Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengngukap kedekatan Tentara dan HMI saat halal bi halal Kahmi (puspen TNI)
batampos.co.id – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) organisasi kader intelektual muslim yang ikut berjuang saat Agresi Belanda tahun 1947 dan memiliki andil besar pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI) demi Pancasila.
“PKI beranggapan dengan membubarkan HMI akan memuluskan usahanya melakukan kudeta dan merubah ideologi negara menjadi Komunis,” ujarnya Gatot saat memberikan ceramah pada acara Halal Bi Halal KAHMI di Aula Sakinah Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (20/7).
Gatot juga mengungkapkan betapa dekatnya HMI dengan TNI terutama sekitar tahun 1965 dalam mempertahankan ideologi Pancasila. Sehingga PKI sangat membenci dan menuntut pembubaran HMI.
“Bahkan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Ahmad Yani saat itu mengatakan apabila membubarkan HMI, langkahi dulu mayat saya,” ungkap Jenderal Gatot.
Pada kesempatan tersebut, Gatot juga menyampaikan bahwa, sehari sebelum G-30 S PKI dilancarkan pada tanggal 29 September 1965, Ketua PKI DN Aidit di Istora Senayan Jakarta masih menuntut untuk pembubaran HMI.
Dia mengatakan kader Central Gerakan Mahasiswa Indonesia (CGMI) lebih baik pakai sarung saja kalau tidak bisa membubarkan HMI.
Diketahui, CGMI adalah sebuah organisasi mahasiswa di Indonesia didirikan pada tahun 1956 underbow PKI.
Pada bagian akhir ceramahnya, Panglim TNI mengungkapkan HMI merupakan salah satu komponen generasi muda intelektual yang ikut aktif menjaga ke-Bhinneka Tunggal Ika-an dan mempertahankan ideologi Pancasila.
“Walaupun Indonesia terdiri atas banyak suku bangsa, agama, bahasa dan ras, namun tetap satu karena ada Pancasila yang selalu dijaga oleh HMI bersama komponen bangsa lainnya,” pungkasnya. (dms/JPC)
Kantor Wali Kota Batam dan Engku Putri, DPRD Batam, dan Masjid Raya batam yang selama ini aset BP Batam bakal diserahkan ke Pemko Batam. Foto: dok humas Pemko Batam/istimewa
batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam, sedang menunggu jawaban dari Kementrian Keuangan (Kemenkeu) terkait hibah aset yang diajukan BP untuk Pemko Batam. Sebanyak 15 aset tercatat akan dihibahkan ke Pemko. BP mengakui, proses hibah ini memang lama, karena ketentuan persetujuan ada di tangan Kemenkeu.
Purba Robert M. Sianipar, Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Lainnya BP Batam, mengatakan bahwa ke-15 aset yang sedang ditunggu, diantaranya;
Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Punggur,
Masjid Agung Batam Centre,
Masjid Baiturrahman Sekupang,
Pasar Induk Jodoh,
Kantor Pemko Batam,
Tanah dan Kantor DPRD,
TPU Sei Temiang,
TPU Nongsa,
Puskesmas Tanjungsengkuang,
Kantor Disdukcapil,
Kantor Dinkes di Sungai Harapan,
Alun-alun Engkuputri,
31 Tanah Rumah Dinas di Sekupang,
Lahan Perkemahan Raja Ali Kelana dekat waduk Duriangkang, dan
Stadion Sepak Bola Sei Harapan.
“Semuanya sudah kita surati ke pusat, sebanyak lima kali tahapan. Sekarang tinggal nunggu pusat saja. Apapun hasilnya, akan segera dibuatkan suratnya,” kata Robert, Jumat (21/7) saat konferensi pers di Gedung Marketing BP Batam.
Robert juga menjelaskan, terkait proses hibah Barang Milik Negara, pelaksanaan hibah harus dilakukan sesuai PP 27 tahun 2014. Dalam pasal 76, tertera; “Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pelaksanaan pemindahtanganan Barang Milik Negara diatur dengan Peraturan Menteri Keuangan.”
“Jadi, kita mengacu pada PMK No.111/PMK.06/2016 pasal 93, yang merupakan perubahan dari PMK 96/PMK.06/2007,” jelasnya.
