Kamis, 30 April 2026
Beranda blog Halaman 13178

Dua Jambret Dibekuk

0
KASAT Reskrim, AKP Dwihatmoko Wiroseno (kiri) didampingi Iptu Binsar sedang menunjukkan dua tersangka jambret dan barang bukti. F. Sandi/Batam Pos

batampos.co.id – Tim Buser Satreskrim Polres Karimun menangkap dua pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) atau jambret yang sudah meresahkan warga, khususnya perempuan yang menjadi sasaran korbannya.

“Hasil penyelidikan yang kita lakukan, akhirnya mengetahui penjambret yang selama ini meresahkan warga Tanjungbalai Karimun. Pada hari Kamis (3/8) dipimpin Ipda Azakua selaku Kanit Buser langsung turun menangkap satu penjambret yakni Saipul alias Adi yang tinggal di Komplek Taman Mutiara Karimun (TMK),” ujar Kapolres Karimun, AKBP Agus Fajaruddin melalui Kasatreskrimnya, AKP Dwihatmoko Wiroseno, Jumat (4/8).

Saat digerebek tim buser, Saipul ada di dalam rumahnya. Setelah itu tim langsung menangkapnya. Kepala penyidik, Saipul mengaku tak sendirian saat menjambret di kawasan Sei Ayam Tebing pekan lalu. Ia bersama satu rekannya yang bernama Jang. Dari pengakuan Saipul, tim buser langsung meluncur ke rumah Jang di Bukit Tembak.

“Penangkapan Saipul dan Jang dilakukan tanpa ada perlawanan. Hasil pemeriksaan sementara, kedua tersangka telah melakukan tujuh kali jambret dalam beberapa pekan terakhir. Korbang yang membuat laporan hanya empat orang. Total kerugian dari laporan keempat korban jambret ini Rp 9 juta dan beberapa unit ponsel,” terang AKP Dwihatmoko.

Dari penangkapan kedua pelaku jambret ini, polisi juga menyita satu unit sepeda motor yang digunakan dalam beraksi.

Disinggung otak pelaku jambret, AKP Dwihatmoko menyebutkan bahwa otak penjambretnya adalah Saipul. Tiap beraksi ia selalu mengajak rekannya yang tak hanya Jang, tapi berganti-ganti.

“Masih ada dua rekan Saipul yang juga ikut menjambret yakni berinisial E dan P. Keduanya saat ini masih dalam pengejaran. Selain itu, masih ada dua unit sepeda motor yang juga sedang kita cari, karena ikut digunakan untuk aksi kejahatan,” kata Dwihatmoko.

Kepada penyidik, Saipul beralibi kalau aksi menjambret yang ia lakukan untuk mencari biaya berobat istrinya.

“Saat pertama menjambret, saya dapat Rp 200 ribu saja, itupun saya bagi dua dengan rekan saya. Uang segitu tak cukup untuk membiayai persalinan istri saya. Makanya saya kembali menjambret biar dapat tambahan uang untuk persalinan lagi,” ujar Saipul. (san)

Mantan Anggota Polri Ditangkap TNI AD

0
Empat orang diduga pesta narkoba yang diamankan Kodim 0315 Bintan, Jumat (4/8). F. Yusnadi/Batam Pos.

batampos.co.id – Jajaran Kodim 0315 Bintan, menggrebek sebuah rumah di Jalan Rawasari, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Jumat (4/8) sekitar pukul 15.00 WIB. Penggerebekan dilakukan karena diduga sering terjadi transaksi narkoba. Saat penggrebekan, para tersangka sedang pesta narkoba.

Dari penggrebekan tersebut, TNI mengamankan sebanyak empat orang. Adapun identitas keempat orang tersebut yakni AJ, pecatan Polri, RJ, 25, MPR, warga Kilometer 17 Kijang dan NH, warga Kolong enam Kijang.

Komandan Korem 033 Wira Pratama (WP) Brigjen TNI Fachri, mengatakan Penggrebekan tersebut dilakukan jajarannya berdasarkan informasi dari masyarakat yang memberitahu bahwa adanya rumah yang sering menjadi transaksi narkoba.

“Mendapat informasi, anggota langsung melakukan penyelidikan untuk memastikan kebenaran hal tersebut,” ujar Fachri, saat ekspose di Mako Kodim 0315 Bintan, sore kemarin, didampingi Komandan Kodim 0315 Bintan Letkol Inf Ari Suseno.

Dikatakan Fachri, setelah memastikan informasi yang didapat tersebut. Jajarannya pun langsung melakukan penggrebekan dan berhasil mengamankan keempat orang tersebut.

“Dari tangan mereka, di sita sejumlah barang bukti, diantaranya sabu 8,95 gram, 9 butir ekstasi, alat hisap sabu, timbangan digital, satu buah pistol Shoftgun, satu buah pistol asli FS 9607, senjata SS1 (Softgun), satu buah ikat pinggang TNI, satu buah tan ransel TNI, baju PDU, tujuh bilah pisau dan pedang dan beberapa barang bukti lainnya,” kata Fachri.

Saat digerebek, sambung Fachri, keempat orang tersebut sedang menggelar pesta narkoba. Mereka pun langsung dibawa ke Mako Kodim untuk diamankan guna pengembangan lebih lanjut.

“Ini nanti kami juga berkoordinasi dengan pihak Kepolisian untuk pengembangan lebih lanjut,” ucapnya.

Sementara saat ditanya, siapa pemilik senpi yang diamankan saat penggrebekan. Fachri menjelaskan pihaknya masih mendalami hal tersebut. Sebab, keempat orang tersebut belum dilakukan pemeriksaan pasca penggrebekan.

“Belum tau siapa punya senpi itu. Soalnya menurut pengakuan pelaku pemilik senpi ini berhasil kabur saat penggrebekan. Sedangkan bandar narkoba nya yakni NH,” sebutnya.

