Keberadaan TPI Dinilai Belum Mendesak
Pantai Tanjung Siambang Diminati Wisatawan Lokal
batampos.co.id – Hamparan pasir putih pantai Tanjung Siambang, di ujung Pulau Dompak mulai diminati. Terbukti dari libur pasca perayaan Idul Fitri 1438 Hijriah, dimanfaatkan wisatawan lokal untuk menghabiskan waktu bersantai bersama keluarga di pantai yang berada tak jauh dari pusat Pemerintahan Provinsi Kepri.
Pemprov Perbaiki Pelabuhan Penyengat

batampos.co.id – Pulau Penyengat, Tanjungpinang merupakan magnet pariwisata regili yang ada di Ibu Kota Provinsi Kepri. Akan tetapi banyak infrastruktur pendukung pariwisata perlu diperbaiki. Salah satunya adalah Pelabuhan Penyengat yang sudah mulai rusak. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kepri, Kolonel Jamhur mengatakan Pemprov akan melakukan perbaikan tahun ini.
“Untuk kepentingan pariwisata banyak hal yang harus diperbaiki. Salah satunya adalah Pelabuhan Penyengat, karena kondisi pondasi pelabuhannya sudah pada keropos,” ujar Jamhur Ismail, kemarin.
Ditegaskan Jamhur, perbaikan infrastruktur Pelabuhan Penyengat merupakan skala prioritas program kerja Gubernur Kepri, Nurdin Basirun. Disebutkan Jamhur, lewat Dishub Kepri untuk mempercantik Pulau Penyengat, pihaknya sudah menyusun sejumlah rencana kegiatan. Namun demikian butuh proses, karena belum bisa diselesaikan pada tahun ini.
“Untuk tahun ini, kita fokus perbaikan pelabuhannya. Kemudian tahun depan, kita lanjutkan dengan pembangunan area parkir bagi becak yang ada di Penyengat,” jelas Jamhur.
Masih kata Jamhur, untuk kegiatan fisik perbaikan pelabuhan tersebut diupayakan jalan pada akhir Juli ini. Menurutnya, semakin cepat tentu akan semakin baik. Sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat. Selain itu tentunya bisa memberikan rasa nyaman dan aman bagi wisatawan yang ada berkunjung ke Pulau Penyengat.
“Untuk menjadikan Pulau Penyengat lebih elegan, kegiatan strategisnya bukan hanya di Dishub Kepri. Tetapi ada di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait lainnya, yakni Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertahanan,” paparnya.
Seperti diketahui, mimpi Pemprov Kepri yang belum terwujud untuk pembangunan Pulau Penyengat berupa sarana jalan lingkar. Kemudian selain itu adalah Monumen Bahasa Melayu yang merupakan amanat dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepri. Apalagi rencana kegiatan tersebut sudah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kepri.(jpg)
Kios Liar di Batam masih Ada
batampos.co.id – Keberadaan kios liar di Batam masih menjadi persoalan klasik bagi Pemerintah Kota Batam. Uoaya penertiban yang dilakukan tim terpadu Pemerintah Kota Batam juga terkesan belum merata. Sebab, hingga saat ini masih banyak kios liar yang berdiri kokoh di wilayah Seibeduk, Sagulung maupun Batuaji.
Pantauan Batam Pos, di wilayah Seibeduk, masih banyak kios liar yang menempati ROW jalan dan buffer zone. Seperti yang terlihat di pintu satu, dua dan tiga Bidaayu, di depan pasar pancur, dan masih banyak lagi. Di lokasi ini terdapat belasan hingga puluhan kios liar tak berizin berdiri.
Begitu juga yang terlihat di wilayah Sagulung. Tepatnya di jalan raya Trans Barelang atau di Simpang Tembesi. Di lokasi ini, terdapat puluhan kios liar yang masih berdiri. Selain menganggu pemandangan, kios yang tidak memiliki izin ini memperburuk tata kota. Apalagi posisinya berdiri di pintu masuk kawasan pariwisata Batam, Rempang dan Galang. “Kelihatannya memang tak bagus, terkesan semrawut,” kata Budi, warga Sagulung, Minggu (2/7).
Tak hanya menganggu pemandangan, keberadaannya juga kerap membuat macet jalan, apalagi di waktu akhir pekan, banyak wisatawan luar maupun lokal yang melewati jalan ini. “Biasanya macet mulai pom bensin hingga lampu merah simpang tembesi,” katanya.
Sebelumnya, Camat Sagulung, Reza Khadafy mengatakan puluhan kios liar di Simpang Barelang, Tembesi ini memang segera ditertibkan tahun ini. Rencananya lahan yang ditempati puluhan kios liar tersebut dipergunakan untuk pelebaran jalan.

