Jumat, 17 April 2026
Beranda blog Halaman 13227

Pengusaha Merasa Terbebani Tarif UWTO

0
ilustrasi

Kenaikan tarif uang wajib tahunan otorita (UWTO) sebesar 4 persen setiap tahunnya dinilai memberatkan pengusaha. Kebijakan ini dikhawatirkan akan menghambat laju investasi di Pulau Batam.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kepri, Cahya, mengatakan mestinya Badan Pengusahaan (BP) Batam membuat kebijakan yang memudahkan dan meringankan sektor usaha. Mengingat, tugas utama BP Batam adalah menarik investor dan membantu pengusaha lokal maupun asing agar bisa menjalankan usahanya dengan baik.

“Karena kami semua bayar pajak ke negara dari semua keuntungan kami. Kalau kami bangkrut, apa BP Batam hanya mau mengandalkan pemasukan dari UWTO untuk bertahan dan bayar gaji,” kata Cahya, Minggu (2/7).

Menurut Cahya, membaiknya iklim investasi akan membawa efek domino yang cukup luas. Sektor industri akan bangkit sehingga lapangan kerja akan terbuka lebar. Hasilnya, roda perekonomian akan terus bergerak dan masyarakat akan sejahtera.

Ia juga mengaku heran dengan beberapa perubahan yang tercantum dalam perka itu, yang oleh pihak BP Batam disebut merupakan arahan pemerintah pusat. Seperti, persentase kenaikan tarif alokasi lahan untuk periode bulan Mei tahun 2022 dan seterusnya yang ditetapkan sebesar 4 persen per tahun.

“Menurut saya ini kebijakan Kepala BP Batam, bukan arahan pusat,” ujar dia.

Cahya juga menyayangkan sikap BP Batam yang terkesan merahasiakan perubahan tarif UWTO yang tertuang dalam Peraturan Kepala (Perka) BP Batam Nomor 9 Tahun 2017. Padahal, keputusan itu menyangkut besaran tarif yang dikenakan pada masyarakat dan resmi dikutip oleh negara.

“Kok ini seperti main kucing-kucingan, pengusaha dan masyarakat tidak tahu, padahal Perka sudah di-sign 19 Mei lalu dan sudah diberlakukan,” kata Cahya.

Selain perka baru yang tak diumumkan, Cahya juga mengkritisi besaran kenaikan tarif UWTO yang diberlakukan BP selama ini. Pasalnya, berdasarkan aduan para pengusaha yang membayar UWTO, besaran kenaikan tarif sudah melebihi batasan rujukan dari Dewan Kawasan (DK) Batam yang dipatok pada kisaran antara 100 hingga 150 persen jika dibandingkan dengan tarif awal.

Meskipun beberapa tarif dalam Perka 9/2017 turun hingga 30 persen dari Perka 1/2017 turun, namun jika dibandingkan dengan tarif awal, tarif terbaru UWTO memang ada yang naik hingga lebih 200 persen. Misalnya tarif UWTO lahan baru untuk keperluan komersial di kawasan Nagoya. Sebelum direvisi, tarif UWTO-nya Rp 93.250 per meter persegi. Namun dalam Perka Nomor 9 Tahun 2017, tarifnya menjadi Rp 330.000 per meter persegi atau naik 253,8 persen.

Contoh lainnya UWTO lahan baru untuk pariwisata di Nagoya. Jika sebelumnya hanya Rp 36.250 per meter persegi, saat ini tarifnya menjadi Rp 102.800 atau naik 183,5 persen.

“Data yang ada di teman-teman pengusaha, tarif lama dan tarif sekarang naiknya bukan 100-150 persen lagi, tapi sampai 200-300 persen,” bebernya.

Karena itu, Cahya meminta BP Batam agar lebih transparan terkait kenaikan tarif tersebut. “Ini yang saya bilang perlunya transparansi, agar masyarakat yang harus bayar mengetahui dengan jelas,” kata dia.

Erwin, seorang pengusaha di Batam, mengatakan tarif UWTO yang terus berubah membingungkan investor. Orang asing, kata dia, terbiasa dengan sistem dan kebijakan yang pasti dan terukur. Kepastian itulah yang jadi dasar menyusun rencana usaha.

“Sewa tanah itu hal yang sangat penting. Lha kalau ini nggak ada kepastian, investor asing tidak akan ada yang masuk,” katanya.

BP Batam, menurut Erwin, mestinya mematok persentase kenaikan UWTO dalam periode tertentu secara konsisten. Misalnya, setiap perpanjangan 20 tahun dan 30 tahun.

