Jumat, 17 April 2026
Beranda blog Halaman 13226

Keberadaan TPI Dinilai Belum Mendesak

0
batampos.co.id – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri, Edy Sofyan menilai kebutuhan akan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Provinsi Kepulauan Riau belum mendesak.
Karena, menurutnya, TPI itu hanya  cocok dibangun di daerah Pulau Jawa. Sedangkan di Kepri ini, rata-rata, ikan hasil tangkapan nelayan sudah langsung dibeli tauke ikan, lalu para tauke ikan mengekspornya ke Singapura.
Bahkan, kata Edy Sofyan, di Kepri sejauh ini belum ada tempat pelabuhan ikan. Kalau pun ada, itu hanya sebatas rencana. Seperti halnya di Kabupaten Bintan.
Bintan pernah mengajukan rencana pembangunan tempat pelelangan ikan. Lokasinya di daerah Wacopek Kijang Bintan Timur.
Namun,  sejauh ini Pemprov juga belum bisa memastikan  apakah  nantinya Pemprov setuju atau tidak dengan  rencana tersebut.
Jika memang Bintan serius, ingin mewujudkan pembangunan tempat pelelangan ikan  itu,  maka pihaknya meminta agar mempersiapkan  dan melengkapi semua persyaratan yang diminta.
Sebab, pembangunan tempat pelelangan  ikan itu merupakan program pemerintah pusat yang rencananya bakal menggunakan dana alokasi khusus (DAK)
Karena kebutuhan tempat pelelangan  ikan itu kurang urgen,  maka pemerintah Kepri sama sekali tidak memiliki rencana untuk membangun tempat pelelangan ikan.
Bahkan saat ini,  di Kepri saja  hanya ada dua yang dipertimbangkan  untuk menyetujuinya,  di Selat Lampa,  Natuna dan di Antang Pulau Anambas.
Sedangkan pengajuan dari  Bintan,  pihak pemerintah Kepri belum bisa mengambil keputusan.  “Intinya Kepri belum cocok bangun tempat  pelelangan ikan.  Di Kepri,  mungkin yang berjalan hanya sebatas pabrik es,” jelas Edy Sofyan.
Sementara itu, Bintan sendiri, begitu bersemangat   memiliki tempat pelelangan ikan.
Bahkan,  tahun 2017, Pemkab Bintan melalui Dinas Perikanan Bintan, sudah menyelesaikan Detail Enginering Desain (DED) pelabuhan pelelangan ikan. Setelah DED-nya selesai, secepatnya akan diajukan ke pemerintah pusat. (aya)

Pantai Tanjung Siambang Diminati Wisatawan Lokal

0

batampos.co.id – Hamparan pasir putih pantai Tanjung Siambang, di ujung Pulau Dompak mulai diminati. Terbukti dari libur pasca perayaan Idul Fitri 1438 Hijriah, dimanfaatkan wisatawan lokal untuk menghabiskan waktu bersantai bersama keluarga di pantai yang berada tak jauh dari pusat Pemerintahan Provinsi Kepri.

Di pantai tersebut, pengunjung tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam untuk bisa berenang dan bersantai di pondok yang disediakan pengelola. Bahkan, pengunjung juga bisa menikmati jajanan yang dijual para pedagang yang berada disitu.
Salah seorang warga, Kery, 34, mengatakan ia baru sekali ini menghabiskan waktu bersama keluarga di pantai tersebut. Sebab, ia baru mengetahui bahwa di Tanjungpinang ada pantai yang tak kalah seperti pantai Trikora.
“Saya diajak adik, sebelumnya saya tahu hanya Trikora. Pantai di Tanjung Siambang ini kurang lebih sama saja kok dengan Trikora,” ujar Kery.
Dengan adanya pantai di Tanjungpinang, kata Kery, ia pun bersama keluarganya tidak perlu lagi pergi jauh untuk bersantai bersama keluarga ke pantai.
“Biasanya kalau mau ke Pantai menempuh puluhan kilometer. Tapi sekarang gak perlu lagi, karena pantai ini (Tanjung Siambang) dekat dengan pusat pusat Kota,” kata Kery.
Sementara itu, warga lainnya, Intan, 28, mengaku lebih senang menghabiskan waktu libur ke Pantai Tanjung siambang. Sebab, dikawasan tersebut menurutnya suasanya cukup tenang dengan rindangnya pepohonan yang ada disana.
“Enak disini, suasananya tenang. Bisa ngelihat sunset. Pantainya juga cukup bersih,” ucapnya.
Terpisah, pengelola pantai tersebut, Atan, mengatakan sejak Lebaran kemarin. Pantai Tanjung Siambang ramai dikunjungi masyarakat. Pantai yang terbuka untuk umum tersebut dipadati pengunjung sejak pagi hari.
“Untuk berapa jumlah pastinya pengunjung tidak bisa dipastikan. Kalau dari H+1 sampai Minggu (2/7), mungkin sudah ribuan orang kesini,” ujarnya.
Dikatakan Atan, untuk bisa bersantai disitu. Pengunjung hanya dikenakan biaya sebesar Rp 40 ribu untuk menempati pondok yang disediakan. Sedangkan untuk fasilitas kamar mandi pengunjung cukup membayar Rp 3 ribu perorangnya.
“Biaya itu untuk memperbaiki pondok jika ada yang rusak, dan juga membeli air untuk masyarakat yang hendak mandi usai berenang di pantai,” pungkasnya.(ias)

