Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 13291

TK Yaa Bunayya Motivasi Anak Cintai Alquran

0
Pendiri Yayasan Hidayatullah Batam, KH Jamaludin Nur didampingi Kepala Sekolah TK Yaa Bunayya 01, Ustazah Ummu Kalsum memberikan piala dan piagam penghargaan kepada Hadid Abdul Hakim sebagai terbaik 1 kategori tahfizd dan tartil. Foto: Iman Wachyudi/ Batam Pos

batampos.co.id – Sebanyak 147 murid Taman Kanak-Kanak (TK) Yaa Bunayya 01 Batuaji, Angkatan ke -12, Batam mengikuti pentas seni, hubbul quran dan pelepasan siswa tahun ajaran 2016/2017 di hotel Nagoya Plaza, Batam, Sabtu (14/5).

Berbagai kegiatan dipentaskan, seperti menari, menyanyi, menjadi protokol, hapalan doa-doa, hapalan surat-surat pendek dan hadis, puisi, azan, tilawah, juga Hubbul Quran dengan metode Ummi.

Kepala Sekolah TK Yaa Bunayya 01, Ustazah Ummu Kalsum dalam sambutannya mengatakan, program hubbul quran dengan metode Ummi tak hanya mengajarkan siswa membaca Alquran. Para guru juga memotivasi para siswa untuk mencintai Alquran dengan menghapal ayat demi ayat, memahami, lalu mengamalkan kandungannya secara bertahap.

“Hubbul Quran bertujuan menguji kemampuan anak dalam menghapal Alquran sesuai tingkatan masing-masing. Namun anak-anak mendapat tantangan khusus, karena harus menunjukkan kemampuan ini di depan umum,” ujar Ustazah Ummu Kalsum.

Ustazah Ummu Kalsum mengatakan, bahwa siswa-siswi TK Yaa Bunayya 01 Batuaji yang dilepas dapat menghapal jilid 3, surat-surat pendek dan doa sehari-hari. Para siswa juga diuji di depan guru dan ratusan wali murid. Siswa yang diuji tampil percaya diri menghapal surat-surat Alquran, doa sehari-hari yang terbilang sangat baik. Baik dari segi makhorijul hurufnya ataupun hukum tajwid-nya.

“Alhamdulillah anak-anak ini bisa fasih membaca dan menghapal Alquran. Ke depan kami berharap siswa-siswi TK Yaa Bunayya sedapat mungkin untuk ikut jilid ke lima. Menumbuhkan rasa cinta pada Alquran sejak dini kepada mereka,” ujar Ustazah Ummu Kalsum.

Ia juga mengatakan, banyak dampak positif ketika siswa-siswa ini belajar Alquran secara intensif. Mulai dari perubahan sikap menjadi lebih baik, sabar, dan kemampuan akademiknya pun jauh lebih kuat dan beberapa dampak positif lainnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pondok Pasantren Hidayatullah Batam Ustaz H Jamaludin Nur mengatakan, Hubbul Quran dengan metode Ummi ini sudah diterapkan sejak tiga bulan yang lalu dengan menggandeng kerja sama dengan Ummi Fondation sebagai tenaga pengajar di TK Yaa Bunayya.

“Dan Alhamdulillah hari ini anak-anak kami yang dilepas mampu menghapal ayat-ayat Alquran, dan doa sehari-hari prestasi ini sangat luar biasa,” ujarnya.

Dengan adanya prestasi yang luar biasa itu, Jamaludin berharap agar anak-anak tersebut tidak hanya menghapalkan ayat Alquran saja tapi juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari agar selalu berada dalam jalan dan ajaran Allah.

“Harus cerdas berdasarkan Alquran. Ini harus dipertahankan dan diamalkan dalam kehidupan nyata,” pesannya. (iwa)

Pekan Industri Ekonomi Kreatif

0
Suasana stan pameran pada Pekan Industri Kreatif di TCC Mal, Tanjungpinang pada akhir pekan kemarin. F.Fara/batampos.

batampos.co.id – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kepulauan Riau menggelar Pekan Industri Ekonomi Kreatif (Pinekraf) 2017 di Mal Tanjungpinang City Center, selama akhir pekan kemarin.

“Selain ajang silaturahim, pameran ini juga supaya teman-teman yang membangun usaha melalui rintisan ekonomi kreatif ini bisa saling bertukar gagasan kreativitas,” kata Raja Rasfiardi, panitia pelaksana Pinekraf 2017, kemarin.

