Sabtu, 9 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13272

Pemprov Perlu Satuan Petugas Awasi Perairan Kepri untuk Memungut Pajak Labuh Jangkar

0
 F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Staff ahli Deputi III BP Batam, Nasrul Amri Latif menyarankan kepada Pemerintah Provinsi Kepri menyiapkan badan khusus untuk mengelola pajak labuh jangkar di perairan Kepri.

“Memanajemen labuh jangkar itu sulit. Petugas harus banyak,” terangnya Senin (24/7).

Bisnis labuh jangkar memungut uang labuh jangkar dari kapal yang parkir atau lay up di perairan Kepri.

Seperti yang diketahui, perairan Kepri sangat luas. Potensi pajak dari labuh jangkar bisa mencapai hitungan triliun rupiah jika dikelola secara optimal. Apalagi di wilayah Pulau Tolop dan Pulai Nipah yang berada di posisi strategis.

“Namun petugas yang diperlukan untuk mengawasi perairan seluas itu harus lima kali lipat dari petugas yang ada saat ini,” ujarnya lagi.

Minimnya petugas untuk mengawasi perairan menjadi alasan BP Batam urung menagih pajak labuh jangkar sejak tahun 2012.

Selain itu, kapal yang lay up di perairan yang menjadi wilayah labuh jangkar BP Batam dulu biasanya adalah kapal-kapal bermasalah atau kapal yang belum mendapat order sehingga parkir terlebih dahulu. Sehingga nilai perolehannya sangat kecil dibandingkan dengan Penerimaan Negara Bukan Pajak Lainnya (PNBP) BP Batam lainnya seperti pajak labuh tambat, jasa dermaga dan lainnya.

BP Batam tidak mau ambil repot, karena banyak pihak yang terlibat dalam pemungutan tarif labuh jangkar, seperti Kementerian Perhubungan, perusahaan-perusahan yang beroperasi di lay up, syahbandar dan lainnya.

Nasrul menambahkan Pemprov Kepri punya satuan personel jauh lebih banyak dari BP Batam sehingga lebih memungkinkan untuk mengawasai perairan Kepri.

“Untuk mengoperasikan personil pengawas dibutuhkan dana lebih kurang Rp 20 miliar,” ungkapnya.

Di pihak lain, pengusaha pelayaran merasa gerah dengan lambannya kinerja Pemprov Kepri dalam mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Kepri tentang pajak labuh jangkar.

“Tak jelas. Pos pembayarannya dimana?” tanya Sekretaris II Indonesian National Shipowners Association (INSA) Batam, Osman Hasyim.

Osman menilai Pemprov Kepri terlalu terburu-buru dalam mengambil kewenangan jasa labuh jangkar. “Legal standing kan belum. Makanya masih Kantor Pelabuhan (Kanpel) yang pungut,” ungkapnya.

Menurut peraturan perundang-undangan, pihak yang berwenang memungut tarif jasa labuh jangkar adalah Kementerian Perhubungan. Dan hal inilah yang masih dibahas di tingkat pemerintah pusat. “Teknisnya tetap di Kementerian Perhubungan. Tapi kalau didelegasikan ke Pemprov bisa jadi,” katanya lagi.

Ia menyarankan kepada Pemprov Kepri agar segera berbicara dengan pemerintah pusat terutama Kementerian Perhubungan dan Kementerian Keuangan untuk segera mendapatkan legal standing pemungutan jasa labuh jangkar.

“Kan urusan dengan Kemenkeu adalah jasa labuh jangkar masuk PNBP dan kemudian masuk ke kas negara,” tambahnya.

Jika Pemprov Kepri serius, maka seharusnya membentuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) baru.

“Potensi Kepri bagus, namun karena saat ini besaran tarif mahal, banyak kapal memilih berlabuh di Singapura dan Malaysia,” katanya lagi.

