Minggu, 10 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13271

Pulau Penyengat Siap Usung Wisata Religi Jadi Unggulan

0
Sejumlah penari membawakan Tari Zapin pada Festival Pulau Penyengat di Pulau Penyengat, Sabtu (22/7). F.Yusnadi/Batam Pos

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama pemerintah Tanjung Pinang melakukan penandatanganan MoU untuk menggenjot Wisata Religi di Pulau Penyengat. Penandatanganan dilakukan di acara Festival Pulau Penyengat pada tanggal 21 Juli 2017.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti mengatakan, dengan ditandatanganinya MoU ini maka Pulau Penyengat harus fokus mengembangkan destinasi wisata religi ke negara tetangga, Malaysia, Singapura dan Thailand.

“Kami yakin Pulau Penyengat akan menjadi unggulan border tourism. karena memiliki kekuatan sejarah. Ke depannya Pulau Penyengat akan dikemas dengan konsep wisata religi yang di dalamnya terdapat unsur wisata ziarah,” ujar Esthy.

Lebih lanjut Esthy mengatakan Pulau Penyengat memiliki objek wisata yang akan dikembangkan tentunya adalah peninggalan sejarah yang menjadi salah satu pusat kebudayaan Melayu. Karena Melayu identik dengan Islam, maka tentunya termasuk religi yang ada di dalamnya.

“Alhamdulillah kita seirama dengan pemerintah daerah dalam target wisatawan di border area ini,” katanya.

Esthy menambahkan, selain sangat cocok dengan wisata religi karena banyak makam-makam yang tentunya akan lebih berpotensi jika dikembangkan dengan konsep wisata religi. Terlebih keturunan Melayu banyak tersebar luas.

Tidak hanya di Indonesia, namun ke berbagai negara seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan Filipina. Wali Kota menambahkan, tidak heran jika di setiap pekannya selalu ada wisatawan mancanegara dari ketiga negara tersebut datang ke Pulau Penyengat.

“Ketika mereka memiliki kedekatan secara kultur, tentu mereka akan tertarik. Tidak hanya sebagai destinasi wisata, tapi juga silaturahmi terhadap leluhur mereka yang juga berasal dari sini (Pulau Penyengat),” katanya.

Kementerian Pariwisata sebelumnya telah menetapkan Kepulauan Riau sebagai salah satu kantong pendulang wisatawan mancanegara. Dengan kedekatan jarak ditambah budaya, maka potensi Kepulauan Riau, dalam hal ini Kota Tanjung Pinang dan Pulau Penyengat memiliki potensi besar.

“Target wisatawan mancanegara sendiri untuk Kepri (Kepulauan Riau) ditargetkan sebesar 2,2 juta wisman di tahun ini,” ujar Esthy.

Menteri Pariwisata Arief Yahya sebelumnya menegaskan Festival Pulau Penyengat diharapkan dapat mengangkat pariwisata Kepulauan Riau, khususnya potensi destinasi wisata alam dan budaya setempat. Selain itu juga memperkenalkan Pulau Penyengat sebagai pusat sejarah dan budaya Melayu.

“Letaknya yang strategis, berbatasan dengan Malaysia dan Singapura menjadi keuntungan tersendiri. Eventnya? Atraksinya? Aksesnya? Semua harus digarap secara serius. Kalau Tanjung Pinang serius, komitmen, pariwisata pasti cepat tumbuh, terus adakan acara yang bisa memantik mereka datang ke negara kita,” kata Menpar Arief Yahya.(*)

Final Road Race Lintas Batas Disaksikan 15 Ribu Penonton

0

Road Race Lintas Batas yang digelar di Sirkuit Oemanu – Kefamenanu, Kabupaten Timur Tengah Utara (TTU) memasuki babak final berlangsung luar biasa. Balap motor amatir ini disaksikan 15 ribu warga TTU dan sekitarnya serta dari warga negara tetangga, Timor Leste.

Kegiatan ini yang oleh Menpar Arief Yahya disebut sebagai crossborder event, dimaksudkan untuk menjaring wisatawan di perbatasan. Sekaligus menghidupkan ekonomi masyarakat di crossborder area.

“Dalan portofolio pariwisata, sport event ini masuk dalam kategori manmade, wisata buatan. Salah satu cara mempromosikan destinasi di perbatasan adalah event,” kata Menpar Arief Yahya.