“Tahun ini akan ada pelebaran jalan, otomatis kios liar yang ada di Simpang Barelang akan ditertibkan. Dan ini merupakan program Kementrian Pekerjaan Umum pusat,” ujar Reza beberapa waktu lalu.
Sementara di wilayah Batuaji, juga masih banyak terlihat kios liar. Seperti yang terlihat di depan Pasar Melayu, Simpang Basecamp, di sepanjang jalan Marina City dari simpang Basecamp hingga simpang Polsek Batuaji, di depan Perumahan Putra Jaya Tanjunguncang. Kios-kios liar ini pun sudah ada yang berbentuk bangunan permanen seperti ruko dan pujasera bahkan sudah ada yang dijadikan tempat tinggal. (cr19)
Ada Tim Gabungan Khusus Antisipasi Begal

batampos.co.id – Untuk mengantisipasi kejahatan jalanan, Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Barelang telah membentuk Tim Gabungan yang terdiri dari jajaran Sat Reskrim Polresta Barelang dan Unit Reskrim Polsek.
Setiap malamnya, tim gabungan itu akan berkeliling di sekitaran Kota Batam, khususnya kawasan yang sering terjadi begal maupun jambret. Tidak terkecuali daerah Batuaji dan Sagulung yang masih kerap terjadi pembegalan maupun penjambretan.
Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Agung Gima Sunarya saat dikonfirmasi Batam Pos berjanji akan meningkatkan patroli di kawasan yang rawan dengan aksi kejahatan jalanan, seperti Sagulung dan Batuaji.
“Nanti akan saya apelkan lagi anggota untuk ditingkatkan,” ujarnya.
Agung menambahkan, kawasan Batuaji dan Sagulung merupakan kawasan yang memang menjadi prioritas untuk patroli. Selain Batuaji, kawasan yang menjadi prioritas lain adalah Sekupang, Batamcenter dan sekitar Seitemiang.
“Patroli kita khususnya pada daerah yang kurang dilalui patroli polisi. Jika ada yang menjadi korban atau melihat kejahatan jalanan, segera laporkan ke Polsek terdekat,” katanya.
Agung menambahkan, anggotanya tidak akan segan-segan untuk memberikan tindakan tegas seperti tembak di tempat, apabila dijumpai pelaku kejahatan yang bisa membahayakan keselamatan anggotanya.
“Pasti akan kita berikan tindakan tegas, jika itu sudah membayakan anggota,” imbuhnya. (cr1)
Liburan Panjang Usai, Pegawai Wajib Ngantor
batampos.co.id – Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti menegaskan, mulai hari ini pegawai wajib ngantor seperti biasa. Libur panjang sudah selesai, aktifitas kantor dan urusan pelayanan masyarakat sudah menumpuk.
“Pegawai pemerintah daerah harus lebih disiplin dan taat aturan. Tidak ada alasan tidak ngantor setelah libur panjang lebaran idul Fitri,” sebut Ngesti.
Pemerintah Daerah kata Ngesti, di hari pertama akan melaksanakan apel pagi dan sekaligus halalbihalal di lingkungan Pemkab Natuna. Mempererat silaturahmi antar pegawai pemerintah daerah.
Dikatakan Ngesti, saat ini moda transportasi ke Natuna sudah lancar, baik dari maupun transportasi laut. Jalur udara, jadwal penerbangan Natuna – Batam sudah rutin setiap hari. Jalur laut terdapat kapal perintis KM sabuk Nusantara yang menyinggahi ke pulau-pulau.
“Memang untuk jadwal kapal laut ke Natuna dari luar daerah sudah sesuai jadwal. Tinggal pemudik mengatur jadwal, supaya tidak telat ngantor,” ujar Ngesti.
Ditambahkan Ngesti, Pemerintah Daerah juga akan melakukan pengecekan terhadap pegawai bolos setelah libur panjang. Untuk dilakukan evaluasi terhadap kinerja dan disiplin pegawai.
“Tentu pegawai bolos, akan ada sanksinya,” ujar Ngesti.(arn)
Warga Padati Wisata Pantai Diakhir Liburan