“Kebijakan itu harus diumumkan terbuka, dan jangan berubah-ubah di tengah jalan, meskipun ada pergantian pimpinan,” ujarnya.

Jangan sampai, kata dia, ada investor yang sudah tanam modal besar dan membuat rencana usaha berdasar tarif sewa lahan yang ada, namun merasa dirugikan karena tiba-tiba tarif sewa lahan berubah.

“Kalau tarif sewa lahan mendadak berubah otomatis perhitungan biaya usaha juga berubah. Kalau seperti ini ya nggak akan ada yang mau berusaha di sini,” katanya.

Masalah UWTO bagi investor, kata dia, bukan soal beeapa besar tarifnya, tapi soal konsistensi pemerintah atas kebijakan yang sudah dibuat.

“Kalau tarif dianggap kemahalan, mereka nggak akan investasi di sini dan cari lokasi lain. Bagi yang sanggup membayar tarif lahan yang ada, mereka akan buka usaha tapi kebijakan tarif jangan berubah, harus konsisten,” katanya. (rna)

Peran Swasta Kembangkan Pariwisata

0
Turis Singapura tiba di Pelabuhan Internasional Sekupang. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pariwisata tidak serta menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah saja, peran swasta dalam mendukung tugas ini juga patut diberikan perhatian.

Contoh kasus, keberadaan travel agent yang merupakan gerbang pertama wisatawan yang akan berkunjung ke Kepri. Ratusan bahkan ribuan travel agent tersebar berkat jaringan mereka dan teknologi informasi yang begitu mudahnya diakses oleh para wisatawan.

Umumnya travel agent ini bahkan sudah bekerja sama dengan pemandu turis di berbagai belahan dunia. Seperti yang diutarakan oleh pemilik Jembatan Dunia Tour and Travel, Sandra. Dia mengatakan telah bekerja sama dengan berbagai profesi demi mendukung kelancaran bisnis agen perjalanannya.

“Yang paling diutamakan adalah kenyamanan pelanggan, penting bagi kami untuk menyediakan segala kebutuhan wisatawan yang berkunjung, mulai dari tiket, pemandu wisata, akomodasi, tempat tinggal dan restoran,” kata Sandara.

Dia menambahkan, kemudahan yang ditawarkan agen perjalanan wisata akan menjadi nilai plus bagi wisatawan. Karena pada umumnya, wisatawan tidak mau bersusah payah melakukan beragam pesanan berkali-kali.

“Sekarang adalah zaman praktis, dimana dalam satu pesanan semua bisa dinikmati wisatawan,” ujarnya.

Sandra menambahkan untungnya berada dalam jaringan agent perjalanan wisata adalah saling bertukar informasi wisata masing-masing negara.

“Seperti kami yang ada di Batam akan mendapatkan promosi gratis dari jaringan agen kami di Vietnam, Thailand dan berbagai negara lainnya. Begitu pula sebaliknya,” jelasnya.

Ini jelas mempermudah tersampainya informasi kepada wisatawan, sebagai alternatif  membayar promosi lebih melalui event besar.

Sementara itu, dorongan kunjungan wisatawan juga dilakukan melalui sektor transportasi. Majestic Fast Ferry Batam contohnya, beberapa waktu lalu membuka rute Singapura-Batam, Singapura Tanjungpinang.

Kemudahan dan banyaknya rute menuju tempat wisata jelas menjadi nilai lebih bagi daerah yang ingin melayani penuh wisatawannya.

“Selain ingin meningkatkan layanan kepada konsumen, kehadiran kapal cepat yang mewah ini dimaksudkan untuk mendorong kunjungan wisatawan dari Singapura ke Batam.,” kata Kepala Promosi Majestic Fast Ferry Batam, Victor, Kamis (8/6) lalu.

Victor mengatakan pihaknya telah bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dalam meningkatkan kunjungan wisatawan asing ke dalam negeri.

Pihak swasta sebenarnya adalah perpanjangan pemerintah dalam memperkuat akses ke destinasi wisata yang ada di Batam.

“Jika pemerintah bisa membuka mata dengan hal ini, kami pasti siap mendukung,” sambung Sandra. (cr18)

Baju Basah, Pencuri Satroni Toko Tanpa Busana

0

batampos.co.id – Jangan ditiru ! Rudi Agusti (31) mencuri dengan bertelanjang bulat alias tanpa busana sehelai benang pun.

