Senin, 6 April 2026
Beranda blog Halaman 13303

Musala An Nabawi Sudah Bisa Digunakan

0
Panitia pembangunan Mushola An Nabawi Perum Balai Garden dengan istri Gubernur Kepri, Noolizah Nurdin. F.Sandi/batampos.

batampos.co.id – Musala di lingkungan Perum Balai Garden, RW 004, Kelurahan Kapling, Kecamatan Tebing akhirnya bisa digunakan oleh warga. Untuk pertama kalinya warga langsung menggunakan musala tersebut untuk salat pada Jumat (19/5) malam.

Peresmian musala tersebut dihadiri istri Gubernur Kepri, Noorlizah Nurdin dan anggota DPRD, Nyimas Novi.

”Alhamdulillah, keinginan dan kebersamaan yang terjalin, mampu menyelesaikan pendirian musala yang diberi nama An Nabawi,” ujar Ketua Pengurus Mushola An Nabawi, Dody Kandarzy.

Saat ini kondisi bangunan Mushola AN Nabawi yang berukuran 13 x 13 meter persegi dibangun sejak setahun lalu dan belum 100 persen selesai. Baru 85 persen. Artinya, sudah tidak banyak lagi yang perlu diselesaikan. Tapi, bangunan inti atau yang penting-penting sudah selesai, sehingga pada saat bulan suci Ramadan nanti sudah bisa digunakan.

”Setahun lalu, kita warga di sini masih ingat jika peletakan batu pertama untuk membangun mushola ini dilakukan oleh Bupati Karimun. Dengan semangat untuk memiliki tempat ibadah yang ada di lingkungan tempat tinggal, maka akhirnya secara swadaya biaya yang dibutuhkan berhasil untuk membangun mushola. Setelah 100 persen bangunan mushola selesai, di sebelahnya kita jugta berencana untuk membangun teman taman pendidikan Alquran (TPQ),” jelas Dody. (san)

8 Tahun Cinta Kesulitan Buang Air

0
Tim Corporate Communicatin ATB menyerahkan bantuan untuk Cinta di kawasan Batuaji beberapa waktu lalu.

Ekspresi ceria berselimutkan senyuman ramah, terpancar di wajah dara manis benama Cinta Mei Rosa saat menyambut rombongan PT Adhya Tirta Batam (ATB) di rumahnya.

Pelajar berusia 8 tahun dan saat ini duduk di kelas 1 Sekolah Dasar (SD) di Kawasan Basecamp Batuaji ini sepintas seperti anak-anak pada umumnya.

Namun dibalik kecerian anak pertama dari Sariah Purba dan Robert ini tersimpan sebuah kesedihan yang tidak dirasakan teman-teman sepermainannya.

Sejak lahir, pelajar yang bercita-cita sebagai Guru ini diketahui tidak memiliki saluran pembuangan pada tubuhnya.

Dia hanya bergantung pada saluran pembuangan yang dibuat di bagian perut bawah oleh tim Dokter. Orangtuanya yang hanya seorang pekerja biasa tak mampu membiayai operasi untuk membuat anusnya.

Ketiadaan anus itu membuat anak keduanya itu tersiksa setiap saat. Setiap kali buang air besar, anaknya menangis karena rasa gatal di sekitar saluran pembuangan buatan di perut bawah yang langsung dihubungkan dengan anus.

“Dia selalu menggaruknya dan terkadang membuatnya sakit. Padahal, saluran yang digaruk itu sebenarnya usus,” kata Sariah.

Sariah juga mengatakan, sejak beberapa tahun silam hingga saat ini, Cinta sudah mengalami 7 kali operasi yang ditujukan untuk membuat saluran pembuangan yang alami oleh tim dokter.

“Pertama kali dilakukan operasi oleh tim dokter saat Cinta masih kecil untuk pembuatan saluran pembuangan sementara di perut. Setelah bebera waktu, tim dokter kembali melakukan operasi untuk pembuatan saluran pembuangan ke lubang anus,” kata Sariah dengan mata berkaca-kaca saat bercerita kepada Tim Corporate Communication ATB di rumahnya.

Selanjutnya, tambahnya, operasi ke tiga, empat dan lima dilakukan untuk pembuatan saluran kencing sekaligus menurunkan posisi awal usus besar.

Namun pada operasi ke lima dokter mengatakan bahawa operasinya dianggap gagal dan harus kembali dilakukan operasi ke enam kalinya untuk pembuatan saluran kencing sementara yang berada di bawah pusar.

Lalu dimasukkan selang sepanjang satu meter dibawah pusar yang ditujukan untuk memudahkan Cinta melakukan pembuangan air kecil.

Dari sekian operasi yang dilakukan tim dokter, Cinta diketahui tidak pernah merasakan ekspresi layaknya orang biasa yang ingin buang hajat besar. Sehingga setiap hari, ia harus mengenakan popok saat dirumah maupun berangkat ke sekolah.

“Saat ini, kami masih menunggu arahan dari dokter untuk dilakukan operasi ke tujuh, mengingat saat ini konsisi ginjal Cinta sudah katanya dalam kondisi bengkak. Sehingga harus dioperasi segera,” jelasnya.

Dalam sehari, Cinta dapat menghabiskan 5 tampot. Itupun bukan sembarang tampon. “Tampon harus bersih. Kotor sedikit harus diganti. Kalau tidak bisa infeksi,” tambahnya

Kini Selain menunggu kapan dilakukannya operasi kembali, Sariah bersama suaminya sudah berusaha untuk mencari uang guna membiayai operasi anak pertamanya tersebut.

