Selasa, 12 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13272

Tiga Nelayan Selamat, Satu Tewas

0

batampos.co.id – Tiga dari empat nelayan Desa Teluk Buton Natuna ditemukan selamatsetelah dua hari hilang kontak. Sedangkan satu orang nelayan ditemukan meninggal, Rabu (26/7). Pompong Nelayan Teluk Buton yang naas ini pecah setelah diterjang gelombang saat melaut.

Sekretaris Kecamatan Pulau Laut Bambang mengatakan, nelayan yang ditemukan meninggal ini adalah Zulkifli.

Jasad Zulkifli ditemukan setelah warga Pulau Laut mendapat kabar dari rekannya Supriadi yang berhasil berenang ke pantai Pulau Laut sekitar pukul 22.00 WIB.

“Keterangan korban, pompong mereka sudah dua hari tenggelam dan mengapung di laut. Hanya berpegangan pada papan pompong dan jirigen. Beruntung, salah satu rekan berhasil berenang ke tepi pantai tadi malam, dan minta bantuan warga, untuk melakukan penyisiran,” kata Bambang, Kamis (27/7).

Tiga nelayan yang selamat adalah Zin Yana, Supriadi dan Sam. Mereka hendak menangkap ikan ke pariaran Pulau Laut. Namun di tengah perjalanan diterjang gelombang, pompong mereka pecah dan tenggelam.

 

Saat ini korbang selamat sudah dilarikan ke Pos AL Pulau Laut untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan. (arn)

Polisi Bekuk Dua Pengedar Sabu

0
AKBP Agus Fajaruddin. F.Tri/Batam Pos.

batampos.co.id – Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Karimun kembali membekuk dua pengedar sabu-sabu yakni M Reza dan Febriansyah Putra, Rabu (24/7).

M Reza tinggal di Kelurahan Teluk Air, Kecamatan Karimun. Dari tangan tersangka M Reza polisi mengamankan dua paket kecil sabu yang disimpan di dalam dompet dan saku celana.

Dari pengakuan Reza kepada polisi, ia mengaku mendapat dua paket sabu-sabu dari rekannya Febriansyah Putra yang saat itu sedang duduk di depan rumahnya.

Dari hasil penggeledahan di rumah Febriansyah, polisi tak menemukan sabu, tapi menemukan alat isapnya yakni bong, dan plastik bekas bungkus sabu.

”Kepada polisi, Febri mengaku memberi sabu ke rekannya, Reza,”ujar Kapolres Karimun AKBP Agus Fajaruddin, Kamis (27/7).

Febriansyah juga mengaku mendapatkan sabu-sabu tersebut dari seorang berinisial Mk yang juga tinggal di Karimun. Namun saat didatangi di Rumahnya, MK tak ada. saat ini MK masuk dalam DPO Polres Karimun. (san)

Polsek Moro akan Gelar Razia Motor Tanpa Surat

0
 Pemeriksaan surat kendaraan saat operasi Cipta Kondusif di Moro belum lama ini. F. Humas Polsek Moro.

batampos.co.id – Jajaran Polsek Moro mengamankan sebanyak 10 kendaraan bermotor tanpa dilengkapi surat. Penahanan dilakukan selama dilaksanakan Operasi Cipta Kondusif belum lama ini.

Selain itu, jajaran Polsek Moro pun mulai melakukan pendataan jumlah kendaraan bermotor. Bagi pemilik yang tidak memiliki kelengkapan surat-surat kendaraan, diimbau agar melapor ke Mapolsek.

“Saat ini, kita sudah melakukan sosialisasi sekaligus imbauan kepada masyarakat Moro agar membawa motornya yang tidak dilengkapi surat-surat (bodong) untuk didata dan ditertibkan. Imbauan ini berakhir 25 Agustus mendatang,” tutur Kapolsek Moro, AKP Donris E Pasaribu, Kamis (27/7) via ponsel.

Apabila hingga tanggal 25 Agustus masih ada pemilik kendaraan yang tidak melapor, pihak kepolisian langsung menindak saat digelar razia. Penertiban perlu dilakukan mengingat, tingginya angka kendaraan bermotor di Kecamatan Moro yang tidak dilengkapi surat-surat alias bodong.

“Meskipun berupa wilayah pulau, tetapi kelengkapan surat-surat kendaraan patut dikantongi. Kebanyakan motor tanpa surat dibeli warga dari Kota Batam,” tegas Kapolsek.

Sosialisasi penertiban, dan pendataan kendaraan tanpa surat ini, diakui Kapolsek didukung oleh jajaran Uspika. Saat digelar pertemuan yang diikuti Danramil, tokoh masyarakat, kepala desa, dan lurah, semuanya sepakat dilakukan penertiban kendaraan bodong tersebut.