Sekurang-kurangnya ada 27 stan industri kreatif yang dibuka sejak pagi hingga malam. Macam-macam produk kreatif yang dipamerkan di sana. Ada di bidang videografi, fotografi, penerbitan, cenderamata, kaus, aksesoris, sampai produk kreatif semacam lukisan maupun pernak-pernik hiasan di rumah.

Rasfiardi menambahkan, agar lebih seru, pada pameran ini turut digelar pula sejumlah diskusi berbagi pengalaman dari beberapa tokoh yang diakui punya pengalaman sukses membangun ekonomi kreatif. Hal ini yang menjadikan pameran ini buka sekadar lapak unjuk produk, tapi juga memacu semangat bersama para pelaku usaha agar terus meningkatkan kreativitasnya.

“Kami juga mendatangkan pembicara dari luar daerah. Sebab dalam menggelar acara ini juga didukung dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI,” ujarnya.

Kehadiran puluhan stan itu sontak menjadi daya minat tersendiri bagi para pengunjung mal pada akhir pekan kemarin. Sebagian besar dari mereka mengharapkan ajang-ajang serupa lebih sering lagi digelar. “Saya kan jadi tahu rupanya industri kreatif turut berkembang di Tanjungpinang,” kata Imam, seorang pengunjung. (aya)

Maling Bobol Ruko di Anggrek Sari

0
ilustrasi

batampos.co.id – Sebuah ruko yang berada di Komplek Anggrek Sari, Kecamatan Batam Kota, dimasuki kawanan maling, Senin (15/5) pagi.

Dari informasi yang dihimpun, kawanan perampok itu juga menyekap salah seorang yang berada di dalam ruko. Kerugian diperkirakan ratusan juta rupiah.

Maling itu diduga masuk melalui pintu depan ruko. Hal ini tampak dari pintu depan ruko yang rusak, akibat dibuka dengan cara paksa.

Sementara, di dalam ruko tampak tiga orang laki-laki. Salah seorang laki-laki yang ditemui di lokasi kejadian belum bisa berkomentar banyak atas kejadian ini.

“Nanti saja di Polsek,” ujarnya singkat.

Hal senada juga disampaikan Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Agung Gima Sunarya. Saat dikonfirmasi, ia juga belum bisa memberikan keterangannya.

“Saya masih di TKP. Masih dilakukan olah TKP sama anggota,” ucapnya singkat. (cr1)

Diprediksi Tidak Terjadi Perbedaan 1 Ramadan

0

batampos.co.id – Pada pelaksanaan bulan puasa tahun ini, diprediksi tidak terjadi perbedaan pendapat mengenai penetapan tanggal 1 Ramadan atau hari pertama berpuasa. Kabid Binmas Islam Kanwil Kemenag Kepri, Erman Zainuddin menjelaskan, persamaan persepsi itu dilandasi posisi bulan hari ini.

“Kalau dilihat sih, tahun ini awal puasa akan dimulai pada 27 Mei,” kata Erman, kemarin.

Kendati begitu, bukan berarti pihak Kemenag Kepri bakal meniadakan kegiatan meneropong hilal (bulan sabit, red) di tujuh kabupaten/kota. Sebab perlu juga pengukuran dan kepastian secara ilmiah mengenai tanggal 1 Ramadan.

“Rencananya pada 26 Mei mendatang dan dilakukan serentak di selurih wilayah di Indonesia,” tegas Erman. Sementara di Tanjungpinang, ditambahkan Erman, proses pelaksanaan peneropongan hilal akan dilangsungkan di Bukit Cermin sebagaimana yang dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya.

Satu yang pasti, kata Erman, dalam penetapan awal Ramadan yang dilakukan pihaknya masih harus menunggu keputusan dan intruksi lebih lanjut dari Kementerian Agama RI.

Selama ini, metode yang digunakan Kemenag dalam menentukan awal puasa Ramadan adalah rukyat. Rukyat adalah aktivitas mengamati visibilitas hilal, yakni penampakan bulan sabit yang nampak pertama kali setelah terjadinya ijtimak.