Pemprov Perbaiki Pelabuhan Penyengat

0
Warga menaiki pompong menuju pulau Penyengat di Dermaga Penyengat Tanjungpinang, beberapa waktu lalu. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Pulau Penyengat, Tanjungpinang merupakan magnet pariwisata regili yang ada di Ibu Kota Provinsi Kepri. Akan tetapi banyak infrastruktur pendukung pariwisata perlu diperbaiki. Salah satunya adalah Pelabuhan Penyengat yang sudah mulai rusak. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kepri, Kolonel Jamhur mengatakan Pemprov akan melakukan perbaikan tahun ini.

“Untuk kepentingan pariwisata banyak hal yang harus diperbaiki. Salah satunya adalah Pelabuhan Penyengat, karena kondisi pondasi pelabuhannya sudah pada keropos,” ujar Jamhur Ismail, kemarin.

Ditegaskan Jamhur, perbaikan infrastruktur Pelabuhan Penyengat merupakan skala prioritas program kerja Gubernur Kepri, Nurdin Basirun. Disebutkan Jamhur, lewat Dishub Kepri untuk mempercantik Pulau Penyengat, pihaknya sudah menyusun sejumlah rencana kegiatan. Namun demikian butuh proses, karena belum bisa diselesaikan pada tahun ini.

“Untuk tahun ini, kita fokus perbaikan pelabuhannya. Kemudian tahun depan, kita lanjutkan dengan pembangunan area parkir bagi becak yang ada di Penyengat,” jelas Jamhur.

Masih kata Jamhur, untuk kegiatan fisik perbaikan pelabuhan tersebut diupayakan jalan pada akhir Juli ini. Menurutnya, semakin cepat tentu akan semakin baik. Sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat. Selain itu tentunya bisa memberikan rasa nyaman dan aman bagi wisatawan yang ada berkunjung ke Pulau Penyengat.

“Untuk menjadikan Pulau Penyengat lebih elegan, kegiatan strategisnya bukan hanya di Dishub Kepri. Tetapi ada di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait lainnya, yakni Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertahanan,” paparnya.

Seperti diketahui, mimpi Pemprov Kepri yang belum terwujud untuk pembangunan Pulau Penyengat berupa sarana jalan lingkar. Kemudian selain itu adalah Monumen Bahasa Melayu yang merupakan amanat dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepri. Apalagi rencana kegiatan tersebut sudah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kepri.(jpg)

Kios Liar di Batam masih Ada

0

batampos.co.id – Keberadaan kios liar di Batam masih menjadi persoalan klasik bagi Pemerintah Kota Batam. Uoaya penertiban yang dilakukan tim terpadu Pemerintah Kota Batam juga terkesan belum merata. Sebab, hingga saat ini masih banyak kios liar yang berdiri kokoh di wilayah Seibeduk, Sagulung maupun Batuaji.

Pantauan Batam Pos, di wilayah Seibeduk, masih banyak kios liar yang menempati ROW jalan dan buffer zone. Seperti yang terlihat di pintu satu, dua dan tiga Bidaayu, di depan pasar pancur, dan masih banyak lagi. Di lokasi ini terdapat belasan hingga puluhan kios liar tak berizin berdiri.