Terpisah, Komandan Pangkalan Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) Raja Haji Fisabilillah, Kolonel Pnb Wahyu Anggono, yang dikonfirmasi terkait ditemukannya seragam TNI AU di lokasi penggrebekan, membenarkan. Namun, pihaknya belum mengetahui siapa pemilik seragam tersebut.

“Benar adanya penggrebekan itu, tetapi tidak ada oknum Anggota TNI AU. Tetapi setelah dilakukan investigasi, hanya ditemukan Seragam TNI AU yang belum diketahui siapa pemiliknya,” ucapnya singkat.(ias)

Pertamina Berharap Pelaku Pencurian BBM Dihukum Berat

0

batampos.co.id – Penyidik di Polres Bintan melimpahkan enam pencuri bahan bakar minyak (BBM) ke Kejaksaan Negeri Tanjungpinang, Jumat (4/8). Dilimpahkannya enam pelaku, Pertamina berharap pelaku diganjar hukuman berat.

Enam pencuri ditangkap saat memindahkan ratusan ton solar dari tangki ke kapal MT Trust Honor di Terminal I BBM Pertamina di Tanjunguban, 5 Juni 2017 lalu.

Kasatreskrim Polres Bintan AKP Adi Kuasa Tarigan kepada Batam Pos membenarkan, proses penyelidikan pencurian bahan bakar minyak di lingkungan Pertamina Tanjunguban telah rampung.

Para pelaku telah dilimpahkan ke pihak kejaksaan usai berkasnya dinyatakan lengkap atau P21. Selanjutnya, para pelaku akan mengikuti persidangan kasus pencurian bahan bakar minyak yang dilakukan di lingkungan Pertamina.

Kepala Pertamina Tanjunguban, Yardinal menyampaikan, sejak awal pihak Pertamina menyerahkan sepenuhnya kasus ini ke pihak kepolisian. Dan para pelaku agar dihukum sesuai aturan yang berlaku. Apakah ganjaran yang pantas diberikan kepada para pelaku adalah hukuman berat? “Ya,” jawabnya.

Sebagaimana diketahui kasus ini dilaporkan pihak Pertamina setelah melihat aksi para
pelaku tertangkap kamera. Berkat koordinasi pihak kepolisian, akhirnya para pelaku diamankan di Mapolsek Bintan Utara. Dari kelima pelaku, terdapat seorang awak kapal dan seorang pekerja Surveyor Indonesia dan 4 orang pekerja outsourching Pertamina. (cr21)

Ryan Thamrin dalam Kenangan Temannya di Tanjungpinang

0
Rumah masa kecil Ryan Thamrin. F. Yusnadi

batampos.co.id – Dokter tampan berperawakan tinggi besar, dikenal dari program TV Dr Oz Indonesia, telah pamit dari layar kaca sejak tahun lalu. Namun kepergiannya kali ini, memberikan duka bagi banyak kalangan. Termasuk warga Kota Tanjungpinang.

Kami keluarga besar Alumni SMPN 4 Tanjungpinang angkatan 92 turut berduka cita yg sedalam-dalamnya atas meninggalnya sahabat kami tercinta Dr Ryan Thamrin
Innalillahi Wa innalillahi Roji’un…

Bunyi salah satu kalimat duka yang sempat menghebohkan laman Facebook warga Kota Tanjungpinang. Hesta Meiriansyah, nama lahir dari pria yang dikenal dengan sebutan Dokter Oz di layar kaca ini meninggal dunia, Jumat (4/8) pagi kemarin.

Kepergian yang tak diduga dan tak disangka ini mengejutkan bagi warga Gang Tiup-tiup, Kelurahan Tanjungunggat. “Dari dulu kami panggil Ryan. Masa kecil Ryan memang di sini. Sampai akhirnya dia kuliah di Yogya,” tutur salah satu tetangga Ryan, Peter Matakena yang dijumpai Batam Pos, sore kemarin.

Rumah keluarga Ryan dan rumahnya hanya terpisah jalan setapak. Bernuansa kuning lembut, rumah berpagar hitam ini tertutup rapat. Tanda tak ada orang yang menghuni. Menurut penuturan Peter, rumah tersebut sebelumnya hanya dihuni oleh Famiah, ibu dari Ryan.

“Tapi memang Tante Miah sering ke Jakarta atau ke Pekanbaru. Termasuk kali ini, kami taunya tante ke Pekan. Ke rumah abangnya Ryan,” ucap Peter sembari sesekali melihat ke sisi kirinya, bagian muka dari rumah keluarga Ryan.

Mengenal Ryan sedari sekolah dasar, Peter meyakini bahwa Ryan sangat mirip dengan sosok mendiang ayahnya. Dari perawakan hingga pembawaannya.

“Tapi memang saya tak heran kalau dia bisa jadi seperti sekarang. Dari dulu anaknya memang pintar sekali,” kata Peter.

Setiap kali waktunya pembagian rapor sekolah, Ryan selalu menjadi juara di kelasnya. Kendati menjadi juara, Ryan pun tetap tak tebang pilih dalam berteman.

Ramah, sopan dan pendiam, kesan lain dari kalangan terdekatnya di tempat masa kecilnya dulu. Bahkan ia tak segan-segan memeluk para tetangga yang ia tuakan. “Rasanya sudah seperti keluarga sendiri. Karena memang dari zaman kakeknye Ryan saja keluarga kami sudah saling kenal,” beber Peter lagi.

Ryan kecil yang tumbuh menjadi seorang dokter nan berprestasi pun, masih dikenal dengan kesan yang sama. Apalagi setelah kemunculan perdananya di layar kaca.

“Saya ingat ibunya waktu itu yang kasih tahu ke kami. Nonton Ryan ya oma nanti ada di TV, kata tante ke ibu saya waktu itu,” ujar Peter kemudian.