Dalam pasal 93 PMK No.111/PMK No.06/2016, terdapat delapan poin tahapan hibah BMN berupa tanah atau bangunan yang berada pada Pengguna Barang (dalam hal ini BP Batam). Dari delapan tahapan tersebut, sebagian besar sudah dijalankan, dan sisanya tinggal menunggu persetujuan dari Pengelola Barang (Kemenkeu).
“Kita maunya sama-sama cepat. Tapi keputusan ada di pusat. Jadi jangan dijadikan polemik,” katanya.
Robert juga mencontohkan hibah TPA Punggur. Dia memaparkan, dari jumlah Luas TPA Punggur sesuai SIMAK, jumlah totalnya mencapai 46 hektar. Dan dari total tersebut, dihibahkan ke Pemko sebanyak 26 hektar. Karena Pemko meminta semuanya, BP merasa tak masalah, dengan catatan Batam bisa bersih.
“Maka itu, berkasnya kami serahkan ke Biro Hukum BP Batam, untuk dikaji dulu. Untuk sementara, pemanfaatan aset harian bisa tetap dijalankan, dengan sistem pinjam pakai,” ungkapnya.
Sementara di tempat yang sama, Kepala Kantor Air dan Limbah BP Batam, Binsar Tambunan, mengatakan bahwa saat ini, Pemko Batam melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), telah menggunakan sekitar 47 hektar untuk operasional sampah dengan sistem sanitary landfill. Ia menyarankan, pengelolaan sampah bisa menggunakan sistem incineration (pembakaran sampah yang dilakukan di negara maju, tanpa menggunakan lahan banyak).
“Sebenarnya hanya butuh 5 hektar. Sampah 1000 ton perhari, bisa selesai. Di Singapura sudah ada tiga. Kalau masih sistem sekarang, menghabiskan lahan,” sarannya.
Intinya, BP meminta Pemko agar cepat memutuskan kajian apa yang akan dikembangkan, untuk menjadikan Batam sebagai green city yang bebas sampah.
“Kalau Batam bersih, investor juga pasti datang dengan sendirinya,” pungkasnya. (mbb)
batampos.co.id – Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Batam, Hasyimah mengatakan akan mengajukan sedikitnya 125 rumah yang akan menjalani program rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) pada anggaran tahun 2018 mendatang.
“Kita rencanya akan mengajukan untuk hinterland (pesisir, red) dan maindland (perkotaan, red) juga,” kata dia, Jumat (21/7).
Berbeda dengan tahun sebelumnya, jika RTLH dikhususkan bagi mereka yang tinggal di pesisir, kali ini program RTLH kali ini juga akan diberikan kepada mereka yang tinggal di kota.
“Kota dalam artian mereka yang tinggal berdekatan dengan wilayah pesisir seperti tanjunguma, bagan ,dan daerah lainnya yang dirasa memang memerlukan bantuan karena rumah yang mereka tempati saat ini tidak layak huni,” terang mantan Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Batam ini.
Untuk besar biaya bantuan rehap ini, pihaknya menjelaskan belum ada perubahan dari tahun sebelumnya yakni Rp 22 juta per rumahnya., serta biaya upah sebesar Ro 3 juta. Selain itu program ini juga mendapatkan pendampingan dari Kejakasaan Negeri Batam, dan Badan Pengawasan Keuangan Provinsi Kepri.
“Mereka akan memantau penggunaan anggaran sesuai dengan jumlah rumah, jadi tidak ada terjadi penyelewengan dikemudian hari,” ucap perempuan yang akrab disapa Syim ini.
Saat ini pihaknya masih mendata mengenai rumah yang masuk kategori tidak layak seperti kamar mandi tidak layak, dinding rumah yang rusak, dan atap rumah yang bocor.
Dia menambahakan hingga saat ini masih banyak rumah yang membutuhkan bantuan rehabititas, dari data yang diperoleh dari Disperkimtan baru 60 persen rumah yang layak huni. “Jadi masih ada 40 persen lagi tugas kami untuk memperbaiki rumah warga tersebut,” terang mantan Kepala Dinas SDN 007 Sekupang ini.
Disinggung mengenai proses RTLH tahun 2017, Hasyimah mengungkapkan saat ini masih dalam tahap lelang perencanaan. Konsultan sudah turun dan menyurvei kerusakan rumah, tujuannya untuk menyesuaikan dengan dana bantuan yang ada.
