Minggu, 19 April 2026
Beranda blog Halaman 13278

Remaja Diperkosa Lalu Diancam Akan Disantet

0

batampos.co.id – Seorang gadis remaja sebut saja Bunga, di Desa Tapau Natuna menjadi korban kekerasan seksual oleh tetangga sendiri.

Kapolsek Bunguran Timur Kompol M Sibarani mengatakan, kejadian keji dialami Bunga pada 11 April lalu. Namun baru sekarang dilaporkan oleh orangtuanya ke Polsek.

Bunga yang masih dibawah umur dipaksa melakukan persetubuhan oleh SM, 40, warga setempat. Awalnya korban dibujuk dengan iming-iming dibelikan sepeda motor.

“Korban ini sempat ketakutan tidak menceritakan kejadian dialaminya kepada orang tua. Namun akhirnya terbongkar setelah orangtuanya merasa curiga dengan perubahan sikap anaknya. Lalu dilaporkan ke Polsek” kata Sibarani, Jumat (16/6).

Dikatakannya, saat ini korban sudah divisum. Dan terlapor sudah diamankan untuk lakukan pemeriksaan. Dan dapat Diancam  pasal 81 ayat 1 dan ayat 2 UURI nomor 35 tahun 2014.

Dicerikan Sibarani kajadian pada hari Selasa (11/4) sekira pukul 13.00 WIB. Korban datang k rumah terlapor untuk meminta jambu. Selesai meminta jambu korban berniat untuk pulang, namun tidak jadi karena terlapor mengajak korban untuk masuk ke dalam rumah.

Pada awalnya korban menolak untuk masuk ke rumah, namun terlapor menjanjikan akan di belikan parfum, handphone dan sepeda motor. Mendengar hal tersebut barulah korban menerima ajakan untuk masuk ke dalam rumah. Setelah di dalam rumah, korban di ajak masuk ke dalam kamar. Namun korban menolak,  karena menolak terlapor memaksa korban dengan cara menarik tangan korban.

Setelah di dalam kamar, terlapor membuka paksa pakaian korban. Setelah pakaian korban terbuka selanjutnya terlapor juga membuka pakaiannya kemudian memaksa korban untuk melakukan persetubuhan.

“Korban berupaya menolak namun karena terlapor tenaganya lebih kuat, sehingga korban tidak mampu untuk melakukan perlawanan dan terlapor berhasil melakukan persetubuhan. Selesai melakukan persetubuhan korban di ancam jangan menceritakan peristiwa tersebut kepada keluarganya apabila diceritakan korban akan disantet oleh terlapor,” jelas Sibarani.(arn)

Komunitas Warga Sunda Berbagi Kasih

0
Komunitas warga Sunda dan para lansia, serta pengurus harian Rumah Bahagia foto bersama usai melaksanakan kegiatan berbuka puasa bersama. F. Cipi Ckandina/Batam Pos

batampos.co.id – Komunitas warga Sunda (Dulur Silembur) dari Bintan dan Batam, menggelar kegiatan berbuka puasa bersama dengan para lansia Rumah Bahagia Panti Jompo, di Kelurahan Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Jumat (16/6).

Kedatangan para Inohong Sunda ini disambut hangat oleh puluhan lansia serta pengurus harian Rumah Bahagia, dengan penuh tawa dan semangat kebahagiaan.

Acara berbuka bersama ini berlangsung khidmat dengan penyampaian tausiah serta pembacaan doa sebagai bentuk penyegaran iman untuk selalu tetap bersyukur, serta agar dapat menjalankan puasa dengan sebaik-baiknya.

Tak lupa Komunitas warga Sunda ini juga memberikan bantuan berupa sarung, mukena yang bisa digunakan untuk para nenek dan kakek di Rumah Bahagia.