Namun demikian, pekerjaan suaminya yang hanyalah Sales Oli kendaraan bermotor masih jauh untuk membiayai operasi anak mereka.

Ditambah lagi kebutuhan obat-obatannya Cinta dan biaya kontrak rumah yang selalu membuatnya berpikir panjang dan mencari solusi.

Pada kunjungan tersebut, sebagai bentuk kepedulian PT Adhya Tirta Batam (ATB) menyerahkan bantuan kepada Sariah guna meringankan dari sisi ekonomi kepada keluarga. Bantuan tersebut, diserahkan dalam bentuk dana tunai.

“Pemberian bantuan ini, merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh ATB sebagai bentuk membantu meringankan masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.

Dan sepanjang tahun 2011 hingga 2016 silam, ATB sudah menyalurkan bantuan untuk ratusan orang yang mengalami gangguan kesehatan berat dalam bentuk ATB Peduli Sosial ‘Bantuan Mustahik’.(rilis)

Dua Buah Buku Anak Tandai 50 Tahun Hubungan RI – Singapura

0

“Sayur, Sayur! Vegetables for sale!
“Yuuur…. Sayuuur!”

Itu adalah cuplikan dari mendongeng yang dilakukan bersama oleh Dubes RI untuk Singapura Ngurah Swajaya dan Menteri Vivian Balakrishnan, Menteri Luar Negeri Singapura pada Indonesian Night 2017 di National Librarby, Singapura, 19 Mei 2017.

Pada Asian Festival on Children Content (AFCC) tahun 2017, Indonesia ditunjuk menjadi country focus dan berbagai isu mengenai literatur anak-anak dan perkembangannya di Indonesia menjadi fokus utama AFCC 2017.

Dengan dipilihnya Indonesia sebagai country focus sekaligus dalam rangka memperingati 50 tahun kerja sama RI dan Singapura di tahun 2017, dua buku anak-anak yang ditulis bersama oleh Indonesia dan Singapura diluncurkan pada acara Indonesian Night 2017.

Dua buku tersebut adalah Sayur! Sayur! ditulis oleh Renny Yaniar (Indonesia) dan Ilustrasi oleh Joey Ng dan CindeRilla yang ditulis oleh Rilla Melati Bahri (Singapura) dan ilustrasi oleh Maria Christania (Indonesia).

Dalam sambutannnya pada Indonesian Night 2017 Dubes Ngurah Swjaya menyebutkan bahwa peluncuran buku anak-anak tersebut merupakan salah satu bentuk kerja sama di bidang pertukaran budaya antara Indonesia dan Singapura. Dubes Ngurah juga menyatakan bahwa kedua buku tersebut juga merupakan media yang tepat untuk menciptakan mutual understanding khususnya antar anak-anak di Indonesia dan Singapura.

Pada tahun 2017, Indonesia dan Singapura memperingati 50 tahun hubungan diplomatik yang jatuh pada tanggal 7 September 2017. Momentum ini, sebut Dubes Ngurah Swajaya, perlu dirayakan dengan melihat berbagai lesson learned yang didapat dari 50 tahun kerja sama bilateral, selebrasi keberhasilan yang dicapai kedua negara, serta menyiapkan kerja sama yang semakin erat dan saling menguntungkan untuk kedua negara untuk 50 tahun mendatang.

Dubes RI untuk Singapura Ngurah Swajaya (kanan) dan Vivian Balakrishnan, Menteri Luar Negeri Singapura saat membaca dongeng pada Indonesian Night 2017 di National Librarby, Singapura, 19 Mei 2017.

Peluncuran kedua buku tersebut dilakukan oleh Dubes Ngurah Swajaya dan Menlu Vivian Balakrishnan di Indonesian Night 2017 dengan melakukan book reading atau mendongeng. Keduanya membacakan beberapa bagian pada kedua buku yang ditulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Dalam AFCC 2017 ini juga, Badan Keratif Ekonomi Indonesia juga menghadirkan Pavillion Indonesia “Main” yang memamerkan 200 judul buku anak anak dari Indonesia. Beberapa kegiatan seperti mendongeng dan pertunjukkan dilakukan di dalam Pavillion Indonesia untuk menghibur anak-anak yang berkunjung. Indonesian Night 2017 juga dihadiri oleh Kepala Badan Kreatif Ekonomi Indonesia, Triawan Munaf.

Menutup Indonesian Night 2017, Ibu Mahaswi Swajaya beserta anggota Dharma Wanita Persatuan KBRI Singapura melakukan Culture Diplomacy dengan mengajak seluruh tamu kehormatan untuk menari Maumere secara bersama sama.

AFCC merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh National Book Development Council of Singapore. Tahun ini merupakan tahun ke-8 AFCC diselenggarakan di Singapura. (rilis)

Kemendes PDTT Targetkan Bangun 5 Ribu Homestay, Tahun Ini

0

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Anwar Sanusi saat menyampaikan pihaknya akan mendukung program Homestay Desa Wisata berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata.

Dukungan itu ia tegaskan saat Rakornas II Pariwisata membahas Homestay Desa Wisata di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (18/5).