Pengalaman yang sama juga dituturkan tetangga di sisi kiri rumah Ryan, Yanti. “Kami semua heboh mau nonton Ryan. Rupanya dia yang jadi Dokter Oz itu,” ujar Yanti kemudian.

Ryan yang juga alumni dari model majalah remaja, “Aneka Yess” ini, tentunya memukau siapa saja dengan senyuman tiga jarinya.

“Ya, Ryan sampai sudah terkenal masih sama dengan Ryan yang kami kenal,” papar Yanti bernada sendu.

Meski telah tenar, Ryan bahkan tak sungkan bergaul dengan para tetangganya seperti sedia kala. “Terakhir jumpa, sekitar tiga atau empat tahun lalu. Dia lagi terima telpon di sana, tapi masih sempat lambai-lambai kami yang lagi nyapu,” ungkap Yanti memegang erat ganggang sapu lidi, menahan pilu.

“Ryan sudah adik bagi saya. Dan kami pun selalu merasa dianggap keluarga dengan Ryan sekeluarga,” sambung Yanti lagi.

Kini senyum manis sang dokter, tinggallah kenangan. Bagi siapapun yang pernah mengenalnya. Segala yang baik-baik dalam hidupnya yang singkat, telah Ryan berikan kepada dunia. Sekaligus sebuah pesan kepada anak Tanjungpinang agar berani mengejar mimpi, seberapapun sulit itu. (aya)

Musisi Kelas Dunia Tampil pada Ubud Village Jazz Festival 2017

0

Penggemar musik jazz bakal dimanjakan Ubud Village Jazz Festival (UVJF), 11 dan 12 Agustus 2017 di ARMA Museum, Ubud, Bali. Musisi-musisi kelas dunia, dipastikan siap tampil di even yang sudah memasuki tahun kelima ini.

Didukung penuh Kementerian Pariwisata, keluarga Kerajaan Ubud dan masyarakat lokal Ubud, UVJF 2017 mengambil tema “Beautiful Music or Beautiful Minds.” Konsepnya menyuguhkan lineup yang lebih imajinatif dan eklektik, yang menyatukan para musisi dari berbagai variasi jenis musik mainstream, modern, tradisional dan Latin.

“Kami mencoba untuk menampilkan musik jazz dengan cara yang berbeda. Tidak hanya menampilkan musisi besar dan band internasional serta nasional dalam dua hari, tetapi juga memberikan pengalaman yang mengesankan kepada para penonton dengan memberikan beberapa nilai tambah seperti desain lay out yang canggih namun membumi yang dirancang sedemikian rupa oleh tim arsitektur Archimetriz Design untuk memastikan bahwa penonton masih bisa merasakan kearifan lokal,” ujar Yuri Mahatma, co-founder Festival, Jumat (4/8).

Highlight dari Festival tahun ini adalah musisi muda berbakat yang meraih empat kali nominasi penghargaan bergengsi, GRAMMY Award Gerald Clayton Trio akan tampil dengan Joe Sanders (pemain bass) dan Gregory Hutchinson (pemain drum). Clayton, yang memenangkan posisi kedua di ajang Kompetisi Piano Jazz Thelonious Monk Institute pada tahun 2006, juga memperoleh nominasi GRAMMY tahun 2010 untuk Best Improvised Jazz Solo atas karya aransemen Cole Porter “All Of You”.

Sementara “Battle Circle,” komposisinya bersama The Clayton Brothers, menerima nominasi Grammy untuk Best Jazz Instrumental Composition pada tahun 2011. Dia juga menerima nominasi GRAMMY pada tahun 2012 dan 2013 untuk Best Jazz Instrumental Album for Bond: The Paris Session (Concord) dan Life Forum (Concord), album kedua dan ketiganya. Penampilan Gerald Clayton Trio ini semakin solid dengan kehadiran Gregory Hutchinson, pemain drum jazz modern.

“Joe Sanders juga sudah tidak diragukan lagi, merupakan salah satu pemain bass muda paling dicari di generasinya. Baru-baru ini ia ditempatkan sebagai runner up di final International Society of Bassists Jazz Bass Competition dan Thelonious Monk Institute’s Internasional Jazz Bass Competition,” ungkap Yuri Mahatma.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti yang juga mendukung acara tersebut mengatakan, kedutaan Besar Australia juga mendukung UVJF dengan mendatangkan Steve Barry Quartet. Dia adalah pemenang Bell Award 2013 untuk Young Artist Jazz Australia of the Year dan runner-up di National Awards Jazz 2013. Steve Barry adalah seorang pianis, organis, komposer dan improviser yang berbasis di Sydney, Australia.

“Selain itu juga ada Insititut Francaise Indonesia yang membawa serta Samy Thiebault Trio, sebuah grup jazz dari Prancis yang akan mengusung konsep jazz modern,” ujar Esthy yang juga diamini Kepala Bidang Wisata Buatan Kemenpar Ni Putu Gayatri.

Lebih lanjut Gayatri mengatakan, untuk pertama kalinya, Kedutaan Austria akan mendukung “b.good Vogel” duo yang terdiri dari Marc Vogel dan Lukas Schiemer menggabungkan jazz modern dengan musik groove populer.

Tidak ketinggalan pula Glen Buschmann Jazz Academy Big Band, yang merupakan gabungan dari 22 musisi asal Jerman akan tampil membawakan komposisi dan aransemen baru lagu-lagu Jazz standard dan beberapa lagu popular, seperti “Come with me” dari Tania Maria.

UVJF juga akan menampilkan musisi tuan rumah yakni Gitaris Bali yang sudah diakui dunia internasional, I Wayan Balawan yang akan tampil dengan konsep musiknya dengan campuran gamelan Bali (Batuan Ethnic).

