tidak pernah kering dan muncul dari bukit kapur yang berada di daerah yang tinggi.

Di belakang patung Dewa Wisnu terdapat patung Garuda yang memiliki tinggi 18 meter. Di depannya ada lorong besar dengan pilar batu kapur dan membentuk ruangan yang mampu menampung hingga 7.000 orang.

Di lokasi yang dikenal dengan Lotus Pond tersebut sering digelar acara besar seperti konser musik dan pertemuan bertaraf internasional. Untuk wisatawan yang datang juga bisa menikmati bioskop mini yang memutar film Garuda Cilik yang menceritakan kisah Dewa Wisnu dan Garuda.

Selain itu, ada Amphitheatre, tempat wisatawan melihat pertunjukan sendra tari Bali dan dapat berfoto dengan penari dan pemain musik. Untuk masuk ke kawasan Garuda Wisnu Kencana, wisatawan domestik dikenai biaya tiket sebesar Rp 70.000 untuk sekali masuk.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan untuk menjadikan Bali tetap nomer satu adalah Bali harus menjadi Bali Incoporated. Bali yang bersatu dan Bali yang terus mempertahankan menjadi Bali yang juara.

“Harus sepakat memiliki musuh bersama dalam pariwisata di luar negri, namun kita juga harus punya sparing partner dalam negri untuk sama-sama terus membangun pariwisata, Bali akan terus menjadi juara kalau semua elemen bersatu untuk pariwisata Bali,” kata Menpar Arief Yahya.(*)

 

 

Malang Strudle Co-Branding dengan Wonderful Indonesia

0

Malang Strudle berminat Co Branding dengan pariwisata Indonesia.

Ibarat tsunami, Co Branding Wonderful Indonesia tidak terbendung lagi. Semua lini, semua sektor, pemerintah non pemerintah, bergerak bersama-sama membangun “national brand” di pariwisata, Wonderful Indonesia.

“Itu menunjukkan, brand Wonderful Indonesia yang dipopulerkan Kemenpar semakin kuat. Swasta tidak akan mau, kalau brand yang hendak dikolaborasi dengan produknya tidak kuat! Mereka juga menyadari, ketika kuat ketemu kuat, maka hasilnya akan menjadi kuat sekali,” kata Menpar Arief Yahya.

Brand Wonderful Indonesia yang kuat itulah seksi untuk digandeng.

“Silakan, ramai-ramai, para industri untuk Co Branding dengan Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia,” paparnya.

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti mengatakan, Kuliner tradisional merupakan produk lokal yang punya nilai penting bagi sektor pariwisata. Kontribusi kuliner lokal ini cukup signifikan, pasalnya penganan khas mampu memberi pengalaman baru ketika datang ke suatu tempat dan bisa jadi daya tarik untuk berkunjung kembali.

“Perkembangan produk lokal sudah seharusnya jadi tugas pemerintah agar bermacam menu tradisional bisa dikenal luas. Hal-hal seperti ini menjadi tugas utama kami dalam mengomunikasikan kuliner melalui pariwisata, serta menggairahkan kembali makanan tradisional jadi sesuatu yang bernilai,” ujar Esthy yang didampingi Plt Asdep Strategi Pemasaran Pariwisata Nusantara Hariyanto di Jakarta, Selasa (8/8).

Esthy menjelaskan, dengan mengusung oleh-oleh kekinian khas Malang, Malang Strudel juga membawa misi mempromosikan Malang sebagai destinasi wisata yang amazing. Hampir setiap minggu Malang Strudle memproduksi konten video di Youtube yang mengangkat destinasi-destinasi unggulan di kawasan Malang.

“Wisatawan yang datang ke Malang, selain membawa kripik, saat ini Malang Strudle sudah menu wajib untuk dijadikan buah tangan. Kualitas makanan, cita rasa, cara penyajian, kemasan, inovasi, tampilan hingga daya tahan makanan sangat cocok untuk dijadikan oleh-oleh,” ucap Eshty yang diamini Hariyanto.

Sementara itu, CEO Malang Strudle Donny Kris bersama Teuku Wisnu yang jadi pencetus Malang Strudel. Merupakan pionir oleh-oleh kekinian dengan mengangkat selebritis sebagai endorser. Memang, strudel bukanlah makanan khas Indonesia.