“Dari 1902 desa, atau asumsikan 2000 desa yang memiliki potensi desa wisata itu, jika tiap desa rata-rata membangun 5 homestay saja, makan dari Kemendes sudah turut membangun lebih dari 5 ribu homestay. Ini belum dari kementerian dan lembaga lainnya. Jadi target 20 ribu homestay bukan sebuah ilusi, bukan target yang ambisius,” papar Anwar Sanusi yang langsung disambut dengan tepuk tangan riuh oleh sekitar 1000 peserta Rakornas itu.

Saat ini, jumlah desa yang berpotensi dibangun menjadi desa wisata ternyata sangat banyak. Untuk kategori desa wisata bahari, jumlahnya mencapai 787 desa. Kategori Desa Wisata Sungai, jumlahnya mencapai 576. Desa Wisata Irigasi, angkanya menembus 165. Dan Desa Wisata Danau, jumlahnya mencapai 374.

“Mengenai anggarannya darimana untuk membangun homestay, pendanaannya nanti bisa dari dana desa. Berapa anggarannya, itu nantinya desa yang akan menentukan. Karena dana desa itu memberikan kewenangan desa untuk menentukan sendiri anggarannya. Jadi, kita bisa mengarahkan desa-desa yang memiliki potensi itu untuk menjadi Desa Wisata,” ujar Anwar yang dipercaya Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo itu.

Anwar menambahkan, jika anggaran Kemendes PDTT tahun depan disetujui naik dua kali lipat menjadi Rp 120 triliun dari Rp 60 triliun pada tahun ini, maka kemungkinan besar tahun depan pembangunan homestay akan lebih banyak lagi. Minimal dua kali lipat dari yang bisa dilakukan tahun ini.

“Namun dibutuhkan pengelolaan secara korporasi bisa melalui BUMDes atau lainnya agar pembangunan homestay ini benar-benar memberikan dampak ekonomi pada desa-desa yang memiliki potensi tersebut,” kata Anwar dalam intonasi yang meyakinkan.

Anwar mengungkapkan, saat ini dana desa yang diberikan ke masing-masing desa sebesar Rp 800 juta. Terkait bagaimana pengembangan pariwisata di pedesaan dengan turut membantu pembangunan homestay, pihaknya berharap Kemenpar turut memberikan pendampingan dan membantu penjualan untuk desa yang memliki potensi dalam sektor pariwisata. “Harus dikelola secara korporasi,” ujarnya.

“Jadi kita yang membangun homestaynya. Sedangkan Kementerian Pariwisata yang akan turut membantu pemasarannya. Ini adalah kolaborasi yang pas. Desa dan pariwisata bersinergi membangun Desa Wisata,” kata Anwar.

Anwar mengakui, bahwa pariwisata adalah cara yang cepat, mudah dan murah untuk menghidupkan usaha di desa, dengan konsep homestay desa wisata itu. Pariwisata sedang bergairan. Kemendes bertanggung jawab untuk menghidupkan ekonomi masyarakat desa. “Jadi sudah matching,” kata Anwar Sanusi.

Anwar menambahkan, dana desa itu memang kewenangan mutlak masyarakat desa, namun demikian harus ada semacam rambu-rambu koridor yang digunakan sebagai alat memantau penggunaan dana.

“Prioritas penggunaan dana desa, ada semacam pergeseran, dua tahun pertama menyangkut kesiapan atau membangun infrastruktur. Namun bagi desa-desa yang memang memiliki potensi wisata, dana tersebut boleh digunakan untuk membangun infrastruktur untuk mendukung wisatanya, termasuk homestay,” kata Anwar.

Lebih anjut, Anwar mengatakan, untuk menjadikan sebuah desa wisata dapat berkembang tersebut diperlukan keterlibatan berbagai pihak. Karena itu, Kemendes PDTT telah membentuk taskforce dengan melibatkan Kementerian Pariwisata dan Kepala Daerah di sejumah kabupaten.

Kolaborasi Desa Wisata itu menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, bisa dengan cepat direalisasikan, karena target kunjungan wisman ke tanah air terus menanjak tajam. Berharap amenitas dari industri yang tidak akan cukup waktu.

“Membangun hotel dan resort kelas dunia, itu butuh waktu lama, 5 tahun belum tentu jadi. Tapi membangun homestay, 6 bulan sudah cukup. Karena itu secara paralel, program pemberdayaan desa menjadi desa wisata itu akan sangat cantik,” kata Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya menambahkan, Desa Wisata sangat bisa dikembangkan potensinya bisa diambil dari desa-desa yang berada di 10 Bali Baru, atau 10 Top Destinasi. Dari Danau Toba Sumut, Tanjung Kelayang Belitung, Tanjung Lesung Banten, Kepulauan Seribu Jakarta, Borobudur Jateng, Bromo Tengger Semeru (BTS) Jatim, Mandalika Lombok NTB, Labuan Bajo Komodo NTT, Wakatobi Sultra dan Morotai Maltara, bisa dipetakan untuk disulap menjadi Desa Wisata.

“Atau, bisa juga jatuh pada 10 Top Destinasi teraktif, seperti Sumatera Barat, NTB, Nangroe Aceh Darussalam (NAD), Banyuwangi, Sulawesi Utara dan lainnya. Ini sedang kami godok. Dan bila sudah dipetakan dan dipilih, akan langsung dibangun menjadi Desa Wisata berstandar global,” katanya.

Ketika Desa Wisata itu sudah siap jual, janjut Mempar Arief Yahya, akan langsung dipromosikan, lalu selling platform-nya juga dimasukkan dalam DMP atau Digital Market Place.