Rukyat dapat dilakukan dengan mata telanjang atau dengan alat bantu optik seperti teleskop. Rukyat dilakukan setelah Matahari terbenam. Hilal hanya tampak setelah Matahari terbenam (maghrib), karena intensitas cahaya hilal sangat redup dibanding dengan cahaya Matahari, serta ukurannya sangat tipis. Apabila hilal terlihat, maka pada petang (maghrib) waktu setempat telah memasuki bulan (kalender) baru Hijriyah. Apabila hilal tidak terlihat maka awal bulan ditetapkan mulai maghrib hari berikutnya.

Perlu diketahui bahwa dalam kalender Hijriyah, sebuah hari diawali sejak terbenamnya matahari waktu setempat, bukan saat tengah malam. Sementara penentuan awal bulan (kalender) tergantung pada penampakan (visibilitas) bulan. Karena itu, satu bulan kalender Hijriyah dapat berumur 29 atau 30 hari. (aya)

Disdik Segera Luncurkan Sistem Layanan Transportasi Online

0

batampos.co.id – Bupati Bintan, Apri Sujadi meminta kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Bintan, untuk segera membuka layanan online khusus untuk pelayanan transportasi bagi pelajar.

Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi tindakan ugal-ugalan yang kerap dilakukan sang sopir. Sehingga keselamatan dari para pelajar dapat terjamin dengan baik.

“Saya sudah minta langsung ke Kadisdiknya, agar layanan online bisa secepatnya dibuat,” jelas Apri belum lama ini.

Menurutnya layanan online khusus untuk transportasi ini merupakan cara yang efektif untuk bisa mengawasi tingkah laku dari sopir yang kerap ugal-ugalan saat menjemput maupun mengantar siswa.

“Seperti diketahui banyak pelajar yang sudah mengeluhkan kinerja sopir yang sering kencang-kencang bawa bus. Saya rasa dengan cara memberikan informasi melalui online ini yang paling tepat, sehingga sopir bisa diawasi dari jarak jauh,” terangnya.

Apri menjelaskan cara kerja layanan online ini, tentunya sangat sederhana. Dimana layanan ini juga akan langsung dipusatkan di Dinas Pendidikan.

“Siapa pun pelajar yang menggunakan fasilitas bus ini bisa langsung memberikan informasi. Apabila ada sopir yang bawa busnya ngebut-ngebut. Informasinya akan langsung terakses ke Dinas Pendidikan. Otomatis sopir akan dipanggil dan diberikan sanksi. Bila perlu diganti kalau terbukti bersalah,” tegasnya.

Politisi partai demokrat ini menambahkan dengan adanya layanan online ini diharapkan jaminan keselamatan transportasi bagi pelajar dapat terjamin dengan baik kedepannya.

Sehingga tidak ada lagi kejadian kecelakaan masal yang merenggut korban dari para pelajar. Seperti kecelakaan yang terjadi di Simpang Ceruk Ijuk, Kamis (18/5) lalu.

Dimana dalam kecelakaan itu 31 pelajar harus menjadi korban dan harus dirawat intensif di RSUP Tanjungpinang.

“Mudah-mudahan musibah yang kemarin itu, tidak terulang lagi kedepannya. Secepatnya layanan ini akan segera diluncurkan,” imbuhnya. (cr20)

Pelaku Curanmor Anak di Bawah Umur

0
AKP Budi Haryono Kapolsek Tebing. F.Sandi/batampos.

batampos.co.id – Polsek Tebing berhasil mengungkap laporan tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) sepeda motor dengan nomor polisi BP 4758 PK yang dilaporkan oleh Mendradios, warga Sei Ayam, Kecamatan Tebing yang hilang pada Kamis (18/5) dini hari.

Kapolsek Tebing, AKP Budi Hartono, Sabtu (20/5) lalu mengungkapkan kronologis kejadiannya. Motor diketahui hilang saat korban mau ke masjid untuk salat subuh. Sebelumnya motor tersebut diparkir di luar rumah. Yakin motornya dicuri, korbanpun melaporkan  kejadian tersebut ke kantor polisi.

Berdasarkan laporan tersebut, setelah polisi melakukan penyelidikan, Jumat (19/5) dini hari pukul 01.30 WIB pelaku pencurian sepeda motor berhasil ditangkap di Jalan Pelipit. Selain itu, juga berhasil ditemukan barang bukti sepeda motor yang sudah dilepas kapnya.

”Pelakunya, ada dua orang dan keduanya masih anak-anak. Keduanya berinisial A, 17 dan S 15,” ungkap Budi.