Untuk sementara waktu, Osman menegaskan pihaknya belum mau membayar sampai ada peraturan yang jelas. “Nanti kan bisa diakumulasi kalau sudah ada peraturannya,” tegasnya. (leo)

Maling Gagal Bobol Mobil sebab Mobil Itu Bergoyang …

0
ilustrasi

Ini kisah pencuri di Chenghuangkou, Wu’an, Tiongkok.

Rencana menggasak mobil gagal. Penyebabnya sepele. Pemilik masih ada di dalam mobil.

Si maling sebenarnya sudah menyiapkan rencana matang. Ada mobil yang tampaknya kosong di sebuah tempat parkir. Tak butuh waktu lama, dia berhasil membuka pintu belakang mobil. Namun, dia kaget. Sebab, ternyata, si pemilik mobil ada di jok belakang.

Tak sendirian pula.

Tidak nganggur pula! Dia sedang melakukan perbuatan yang semestinya dilakukan di kamar.

Pemilik yang kaget langsung meloncat keluar. Celananya melorot sampai lutut.

Sebaliknya, si maling melenggang. Tapi, si empunya mobil tidak terima. Dia meminta pihak kepolisian menangkap si maling.

’’Dia berhasil membobol mobil hanya dalam tiga detik. Untung, aku masih di dalam. Kalau nggak, mobilku sudah dicuri,’’ paparnya.

Pihak kepolisian setempat berjanji akan memburu si maling berdasar rekaman CCTV di dekat lokasi kejadian. Namun, pemilik mobil yang ngeyel tersebut sempat tak mau menjawab saat diminta menjelaskan mengapa dirinya ada di dalam mobil yang bergoyang sebelum maling membuka pintu. Mungkin karena dia bersama rekan sekantornya… (The Sun/fam/c18/na)

Kisah Perjalanan Emoji alias Emoticon setelah 2 Dekade

0

Setelah hampir dua dekade sejak pertama dikembangkan di Jepang, emoji melaju kencang. Dari sekadar ungkapan perasaan menjadi bahasa universal.

Ungkapan lawas, katakan dengan bunga, pun rasa-rasanya perlu dikoreksi. Katakan saja dengan emoji.

Punya kawan di Timbuktu atau Alaska? Cukup kirim gambar smiley, dengan segera dia akan tahu bahwa Anda sedang bergurau. Minimal dia tahu hati Anda sedang senang.

Yang punya pasangan atau teman dekat, cukup kirim gambar red heart, tak peduli dari kebangsaan apa pun, dijamin dia bakal klepek-klepek. Minimal dia tahu bahwa Anda punya perhatian khusus ke dia. Tak perlu bilang susah payah mengeja I love u, ich liebe dich, Je t’aime, atau ti amo untuk mengatakan ”aku cinta padamu”.

Sekitar 6 miliar emoji dipakai per hari dalam percakapan di dunia maya. Dari pengguna yang berasal dari berbagai penjuru bumi.

Emoji bahkan diklaim sebagai ”bahasa” yang persebarannya paling cepat di dunia. Pada 2015, Oxford English Dictionary, kamus yang sangat dihormati, juga menobatkan emoji face with tears of joy sebagai ”Kata Tahun Ini”.

Bahkan, kendati tak punya struktur seperti umumnya bahasa, emoji toh bisa disusun menjadi sebuah kalimat. Contohnya adalah apa yang dilakukan oleh penulis dan seniman Joe Hale.

Dia menerjemahkan buku terkenal, Alice’s Adventures in Wonderland, karya Lewis Carroll dalam bentuk emoji. Chevrolet pernah pula membuat pers rilis yang semuanya ditulis dengan emoji dan meminta orang-orang untuk mengubahnya menjadi kalimat biasa.

Tak berlebihan pula kalau kemudian menyebut emoji sebagai bahasa yang menyatukan dunia. Setiap tahun, ikon emoji baru dirilis oleh Unicode Consortium. Sampai Mei lalu, sudah ada 2.666 ikon.

