Selasa, 14 April 2026
Beranda blog Halaman 13241

Rendang untuk Lebaran

0

Bagaimana jika Lebaran lusa Anda menyediakan menu rendang?!

Biasanya saat Lebaran, rendang disantap dengan ketupat dan kuah sayur labu. Usai salat Idul Fitri, melihat hidangan rendang di meja makan, membuat suasana hari kemenangan makin akrab.

Chef The Margo Hotel, di Jalan Margonda, Depok, Hendra Suwarno meyakinkan masak rendang bukan hal sulit. Waktu yang terbuang untuk membuat rendang, disebutnya sebanding dengan hasil. Sebab, santan dan berbagai rempah sebagai bumbu, membuat rasanya sangat lezat.

“Tidak mudah kok tahap-tahapnya. Resepnya juga mudah dan bumbunya mudah dicari di pasar tradisional dan swalayan. Tips memilih buah kelapanya sebaiknya yang tua, agar santannya kental,” tuturnya kepada JawaPos.com.

Bahan-bahan :

  • 1 Buah kelapa tua, diparut dan dibuat santan kental
  • 6 siung bawang putih
  • 3 siung bawang merah
  • 2 cm jahe besar
  • 2 cm lengkuas besar
  • 100 gram cabai merah keriting
  • 3 cm kunyit
  • 3 lembar daun jeruk
Rendang ala The Margo Hotel (DERY RIDWANSAH/JAWA POS)

Cara memasak :

Buang serat dan lemak daging sapi dahulu. Potong-potong lebar dan tipis. Buang santan kental sekitar 1 liter dari buah kelapa tua. Haluskan bumbu seperti bawang putih, bawang merah, jahe, lengkuas, kunyit, daun jeruk, dan lainnya (tanpa garam).

Sangrai bumbu dengan sedikit minyak goreng hingga harum dan angkat. Rebus daging sapi dengan air secukupnya (usahakan air rebusan tidak habis sebelum daging empuk).

Setelah daging empuk (sebelum air habis), masukkan santan dan bumbu secara bersamaan dan gunakan nyala api sedang. Tambahkan garam dan penyedap rasa hingga cita rasanya sesuai dengan selera.

Terus aduk-aduk dan sebaiknya jangan ditinggal agar santan tidak pecah. Setelah bumbu meresap dan air tinggal sedikit, angkat. Rendang siap dihidangkan. (cr1/JPG)

Beli Pizza Gratis 1 di Doodle Cafe & Resto Vanilla Hotel

0
Pizza yang promo selama Lebaran Idul Fitri di Doodle Cafe & Resto Vanilla Hotel. Foto. Madya untuk Batam Pos

batampos.co.id – Vanilla Hotel di Jalan Pembangunan Blok VI Penuin menawarkan promo yang menarik selama Lebaran atau hingga 30 Juni mendatang. Setiap pembelian 1 pizza akan diberikan gratis 1.

Pizza ini tersedia di lantai II atau di Doodle Cafe & Resto. Untuk mendapatkan bonus ini, pengunjung harus mengikuti akun instagram Doodle Cafe & Resto.

“Ini khusus untuk akun instagram. Jadi tinggal menunjukannya kepada staff,” ujar General Manager Vanilla Hotel, Madya, Rabu (21/6).

Menu ini juga hanya berlaku untuk makan malam di lokasi dengan harga Rp 79 ribu. Menu ini juga hanya berlaku untuk ukuran sedang atau biasa. “Harga di luar tax dan service,” tuturnya.

Menurut dia, pizza yang ditawarkan ini memiliki rasa yang jauh lebih lezat. Selain itu memiliki rasa kenyal dan dibalut saus. “Di Doodle Cafe & Resto ini juga tersedia aneka pizza lainnya, mushroom soup, casserole panggang dan sosis,” terang Madya.

Di Doodle Cafe & Resto juga tersedia paket berbuka puasa dengan harga Rp 85 ribu per-orang. Dalam paket ini, tersedia puluhan menu makanan nusantara. Menunya dari aneka takjil, aneka lauk dan aneka makanan penutup.