Kapolsek Tebing menghimbau kepada seluruh masyarakat yang ada di kecamatan Tebing untuk selalu waspada. Khususnya, peduli dengan barang milik pribadi, sehingga tidak menjadi sasaran kejahatan. Jika memang sepeda motor tidak dipakai atau sedang diparkir, maka kunci stang dan bila perlu gunakan kunci ganda. Dan, dalam kasus ini, karena pelakunya masih anak-anak, maka polisi akan mengadakan diversi. (san)

Rp 9,6 Miliar untuk Fasilitas Pimpinan DPRD

0

batampos.co.id – DPRD Provinsi Kepri melalui Sekretaris DPRD Kepri memiliki anggaran fantastis yang sudah ditetapkan lewat APBD 2017. Besarnya anggaran dibeberapa pos kegiatan mendapatkan sorotan tajam. Bahkan DPRD Kepri didukung tidak mendukung program penghematan anggaran daerah.

Dari penelurusan yang dilakukan Batam Pos, melalui APBD 2017 ini, unsur Pimpinan DPRD Kepri mendapatkan pelayanan yang istimewa. Karena dimanjakan dengan fasilitas bagi pimpinan sebesar Rp9,6 miliar. Berdasarkan diskirpsi yang ditayangkan pada Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (Sirup) APBD 2017 ini, anggaran diperuntukan bagi perjalanan dinas dalam daerah, belanja cetak, pengandaan dan belanja sewa sarana mobilitas darat.

Selain itu adalah belanja sewa sarana mobilitas air, belanja sewa sarana mobilitas udara, belanja akomodasi penginapan, belanja alat tulis kantor, belanja prangko, materai dan benda pos lainnya. Berikutnya adalah belanja makan dan minum kegiatan, belanja makan dan minum tamu, belanja honorarium panitia pelaksana kegiatan, serta belanja honorarium pantia pemeriksa atau penerima barang.

“Seperti kita ketahui dari APBD Kepri sebesar Rp3,3 triliun, Sekretariat DPRD Kepri mendapatkan bagian sebesar Rp146 miliar. Tentu anggaran tersebut turut dinikmati oleh seluruh Anggota DPRD Kepri,” ujar Akademisi Stisipol Tanjungpinang, Zamzami A Karim menjawab pertanyaan Batam Pos, Minggu (21/5) di Tanjungpinang.

Menurut Zamzami, pemberian fasilitas bagi unsur Pimpinan DPRD Kepri merupakan memang sudah diatur peruntukannya. Masih kata Zamzami, persoalan yang selalu mengganjal adalah besaran anggaran yang diberikan. Apalagi anggaran tersebut diluar dari gaji dan tunjangan yang didapat. Sehingga akan berpotensi menimbulkan pertanyaan-pertanyaan miring dari masyarakat.

“Apalagi ditengah-tengah kondisi sosial ekonomi masyarakat yang tidak stabil. Tentu ini juga mengundang kecemburuan sosial,” papar Zamzami.

Selain anggaran fasilitas bagi pimpinan, juga sudah dibudgetkan anggaran hearing atau dialog dengan pejabat pemerintah daerah dan tokoh masyarakat atau agama. Berikutnya anggaran yang menjadi sorotan adalah untuk kegiatan penunjang kinerja alat kelengkapan DPRD Kepri yang nilainya Rp28 miliar. Bahkan lewat APBD 2017 DPRD Kepri juga mengadakaan pengadaan mobil dinas sebesar Rp3 miliar.

“Apalagi soal pengadaan mobil dinas, padahal Pemerintah Pusat sudah menyerukan daerah untuk melakukan penghematan anggaran. Adanya pengadaan mobil dinas, sama saja DPRD tidak mendukung program penghematan,” tutup Zamzami.

Terkait penganggaran ini, Sekwan DPRD Kepri, Hamidi masih belum memberikan respon. Lantaran nomor ponselnya sedang tidak bisa dihubungi. Sebelumnya Gubernur Kepri, Nurdin Basirun menyerukan penghematan anggaran disetiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di lingkungan Pemprov Kepri. Karena kondisi keuangan daerah sedang tidak stabil.(jpg)

Jufrizal Pimpin PGRI Meral

0
Foto bersama ketua terpilih Juprizal dan pengurus PGRI kecamatan Meral. F. Dok PGRI Meral untuk Batampos.

batampos.co.id – Konferensi Cabang Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Meral, berakhir Minggu (21/5) kemarin. Konferensi yang dihelat sejak Sabtu lalu, untuk memilih ketua dan pengurus periode 2017-2020. Sebanyak 61 orang memiliki hak suara dalam konfrensi yang mengusung tema membangkitkan kesadaran kolektif guru dalam peningkatan mutu pendidikan.