Ada 17 Kelas yang di lombakan dibagi dalam tiga kategori, kelas pemula dan kelas open. Kelas pemula terdiri dari  dua kelas, yaitu kelas bebek 2 tak standar (std) sampai 125cc pemula lokal dan kelas sport std sampai 155cc pemula lokal. Sedangkan kelas open terdiri dari  kelas bebek 4 tak tuneup sampai 125cc pemula/sedeed, kelas bebek 4 tak tuneup sampai 150cc pemula/sedeed, kelas tak 2 std 116cc pemula/sedeed, kelas 2tak std sampai 125cc pemula/sedeed, kelas matic std sampai 130cc pemula/sedeed, kelas matic tuneup sampai 150cc pemula/sedeed,kelas 4 tak std sampai 130 pemula, kelas khusus king sampai 140cc, kelas sport std sampai 155cc open

Road Race Lintas Batas yang berlangsung 22-23 Juli 2017 ini, memperebutkan piala bergilir Kapolda NTT yang dijuarai Jems Buan Cendana dari Cendana AMP Speed Huruk Mulas, Piala Tetap Bupati TTU dimenangi Jimmy Halla dari RBRT 76 Dirga Motor Soe, dan piala tetap Kapolres TTU Cup Race 2017 diraih Rhyo Sonbay juga dari Cendana AMP Speed Huruk Mulas.

Dalam Road Race ini, diikuti 220 pembalap dari 17 tim sebagian dari Timor Leste. Pembalap dari Timor Leste sebanyak 27 pembalap ditambah manager dan kru dari Timor Leste sebanyak 127 orang. Sementara kelas yang diikuti 11 kelas dari 17 kelas yang dilombakan.

Ketua Panitia Paulus Sumantri mengatakan, event yang rencananya jadi kegiatan tahunan ini berlangsung sukses dan lancar berkat dukungan penuh pemerintah daerah TTU, Kepolisian dan Kementerian Pariwisata.

“Lomba berjalan lancar berkat dukungan banyak pihak, termasuk Kementerian Pariwisata, balapannya minim kecelakaan. Dan terima kasih Bapak Bupati akan menjadikan ini event tahunan. Kami akan melakukan evaluasi untuk perbaikan-perbaikan event selanjutnya,” ujar Paulus, Minggu (23/7).

Apa yang diharapkan Bupati Timur Tengah Utara Raymundus Sau Fernandes terhadap kegiatan ini nampaknua berhasil. Selain menjadi kegiatan hiburan bagi masyarakat, juga menggerakkan perekonomian. Dia mengungkapkan, dalam dua hari gelaran, hotel-hotel dan penginapan penuh, semua pedagang makanan yang ada di arena juga ludes terjual.

“Sport tourism memang menjadi andalan di TTU, tiap kali menggelar sport tourism selalu dilihat belas ribu orang. Sebentar lagi kami juga ada dua event lagi yaitu Grasstrack Lintas Batas dan Pacuan Kuda yang pastk akan disaksikan lebih banyak orang lagi,” ungkap Bupati Ray.

Bupati Ray menyadari, bahwa wilayahnya minim akan destinasi wisata. Sebab itu pihaknya akan menggenjot dari sisi wisata buatan dari kekuatan kebudayaan dan sport tourism sebagai atraksinya untuk memikat wisatawan. Dengan dua kekuatan tersebut, dirinya optimistis akan bersumbangsih dalam menyumbang datangkan wisatawan mancanegara (wisman) melalui crossborder seperti yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Pariwisata Arief Yahya.

“Kita rajin membuat event-event yang bisa menarik warga dari negara tetangga Timor Leste. Kami serumpun, kesukaan kami sama. Selain itu kami akan terus membenahi destinasi wisata. Saat ini kami juga ingin menggenjot wisata religi dengan membangun patung Yesus tertinggi di dunia serta membangun rumah-rumah ibadah untuk 5 agama,” kata Ray.

Sementara, Plt Asdep Analisa Data Pasar Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata Ir. Sutarjo mengatakan, tidak salah bila mendukung penuh event sport tourism di perbatasan. Menurutnya, event olahraga cukup efektif menarik wisatawan crossborder.

“Kemenpar dengan senang hati terus mendukung kegiatan seperti ini. Kegiatan seperti ini selain bermanfaat bagi masyarakat, juga cukup membantu mendatangkan wismanyang tahun ini targetnya mencapai 15 juta wisman,” kata Sutarjo.