Koordinator Dulur Silembur, Wahid mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian untuk berbagi kebahagiaan bersama terhadap para nenek dan kakek yang memang betul-betul membutuhkan perhatian khusus dalam kondisinya yang sudah lanjut usia.

“Kami ingin bersilaturahmi dan berbagi kebahagiaan dengan kakek dan nenek yang juga merupakan orang tua kami,” ujarnya.

Menurutnya momentum Ramadan ini merupakan waktu yang paling tepat untuk bersilaturahmi dan menggelar kegiatan bhakti sosial.

“Kegiatan ini akan rutin kami lakukan dibulan ramadan,” ungkapnya.

Wahid menambahkan kegiatan ini diharapkan menjadi pelajaran bagi pemuda Viking yang juga turut hadir, agar bisa lebih memperhatikan orang tua  yang sudah melahirkan dan membesarkannya dengan penuh perjuangan.

“Perjuangan orang tua itu harus dibalas dengan memberikan perhatian khusus dihari tuanya nanti. Mudah-mudahan ini bisa menjadi berkah buat semuanya di bulan suci ramadan ini,” ucapnya.

Ketua Yayasan Rumah Bahagia, Fiven Sumanti, mengucapkan terimakasih atas bentuk perhatian dan kepedulian yang diberikan komunitas warga Sunda.

Menurutnya dengan bentuk perhatian ini, tentunya akan menambah semangat  kakek dan nenek untuk menjalani kehidupan diusianya yang sudah lanjut usia.

“Ini betul-betul penambah kebahagiaan bagi kakek dan nenek. Sebab mereka sangat senang kalau dikunjungi,” ungkapnya.

Wanita yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi III DPRD Bintan, ini mengatakan yang paling dibutuhkan para lansia yang berada di Rumah Bahagia saat ini, tentunya adalah perhatian, sebab bagi mereka kebahagiaan itu utamanya bisa berkumpul dengan siapa pun yang bisa dianggap sebagai keluarga.

“Jujur, para lansia ini sangat senang sekali kalau ada yang berkunjung kesini. Bukan dilihat dari apa yang dibawa oleh pengunjung, melainkan dengan kedatangan untuk memberikan sedikit perhatian, itu sudah cukup untuk membuat mereka senang dan bahagia,” ungkapnya.

“Mudah-mudahan dengan kunjungan ini bisa memberikan kebahagiaan dan berkah buat kita semua dibulan ramadan ini,” imbuhnya.

Tak hanya berbagi kebahagiaan bersama dengan para lansia, Komunitas warga Sunda ini juga berbagi kebahagiaan bersama anak  Panti Asuhan Nurul Islam Al Bintani. (cr20)

Dihadapan Pebisnis Singapura, Kepala BP Nyatakan Tak Ada Overlaping di Batam

0
Wali Kota Batam Rudi (dua dari kiri) bersama Ketua BP Batam Hatanto Reksodipoetro saat rapat dengan Kementerian Perekonomian di Swiis Bell Hotel, Selasa (31/5/2016). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Hatanto Reksodipoetro diundang menjadi salah satu keynote speaker pada sebuah pertemuan antara Kadin Indonesia di Singapura dengan sejumlah pebisnis negeri jiran itu yang tergabung dalam Singapore Business Federation (SBF) beberapa waktu lalu.

Dalam pertemuan itu, para pebisnis Singapura menanyakan dan meminta penjelasan dari Hatanto terkait kondisi Batam yang terkesan overlaping atau tumpang tindih kewenangan antara BP Batam serta Pemko Batam.

Kepada batampos.co.id, Direktur Promosi Investasi dan Humas BP Batam, Andi Antono mengungkapkan bahwasannya Hatanto dengan tegas menjelaskan ke para pengusaha Singapura bahwasannya tidak terjadi overlaping antara BP Batam dan Pemko Batam. Bahkan ia katakan tidak ada masalah besar antara kedua institusi tersebut.