Namun aksinya yang berlangsung dua malam berturut-turut itu terekam oleh closed circuit television (CCTV). Sehingga wajahnya mudah dikenali Ali Imran, sang pemilik warung, dan warga dengan mudah menangkapnya. Pelaku nyaris jadi sasaran amarah warga, namun mujur aparat kepolisian cepat datang untuk mengamankannya.

Informasi yang dihimpun Padang Ekspres, kejadian itu berlangsung pada Minggu (25/6) dan Senin dini hari (26/6) sekitar pukul 01.00. Warung jadi sasaran aksinya berada di Jalan M Yunus, Simpang Bandes Suraubalai, Kelurahan Anduring, Kecamatan Kuranji.

Dalam dua video rekaman CCTV di warung milik Ali Imran itu, pelaku leluasa mengumpulkan semua barang seperti rokok, minyak goreng dan lainnya.

Dalam tayangan hari pertama yang berdurasi 6 menit 40 detik itu, terlihat pelaku tanpa mengenakan busana dengan wajah tertutup. Namun gerak-gerik pelaku seperti sudah profesional dalam aksi pencurian itu. Dia menjarah semua isi warung dan membawa barang yang bisa dijual.

Pada rekaman CCTV di hari kedua berdurasi 1 menit 20 detik, pelaku kembali memasuki warung dan menjarah. Namun, di aksi keduanya ini pelaku tidak begitu lama dalam warung dan hanya mengambil sebagian barang yang tersisa.

Dari hasil rekaman CCTV kedua ini, pelaku yang tidak mengenakan penutup mulut itu kemudian diketahui identitasnya oleh pemilik warung.

Alhasil, pada Sabtu dini hari (1/7), pemilik warung bersama warga setempat berhasil mengamankan pelaku di kediaman mertuanya di Jalan Bandes Parakjigarang, Kelurahan Anduring, Kecamatan Kuranji.

Meski awalnya tidak mengakui perbuatannya, namun pelaku akhirnya tidak bisa mengelak dan mengakui perbuatannya setelah melihat hasil dua rekaman CCTV tersebut. Pelaku nyaris jadi sasaran amarah warga setempat, namun beberapa warga berhasil menenangkan massa.

Pelaku pencurian terekam aksinya oleh CCTV tanpa mengenakan pakaian sehelai benangpun. (HERU/PADANG EKSPRES/JawaPos.com)

Selanjutnya, warga setempat menghubungi aparat Polsek Kuranji dan mengamankan pelaku dan digiring ke Mapolsek berikut hasil rekaman CCTV untuk dijadikan barang bukti. Beberapa bungkus rokok turut diamankan petugas dari hasil kejahatan pelaku.

Kapolsek Kuranji, Kompol Harianto mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan terkait penadah hasil curian pelaku dan kejahatan pelaku lainnya.

”Laporan Polisi dari korban dengan nomor LP/395/K/VI/2017/Sektor Kuranji telah kami terima. Begitupun pelaku yang sebelumnya diamankan oleh warga telah kita amankan di Mapolsek berikut barang bukti. Sejauh ini, kami masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap pelaku terkait jaringannya dan aksi kejahatan pelaku lainnya,” terang Kompol Harianto seperti yang dilansir Padang Ekspres , Senin (3/7).

Harianto menjelaskan, pihaknya masih mendalami motif pelaku yang beraksi tanpa mengenakan pakaian. Hingga kini pelaku mengakui bugil tersebut karena beralasan pakaiannya sedang basah.

”Kami selidiki dulu apakah pelaku ini beraksi dengan cara bugil tersebut karena ada ilmu gaib supaya tidak terlihat atau bagaimana. Namun pelaku masih bungkam, hanya beralasan pakaian basah, tapi kenapa semua pakaian hingga celana dalamnya juga dibuka,” ulas Harianto.

Ditambahkannya, barang bukti yang diamankan berupa 20 bungkus rokok berbagai merk dan satu unit sepeda motor Yamaha Mio tanpa plat nomor yang digunakan pelaku saat beraksi.

”Hasil curian telah dijual oleh pelaku dan hanya tersisa sebagiannya. Saat ini kami akan kembangkan terkait kepada siapa pelaku menjual hasil curiannya. Sedangkan kepada pelaku akan kita kenakan Pasal 363 KUHP tentang pencurian,” tegas Harianto. (e/iil/JPG)

Selama Lebaran, Sampah di Batuaji Diatasi dengan Baik

0
ilustrasi

batampos.co.id – Pengelolah sampah di wilayah Batuaji dan Sagulung perlu diancungi jempol. Pasalnya persoalan sampah yang selama ini dikeluhkan warga akhirnya teratasi dengan baik. Bahkan sampah lebaran yang biasanya tiap tahun bermasalah bisa diatasi dengan baik.