“Juga ada penampilan pemain trombone legendaris Indonesia, Benny Likumahuwa, yang akan berbagi panggung bersama dengan anaknya, yang juga merupakan salah satu pemain bass muda yang disegani di Indonesia, Barry Likumahuwa,” tukas Gayatri.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengacungkan jempol untuk event Jazz di Ubud ini. Menurutnya, Indonesia memiliki dua keuntungan dari event ini. Pertama, dampak langsung (direct impact), menarik wisatawan baik nusantara maupun mancanegara hadir di Ubud. Kedua, dampak tidak langsung, atau news value, yaitu akan menjadi bahan berita yang dilansir di semua platform media, sehingga mengangkat nama Ubud, Bali dan Indonesia.

Selain itu, agenda musik ini menurut Menpar membuat para wisatawan bisa berulang-ulang mengunjungi Indonesia. “Media value lebih besar. Selain itu, repeat visitors bisa 60 persen datang lagi, bagi mereka yang sudah tiba di Indonesia. Dalam waktu kurang dari setahun, mereka datang lagi,” kata Menpar Arief Yahya.

Lebih dari itu, lanjut menteri asal Banyuwangi ini, jazz festival ini sebagai ajang promosi pariwisata di Ubud, Bali. “Event ini sangat cocok untuk menjaring wisman karena potensi pariwisata di Ubud yang mumpuni, semoga event ini terus berkelanjutan menjadi event iternasional,” tukas Menpar Arief Yahya. (*)

Sanur Village Festival 2017 Sajikan Aneka Agenda

0

Bicara Kesenian lokal di Bali memang tergolong unik, ibarat tombol sirine, saat dibunyikan, maka para wisatawan akan berdatangan ke Bali. Daya magnetnya kesenian Bali memang luar biasa, jadi tak salah bila setiap daerah di Bali mengemasnya menjadi even yang bertujuan mendatangkan wisatawan, salah satunya Sanur Village Festival (SVF) 2017.

Perhelatan SVF 2017 ini akan diselenggarakan di Pantai Sanur, tepatnya di Maisonette Area Inna Grand Bali Beach Bali, 9-13 Agustus 2017. Semua program dikemas dalam nuansa Indonesia. Festival yang sudah berlangsung kedua belas ini merangkul berbagai komponen masyarakat untuk merayakan keberagaman warga.

“Membumikan semangat persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhineka Tunggal Ika. Kegiatan ini sangat tepat dan sesuai dengan tema yang diusung yaitu “The New Spirit of Heritage,” kata Ida Bagus Gede Sidharta, Ketua Panitia Sanur Village Festival.

Sidharta sendiri menjelaskan, SVF 2017 ini akan ada 27 agenda kegiatan yang bisa dinikmati wisatawan yang datang ke Sanur. ke-27 kegiatan itu adalah Environment Activities, Bersih bersih Pantai, Coral plantation, Pelepasan Tukik (Bayi Penyu) ke laut, Extinction plantation dan Festival Exhibition.

Selain itu, juga ada Sanur Kreatif Expo, Cultural, Music and Art performances, Horticulture, Culinary, Food Festival, Food Heritage, Painting, Painting on the spot, Body Painting, Lomba Fotografi, Ekshibisi Foto, Fotografi, Aktifitas Olahraga, Festival Layang Layang, Fun Games, Fun Run, Turnamen Golf, Jukung Race, Turnamen Mancing, Kids Zone dan Village Cycling Tour.

“Pestanya memang tanggal 9-13 Agustus, tapi Rangkaian kegiatan akan dimulai dengan Sanur International Kite Festival, lomba layang layang tingkat internasional, saat ini sudah mendaftar 23 negara. Kegiatan ini akan berlangsung selama 3 hari, mulai dari tanggal 3-6 Agustus 2017,” lanjutnya.

Juga ada Pameran foto di Griya Santrian Resort dan Villa, Jalan Danau Tamblingan, No 47, Denpasar, Bali yang Bertajuk “Bhinneka Tunggal Ika” itu merupakan hasil bidikan para fotografer Bali yang telah melalui tahap seleksi dan dipilih 34 foto untuk dipamerkan dan berlangsung mulai tanggal 4-19 Agustus 2017.

Rangkaian SVF 2017 ini akan ditutup dengan kegiatan sport tourism Bali International Triathlon 2017, yang akan berlangsung pada tanggl 15 Oktober 2017.Event perlombaan yang menggabungkan tiga cabang olahraga atletik yakni renang, lari, dan sepeda tingkat internasional akan digelar di Pantai Mertasari, Sanur, Badung, Bali.

Acara ini telah meraih berbagai penghargan termasuk “Best Destination Triathlon” dan menarik minat lebih dari 1.000 peserta dari 30 negara serta lebih dari 500 pelari lokal asal Indonesia.

Pantai sanur adalah satu di antara sepuluh tempat paling populer di Asia versi TripAdvisor, airya lebih tenang dibandingkan Pantai Kuta dan memiliki 8 titik pantai yang hampir semuanya berpasir putih. Beberapa pantai itu di antaranya adalah pantai Segara Ayu, pantai Sindhu, dan pantai Mertasari.

Bagi Menpar Arief Yahya, Sanur adalah contoh pengembangan Pariwisata dengan community based, dan sangat sukses. Salah satunya pengelolaan Pasar Sanur yang pernah dia kunjungi.

Ini bisa dicontoh oleh daerah lain dalam menggembangkan destinasi pariwisata dengan model serupa. Kondisi pasarnya juga bagus, tidak ada kesan kumuh, tapi lebih friendly. “Dan melayani pemesanan by online,” kata Arief Yahya, yang dua tahun lalu juga berkunjung ke pasar itu.