“Overlaping tidak ada. Semua berjalan pada koridor masing-masing. Untuk pelayanan kemasyarakatan seperti pendidikan, agama, sosial dan kesehatan menjadi tanggungjawab Pemko Batam. Sedangkan untuk urusan investasi asing dan lahan ada di BP Batam,” ujar Andi Antono mengutip pernyataan Hatanto dalam forum tersebut.

Jadi menurut Andi Antono, sebetulnya tidak terjadi suatu masalah besar sperti yang didengar para pengusaha di Singapura seolah-olah terjadi overlaping dengan adanya BP Batam dan Pemko Batam di kota ini.(spt)

PPDB Lanjutan Digelar 3 hingga 5 Juli 2017

0
Orangtua dan anaknya mengantri saat mendaftarkan anaknya sekolah di SMPN 3 Seiharapan, Sekupang, Senin (5/6/2017). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Pembinaan Pendidikan SMP Dinas Pendidikan Kota Batam, Hernowo mengungkapkan salah satu yang dievaluasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk sekolah unggulan beberapa waktu lalu yakni  maraknya percobaan aksi titip menitip.

“Masih ada juga yang berusaha  nitip, nitip, ini yang kami evaluasi,” kata Hernowo, Minggu (18/6/2017) siang.

Ia mengaku, pihaknya menghimbau ke seluruh kepala sekolah untuk tidak main-main dengan aksi yang dapat mencoreng wajah pendidikan tersebut. “Sesuai dengan aturan tak boleh, nanti kena saber pungli pula. Kita tolak langsung dan kepala-kepala sekolah tak berani,” akunya.

Ia menyebutkan, usaha yang dilakukan warga ini, hampir terjadi di seluruh sekolah favorit yang ada. Tidak langsung ke sekolah, kerap mereka berusaha ‘menggoda’ melalui pesan singkat. “Sekarang pun masih ada, kadang sms ke saya, ku jawab udah selesai (PPDB untuk sekolah favorit, red),” ucapnya.

Menurutnya, animo masyarakat ke sekolah negeri karena sekolah swasta mahal, sudah kebiasaan masyarakat mencari sekolah yang murah bahkan bisa gratis.”Di swasta ada uang pembangunan dan SPP itu, kalau ke negeri kan gratis tak ada uang pembangunan,” ucapnya.

Untuk mengeliminir hal ini, ia menyebutkan swasta mempunyai kewajiban untuk membebaskan biaya SPP untuk siswa miskin.

Sementara itu, PPDB lanjutan untuk sekolah negeri SD-SMP sederajat yang lain akan digelar 3 Juli hingga 5 Juli mendatang, dan penerimaannya menggunakan sistem online. Ia berharap agar tidak membludak di sekolah, wali calon murid dapat memanfaatkan sistem online yang ada.

“Sudah kami sosialisaikan ke media, sekolah-sekolah juga bagikan spanduk. Ke sekolah pun, petugas akan input gunakan online itu,” tutupnya. (cr13)

Drainase di Buliang Tak Kunjung Dinormalisasi

0

 

Kegiatan normalisasi drainase di Simpang Kabil, Batamcentre beberapa waktu lalu. Warga Buliang juga ingin drainase di kawasn mereka juga dinormalisasi seperti ini. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Drainase yang menyempit dan menjadi penyebab banjir di Perumahan Kodim dan Permata Puri, Kelurahan Buliang, Batuaji belum dinormalisasi. Akibatnya, warga sekitar mulai khawatir saat cuaca mendung dan akan turun hujan, lantaran takut permukiman mereka kembali terendam banjir.

Sebelumnya, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi sudah menginstruksikan kepada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air serta pihak Kecamatan Batuaji, agar drainase yang sudah dalam kondisi rusak parah dan sempit itu segera dinormalisasi.