Pantauan di lapangan, hampir semua tempat penampungan sementara (TPS) sampah terlihat bersih dari tumpukan sampah. Hanya beberapa TPS yang terlihat masih ada tumpukan sampah, seperti di TPS simpang Kaveling Baru Sagulung. Namun demikian petugas pengangkut sampah dari Dinas Lingkungan Hidup dan Pengolahan Sampah kota Batam bertekad akan segera merampungkan tumpukan sampah tersebut.

“Besok baru diangkut, hari ini kami libur,” kata Suroso, salah satu petugas pengangkut sampah di lokasi TPS tersebut, Minggu (2/7).

Kondisi yang sama juga terlihat di tempat penampung sampah di perumahan. Meskipun ada yang menumpuk namun tak sebanyak tahun-tahun sebelumnya. Sampah perumahan umumnya sudah diatasi dengan baik. Armada pengangkut sampah berupa mobil pick up dan petugas dari kecamatan rutin mengangkut sampah perumahan empat hari sekali untuk diantar ke TPS.

“Tahun ini sudah cukup baik. Alhamdulilah tak lagi menumpuk seperti tahun-tahun sebelumnya. Mereka (petugas) rutin angkut setiap empat hari sekali,” kata Marlina, salah satu warga di perumahan Puskopkar Batuaji.

Sebelumnya warga memang sempat kuatir sebab biasanya jika hari raya Lebaran tentu tumpukan sampah akan terjadi dimana-mana, namun itu tak terjadi Lebaran tahun ini.

Camat Batuaji Fridkalter sebelumnya menuturkan, persoalan sampah memang menjadi fokus perhatian pihaknya selama ini. Semenjak ada kebijakan pengelolaan sampah diserahkan ke kecamatan, sampah di wilayah Batuaji sudah diatasi dengan baik.

“Kami punya 17 armada pengangkut sampah terdiri dari 13 mobil pick up dan empat unit sepeda motor becak. Semuanya sudah bisa diatasi dengan baik. Begitu juga TPS sudah cukup memadai. Jadi tingggal kesadaran masyarakat saja untuk tidak lagi buang sampah sembarangan,” ujar Fridkalter.

Senada disampaikan Camat Sagulung Reza Khadafi yang menuturkan, persoalan sampah sudah teratasi dengan baik. Puluhan armada yang disediakan sudah cukup mengatasi persoalan sampah di Sagulung. (eja)

Tiga Objek Wisata Bahari Digemari Warga

0
Pantai Pelawan dikunjungi warga saat libur panjang usai lebaran. Tri Haryono/Batam Pos.

batampos.co.id – Tiga lokasi objek wisata bahari di Pulau Karimun menjadi incaran warga untuk menghabiskan liburan panjang yang berakhir Minggu (2/7) kemarin. Masing-masing, Pantai Pelawan Kecamatan Meral Barat, Pantai Pongkar, dan Pantai Ketam Kecamatan Tebing terlihat padat dibanjiri pengunjung.

Sejak H+3 lalu, mulai pukul 10.00 WIB warga dari berbagai daerah mulai mengunjungi ketiga pantai tersebut. Sambil membawa keluarga berekreasi, mereka membawa makanan untuk disantap usai bermain di pantai. Dengan membawa tikar sebagai alas duduk, maupun menyewa alat berenang yang tersedia di warung-warung di sekitar pantai.

”Ya nih, bawa anak-anak ke pantai sambil makan bersama keluarga. Walaupun hujan turun, tapi tetap bisa berenang. Maklum, sudah mulai kerja besok (Senin-red),” kata Risman, salah seorang warga Karimun saat menikmati pantai Pelawan yang berada di desa Pangke Barat kecamatan Meral Barat.

Sedangkan di Pantai Pongkar, dan Pantai Ketam yang berada di Desa Pongkar Kecamatan Tebing, suasananya tidak jauh berbeda. Ratusan warga secara berkelompok maupun rombongan mendatangi pantai yang berhadapan dengan Selat Malaka ini. Warga yang datang menggunakan kendaraan roda dua, maupun roda empat. Bahkan mini bus juga ikut meramaikan pantai tersebut.

”Ramai sih, tapi dibandingkan tahun lalu lebaran kali ini sepi. Bayar tiket cuman Rp2000 saja, anak-anak gratis. Murahlah, dimana-mana objek wisata bayar bang,” ungkap Pur, salah seorang pengunjung.