Sutarjo menambahkan, sudah tepat bila Menteri Pariwisata Arief Yahya menggenjot sport tourism dan festival di perbatasan karena terbukti bisa menjadi market potensial di daerah perbatasan termasuk NTT yang berbatasan langsung dengan Timor Leste ini.

“Timor Leste sangat bisa diajak untuk terlibat dalam festival karena antara timur dan barat Pulau Timor memiliki budaya yang sama. Sport tourism kini juga bisa menjadi atraksi baru. Semuanya menjadi ajang untuk meningkatkan hubungan persahabatan yang lebih erat lagi bagi dua negara bertetangga ini,” kata Sutarjo.

Usai balapan, malam harinya Bupati Ray menggelar panggung hiburan di depan kantornya. Dalam penutupan ini, selain menyerahkan trophy untuk para juara, juga disajikan berbagai hiburan seperti dance, free style, live music dan penyanyi lokal dari Kefamenanu serta penampilan aneka kesenian yang disajikan masyarakat TTU dan juga dari negara bagian Distrik Oecusy yang berakhir hingga tengah malam. (*)

Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci Digelar Hari Ini hingga 29 Juli Mendatang

0

Danau Kerinci merupakan danau yang luas. Karena luas, pada zaman dahulu danau ini dinamakan danau gedang (besar). Danau Kerinci bahkan menyimpan mitos tentang dua ekor naga kakak beradik yang saling menyayangi. Tak kalah menarik, Danau Kerinci menjadi tersohor berkat keindahan alamnya. Inilah yang menjadi magnet bagi para wisatawan.

Untuk lebih mendongkrak kunjungan wisatawan, diadakan Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci (FMPDK) setiap tahunnya hingga kini menjadi salah event pariwisata unggulan Kabupaten Kerinci. FMPDK kali ini merupakan penyelenggaraan ke-16, yang rencananya akan dihelat 26-29 Juli 2017.

Event FMPDK XVI akan dipusatkan di Dermaga Danau Kerinci Sanggaran Agung. Rencananya, FMPDK XVI akan dihadiri Menteri Pariwisata Arief Yahya, Gubernur Jambi Zumi Zola Zulkifli, dan Bupati Kerinci Adirozal pada upacara pembukaan Rabu, 26 Juli 2017, pukul 08.30 WIB.

Bupati Kerinci Adirozal menjabarkan tujuan diselenggarakannya FMPDK XVI, di antaranya meningkatkan kesadaran masyarakat sekitar Danau Kerinci tentang potensi keindahan alam Kerinci dan pentingnya kerjasama antar stakeholder untuk mengembangkan potensi tersebut sebagai destinasi wisata.

“Tidak ketinggalan, meningkatkan perekonomian di wilayah tersebut sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membuka peluang usaha,” katanya, Senin (24/7).

Dengan usungan tema “Cerminan Suksesnya Branding Pariwisata Menuju Jambi Tuntas”, FMPDK XVI bakal menampilkan tari massal, pawai budaya, festival budaya spesifik unik, lomba parno adat dari 16 kecamatan di Kabupaten Kerinci, serta pertunjukan dan lomba seni budaya. Berbagai pertunjukan dan lomba seni budaya yang ditampilkan, seperti Tari Rangguk Tradisi, lomba tari kreasi, lomba berbalas pantun, lomba mengaji adat Kerinci, lomba menumbuk padi (3 antan 1 lesung) nampi padi/beras khas Kerinci, lomba giling cabe tradisional, lomba masakan sambal khas Kerinci, serta lomba sike rebana dan fashion show antar MAN, SMA, mahasiswa, dan sanggar se-Kabupaten Kerinci.

Selain festival budaya, masyarakat yang mengunjungi FMPDK XVI akan disuguhi pameran berisi banyak stan kuliner dan hasil kerajinan khas Jambi. Para tamu yang diperkirakan turut hadir, yakni DPRD, bupati/walikota se-Provinsi Jambi, Kapolda, Danrem, dan lainnya.

“Sasaran event FMPDK XVI adalah pertumbuhan masyarakat lokal terhadap lingkungan, budaya, dan keramahan; pertumbuhan infrastruktur jalan, penginapan, transportasi, dan bandara; serta Kerinci menjadi penawaran destinasi prioritas bagi para agen tur dan wisata,” ungkap Adirozal.

Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda Olahraga Kerinci, Ardinal menjelaskan, pelaksanaan FMPDK XVI hampir sama seperti tahun lalu, tetap dilaksanakan dengan berpusat di objek wisata Danau Kerinci. Jenis kegiatannya pun berupa kebudayaan dan kesenian. Namun, ada tambahan yang bersifat fundamental.

“Jumlah kegiatan bertambah karena akan ada berbagai perlombaan unik dan menarik yang akan diselenggarakan selama FMPDK berlangsung,” ujarnya.

Bagi Anda yang ingin menyaksikan kekayaan budaya Kerinci dalam balutan FMPDK XVI, perjalanan menuju Kabupaten Kerinci dapat ditempuh dengan jalur darat dari Kota Jambi dengan jarak tempuh lebih kurang 8-9 jam atau dari Kota Padang dengan jarak tempuh lebih kurang 6 jam. Untuk mempersingkat waktu juga bisa melalui jalur udara menuju bandara perintis Depati Parbo, dari Bandara Sultan Thaha Jambi, atau Bandara Internasional Minang Kabau Kota Padang dengan jarak tempuh hanya 45 menit.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, tiap daerah perlu satu ikon wisata agar mudah dikenal wisatawan. Maka Jambi, ikon wisatanya yang baru saja ditetapkan, adalah gunung berapi tertinggi di Indonesia, Kerinci dan juga danaunya.

“Branding itu investment. Kita pilih ikon yang kuat dan siap untuk suatu wilayah. Sumatera Utara punya Danau Toba. NTB walaupun ada gili-gili tapi kita angkat Mandalika. NTT ada Kelimutu tapi kita pilih Labuan Bajo dan Komodo. Nah Jambi ini, banyak sekali,” papar Menpar Arief Yahya.

Jambi punya banyak danau-danau cantik, seperti Danau Kerinci atau Danau Koco. Bentangan alam, 4 taman nasional di sana begitu eksotis. Budaya, suku Anak Dalam namanya sudah terkenal di telinga traveler.

“Pilihan terakhir, Candi Muarajambi atau Gunung Kerinci. Saya pilih Gunung Kerinci dan danaunya. Kenapa saya pilih Kerinci karena sudah masuk World Heritage UNESCO. Lebih kuat dibanding Candi Muarajambi yang baru akan diajukan ke UNESCO,” tutur Menpar Arief Yahya. (*)

PLN Batam Siap Bantu Listriki Hinterland

0
ilustrasi

batampos.co.id – PLN Batam siap membantu pemerintah melistriki kawasan hiterland Batam.

PLN Batam menyiapkan rencana melistriki Pulau Buluh, Pulau Bulang dan Sambu, Pulau Kasu dan Pemping.

Kondisi itu diungkapkan Manager of Public Relation Bright PLN Batam, Bukti Panggabean‎, Selasa (25/7), menjawab wartawan di Batam. Pulau-pulau itu diakui sebenarnya dibawah PLN Persero. Namun PLN Batam diminta membantu. Sehingga disusun rencana, dimana, untuk Pulau Buluh, Bulang dan Bulang, sambumenggunakan kabel laut.

“Kalau Pemping dan Kasu menggunakan LNG,” kata Bukti.

Diakui Bukti, rencana itu sudah matang disiapkan PLN Batam. Bahkan ada pengerjaan yang sudah berjalan. Seperti untuk Pulau Buluh, pengerjaan sudah berjalan dengan survey. Pengerjaan dijalankan, karena PLN Batam mendapat permintaan dari pemerintah Provinsi Kepri.

“Kita menjalankan penugasan pemerintah. Tapi kan kita juga harus memperhatikan biaya. Sementara ini, kami anggaran terbatas, karena kenaikan tarif kemarin diturunkan jadi 15 persen,” ungkapnya.

Diakui, untuk pengembangan listrik ke pulau-pulau, membutuhkan biaya besar. Terlebih untuk biaya pemasangan kabel laut, kalau menarik kabel laut, lebih mahal daripada membangun pembangkit sendiri.

“Ini terkait dengan tugas yang diberikan kita, untuk melistriki pulau,” imbuh Bukti.

Sementara untuk pulau-pulau lain di Batam, hambatannya terkait dengan labuh jangkar. Dimana, daerah kabel laut tidak bisa dijadikan labuh jangkar.

“Kalau daerah yang dilintasi kabel digunakan labuh jangkar, harus dibebaskan. Makanya kalau paling mudah direalisasikan, Pemping dan Kasu, karena pembangkit sendiri dengan LNG,” bebernya.