Makanan nusantara yang dihadirkan, seperti rendang, soto betawi, soto bandung, mpek-mpek, aneka ayam, dan ikan.

Sedangkan takjil yang disediakan diantaranya, kurma, aneka es, kolak, serta bubur.

“Menunya ada puluhan dan setiap hari berbeda-beda,” paparnya. (opi)

Lebaran, Kantor Camat Tutup Selama Lima Hari

0
Warga saat melakukan perekaman e-ktp. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos.co.id – Menyambut hari raya Idul Fitri, pelayanan di kantor Camat Batuaji akan tutup selama lima hari. Ini sesuai dengan surat edaran dari wali kota Batam terkait cuti bersama untuk pegawai negeri sipil di kota Batam.

Sekretaris Camat Batuaji Sutikno mengatakan, cuti bersama tersebut dilaksankan pada tanggal 23, 27-30 Juli mendatang.

“Lima hari jadinya karena tanggal satu dan dua Juni hari Sabtu dan Minggu,” ujar Sutikno, Kamis (22/6) siang.

Dengan adanya kebijakan tersebut, maka pelayanan adiministrasi di kantor camat juga akan tutup selama lima hari. Kepada masyarakat yang membutuhkan pelayanan diimbau untuk datang tanggal 3 Juni mendatang.

“Tanggal tiga baru buka lagi. Jadi selama lima hari tersebut diharapkan bersabar dulu,” harap Sutikno.

Begitu juga kantor Camat Sagulung. Menyambut hari raya Idul Fitri pelayanan di kantor camat juga tutup selama lima hari.

Pantuan di lapangan, sehari menjelang cuti bersama pelayanan di kantor Camat Batuaji dan Sagulung berjalan normal, Kamis (22/6). Meskipun demikian warga yang datang untuk mengurus administrasi sudah mulai berkurang. Antrian di bagian pengurusan administrasi tak terlihat ramai lagi. (eja)

Poli Pelayanan RSUD Batam Tutup Selama Lima Hari

0
ilustrasi

batampos.co.id – Poli pelayanan pasien rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam di Batuaji tutup selama sepulu hari kedepan mulai Jumat (23/6) hari ini. Ini sesuai dengan surat edaran Wali kota Batam terkait cuti bersama hari raya Idul Fitri. Pelayanan poli rawat jalan baru akan dibuka kembali pada Senin (3/7) mendatang.

Humas RSUD Embung Fatimah Batam Ellin Sumarni mengatakan, penutupan tersebut hanya berlaku untuk pelayanan poli rawat jalan. Sementara untuk pelayanan emergency atau darurat di Intalasi Gawat Darurat (IGD) dan pelayanan rawat inap tetap buka seperti biasa.

“Sekalipun ada cuti bersama namun untuk pelayanan IGD dan rawat Inap tetap berjalan seperti biasa, dokter yang menangani tetap memiliki jadwal konsulnya nanti,” ujar Ellin.

Ini bertujuan untuk tetap melayani pasien emergency yang mungkin saja akan masuk selama masa cuti bersama tersebut.

“Petugas medis yang berjaga juga tetap maksimalkan, karena bagaimanapun dua bagian pelayanan medis yang tetap buka itu harus terlayani dengan baik,” kata Ellin.

Bagi pasien yang memiliki jadwal berobat rutin di bagian poli pelayanan rawat jalan di jadwal cuti bersama tersebut, diharapkan untuk bersabar hingga tanggal 3 Juni mendatang.

“Kalaupun ada pasien yang memiliki jadwal berobat rutin di poli pelayanan umum dalam kondisi emergency nggak apa-apa datang saja ke IGD. Ada kok dokter yang berjaga di IGD,” tutur Ellin. (eja)

Warga Batam….. Tak Ada Kenaikan Tarif Parkir Ya….