Pantauan Batam Pos di lapangan, kondisi drainase tersebut sudah dangkal dan sempit akibat tertimbun tanah dan sampah. Sepanjang drainase juga dipenuhi dengan eceng gondok dan tanaman liar lainnya. Kondisi tersebut diperparah dengan sempitnya gorong-gorong jembatan antara Perumahan Permata Puri dan Puri Mas.

Imbasnya, drainase sama sekali tak bisa menampung air dari perumahan sekitar. Saat hujan deras, air meluap dan menggenangi permukiman warga sekitar dan perumahan yang paling parah terkena imbas banjir adalah perumahan Kodim.

“Kemarin saat lihat banjir di sini, Pak Wali (Kota Batam) sudah janji mau normalisasi, termasuk membongkar jembatan yang mempersempit drainase di perumahan Permata Puri, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya,” ujar Fadli, warga di perumahan Kodim.

Warga khawatir jika hujan lagi, maka permukiman mereka akan kembali terendam banjir. “Setiap kali hujan rumah-rumah di blok dekat drainase itu selalu digenangi banjir sampai setengah tembok rumah,” kata Fadli.

Sebelumnya, saat meninjau lokasi rawan banjir tersebut, Wali kota Batam dan jajarannya menemukan sejumlah persoalan terkait persoalan banjir itu. Beberapa di antaranya juga dikarenakan maraknya bangunan dapur rumah yang dibangun mencapai saluran drainase. Dalam tinjauan tersebut, Rudi berjanji akan langsung menormalisasi drainase tersebut.

Camat Batuaji Fridkalter saat dikonfirmasi terkait kapan wacana normalisasi drainase tersebut belum memberikan kepastian. Sebab, pihaknya masih menunggu alat berat dari Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam. (eja)

Defisit, Disperkimtan Batam Tunda Proyek Senilai Rp 12 M

0

Herman Rozie. foto: Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Dampak defisit yang diperkirakan hingga Rp 241 miliar memaksa Dinas Permukiman, Perumahan Rakyat, dan Pertamanan (Disperkimtan) Kota Batam menunda proyek dengan total anggaran senilai Rp 12 miliar.

Kepala Disperkimtan Kota Batam, Herman Rozie menyebutkan, proyek-proyek yang ditunda seperti pembangunan Taman Labirin yang berlokasi di Kebun Raya Batam, penataan taman di ruas Jalan Raja Haji Fisabilillah dari Simpang My Mart ke Simpang Masjid Raya, pembangunan pagar Rumah Susun (Rusun) Mukakuning dan Fanindo, dan pembuatan batu miring di Simpang Baloi.

“Ada lagi yang kita tunda, saya kurang hafal,” ucapnya.

Ia mengatakan, proyek yang ditunda rata-rata adalah proyek yang dinilai belum terlalu penting dalam waktu dekat. Sementara proyek yang mendesak dan berkaitan langsung dengan masyarakat akan jadi prioritas.

“Yang berkaitan dengan masyarakat tidak bisa diganggu, ini sesuai dengan arahan Pak Wali,” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menyebutkan Batam diperkirakan akan defisit hingga Rp 241 miliar. Faktor yang paling signifikan yakni minimnya pendapatan dari sektor Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan Pajak Bumi Bangunan (PBB).

“Jadi (proyek) yang belum dimulai di hold dulu, dipangkas dulu, udah ada (perkiraannya) saya tak bisa sampaikan karena banyak sekali,” kata Amsakar. (cr13)

Dikira Air Putih, Rupanya Air Aki, Jamal Dilarikan ke Puskemas

0

batampos.co.id – Salah seorang warga Desa Rewak Kecamatan Jemaja Jamal, minum air aki secara tidak sengaja. Beruntung cepat dilarikan ke Puskemas terdekat sehingga nyawanya dapat diselamatkan. Meski tidak menyebabkan kematian tapi kejadian ini cukup mengejutkan warga sekitar.