“Kita lihat dana Rp 22 juta bisa untuk merperbaiki apasaja, lebih kepada yang prioritas, jika biaya rehap lebih dari dana yang kita siapkan itu kita kembalikan kepada warga,” ungkapnya.
Program rehabilitasi rumah oleh Pemerintah Kota Batam ini sudah dimulai sejak 2011 lalu, lebih dari enam ribu rumah telah mendapatkan bantuan berupa perbaikan rumah, khususnya mereka yang tinggal di pesisir. Sebelumnya Walikota Batam mengatakan bantuan ini bisa membuat warga memiliki hunian yang layak dan memadai. Tahun ini sedikitnya 100 rumah mendapatkan perbaikan dengan biaya per rumah mencapai Rp 22 juta.(cr17)
Anda pernah ke Ibiza Spanyol? Atau ke Amsterdam, Belanda, mendengarkan musik dari DJ Internasional? Anantara Seminyak Bali akan musik dari DJ Internasional dalam event Pacha Bali Festival 2017, 18 Agustus 2017.
General Manager, Sekaligus Promotor Chairri Ibrahim dari Maxima Entertainment menyampaikan, Pacha Festival akan hadir untuk memberikan sensasi festival musik Electronic Dance Music (EDM) level internasional. Terkait pemilihan tanggal Chairri Ibrahim punya asalan sendiri memilih tanggal tersebut.
“Tanggalnya pas, karena pada bulan itu bertepatan dengan musim panas. Saya yakin banyak wisatawan dari Australia yang berlibur ke Bali. Target kami, evennya dikunjungi tiga ribu hingga lima ribu wisatawan baik nusantara dan mancanegara,” ucap Chairri seusai Press Conference di kawasan Senayan, Kamis, (20/7).
Festivalnya pun diset tak biasa. Dari paparan Chairri, Pacha Festival Bali ini akan hadir dengan konsep yang lebih intim ke pengunjung. Seluruh pengunjung akan dimanjakan dengan ultimate 360” festival experience .
“Melihat dari konsep yang kami tawarkan, dan proyeksi pengunjung serta deretan DJ dalam list kami, Pacha Festival ini akan jadi festival dance terbesar di Bali. Bayangkan saja, sebuah dance floor dilengkapi dance floor dan sofa, ditambah hamparan pasir putih dan bentang biru laut serta panorama sunset pantai Seminyak yang menawan. Asik kan?” terang Chairri.
Lineup-nya tentu saja nama-nama dunia. Semua akan dikolaborasikan dengan DJ top lokal.
“Ada 10 DJ dari Indonesia dan International seperti Steve Angello, Fedde Le Grand, Roger Sanchez, Leroy Styles, Patrix Johnson, Danny Wade, Justin Strike, Moski Love, James Sullvian dan Dipha Barus JYAP menjadi list DJ asal Indonesia. Lihat saja keseruan di Amsterdam lewat YouTube. Acara ini akan jadi ‘the next big thing’-nya festival EDM di Tanah Air,” ujar Chairri.
Pacha sendiri, lanjut Chairri, merupakan salah satu dance club terbaik di dunia, yang dikenal dengan Club terbaiknya di Ibiza, Spanyol. Karenanya, Pacha Festival Bali akan menghadirkan pengalaman festival electronic dance terbesar di Pulau Dewata.
“Gelaran Pacha Festival 2017 akan mewarnai langit Bali, dengan alunan musik dari deretan DJ internasional ternama untuk pertama kalinya,” katanya.
Terkait lokasi acara, Chairri memiliki alasan khusus mengapa memilih Bali dan Anantara Seminyak sebagai even berskala Internasional ini. Yang pertama, Bali sudah banyak dikenal di dunia dan menjadi destinasi terbaik dunia 2017 versi TripAdvisor. Itu artinya, Chairri tidak perlu bersusah payah mempromosiakan even ini.
“Alasan lainnya, Anantara Seminyak Bali Resort telah beberapa kali memenangkan penghargaan sebagai luxury resort terbaik. Nantinya Anantara akan disulap menjadi surganya para pecinta EDM untuk merayakan Beach Party Festival pertama di Bali. Nilai tambah lainnya, ada balutan keajaiban sunset yang perlahan berubah menjadi hingar bingar glamor malam festival dalam ayunan set list DJ dan Panorama,” ujarnya.