“Hasil pertemuan bersama Uspika, kami tuangkan dalam surat imbauan bagi pemilik kendaraan yang tidak memiliki kelengkapan surat-surat. Dan tengat waktu yang diberikan pun sesuai kesepakatan,” imbuhnya.

Dengan penertiban kendaraan tanpa dilengkapi surat ini, tentu akan sangat meminimalisir terjadinya kerugian negara melalui pajak kendaraan. Selain itu, pemilik kendaraan tanpa was-was saat berkendaraan. “Yang pasti, stabilitas kamtibmas di wilayah tetap terjaga,” tutupnya. (enl)

Sensissiana Rangkap Jabatan

0
Sensissiana. F. Tri Haryono/ Batam Pos.

batampos.co.id – Bupati Karimun Aunur Rafiq, telah menetapkan pengganti sementara atau Pelaksana Tugas (Plt) Dirut BUP Karimun kepada Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Karimun Sensissiana. Penetapan tersebut, setelah dilakukan rapat umum bersama komisaris PT Karya Karimun Mandiri beberapa waktu lalu sesuai dengan Perda. Dengan diajukan Plt dari internal BUP Karimun maupun dari luar dalam hal ini pejabat di lingkungan Pemkab Karimun.

”Ada tiga yang diusulkan. Dan disepakati semua kita tunjuk ibu Sensissiana sebagai Plt Dirut BUP Karimun,” jelasnya, kemarin (27/7).

Penunjukkan Plt Dirut BUP Karimun tersebut, berlaku selama enam bulan ke depan. Untuk menjalankan roda salah satu BUMD milik Pemkab Karimun yang cukup banyak menyumbang kontribusi PAD ke daerah. Sehingga, tidak boleh terjadi kekosongan di dalam pucuk pimpinan BUP Karimun.

”Yang jelas tugasnya, melanjutkan kebijakan dan regulasi almarhum saat menjabat. Maupun operasional BUP yang cukup banyak tersebar di Kabupaten Karimun,” terangnya.

Sedangkan, untuk Dirut BUP Karimun secara permanen nantinya akan dimulai tahapan seleksi pencalonan Dirut BUP Karimun yang baru walaupun jabatan Dirut BUP Karimun belum habis masa jabatannya. Sehingga, nantinya apabila sudah ada Dirut BUP Karimun secara permanen dapat mengambil kebijakan yang lebih luas.

”Yang jelas tahun depan sudah ada Dirut BUP Karimun yang baru secara permanen,” ungkapnya.

Sementara itu Asisten II Pemkab Karimun Sensissiana ketika dikonfirmasi mengatakan, dirinya belum bisa memberikan pernyataan secara resmi. Sebab, penunjukan sebagai Plt Dirut BUP Karimun belum ada SK dari Bupati Karimun.
”Nanti saja ya. Saya belum ada surat perintah dari atasan,” singkatnya.

Pantauan di lapangan, pelabuhan yang di kelola oleh BUP Karimun aktivitasnya seperti biasa. Tidak ada perubahan yang cukup berarti, paska meninggalnya Indrawan Susanto Dirut BUP Karimun pada pekan lalu. ” Walaupun kami sedang berduka, tapi pelayanan publik tetap berjalan seperti biasanya bang,” ucap salah seorang petugas di pelabuhan Sri Tanjung Gelam. (tri)

Mati Mendadak, Lalu Terbakar

0
 F Cecep Mulyana/Batam Pos

Mobil Suzuki Baleno dengan nomor polisi BP 1748 ZM hangus terbakar di Jalan Sudirman menuju Simpang Jam, Batam, Kamis (27/7) sekitar pukul 14.00. Sebelum terbakar, mesin mobil tersebut mati mendadak saat melaju dari arah Simpang Kabil.

“Saat saya start lagi terdengar suara letupan dan terbakar,” kata Oktaviandi Putra, pemilik mobil tersebut, kemarin.

Oktaviandi menceritakan, siang itu dirinya mengendarai mobilnya dari Tanjungpiayu. Ia hendak menuju ke Seipanas. Namun saat melintas di Jalan Sudirman, tepatnya sebelum lampu merah Simpang Jam, tiba-tiba mobilnya mogok.

Padahal, Oktaviandi mengaku baru saja memperbaiki mobil warna putih itu. “Mobil saya baru diservis dan filter bensinnya juga baru saya ganti,” ujarnya.

Beruntung, saat kejadian Oktaviandi langsung keluar dari mobil. Siang itu ia berkendara sendirian. Selain itu, tidak ada barang berharga di dalam mobilnya.