Demikian, diakui bukan hal sulit untuk mereka realisasikan interkoneksi ke hiterland, walau dikaui juga tidak mudah. Namun, semuanya kembali bicara kemampuan dana. Hal itu tidak lepas dari kemampuan tarif juga. Bagaimana tarif yang disetujui masih 15 persen.

“Makanya PLN masih melakukan komunikasi kepada pemerintah yang memberikan ijin. Harus dilihat kemampuan untuk investasi,” harapnya.

Diakui, dengan tarif listrik saat ini, PLN Batam sulit untuk mengembangkan listrik. Perkiraan, untuk setiap 1 km kabel laut, dibutuhkan anggaran sekitar 3 juta dolar Amerika Serikat. Biaya yang bersar itu juga yang membuat PLN Batam berat merealisasikan interkoneksi ke Karimun. Kecuali untuk kabel laut dibantu PLN Persero.

“Kita bisa membangun, tapi butuh pengembalian dana investasi,” imbuhnya.

Secara umum diakui, pengembangan listrik ke pulau-pulau, sementara ini masih proyek rugi. Alasannya, konsumen dipulau-pulau tidak ada industri. Sehingga tanpa penyesuaian tarif, sulit diwujudkan. ‎Untuk Rempang dan Galang, PLN berharap segera dikembangkan. Jika industri masuk di daerah Relang, maka PLN akan terbantu.

“Tanpa industri, berat. Termaksud ke Galang, proyek rugi. Karena mengaliri satu kantor polsek disana. Ke Sembulang, menggunakan tarif nasional. Sebelumnya sudah ada jalur listrik sendiri, jadi listrik ditagih PLN Persero,” ujar Bukti.‎(mbb)

Tim Gabungan Turunkan Spanduk Provokatif

0
Tim gabungan terdiri dari Satpol PP, TNI dan polisi menurunkan spanduk yang bertuliskan provokatif yang dapat mengganggu kondusifitas di Anambas, Senin (24/7)

batampos.co.id – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) bersama Satpol PP dan TNI Polri menurunkan sejumlah spanduk yang terpasang di sejumlah titik yang ada di Tarempa. Diantaranya yakni di jembatan yang ada di Jalan Diponegoro, di Simpang Tugu Tarempa dan di Tanjung Kecamatan Siantan. Penurunan spanduk ini menjadi perhatian warga.

Kepala Bakesbangpol Anambas, Khairl Syahadat mengatakan, penurunan spanduk tersebut, atas saran dari sejumlah pihak, lantaran isi tulisan yang terpampang dispanduk, dianggap tak perlu dipampangkan. Sebab di Anambas ini kondisi kondusif. Sehingga spanduk yang bertulisan provokatif dikhawatirkan justru dapat mengakibatkan kegaduhan.

“Ada tiga spanduk yang kita turunkan dan satu spanduk diturunkan langsung oleh masyarakat. Kita ini arahnya tidak ingin mencari tahu siapa yang memasang tapi kita hanya ingin situasi di Anambas ini tetap kondusif,” ungkap Khairul Senin (24/7).

Alasan kedua diturunkannya spanduk tersebut yakni mengenai identitas pemasang spanduk yang hingga saat ini belum jelas karena tidak terdaftar di Kabupaten kepulauan Anambas. “HTI sudah dibubarkan sementara itu Aliansi Masyarakat Anti Radikalisme yang diduga merupakan identitas pemasang, juga tidak terdaftar di Anambas,” ungkapnya lagi.

Dirinya berharap dengan diturunkan spanduk ini pemasang bisa datang ke kantornya supaya diketahui asal-usulnya sekaligus membicarakan masalah ini. “Kalau mereka datang kita malah suka karena bisa membicarakan masalah ini,” tutupnya. (sya)

Mini Cake Hadir dengan 40 Pilihan Rasa

0
Mini cake yang dihadirkan di toko kue Boncake Gallery, Baloi. F. Lenni Julia/Batam Pos

batampos.co.id – Toko kue Boncake Gallery di Baloi menawarkan mini cake dengan 40 pilihan rasa. Kini setiap pembelian mini cake yang awalnya Rp 250 ribu kini menjadi Rp 160 ribu. Penawaran ini berlaku dari Kamis (20/7) hingga Rabu (16/8) nanti.

“Dengan harga Rp 160 ribu, konsumen sudah mendapatkan dua box mini cake, dengan isi satu box 12 potong,” ujar Karyawan Boncake Gallery, Kinn, Senin (24/7).

