Kondisi jalan di kelurahan Sawang Kecamatan Kundur Barat rusak parah. Foto : dok batampos.
batampos.co.id – Sejumlah akses jalan di Pulau Kundur sudah rusak, dan belum dilakukan perbaikan. Lambannya perubahan status jalan provinsi ke kabupaten menjadi kendala bagi pemerintah kabupaten untuk mengambil tindakan perbaikan.
Bupati Karimun Aunur Rafiq mengaku sudah mengajukan persetujuan ke provinsi agar sebagian jalan diserahkan ke Pemerintah Karimun. Sehingga pemerintah kabupaten bisa segera melakukan perbaikan dengan mengalokasikan anggaran daerah.
Kendala selama ini, Pemerintah Kabupaten Karimun tidak dapat melakukan perbaikan jalan di Pulau Kundur, karena status jalan masih milik provinsi. Sehingga untuk memperbaiki jalan tersebut masih wewenang Provinsi Kepri.
“Saya sudah ajukan seperti jalan Simpang Urung Kecamatan Kundur menuju jalan Selat Belia kecamatan Kundur Barat itu merupakan jalan Provinsi Kepri. Kita minta persetujuan gubernur agar jalan tersebut dijadikan jalan kabupaten sehingga APBD boleh masuk. Kalau tidak disetujui, maka jalan itu tetap milik provinsi, dan kewajiban Provinsi Kepri untuk membangun atau memperbaikinya,” tegas Rafiq, Senin (7/8) lalu.
Untuk status jalan kabupaten, terang Rafiq, sudah dilakukan pemeliharaan. Termasuk dialokasikan pemeliharan, sekaligus perbaikan jalan pada APBD 2017.
Pantauan di lapangan, kondisi jalan penguhubung tiga kecamatan Kundur-Kundur Barat, Kundur-Kundur Utara kondisinya rusak berat. Bahkan sebagian jalan sudah cukup menghawatirkan. Diharapkan masalah ini menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Kepri. (ims)
batampos.co.id – Gubernur Kepri melalui surat keputusan Nomor 385 Tahun 2017 telah menetapkan harga jual per ton berbagai jenis batu granit, baik untuk penjualan ke luar negeri, lokal atau dalam daerah dan antar pulau. Namun, dua bulan kemudian, yakni Juni Gubernur Kepri kembali mengeluarkan keputusan baru nomor 595 Tahun 2017 terkait harga jual batu granit.
”Kalau dilihat dari keputusan gubernur pada Maret dengan Juni terdapat perbedaan harga jual batu granit ke luar negeri atau ekspor. Sebagai contoh, untuk ukuran batu granit 1/4 pada Maret lalu ditetapkan dengan harga Rp 142.500 per ton. Sedangkan, pada keputusan yang terbaru Juni lalu harganya menjadi Rp 85 ribu per ton. Artinya, terdapat penurunan harga jual untuk jenis tersebut sebesar Rp 57.500,” ujar Bupati Karimun, Aunur Rafiq.
Termasuk juga, kata Bupati, untuk jenis batu granit lain. Sepetrti ukuran 1/4 sampai dengan 3/4 sebelumnya Rp 171 ribu sekarang menjadi Rp 110 ribu. Kemudian, untuk ukuran 3/4 sampaui dengan 4 harga per ton Rp 171 ribu dan sekarang Rp 115 ribu. Kemudian, ukuran 1/16 sampai dengan 2 harga lama per ton sebesar Rp 142.500 sekarang menjadi Rp 110 ribu. Ukuran 4 sampai dengan 50 dan ukuran lebih dari 5 harga sebelumnya Rp171 ribu. Dan, sesuai harga yang terbaru menjadi Rp 125 ribu per ton.
”Jika harga jual batu granit untuk ekspor mengalami penurunan, tapi untuk harga jual lokal dan antar pulau mengalami kenaikan. Sebelumnya harga jual batu granit untuk lokal atau dalam wilayah Kabupaten Karimun itu per ton Rp50 ribu, sekarang menjadi Rp 70 ribu. Kemudian, untuk harga jual antar pulau sebelumnya Rp 60 ribu menjadi Rp 80 ribu. Artinya, mengalami kenaikan Rp20 ribu,” paparnya,.
Disinggung tentang tentang pencapaian PAD terkait dengan harga granit yang diturunkan, Bupati menyatakan, meski terdapat penurunan harga ekspor tapi tidak sampai memberikan dampak yang siginifikan terhadap PAD.