“Hanya STNK yang ada di dalam mobil,” katanya.

F Cecep Mulyana/Batam Pos

Insiden ini sempat membuat panik para pengendara lain. Sebab saat terjadi kebakaran, banyak mobil yang berhenti karena lampu merah di Simpang Jam menyala.

“Ada ibu-ibu di depan saya keluar dari mobilnya. Mungkin karena panik,” katanya.

Pantauan Batam Pos, peristiwa kebakaran tersebut menimbulkan kemacetan lalu lintas cukup panjang di Jalan Sudirman dari arah Simpang Kabil. Sementara api baru bisa dipadamkan 30 menit kemudian setelah satu unit water canon milik Sat Sabhara Polresta Barelang dan satu unit mobil pemadam kebakaran BP Batam diturunkan.

Atas kejadian itu, Oktaviandi dimintai keterangan oleh petugas Unit Laka Lantas Polresta Barelang. “Belum tahu apa penyebab terbakarnya. Sopirnya masih kita periksa di Unit Laka,” ujar Kanit Laka Lantas Polresta Barelang, Iptu Efendi Marpaung. (cr1)

Kemenpar FGD Sejarah Akmil

0
Kunjungan Panglima Besar Sudirman pada peringatan ulang tahun MA tahun 1946 disambut dengan barisan kehormatan.
foto: djokja1945.blogspot

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bekerjasama dengan Ikatan Keluarga Akademi Militer Yogyakarta (IKAM-Yogya) mengadakan Focus Group Discussion (FGD) Promosi 10 Destinasi Prioritas dengan event perjalanan insentif di Propinsi Jawa Tengah yang akan dilaksanakan Sabtu 29 Juli 2017.

FGD ini sendiri memiliki rangkaian kegiatan lainnya seperti Napak Tilas di beberapa titik, yaitu Benteng Vreidenberg, SMA BOPKRI 1 Yogyakarta, SMPN 2 Kalasan, Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara di Semaki dan dilanjutkan ke Akademi Militer Magelang, serta ke Monumen Perjuangan Taruna di Plataran-Kalasan.

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Esthy Reko Astuti, didampingi Kepala Bidang Promosi Perjalanan Insentif Kemenpar, Hendri Karnoza mengatakan, dalam portofolio produk pariwisata, Budaya (Culture) menempati porsi sebanyak 60% dalam porotofolio produk kepariwisataan di Indonesia.

Di dalam wisata budaya ini sendiri terdapat klasifikasi wisata warisa budaya dan sejarah (heritage and pilgrim tourism) sebanyak 20%, wisata belanja dan kuliner (culinary and shopping tourism) sebanyak 45%, dan wisata kota dan desa (city and village tourism) sebanyak 35%.

Lebih lanjut Esthy menambahkan, dalam kegiatan ini, akan mengutamakan harmonisasi pentahelix dari ABCGM (Academic, Bussiness, Community, Government, dan Media). Akademis berperan dalam memformulasikan perencanaan pengembangan kepariwisataan.

Hendri menambahkan, bisnis memiliki peran yang sangat penting dalam pengembangan kerjasama kepariwisataan. Kemudian, komunitas yang memberi ruang kondusif dengan dukungannya. Lalu pemerintah, yang oleh Menpar Arief Yahya dijelaskan punya dua kekuatan.

“Pertama kekuatan regulasi atau aturan. Kedua kekuatan budgeting atau APBN dan APBD,” jelas Menteri Arief Yahya. Government yang commited akan mendorong tumbuh dan berkembangnya pariwisata, begitupun sebaliknya.

”Dan yang terakhir adalah media, dengan keterlibatan media memberikan dampak yang luar biasa dan luas dalam mempromosikan potensi pariwisata, ini sangat penting,” ujar Hendri.

Pria asli Padang itu menambahkan, wisata sejarah dan budaya menjadi salah satu jenis wisata minat khusus. Selain sejarah dan budaya, masih ada wisata alam dan ekowisata, olahraga dan rekreasi, SPA, MICE, Cruise, kuliner dan belanja.

“Selain keindahan alam, daya tarik sosial, sejarah maupun budaya menjadi salah satu faktor ketertarikan wisatawan pada sebuah objek wisata. Hal-hal unik dan berbeda selalu ada dalam budaya Indonesia, sehingga wajar tempat-tempat di Indonesia banyak menjadi destinasi wisata karena begitu kayanya Indonesia akan budaya dan sejarahnya,” ujar Hendri.