Dan, dalam setiap perkembangannya, selalu ada pembaruan agar setiap orang bisa terwakili. Misalnya, menyajikan pilihan warna yang berbeda-beda untuk ikon manusia.

Bagi para pelaku usaha, emoji juga merupakan bahasa bisnis yang bisa mengeruk banyak keuntungan. BBC mulai menggunakan rangkaian emoji untuk meringkas berita mingguannya. Itu dilakukan untuk menarik pembaca yang masih muda.

Twitter membanderol sekitar USD 1 juta atau setara dengan Rp 13,3 miliar untuk setiap ikon emoji khusus milik perusahaan yang digunakan di platform mereka. Beberapa perusahaan yang rela membayar adalah Coca-Cola, Pepsi, Starbucks, dan Disney.

”Para akademisi menyatakan bahwa ada lebih banyak interaksi ketika emoji digunakan,” tulis CNBC.

Sebagai contoh adalah apa yang dilakukan Twitter. Platform tersebut meluncurkan emoji berbentuk lebah pekerja untuk menghormati para korban serangan di Manchester Arena, Inggris. Ikon itu diluncurkan berbarengan dengan pertandingan uji coba antara Manchester United dan Manchester City Jumat (21/7) di Houston.

Itu adalah pertandingan pertama dua klub tersebut sejak serangan di Manchester Arena Mei lalu. Kedua tim yang selama ini bermusuhan sengit itu pun mengenakan kaus khusus dengan logo resmi Manchester, yaitu lebah pekerja tadi.

Itu adalah simbol dari tradisi kerja keras warga Manchester. Twitter memanfaatkan peluang tersebut dengan merilis emoji lebah pekerja yang bisa diaktifkan dengan menulis tagar #ACityUnited dan #ManchesterDerby.

Dalam sejarahnya, mengungkapkan emosi dengan gambar sudah berlangsung puluhan tahun lalu. Yaitu, dengan penemuan emoticon oleh ilmuwan komputer di Carnegie Mellon University, Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Serikat (AS), Scott Fahlman.

Pada 19 September 1982 dia memperkenalkan emoticon 🙂 di papan buletin online di tempatnya mengajar. Emoticon itu digunakan untuk menunjukkan senyuman agar rekan-rekannya tidak salah paham ketika dia menulis candaan atau sindiran tapi dianggap sebagai sesuatu yang serius. Emoticon-emoticon lain pun lantas mulai bermunculan.

Nah, emoji lain lagi. Bentuknya sudah full gambar, bukan tanda baca. Emoticon jika dikirimkan ke perangkat lain yang berbeda bisa berubah, tapi tidak dengan emoji.

Jadi, jangan khawatir bakal ada miskomunikasi. Mengirim red heart ke orang yang dicinta lantas berubah jadi si wajah merah. Pakai tanduk lagi. Alias angry face with horns hiii…. (TheGuardian/TheIndependent/CNN/sha/c10/ttg)

Harga Garam Naik, Harga Ikan Asin jadi Mahal

0
Proses pembuatan ikan asin di Tegal Jawa Tengah. Foto: radartegalcom

batampos.co.id – Naiknya harga garam, berimbas pada harga ikan asin yang juga ikut naik. Hal ini disebabkan meningkatnya harga garam membuat biaya produksi pembuatan ikan asin juga melonjak.

Di Kota Tegal, seorang pengusaha ikan asing bernama H Dasmad mengeluhkan melonjaknya harga garam. Sebab, saat ini harga garam sudah mencapai Rp 5.000 per kilogram atau naik tiga kali lipat dari semula.

“Naiknya harga garam tentu saja berpengaruh pada biaya produksinya. Pengeluaran untuk membeli garam menjadi membengkak,” katanya.

Karena itu, kata Dasmad, dia terpaksa menaikan harga jual ikan asing produksinya. Menurutnya, untuk ikan asing jenis layang yang sebelumnya hanya Rp 26.000 per kilo naik menjadi Rp 30.000 per kilo.