Walaupun beberapa waktu lalu, pengelola pantai Pelawan dan pantai Pongkar terjadi kasus dugaan pungutan liar (Pungli) oleh tim saber Pungli Karimun. Namun, suasana kedua pantai tersebut masih terlihat normal. Aktivitas para pedagang tetap berjualan, walaupun beberapa waktu lalu terlihat kotor paska kasus tersebut.

”Sekarang sih sudah lumayan bersih bang. Awal-awal mencuat kasus pungli, pantai ini kotor tidak terurus. Harapan saja sih, kalau benar pungli tegakan hukum. Jangan kayak kemarin, tidak ada kejelasannya,” tutur salah pedagang pantai Pongkar yang enggan disebutkan namanya.

Pantauan di lapangan, suasana pantai Pelawan maupun Pongkar terlihat ramai dengan berbagai aktivitas yang dilakukan warga bersama keluarga. Sementara pihak kepolisian yang berasal dari Polres Karimun maupun Polsek, berjaga-jaga dalam pengamanan dengan membuka posko keamanan sebagai pusat informasi. (tri)

Keluarga Lee Antara Sabtu Pahing dan Senin Wage

0

Tidak ada maaf lahir batin. Kelihatannya. Sabtu sore kemarin, justru sikap Lee Hsien Yang, adik bungsu Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, kian keras. Demikian juga sikap saudara perempuannya, Lee Wei Ling. Tiga anak pendiri Singapura Lee Kuan Yew itu tetap berseberangan. Perpecahan justru kian membara. Putra sulung melawan dua adiknya.

Serangan dari dua adik ini juga kian tajam. Kecaman publik kepada keduanya tidak mereka hiraukan. Mereka seperti menantang anggapan selama ini: tidak akan ada warga Singapura yang berani mengkritik pemerintahnya. Dalam hal politik, warga Singapura seperti sakit gigi semua: selalu tutup mulut.

Kali ini ada yang buka mulut. Bahkan adik-adik perdana menteri sendiri. Keduanya tidak hanya mengkritik. Tapi juga sudah mengecam. Dengan kalimat yang paling tajam. Lee Hsien Loong, kata sang adik, tidak termasuk anak yang berbakti kepada orang tua. Dia juga bukan perdana menteri yang baik.

Serangan itu sudah dari dua arah. Kultur dan politik. Dalam kultur masyarakat Tionghoa, anak yang tidak berbakti kepada orang tua sudah dianggap anak durhaka. Dan dalam politik, rasanya baru sekali ini terjadi ada orang yang berani bicara ke publik bahwa ”dia bukan perdana menteri yang baik”.

Perdana Menteri Lee Hsien Loong tidak memberikan reaksi apa pun sepanjang hari Minggu Pon kemarin. Mungkin karena hari ini, Senin Wage, ada sidang parlemen. Di situ perdana menteri punya kesempatan mengungkap. Mungkin.

Apalagi, salah satu agenda sidang parlemen itu adalah yang jadi sumber perpecahan keluarga Lee Kuan Yew saat ini: nasib rumah keluarga di Jalan Oxley No 38. Apakah akan diabadikan sebagai rumah bersejarah. Seperti keinginan putra sulung yang juga perdana menteri. Atau dirobohkan. Seperti keinginan dua adiknya.

Sang adik tetap ngotot rumah keluarga itu harus dibongkar. Sesuai wasiat terakhir sang ayah. Putra sulung menginginkan rumah itu diabadikan. Di rumah itulah Lee Kuan Yew mendirikan Singapura. Di rumah itu Lee Kuan Yew tinggal selama memimpin Singapura. Wasiat terakhir itu dibuat saat Lee Kuan Yew sudah sakit-sakitan. Istri adiknyalah yang dituduh merekayasa wasiat itu. Istri adiknya memang ahli hukum. Tapi, dia marah mendapat tuduhan seperti itu.

Orang Singapura harap-harap cemas hari ini. Apa yang akan terjadi di sidang parlemen. Biasanya sidang parlemen di sana tidak banyak yang memperhatikan. Parlemen yang 90 persen kursinya dikuasai satu partai itu selalu seirama dengan keinginan perdana menteri. Entahlah apa yang akan terjadi hari ini.

Salah seorang menteri senior Chee Hong Tat ternyata mendukung pembongkaran rumah keluarga Lee. Ini bukan saja sesuai dengan wasiat. Chee Hong Tat sendiri yakin memang itulah yang dikehendaki mendiang Lee Kuan Yew. Dia mendengar sendiri prinsip mendiang atas masa depan rumah itu.