Sementara itu, salah satu pemerhati sejarah dan juga penggagas acara ini,  Indroyono Soesilo, mengatakan bahwa sejarah dan budaya menjadi identitas suatu bangsa, karena itulah yang membedakan satu negeri dengan negeri lain, antara bangsa Indonesia dengan bangsa lain, sehingga menjadi suatu kewajiban bagi kita untuk memelihara dan melestarikannya.

Pria yang juga ketua Tim Percepatan Wisata Bahari Kemenpar itu menambahkan, melalui kegiatan ini bisa diungkap tentang sejarah cikal bakal Akademi Militer Magelang, yang merupakan kelanjutan dari Akademi Militer Republik Indonesia , dikenal sebagai Akademi Militer Yogyakarta, atau MA-Yogya, yang berdiri pada kurun 1945-1950 di Ibukota Republik Perjuangan.

MA Yogya berkampus di SMA BOPKRI  ini. Selama mengikuti Pendidikan Perwira, para taruna juga langsung praktek di Medan Penugasan, diantaranya: Ikut dalam pertempuran menghadapi Inggris di Surabaya, bertempur melawan Belanda di Priangan Utara, mengawal Panglima Besar Jenderal Soedirman saat Perundingan Gencatan Senjata dengan Belanda di Jakarta dan ikut menumpas Pemberontakan PKI-Madiun 1948.

Lebih lanjut Indroyono memaparkan, 197 Perwira Remaja Angkatan I MA Yogya dilantik Presiden Soekarno di Istana Gedung Agung Yogyakarta pada 28 Nopember 1948, dan 21 hari kemudian, pada 19 Desember 1948, Belanda menyerbu Yogyakarta, para Pemimpin Nasional ditawan Belanda dan para Perwira Remaja serta Taruna MA Yogya segera bergerak keluar kota Yogya guna memulai perang gerilya,  melaksanakan Perintah Siasat No.1 Panglima Besar Jenderal Soedirman.

Selama Perang Kemerdekaan II ini, imbun Indroyono 29 Alumni dan Taruna MA Yogya gugur di medan bhakti, sebagian ada yg gugur di medan pertempuran Plataran. Sebuah Monumen Perjuangan Taruna telah berdiri di Desa Plataran-Kalasan ini.

Setelah meluluskan 3 Angkatan, Akademi Militer Yogya ditutup pada Tahun 1950, untuk kemudian dibuka kembali oleh Presiden Soekarno pada 11 Nopember 1957 di kompleks Akademi Militer Nasional-Magelang, sebagai Angkatan ke-IV, yang merupakan kelanjutan MA-Yogya.

”Kegiatan FGD dan Napak Tilas ini diharapkan dapat memunculkan destinasi-destinasi wisata sejarah yang baru di wilayah bekas Ibukota Negara di masa perjuangan ini, sekaligus guna melestarikan sejarah perjuangan Bangsa dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan RI. Ini akan menjadi sarana edutaiment bagi generasi muda . Apalagi, saat ini tengah disusun kurikulum pendidikan karakter dan penggalakan Revolusi Mental dalam sistem pendidikan Nasional kita,” beber Indroyono.(*)

Saatnya Kerja, Kerja, Kerja

0

Selasa (11/7) lalu, untuk pertama kalinya saya menginjakkan kaki di Batam. Sebuah kota industri yang asing bagi saya. Tak kenal. Hanya tahu lewat dunia maya.

Turun dari pesawat Citilink nomor penerbangan QG 923, rasa optimisme memayungi. Bandara Internasional Hang Nadim Batam menjadi saksi. Seorang pemuda 30 tahun memasuki medan tempur baru.

Sebelas tahun menjadi kuli tinta di Kaltim menjadi bekal. Dengan penuh rasa percaya diri, saya pun memantapkan batin menuju tempat tugas baru: Batam Pos.

Graha Pena Batam jadi tujuan pertama saya di kota yang berbatasan langsung dengan Singapura.

Namun selama perjalanan, saya sempat “curi-curi” informasi dari sopir taksi yang mengantar saya. Setidaknya, tahu soal Batam.

Semua hal saya tanyakan. Namun terlalu panjang untuk dikemas dalam tulisan. Intinya, ekonomi Batam lagi lesu.

Sejam menempuh perjalanan, saya tiba di tempat tujuan: Graha Pena Batam.
Menenteng tas di gedung sembilan lantai itu, perasaan saya berkecamuk. Semuanya campur aduk. Mirip es campur yang isinya macam-macam. Hehehehe.

Deg-degan, tentu. Karena saya harus menjalankan tugas mahaberat yang diamanahkan Komisaris Jawa Pos Group (JPG) Zainal Muttaqin.

Minder, iya. Saya harus berhubungan langsung dengan CEO Batam Pos, Suhendro Boroma. Sosok yang sukses membesarkan Manado Post.