Letak pantai matahari terbit ini berjarak 17 km dari airport Ngurah Rai. Di sini, selain menikmati matahari terbit, wisatawan bisa menikamti matahari terbenam di Dreamland. Di areal tempat wisata juga banyak tersedia banyak penginapan, baik berupa hotel, resort, villa maupun bungalow.

Selain itu, di daerah Sanur Bali banyak terdapat art shop, money changer, mini market, bar, cafe, restoran sebagai penunjang sarana pariwisata. Transportasinya? ada tersedia taxi meter tapi juga bisa dengan kendaraan sendiri seperti mobil atau sepeda motor. Banyak sekali tersedia penyedia jasa sewa motor dan rental mobil di Sanur.

“Nah, Ingin ikut dan nimmati kemeriahan festival ini? Segera kunjungi ke Sanur, Bali dan nikmati akhir pekan dengan beragam kegiatan dan atraksi seru dalam Sanur Village Festival 2017,”promosi Menpar Arief Yahya.(*)

Dukung Angkasa Pura II di Ajang International Airport Review Award 2017

0

PT Angkasa Pura II (Persero) kembali punya kesempatan mengibarkan prestasi kelas dunia. Angkasa Pura II (Persero) masuk dalam nominasi penghargaan International Airport Review Award 2017.

AP II pun langsung menggalang dukungan dari netizen agar aktif dalam e-voting survei. Sebagai smart airport, yang sudah dilengkapi dengan aplikasi digital, didukung oleh fasilitas Wifi berkecepatan tinggi, AP II pun semakin akrab di lingkungan netizen.

“Terima kasih atas semua dukungan netizen Indonesia yang aktif. Kami harap di sesi ini, kami dibantu vote. Periode voting dari 16 Juni hingga 31 Agustus 2017. Angkasa Pura II sudah masuk nominasi penghargaan International Airport Review Award 2017 untuk tiga kategori yang kita kelola,” kata Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin, Jumat (8/7).

Jika semua unsur harus bersatu, netizen mensupport, maka Airport yang menjadi wajah depan dan pintu masuk nomor 2 wisman ke Indonesia ini akan semakin populer. “Wisatawan pun akan merasa aman, nyaman, dan yakin dengan layanan prima AP II. Kami pun bangga menjadi first impression buat wisman yang masuk ke tanah air,” kata Awaluddin.

Di 2017 ini, ada 9 kategori penghargaan International Airport Review Award 2017. Indonesia lewat AP II masuk nominasi di tiga kategori. Yang pertama, Passenger Experience. Nominasi berikutnya Airside Operation. Satunya lagi Air Traffic Center (ATC) / Air Traffic Movement (ATM).

Di setiap kategorinya, AP II bersaing dengan operator bandara lain di seluruh dunia. Brazil Civil Aviation Secretary, Leidos, Imtradex, Nats, Swiss International Airlines, Zurich Airport, Gatwick Airport, Airport Advisos dan berabgai operator bandara lainya, menjadi kompetitor AP II di 2017 ini.

“Angkasa Pura II harus juara di tiap kategori yang diikuti. Kalau juara, nama Indonesia, negara dengan 250 juta penduduk akan semakin diperhitungkan di level global. Kepercayaan dunia terhadap kemampuan putra-putra Indonesia juga makin kuat,” tambah Awal.

Angkasa Pura II memang harus didorong menjadi juara dunia. Alasan pertama, Angkasa Pura II sekarang sudah sangat cantik, menarik dan best excellent services. “Syarat itu sudah terpenuhi, Angkasa Pura II sudah berbenah habis. Buktinya kami sukses menyambar gelar The World Most Improved Airport 2017 versi Skytrax World Airport Survey,” terang Awal.

Kedua, Angkasa Pura II sudah dicanangkan sebagai bandara destinasi wisata yang menghibur, menyenangkan, dan dibangun world class. Bandara dengan art gallery yang menampilkan interior bernuansa Wonderful Indonesia, dan hanya ada di Indonesia.

Ketiga, terminalnya dibangun megah, dengan fasilitas yang semakin lengkap dan standar internasional. Pelayanan dan inovasinya terus di-upgrade. Pelayanan yang bersentuhan langsung dengan pengguna jasa terus meningkat.

Customer Service Center, Customer Service Mobile, Airport Helper, Non-smoking Area Officer, dan Service Marshall, terus disiagakan untuk membantu pengguna jasa selama berada di dalam terminal. Dengan peningkatan layananan seperti tadi, Angkasa Pura II pun masuk radar niominasi Passanger Experince. AP II dinilai memiliki Customer Servise Mobile yang mumpuni.

“Satunya lagi nominasi di kategori ATC/ATM. Ini membuktikan bahwa pada 2017-2018, AP II dan AirNav telah menetapkan tujuan untuk mencapai SR sebesar 86 ATM/jam. Semuanya dipimpin oleh sebuah program yang disebut Improvement Runway Capacity (IRC) 86,” ucap Awal.

Tak ingin kalah dari kompetitor-kompetitor lainnya, Angkasa Pura II langsung tancap gas merancang strategi pemenangan. Salah satunya, lewat aplikasi Indonesia Airports.

“Saya sudah instruksikan agar akses untuk voting juga dimasukkan dalam aplikasi Indonesia Airports. Ini agar mudah dan lebih banyak yang tahu ada survei ini, dengan adanya penghargaan yang kita raih, akan memperbaiki posisi kita ditingkat internasional” kata Awal.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga memberikan dukungan dan mengimbau insan pariwisata untuk ikut berpartisipasi dalam e-voting itu. “Saya yakin, kalau kita bersatu, demi Merah Putih, tidak ada yang tidak bisa,” terang Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI.

Arief Yahya menyebut, di sinilah saatnya “Indonesia Incorporated”. Bergotong royong membangun kebersamaan untuk merebut simpati dunia. “Satu nusa, satu bangsa, satu bahasa, satu suara, untuk Indonesia,” kata Menpar Arief Yahya.