Kinn mengatakan ada 40 rasa yang ditawarkan untuk mini cake ini. Seperti rasa pistascio, avocado, bluebrry, rasberry, strawberry, coklat nuttela, coklat huzelnut, red velvet, rainbow, latte, lemon, capuccino, green tea, manggo, tiramisu, fruit cake dan lainnya.
“Setiap boxnya kami sudah atur isinya, dengan empat pilihan seri. Jadi konsumen bisa langsung memilih seri yang mana,” jelasnya.

Mini cake ini cocok dijadikan untuk jamuan diacara arisan, maupun perayaan ulang tahun. Karena hadir dengan pilihan bolu yang berbeda setiap boxnya.
“Untuk ulang tahun juga bisa, kami bisa membuat ucapan ulang tahun, atau ucapan lainnya,” terangnya.

Lebih lanjut, Kinn mengatakan selain menghadirkan promo mini cake, Boncake Gallery juga menghadirkan ukuran terbaru bolu Pistasche. Bolu ini kini hadir dengan ukuran 15 cm dengan harga awal Rp 406 ribu kini menjadi Rp 292 ribu.

“Kami sengaja mengeluarkan ukuran ini karena banyak permintaan untuk bolu yang bisa dinikmati berdua,” sebutnya.

Bolu memiliki rasa vanila yang ditambah dengan balutan filling kacang Pistaschio yang diblender. Menambah kesan cantik, dekorasinya di sematkan dua macaron green tea sebagai hiasan. “Bolu ini berwarna hijau toska, dengan rasa bolu vanila,” terangnya.

Informasi lebih lanjut kunjungi Boncake Gallery, toko beralamat di Jalan Bunga Raya, Komplek Pertokoan Baloi Kusuma Indah. (cr12)

Keracunan Makanan, Dua Belas Santri Masih Dirawat Inap

0
Ramdoni salah satu korban keracunan, tergeletak lemas didampingi guru Indragunawan di RSBT. Foto: Tri Haryono/Batam Pos.

batampos.co.id – Korban dugaan keracunan makanan yang disumbangkan dari salah satu warga Karimun, hingga Senin (24/7) lalu masih dalam perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) HM Sani, dan Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) Karimun.

Korban tersebut, berasal dari Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatullah Pasir Panjang. Salah satu guru Ponpes Hidayatullah Indragunawan ketika dikonfirmasi mengatakan, masih ada yang dirawat di RSBT sebanyak 11 orang dua santri dan sembilan santriwati.

“Kalau di RSBT ada 57 orang. Dan sisanya masih dalam perawatan dokter. Kalau sudah lumayan, bisa kembali ke pondok pesantren,” jelasnya.

Sedangkan, Ramdoni salah satu santri menuturkan, bahwa diri masih terasa pusing-pusing. Namun, rasa mual sudah berkurang. Ia menceritakan, saat memakan nasi kotak tidak ada gejala-gejala setelah beberapa jam kemudian atau usai shalat Asar mulai terasa mual dan langsung muntah-mutah. ”Masih terasa lemas Pak. Mudah-mudahan besok bisa pulanglah,” singkatnya.

Hal senada juga disampaikan Trisna, salah satu santriwati keluhan yang sama dan pada sore hari itu (Sabtu-red) langsung dilarikan ke RSBT untuk diberikan pertolongan oleh tim medis.

”Mohon doanya sajalah Pak, biar cepat sembuh saya ingin belajar lagi seperti biasa,” tuturnya.

Sementara Direktur RSUD HM Sani Zulhadi mengungkapkan, dari 30 santri dan santriwati Ponpes Hidayatullah yang dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) sudah tertangani. Dan tinggal satu orang yang masih dirawat inap, sisanya sudah kembali.
”Sebanarnya ada dua orang, tapi yang satu sudah pulang dan satu lagi masih dalam perawatan tim medis,” katanya.

Di tempat yang sama salah satu keluarga penyumbang Wahyudi adek dari Rosman yang menyumbang nasi kotak ke Ponpes tersebut tidak menyangka akan terjadi begitu. Sebab, dirinya juga memakan nasi kotak sebelum didistribusikan dan tidak terjadi apa-apa terhadap dirinya maupun beberapa saudaranya.