”Saat ini, pencapaian PAD dari sektor batu granit sebesar 54 persen dari target sebesar Rp242 miliar. Memang, untuk ekspor masih stabil, sehingga tidak menutup kemungkinan target PAD dari sektro granit ini bisa tercapai pada tahun ini. Sebagai contoh, pada tahun lalu di bulan yang sama, memang baru separoh tercapai. Tapi, mendekati aklhir tahun bisa terealisasi,” ungkapnya. (san)
Sejumlah anggota TNI sibuk mempersiapkan Latgultor TNI 2017 di Bandara Matak Base yang akan didarati oleh pesawat yang mengangkut Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo. F.Syahid/Batam Pos.
batampos.co.id – TNI akan melaksanakan latihan penanggulangan teroris (Latgultor) 2017 di Kecamatan Jemaja selama dua hari berturut-turut mulai hari Rabu (9/8) hingga Kamis (10/8). Latihan ini rencananya akan dihadiri langsung oleh Panglima TNI. Rombongan panglima TNI dijadwalkan akan tiba pada hari ini Rabu (9/8) sekitar pukul 13.00 wib menggunakan pesawat CN295 TNI-AU.
Adapun persiapan latihan tersebut sudah dilakukan sejak satu minggu sebelumnya yakni pada hari Rabu 2 Agustus 2017. “Kita sudah melakukan briefing kordinasi persiapan dalam rangka Latgultor TNI 2017 di ruang tunggu VIP bandara Matak Base dilanjutkan dengan penyambutan tim aju Kosatgas Gultor TNI,” ungkap komandan lanal Tarempa Letkol Laut Johan Wahyudi melalui pres releasenya.
Penyambutan panglima TNI melibatkan sejumlah pihak mulai dari Danlanal TRP, Letkol Laut (P) Johan Wahyudi, Danlanudal Matak, Mayor Laut (P) Simandjuntak. Pabung kodim 0318 Natuna, Mayor Kav Harioko. Danramil Tarempa, Kapten Inf Soewarno. Danramil Matak, Kapten inf Soepriyatno. Pasintel Lanal TRP. Pasops Lanal TRP. Manager Matakbase. Chief Security matakbase.
Pada pukul 10.40 tim Kosatgas tiba di bandara Matak base menggunakan pesawat udara CN295 TNI AU dengan penumpang jumlah sebanyak 40 personil. “Mereka diterima pada pukul 10.40 WIB, diterima di ruang VIP Matak dan disampaikan situasi terakhir daerah latihan oleh Danlanal Tarempa,” terang Letkol Johan.
Secara umum Lanal Tarempa bersama jajaran TNI lainnya di Kepulauan Anambas siap mendukung Latgultor TNI 2017 serta kedatangan Pang TNI. Selama pelaksanaan kegiatan berjalan dengan aman dan lancar tidak ada kerugian personil dan material.
Dirinya berharap agar latihan ini dapat memberikan dampak yang positif bagi masyarakat Tarempa dan kepulauan Anambas karena kita berada di batas terluar NKRI. “Mari kita dukung latihan ini dengan baik dan maksimal. Inilah bentuk perhatian Panglima TNI kepada kita,” kata Letkol Johan. (sya)
batampos.co.id – Wakil Bupati Kepulauan Anambas Wan Zuhendra menjelaskan jika Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) turut serta membangun sistem air bersih di daerah Anambas.
Saat ini tim kementerian PUPR sedang meninjau beberapa lokasi yang akan menjadi tempat pembangunan air bersih. “Tahun ini Anambas ada lima desa yang mendapatkan bantuan pemerintah pusat dengan sistem dana sharing dengan pemerintah daerah,” ungkapnya, Selasa (8/8).
Anambas masuk dalam Rencana Aksi Daerah Air Minum Penyelamatan Lingkungan (RAD AMPL). Wan juga mengatakan, beberapa desa yang akan disurvei salahsatunya desa Pesisir Timur. Desa tersebut akan dinilai sebelum dibangun sistem air minum karena harus ada sumber mata air. Namun mereka juga akan menilai desa yang layak dijadikan sebagai contoh untuk pengadaan air minum yang masuk dalam program embung desa.
“Mereka terlebih dahulu akan menilai desa yang layak dijadikan sebagai contoh. Kalau desanya ada sumber air maka akan dibangun sistem pengadaan air bersih untuk masyarakat,” katanya.
Sementara staff Bappeda, Adiguna mengatakan, adapun program pembangunan air minum untuk desa masuk dalam dana sharing. Dimana tahun ini empat dibangun memggunakan APBN dan satu dibangun oleh pemerintah daerah.
“Program pembangunan air minum ini menggunakan dana sharing. Untuk tahun ini ada Rp 1 miliar anggaran untuk pembangunan air minum didesa. Nanti sistemnya mirip seperti PNPM karena bisa dilaksanakan dengan swakola masyarakat desa,” ujarnya.