Bagi Menpar Arief Yahya, semua yang menyangkut pariwisata harus world class, dan juara dunia. “Itu akan menaikkan confidence level kita, juga menaikkan credibility kita, dan membiasakan kita calibration dengan global standart! Saya sering menyebut 3C,” kata Arief Yahya.

Panduan e-votenya sangat gampang, Syaratnya? Satu email, satu suara, satu IP Address, satu device, atau satu computer atau HP satu suara. Sangat simpel. Durasinya tak lebih dari limat menit.

Caranya, mudah. Cukup klik link https://www.internationalairportreview.com. Setelah itu buka kategori Passenger Experience, Airside Operation, dan Air Traffic Center (ATC) / Air Traffic Movement (ATM). Di tiga pilihan tadi ada pilihan Angkasa Pura II. Klik lalu kirimkan sebelum 31 Agustus 2017.

Seperti diketahui International Airport Review Award 2017 merupakan ajang bergensi bagi pelaku industri bandara di seluruh dunia. Situs berita dan Majalah International Airport Review merupakan jurnal teknis dua bulanan terkemuka untuk industri bandara, dan bacaan penting bagi siapa saja yang terlibat dalam bisnis bandara. Pemenang akan diumumkan pada tanggal 1 November 2017 dalam Peringatan HUT ke-20 International Airport Review dan online. (*)

 

Mega Cruise Ship Siap Bersandar di Pelabuhan Benoa-Bali

0
foto: wisegeek.com

Pembangunan Pelabuhan Benoa-Bali siap dimulai pada September 2017 dan paling lambat akhir 2018, kapal-kapal wisata ukuran besar (mega cruise ship) ditargetkan sudah bisa sandar. Dikebutnya pembangunan ini merupakan salah satu Keputusan Rakor Kemaritiman yang dipimpin Menko Kemaritiman, Luhut B Panjaitan di Jakarta, Selasa 1 Agustus 2017.

Menko Luhut mengungkapkan, permasalahan sebelumnya akibat tata ruang. Namun berkat telah terbitnya surat dari Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR), maka pembangunan terminal Cruise Ship di Benoa sudah bisa dimulai.

“Sekarang sudah selesai, persoalannya tadinya ada di tata ruang. Sudah kita selesaikan, sudah ada surat formal dari Menteri ATR bahwa tata ruangnya sudah sesuai dengan peruntukkannya, yaitu untuk pelabuhan,” ungkap Menko Luhut.

Mega Cruise Ship yang mampu mengangkut 5000 penumpang dengan 1500 awak kapal, atau setara daya angkut 44 pesawat Boeing 737, diharapkan sudah bisa sandar di Benoa setelah pengerukan kanal pelabuhan, pengerukan kolam labuh dan pembangunan Terminal Cruise Ship selesai dilaksanakan PT Pelindo III pada akhir 2018.

Dalam waktu dekat, Kemenhub segera menerbitkan Persetujuan Rencana Induk Pelabuhan (RIP) Benoa.Direktur Utama Pelindo III, Ari Ashkara mengatakan, pembangunan pelabuhan ini akan membuat panjang alur menjadi 3346 meter, lebar alur 420 meter dan kedalaman 12 meter.

“Kolam Labuh Timur berukuran 662 x 150 meter dengan kedalaman 11 meter, dan kolam labuh Barat berukuran 900 x 150 meter, dengan kedalaman 4 meter.
Terminal Cruise Ship akan mampu memproses 2500 penumpang secara bersama sama utk satu batch,” terang Ari Ashkara.Disamping itu, lanjut Ari Ashkara, merujuk Surat Edaran Dirjen Hubla, Pelindo III segera menurunkan tarif jasa pelabuhan untuk Pelabuhan Benoa.

Ketua Tim Percepatan Wisata Bahari Indroyono Soesilo mengatakan, pemerintah juga telah menyiapkan opsi untuk mengembangkan Pelabuhan Celukan Bawang, Bali Utara untuk persinggahan kapal wisata. Dimulai pada Desember 2017 hingga Maret 2018 sudah akan singgah 7 kapal wisata yg mengangkut rata-rata 1000 wisatawan per-kapal.

Indroyono menambahkan, untuk memenuhi target kunjungan wisata, pemerintah harus terus meningkatkan pembangunan infrastruktur, termasuk fasilitas pelabuhan untuk kapal-kapal wisata juga menjadi perhatian pemerintah.

“Pelabuhan Celukan Bawang memiliki kedalaman alami, sehingga tidak perlu dilakukan pengerukan. Lahan yang luas juga luas bisa menampung ratusan kendaraan yang akan membawa wisatawan menuju lokasi-lokasi wisata,” jelasnya.

Destinasi wisata di Bali Utara seperti Pantai Lovina, Danau Beratan, Kebun Raya Bedugul, Taman Nasional Bali Barat, Pulau Menjangan juga akan dapat dioptimalkan serta membuka kemungkinan pengembangan destinasi-destinasi baru di kawasan tersebut.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut gembira rencana kehadiran terminal untuk mega cruise ship di Benoa ini mengingat potensi wisatawan mancanegara (wisman) yang menggunakan cruise ship di wilayah Asia Timur-Australia mencapai 3 juta wisman pertahun, namun baru 200.000 wisman yang menggunakan cruise ship singgah di Indonesia.