Strudel merupakan kue sejenis pastry yang berasal dari Austria, Jerman. Sekilas tentang strudel, ini merupakan salah satu makanan penutup (dessert) yang paling umum dikonsumsi oleh masyarakat Jerman. Mereka seringkall menyebutnya dengan nama Apfelstrudel atau Apple Strudel.

“Ide pembuatan strudel ini pertama kali muncul saat Shireen dan Wisnu berjalan-jalan ke Eropa. Saat itu, keduanya menyukai strudel dan akhirnya mereka membawa makanan ini sebagai oleh-oleh untuk keluarga di Indonesia, Tak lama kemudian, Wisnu sering mengunjungi Malang dan terlintas bahwa mungkin akan menarik jika membuat strudel khas Malang,” ujar Donny.

Lebih lanjut Donny menjelaskan, strudel khas Wisnu ini dengan tujuh varian rasa. Mulai dari apel, keju, coklat pisang, strawberry, nanas, jeruk, dan mix fruit. Harganya juga cukup terjangkau. Satu kotak strudel ini dibandrol dengan harga Rp 45.000. Uniknya lagi, strudel ini hanya bisa kamu temukan di Malang. Jadi, tak heran jika strudel ini diberi nama Malang Strudel.

“Sejak dibuka 20 Desember 2014 lalu, banyak komentar positif tentang rasa lezat Malang Strudel ini. Banyak pula pesanan dari luar kota, namun mohon maaf Malang Strudel hanya bisa dibeli di kota Malang, agar kue ini juga bisa menjadi “khas” kota Malang yang tidak dijual di kota lainnya. Ayo wisata ke Malang dan jangan lupa mampir di gerai kami ya,” ucapnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang mengawali Co Branding dengan Wonderful Indonesia. “Saya senang, banyak kawan-kawan pengusaha yang siap dengan program promosi bersama Co Branding ini. Semakin kuat spirit Indonesia Incorporated,” jelas Arief Yahya.

Sejauh ini 20 brand sudah siap melakukan MoU. Semuanya terbagi dalam dua kategori mitra food dan non food. Brand-brand tersebut antara lain JJ Royal,Martha Tilaar, Polygon, Sahid Group, Tiket.com, Alleira Batik dan Gaia, Sunpride, Sarinah, Rumah Zakat, Sido Muncul, Sekar Group, Krisna Oleh-oleh, Secret Garden , Achilles, Sababay Wine, Bon Gout, Batik Trusmi, Dapur Solo, Malang Strudle dan Garuda Food.

“Pada MoU nanti akan disaksikan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, dan para perwakilan brand seperti Teuku Wisnu, Martha Tilaar, Gusti Ngurah Anom, Hardianto Atmadja, Dian Sastrowardoyo founder freamtrip dan masih banyak lagi,” ujarnya.(*)

 

Tak Mau Ketinggalan, PT Sido Muncul Juga Co Branding bersama Wonderful Indonesia

0

Siapa yang tak kenal dengan jamu Sido Muncul? Industri rumahan itu kini telah mampu merambah pasar internasional. Dan sekarang, Sido Muncul bersama 20 brand terkemuka lainnya, kembali berkolaborasi co-branding bersama Wonderful Indonesia.

Soal brand, Sido Muncul terlihat sama okenya dengan Wonderful Indonesia. Salah satu produk andalannya, Tolak Angin, sudah ada di mana-mana. Dari mulai Hong Kong, Australia, Belanda, bahkan Amerika Serikat, semua sudah disentuh Sido Muncul.

Penjualan ekspor Tolak Angin bahkan memberi kontribusi 5 persen terhadap total penjualan. Sido Muncul pun berhasil mengangkat citra jamu yang notabene-nya adalah barang konsumsi masyarakat menengah ke bawah menjadi produk yang disukai kaum menengah ke atas. Popularitasnya tak kalah dari Wonderful Indonesia yanbg ada di rangking 47 dunia.

“Jamu adalah kekayaan budaya, warisan leluhur yang sudah turun-temurun. Kami mengemasnya dengan sentuhan teknologi modern dan memasarkan ke seluruh dunia. Ternyata, jamu Indonesia juga bisa dijadikan alat promosi pariwisata ke mancanegara, sebagaimana Thailand menggunakan Thai Food nya untuk memperkuat pariwisatanya,” kata Presiden Direktur PT Sido Muncul, Irwan Hidayat, Rabu (9/8).