Jamal menceritakan, ia tidak sengaja meminum air keras itu. Ketika ia usai mengisi air aki, sisanya ia masukan ke dalam gelas. Beberapa waktu kemudian ia sedang melaksanakan kegiatan lain di rumahnya. Setelah merasa haus, ia langsung saja meminum air aki itu yang kebetulan menyerupai air putih.

Kata jamal, setelah minum air aki, seketika ia menjerit kesakitan
dibagian tenggorokannya, lalu penglihatannya kabur dan pingsan.
Setelah itu ia tidak sadarkan diri lagi hingga dibawa ke Puskesmas
ini. “Saya lupa, ketika saya merasa haus langsung saja saya minum air yang ada didalam gelas tadi itu,” jelasnya saat masih menjalani perawatan di ruang pengobatan puskesmas, Minggu (18/6).

Ia mengaku tidak bermaksud melakukan bunuh diri. Hal itu terjadi karena unsur ketidaksengajaan. “Tidak benar saya berupaya ingin melakukan perbuatan bunuh diri, saya pastikan kejadian itu unsur ketidaksengajaan. Anak saya banyak, tak mungkin bunuh diri,” tegasnya.

Ia juga berharap kepada Pemerintah Daerah (Pemda) agar dapat memberi bantuan biaya pengobatan, sebab kartu BPJS yang dimilikinya tidak berlaku di Puskesmas. Padahal keluarganya tergolong masyarakat tidak mampu.

Tambahnya, terkait tidak aktif kartu BPJS ia tidak mengerti, sebab saat pendataan yang dilakukan oleh pemerintah desa menyatakan bahwa dirinya termasuk masyarakat yang ditanggung oleh Pemda, namun realitanya tidak demikian. Jika harus dilakukan pembayaran setiap bulannya sesuai aturan BPJS ia katakan dirinya tidak menyanggupi.

Diakuinya, bukan dirinya saja mengalami hal yang sama mengenai biaya BPJS, masih banyak warga Jemaja yang tidak aktif kartu BPJS tersebut. Mereka menerima kartu BPJS tapi ketika hendak berobat pihak Puskesmas, kartu yang ia miliki tidak aktif sehingga harus mengeluarkan biaya pengobatan selama dalam perawatan.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, pekerja serabutan terebut mengaku terpaksa menggadaikan sebagian tanahnya kepihak bank dan ia merasa sangat sulit membayar iuran setiap bulan dengan pekerjaan yang tidak ada.

“Jangankan untuk membayar kartu tersebut, untuk makan bagi keluarga saya saja sudah sulit. Jika memang Pemda tidak mampu membayarkan iuran kartu BPJS kenapa harus meminta data,” tanya Jamal. (sya)

Pelni Jamin Penumpang Tak Terlantar

0

batampos.co.id – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Tanjungpinang menjamin selama mudik lebaran tidak akan ada penumpang asal Tanjungpinang dan Bintan terlantar di Pelabuhan Sri Bayintan, Kijang maupun Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP).

“Gak akan ada penumpang terlantar saat mudik kali ini. Sebab armada yang kami sediakan cukup banyak,” ujar Kepala Operasional PT Pelni Cabang Tanjungpinang, Ismet, kemarin.

Dikatakan Ismet, armada kapal yang disiagakan untuk mengangkut mudik lebaran ada tiga kapal besar melayani rute Indonesia Bagian Tengah dan Timur. Diantaranya Kapal Motor (KM) Dorolonda, Umsini dan Bukit Raya.

Kemudian, kata Ismet juga ada tiga kapal perintis yang melayani rute antar pulau-pulau di Kepri, dan Kalimantan. Diantaranya KM Sabuk Nusantara 30,39 dan 62.

“Dengan semua kapal yang disiagakan penumpang akan terangkut semua. Bahkan kami pastikan pengangkutannya juga tidak melebihi kapasitas atau dibawah dari 1.643 orang,” bebernya.