Begitu juga yang terlihat di wilayah Sagulung.  Tepatnya di jalan raya Trans Barelang atau di Simpang Tembesi. Di lokasi ini, terdapat puluhan kios liar yang masih berdiri. Selain menganggu pemandangan, kios yang tidak memiliki izin ini memperburuk tata kota. Apalagi posisinya berdiri di pintu masuk kawasan pariwisata Batam, Rempang dan Galang. “Kelihatannya memang tak bagus, terkesan semrawut,” kata Budi, warga Sagulung, Minggu (2/7).

Tak hanya menganggu pemandangan, keberadaannya juga kerap membuat macet jalan, apalagi di waktu akhir pekan, banyak wisatawan luar maupun lokal yang melewati jalan ini. “Biasanya macet mulai pom bensin hingga lampu merah simpang tembesi,” katanya.

Sebelumnya, Camat Sagulung, Reza Khadafy mengatakan puluhan kios liar di Simpang Barelang, Tembesi ini memang segera ditertibkan tahun ini. Rencananya lahan yang ditempati puluhan kios liar tersebut dipergunakan untuk pelebaran jalan.

Deretan kios liar masih berdiri di atas trotoar Jalan Trans Barelang, Tembesi, Batuaji. Foto: Yofi Yuhendri/ Batam Pos

“Tahun ini akan ada pelebaran jalan, otomatis kios liar yang ada di Simpang Barelang akan ditertibkan. Dan ini merupakan program Kementrian Pekerjaan Umum pusat,” ujar Reza beberapa waktu lalu.

Sementara di wilayah Batuaji, juga masih banyak terlihat kios liar. Seperti yang terlihat di depan Pasar Melayu, Simpang Basecamp, di sepanjang jalan Marina City dari simpang Basecamp hingga simpang Polsek Batuaji, di depan Perumahan Putra Jaya Tanjunguncang.  Kios-kios liar ini pun sudah ada yang berbentuk bangunan permanen seperti ruko dan pujasera bahkan sudah ada yang dijadikan tempat tinggal.  (cr19)

Ada Tim Gabungan Khusus Antisipasi Begal

0
Polisi di Batam siaga saat apel di Mapolresta Barelang. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Untuk mengantisipasi kejahatan jalanan, Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Barelang telah membentuk Tim Gabungan yang terdiri dari jajaran Sat Reskrim Polresta Barelang dan Unit Reskrim Polsek.

Setiap malamnya, tim gabungan itu akan berkeliling di sekitaran Kota Batam, khususnya kawasan yang sering terjadi begal maupun jambret. Tidak terkecuali daerah Batuaji dan Sagulung yang masih kerap terjadi pembegalan maupun penjambretan.

Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Agung Gima Sunarya saat dikonfirmasi Batam Pos berjanji akan meningkatkan patroli di kawasan yang rawan dengan aksi kejahatan jalanan, seperti Sagulung dan Batuaji.

“Nanti akan saya apelkan lagi anggota untuk ditingkatkan,” ujarnya.

Agung menambahkan, kawasan Batuaji dan Sagulung merupakan kawasan yang memang menjadi prioritas untuk patroli. Selain Batuaji, kawasan yang menjadi prioritas lain adalah Sekupang, Batamcenter dan sekitar Seitemiang.

“Patroli kita khususnya pada daerah yang kurang dilalui patroli polisi. Jika ada yang menjadi korban atau melihat kejahatan jalanan, segera laporkan ke Polsek terdekat,” katanya.

Agung menambahkan, anggotanya tidak akan segan-segan untuk memberikan tindakan tegas seperti tembak di tempat, apabila dijumpai pelaku kejahatan yang bisa membahayakan keselamatan anggotanya.

“Pasti akan kita berikan tindakan tegas, jika itu sudah membayakan anggota,” imbuhnya. (cr1)

Liburan Panjang Usai, Pegawai Wajib Ngantor

0

batampos.co.id – Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti menegaskan, mulai hari ini pegawai wajib ngantor seperti biasa. Libur panjang sudah selesai, aktifitas kantor dan urusan pelayanan masyarakat sudah menumpuk.

“Pegawai pemerintah daerah harus lebih disiplin dan taat aturan. Tidak ada alasan tidak ngantor setelah libur panjang lebaran idul Fitri,” sebut Ngesti.

Pemerintah Daerah kata Ngesti, di hari pertama akan melaksanakan apel pagi dan sekaligus halalbihalal di lingkungan Pemkab Natuna. Mempererat silaturahmi antar pegawai pemerintah daerah.