Dalam pernyataan tiga halaman yang di-Facebook-an Sabtu kemarin, jelas dua adik perdana menteri mengeraskan sikapnya. Mereka tidak peduli atas kecaman mengapa soal perpecahan dalam keluarga dipublikasikan di Facebook. Sang adik berdalih begini: kami tidak punya akses ke publik sama sekali. Kami ini bukan politisi. Kami ini sekarang sedang tersudut. Maksudnya sedang disudutkan yang lagi berkuasa.

Sang adik rupanya tidak melihat hari lain, kecuali Sabtu kemarin. Hanya dua hari sebelum sidang parlemen. Keduanya mengatakan bahwa kakak sulungnya kini sedang membangun usaha untuk mengultuskan keluarga Lee. Itu bertentangan dengan prinsip mendiang. Menurut mereka, prinsip mendiang sang ayah adalah: Singapura harus selalu fokus melihat ke depan. Bukan fokus membangun monumen.

Perkembangan terbaru Sabtu Pahing lalu itu membuat kian jelas bahwa sasaran tembak bukan hanya kakak sulung. Tapi juga istrinya. Madam Ho Ching. Yang mereka anggap terlalu berkuasa. Dengan posisinya sebagai CEO Temasek yang membawahkan semua BUMN Singapura.

Terang-terangan pernyataan tiga halaman itu memuat penilaian bahwa kakak sulung mereka telah menjadi anak yang tidak berbakti kepada orang tua. Menjadi perdana menteri yang jelek dan bahkan sang kakak ipar mereka sebut sebagai istri perdana menteri terburuk.

Saya tidak bisa membayangkan hukuman apa yang ditimpakan kepada warga Singapura yang berani berkata begitu. Tapi, ini adik kandungnya sendiri yang berbuat. (Dahlan Iskan)

Rp 25 Miliar, Percantik Jembatan Dompak

0
Kendaraan melintas i Jembatan Dompak Tanjungpinang. Jembatan ini kini juga menjadi icon Tanjungpinang. F.Yusnadi/Batam Pos
batampos.co.id – Anggaran sekitar Rp 25 miliar, diperkirakan mampu memberikan sentuhan lanjutan untuk mempercantik jembatan Dompak, yang menjadi salah satu ikon di Kota Tanjungpinang ini.
Proses mempercantik jembatan yang diperkirakan mulai berlangsung Agustus mendatang ini, sekaligus menjadikan jembatan yang menyambungkan pusat kota ke pusat pemerintahan provinsi, sebagai pilihan lokasi wisata baru.
Sesuai yang diinginkan Gubernur Kepri,  Nurdin Basirun, yang mengharapkan perubahan Dompak menjadi lebih baik lagi selama tiga tahun ke depan.
Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kepri,  Abu Bakar, arahan gubernur untuk menyulap jambatan Dompak menjadi lokasi persinggahan. Pusat  berswafoto atau sekedar menghabiskan waktu bersama keluarga.
Nantinya  lanjut Abu,  jalanan sepanjang jembatan 1  Dompak itu akan diaspal sepanjang 1.2 km.  Rencana pengaspalannya dilakukan pada kedua jalur.
Pagar pembatas jembatan juga akan dipercantik. Sementara penambahan lampu penerangan  jalan di jembatan juga akam dilakukan.
Ditambahkan Abu,  tak hanya fokus mempercantik wajah jembatan.  Sesuai perintah gubernur,  mulai dari jembatan 1 Dompak sampai pusat perkantoran gubernur,  turut dipercantik.
”Pak Gub minta Dompak dipercantik. Terutama mulai dari jembatan 1 Dompak sampai pusat perkantoran pemerintah provinsi.  Indah dan hijau” pungkas Abu. (aya)

H+5 Arus Balik Mencapai 36.356 Orang

0

batampos.co.id – Arus balik dari pelabuhan Tanjungbalai Karimun pada H+5 lalu, sudah mencapai 36.356 orang. Tidak hanya yang berangkat menuju luar Karimun, tetapi termasuk tujuan Singapura dan Malaysia.

Sementara yang datang ke Karimun tidak jauh berbeda selisihnya yaitu 33.631 orang atau 15,5 persen. Sedangkan yang berangkat di arus balik terjadi penurunan 5,5 persen saja tujuan lokal seperti Batam, Tanjungpinang, Tanjungbatu dan sekitarnya.

”Kalau dilihat sejak H+1, rata-rata tujuan Selatpanjang dan Selatbelia yang banyak berangkat. Bahkan, tujuan Selatbelia H+4 bisa mencapai 929 orang yang berangkat dan kemarin hanya 755 orang,” kata Kasi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhan KSOP Kelas II Tanjungbalai Karimun, M Syafrizal, kemarin (2/7).