“Maka Desa Wisata itu bisa berfungsi ganda. Bisa sebagai amenitas dengan homestay, akomodasi di rumah penduduk yang sudah sadar wisata. Juga bisa sebagai atraksi, karena berada dalam atmosfer kehidupan masyarakat desa yang hommy, kaya dengan sentuhan budaya, dan nuansa kekeluargaan yang belum tentu bisa ditemukan di negara lain,” ujar Menpar Arief Yahya. (*)

 

Aceh Bidik Bali untuk Gaet Turis

0
Kesenian Aceh saat tampil di Buleleng Bali.

Provinsi Nangroe Aceh Darussalam membidik Pulau Dewata Bali. Pesta Kesenian Bali (PKB) & Buleleng Expo 2017 yang digelar 17-21 Mei 2017 di Eks Pelabuhan Buleleng, Singaraja, Bali, menjadi ajang tebar pesona untuk menjaring banyak wisman ke Aceh.

“Kami mempromosikan Aceh sebagai destinasi wisata halal atau yang kini dikenal juga dengan sebutan family friendly,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Aceh Reza Pahlevi, Minggu (22/5).

Tim kesenian dari Sanggar Cut Nyak Dhien Meuligo binaan Niazah A Hamid ikut diboyong ke destinasi wisata terbaik dunia 2017 versi TripAdvisor. Di Bali, mereka tampil dengan sejumlah tarian unggulan Aceh yang sudah mendunia.

“Tari Prang Sabil dan Tari Saman berhasil tampil elegan pada acara malam pembukaan. Ini membuat banyak wisatawan mancanegara yang juga hadir meramaikan malam pembukaan ikut terpukau,” ujarnya.

Wisman memang pantas terpukau menyaksikan Tari Saman. Salah satu tarian terindah dan tersulit untuk dilakukan yang sudah diakui dunia itu sudah dipertontonkan band dunia sekaliber Coldplay di single ‘Amazing Day’ dalam Album A Head Full of Dreams. Tarian ini juga sudah diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda milik dunia.

“Sebuah kebanggaan tarian Aceh dapat tampil maksimal dalam pesta kesenian Bali ini. Hal ini tentunya menjadi media strategis dalam memperkenalkan kekayaan dan keunikan seni budaya Aceh,” ujar Reza.

Tidak hanya tampil di panggung PKB, Aceh juga ambil bagian di Expo Buleleng. “Sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Aceh dalam mempromosikan industri pariwisatanya, Aceh juga ikut dalam Expo Buleleng dengan tampilan stand yang khusus didekor unik berlatarkan gapura Aceh,” ungkapnya.

Ada dua industri Pariwisata Aceh yang ikut dalam pameran tersebut. Dua-duanya punya nama besar. Di barisan pertama, ada Aceh Great Wall Tour. Satunya lagi Asoe Nanggroe Wisata. Keduanya menjual paket-paket wisata menarik serta ragam produk unggulan Aceh, seperti kopi, pakaian adat dan cinderamata khas Aceh.

Reza berharap, adanya kesempatan promosi luar daerah ini tentunya memperkuat positioning Aceh sebagai family friendly destination. “Semoga industri pariwisata Aceh semakin berkembang dan dapat berdampak positif bagi kemajuan Aceh masa akan datang dan memperkuat positioning Aceh sebagai family friendly destination kelas dunia,” ungkapnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi promosi yang dilakukan Disbudpar Aceh. “Ibarat menjaring ikan, pilihlah kolam yang berjubel ikannya. Ini sudah tepat dilakukan, karena 40% wisatawan datang dari Bali. Jadi tidak salah jika bali menjadi tempat yang tepat untuk berpromosi,” ujarnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya memang tidak ada lelahnya memberikan semangat mendorong pariwisata Indonesia agar lebih maju ke semua pihak. Termasuk mendorong Aceh agar selalu mengobarkan semangat memajukan pariwisata Indonesia ke daerah mananpun.

Kata menpar, langkah Aceh untuk menjadikan family friendly destination sebagai core economy daerah sudah tepat. Pertama, sejak tahun 2014 terjadi ledakan pasar wisata halal di dunia. Size pasar wisata halal sangat signifikan. Dari 6,8 miliar penduduk dunia, 1,6 miliar adalah muslim dan 60% di bawah usia 30 tahun. Jika dibandingkan dengan total penduduk Tiongkok 1,3 miliar orang dengan 43% di bawah usia 30 tahun.

“Total pengeluaran wisatawan muslim dunia USD 142M, hampir sama dengan pengeluaran wisatawan Tiongkok USD 160M yang sekarang ini menjadi rebutan seluruh negara di dunia, terutama yang mengembangkan pariwisata, Aceh sudah tepat dan harus terus ditingkatkan dengan konsisten,” ungkap Menpar.

Kedua, dari sisi sustainability atau growth wisata halal juga memperlihatkan kenaikan yang signifikan, yakni 6,3%. Lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan dunia, 4,4%, lebih besar dari rata-rata growth China 2,2% dan ASEAN 5,5%.

Data dari Comcec Report February 2016, Crescentrating, tahun 2014 ada 116 juta pergerakan halal traveler. Mereka memproyeksikan pada tahun 2020 akan menjadi 180 juta perjalanan, atau naik 9,08%. Di Indonesia juga naik, dalam 3 tahun terakhir rata-rata 15,5%.