Ditanya upaya Pelni memerangi calo yang menjual tiket kapal, Ismet mengatakan calo penjual tiket kapal tidak akan pernah hilang. Tapi pelni mengupayakan untuk memberantasnya dengan cara menyediakan tiket yang lebih banyak sesuai dengan armada kapal.

Selain ketersediaan tiket yang banyak, sambung Ismet pelni juga menyediakan layanan pembelian secara online. Jadi penumpang yang ingin mudik dengan kapal pelni bisa membeli tiket ke loket dekat Kantor Pelni atau mengunjungi website resmi di www.pelni.co.id.

“Jangan beli tiket sama calo. Karena kita tidak bertanggungjawab kalau terjadi sesuatu hal, Tapi belilah tiket secara resmi di loket-loket maupun melalui online,” ungkapnya. (ary)

Anggaran untuk Pariwisata Masih Minim

0
Ngesti Yuni Suprapti bersama keluarga menyantuni anak yatim disela buka bersama dikediamannya Sabtu (17/6). F. Aulia Rahman/Batam Pos.

batampos.co.id – Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti mengatakan, saat ini Pemerintah Daerah masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang perlu diselesaikan.

Diakui Ngesti, satu tahun kepemimpinannya sebagai wakil Bupati Natuna masih banyak infrastruktur yang harus disiapkan. Sehingga perlu kerja keras dan dukungan semua pihak, baik organisasi perangkat daerah maupun elemen masyarakat.

“Satu tahun setelah dilantik, kami menyadari masih banyak PR yang harus diselesaikan, salah satunya infrastruktur,” kata Ngesti saat buka bersama masyarakat dikediamannya, Sabtu (17/6).

Dengan menyongsong percepatan pembangunan daerah perbatasan kata Ngesti, bidang pariwisata adalah skala prioritas. Meski menjadi urutan kedua, sektor ini sangat membantu memajukan Natuna ke depannya.

Saat ini sambungnya, anggaran untuk bidang pariwisata masih minim. Sehingga perlu kerja keras pemerintah daerah untuk mendapatkan dana dari pemerintah pusat.

“Pariwisata saat ini belum banyak dana ke daerah. Sementara berbagai infrastruktur harus disiapkan,” kata Ngesti.

PR lainnya sebut Ngesti, penataan ulang RTRW yang masih tumpang tindih. Termasuk peninjauan ulang pulau-pulau kecil yang masuk zona pengembangan sumber daya alam.

“Natuna harus bisa mengejar ketertinggalan dan menyamai kemajuan Batam,” ujar Ngesti. (arn)

Donomulyo, Tonjolkan Spot Paralayang, Penasaran?!

0

Warga Desa Sumberroto Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, benar-benar antusias menjadikan kawasan Pantai Modangan, sebagai kawasan desa wisata yang berada di pantai.

Minggu (18/6) mereka melakukan soft opening kawasan tersebut.

Tidak ada seremonial khusus, mereka hanya mengenalkan grand design calon desa wisata Waung (Wisata Alam Unggulan) Modangan kepada Kadis Parbud Kabupaten Malang, Made Arya Wedhantara, beserta jajaran Muspika dan perwakilan KPH Perhutani Malang.

Salah satu unggulan Pantai Modangan dengan keberadaan spot paralayang di lokasi wisata. Tidak hanya itu, ada pula spot selfie yang berlatar belakang samudera Indonesia, serta kawasan hutan jati di bawah pengelolaan Perhutani Malang.

‘’Bila perkembangan olahraga paralayang ini tumbuh subur, dan menjadi perhatian khusus para wisatawan, maka bisa jadi kawasan Modangan menjadi wisata minat khusus, yakni olahraga dirgantara Paralayang,’’ kata Kadisparbud Malang, Made Arya Wedhantara, disela-sela memberikan sambutan.