Dikatakan Ngesti, saat ini moda transportasi ke Natuna sudah lancar, baik dari maupun transportasi laut. Jalur udara, jadwal penerbangan Natuna – Batam sudah rutin setiap hari. Jalur laut terdapat kapal perintis KM sabuk Nusantara yang menyinggahi ke pulau-pulau.

“Memang untuk jadwal kapal laut ke Natuna dari luar daerah sudah sesuai jadwal. Tinggal pemudik mengatur jadwal, supaya tidak telat ngantor,” ujar Ngesti.

Ditambahkan Ngesti, Pemerintah Daerah juga akan melakukan pengecekan terhadap pegawai bolos setelah libur panjang. Untuk dilakukan evaluasi terhadap kinerja dan disiplin pegawai.

“Tentu pegawai bolos, akan ada sanksinya,” ujar Ngesti.(arn)

Warga Padati Wisata Pantai Diakhir Liburan 

0
Warga padati wisata pantai diakhir liburan. Salah satunya adalah wisata Pantai Batu Kasah di Kecamatan Bunguran Selatan Natuna, menjadi tempat mengisi liburan bersama keluarga. F. Aulia Rahman/ Batam Pos.

batampos.co.id – Warga Natuna memadati sejumlah tempat wisata pantai mengisi akhir liburan. Diantaranya pantai Batu Kasah, Minggu (3/7).

Pantai Batu Kasah, yang terletak di Desa Cemaga Tengah Kecamatan Bunguran Selatan ini menjadi pavorit liburan keluarga. Dengan hamparan pantai yang bersih ditambah bentangan bebatuan granit tertata rapi membentengi pantai dari hempasan gelombang pantai.

Selain pantai Batu Kasah, warga juga memadati pantai Tanjung dan pantai Pulau Senoa.

Soleh, pengunjung wisata pantai Batu Kasah mengaku, berwisata di pantai sangat menyenangkan. Anak-anak bisa bermain bebas dipantai.

“Di Natuna ini pantainya bersih, ajak keluarga bermain di pantai sangat menyenangkan,” kata Soleh.

Saat ini Pemerintah Kabupaten Natuna sudah menetapkan sejumlah destinasi wisata pantai. Diantaranya pantai Batu Kasah, Pantai Tanjung, Pantai Teluk Depeh dan Pulau Senua.

Pemerintah Desa pun saat ini menyongsong program destinasi Desa wisata. Baik menggunakan APBD maupun dana APBDes.

Kepala Dinas Pariwisata Pemkab Natuna Erson Gempa mengatakan, pengembangan pariwisata di Natuna masih belum maksimal dan belum didukung anggaran yang cukup.

Kendala saat ini katanya, adalah soal lahan kawasan wisata yang belum dibebaskan. Sehingga sulit untuk dikelola dengan baik. Namun hal ini tidak menjadi hambatan, karena Pemerintah Desa bersama BUMDes bisa membantu mengelola aset wisata di wilayah masing-masing.

“Desa wisata memang perlu disiapkan dengan baik. Terutama keterlibatan seluruh SKPD untuk keroyokan bangun pariwista,” kata Erson.(arn)

Kantor Agen Tiket Kapal Terbakar

0
Ruko yang berlokasi di jalan Pos Tanjungpinang, ludes terbakar, Minggu (2/7). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Kantor Agen tiket kapal Ferry Majestic tujuan Tanjungpinang – Singapura milik PT Pasific Fery Line, yang terletak di Jalan Pos, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Minggu (2/7) sore terbakar. Diduga kebakaran akibat konsleting listrik. Tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Pantauan di lapangan, kebakaran tersebut mengagetkan masyarakat sekitar. Pasalnya asap hitam membumbung tinggi keluar dari kantor yang terdiri dari ruko itu. Tiga unit mobil pemadam kebakaran diturunkan untuk memadamkan api.
Informasi yang dihimpun, sebelum ludes terbakar. Masyarakat yang saat itu berada tak jauh dari lokasi mendengar bunyi ledakan yang sangat kuat sebanyak tiga kali. Sedangkan saat kejadian. Kantor tersebut dalam keadaan kosong.
“Kantor itu kosong pas kejadian, karyawannya sudah pada pulang. Tadi saya dan warga lainnya langsung membongkar terali ruko kantor itu,” ujar Said, salah seorang warga yang juga saksi mata kebakaran tersebut.
Dikatakan Said, saat warga membuka pintu ruko tersebut. Api sudah melahap atap dan juga konter tempat penjualan tiket.
“Saat kami buka teralinya, kami juga sudah langsung menghubungi Pemadam Kebakaran,” kata Said.