Ketiga, spread atau benefit-nya juga besar. Rata-rata wisman dari Arab Saudi membelanjakan USD 1.750 per kunjungan. Uni Arab Emirate (UAE) USD 1.500 per kepala. Angka itu jauh lebih besar dari-rata-rata wisman dari Asia yang berada di kisaran USD 1.200.

“Karena itu sudah memenuhi syarat 3S, size, sustainable, dan spread. Ini menjadi alasan paling kuat, mengapa Aceh harus menetapkan pariwisata sebagai portofolio bisnisnya. Menjadikan halal tourism sebagai core economy-nya,” ujar pria asli Banyuwangi itu. (*)

Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2017

0
foto: sportourism.id

Ribuan mata, tertuju pada rombongan pemerintah Sulawesi Utara dan Kota Tomohon saat berjalan kaki menyuguhkan Mini Carnaval, tarian kabasaran serta pawai mobil float yang berhias bunga menuju Gedung Sapta Pesona, Kantor Kementerian Pariwisata. Ribuan mata itu berkumpul di jalan Jalan Sudirman, Jakarta, Minggu (21/5) saat berlangsung Car Free Day.

Mini carnival itu ialah bagian dari promosi Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2017.

Yang penasaran, ingin menyimak, tak perlu jauh-jauh ke parade bunga di Pasadena, Amerika Serikat. Festical bunga di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, levelnya juga tak kalah dengan Pasadena. Dan hal ini, bisa disaksikan di Tomohon, 7-12 Agustus 2017.

Kemeriahan launching Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2017 tak hanya berhenti sampai di area car free day. Setelah pawai usai, kemeriahan berlanjut ke Balairung Soesilo Sudarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata Jakarta. Acaranya sangat spektakuler. Warga yang hadir seolah diajak berkeliling melihat 7 destinasi terbaik Tomohon atau yang disebut 7 Wonders Of Tomohon. Launching juga menyuguhkan atraksi kolintang, tarian dari Minahasa serta peluncuran maskot TIFF yaitu Kristo yang mengambil nama dari Krisan (Bunga khas Kota Tomohon).

“TIFF 2017 merupakan salah satu kegiatan promosi kreatif Kota Tomohon untuk meningkatkan pergerakan wisatawan. Selain itu, acara ini juga menjadi ajang promosi bagi masyarakat Kota Tomohon,” kata Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Promosi Pariwisata Nusantara (BP3N) Kementerian Pariwisata Mumus Muslim bersama Walikota Tomohon Jimmy Feidie Eman, Minggu (21/5).

Mumus mengatakan, pihaknya berharap event ini dapat menjadi wadah masyarakat untuk dapat menampilkan kreativitas dan sebagai pendorong petani dan perajin bunga untuk meningkatkan kualitas produknya, sehingga dapat menarik minat kunjungan wisatawan.

“Penyelenggaraan festival ini merupakan salah satu cara yang efektif untuk mempromosikan daya tarik destinasi pariwisata Sulut. Bila selama ini Sulut dikenal wisatawan dalam negeri dan mancanegara dengan obyek wisata bahari antara lain taman laut Pulau Bunaken, adanya penyelenggaan TIFF ini menjadikan Tomohon semakin dikenal oleh wisatawan sebagai kota dan pusat industri bunga dan menjadi daya tarik pariwisata Sulut,” kata Mumus.

Dalam kesempatan yang sama, Walikota Tomohon Jimmy Feidie Eman mejelaskan, penyelenggaraan TIFF 2017 sengaja mengangkat tema “The 7 Wonders of Tomohon” untuk menegaskan Tomohon dikaruniai keindahan alam berupa 7 gunung (Gunung; Lokon, Empung, Tatawiran, Mahawu, Tampusu, Masarang, dan Kasuratan), 7 danau (Danau Tampusu, Linow, Pangolombian, Sineleyan, Panunuzaen, Linow Oki, dan Kasewean), dan 7 air terjun (Air Terjun; Tapahan Rinokrok, Tumimperas, Regesan, Ranowawa,TekaanTelu, Kanderawatu, dan Kinapesutan) kesemuanya merupakan keajaiban (wonders).

“Tomohon memiliki destinasi wisata unggulan, hanya di Kota Tomohon kita bisa melihat di tiga lanskap sekaligus, di puncak Temboan tepatnya. Kita bisa melihat gunung, danau dan laut dari segala arah dan di Indonesia, cuma ada di kota Tomohon,” ujar Jimmy Feidie Eman.

Lebih lanjut Jimmy Feidie menambahkan, jumlah wisman yang datang ke Kota Tomohon pada tahun 2016 mencapai 26.261 serta pergerakan wisnus mencapai 244.563 orang. “Saat even TIFF 2017, target wisman yang datang ke Kota Tomohon di bulan Agustus mencapai 6 ribu wisman dan 160 ribu wisnus,” katanya.

Gelaran TIFF 2017 kali ini, akan mengagendakan lima kegiatan utama yakni Tournament of Flowers yang diadakan pada 8 Agustus sebagai parade kendaraan hias yang diikuti oleh perwakilan negara sahabat, pemerintah propinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia, BUMN/BUMD, serta instansi/ perusahaan swasta.

Kontes Ratu Bunga Nusantara juga ikut memeriahkan TIFF 2017 sebagai ajang kontes menjaring minat dan bakat para putri terbaik se-Indonesia dalam mengembangkan minat dan bakat masing-masing serta kecintaan akan bunga pada 7-10 Agustus.