Karena dikemas secara kreatif dengan standar global, Sido Muncul pun langsung tune in ke pasar dunia. Di tahun 2000, penghargaan pertama diraih Sido Muncul yang menerima dua sertifikat sebagai pembuat brand pembuat jamu dan obat tradisional terbaik yakni CPOTB dan CPOB.

Penghargaan tersebut juga menjadikan Sido Muncul satu-satunya brand jamu berstandar farmasi. Penghargaan lain yang berhasil diraih oleh Sido Muncul adalah Top Brand Award, Kehati Award, dan Bung Hatta Award. Ada juga Merek Dagang Unggulan Indonesia, Pelaku Bisnis Peduli Lingkungan dari Departemen Tenaga Kerja Indonesia, dan masih banyak lagi.

Tak puas berjaya di dalam negeri, Sido Muncul pun semakin mengembangkan sayapnya dengan merambah pasar ekspor ke negara-negara maju seperi Asia, Eropa, dan Australia. Hasilnya? Predikat terbaik Perusahaan Terbuka (Tbk) Indonesia 2016 versi Majalah Economic Review dan IPMI mampu diraihnya.

Belakangan, Sido Muncul tidak hanya berbisnis di industri jamu. Mereka juga telah mengembangkan sayap ke bisnis wisata, kuliner dan hotel. Sebut saja museum jamu, restauran Mang Engking dan Koena Koeni. Disusul Hotel Tentrem yang sempat diinapi Presiden ke-44 Amerika Serikat Barack Obama, beberapa waktu lalu.

Kiprah Sido Muncul itu rupanya ikut dilirik Kementerian Pariwisata. Tawaran berkolabarorasi bersama Wonderful Indonesia pun langsung diberikan Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti. Selain sudah mendunia, produsen jamu Tolak Angin, Tolak Linu, Kuku Bima Ener-G dan semua produk minuman tradisional bernuansa herbal itu dinilai sangat konsisten dalam mendukung pariwisata Indonesia.

“Sudah berkali-kali Pak Irwan Hidayat mendukung pariwisata Indonesia melalui iklan-iklan produknya. Sambil beriklan, mereka menampilkan keindahan tanah air Indonesia. Karenanya ssaya ucapkan terima kasih kepada Pak Irwan Hidayat selaku Presiden Direktur PT Sido Muncul,” ucap Esthy yang didampingi Plt Asdep Strategi Pemasaran Pariwisata Nusantara Hariyanto di Jakarta, Rabu (9/8).

Esthy menjelaskan, Sido Muncul sangat kreatif untuk menjual produknya hingga luar negeri. Apalagi itu dilakukan dengan selalu menampilkan kreasi baru dan dibungkus dengan ide-ide segar yang makin mengena di hati.

“Karena itu konsistensi PT Sido Muncul setiap tahun itu pantas diapresiasi positif. Apalagi tahun ini adalah kali pertama ada inisiatif menempel branding Pesona Indonesia dan Wonderful Indonesia,” kata Esthy yang diamini Hariyanto.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi kolaborasi dengan PT Sido Muncul itu. Baginya, co-branding sangat penting dilakukan untuk memperluas jangkauan target pasar dan mengerek ekuitas dari brand yang bergabung.

“Sido Muncul audah sejak lama menggunakan destinasi pariwisata untuk membuat materi iklan, sekaligus mempromosikan wisata. Maka co branding ini akan semakin menguatkan kedua brand,” katanya.

Di sini akan‭ ‬terjadi‭ sharing‬ resources‭ antar dua‭ ‬‬brand‭ yang ber-‬cobranding‭.‭ ‬ ‬”Contohnya Intel. Saat Intel dan HP ber-‭cobranding‬, maka promosi yang mereka jalankan di TV, print‭, atau digital akan ditanggung bersama sehingga lebih efisien,” ucap menteri asal Banyuwangi itu. (*)

 

Sababay Bali Ikut Kolaborasi Promosikan Wonderful Indonesia ke Dunia

0
ilustrasi

Sababay Wine berkolaborasi dengan Kemenpar.