“Dengan tersedianya sarana terminal baru ini, maka diharapkan target kedatangan 500.000 wisman cruise ship pertahun pada 2019, dapat tercapai,” ujar Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya berharap pengembangan Pelabuhan Benoa ini bisa selesai dalam jangka waktu satu tahun. Ia ingin selesai sebelum annual meeting IMF-World Bank pada Oktober tahun depan di Bali.”Sebelum pertemuan itu diharapkan sudah jadi. Ini penting karena semua mata dunia akan melihat ke Bali,” kata Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya menambahkan, setelah semua ini selesai, pemerintah siap mengembangkan Pelabuhan Benoa agar bisa menarik lebih banyak lagi kapal pesiar ke Indonesia. Saat ini, Pelabuhan Benoa hanya bisa menampung maksimal dua kapal pesiar.

“Selain mengembangkan Benoa, kami akan mengembangkan lima pelabuhan yang bisa menjadi tempat bersandar kapal pesiar. Pelabuhan-pelabuhan yang bisa menunjang infrastruktur pariwisata itu adalah Belawan, Tanjung Priok, Tanjung Perak, dan Soekarno-Hatta di Makassar,” jelas Menpar Arief Yahya.(*)

 

Indonesia Travel Mart

0

ASPPI (Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia) akan menggelar Indonesia Travel Mart (ITM) pada 9 Agustus 2017 di Hotel Harris Vertu Harmoni Jakarta. Ajang ini akan mempertemukan 100 pelaku usaha pariwisata di seluruh Indonesia dan 400 travel agent dari luar negeri maupun dalam negeri dengan bidikan total transaksi Rp 25 miliar – Rp 30 miliar.

Acara yang dimotori DPP (Dewan Pengurus Pusat) dan DPD (Dewan Pengurus Daerah) DKI Jakarta ASPPI mengusung konsep table top B2B (Business to Business). Ini merupakan salah satu upaya untuk mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia serta membantu pencapaian target Pemerintah yaitu 20 juta wisman pada tahun 2019 nanti.

“Tahun ini ITM 2017 mendapat kehormatan sebagai bagian dari kegiatan ASEAN@50 Sky Caravan. Enam maskapai penerbangan ASEAN akan menerbangkan travel agent dan media dari seluruh dunia ke Jakarta, untuk mengikuti ASEANTA (ASEAN Tourism Association) Excellence Award Gala Dinner dan famtrip yang diadakan Kementerian Pariwisata RI,” ujar Ketua Umum ASPPI Djohari Somad di Jakarta, Jumat, (4/8).

Lebih dari 100 undangan (Buyer) dari travel agent dari kawasan negara-negara ASEAN dan 300 Buyer dari travel agent di Jakarta serta seluruh Indonesia, akan menghadiri ITM 2017 ini. Sementara itu sebanyak 100 perusahaan yang akan berpartisipasi sebagai penjual (Seller) terdiri dari tour operator, hotel resort, dan industri terkait di kepariwisataan.

“Dengan banyaknya kegiatan-kegiatan ASPPI, maka timbullah rasa persaudaraan dan kerjasama yang kuat antar anggota. Sebagai asosiasi pariwisata, ASPPI tidak hanya turut serta berpartisipasi mengembangkan potensi wisata daerah dan memajukan pariwisata Indonesia, tapi juga mengemban misi khusus untuk membina tenaga kerja di sektor pariwisata Indonesia. Tercatat juga dalam kalender kegiatan ASPPI yakni pelatihan pajak, digital marketing, asuransi perjalanan, dan sertifikasi,” ujar Djohari.

Di tempat terpisah, Didien Junaedy, Ketua Umum GIPI (Gabungan Industri Pariwisata Indonesia) menyambut baik gelaran even yang digelar ASPPI ini.

“Ini bentuk kongkrit dari industri pariwisata indonesia untuk meningkatkan indeks daya saing Indonesia, karena saat ini pariwisata Indonesia tumbuh pesat, meningkat 20 persen mengalahkan Malaysia, Singapura dan Thailand,” ungkap Didien.

Didien melanjutkan, ketika pariwisata menjadi leading sector di Indonesia saat ini, tentunya pelaku industri pariwisata serta merta bergerak secara aktif untuk menjadi yang terdepan menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia.

“Saya berharap Indonesia Travel Mart yang digelar ASPPI ini bisa menghasilkan transaksi bisnis yang besar dan bisa menarik wisatawan mancanegara masuk ke Indonesia secara masif,” pungkas Didien.

Menteri Pariwisata Arief Yahya memberikan apresiasi kepada pelaksanaan yang digelar oleh ASPPI tersebut. “Untuk mewujudkan target 20 juta Wisman di tahun 2019, perlu peran serta semua pihak,”kata Menpar Arief Yahya.(*)

Jadwal Event ASPPI 2017 Semester 2:

1. Phinisi Tourism Expo (PTE) oleh DPD ASPPI SULSEL (21-23 Juli 2017)

2. Seminar Pajak oleh DPD ASPPI DKI JAKARTA (29 Juli 2017)

3. Halal Bihalal oleh DPD ASPPI JABAR (30 Juli 2017)

4. Indonesia Travel Mart (ITM) oleh DPP ASPPI dan DPD ASPPI DKI JAKARTA (9 Agustus 2017)

5. Pelatihan Go Digital Marketing oleh DPP ASPPI (10 Agustus 2017)

6. Kawanua Travel Mart (KTM) oleh DPD ASPPI SULUT (18-20 Agustus 2017)

7. Minangkabau Travel Mart 3 (MTM) oleh DPD ASPPI SUMBAR (3-6 Oktober 2017)

8. Bursa Wisata Indonesia (BWI) oleh DPD ASPPI JATENG (7 November 2017)

9. Baduy Travel Mart (BTM) oleh DPD ASPPI BANTEN (10-12 November 2017)

10. Ajeg Bali oleh DPD ASPPI BALI (22-24 November 2017)

11. Medan Travel Mart oleh DPD ASPPI SUMUT (1-4 Desember 2017)

12. Aceh Travel Expo oleh DPD ASPPI ACEH (5-7 Desember 2017)

Compressor Silent dengan Teknologi Ramah Lingkungan

0
Ahmad Ari Saputra mengoperasikan kompresor tanpa suara (Compressor Silent) untuk melakukan pengecatan air brush bodi vespa milik pelanggannya di bengkelnya Kampung Sumber Rejo Tanjungpinang, Rabu (2/8). Memanfaatkan barang tak terpakai seperti motor kulkas, tabung freon dan sakelar listrik, Ahmad merakit dan menggabungkan barang bekas tersebut menjadi mesin kompresor tanpa suara dan ekonomis, untuk mendukung usaha jasa pengecetan air brush miliknya yang dapat memberikan kontribusi bagi kebutuhan masyarakat. F. Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Ajang Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat Provinsi Kepri di Batam beberapa waktu lalu, telah melahirkan berbagai karya yang punya nilai guna masyarakat maupun dunia usaha di Provinsi Kepri.