Galau, sudah pasti. Karena saya harus meninggalkan istri saya, Afriani serta kedua putri saya, Akeila Lanoverian Guntur Sunan dan Ajeng Lanoverian Guntur Sunan yang masih imut-imut.

Bingung, wajar. Karena saya harus meninggalkan tim saya dan bekerja sama dengan orang-orang baru yang tidak saya kenal sebelumnya.

Tapi sudahlah (pikir saya). Ini tugas. Harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, loyalitas, dan dedikasi.

Bismillah, saya akan mengabdi di tempat tugas baru.

Tiba di Graha Pena, saya langsung rapat dengan direksi dan manajemen Batam Pos Group. Sambil malu-malu, saya masuk ke sebuah ruangan di lantai enam gedung itu.
Saat itu saya duduk di antara Direktur Utama Marganas Nainggolan serta Direktur Bisnis Usep RS, dan di sebelahnya lagi ada Direktur Operasional Candra Ibrahim.
Di belakang, depan, dan samping para departement head.

Benar-benar malu. Kedua tangan saya terselip di bawah meja. Kepala saya tertunduk. Sembari memantau kotak berisikan kue.

Sesekali melirik kanan-kiri. Tak ada gerakan tubuh yang saya lakukan. Tubuh saya kaku di tengah dinginnya air conditioner (AC) ruangan.

Sejurus kemudian, saya pun kaget. Ternyata sambutan hangat sudah menanti. Perkenalan pun terjadi. Diawali dari para direksi.

Saya yang pemalu pun langsung larut dalam obrolan. Khususnya seputar perjalanan jauh yang saya tempuh: Bontang-Samarinda-Balikpapan-Surabaya-Batam.
Kepercayaan diri saya pun meningkat. Sambutan hangat dari keluarga besar Batam Pos memberi semangat baru.

Apalagi, berdasarkan informasi yang saya dapat, Batam Pos Group merupakan grup media terbesar di Batam dan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Tepatnya sebagai leading market.
Usai rapat, saya ditugaskan Pak Hendro–sapaan Suhendro Boroma–untuk action. Tanpa basa-basi, saya pun langsung action.

Satu per satu departement head saya ajak silaturahmi. Keesokan harinya, masing-masing departemen. Dari situ banyak teman baru. Cakep-cakep dan cantik-cantik.

Hemat saya, Batam Pos punya sumber daya manusia (SDM) yang super. Semuanya punya semangat kerja, kerja, kerja. Itulah kunci sukses menghadapi krisis.

Badai krisis memang merembet ke Batam. Semua sektor terdampak. Namun, Batam Pos dengan kualitas SDM-nya yang mumpuni tetap survive.

Bahkan masih menjadi bacaan nomor satu masyarakat Batam, masih di atas para kompetitor. Status sebagai media terbesar di Batam dan Kepri memang layak disematkan.
Virus kerja, kerja, kerja yang ditularkan Dahlan Iskan mampu memberikan optimisme bagi saya dan tim baru ini. Beragam program sudah dibuat. Semuanya mau kerja, kerja, kerja.
Dalam kondisi seperti saat ini, bukan zamannya lagi mengeluh. Bukan pula pasrah. Ribuan orang memang sudah eksodus meninggalkan Batam.

Sebagian besar informasi yang saya kulik, alasannya ekonomi terpuruk. Di sisi lain, saya malah datang ke Batam. Hehehehe

Namun, apakah hanya mengeluh, atau pasrah dengan keadaan. Meninggalkan Batam bukanlah solusi. Apalagi kalau disebabkan faktor ekonomi.

Bagi saya, mereka yang meninggalkan Batam hanya gara-gara ekonomi lesu tergolong orang-orang merugi. Padahal, masih banyak yang bisa diolah di Batam.
Pembangunan masih berjalan. Pengembang terus bersemangat.

Lesunya perekonomian menjadi sebuah sindrom di negeri ini. Dari Sabang hingga Merauke, ekonomi lesu.

Namun, Batam bukanlah kota yang mudah takluk oleh faktor ekonomi. Batam akan tetap tangguh. Setangguh karang yang dihempas ombak.

Yakinlah, badai pasti berlalu. Asalkan punya semangat kerja, kerja, kerja. ***

Guntur Marchista Sunan
General Manager Batam Pos

 

Yang Ada di Babel Sila Saksikan Toboali City On Fire Season II 2017

0

Provinsi Bangka Belitung sedang ‘on fire’ mempromosikan daerahnya sebagai destinasi pariwisata kelas dunia. Salah satunya, lewat Toboali City On Fire (TCOF) Season II 2017. Bagi yang ingin menyaksikan, silakan langkahkan kaki ke lapangan Laut Nek Aji Toboali, Bangka Selatan. Even keren ini bisa dinikmati, 27-30 Juli 2017.