Sedangkan untuk selar dari Rp 16.000 per kilo menjadi Rp18.500 per kilo. Ikan petek juga terkerek dari Rp 8.000 per kilo menjadi Rp 13.000.

“Ini terpaksa saya lakukan, karena kalau tidak maka akan merugi,” tandasnya.

Menurut Dasmad, di pasaran memang ada garam impor yang harganya lebih murah atau hanya Rp3.500 per kilo. Namun, jika kualitas garam impor memang tak sebaik garam lokal.

“Kalau pakai garam impor rasa asinnya kurang,” pungkasnya.(jpg)

Emoji Berjilbab

0

batampos.co.id – Rayouf Alhumedhi merasakan ketidakadilan. Teman-temannya bisa mengirimkan emoji yang mewakili karakter mereka, tapi tidak dengan dirinya.

Gadis 16 tahun kelahiran Arab Saudi itu berhijab. Dia ingin ada karakter emoji yang merepresentasikan dirinya dan perempuan berhijab lainnya.

”Saya menginginkan emoji yang merepresentasikan diri saya,” ujarnya saat diwawancarai CNN.

Remaja yang kini tinggal di Wina, Austria, itu tidak tinggal diam. Dia mendekam dua hari di kamar. Bukan ngambek. Melainkan membuat proposal untuk Unicode Consortium, perusahaan nonprofit yang mengatur dan menstrandardisasi gambar-gambar emoji agar tetap muncul meski perangkat yang digunakan beda-beda.

Proposal Alhumedhi akhirnya dikabulkan. Pada Hari Emoji Sedunia pada Senin (17/7), gambar perempuan berhijab sudah bisa digunakan.

Ide itu pun mendapat dukungan dari co-founder forum diskusi onlie Reddit, Alexis Ohanian. Jika disetujui, emoticon dengan jilbab tersebut bakal bisa digunakan pada 2017.

Seperti dilansir BBC, proposal emoji baru itu datang saat Eropa sedang ramai isu penggunaan jilbab. Debat mengenai penggunaan jilbab itu pun datang dalam berbagai tema. Mulai kebebasan beragama, kesetaraan gender, tradisi, sampai ketakutan atas terorisme.

Rayouf Alhumedhi saat diwawancarai mengatakan ide mengenai emoji jilbab itu datang saat dia sedang chatting dengan rekannya di media sosial. Saat hendak menggunakan emoji, dia sadar tidak ada emoji yang menggambarkan dirinya, seorang perempuan berjilbab. Setelah membaca tentang artikel emoji, dia pun mengirimkan e-mail ke Unicode. E-mail itu pun berbalas dengan tawaran untuk membuat draft formal. ”Hari ini dan sekarang, representasi adalah penting,” katanya. ”Orang ingin dikenal dan mendapatkan pengetahuan. Khususnya di dunia teknologi. Ini massif. Emoji ada dimana-mana,” sambungnya. (*/tia)

Di Indonesia Jumlah Perokok Pemula Terus Naik

0

batampos.co.id – Indonesia darurat rokok.

Para peneliti terus mengungkapkan data terbaru tingginya jumlah perokok pemula di Indonesia yang dimulai dari usia sekolah dasar (SD).

Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Hasbullah Thabrany sangat fokus terhadap penelitian dan bahaya rokok di Indonesia. Dia menyebut Indonesia masih juara soal konsumsi rokok.

“Indonesia ini masih tertinggi daripada negara-negara lain. Bahwa Indonesia masih juara soal rokok. Itu memalukan,” tukasnya kepada JawaPos.com, Senin (24/7).

Thabrany menambahkan ironisnya masih banyak kebijakan pemerintah dan industri rokok yang terus memompa generasi muda dengan iklan rokok. Hal itu membuat teman-teman kalangan pegiat kesehatan dan organisasi kesehatan dunia (WHO) prihatin.