Saat ini ada enam orang dari kementerian yang akan mensurvei lokasi desa. Bagi desa yang layak mendapatkan program ini langsung dibangun sistem pengadaan air bersih untuk masyarakat desa. Bahkan pemerintah pusat maupun daerah akan bekerjasama untuk pengadaan air bersih dipulau-pulau.
“Kita berharap masyarakat desa turut mendukung program ini agar berjalan dengan baik. Karena kebutuhan air ini sangat penting dan harus menjaga lingkungan agar air tetap ada,” ujarnya. (sya)
Ruang tunggu pembuatan kartu pencaker AK-1 di Disnaker tampak sepi. Biasanya ruang tunggu tersebut selalu dipenuhi warga yang hendak membuat kartu pencaker AK-1 untuk persyaratan mencari kerja. F. Tri Haryono/Batam Pos..
batampos.co.id – Dampak lesunya pertumbuhan ekonomi di Kepri, juga berdampak di Kabupaten Karimun dengan menurunnya pembuatan kartu pencari kerja (AK-1) di Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian dalam semester pertama tahun 2017. Hal ini disampaikan Kabid Penempatan dan Perluasan Kerja Ikhsan.
“Baru 427 calon pencari kerja yang membuat kartu AK-1 disini,” ungkap Ikhsan, Selasa (8/8) kemarin.
Namun demikian, katanya lagi pada bulan Juli lalu terjadi peningkatan dua kali lipat dikarenakan adanya penerimaan CPNS di kementerian hukum dan ham yang harus membuat kartu AK-1 sebagai persyaratan. Sedangkan, setiap bulannya tidak mencapai 100 orang yang membuat kartu AK-1. Dimana dalam pembuatan AK-1 tidak dipungut biaya.
“Anda tahu sendiri, tidak di Karimun saja pertumbuhan ekonomi sepi. Industri galangan kapal yang ada di kawasan FTZ saja sudah terjadi pengurangan tenaga kerja,” terangnya.
Sementara untuk penyerapan tenaga kerja terjadi paling terbanyak berada di industri galangan kapal yang mencapai ribuan tenaga kerja. Sedangkan, perusahaan yang masih beroperasi hingga sekarang didominasi oleh jasa konstruksi, granit, perhotelan dan galangan kapal.
“Kalau perusahaan masih tetap beroperasi di Karimun, namun buat tenaga kerja dikurangi. Mudah-mudahan disemester kedua ini ada penyerapan tenaga kerja dari berbagai sektor,” harapnya. (tri)
batampos.co.id – Dalam rapat kerja Tim Pengendalian Inflasi Daerah TPID yang dipimpin Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah, Selasa (8/8), para pemasok bahan pokok juga menyampaikan harapannya untuk mempermudah akses. Melalui kebijakan dan juga transportasi.
Jika kedua kemudahan ini dapat ditawarkan, hampir dapat dipastikan pasokan kebutuhan pokok ke Tanjungpinang tak lagi terkendala. Selain itu juga mampu menekan harga penjualan.
Di lain sisi, Lis juga sependapat, Ia juga mengupayakan adanya kebijakan khusus untuk wilayah Tanjungpinang yang dekat dengan negara tetangga.
“Masyarakat belum merasakan manfaat dari wilayah perbatasan ini. Dan seharusnya, kebijakan pun memang dikhususkan,” papar Lis.
Harapannya, lanjut dia, tak lain menjaga kebutuhan pokok masyarakat. Dikarenakan berada jauh dari kota pemasok di dalam negeri, dapat mengakibatkan kelangkaan dan harga yang melambung jika pasokan terganggu pemasokannya.
“Lambat sampai saja pengaruhnya bisa besar di kita,” sambung Lis.
Lis memastikan akan kembali menyurati Presiden, guna meminta kebijakan khusus berkenaan dengan kebutuhan barang pokok di Tanjungpinang. “Jadi masyarakat bisa lebih mudah,” tutup dia. (aya)
batampos.co.id – Menghindari kosongnya pasokan bahan makanan pokok di Tanjungpinang, pemerintah kota mengundang distributor garam dan bawang dalam rapat kerja Tim Pengendalian Inflasi Daerah TPID, Selasa (8/8) kemarin.
Dalam pertemuan tersebut, dilakukan koordinasi mengenai pasokan kedua bahan pokok tersebut. Berhubung ketersediaan barang sempat mengalami kelangkaan yang menyebabkan melambungnya harga garam. Sementara bawang, dapat dipastikan aman pasokannya hanya sampai dua minggu ke depan.