“Kegiatan pariwisata TCOF yang diselenggarakan oleh Pemkab Bangka Selatan ini telah masuk dalam calender of event pariwisata Kemenpar. Event ini diharapkan mampu mempromosikan pariwisata di Provinsi Bangka-Belitung dan sekitarnya,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya yang didampingi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman, dan Bupati Bangka Selatan H. Justiar Noer meluncurkan TCOF Season II 2017 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, Rabu (26/7) malam.

Menpar Arief Yahya mengapresiasi penyelenggaraan TCOF sebagai sarana yang efektif untuk mempromosikan pariwisata Babel, khususnya Bangka Selatan yang memiliki daya tarik budaya (culture), alam (nature), dan buatan manusia (manmade), sekaligus memperkuat daya saing pada unsur 3A (Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas).

“Provinsi Babel memiliki atraksi yang menarik, terutama kulinernya. Begitu pula amenitas ada puluhan hotel berbintang dan dalam waktu dekat bertambah satu hotel berbintang di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Kelayang, sedangkan untuk aksesibilitas sebentar lagi Bandara HAS Hanandjoedin di Belitung menjadi bandara internasional dan akan banyak penerbangan internasional di antaranya dari Tiongkok sebagai pasar utama,” tutur Menpar Arief Yahya.

Ia menjelaskan, percepatan pembangunan KEK Tanjung Kelayang sebagai destinasi prioritas yang akan menjadi “Bali Baru” terus dilakukan terutama pada unsur 3A, di antaranya konektivitas udara (air connectivity) untuk membuka pasar utama.

Gubernur Babel Erzaldi Rosman mengatakan, penyelenggaraan TCOF Season II 2017 ini merupakan salah satu upaya membangun dan memberikan wajah baru bagi sektor kepariwisataan di Kabupaten Bangka Selatan.

“Kami mengangkat tema ‘Keragaman Etnis dan Budaya’ pada event pariwisata ini untuk menegaskan bahwa keragaman etnis dan budaya merupakan perekat bagi kesatuan dan persatuan bangsa dan merupakan manifestasi dari semangat pluralisme demi terjaganya keharmonisan antaretnis, mengangkat pesona seni dan budaya dalam warna kebhinekaan,” ujar Erzaldi Rosman.

Lebih lanjut, Erzaldi menjelaskan, acara ini menjadi salah satu unggulan Provinsi Babel sebagai daerah tujuan wisata favorit bagi wisman dan wisnus.” Tercatat jumlah wisatawan yang menginap di hotel berbintang di Provinsi Babel pada Mei 2017 sebanyak 31.586 orang,” ujarnya.

Rangkaian TCOF Season II 2017 ini, akan diisi dengan festival budaya yang meliputi 16 event yakni Bike Packer, Toboali Fashion Carnival, Toboali Photo Competition, Festival Tari Kreasi Daerah, Lomba Melukis Tudung Saji, Toboali Oriental Mural Festival, Festival Band, Festival Layang-Layang, Festival Barongsai, Lomba Pembuatan Film Dokumenter, Festival Kuliner, Ritual Adat Buang Jung, Nganggung 1.000 Dulang, Touring Komunitas Motor, Pameran UMKM dan Komunitas, dan Target Shooting Competition.

“Event ini akan menampilkan 16 event unggulan, di antaranya “Toboali Fashion Carnival” yang melibatkan para artis nasional dan mancanegara,” pungkasnya. (*)

Festival Pesona Tulamben 2017 Sajikan Jukung Race dan Mancing Lemadang

0
Jukung

Bali memang tempatnya sejuta festival yang seru dan menarik. Salah satu yang ditunggu-tunggu oleh para wisatawan adalah Festival Pesona Tulamben 2017.

Festival ini membidik 18.640 wisatawan mancanegara dan 200 wisatawan nusantara dan akan digelar, 27-28 Juli 2017, di Tulamben, Kecamatan Kubu Kabupaten Karangasem, Bali

“Acara ini bisa menjadi sajian hiburan, sekaligus juga sebagai upaya menjalin kerjasama yang erat dengan berbagai pihak, guna pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Pantai Tulamben,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Esthy Reko Astuti, Kams (27/7).