“Sudah juara, kita masih terus digulirkan dengan kebijakan pemerintah yang masij terus membiarkan industri rokok meningkatkan perokok pemula. Upaya pemerintah kendalikan konsumsi rokok masih minim,” jelasnya.

Thabrany juga menyoroti harga rokok di Indonesia yang masih sangat terjangkau oleh anak-anak. Hal itu dibuktikan dengan makin tingginya angka perokok pemula.

“Teman-teman di bea cukai enggak mau mengakui. Mereka bilang harga rokok sudah mahal karena mereka bandingkan per kapita di berbagai negara. Rokok itu merusak masa depan bangsa. Jadi ukurannya seharusnya apakah orang masih belanja rokoknya atau tidak,” tegasnya.

Pakar Administrasi dan Kebijakan Kesehatan ini juga menegaskan sejauh masih ada angka kenaikan jumlah perokok pada anak-anak, itu akan membahayakan masa depan. Upayakan konsumsi rokok dengan data yang semakin turun.

“Datanya harus jelasm harus semakin turun. Memang bicara rokok ini sangat kontroversial, karena  di bidang ini banyak uang yang mengalir ke politisi-politisi yang tak sedikit jumlahnya. Sama-sama tahulah banyak kegiatan sponsor-sponsor politik dari industri rokok,” katanya.

Data Global Youth Tobacco Survey tahun 2014, jumlah perokok pemula di Indonesia masih tinggi. Perokok pemula laki-laki jauh lebih banyak dari perempuan. Empat dari lima anak juga berusaha untuk berhenti merokok namun tetap sulit. Dan tiga dari lima anak merokok di rumah dan di tempat umum. Bahkan tiga dari lima anak membeli langsung rokok secara bebas di warung-warung atau mini market. (ika/JPC)

Pembentukan Pengadilan Tinggi Kepri Terkendala Anggaran

0

batampos.co.id – Anggota Komisi III DPR RI, Dwi Ria Latifa mengatakan pembentukan Pengadilan Tinggi di Kepri terkendala anggaran dari pemerintah pusat.

“Terakhir saya coba bahas di Komisi III DPR RI di bagian anggarannya mentok di masalah anggaran. Karena pemerintah di periode sekarang lebih fokus di masalah infrastruktur,” kata Dwi Ria saat menggelar acara silaturahmi dan halal bi halal di Batam, Jumat (21/7) malam.

Namun demikian, kata Ria, pihaknya tetap mendorong pemerintah dan Mahkamah Agung segera membentuk Pengadilan Tinggi di Kepri. Menurutnya Kepri sudah layak memiliki pengadilan tinggi sendiri, setelah 15 tahun berpisah dari Provinsi Riau.

“Sebagai wakil rakyat dari Provinsi Kepri, ini hutang saya membentuk pengadilan tinggi,” tuturnya.

Ia menilai, sudah tak layak Pengadilan Tinggi Kepri masih menyatu dengan Provinsi Riau. Baik dari sisi efisien waktu yang ditempuh maupun efektifitas. Bahwa Provinsi Riau sendiri sudah memberikan surat bahwa mereka juga sudah mengusulkan ke Mahkamah Agung agar dibentuk pengadilan tinggi di Kepri.

“Yang jelas ini hutang saya sebelum masa jabatan berakhir. Dan ini akan kita kejar terus,” tegasnya.

Sama halnya dengan menaikan tipelogi Polda dari sebelumnya tipe B menjadi tipe A. Begitu juga membentuk Polres Anambas.

“Alhamdulilah saya ngomong langsung ke Pak Tito (Kapolri), supaya menjadikan Polda Kepri menjadi tipe A dengan alasan teritorial. Makanya disepakati,” kata Ria.

Ditambahkan dia, pembentukan pengadilan tinggi ini harus dikawal bersama agar segera terealisasi.