Pada 8 Agustus, Tomohon Flower Carnival akan menampilkan eksotisme bunga dalam balutan pakaian kreatif yang dirancang oleh para perancang lokal maupun asional sebagai bagian dari Parade Bunga.

Bagi traveler yang suka dengan Pagelaran Seni dan Budaya Nusantara, Pada 8-12 Agustus akan menampilkan warisan seni dan budaya Nusantara, yang dikemas dalam atraksi menarik. Pagelaran Seni dan Budaya Nusantara akan menampilkan warisan seni dan budaya Nusantara yang dikemas dalam atraksi menarik.

Yang lebih menarik, kegiatan Tourism, Trade, Investment, and Floriculture Expo pada 7-12 Agustus juga akan diselenggarakan. Pada pameran ini akan menyajikan pameran florikultura, landscape taman bunga, dan juga pameran pariwisata, perdagangan serta investasi. (*)

Fremantle-Bali Yacht Race 2017 Memberi Efek Kejut pada Ekonomi Bali

0
sumber: fremantlestory.com.au

Ajang Fremantle-Bali Yacht Race 2017 membawa dampak kejut ekonomi yang luar biasa bagi Bali.

Ada 70 peserta race yang banyak membelanjakan uangnya di destinasi wisata terbaik dunia 2017 pilihan TripAdvisor itu. Itu belum termasuk 52 anggota keluarga mereka yang ikut diboyong ke Pulau Dewata Bali.

“Total kru dan skipper ada 70 orang. Dan mereka masih membawa 52 orang anggota keluarga untuk berlibur ke Bali,” papar Raymond T Lesmana, di sela Welcome Dinner Fremantle-Bali Yacht Race 2017 di Prama Sanur Beach Hotel, Sabtu (20/5) malam.

Pria yang sudah puluhan tahun mengurus organizer yacht rally internasional itu sangat yakin, hal ini memberi dampak ekonomi yang tidak sedikit bagi Bali. Marina, hotel, rental mobil, restoran, bar dan pub, semua ikut terkena imbas positif dari Fremantle-Bali Yacht Race 2017.

“Tipikal yacht racer adalah spending uang yang lebih besar dari rally yachter. Mereka maunya menginap di hotel berbintang. Makannya di restoran berbintang. Satu kapal yang terdiri dari satu awak dan dua skipper biasanya mengeluarkan uang US$ 123 per hari. Keluarga yang ikut terbang dari Australia ke Bali rata-rata juga segitu. Silakan estimasi sendiri, berapa perputaran uang dari race ini,” ungkapnya.

Dan living cost tadi, masih bisa bertambah lagi karena biaya tersebut belum termasuk membeli bahan bakar, air bersih, perbaikan kapal, kebersihan dan kebutuhan dasar lainnya.

“Dan kemarin ada beberapa yachter yang ingin menetap tiga hingga enam bulan. Ada yang ingin ke Labuan Bajo, Tual, Anambas. Coba bayangkan berapa potensi uang yang akan beredar di masyarakat bila Indonesia disinggahi yachter-yachter Australia ini? Angkanya pasti lumayan,” katanya.

Hal itu ikut diamini Ketua Tim Percepatan Wisata Bahari Kemenpar Indroyono Soesilo. Melihat besarmya dampak ekonomi dari wisata yacht, mantan Menko Kemaritiman itu berjanji untuk mengintensifkan perbaikan layanan bagi yacht internasional yang mengunjungi nusantara.

“Dikeluarkannya Peraturan Presiden No. 105/2015 tentang pengelolaan kunjungan kapal pesiar asing adalah tonggak penting dalam upaya pemerintah untuk merampingkan sektor ini. Berdasarkan peraturan tersebut, kapal pesiar asing dan penumpang serta awak kapal dapat mengakses dukungan administratif dan imigrasi saat memasuki salah satu dari 18 pelabuhan yang dipilih, seperti Pelabuhan Benoa di Bali, Pelabuhan Sabang di Aceh dan Pelabuhan Belawan di Medan,” ujarnya.

Dan bagi yang ingin memperpanjang masa liburannya, sekarang sudah ada sosio culture visa yang bisa diperpanjang selama enam bulan. “Setelah yacht, ke depannya kami akan merayu super yacht yang berukuran lebih dari 24 meter untuk berwisata ke Indonesia,” ucapnya.

Peningkatan pelayanan memang menjadi nyawa dari wisata yacht. Clearance in and out, Custom, Immigation Stamp Passport, karantina dan Syahbandar harus all out memback up ini bila ingin wisata yacht Indonesia berkompetisi dengan global player lainnya. Dan hal ini ikut diamini Bernie Kaaks, Principal Race Officer.

“Saya lihat pelayanan sudah jauh lebih bagus. Tinggal klik http://yachters-indonesia.id dan mengisi form yang tersedia, yachter sudah bisa masuk ke Indonesia. Sudah jauh lebih simpel,” katanya.

Tapi, itu saja rupanya belum cukup. Setelah sandar, yachter butuh layanan satu atap. Custom, Imigrasi, karantina dan Syahbandar, harus ada di satu marina untuk mempermudah mobilisasi yachter saat ingin berwisata di darat. “Sekarang itu belum ada. Kantor pelayanan masih terpisah-pisah. Tidak dalam satu lokasi. Kami jadi harus mengeluarkan ekstra cost untuk mengurus perizinan setelah sandar di marina,” ungkapnya.