”Ibu saya terkena yang bantu masak saja hingga sekarang masih dirawat RSUD HM Sani. Dan sekarang nasi kotak sudah dibawa ke laboratorium untuk dicek oleh Dinas Kesehatan, katanya seminggu lagi keluar hasilnya,” paparnya sambil melihat korban di ruang rawat inap RSBT.

Terpisah Kepala Dinas Kesehatan Karimun Rahmadi ketika dikonfirmasi tentang pembiayaan kejadian dugaan keracunan para santri dan santriwati tersebut akan ditanggung oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Karimun. Dimana, biaya perawatan rawat jalan maupun inap hingga sembuh.

”Inikan Kejadian Luar Biasa (KLB), jadi bisa dijamin oleh Pemda Karimun melalui JPKM,” ungkapnya.

Pantauan di RSBT, korban masih dalam di infus dan terlihat lemas. Sedangkan, rekan-rekannya menunggu diruangan sambil memberikan dukungan moril terhadap korban.(tri)

Sekdes Tuntut Kades Penaga

0
BPD, RT/RW dam tokoh masyarakat Desa Penaga menyerahkan surat rekomendasi ke Kantor Bupati Bintan, di Bintan Buyu. Rombongan diterima Kasih Bidang Pemerintahan Setda Bintan, Ina, Senin (24/7). Foto: Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Sekdes Penaga terpilih Sahuri akan menuntut Kades Penaga Hamdan terkait insentif RT/RW apabila pencairan dilakukan tanpa tanda tangannya. Sementara itu, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Ketua RT/RW bersama tokoh masyarakat Desa Penaga mendatangi Kantor Bupati Bintan di Bintan Buyu, Senin (24/7). Tujuannya, menyerahkan surat rekomendasi pencopotan Kepala Desa Penaga, Hamdan dari jabatannya.

Sahuri, Sekretaris Desa Penaga yang ikut dalam rombongan menyampaikan kekecewaan karena kades belum mengeluarkan SK terhadap dirinya. Sejak pemilihan di bulan puasa lalu hingga sekarang, dirinya belum menerima SK. “Awalnya saya diam, tapi setelah berbagai persoalan mencuat seperti insentif RT/RW yang belum dibayar juga berbagai proyek pembangunan yang tidak selesai, jadi saya ikut bicara,” katanya.

Sahuri menambahkan, apabila nanti insentif RT/RW Desa Penaga cair, dirinya siap menuntut kades. Karena, pada aturan Perbup pencairan insentif RT/RW harus ditandatangani kades dan sekdes.

Mansur tokoh masyarakat Desa Penaga mengatakan, kedatangannya ke Kantor Bupati bersama rombongan untuk menuntut agar Kades Hamdan dicopot hingga 7 hari. Jika tidak dicopot, mereka akan meminta Gubernur Kepri, untuk menyelesaikan persoalan ini.
Kasi di Bidang Pemerintahan Setda Bintan, Ina, pihaknya akan memproses suratnya. Hanya, diperlukan waktu, karena perlu dirapatkan bersama tim termasuk dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat (PMD) Bintan. “Kebetulan PMD lagi di Tambelan. Saya berharap bapak-bapak sabar, karena semua ada mekanismenya,” katanya.

Selain persoalan insentif RT/RW yang belum cair, akibat surat pertanggungjawaban Kades yang belum rampung. Banyaknya proyek yang belum selesai juga menjadi persoalan di Desa Penaga. (cr21)

Warga Demo Gubernur

0
Puluhan Demonstran menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur, Senin (24/7). Foto: Jailani/Batam Pos.

batampos.co.id – Puluhan Demonstran yang tergabung dalam Solidaritas Masyarakat Kepri menuding Gubernur Kepri, Nurdin Basirun tidak adil dalam memimpin Kepri. Ketidakpuasan tersebut ditunjukan dengan menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur Kepri, Tanjungpinang, Senin (24/7).

Pantauan di lapangan, pendemo datang dengan mengusung sebuah keranda yang bertuliskan menuntut Gubernur Kepri, Nurdin Basirun untuk berlaku adil dalam memimpin Provinsi Kepri ini. Aziz Martindaz dalam orasinya mengatakan, Kepri bukan hanya Karimun tetapi ada daerah lainnya.

“Saya berani cium kaki gubernur, apabila pembangunan dilakukan secara adil. Tetapi kenyataanya lebih condong ke Karimun. Padahal Gubernur bukan lagi bupati Karimun, melainkan Gubernur Kepri,” ujar Aziz Martindaz.