Support pun langsung diberikan. Dari mulai pembuatan media promosi, sewa perahu, penyediaan snack dan mealbox peserta serta pembuatan panggung rigging dan juga sewa perahu, semua ikut dibantu Kemenpar. Selain itu, Kemenpar juga akan menghadirkan penyanyi, menyediakan sound dan genset serta membuat t-shirt dan topi untuk undangan VVIP, para peserta dan panitia.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Karangasem, I Wayan Astika menuturkan bahwa Festival Pesona Tulamben 2017 nantinya akan diisi dengan berbagai kegiatan lomba seperti Jukung Race, Fishing Tournament, Pameran kerajinan dan industri rumah tangga, Parade seni dan seni budaya.

“Dua agenda utama  yaitu Jukung Race dan Fishing Tournament. Jukung Race akan diikuti oleh 50 Jukung (perahu) nelayan dan lomba mancing ikan lemadang akan diikuti 60 peserta,” tuturnya.

I Wayan Astika menambahkan bahwa Jukung race adalah lomba memacu jukung (perahu) dengan mengandalkan kekuatan angin dan mempertontonkan kelihaian nelayan dalam mengandalkan jukung dan Fishing competition menunjukkan kelihaian dan keterampilan nelayan dalam memancing ikan laut secara manual

“Di Tulamben, yang paling terkenal adalah ikan Lemadang atau mahi mahi atau sebagian warga Bali mneyebutnya Ikan Tumpek. Saat merasakan sensasi tarikan tumpek dan joran yang bergetar saat lemadang menari diatas air, Upsss..itu serunya !,” promosinya

Festival juga akan menampilkan Pameran stand kerajinan dan industri rumah tangga, stand kuliner  yang menyajikan  makanan tradisional khas Bali seperti sate gurita, nasi beguling, belayag, tipat cantok, jaje bali dan tentunya Pentas seni Bali yang menghadirkan lima sanggar seni dari Kubu dan Karangasem.

“Festival ini sekaligus untuk memperkenalkan potensi Kecamatan Kubu sebagai wilayah bekembang di Kabupaten Karangasem yang kaya dengan berbagai alam dan kerajinan,” ujarnya

Selain mengikuti acara Festival, para wisawatan juga  bisa menikmati alam wisata Tulamben yang mempesona .Pantai Tulamben  tidak memiliki pasir putih maupun hitam yang biasanya menjadi ciri khas pantai di Bali.

Di sepanjang bibir pantai, pesisir berkoral, lengkap dengan air lautnya yang tenang, jernih dan bergradasi hijau kebiruan. Yang paling menarik dari tempat ini adalah adanya bangkai kapal kargo milik Amerika Serikat, USAT Liberty, yang ada di dasar pantai Tulamben, yakni di kedalaman 100 kaki atau 30 meter dari permukaan laut.

Reruntuhan kapal sepanjang 50 meter yang karam pada tahun 1942 tersebut kini sudah menjadi rumah bagi ratusan spesies ikan aneka warna dan terumbu karang cantik yang masih terjaga kelestariannya. Kemudian ada Coral Garden. Spot ini merupakan kawasan terumbu karang. Sehingga turis yang menyelam ke sini akan dimanjakan dengan karang dan ikan-ikan yang warna-warni.

Belum lagi Karangasem  yang punya kelebihan yang tidak dimiliki oleh daerah lain di Bali. ”Kami punya Pura Besakih, tempat ibadah agama kami. Tentu ini akan menjadi keunggulan, wisata bawah laut kami juga tidak kalah dengan underwater world wilayah lain, kita optimisme ini akan menjadi kekuatan yang dahsyat. Kami tidak hanya menawarkan wisata spritual. Turis datang dan tinggal di perkampungan, berbaur dengan masyarakat, belanja ke pasar, tidur di rumah gubuk, dan lainnya,” terang Wayan.

Soal even dan festival, menurut Menpar Arief Yahya, Bali punya kekuatan.  Wisata budaya dan alam membuat banyak wisman nyaman berlama-lama di Bali.

“Itulah kekuatan Bali, cultural value-nya seimbang dengan commercial value-nya, maka pariwisata hidup dan sustainable,” kata Arief Yahya. (*)

Sambut Sail Sabang 2017, Kota Sabang Terus Bersolek

0

Sabang terus bersolek menyambut gelaran akbar Sail Sabang 2017, yang diselengarakan pada 28 November hingga 5 Desember. Salah satunya mempersiapkan lokasi acara yang berada di empat titik, yaitu Teluk Sabang, Sabang Fair, Gapang Resort, dan Titik 0 Km.

“Lokasi acara tersebut secara infrastruktur terus dipersiapakan secara matang, terutma unsur (atraksi, amenitas, dan aksesibiltas), persiapan sumber daya manusia. Sedangkan puncak acara akan berlangsung di Pasiran, Teluk Sabang, yang akan dihadiri oleh Presiden Indonesia Joko Widodo. Lokasi itu juga rencananya akan dijadikan pelabuhan kargo,” ucap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Reza Fahlevi.