Tiket sendiri sudah mulai dijual kepada publik sejak hari ini melalui website www.pachafestivalbali.com.
“Untuk tahap pertama ini kami menjual tiket GA (General Admission) seharga Rp. 565.000, termasuk tax dan handling fee. Selain itu tiket VIP seharga Rp 1.665.000, termasuk tax dan handling fee,” ujarnya.
Bali, memang semakin mendunia dan terus menjadi destinasi wisata selebriti dunia. Termasuk para pemimpin-pemimpin negara juga ingin merasakan sensasi budaya dan alam Bali. Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyebut Bali akan semakin eksis dan kuat karena reputasi yang panjang.
Menpar Arief berharap Bali menjadi tourism hub, tempat turis transit, setelah eksplorasi Bali, dilanjutkan menuju ke daerah lain beyond Bali.
“Ini juga untuk membangun Indonesia Incorporated dalam pariwisata,” ungkap Arief Yahya. (*)
Baru saja selesai membersihkan lumpur di alas sepatu usai kegiatan motorcross di Aruk Sambas Kalimantan Barat, Kementerian Pariwisata langsung melangkah menuju wilayah crossborder Nusa Tenggara Timur (NTT) mempersiapkan event sport tourism lainnya.
Wilayah yang berbatasan dengan Timor Leste ini dihentak dengan kejuaraan Road Race Lintas Batas di Sirkuit Oemanu – Kefamenanu, Kabupaten Timur Tengah Utara, pada 22-23 Juli 2017.
Bulan Juni lalu, TTU juga heboh dengan datangnya Mario G Klau yang menghipnotis ribuan penggemarnya di Wini TTU dalam perhelatan Wonderful Indonesia Atoin Meto TTU. Sama seperti konser musik yang telah digelar, Road Race Lintas Batas ini juga diharapkan bisa memberikan dampak positif bagi perkembangan dunia pariwisata dan menyasar wisatawan mancanegara dari Timor Leste.
“Usai konser musik Mario Gerardus Klau yang sukses digelar di bumi Biinmafo, kini kita gelar Road Race Lintas Batas ini merupakan kolaborasi antara Kefa Racing Team dan Pemkab Timor Tengah Utara dan IMI provinsi NTT. Kami menargetkan lebih dari 1000 wisman Timor Leste menyeberang, bahkan ada yang menginap dan 6000 wisatawan nusantara untuk menyaksikan road race ini,” kata Yohanes, Sekdis Pariwisata TTU, Rabu (19/7).
Dalam Road Race Lintas Batas yang Mengambil tema Safety For ini menargetkan 148 pembalap ikut dalam balapan ini. “Kita targetkan 148 pebalap dengan rincian 17 grup dari Republik Demokratik Timor Leste (RDTL), 10 Group Oekusii, 9 Group Suai,” tuturnya.
Sementara itu, Hendricus K.O Meko SE selaku Ketua Panitia Lomba menjelaskan, ada 17 kelas yang dilombakan untuk memperebutkan piala bergilir Kapolda dan Piala Tetap Bupati TTU, serta piala tetap Kapolres TTU Cup Race 2017.
Hendricus menerangkan , 17 Kelas yang di lombakan dibagi dalam tiga kategori, kelas pemula dan kelas open. Kelas pemula terdiri dari dua kelas, yaitu kelas bebek 2 tak standar (std) sampai 125cc pemula lokal dan kelas sport std sampai 155cc pemula lokal. Sedangkan kelas open terdiri dari kelas bebek 4 tak tuneup sampai 125cc pemula/sedeed, kelas bebek 4 tak tuneup sampai 150cc pemula/sedeed, kelas tak 2 std 116cc pemula/sedeed, kelas 2tak std sampai 125cc pemula/sedeed, kelas matic std sampai 130cc pemula/sedeed, kelas matic tuneup sampai 150cc pemula/sedeed,kelas 4 tak std sampai 130 pemula, kelas khusus king sampai 140cc, kelas sport std sampai 155cc open.