batampos.co.id – Warga Natuna memadati sejumlah tempat wisata pantai mengisi akhir liburan. Diantaranya pantai Batu Kasah, Minggu (3/7).
Pantai Batu Kasah, yang terletak di Desa Cemaga Tengah Kecamatan Bunguran Selatan ini menjadi pavorit liburan keluarga. Dengan hamparan pantai yang bersih ditambah bentangan bebatuan granit tertata rapi membentengi pantai dari hempasan gelombang pantai.
Selain pantai Batu Kasah, warga juga memadati pantai Tanjung dan pantai Pulau Senoa.
Soleh, pengunjung wisata pantai Batu Kasah mengaku, berwisata di pantai sangat menyenangkan. Anak-anak bisa bermain bebas dipantai.
“Di Natuna ini pantainya bersih, ajak keluarga bermain di pantai sangat menyenangkan,” kata Soleh.
Saat ini Pemerintah Kabupaten Natuna sudah menetapkan sejumlah destinasi wisata pantai. Diantaranya pantai Batu Kasah, Pantai Tanjung, Pantai Teluk Depeh dan Pulau Senua.
Pemerintah Desa pun saat ini menyongsong program destinasi Desa wisata. Baik menggunakan APBD maupun dana APBDes.
Kepala Dinas Pariwisata Pemkab Natuna Erson Gempa mengatakan, pengembangan pariwisata di Natuna masih belum maksimal dan belum didukung anggaran yang cukup.
Kendala saat ini katanya, adalah soal lahan kawasan wisata yang belum dibebaskan. Sehingga sulit untuk dikelola dengan baik. Namun hal ini tidak menjadi hambatan, karena Pemerintah Desa bersama BUMDes bisa membantu mengelola aset wisata di wilayah masing-masing.
“Desa wisata memang perlu disiapkan dengan baik. Terutama keterlibatan seluruh SKPD untuk keroyokan bangun pariwista,” kata Erson.(arn)
Kantor Agen Tiket Kapal Terbakar

batampos.co.id – Kantor Agen tiket kapal Ferry Majestic tujuan Tanjungpinang – Singapura milik PT Pasific Fery Line, yang terletak di Jalan Pos, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Minggu (2/7) sore terbakar. Diduga kebakaran akibat konsleting listrik. Tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Dana Proyek yang Tertunda Baru Terverifikasi Rp 50 Miliar

batampos.co.id – Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan nilai anggaran pada proyek yang akan ditunda terkait perkiraan defisit Rp241 miliar, baru terverifikasi sekitar Rp 50 miliar.
Namun ia tak bisa merinci secara utuh pos anggaran yang akan dipotong tersebut, karena tersebar di banyak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam.
“Payah mau dijelaskan, sebarannya banyak. Tak hanya proyek fisik, perjalanan dinas kita potong, ATK juga,” kata Amsakar, belum lama ini.
Yang paling ia ketahui yakni, penundaan rencana pembangunan kantor Dinas Tenaga Kerja (Dinasker) Batam yang dianggarkan senilai Rp 7 miliar.
“Kami data lagi. Kegiatan yang ditunda diberikan beberapa kriteria salah satunya, tidak bersentuhan dengan masyarakat,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, khusus proyek fisik selain Rp 7 miliar penundaan pembangunan kantor Disnaker yang bakal dikerjakan Dinas Cipta Karya, pada Dinas Permukiman, Perumahan Rakyat, dan Pertamanan (Disperkimtan) Kota Batam menunda proyek dengan total anggaran Rp 12 miliar.
Pada dinas lain yakni Dinas Sosial yang menunda pembayaran insentif bagi petugas posyandu dengan total anggaran sekitar Rp 1,5 miliar.
Sementara itu, di Dinas Bina Marga tak ada proyek fisik yang ditunda karena rata-rata kegiatan pada dinas yang dikepalai Yumasnur ini dinilai bersinggungan dengan masyarakat. Hal serupa juga di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam taka da satupun kegiatan yang berdampak.
“Kita sudah lihat, pada kami tak ada pengurangan,” kata Kepala Disbudpar, Pebrialin, kemarin. (cr13)