Namun, secara keseluruhan baik itu yang berangkat maupun tiba di pelabuhan Tanjungbalai Karimun melalui pelabuhan Domestik dan International berjalan lancar. Artinya, para calon penumpang tertib saat menunggu kapal ke berbagai tujuan. Sehingga, arus balik tahun ini berjalan lancar sesuai dengan harapan semua pihak.

”Walaupun padat dari arus mudik dan arus balik dipelabuhan Tanjungbalai Karimun, para calon penumpang tertib mengikuti arahan petugas jaga. Sedangkan, jumlah arus mudik kemarin mencapai 66.415 orang ke berbagai tujuan dan yang datang ke Karimun lebih banyak yaitu 71.893 orang,” ungkapnya.

Terpisah Ketua DPC INSA Karimun Bustami Datuk Raja Marah ketika dikonfirmasi mengatakan, bahwa pihaknya ada penambahan kapal dua tujuan Selatpanjang. Untuk H+1 sampai H+3, mengingat animo calon penumpang dari Tanjungbalai Karimun tujuan Selatpanjang cukup ramai.

”Seperti arus mudik lalu. Tapi arus balik lebih banyak, di hari pertama sampai hari ketiga lebaran. Sehingga, kita lakukan penambahan kapal tujuan Selatpanjang,” paparnya.

Pantauan di pelabuhan, calon penumpang memanfaatkan hari libur terakhir untuk berkunjung ke sana keluarganya di beberapa pulau. Seperti pulau Batam, Tanjungpinang, Buru, Tanjungbatu, Moro dan sekitarnya. (tri)

Ayo Makan Ikan !!!

0

Pembaca, bersiaplah untuk ikut Festival Ikan dan Makan Ikan yang akan dimulai 1 hingga 17 Agustus 2017 menjadi sangat penting dan menarik.

Masih ingat saat Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengampanyekan tradisi makan ikan agar masyarakat sehat-sehat.

“Yang nggak makan ikan saya tenggelamkan,” kata Menteri Susi saat itu.

Tentu saja konteksnya untuk bercanda.

Melalui video itu Menteri Susi menekankan pentingnya makan ikan.

“Saya ingin mengkampanyekan untuk kita semua agar tambah minat dan menyenangi makan ikan. Karena ikan sehat dan banyak protein,” kata Menteri Susi.

Sontak, video itu menjadi heboh dan viral di dunia maya. Dan untuk memperingati 72 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, Kemenkes bersama dengan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) menggandeng Kementerian Pariwisata, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan  Primarasa.co.id menggelar Lomba Masak Ikan Nusantara. Lomba ini bertajuk Menuju Istana #IkanituENAK.

“Festival ini selain untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI juga menyambut Gerakan Gemar ikan. Ini sekaligus mendukung NawaCita Presiden Jokowi, meningkatkan Kualitas Hidup Manusia Indonesia. Semua kami ajak mengonsumsi ikan yang membuat tubuh sehat, kuat dan cerdas,” kata Menteri Kesehatan Nila F Moeloek.

Dari sisi gizi (ikan) sangat berguna. Ikan menurutnya membuat tubuh jadi sehat.

“Terutama pada ibu-ibu yang hamil. Saya sangat mengharapkan agar ibu hamil mendapatkan) asupan gizi yang baik karena akan melahirkan generasi yang lebih baik,” ucap Nla Moeloek

Sosialisasinya pun siap digeber ke seluruh Indonesia. Menuju Istana #IkanituENAK,akan mekakukan roadshow ke beberapa kota di Indonesia, di antaranya Biak Papua (11 Juli), Batam (16 Juli) dan Gorontalo (18 juli). Itu belum termasuk delapan daerah lainnya seperti Sumbar, Kalbar, Jawa Barat  DIY, Solo, NTB, NTT dan Sulawesi Selatan.

“Kami akan melakukan audisi dan bertemu langsung dengan para calon koki istana,” katanya.

Dari 11 kota yang dilakukan road show ini akan mencari 30 semifinalis peserta lomba masak ikan nusantara.

“Total 30 semifinalis dijurikan menjadi 10 finalis yang akan diadu di Jakarta untuk mencari 3 pemenang yang nantinya berkesempatan memasak untuk Presiden Jokowi ,” lanjutnya

Pemenang dari masing masing daerah ini nanti yang terpilih akan diundang ke Istana Negara dan memasak resep andalannya untuk Presiden Jokowi tepat di hari kemerdekaan Republik Indonesia.