Masih pantauan di lapangan, para demonstran yang mulai panas berupaya untuk menerobos masuk ke Kantor Gubernur. Akan tetapi rapatnya blokade polisi, membuat keinginan gagal. Meskipun sudah diwarnai dengan aksi saling dorong antara pendemo polisi.

Dari informasi yang didapat dari para pendemo, memuncaknya kemarahan masyarakat, lantaran Pemprov Kepri di bawah kepiminan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun malah merencanakan pembangunan fly over di Tanjungpinang dan sejumlah pembangunan prestesius lainnya di Karimun.

Setelah terjadinya aksi saling dorong, pihak utusan Gubernur Kepri melakukan negosiasi dengan para demonstran. Kemudian para pendemo setuju untuk dialog langsung bersama Gubernur.

Pada kesempatan itu, Gubernur mengatakan rencana pembangunan yang sudah disusun bukan hanya merupakan kreativitas Pemprov Kepri. Tetapi juga melihat masukan-masukan yang disampaikan oleh setiap Kepala Daerah yang ada di Kabupaten/Kota.

“Apa yang sudah diputuskan itulah yang dilaksanakan dengan melihat kemampuan keuangan daerah. Pembangunan yang kita lakukan sifatnya adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya,” jelas Gubernur.

Disebutkannya, Pemprov Kepri sejauh ini sudah menerapkan berbagai pola dalam membantu pembangunan di daerah. Mulai bantuan secara langsung maupun melalui infrastruktur bagi nelayan ataupun petani. Kenyataanya ada yang dijual dan sebagainya.

“Geografis setiap daerah berbeda-beda, ini yang kita sesuaikan bentuk pembangunannya. Pembangunan yang sudah kita lakukan menyebar di tujuh kabupaten/kota yang ada di Kepri,” tegas Gubernur.

Melalui dialog yang cukup alot, karena merasa kurang puas dengan penjelasan yang disampaikan Gubernur. Sebelum Zuhur, para pendemo membubarkan diri dari ruangan rapat Gubernur yang berlokasi di Lantai IV Kantor Gubernur Kepri tersebut.(jpg)

Politisi Sorot Poltek Negeri Batam

0

batampos.co.id – Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Kepri, Abdul Basit menyoroti kinerja Politeknik Negeri Batam. Lantaran kurang memberikan ruang kepada generasi hinterland untuk mengecepai pendidikan disana. Padahal Poltek sudah membuat Nota Kesepahaman dengan sekolah yang ada di hinterland.

“Kita tahu Poltek Batam ada melakukan MoU dengan salah satu sekolah yang ada di Teluk Sunti, Pulau Terong, Belakang Padang,” ujar Abdul Basit, Senin (24/7)

Menurut Basit, adanya MoU tersebut tentunya bisa memberi peluang bagi generasi-generasi hinterland untuk mendapatkan edukasi di Poltek Batam. Disebutkan Basit, saat ini ada 24 pelajar hinterland dari lulusan SMA yang ada di Teluk Sunti ikut mendaftar ke Poltek Batam.

“Realitanya dari jumlah tersebut hanya ada 1 yang diterima pada gelombang pertama. Sekarang ini sudah memasuki gelombang ketiga atau terakhir,” jelas Basit.

Masih kata Basit, hasil seleksi gelombang ketiga ini akan diumumkan pada Kamis (27/7) mendatang. Ironisinya lagi, ada dua orang yang masuk dalam daftar cadang. Artinya sangat tipis peluang untuk dapat mengecepati pendidikan di Kampus Negeri tersebut.

“Artinya untuk apa ada MoU, kalau kenyataanya tidak diberikan ruang untuk kuliah disana. Sebagai masyarakat hinterland tentu sangat menginginkan generasi penerus juga mendapatkan tempat di kampus negeri,” jelasnya lagi.

Ditambahkannya, apa yang diharapkannya adalah generasi hinterland punya ilmu pengetahuan yang lebih terbilang. Karena motivasinya akan sangat berbeda, apabila kuliah di kampus-kampus swasta. Dirinya juga mengharapkan, DPRD Kepri maupun DPRD Batam turut respek dengan persoalan ini.

“Kami sebagai masyarakat juga sudah menyampaikan harapan kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri. Mudah-mudahan anak-anak hinterland mendapatkan kesempatan untuk berkembang di Poltek Negeri Batam pada penerimaan tahun ini,” tutup Basit.(jpg)