“Road Race juga dimeriahkan hiburan seperti dance, free style, live music dan penyanyi lokal dari Kefamenanu dan juga dari negara bagian Distrik Oecusy,” ungkapnya.
Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti yang didampingi Kepala Bidang Promosi Wisata Buatan Kemenpar Ni Putu G. Gayatri berharap, Timor Tengah Utara selain dapat menjadi kota festival budaya bagi Indonesia dan Timor Leste, juga menjadi arena ajang sport tourism. Menurutnya, bila Timor Tengah Utara dijadikan kota festival dan sport tourism, maka pariwisata akan semakin terdongkrak.
“Timor Leste sangat bisa diajak untuk terlibat dalam festival karena antara timur dan barat Pulau Timor memiliki budaya yang sama. Sport tourism kini juga bisa menjadi atraksi baru. Semuanya menjadi ajang untuk meningkatkan hubungan persahabatan yang lebih erat lagi bagi dua negara bertetangga ini,” kata Esthy.
Esthy menambahkan, Kemenpar terus menggelar even internasional dan destinasi crossborder sebagai market potensial di daerah perbatasan termasuk NTT yang berbatasan langsung dengan Timor Leste ini.
“Ada 21 even siap digelar sepanjang tahun 2017. Setelah Konser Mario G Klau ini dan Road Race Lintas Batas ini, Kemenpar telah menyiapkan sederet even yang berskala internasional lainnya. Untuk TTU sudah disiapkan empat agenda,” kata Esthy yang juga diamini Gayatri.
Ini memang sejalan dengan kebijakan Menteri Pariwisata Arief Yahya yang terus melanjutkan program menangkap peluang baru di titik-titik lintas batas dengan negara tetangga.
“Crossborder itu bisa menjadi generator baru untuk menembus wisatawan mancanegara. Dengan menaikkan wisman dari crossborder, masyarakat yang dekat dengan perbatasan juga ekonominya harus terus meningkat dampak dari pariwisata,” ujar Menpar Arief Yahya
Timor Tengah Utara sendiri merupakan salah satu daerah perbatasan antara Negara Bagian Distric Oecuusy dan Republic Demokrat Timor Leste (RDTL) yaitu di terletak di dua jalur pintu perbatasan antara Ridistric Oecusi, tepatnya terletak di pintu masuk daerah Napan, Hau Meni Ana dan Wini, serta pintu daerah perbatasan Mota’ain.
Daerah ini memang merupakan salah satu tujuan wisata, menjejakkan kaki di perbatasan ini ada sensasi tersendiri, khususnya ketika berada di garis Demarkasi yang memiliki lebar sekitar 30 MeterGan’s ini merupakan tempat netral atau garis Internasional yang membatasi kedua Negara.
Di sekitar garis demarkasi ini terdapat pemandangan unik yakni ada hari pasar dimana banyak warga Oecusy dan RDTL menjajakan barang dagangan di perbatasan ini seperti topi, tas, kaos, pashrnina dan kain-kain dengan berbagai macam motif yang bisa dibeli dengan mata uang Rupiah.(*)
Momentum percepatan kinerja pariwisata tahun ini harus terus kita jaga. Dengan pertumbuhan pariwisata yang paling pesat di Asia Tenggara setelah Vietnam, kita semakin optimis dapat mencapai target 15 juta wisman tahun ini. Berbagai jurus dan strategi yang kita lakukan telah membuahkan hasil yang cukup signifikan.
Tak terkecuali progress pengembangan 10 destinasi prioritas juga semakin kita kebut. Rabu (19/7) kemarin, bertempat di kompleks Candi Prambanan kita telah meluncurkan Badan Otorita Borobudur (BOB), setelah sebelumnya kita membentuk Badan Otorita Toba.
Badan Otorita ini mempunyai 2 fungsi utama yaitu fungsi otoritatif dan fungsi koordinatif. Badan Otorita bertugas melakukan koordinasi, sinkronisasi, fasilitasi serta melakukan perencanaan, pengembangan, pembangunan, dan pengendalian di Kawasan Pariwisata Borobudur. Badan ini yang akan mengorkestrasi strategi 3A (Atraksi, Akses dan Amenitas) sebagai jurus ampuh pengembangan destinasi wisata.