Sementara itu, salah seorang karyawan agen tiket tersebut, Siska mengatakan saat ditinggal pulang. Kantor tidak ada kebakaran. Ia pun mengetahui kebakaran tempat kerjanya itu saat sudah kejadian.
“Sudah saya tutup langsung saya tinggal pulang. Tau kebakaran pas sudah kejadian,” ujarnya.
Terpisah, Kapolsek Tanjungpinang Kota, AKP Edy Supandi, mengatakan dugaan sementara kebakaran karena konsleting arus listrik. Sedangkan kerugian dari peristiwa tersebut juga belum bisa diketahui.
“Kerugian belum diketahui, kami masih mendalami penyebab kebakaran tersebut,” ucapnya singkat.(ias)

Dana Proyek yang Tertunda Baru Terverifikasi Rp 50 Miliar

0
ilustrasi

batampos.co.id – Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan nilai anggaran pada proyek yang akan ditunda terkait perkiraan defisit Rp241 miliar, baru terverifikasi sekitar Rp 50 miliar.

Namun ia tak bisa merinci secara utuh pos anggaran yang akan dipotong tersebut, karena tersebar di banyak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam.

“Payah mau dijelaskan, sebarannya banyak. Tak hanya proyek fisik, perjalanan dinas kita potong, ATK juga,” kata Amsakar, belum lama ini.

Yang paling ia ketahui yakni, penundaan rencana pembangunan kantor Dinas Tenaga Kerja (Dinasker) Batam yang dianggarkan senilai Rp 7 miliar.

“Kami data lagi. Kegiatan yang ditunda diberikan beberapa kriteria salah satunya, tidak bersentuhan dengan masyarakat,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, khusus proyek fisik selain Rp 7 miliar penundaan pembangunan kantor Disnaker yang bakal dikerjakan Dinas Cipta Karya, pada Dinas Permukiman, Perumahan Rakyat, dan Pertamanan (Disperkimtan) Kota Batam menunda proyek dengan total anggaran Rp 12 miliar.

Pada dinas lain yakni Dinas Sosial yang menunda pembayaran insentif bagi petugas posyandu dengan total anggaran sekitar Rp 1,5 miliar.

Sementara itu, di Dinas Bina Marga tak ada proyek fisik yang ditunda karena rata-rata kegiatan pada dinas yang dikepalai Yumasnur ini dinilai bersinggungan dengan masyarakat. Hal serupa juga di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam taka da satupun kegiatan yang berdampak.

“Kita sudah lihat, pada kami tak ada pengurangan,” kata Kepala Disbudpar, Pebrialin, kemarin. (cr13)

Gubernur Larang OPD Gelar Halal Bihalal

0
 
batampos.co.id – Hari ini, Senin (3/7) adalah hari perdana bekerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Kepri, setelah liburan panjang lebaran sepekan lebih.
Gubernur Kepri, Nurdin Basirun tidak membenarkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Kepri menggelar halal bihalal paska libur panjang Idul Fitri 1438 H.
Ia menyerukan supaya seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemprov Kepri langsung fokus bekerja sesuai dengan tanggungjawab yang diberikan.
“Liburan Idul Fitri tahun ini lebih dari sepekan. Sehingga tidak etis kiranya, ketika hari pertama masuk kerja OPD malah disibukan dengan kegiatan halal bihalal,” ujar Gubernur Nurdin.
Menurut Mantan Bupati Karimun tersebut, kegiatan silaturahmi tersebut sebaiknya dilaksanakan pada saat libur. Artinya bukan pada hari kerja, karena itu akan mengganggu rencana kerja yang sudah dibuat. Masih kata Gubernur, masing-masing OPD yang ada di lingkungan Pemprov Kepri punya tanggungjawab yang besar. Karena sampai sekarang ini progres untuk kegiatan fisik masih kurang menjanjikan.
“Masih banyak pekerjaan yang harus kita selesaikan. Sehingga jangan buang waktu untuk kegiatan-kegiatan yang kurang perlu,” papar Nurdin. (jpg)