0
Juru parkir di Kota Batam sedang memungut retribusi dari pelanggan. (REZZA HERDIYANTO/BATAM POS/

batampos.co.id – Pupus sudah harapan Pemko Batam untuk menaikan tarif parkir. Pasalnya setelah melalui proses pembahasan yang panjang, akhirnya tim panitia khusus ranperda perubahan perda Nomor 1 Tahun 2012 tentang penyelenggaraan retribusi parkir menyepakati tidak ada kenaikan tarif pada perda baru tersebut.

“Pembahasan cukup alot dan pansus sepakat tak ada kenaikan tarif,” ujar Sekretaris Pansus Parkir, Udin P. Sialoho membacakan ranperda parkir dalam rapat paripurna di DPRD Batam, Kamis (22/6).

Menurut dia, alasan pemerintah menaikan tarif guna meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dirasa belum tepat. Apalagi PAD sektor parkir masih bisa ditingkatkan dengan cara menambah jumlah titik-titik parkir. Pengelolaan parkir harusnya lebih dahulu memberikan pelayanan, baru kemudian menerima retribusi.

Diingatkan, selama ini masyarakat merasa terbebani dengan minimnya pelayanan yang diberikan, namun tetap dikenakan biaya tanpa memberikan pelayanan yang seharusnya. Itupun tidak berbanding lurus dengan target PAD yang bersumber dari sektor ini, baik untuk retribusi maupun pajak parkir ruang milik jalan sendiri.

“Parkir itu dasar keberadaannya, untuk pelayanan. Prinsip pelayanan itu, diberikan pelayanan dulu bagi pemakai jasa, sebelum pengguna jasa memberikan kewajibannya,” terangnya.

Ditambahkan Udin, untuk parkir elektronik diterapkan satu tahun setelah perda ini disahkan.

“ini adalah bentuk perjuangan tim  pansus ke masyarakat Batam,” imbuh Udin

Selain tarif, perda parkir ini juga menegaskan tentang drop out. Dimana akhirnya disepakati selama 15 menit bebas biaya parkir.

“Jika ada pengendara yang masuk wilayah parkir mal, plaza atau bandara atau pelabuhan, namun tak mendapat tempat parkir, paling lama 15 menit tidak dikenakan biaya parkir,” tuturnya.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi menerima baik perda yang baru disahkan tersebut. Menurut dia, ditetapkan perda ini harus didukung semua pihak, sehingga akhirnya bisa mewujudkan target yang hendak dicapai.

“Pemko Batam dalam kesempatan ini menyampaikan dukungan dan kerja samanya,” kata Rudi. (rng)

Takut Ketinggalan, Pemudik Sahur di Pelabuhan Domestik Sekupang

0

batampos.co.id – Ratusan penumpang tujuan Dumai yang berangkat pukul 06.00 WIB rela menghabiskan waktu sahur mereka di Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS). Hal ini dilakukan demi menghidari ketinggalan kapal pagi tadi (23/6/2017).

Arman misalnya, pria yang tinggal di Batuaji ini memilih sahur di PDS untuk menghidari kemacetan, dan ketinggalan kapal.”Kapal jam 06.00 WIB, takut ketiduran jam 02.00 WIB saya udah jalan dari kosan,” kata dia.

Mudik dengan sahur di pelabuhan bukanlah hal baru bagi dia, sudah dua tahun belakangan dia memilih untuk sahur di pelabuhan. Namun berbeda dengan tahun lalu, karena pelabuhan yang sekarang jauh lebih besar dan nyaman. “Dulu sempit- sempitan nunggu, sekarang jauh lebih nyaman karena ruang tunggunya cukup besar,” ujarnya.

Pantauan batampos.co.id di PDS, antrean penumpang sudah mulai terlihat sejak pukul 05.30 WIB. Tidak sedikit calon pemudik yang memilih lesehan beristirahat di ruang tunggu, hingga menunggu jadwal keberangkatan.