Single Destination, Multi Management
Kelemahan pengelolaan Borobudur selama ini adalah, single destination, multi management. Ada zona 1 yang dikelola Kebudayaan (Kemendikbud), zona 2 dikelola BUMN, zona 3 yang dikelola Pemda dengan ribuan pedagang, dan Kemenpar menginginkan zona 1, 2, dan 3.
Borobudur sebagai UNESCO World Heritage Site, adalah sebuah Mahakarya Budaya Dunia yang lebih agung daripada Angkor Wat hanya mendatangkan sekitar 250 ribu wisman.
Sementara Angkor Wat mendatangkan 2,5 juta wisman atau 10 kali lipatnya. Untuk diketahui bahwa pengelolaan Angkor Wat dilakukan oleh satu manajemen atau Single Management.
Demikian juga dengan Georgetown di Penang, Malaysia, mendatangkan sekitar 750 ribu wisman, atau tiga kali lipat dari jumlah wisman yang ada di Borobudur, dan Georgetown juga dikelola hanya oleh satu manajemen.
Oleh karenanya, agar Borobudur dapat mendatangkan jauh lebih banyak wisman, maka pengelolaannya pun harus dilakukan oleh single management. Dengan demikian, diyakini target 2 juta wisman untuk Borobudur pada tahun 2019 akan relatif mudah dicapai.
BOB hadir dengan kawasan otoritatif dan kawasan koordinatif. Zona otorita yang akan dikelola seluas sekitar 300 Ha, yang jaraknya sekitar 10 Km dari Borobudur, sehingga dalam pengembangan destinasi baru, tidak akan langsung menyentuh zona 1, 2 dan 3. Hal ini akan mengurangi potensi konflik yang selama ini mungkin terjadi di ketiga zona tersebut.
Sedangkan zona koordinatif, meliputi 4 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yaitu Borobudur-Jogja, Dieng, Semarang-Karimunjawa dan Solo-Sangiran, dan akan dikelola sebagai single destination dalam satu konsep Integrated Tourism Masterplan.
Dengan kata lain, 2 provinsi yaitu DIY dan Jawa Tengah atau lebih populer dengan sebutan Joglosemar akan diposisikan sebagai satu destinasi, karena pada industri pariwisata sebenarnya batas-batas geografis atau administrasi pemerintahan kurang relevan untuk dijadikan acuan dalam pengembangan destinasi pariwisata.
Jangankan hanya batas-batas administrasi pemerintahan tingkat kota atau provinsi, ASEAN saja sudah membuat program ASEAN as a Single Destination, karena menyadari bahwa saat ini tidak hanya persaingan antar negara tetapi sudah terjadi persaingan antar kawasan regional. Minimalisasi Konflik
Tugas BOP salah satunya adalah mengkoordinasikan pengelolaan pariwisata dengan lembaga-lembaga pengelola yang sudah ada sebelumnya dan pelibatan masyarakat. Pengelolaan dalam satu manajemen atau “Single Destination, Single Management” melalui badan otorita khusus tiap destinasi dapat meminimalkan potensi konflik.
Misalnya apa yang terjadi di Danau Toba sebelum dibentuk Badan Otorita. Berbicara mengenai pengembangan kawasan Danau Toba, tak bisa lepas dari 7 kabupaten yang mengelilinginya. Ada 7 Bupati yang berkepentingan untuk membangun daerahnya. Ada satu mata rantai aktivitas, dimana ada fungsi kewenangan dan regulasi. Harus ada koordinasi di antara semua pihak yang berwenang, dalam hal ini adalah 7 kabupaten tadi. Tentu sangat sulit satu destinasi dikelola oleh tujuh bupati atau dengan kata lain, single destination, multi management. Bisakah kita membayangkan ada satu perusahaan dipimpin oleh tujuh CEO?
Beruntung bahwa 7 bupati disekitar Danau Toba saat ini bersatu padu untuk membangun Danau Toba yang hanya satu itu. Diyakini bahwa apabila destinasi Danau Toba sukses sebagai destinasi pariwisata kelas dunia, maka dampaknya akan sangat positif bagi 7 kabupaten tersebut. Kekompakan 7 bupati ini dituangkan dalam satu ikrar, “Bersatu untuk Danau Toba”, yang ditandatangani oleh ketujuh bupati tersebut. Hasilnya sudah dapat dirasakan antara lain, jumlah penumpang di Bandara Silangit yang tadinya hanya sekitar 20.000 per tahun, sekarang sudah menembus angka 200.000 per tahun, okupansi hotel rata-rata sudah diatas 70%, restoran-restoran sudah kembali bergairah.