Ini merupakan produk wine asli Bali. Dan Sababay memberikan alternatif bagi konsumen baru yang sedang mencari anggur twist-top yang rasanya enak, manis, dengan kandungan alkohol rendah. Sangat pas bila dinikmati dengan bersama cita rasa pedas kuliner khas Indonesia.

“Sababay Wine merupakan produk Indonesia yang dibuat dengan bahan dan proses pembuatan khas Indonesia. Produk-produknya juga sudah menembus pasar nasional dan internasional. Sangat tepat jika Wonderful Indonesia bisa disandingkan di setiap pruduknya,” ujar Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Esthy Reko Astuti yang didampingi Plt Asdep Strategi Pemasaran Pariwisata Nusantara Hariyanto di Jakarta, Rabu (9/8).

Esthy menjelaskan, bila co-branding dilakukan dua brand yang sudah kuat, maka leverage effect-nya akan sangat luar biasa. Kekuatan dua brand tersebut bakal lebih powerful lagi. “Nantinya akan sama-sama menguntungkan antara brand Wonderful Indonesia dan para pengusaha atau brand-brand tersebut,” ucap Esthy yang diamini Hariyanto.

Ucapan wanita berkerudung itu memang sangat masuk akal. Saat ini, brand Wonderful Indonesia ada di posisi 47 dunia. Rangkingnya sudah jauh di atas Thailand di posisi 83 dan Malaysia di urutan 97. Dan kebetulan, prestasi Sababay Wine juga lumayan oke. Pada 2015, keenam varian Sababay Wine telah mendapatkan penghargaan internasional, gold, silver, dan double gold. Bahkan, pada 2016 silam, Sababay Moscato d’Bali sukses mengalahkan Moscato Rosa Jacobs Crips yang sangat terkenal dari Australia.

“Itu sebabnya kami sangat antusias. Saat ini Sababay Wine telah tersedia di berbagai jaringan ritel modern, hotel, restoran, dan kafe, di Jakarta dan Bali. Belakangan, Sababay juga masuk ke Medan dan Lombok. Selanjutnya, Sababay akan masuk Yogyakarta, saat ini baru tahap membuka sub-sub distributor,” ucap CEO Sababay Industry Evy Gozali.

Evy memaparkan, merk Sababay Wine merupakan terjemahan Bahasa Inggris dari kawasan Teluk Saba, di Gianyar, Bali. Di sana merupakan tempat winery Sababa Industry yang berdiri sejak 2010 silam. Melalui Sababay Wine, Sababay Industry bertekad memperkenalkan wine asli Bali yang berasal dari buah anggur Alphonse lavalle, anggur merah lokal, dan Moscato, anggur hijau lokal.

“Hingga saat ini, Sababay mampu memproduksi 500 ribu botol wine asli Bali setiap bulannya yang dijual dengan harga Rp 200 ribu- Rp 300 ribu per botolnya. Kami membesut merek Sababay Wine, wine lokal asli Bali dengan varian wine di antaranya Pink Blossom, Ludisia, Moscato d’Bali, dan Reserve Red,” tambahnya.

Penyatuan kekuatan ini membuat Menteri Pariwisata Arief Yahya happy. Baginya, co-branding sangat penting dilakukan untuk memperluas jangkauan target pasar dan mengerek ekuitas dari brand yang bergabung. Garuda Indonesia yang melakukan co-branding dengan Citibank misalnya.

Dua-duanya jadi makin leluasa memperluas pasar dengan saling memanfaatkan customer base masing-masing. Garuda Indonesia bisa memanfaatkan customer base-nya Citibank, begitu pula sebaliknya.

“Garuda Indonesia terangkat menjadi ‘local champion yang mengglobal’. Sementara brand Citibank pun terangkat menjadi ‘global champion yang melokal’. Hasilnya adalah win-win partnership yang menghasilkan entitas gabungan yang jauh lebih powerful,” ucap Arief.

Selain Sababay Wine, rencananya ada 20 brand yang akan melakukan MoU bersama Kemenpar. Semuanya terbagi dalam dua kategori mitra food dan non food. Brand-brand tersebut antara lain Achilles, Garuda Food, Plygon, Sahid Group, Tiket.com, Alleira Batik & Gaia, Sunpride, Sarinah, Sekar Group, Krisna Oleh-oleh, Secrect Garden, Martha Tilaar, Malang Strudle, JJ Royal, Dapur Solo, Rumah Zakat dan Batik Trusmi. (*)