Kepadatan penumpang sudah terlihat sejak subuh. Antrean ratusan penumpang tujuan Dumai jelang waktu keberangkatan semakin terasa, karena satu- persatu calon penumpang kapal tujuan lain mulai berdatangan. Selain antrean penumpang yang menunggu keberangkatan, antrean kendaraan menuju PDS juga terjadi. Jejearan mobil yang hampir satu kilomete ini membuat kemacetan terjadi hingga pintu masuk PDS. Petugas juga terlihat sibuk mengatur jalannya arus lalu lintas.

Kepala Satuan Kerja (Kasatker) PDS, Deni Setiawan mengatakan kemacetan ini tidak bisa dihindari, hal ini disebabkan semakin meningkatnya jumlah pemudik. “Kita berusaha mengatur bagaimana mengurai kemacetan. Kita juga sudah standbye dari sahur di PDS untuk mengatur arus lalu lintas, namun tidak bisa dipungkiri mobil pengantar pemudik sangat banyak, sehingga kemacetan tidak bisa dihindari,” terang Deni.

Sementara itu, Kelapa Syahbandar PDS, Deni Wahyudi mengatakan pihaknya mengutamakan bagaimana pemudik bisa berangkat sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Khusus kapal yang berangkat di bawah pukul 08.00 WIB, pihaknya menyiapkan dua pintu keberangkatan, hal ini upaya menghindari desakan penumpang,” kata dia.

Lebih dari delapan ribu pemudik diperkirakan akan meninggalkan Batam, Jumat (23/6/2017). “Dari kemarin sudah mulai ramai, puncak arus mudik  diperkirakan akan berlangsung hingga, Sabtu (24,6),” tutup Deni.(cr17)

Ingat! Puskesmas di Batam Tetap Buka Selama Libur Lebaran

0


batampos.co.id – Selama libur lebaran Idul Fitri 1438 H, pelayanan kesehatan kepada masyarakat Batam di Puskesmas tetap dilaksanakan oleh petugas medis. Puskesmas akan tetap beroperasi 24 jam.

“Kita sudah siapkan petugas di masing- masing puskesmas,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmajadi, Jumat (23/6/2017).

17 puskesmas yang telah beroperasi selama ini, dipastikan membuka pelayanan bagi pasien, meskipun hanya unit gawat darurat. “Nanti mereka akan berjaga  mulai dari pagi hingga malam, mereka bekerja dua shift, hal ini agar pelayanan tetap berjalan maksimal,” kata dia.

Masyarakat yang ingin berobat bisa langsung datang ke puskesmas terdekat saat libur lebaran nanti. Selain itu, pihaknya juga telah melengkapi persedian obat di setiap kecamatan, hal ini untuk mengantisipasi meningkatnya permintaan obat.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Jefridin mengatakan masyarakat yang membutuhkan perawatan tidak usah kuatir karena dia memastikan seluruh puskesmas buka 24 jam untuk melayani masyarakat.

“Jika sakit langsung datang saja, kita sudah siapkan petugasnya, selain itu RSUD Embung Fatimah juga tetap membuka pelayanan di hari yang sama,” kata dia.

Dia mengingatkan meskipun libur lebaran petugas harus tetap bekerja dengan baik, jangan sampai ada pasien yang tidak mendapatkan pelayanan. “Jangan setengah hati melayani masarakat, terutama yang berhubungan dengan keehatan,” imbunya.

Jefrdin juga tidak ingin mendengar ada aduan dari masyarakat yang diperlakukan tidak baik saat berobat. “Selurh petugas yang telah diberi tugas jangan ada yang tidak berada di puskesmas,” tegasnya. (cr17)

Nikmati Pesona Lebaran ala Aceh

0

Disbudpar Aceh memromosikan paket wisata unik sesuai dengan karakteristik daerah dan budaya Aceh yang kental dengan syiar Islam, yaitu Paket Wisata Pesona Lebaran di Aceh.