Saat ini sedang disusun sebuah masterplan yang terpadu yang disebut Integrated Tourism Masterplan, yang akan menjadi panduan arah visi pengembangan Danau Toba ke depan. Keterkaitan dan keterhubungan antar daerah harus selaras. Dengan demikian maka visi Danau Toba menjadi destinasi super volcano geopark kelas dunia dengan target kunjungan 1 juta wisman dengan devisa 16 Triliun rupiah pada tahun 2019 akan lebih mudah dicapai.
Menutup CEO Message ini, saya mengingatkan lagi bahwa diperlukan komitmen penuh para CEO untuk solid dan bersinergi satu sama lain agar kita bisa bekerja semakin cepat. Seperti yang selalu saya singgung, bahwa 50% sukses pariwisata daerah itu berasal dari CEO Commitment. Keseriusan, keberpihakan, dan kejelasan pimpinan daerahnya dalam mengurus pariwisata.
Salam Pesona Indonesia!!!
Oleh Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc. *)Menteri Pariwisata Republik Indonesia.
Pemilihan Puteri Otonomi Indonesia 2017 dilaksanakan bersamaan dengan gelaran event Asosisasi Pemerintahan Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Otonomi Expo 2017, yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC) pada 19-21 Juli 2017.
Deputi Pengembangan Pemsaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti menyebut, putri terpilih nantinya akan menjadi duta yang mempromosikan berbagai potensi daerah di Indonesia. Ajang pemilihan duta daerah yang baru pertama kali diselenggarakan ini diharapkan bisa menjadi agenda rutin setiap penyelenggaraan APKASI Expo. Selain itu, Pemilihan Putri Otonomi 2017 ini juga diselenggarakan oleh APKASI (Asosiasi pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia).
“Karena pemilihan tersebut bukan hanya mencari seorang putri berparas cantik, namun juga cerdas dan piawai dalam mempromosikan potensi daerahnya masing-masing. Gali terus wawasan mengenai promosi dan pariwisata Nusantara, kemampuan promosi Nusantara, pemahaman mengenai peluang dan investasi pariwisata Nusantara, serta promosikan pesona Indonesia ke seluruh dunia dengan Go Digital,” ucap Esthy yang didamping Plt Asdep Strategi Pemasaran Pariwisata Nusantara, Hariyanto di Jakarta, Kamis (20/7).
Hariyanto yang didapuk menjadi juri bersama Emilia Rosa Sitohang dari APKASI dengan Irawati Kusumorasri, pendiri Solo International Performing Arts (SIPA) itu menyebut, kriteria yang dicari tahun ini. Dipilih berdasarkan juri dari Budayawan Seniman, APKASI Otonomi, dan Kementerian Pariwisata. Jadi nantinya yang terpilih tidak hanya berwawasan tentang budaya, tapi harus menguasai pengetahuan tentang otonomi dan pariwisata.
Para puteri tersebut telah dipilih mewakili daerahnya masing-masing untuk memperkenalkan potensi yang ada di daerahnya. Mulai dari kekayaan budaya hingga pariwisata. 27 peserta terpilih dari utusan Kabupaten-kabupaten seluruh Indonesia di 34 provinsi akan mengenalkan budaya daerahnya dan menjawab berbagai pertanyaan yang diajukan juri untuk menunjukkan kemampuan dan wawasannya.
“Dari hasil rangkaian penjurian selama dua mulai kemarin (19/7) dan hari ini. Esok hari (21/7) akan ditetapkan 10 finalis dan pada tahap akhir penjurian selanjutnya, akan ditetapkan 1 orang Puteri Otonomi Daerah 2017. Serta 9 orang lainnya berturut-turut sebagai Runner Up 1 dan 2; Puteri Favorite; Puteri Hospitality; Puteri Fotogenik dan 4 orang Puteri Apresiasi APKASI, ” ujarnya.