“Informasi terakhir masih tertahan di Kementerian PAN-RB. Kami juga sudah sampaikan ke Pak Asman (Menteri PAN-RB). Tapi sampai saat ini belum di follow up beliau,” ucapnya. (rng)

Setengah Triliun APBD Masuk Daftar Rasionalisasi

0

batampos.co.id – Anggota Komisi II DPRD Kepri, Rudy Chua mengatatakan Pemerintah Provinis Kepri belum bisa berbuat banyak untuk mencegah terjadinya defisit anggaran tahun 2017 ini. Bahkan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemprov Kepri telah membintangi atau memberikan tanda khusus pada sejumlah kegiatan APBD tahun ini.

“TAPD sudah menandai puluhan kegiatan yang nilainya mencapai sekitar Rp 500 miliar. Kegiatan-kegiatan yang ditandai ini adalah calon-calon yang akan dikorbankan apabila terjadi defisit anggaran,” ujar Rudy Chua, Minggu (23/7) disela-sela meninjau korban ke bakaran di Lorong Teladan, Tanjungpinang.

Legislator dapil Tanjungpinang tersebut mengungkapkan, adapun target rasionalisasi yang sudah dipatok TAPD adalah sekitar Rp 180 miliar. Akan tetapi menjelang pembahasan APBD Perubahan 2017 ini, mereka baru mendapat sekitar Rp 140 miliar.

Menurut politisi Partai Hanura tersebut, semua anggaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kepri dipangkas rata 15 persen dari nilai anggaran yang mereka kelola. Akan tetapi kebijakan rasionaliasi juga menimbulkan persoalan lainnya. Lantaran rasionaliasi dilakukan pada kegiatan yang sudah berjalan.

“Kita khawatir dengan pemangkasan terhadap kegiatan yang sudah berjalan konsekuensinya sangat buruk. Karena menyangkut kualitas produk yang dihasilkan,” papar Rudy.

Masih kata Rudy, dana bantuan sosial (Bansos) juga menjadi korban rasionalisasi tahun ini. Dijelaskannya, persoalan rasionaliasi menjadi salah satu penyebab lambatnya progres kegiatan tahun ini. Apalagi dari sekian banyak paket kegiatan, Unit Layanan Pengadaan (ULP) baru menerima sekitar 485 paket kegiatan.

“Dari jumlah tersebut baru sekitar 50 persen yang diproses lelang. Sedangkan sebagiannya lagi belum dilakukan pelelangan,” tegas Rudy.

Wakil rakyat yang sudah dua priode duduk di DPRD Kepri tersebut menjelaskan, pihaknya sudah meminta klarifikasi kepada OPD yang menjadi mitra di Komisi II. Dikatakannya, pemaparan yang mereka terima adalah OPD merasa takut untuk menjalankan kegiatan.

“Karena mereka juga ditekan jangan sampai terjadi kewajiban kepada pihak ketiga pada tahun ini. Persoalan ini juga yang menjadi faktor lemahnya progres fisik,” tutup Rudy.

Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Pemprov Kepri, Naharuddin mengkalaim pendapatan Pemprov Kepri terjadi peningkatan sekitar Rp80 miliar. Meskipun demikian, Pemprov Kepri terpaksa melakukan rasionalisasi dari kegiatan fisik sekitar Rp 140 miliar.

“Dari hasil rapat TAPD dengan Badan Pengelola Pajak dan Retrebusi Daerah (BP2RD) Kepri, terjadi peningkatan pendapatan sekitar Rp 80 miliar,” ujar Naharuddin.

Menurut Nahar, terjadi rasionalisasi disebabkan adanya penambahan kebutuhan yang harus segera di penehui. Dijelaskannya, keperluan tersebut sekarang ini tidak masuk dalam susun APBD Kepri 2017. Disebutkannya, kebutuhan tersebut adalah untuk membayar biaya sertifikasi guru yang nilainya mencapai Rp 57 miliar. Selain itu ada juga kebutuhan tunjangan jabatan, karena terjadinya promosi jabatan.