Reza mengatakan kunjungan wisatawan di Aceh saat atau sesudah Sail Sabang dapat memantik pertumbuhan ekonomi secara signifikan. Oleh karena itu, konsep “Peumulia Jamee” dalam bahasa indonesia berarti memuliakan tamu harus, diaplikasikan agar para wisatawan merasa nyaman dan betah, sehingga akan datang kembali ke Aceh.

“Keramahan masyarakat dan fasilitas akomodasi di Kota Sabang harus menjadi perhatian serius. Intinya konsep Peumulia Jamee harus kita kedepankan karena ini merupakan konsep yang telah berkembang di tengah masyarakat Aceh secara turun temurun. Semakin kita muliakan, maka tamu akan semakin merasa nyaman dan akan kembali lagi ke Aceh,” ucapnya.

Sail Sabang 2017 terdapat banyak kegiatan yang akan di pusatkan di teluk Sabang, tepatnya Terminal CT 3 BPKS Sabang itu aka diisi dengan berbagai atraksi.“Banyak atraksi, diantaranya menghadirkan KRI Bima Suci dan KRI Dewa Ruci. Selanjutnya akan ada Internasional Yacht Rally, Tarian Massal, Sabang Wonderful Expo, Aceh Fun Dive, Menyambut kehadiran Islamic Cruise berkapasitas 2000 wisatawan muslim yang akan sandar di termina CT3 dan bertola menuju Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh,” katanya.

Selain itu, sambung Reza, juga ada kegiatan Jambore Iptek, Pentas Wonderful Sabang, Sabang Underwater Contes, Kapal Pemuda Nusantara, Lomba Menulis Blog, Festival Kopi dan Kuliner, Eksebisis Paramotor, Parade Kapal Tradisional, Sendratari Keumalahayati, Aerobatic Show, City Tour Sabang-Banda Aceh, Lomba memancing serta beberapa event lainnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengungkapkan, bahwa Sail Sabang 2017 dikerjakan secara bersama Kemenko Maritim, Kementrian Pariwisata, Kementrian Perhubungan, dan Kementrian PUPR akan  menjadi acara sail terbesar tahun ini. Acara ini diharapkan mampu menarik sekitar 100 kapal pesiar atau yacht.

“Terkait Sail Sabang, puncaknya 2 Desember akan jadi terbesar. Pasalnya akan ada 100 yacht yang akan datang, Nantinya peserta akan lebih banyak berasal dari Australia. Kegiatan ini juga akan diikuti oleh kapal dari dalam negeri yaitu Kapal Pemuda Nusantara, Kapal Riset Baruna Jaya IV dan Baruna Jaya VIII,” ucapnya.

Sail Sabang merupakan kolaborasi antara dua sail yakni Indonesia Sail dan Wonderful Indonesia Sail. Pemerintah telah menetapkan agenda wisata tahunan Sail Indonesia. Semakin lama, harus semakin bagus dari segi kualitas, perencanaan, dampak dan manfaatnya. “Kami juga ingin sebelum dan sesudah kegiatan ini daerah bisa menarik manfaat dari percepatan infrastruktur yang terjadi, Kata Arief Yahya.

Dalam Sail Sabang 2017, semua peserta akan diajak mengarungi spot-spot eksotis dari Teluk Sabang, Pantai Iboih dan Gapang hingga Pulau Rondo dan kota Banda Aceh di Pulau Sumatera. Kebanyakan peserta akan masuk ke Sabang dari Langkawi  (Malaysia) dan Phuket (Thailand).

Mereka akan melewati dan singgah di Kupang, Badas, NTB,  Banyuwangi, Karimunjawa, Belitung, Bintan dan persinggahan lainnya. Diperkirakan, semua peserta sudah masuk Sabang pada 1 Desember 2017. “Kita memberi kemudahan para Yachter dengan fasilitas pelayanan CIQP satu atap,” kata Arief.

Dengan kemudahan tadi, menteri asal Banyuwangi itu yakin agenda sailing ini bakal banyak dilirik seluruh peserta dari dunia. Apalagi, Sabang merupakan salah satu destinasi unggulan untuk wisata bahari. Favoritnya para Yachter dunia karena memiliki taman laut yang indah.

Lokasinya pun dekat dengan Langkawi, Phuket dan Singapura juga menjadi daya tarik lainnya bagi para yachter. “Sabang sudah dikenal mancanegara karena beberapa kali menyelenggarakan acara skala international seperti Sabang Regatta dan mendapat sambutan antusias, ” kata pria asli Banyuwangi itu.(*)