“Untuk garam, saat ini sudah tersedia 40 ton di gudang. Sementara dalam waktu dekat beberapa ton garam juga akan tiba dari Surabaya,” tutur Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmasyah.
Sementara itu, Darno memastikan, pasokan garam untuk wilayah Tanjungpinang saat ini melebihi kecukupan yang ada. Untuk sebulannya, pasokan garam yang terjual di pasaran Tanjungpinang mencapai 23 sampai dengan 25 ton.
“Kalau pasokannya melebihi kecukupan, kami pun berharap harga bisa ikut turun,” tutur Darno pada kesempatan yang sama. (aya)
Petugas Dinas Pertanian Kabupaten Bintan memeriksa kesehatan sapi di kandang yang ada di Bintan, baru-baru ini. F. Slamet/Batam Pos.
batampos.co.id – Dinas Peternakan Bintan mengambil sampel darah sekitar 100 ekor sapi dari 300 ekor sapi dan dibawa ke laboratorium peternakan di Bukit Tinggi. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus jembrana yang banyak menjangkiti sapi bali.
“Di peternak kita banyak sapi bali yang didatangkan dari Riau dan Jambi. Virus jembrana di sana beberapa bulan yang lalu sudah outbreak,” kata Kasi Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Bintan, Iwan Berri Prima, Selasa (8/8).
Sebenarnya ada beberapa virus yang harus diantisipasi yakni virus antraks dan virus gibram yang menyerang usus sapi. Disebutkanya, untuk sapi yang terjangkit virus antrak belum ditemukan di Bintan.
Begitu juga virus gibram yang gejala awal sapi akan mengeluarkan keringat berdarah hingga mengakibatkan kematian. “Kalau yang jembrana memasuki titik kritis di daerah lain, makanya harus diperiksa. Tapi sejauh ini belum ditemukan kasus sapi mati akibat terjangkit virus jembrana di Bintan,” tuturnya.
Maka itu Iwan mengingatkan agar pengusaha yang mendatangkan hewan kurban tidak melalui jalur ilegal. Sapi yang didatangkan dari luar daerah harus dikarantina dan masuk melalui pelabuhan yang dijaga petugas karantina.
“Pelabuhan Sripayung Tanjungpinang, Pelabuhan ASDP Tanjunguban dan Lagoi, itu ada petugasnya,” sebutnya.
Iwan juga mengatakan seminggu sebelum Hari Raya, pihaknya akan memeriksa sapi kurban untuk diberi label sehat dan layak. Sehingga masyarakat yang berkurban tidak tertipu membeli sapi kurban. Karena di tahun lalu ditemukan kasus sapi betina dan ada kasus sapi yang belum cukup umur disembelih. Padahal di undang-undang nomor 41 tahun 2014 tentang peternakan mengatur larangan menyembelih hewan sapi betani dan belum cukup umur.
“Alasannya, sapi betina itu produktif, sedangkan sapi yang bisa disembelih jika usianya sudah di atas 2 tahun. Kalau dilanggar, ada sanksi pidananya,” jelasnya.
Kepada petugas penyembelih hewan kurban, Iwan juga mengingatkan agar tidak menggunakan kantong plastik warna hitam. Karena mengandung racun dan bisa mengakibatkan kanker. “Ini terus kami imbau, tapi banyak petugas yang tidak tahu akhirnya masih saja ditemukan kasus ini,” tukasnya.
Untuk diketahui, hingga Juli lalu ketersediaan hewan kurban di Bintan sekitar 347 ekor. “Data kebutuhan hewan kurban biasanya di Kemenag,” tukasnya.
Kakanmenag Bintan, Erizal Abdullah mengatakan, tahun lalu realitas sapi yang disembelih sekitar 194, sedangkan kambing 90 ekor. Tahun ini jumlah hewan yang dikurbankan tidak jauh berbeda, atau diprediksi sekitar 200 ekor.
Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk sering berkurban karena bisa menghapuskan sifat-sifat yang tidak baik pada diri manusia. “Jangan sekali saja, harus berkali kali,” imbuhnya. Disinggung soal larangan menyembelih hewan betina, ia mengatakan di Islam tak mengatur demikian. ” Tidak apa-apa,” katanya.
Sementara itu, Kadis Pertanian Bintan Supriyono mengatakan, sapi yang didatangkan ke Bintan sudah diperiksa petugas karantina di pelabuhan Tanjungpinang. Karena itu, pihaknya menjamin sapi yang masuk Bintan sehat. “Kalau di masing-masing kecamatan biasanya sapi yang diternak dan dikembangkan sendiri oleh peternak,” tukasnya. (cr21)