“Pos-pos kebutuhan ini belum ada masuk dalam struktur APBD murni 2017. Tentu akan kita sesuaikan pada APBD Perubahan nanti,” papar Naharuddin.(jpg)

22 Sekolah Masih Terapkan Dua Shift

0
Tamsir. Foto: Choki/Batam Pos.

batampos.co.id – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bintan, Tamsir menyebutkan sebanyak 22 sekolah tingkat Sekolah Dasar (SD) di Bintan, masih memberlakukan sistem belajar dua shift, hingga saat ini. Hal ini disebabkkan karena sekolah tersebut masih kekurangan ruangan kelas untuk belajar.

“Kita akui sampai saat ini memang masih ada sekitar 22 sekolah yang sistem belajarnya masih dua shift, masuk pagi dan siang. Namun itu hanya untuk yang SD, sedangkan SMP tidak ada sama sekali,” jelas Tamsir, Minggu (23/7).

Ia menuturkan sekolah yang masih kekurangan ruang kelas diantaranya, SDN 009 Bintan Timur, SDN 010 Bintan Timur, SDN 001 Bintan Timur, SDN 013 Bintan Timur, SDN 015 Bintan Timur, SDN 006 Bintan Timur, SDN 005 Bintan Timur, SDN 002 Bintan Timur, SDN 011 Bintan Timur, SDN 004 Toapaya, SDN 001 Bintan Utara, SDN 005 Bintan Utara, SDN 002 Bintan Utara, SDN 003 Bintan Utara, SDN 003 Gunung Kijang, SDN 001 Gunung Kijang, SDN 006 Gunung Kijang, SDN 006 Seri Kuala Lobam, SDN 001 Seri Kuala Lobam, SDN 005 Seri Kuala Lobam, SDN 003 Teluk Sebong, dan SDN 002 Teluk Sebong.

Menurutnya sistem belajar dua shift ini sudah berlangsung cukup lama, hingga bertahun-tahun diberlakukan.

“Ini sudah lama. Sudah ada lima tahunan atau mungkin juga lebih,” terangnya.

Tamsir menjelaskan dari sekolah yang masih kekurangan ruangan kelas belajar ini, tentunya ada beberapa sekolah yang akan digabung untuk mensiasati penambahan ruangan kelas baru. Hal ini disebabkan karena ada beberapa sekolah yang tidak memiliki lahan, sehingga harus digabung dari satu sekolah menjadi dua sekolah atau bahkan tiga sekolah.

Seperti SD 001 Bintan Utara, akan digabung menjadi satu sekolah dengan SD 002 Bintan Utara, SD 005 Bintan Utara akan digabung menjadi satu sekolah dengan SD 007 Bintan utara, SD 001 Bintan Timur, SD 003 Bintan Timur, dan SD 004 Bintan Timur, akan digabung menjadi satu sekolah, serta SD 002 dan SD 005 Bintan Timur juga akan digabung menjadi satu sekolah.

“Untuk sekolah yang dua shift namun kekurangan lahan untuk penambahan ruangan kelas, kami akan melakukan revitalisasi menjadi dua lantai, yang digabung menjadi satu sekolah, untuk dua sekolah atau bahkan lebih,” ucapnya.

Ia menambahkan dengan kondisi ini, pihaknya juga akan segera mungkin melakukan penambahan ruang kelas baru, dengan segera mengusulkannya melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Pemerintah Pusat.

“Penambahan ruangan kelas ini tentu akan menjadi prioritas kita dan secepatnya akan dilakukan,” ujarnya. (cr20)

Tanjungpinang Kota Layak Anak Pratama 2017

0
Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah menerima penghargaan Kota Layak Anak Tingkat Pratama 2017 dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yanbise di Ballroom Swissbel Hotel, Pekanbaru, Sabtu (22/7). F.Humas Pemko Tanjungpinang.

batampos.co.id – Pemko Tanjungpinang mendapatkan penghargaan Kota Layak Anak Tingkat Pratama 2017. Penghargaan ini diberikan secara langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yanbise kepada Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah di Ballroom Swissbel Hotel, Pekanbaru, Sabtu (22/7).