“Festival ini terbuka untuk seluruh Warga Negara Indonesia, mencari koki terbaik yang dapat mengolah hasil laut menjadi hidangan lezat dan bergizi,” lanjutnya

Kementerian Pariwisata juga berada di barisan yang sama.

“Kegiatan ini sangat menarik, Kita juga saat ini  sedang menggenjot desnitasi wisata kuliner untuk lebih dikenal di mancanegara. Kita akan support untuk pelaksanaan roadshownya,” kata Esthy Reko Astuty, Deputi Bidang Pengenbangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar.

Esthy menambahkan acara ini bisa mendorong Pemerintah Daerah bersama dengan stakeholder terkait untuk membangun Destinasi Wisata Kuliner Indonesia yang berdaya saing. Selain itu juga menjadi upaya untuk meningkatkan rasa cinta dan minat masyarakat terhadap kuliner tradisional nusantara, khususnya terhadap menu ikan.

“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk memperkenalkan makanan tradisional nusantara, khusunya ikan kepada masyarakat luas serta memperkenalkan potensi kekayaan kuliner yang berbasis pada ikan dj seluruh provinsi di Indonesia,” katanya.

Bicara soal kuliner, Menpar Arief Yahya juga seirama dengan Deputinya. Menurut dia, kuliner Indonesia terbukti memiliki daya tarik yang besar, apalagi dengan dinobatkannya rendang sebagai salah satu makanan terlezat di dunia. Hal ini membuktikan bahwa kuliner Indonesia disukai serta siap menjadi salah satu faktor penggerak ekonomi masyarakat

”Festival ini sangat mendukung pengembangan Wisata Kuliner Indonesia. Yang tinggal dipikirkan adalah bagaimana mengemasnya menjadi kekuatan yang memiliki commercial value, bukan hanya cultural value. Dorong 10 tempat roadshow itu jadi destinasi wisata kuliner. Andalan masakan berbahan utama ikan, standar restoran yang diandalkan dari Kemenpar,” tutur Menpar Arief Yahya, yang asli Banyuwangi itu. (*)

ASN Bolos Kerja, BKD Beri Sanksi 

0
batampos.co.id – Plt Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Lingga Ary Satia Darma menghimbau kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) agar masuk kerja hari ini sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Jika masih ada yang melanggar ketentuan tersebut akan dikenakan sangsi sesuai dengan PP 53 tahun 2010.
“Sangsi ada tingkatannya. Pelanggaran ringan kami serahkan kepada kepala dinas masing-masking,” ujar Ari, Minggu (2/7) pagi.
Jika pelanggaran di atas ringan, Ari menambahkan, bentuk sangsi yang diberikan bisa saja seperti : penundaan gaji berkala, penundaan kenaikan pangkat. Sedangkan pelanggaran yang tergolong berat ASN dapat penurunan pangkat hingga pemecatan.
Kategori pelanggaran sedang yang dimaksud Ari adalah ASN yang tidak masuk atau membolos kerja dan telah tercatat beberapa kali melakukan hal yang sama. Untuk itu, Ari menyarankan kepada seluruh ASN agar mematuhi aturan yang ada seperti kembali bekerja seperti jadwal yang telah ditentukan.
“Besok (hari ini, red) kami melakukan sidak ke sejumlah dinas untuk mengecek kehadiran ASN di sejumlah dinas dan badan,” ujar Ari.
Setelah mendapat data, sambung Ari, bagi siapa saja yang tidak masuk pada jam kerja dan kami mendapatkan data kalau ASN tersebut telah melakukan bolos kerja berulang kali tanpa ada keterangan, BKD akan memberikan sangsi sedang sesuai dengan aturan yang ada. Hal ini dilakukan, aku Ari, untuk meningkatkan kinerja ASN dalam mengemban tugas negara.
Pemkab Lingga menggelar apel perdana di Daik Lingga setelah libur lebaran beberapa hari lalu. Setelah apel, direncanakan seluruh ASN akan saling bersalaman bersilaturahmi mengingat masih dalam waktu Hari Raya Idul Fitri.
“Masalah kegiatan perdana masuk kerja, langsung saja koordinasi ke bagian Humas dan Protokol Pemkab Lingga,” ujar Ari.
Namun hingga saat ini, Plt Kabag Humas Pemkab Lingga Sabirin belum dapat dihubungi untuk memastikan kegiatan apel perdana ASN masuk kerja setelah libur lebaran tahun ini. (wsa)