Setelah melalui pemilihan, Jufrizal terpilih sebagai Ketua PGRI Kecamatan Meral. Kepala Sekolah SMPS Bina Bangsa ini memperoleh suara terbanyak dari lima calon ketua lainnya yaitu Imron, Khairani, Abun Rahim dan Neneng Rohani.

”Alhamdulillah, teman-teman seperjuangan memilih saya untuk memajukan PGRI kecamatan Meral selama tiga tahun mendatang. Amanah ini akan saya jalankan dengan sebaik-baiknya,” kata Ketu PGRI kecamatan Meral Jufrizal, kemarin (21/5) di SD Swasta Methodist Meral.

Secara umum visinya sama dengan yang lainnya, memperkuat solidaritas antar anggota PGRI kecamatan Meral yang mencapai 520 guru mulai tingkat TK, SD, SMP, SMA/Sederajat. Meningkatkan peranan guru yang tergabung dalam organsasi PGRI kecamatan Meral dalam mewujudkan pendidikan yang berkwalitas terhadap anak didiknya.

”Dan saya juga tetap akan memperjuangkan peningkatan kesejahteraan, serta perlindungan atas profesi guru sebagai anggota PGRI kecamatan Meral supaya tidak tersandung kasus hukum,” tuturnya.

Sedangkan Kepala UPTD Disdik Kecamatan Meral Yelvi Indra berpesan, kepada ketua dan pengurus yang terpilih agar dalam melakukan koordinasi dengan instansi lainnya, seperti Puskesmas, Kepolisian dan lainnya. Tujuannya, apabila ada kendala maupun masalah dibeberapa instansi tersebut bisa segera dicarikan solusinya dengan cepat.

”Paling penting harus koordinasi. Dan saya berharap program ketua dan anggota PGRI kecamatan Meral harus mempunyai program kerja yang nyata. Terutama bagi kesejahteraan guru-guru dan keluarganya nanti,” ungkapnya.

Adapun kepengurusan inti PGRI Kecamatan Meral, Wakil Ketua Imron (Kepala Sekolah TK Al Falah, Sekretaris Abun Rahim (Kepsek SDS Methodish Karimun), Wakil Sekretaris R Mazlan (SMPS Bina Bangsa), Bendara Neneng Rohani (Kepsek SDN 001 Meral). (tri)

Dewan Data Kecukupan Tanaman Sagu

0
Seorang pekerja mengupas tual sagu di salah satu usaha sagu di Desa Panggak Laut, Lingga. F. batampos

batampos.co.id – Setelah mengunjungi Kabupaten Meranti, Anggota Dewan Kabupaten Lingga akan melakukan pendataan terhadap seluruh petani sagu yang ada. Pendataan ini juga berguna untuk mengetahui kekuatan ketersediaan sagu di Bunda Tanah Melayu ini.

“Soalnya pabrik mini di Meranti saja dapat mengolah hingga 500 tual perhari, apalagi pabrik besar,” ujar ketua rombongan Kunker DPRD Kabupaten Lingga, Abdul Gani Atan, ketika dimintai keterangan, Minggu (21/5) pagi.

Namun Gani meyakini jika ketersediaan pohon sagu di Kabupaten Lingga masih mampu memenuhi kebutuhan pabrik mini jika nanti beroperasi di Kabupaten Lingga. Selain itu, Gani juga mengungkapkan hasil dari kunker mereka kali ini mendapat kepastian dari Kabupaten Meranti yang bersedia melakukan kerjasama dengan Kabupaten Lingga dalam pendukungan pengolahan sagu.

Selain itu Gani mengatakan, di Kabupaten Meranti hasil sagu yang keluar daerah mereka atau yang terjual berbentuk kering yakni telah menjadi tepung sagu. Sedangkan di Kabupaten Lingga, petani sagu masih menjual sagu basah yang tentunya dibandrol lebih murah yakni hanya sekitar Rp 2 ribu hingga Rp 2,5 ribu perkilo.