Penghargaan Kota Layak Anak yang ditoreh rezim kepemimpinan Lis-Syahru ini merupakan prestasi perdananya. Keduanya dinilai berhasil menerapkan kebijakan dan komitmen yang kuat dengan pihak lain. Mulai dari peran media, masyarakat, kelembagaan hingga legislatif.

Yohana mengatakan untuk memilih kabupaten/kota yang layak anak ini sangat sulit. Banyak proses yang harus dilalui, dari peninjauan ke lapangan sampai menempuh seleksi yang sangat ketat. Bahkan penilaiannya juga melibatkan tim evaluasi dari kementerian lain.

“Kabupaten/kota penerima penghargaan kota layak anak patut berbangga. Karena hanya 126 daerah saja yang berhasil lulus seleksi dari beberapa tim evaluasi kementerian,” ujarnya.

Dikatakan Yohana, penilaian kota layak anak ini ada empat tingkatan. Mulai tingkat pratama, madya, utama sampai benar-benar kota layak anak. Kesemuanya dinilai oleh tim evaluasi dari kementerian teknis seperti Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementrian Kesehatan, Kementrian Hukum dan Ham, Kementrian Dalam Negeri, Kementrian Bappenas, Komisi Perlindungan Anak Indonesia serta pakar anak.

Namun, kata Yohana hingga saat ini belum ada satupun kabupaten/kota di Indonesia yang mendapat predikat kota layak anak. Sebab kesemua daerah belum memenuhi beberapa unsur. Diantaranya anak berhak mendapatkan akte kelahiran, pendidikan yang layak, pelayanan kesehatan yang baik dan tidak diskriminatif, mendapatkan kesejahteraan anak, tersedianya sarana dan prasarana anak berkebutuhan khusus, serta penanganan anak yang berhadapan dengan hukum.

“Untuk mendapatkan kota layak anak harus memenuhi 24 kriteria penilaian dalam lima kluster. Apabila tidak daerah itu hanya bisa mengantongi tingkatan pratama, madya atau utama,” bebernya.

Lis mengaku senang menadapatkan prestasi perdana ini. Karena sejak Tanjungpinang berdiri sebagai daerah otonom, baru dibawah kepemimpinannyalah kota ini berhasil memboyong penghargaan tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat, OPD serta seluruh elemen yang telah mendukung. Dengan kerjasama yang baik inilah prestasi tersebut dapat kita raih,” ucapnya.

Meskipun Tanjungpinang berhasil memboyong tingkat pratama, kata Lis bukan berarti permasalahan anak tidak pernah terjadi. Melainkan masih banyak permasalahan yang belum bisa teratasi dengan maksimal.

Tetapi, lanjut Lis di bawah koordinasinya berbagai upaya telah dilakukan untuk meminimalisir permaslaahan anak tersebut.

“Seluruh pihak memliki komitmen yang sama yaitu menciptakan kota layak anak. Maka dengan komitmen itulah Tanjungpinang kami jadikan tempatnya anak-anak berkreativitas,” jelasnya.

Lis menambahkan agar Tanjungpinang lebih layak untuk dijadikan tempat tinggal anak dalam mengembangkan kreativitas. Kedepannya akan dilakukan perbaikan sarana dan prasarana untuk fasilitas anak melalui Anggaran APBD. Dia juga berjanji akan mengalokasikan dana yang besar untuk penyediaan permainan anak.

“Kami akan penuhi fasilitas umum yang mendukung ramah anak. Seperti puskesmas, sekolah ramah lingkungan, taman bermain,” pungkasnya. (ary)