Paket Wisata Pesona Lebaran ini dirancang khusus Disbudpar Aceh dengan melibatkan pelaku industri pariwisata Aceh, khususnya tour operator untuk memanfaatkan momentum liburan keluarga sekaligus Hari Raya Idul Fitri dengan suguhan berbagai daya tarik wisata, khususnya pada objek destinasi wisata budaya dan kuliner.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Reza Fahlevi menyebutkan dalam rangka memperkenalkan dan mempromosikan Aceh kepada wisatawan, setiap momen unik dan khusus, seperti suasana Ramadhan dan lebaran di Aceh menjadi prioritas untuk dipromosikan dengan mempersiapkan paket-paket wisata menarik yang bersifat tematis, seperti Pesona Ramadhan dan Pesona Lebaran di Aceh.

“Lebaran di Aceh tentu sangat berbeda dengan daerah-daerah lainnya, karena keunikannya yang sarat dengan berbagai aktifitas spiritual sebagai sebuah tradisi menarik, sehingga menjadi ajang meluapkan suka cita untuk membawa keluarga melancong ke berbagai destinasi wisata menarik selama di Aceh,” ujarnya, Kamis (22/6/2017) yang didampingi Kabid Pemasaran Disbudpar Aceh Rahmadhani.

Reza juga menyebutkan, ada banyak tradisi yang menarik untuk diikuti selama lebaran di Aceh, seperti pawai malam takbiran, “teut beude” atau meriam bambu yang saling bersahutan antar kampung, shalat Ied bersama keluarga, bersilahturahmi, berziarah, menikmati sajian kuliner khas lebaran dan mengunjungi objek-objek wisata menarik dan bersejarah lainnya.

Selain itu, untuk objek-objek wisata menarik lainnya, Reza juga menyebutkan ada 10 top destinasi yang wajib dikunjungi selama lebaran di Aceh meliputi Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Museum Tsunami Banda Aceh, PLTD Apung Banda Aceh, Pantai Lampuuk Aceh Besar, Monumen Kilometer Nol RI Sabang, Pantai Iboih Sabang, Pantai Anoi Itam Sabang, Danau Lut Tawar Aceh Tengah, Pacu Kude Gayo dan Komplek Kerajaan Samudera Pasai Aceh Utara.

“Untuk mempromosikan Paket Wisata Lebaran di Aceh secara lebih luas, selain pelaku industri pariwisata, komunitas media sosial juga dilibatkan untuk mempromosikan paket wisata tersebut dengan menggunakan beberapa tagar #MudikPenuhPesona, #MudikWisataKemana, #LebarandiAceh dan #CahayaAceh,” tambahnya dengan bersemangat.

Sementara itu, Kabid Pemasaran Disbudpar Aceh Rahmadhani juga menambahkan, informasi pesona lebaran di Aceh juga sangat gencar dimainkan di sejumlah akun media sosial milik Disbudpar Aceh.

“Mulai dari Pesona Ramadhan, Pesona Kuliner, hingga Pesona Lebaran juga kita tampilkan sejumlah foto menarik dalam dua bahasa di akun Instagram @acehtourism.travel serta di Twitter dan Facebook Disbudpar Aceh,” ungkapnya.

Wisatawan Malaysia Terpikat dengan Pesona Lebaran di Aceh

Beberapa tour operator di Aceh tidak melewatkan berkah lebaran Idul Fitri 1438 Hijriah dengan melayani kunjungan wisatawan dari Malaysia untuk berlebaran di Aceh.

“Beberapa rombongan tour, khususnya dari Kuala Lumpur dan Seulangor akan berwisata dan berlebaran Idul Fitri di Aceh,” sebut Pimpinan Great Wall Tour, Mahlizar.

Motif utama kunjungan mereka di Aceh, selain merasakan nuansa lebaran di Aceh, juga berkeinginan untuk melakukan shalat Ied Idul Fitri di Masjid Raya Baiturahman dengan penampilan 12 payung raksasanya, sekaligus ingin mencicipi makanan khas lebaran di Aceh sambil bersilaturahmi dengan masyarakat Aceh.

Hal yang sama juga dialami oleh Sardifa Travel, dimana ada beberapa rombongan keluarga berasal dari Jakarta yang akan berkunjung ke Aceh, hanya untuk merasakan syahdu dan nuansa Idul Fitri, khususnya shalat Idul Fitri bersama dengan masyarakat Aceh. (*)

Ba’da Nang mBreksi Saja…

0

Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Lowo Ijo, pengelola Taman Tebing Breksi, Prambanan, Sleman siap menyambut para mudikers.