Robbie Hearse, pemilik kapal layar Kondili juga senada. Layanan untuk yachter menurutnya harus stand by 7 x 24 jam lantaran dalam race, tiap peserta tidak finish dalam rentang periode waktu yang sama.

“Ada yang finish pagi, siang, sore, malam, malah ada yang beda hari. Jadi harus full 7 x 24 jam. Hari ini, Minggu 21 Mei 2017, saya tidak bisa keluar Indonesia karena tidak ada layanan karantina,” ungkapnya.

Sementara Garth Curran, pemilik Walk on The Wildside, berharap ada revisi zona exit point. Terutama bagi kapal layar yang datang dari Bali Marina. “Saya dan beberapa kawan awalnya ingin ke Labuan Bajo melihat Komodo. Tapi tidak ada exit point di sana. Yang ada di Kupang.

Di perahu layar yang tidak mengandalkan mesin, ini jadi persoalan besar karena untuk menuju Kupang, kami dipaksa harus melawan angin. Ini sangat tidak mungkin. Satu lagi, Indonesia perlu jalur wisata kapal layar nasional. Kalau ini ada, yachter dunia jadi punya panduan berlayar di jalur yang sangat aman,” ungkapnya.

Mendengar ini, Menpar Arief Yahya langsung memerintahkan seluruh jajarannya untuk segera berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait. Misinya, memperbaiki semua pelayanan yang terkait dengan wisata yacht.

“Ini masukan bagus. Akan segera saya tindaklanjuti dengan kementerian dan lembaga terkait. Semua marina di Indonesia haus bisa menaikkan level service of excellent-nya. Marina itu membangun kesan pertama. Semua orang tahu, kesan pertama itu harus menggoda! Selanjutnya: harus sangat hebat dengan menggunakan global standart,” ungkap dia. (*)

Korsleting Penyebab Kebakaran di Bukit Semprong

0
Petugas berusaha memadamkan api yang membakar rumah di jalan Bukit Semprong Tanjungpinang, Jumat (19/5). F Yusnadi/batampos.
batampos.co.id – Korsleting arus listrik penyebab kebakaran rumah milik Muhammad Agus, di Jalan Bukit Semprong,  nomor 32, RT 01, RW 05, Kelurahan Tanjungpinang Barat, Jumat (19/5) lalu.
Hal tersebut dikatakan Kapolsek Tanjungpinang Barat, AKP Yuhendri, setelah pihaknya melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP). ”Penyebabnya karena arus pendek. Meski tak ada korban jiwa,  kerugian diperkiraan mencapai Rp 500 juta,”ujar Yuhe, Minggu (21/5).
Yuhe menuturkan, akibat kejadian tersebut, tidak ada barang-barang pemilik rumah yang terselamatkan. Karena saat kejadian rumah tersebut dalam keadaan kosong.
”Barang berharga tak ada yang bisa diselamatkan. Kami juga masih memintai keterangan dari sejumnlah saksi dalam rangka penyelidikan,” kata Yuhe.
Diberitakan sebelumnya, satu buah rumah, milik Muhammad Agus, di Jalan Bukit Semprong,  nomor 32, RT 01, RW 05, Kelurahan Tanjungpinang Barat, Jumat (19/5) sekitar pukul 18.00 WIB, dilalap api. Tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Kebakaran rumah yang tepat berada di belakang Cafe Rotbeen, terjadi saat pemiliknya sedang tidak berada dikediamannya. Kejadian tersebut pun pertama kali diketahui oleh karyawan Kafe Cisangkuy yang bersebelahan dengan Kafe Rotben. Yang mana mereka melihat asap tebal keluar dari rumah tersebut.
“Awalnya saya tidak terlalu memperhatikan. Karena saya pikir orang bakar sampah. Tapi lama kelamaan api semakin membesar dan asap tebal,”ujar Ifan, karyawan Kafe Cisangkuy.
Dikatakan Ifan, melihat api semakin membesar dan terdengarnya suara ledakan. Dirinya pun langsung berteriak kebakaran dan menghubungi pemadam kebakaran.
“Saya langsung berteriak ada kebakaran dan pengunjung Kafe pun langsung berlarian berhamburan,” kata Ifan.
Sementara itu, ditemui di lokasi kebakaran, pemilik rumah, Muhammad Agus, mengatakan ia mengetahui rumah miliknya terbakar dari anaknya yang sebelumnya mendapat telpon dari Ketua RT setempat.
“Saya dari habis Salat Azhar tidak berada dirumah. Saya berada di Mesjid Raya Al Hikmah. Pas mau pulang dari Mesjid, saya dihubungi kakak saya dan meminta membetulkan saluran ledeng. Makanya rumah saya kosong,”ujarnya.
Dikatakan Agus, dari kebakaran rumah Miliknya itu. Tidak ada satu pun barang berharga yang bisa diselamatkan. “Ini sudah musibah, mau bagaimana lagi.  Saya pun pasrah,”kata Agus.(ias)

TK Yaa Bunayya Motivasi Anak Cintai Alquran

0
Pendiri Yayasan Hidayatullah Batam, KH Jamaludin Nur didampingi Kepala Sekolah TK Yaa Bunayya 01, Ustazah Ummu Kalsum memberikan piala dan piagam penghargaan kepada Hadid Abdul Hakim sebagai terbaik 1 kategori tahfizd dan tartil. Foto: Iman Wachyudi/ Batam Pos

batampos.co.id – Sebanyak 147 murid Taman Kanak-Kanak (TK) Yaa Bunayya 01 Batuaji, Angkatan ke -12, Batam mengikuti pentas seni, hubbul quran dan pelepasan siswa tahun ajaran 2016/2017 di hotel Nagoya Plaza, Batam, Sabtu (14/5).