Hanya even tersebut tidak lebih dari hajatan ceremony. Lantaran hasil karya yang ada, belum memberikan kontribusi bagi kebutuhan masyarakat. Salah satunya adalah Compressor Silent hasil cipta, Ahmad Ari Saputra. Padahal penemuan tersebut menggunakan teknologi ramah lingkungan dan hemat energi.

 

Cukup sulit untuk mencari keberadaan kediamaan Ari. Rumahnya berada di perkampungan belakang Bandara Internasional Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang. Setelah melewati jalan tanah yang berbatu sampailah di Kampung tersebut.

Ternyata pemuda tersebut lebih akrab dikenal warga dengan panggilan Ari Paint. Di depan rumahnya yang berukuran tiga kali tiga meter tersebut adalah ruang kerjanya. Karena tidak ada terdengar bunyi mesin kompresor.

Setelah di ucapkan salam, keluarlah seorang pemuda dari dalam ruang tersebut lengkap dengan menggunakan masker. Ternyata pemuda itu adalah Ahmad Ari Saputra. Dengan ramahnya, ia mengundang untuk masuk ke dalam ruangan kerjanya itu. Terlihat ada sebuah sepeda motor vespa yang sedang dicat airbrush.

“Mohon maaf bang, lagi kerja. Ada pesanan untuk membuat airbrush vespa,” ujar Ari membuka pembicaraan kepada jurnalis koran ini.

Ditanya kenapa tidak kedengaran bisingnya mesin kompresor, padahal dirinya sedang melakukan pengecetan. Dijelaskan Ari, aktivitasnya sekarang ini sudah menggunakan Silent Compresor. Sehingga kerja 24 jam pun tidak akan kedengaran.

“Silent Compressor inilah kemarin yang menang juara umum di ajang TTG Tingkat Provinsi Kepri di Batam belum lama ini,” ungkap Ari

Menurut Ari, apabila dibandingkan dengan kompresor convensional tentunya akan sangat berbeda. Tetapi dari segi kegunaanya jauh lebih banya. Disela-sela perbincangan, Ari juga menceritakan tentang awal mula dirinya menciptakan alat tersebut. Diakuinya, kompresor silent sebenarnya sudah ada. Hanya saja, peruntukannya terbtas.

“Semua pelaratan yang digunakan konsepnya adalah ramah lingkungan. Karena latar belakangnya adalah sebagai tukang cat, makanya ingin membuat sebuah terobosan,” paparnya.

Pria yang sehari-hari aktif sebagai karyawan Bintan Service Point (BSP) tersebut mengatakan, untuk menghasilkan Silent Compresor tersebut, ia tidak selesai dalam satu kali percobaan. Dengan kesabaran, ia berhasil menuntaskan inovasi tersebut. Adapun perangkat-perangkat keras yang dibutuhkan adalah barang-barang seperti motor kulkas, tabung prion, sakelar otomatis. Selain itu melengkapi sistem kerja Silent Compressor adalah melengkapi dengan dua unit regulator

“Untuk membuat sebuah Silent Compressor cukup dengan Rp1,5 juta. Tetapi semua barang-barang yang digunakan adalah bekas,” ungkap Ari.

Dijelaskan Ari, sistem kerjanya sama seperti kulkas. Dari segi anggaran, penggunaan Silent Compressor ini bisa lebih hemat 85 persen dibandingkan dengan Kompresor Konvesnional. Apalagi kekuatan listriknya hanya 90 watt. Untuk teganggan anginnya juga bisa diatur sesuai dengan kebutuhan.

Disebutkannya, sejauh ini ia sudah membuat beberapa unit pesanan teman yang tergabung didalam komunitas airbrush. Diakuinya, hasil temuannya ini memang belum dipatenkan. Meskipun demikian, ia berharap bisa memberikan yang terbaik sebagai wakil Kepri pada Lomba TTG Nasional September mendatang di Palu.

Masih kata Ari, dirinya sudah melakukan beberapa uji kelayakan Silent Compressor. Sehingga disimpulkan ada delapan kegunaannya. Yakni untuk bengkel, tambal ban, cat, air brush, dan pertukangan meubel. Selain itu ia juga sudah menguji bagi suply oksigen peternakan ikan.

“Khusus untuk kolam ikan, harus ditambah carbon aktiv. Fungsi carbon tersebut adalah menetralisir racun yang ada.Ternyata berhasil,” sebut Ari.

Pria 25 tahun tersebut juga mengatakan, salah satu yang belum teruji adalah untuk kebutuhan medis, yakni bagi tukang gigi. Tentu untuk mencapai tahapan tersebut, kata Ari, perlu dilakukan uji lab. Ia yakin, penemuannya itu sangat berguna bagi dunia usaha dan sebagainya.

“Kalau kompresor biasa, perjamnya sekitar Rp2.000. Sedangkan Silent Compresor ini hanya Rp320 perjam. Dan ini sudah kita ukur,” terang Ari. (jpg)