Mereka menyiapkan atraksi beragam seni dalam bentuk Festival Kesenian Tebing Breksi bertema “BA’DA Neng mBreksi” mulai 27 Juni sampai 2 Juli 2017.  Waktunya mulai pukul 13.00 sampai 17.30 WIB.

Tanggal 27 Juni, seni tradisional Jathilan akan ditampilkan untuk mereka yang datang ke Taman Tebing Breksi. Tanggal 28 Juni akan tampil musik perkusi dan hadrah. Tanggal 29 Juni kembali Jathilan yang ditampilkan. Tanggal 30 Juni musik Campursari.

“Tanggal 1 Juli-nya kami tampilkan Sanggar Tari Tebing Breksi. Kelompok kesenian masyarakat di sini. Hari terakhir, 2 Juli, kembali Jathilan yang akan ditampilkan,” tegas Kholiq Widiyanto.

Taman Tebing Breksi merupakan satu nominator ajang Anugerah  Pesona Indonesia 2017 dalam kategori Tujuan Wisata Baru Terpopuler.

Taman Tebing Breksi merupakan bekas galian batu kapur yang sangat cantik. Tebing Breksi merupakan salah satu tempat wisata baru di Jogja yang berhasil menarik perhatian banyak orang. Mulanya, bukit ini hanyalah sebuah tambang batu biasa yang menyerupai bukit kecil setinggi kurang lebih 20 m. Namun akhir-akhir ini, para wisatawan yang hendak berkunjung ke Candi Ijo menyempatkan diri mampir ke tempat ini untuk sekedar berfoto.

Selain tampak eksotis, Tebing Breksi juga menawarkan pemandangan lanskap yang luar biasa. Dari atas tebing, wisatawan dapat melihat Candi Prambanan, Candi Sojiwan dan Candi Barong yang dilatari oleh gagahnya Merapi. Tak hanya itu, tebing yang mirip dengan Brown Canyon yang ada di Semarang ini pun menawarkan panorama senja yang menggoda.

Sejumlah seniman atau artis nasional pernah menggunakan Taman Tebing Breksi untuk kegiatan pentas maupun rekaman video klip mereka. Misalnya Afgan, Dewa Bujana, dan Barasuara.

Roadshow Barasuara yang diusung Soundsation pernah mampir di Jogja. Band asal Jakarta itu memilih tampil di Taman Tebing Breksi, Prambanan, Jumat (21/4/2017) malam. Dalam balutan konser bertajuk Soundsation “Habis Gelap Terbitlah Terang.”

Kemudian Dewa Bujana, musisi jazz kenamaan, juga memilih Tebing Breksi. Zentuary, konser yang berlokasi di Tebing Breksi Jogja pada 25 November 2016 ini diadakan untuk launching album ke-8 Dewa Budjana yang berjudul Zentuary. Selain Dewa Budjana, ada juga beberapa musisi ternama Indoensia yang berkolaborasi bersama Dewa Budjana dalam konser ini.

Ingin mudik Anda penuh pesona? Ayo #Ba’daNengmBreksi aja. Akses menuju ke lokasi geoheritage ini sangat mudah. Di sekitarnya juga ada obyek wisata lain yang menarik. Ada Candi Ijo, Candi Ratu Boko, Candi Barong, Omah Domes atau Rumah Teletubbies. Untuk menjangkau lokasi tersebut, ada layanan Shiva Plateau Adventure. “Harganya tidak naik meski lebaran,” tandas Kholiq.

Menteri Pariwisata Arief Yahya lagi-lagi menaruh simpati pada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis)  Lowo Ijo, pengelola Taman Tebing Breksi, Prambanan, Sleman itu. Kegiatan yang mereka rancang untuk menjaring mudikers atau wisatawan nusantara di destinasi Breksi itu, tepat sekali. Di saat orang sedang liburan mudik.