Made menuturkan, Modangan ini juga memiliki predikat sebagai kawasan wisata dirgantara. Oleh karena itu, pihaknya berharap para senior pelatih paralayang bisa menjadikan para remaja dan pemuda di Modangan menjadi atlet paralayang handal yang bisa berkiprah di tingkat nasional maupun internasional.

Lebih jauh Made mengingatkan pula bahwa ada tiga A yang harus dipenuhi sebagai destinasi  wisata jika ingin sukses di Malang. Yakni atraksi, aksesbilitas, dan amenitas. ‘’Itu merupakan kunci sukses pengembangan destinasi wisata,’’ ujarnya. Persis dengan framework yang dibuat Menpar Arief Yahya.

Dari sisi atraksi, lanjut pria kelahiran Banyuwangi ini, wisata di pantai Modangan sudah bisa menampilkan olahraga paralayang sebagai salah satu atraksi menarik. Untuk aksesbilitas, pengunjung mudah mencapai Pantai Modangan. Meskipun kondisi jalan masih butuh perhatian tersendiri. Sedangkan untuk amenitas, kini yang sedang dilakukan desa ini bersama warga. ‘’Saya melihat antusias desa dan warga disini untuk menciptakan amenitas kawasan ini,’’ katanya.

Sedangkan amenitasnya, kini Desa Sumberoto, tengah membangun lima homestay di kawasan lahan seluas 1,5 hektar itu. Rencananya selain lima homestay yang berada di kawasan Modangan, desa juga mulai meberikan peluang kepada warga Desa Sumberoto, yang rumahnya juga menjadi homestay bagi para wisatawan.

Tidak hanya itu, desa juga sejak awal mulai menertibkan para pedagang kuliner yang sebelumnya berjualan di sembarang tempat. Bagi para pengunjung yang menginap, pengelola wisata juga sudah menyiapkan jaringan wifi.

Sehingga mereka yang bermalam di Pantai Modangan, dan bisa mengakses layanan internet.  Selain memperbaiki lintasan take off paralayang, pihak desa mulai membangun pula rute spot ATV bike.

Saat ini yang selesai dibangun adalah kantor untuk ticketing pengunjung, mushola, MCK, spot selfie. Untuk spot selfie nantinya ada tiga titik. Diantaranya spot selfie dengan tulisan I Love U, spot selfie ayunan yang menjorok ke tepi bukit Waung, spot selfie paralayang.

‘’Untuk spot selfie paralayang ini nantinya pengunjung bisa berfoto, seolah-olah terbang mengenakan parasut paralayang,’’ kata Budi Utomo, Kades Sumberoto.

Terkait akomodasi tempat menginap, Budi mengatakan pihaknya akan mengembangkan wisata halal di Modangan. Itu diberlakukan bagi pengunjung pasangan, harus bisa menunjukkan bukti telah menikah. Aturan yang sama juga kami terapkan bagi mereka yang menginap di camping ground.

‘’Karena masyarakat Desa Sumberoto ini dikenal religius. Untuk itulah sejak awal kami sudah jaga-jaga, jangan sampai keberadaan tempat wisata ini merusak tatanan religius masyarakat disini,’’ katanya.

Modangan Paragliding Club (MPC), yang diwakili Thomas Sabarudin mengungkapkan,  saat ini sudah ada 5 siswa pilot yang sudah memiliki jam terbang belasan kali dari warga Desa Modangan. ‘’Para siswa pilot itu kami latih sejak dimulainya pengembangan Modangan sebagai kawasan wisata alam unggulan yang berada di pantai,’’ kata pria yang juga Pengurus Pusat Paralayang Indonesia ini.

Ke depannya, lanjut Thomas, diantara para pilot paralayang itu, ada yang bisa mewakili Kabupaten Malang dalam kompetisi paralayang di even nasional, maupun internasional.

‘’Dari lima itu ada dua yang punya kans untuk mengikuti kompetisi paralayang mewakili Kabupaten Malang,’’ ujarnya.(*)