“Bayangkan saja kalau sagu kering itu mencapai harga Rp 4 ribu hingga Rp 5 ribu perkilonya,” ujar Gani.

Dengan selisih harga tersebut, tentu dapat membantu peningkatan pendapatan petani sagu di Kabupaten Bunda Tahan Melayu ini. Untuk itu, Gani bersama anggota dewan lainnya yang berangkat ke Meranti akan secepatnya melakukan sejumlah langkah untuk kemudahan petani sagu.

Gani juga berharap supaya kerja sama dengan Pemkab Meranti dapat terwujud. Karenanya akan mempermudah petani sagu di Kabupaten Lingga serta menjadikan petani lebih baik lagi. (wsa)

Penyediaan 43 Bus Sekolah Belum Memenuhi Standarisasi

0
Mekanik sedang memperbaiki bus sekolah yang akan disewa Disdik Bintan disalah satu bengkel di Kijang, Kecamatan Bintim, kemarin. F.Harry/batampos.

batampos.co.id – Bupati Bintan, Apri Sujadi mengakui penyediaan sebanyak 43 bus yang digunakan untuk menjemput dan mengantar seluruh siswa di Kabupaten Bintan, baik yang Sekolah Menengah Pertama (SMP) maupun Sekolah Menengah Atas (SMA) belum memenuhi standarisasi kelayakan untuk pemakaian selama lima tahun.

“Saya akui memang untuk standarisasi semua bus ini belum memenuhi seperti apa yang kami harapkan sebelumnya. Dimana awalnya kami meminta standarisasi untuk pemakaian semua bus itu harus lima tahun,” jelas Apri beberapa waktu lalu.

Hal ini lanjutnya disebabkan, karena waktu yang dimiliki saat memulai perencanaan anggaran, hingga realisasi penyediaan seluruh bus tersebut, sangat minim.

“Waktunya sangat mepet. Karena pada saat jedah waktu dari anggaran APBD tahun 2016 ke 2017, anak sekolah itu harus sudah bisa diangkut langsung di awal bulan Januari. Namun kami baru menganggarkannya di bulan Desember. Pihak ketiga sendiri baru tahu anggarannya berapa, tapi mereka belum sempat mencari bus yang standarisasinya sesuai dengan yang kami harapkan,” terangnya.

Menurutnya untuk penyediaan bus baru sendiri, tentunya akan membutuhkan waktu yang cukup lama, sekitar 8 bulan. Sebab untuk membeli bus baru itu harus memesan karo seri dulu dan sebagainya.

Sementara, pemerintah daerah ingin secepatnya penyediaan bus dapat terealisasi, agar seluruh siswa bisa segera menikmati layanan antar jemput secara gratis.

“Punya rencana di bulan November. Sementara anggaran di bahas di bulan Desember. Dan direalisasikan di bulan Januari tahun 2017. Jadi hanya punya waktu satu bulan untuk buat bus” ungkapnya.

“Bus mana yang bisa di buat dalam jumlah besar sebanyak 43 unit selama satu bulan?,” ucapnya lagi.

Untuk itu, kata Apri kejadian kecelakaan bus sekolah yang mengakibatkan 31 pelajar menjadi korban, di Simpang Ceruk Ijuk, Kamis (18/5) lalu. Tentunya harus menjadi evaluasi bersama, agar lebih memperhatikan dan mengutamakan keselamatan bagi para pelajar.

“Harapan saya tentang bus yang pemakaiannya minimal lima tahun akan betul-betul kami lakukan dalam APBD berikutnya. Sebab kami masih memiliki waktu yang cukup panjang untuk penyediaannya,” tuturnya.

Politisi partai Demokrat ini menambahkan pihaknya juga sudah menginstruksikan kepada Dinas Pendidikan Bintan, untuk segera melakukan evaluasi terhadap pihak ketiga yang utamanya sebagai penyedia bus. Ini dilakukan agar kejadian kecelakaan yang sama tidak terulang lagi kedepannya.

“Saya sudah minta langsung kepada Disdik memanggil pihak ketiga untuk menertibkan ini semua. Kami tidak mau lagi ini terjadi. Kedepannya keselamatan transportasi bagi pelajar maupun setiap kendaraan masal harus menjadi prioritas utama, ” imbuhnya. (cr20)