“Ide bagus, jalankan dengan bagus, makan hasilnya akan bagus pula,” kata Arief Yahya.(*)

Bira Beach Run, Tempat Tepat Olahraga sembari Menikmati Indahnya Pantai

0
Pantai Bira

Bira Beach Run 2017 akan dihelat pada 1 Juli mendatang. Kali ini ialah edisi perdana pelaksanaan lomba lari ini.

Anda yang ingin berolahraga sembari menikmati keindahan Pantai Tanjung Bira, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba tentu tak boleh melewatkan event ini. Wakil Bupati Bulukumba Tomy Satria Yulianto mengatakan, Bira Beach Run bukanlah event biasa.

“Kami berharap, di samping berlari, para pelari juga dapat menikmati pesona alam di wilayah Tanjung Bira,” ujar Tomy beberapa waktu lalu.

Kadis Pariwisata Bulukumba Ali Saleng mengamini ucapan Tomy.

Menurut Ali, para peserta bakal mendapat suguhan pemandangan yang luar biasa selama berlari.

“Rute yang telah ditetapkan sekitar delapan kilometer. Selain melewati jalan raya, pelari juga akan naik di puncak Pua Janggo, lalu turun kembali menyusuri Pantai Bara sampai ke Pantai Bira yang panjangnya sekitar tiga kilometer,” kata Ali.

Di sisi lain, Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran Disbudpar Sulsel Yulianus Batara Saleh mengatakan, Bira Beach Run 2017 merupakan bagian Explore South Sulawesi Run Competition selain Malino Run dan Toraja Run.

“Konsepnya sama. Peserta akan berlari sambil menikmati keindahan alam dan Pantai Bira yang ada di Bulukumba,” kata Yulianus.

Dia menambahkan, panitia pelaksana (panpel) bertekad menggaget peserta sebanyak-banyaknya.

Menurut Yulianus, Bira Beach Run 2017 menawarkan konsep yang berbeda.

Apa keistimewaan Bira Beach Run 2017 sehingga para runner tak boleh melewatkannya? Jawabannya adalah pesona Pantai Tanjung Bira yang bisa membuat pengunjung terkagum-kagum.

Pantai Tanjung Bira memiliki pasir putih yang sangat halus, alam bawah laut yang eksotis, dan pemandangan yang tiada banding.

Pengunjung juga bisa melihat matahari terbit dan terbenam di lautan lepas. Selain itu, laut di Tanjung Bira juga memiliki tiga lapisan warna yang sangat indah dilihat dari kejauhan.
Tak hanya itu, Pantai Tanjung Bira juga didukung beberapa spot wisata di sekitarnya.

Misalnya, Pulau Kambing dan Pulau Liukang. Banyak travelista menyukai diving maupun snorkeling di tempat itu karena biota bawah lautnya memang wow banget.

Jika sudah lelah bermain di pantai, travelista bisa menikmati wisata budaya di daerah itu.
Travelista bisa melihat perahu phinisi yang dibuat oleh perajin lokal. Tak mengherankan, Pemprov Sulsel berani menjami para peserta bakal puas mengikuti Bira Beach Run 2017.

“Karena temanya sport tourism, tentu sasarannya adalah mereka yang senang berwisata sambil menikmati keindahan alam sekitarnya,” tambah Yulianus.

Sementara itu, Direktur Lontara Andi Defiana mengatakan, semua peserta yang berhasil mencapai garis finis bakal mendapatkan medali.

“Para peserta juga saat berlari bisa selfie-selfie di spot-spot yang menarik yang dilaluinya. Intinya mereka bisa berlari dengan nyaman,” ujar Defiana.

Menpar Arief Yahya mengapresiasi kegiatan sport tourism di tepi pantai itu. Sport event yang diadakan di destinasi wisata itu akan menarik karena punya nilai tinggi dalam mempromosikan destinasi itu.

“Wisman yang mengikuti sport tourism itu 60% akan jadi repeaters, mereka datang lagi di lain waktu,” ujar Arief Yahya.(*)