Berbagai kegiatan dipentaskan, seperti menari, menyanyi, menjadi protokol, hapalan doa-doa, hapalan surat-surat pendek dan hadis, puisi, azan, tilawah, juga Hubbul Quran dengan metode Ummi.

Kepala Sekolah TK Yaa Bunayya 01, Ustazah Ummu Kalsum dalam sambutannya mengatakan, program hubbul quran dengan metode Ummi tak hanya mengajarkan siswa membaca Alquran. Para guru juga memotivasi para siswa untuk mencintai Alquran dengan menghapal ayat demi ayat, memahami, lalu mengamalkan kandungannya secara bertahap.

“Hubbul Quran bertujuan menguji kemampuan anak dalam menghapal Alquran sesuai tingkatan masing-masing. Namun anak-anak mendapat tantangan khusus, karena harus menunjukkan kemampuan ini di depan umum,” ujar Ustazah Ummu Kalsum.

Ustazah Ummu Kalsum mengatakan, bahwa siswa-siswi TK Yaa Bunayya 01 Batuaji yang dilepas dapat menghapal jilid 3, surat-surat pendek dan doa sehari-hari. Para siswa juga diuji di depan guru dan ratusan wali murid. Siswa yang diuji tampil percaya diri menghapal surat-surat Alquran, doa sehari-hari yang terbilang sangat baik. Baik dari segi makhorijul hurufnya ataupun hukum tajwid-nya.

“Alhamdulillah anak-anak ini bisa fasih membaca dan menghapal Alquran. Ke depan kami berharap siswa-siswi TK Yaa Bunayya sedapat mungkin untuk ikut jilid ke lima. Menumbuhkan rasa cinta pada Alquran sejak dini kepada mereka,” ujar Ustazah Ummu Kalsum.

Ia juga mengatakan, banyak dampak positif ketika siswa-siswa ini belajar Alquran secara intensif. Mulai dari perubahan sikap menjadi lebih baik, sabar, dan kemampuan akademiknya pun jauh lebih kuat dan beberapa dampak positif lainnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pondok Pasantren Hidayatullah Batam Ustaz H Jamaludin Nur mengatakan, Hubbul Quran dengan metode Ummi ini sudah diterapkan sejak tiga bulan yang lalu dengan menggandeng kerja sama dengan Ummi Fondation sebagai tenaga pengajar di TK Yaa Bunayya.

“Dan Alhamdulillah hari ini anak-anak kami yang dilepas mampu menghapal ayat-ayat Alquran, dan doa sehari-hari prestasi ini sangat luar biasa,” ujarnya.

Dengan adanya prestasi yang luar biasa itu, Jamaludin berharap agar anak-anak tersebut tidak hanya menghapalkan ayat Alquran saja tapi juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari agar selalu berada dalam jalan dan ajaran Allah.

“Harus cerdas berdasarkan Alquran. Ini harus dipertahankan dan diamalkan dalam kehidupan nyata,” pesannya. (iwa)

Pekan Industri Ekonomi Kreatif

0
Suasana stan pameran pada Pekan Industri Kreatif di TCC Mal, Tanjungpinang pada akhir pekan kemarin. F.Fara/batampos.

batampos.co.id – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kepulauan Riau menggelar Pekan Industri Ekonomi Kreatif (Pinekraf) 2017 di Mal Tanjungpinang City Center, selama akhir pekan kemarin.

“Selain ajang silaturahim, pameran ini juga supaya teman-teman yang membangun usaha melalui rintisan ekonomi kreatif ini bisa saling bertukar gagasan kreativitas,” kata Raja Rasfiardi, panitia pelaksana Pinekraf 2017, kemarin.

Sekurang-kurangnya ada 27 stan industri kreatif yang dibuka sejak pagi hingga malam. Macam-macam produk kreatif yang dipamerkan di sana. Ada di bidang videografi, fotografi, penerbitan, cenderamata, kaus, aksesoris, sampai produk kreatif semacam lukisan maupun pernak-pernik hiasan di rumah.

Rasfiardi menambahkan, agar lebih seru, pada pameran ini turut digelar pula sejumlah diskusi berbagi pengalaman dari beberapa tokoh yang diakui punya pengalaman sukses membangun ekonomi kreatif. Hal ini yang menjadikan pameran ini buka sekadar lapak unjuk produk, tapi juga memacu semangat bersama para pelaku usaha agar terus meningkatkan kreativitasnya.

“Kami juga mendatangkan pembicara dari luar daerah. Sebab dalam menggelar acara ini juga didukung dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI,” ujarnya.

Kehadiran puluhan stan itu sontak menjadi daya minat tersendiri bagi para pengunjung mal pada akhir pekan kemarin. Sebagian besar dari mereka mengharapkan ajang-ajang serupa lebih sering lagi digelar. “Saya kan jadi tahu rupanya industri kreatif turut berkembang di Tanjungpinang,” kata Imam, seorang pengunjung. (aya)