“Setelah dipilih mereka akan mengikuti kegiatan yang dirancang oleh APKASI. Kegiatan tersebut masih digodok oleh kami, dipersiapkan secara matang agar putri terpilih bisa mempromosikan daerahnya tidak hanya dalam negeri namun hingga luar negeri,” tambahnya.
Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya juga mengatakan bahwa seorang duta pariwisata sangat penting mempromosikan destinasi wisata dalam mengembangkan industri pariwisata.
“Kemajuan industri Pariwisata Indonesia salah satunya dari peran para endorser. Puteri Otonomi Indonesia terpilih, nantinya harus memiliki misi sama dengan Kementerian Pariwisata, mempromosikan Pariwisata Indonesia,” pungkas Arief Yahya Menteri Pariwisata RI.(*)
Akses udara menuju Belitung akan semakin terbuka lebar. Itu setelah Sriwijaya Air berniat membuka rute penerbangan internasional Singapura – Tanjung Pandan, Belitung. Niatan itu bahkan sudah disampaikan CEO Sriwijaya Air Chandra Lie saat pertemuan dengan Bupati Belitung, dan Dubes RI untuk Singapura, beberapa waktu yang lalu.
Lantas mengapa Sriwijaya berani membuka rute penerbangan baru, internasional Singapura – Tanjung Pandan? Bagaimana menghitungnya? Apa istimewanya Belitung?
Alasan utamanya, Belitung punya Tanjung Kelayang, destinasi yang sedang dikembangkan menjadi “10 Bali Baru”.
Ditambah lagi, Bandara Hanandjoedin di Belitung sudah menjadi bandara internasional. Sudah sangat layak didarati pesawat yang membawa turis-turis dari luar negeri.
“Pulau ini memiliki potensi pariwisata yang indah, khususnya wisata bahari dengan struktur geologi yang unik, dan peninggalan sejarahnya yang kaya dan berhubungan yang erat dengan Singapura dan China daratan,” kata Chandra Lie, CEO Sriwijaya Air yang rupanya berasal dari Bangka Belitung itu.
Tak ingin kehilangan momentum, Chandra pun mengutus Direktur Komersial Toto Nursatyo ke Belitung. Misinya, mematangkan rencana pembukaan rute tadi dengan Bupati Belitung, DPRD Kabupaten Belitung, Sekda Provinsi Babel, Industri Pariwisata Belitung, dan SKPD pendukung.
Gayung pun bersambut. Pada 14 Juli 2017, Kementerian Pariwisata ikut memfasilitasi pertemuan di daerah. Semua kendala, potensi dan solusi langsung dibicarakan dengan detil. “Saat ini Sriwijaya Air sedang menghitung harga dasar rute Singapura-Belitung. Semua akan dikomunikasikan segera,” ungkap Toto Nursatyo.
Saat ini, Sriwijaya menilai rute internasional Singapura – Tanjung Pandan sangat seksi. Apalagi Kemenpar sudah memastikan kawasan Belitung bakal dilengkapi amenitas kelas dunia, hotel, resort yang berkelas.
Potensi pasarnya diyakini bakal besar. Maklum, Belitung memliki pesisir pantai yang panjang dan indah. Punya kepulauan yang eksotis, bebatuan yang menarik juga kuliner yang enak dan halal. Selain wisata pantai dan pulau-pulaunya yang eksotis, Belitung juga memiliki kawasan wisata alam seperti air terjun, perbukitan, dan tempat pemandian alam.
Mau relaksasi, berenang, snorkling, menyelam, island hopping, surfing angin, mengayuh dengan papan paddle, dan kayak, semua bisa dilakukan di Belitung.
“Kualitas pasir putih pantainya, sampai di terumbu karangnya, potensi Belitung berani diadu. Kita nggak akan kalah dari Phuket dan Langkawi,” timpal Bupati Belitung Sahani Saleh.
Bupati Belitung Sahani Saleh pun makin bersemangat menggeber pariwisata di daerahnya. Dia bahkan berani menyanggupi membayar harga tiket dasar untuk mencapai load factor 50%. Dan semua itu, sudah disetujui DPRD Kabupaten Belitung.
“Ya, itu yang bisa diberikan agar pariwisata cepat berkembang. Saat ini runway Bandara Udara H.A.S. Hanandjoeddin juga sudah bagus. Sudah bisa didarati pesawat langsung dari luar Indonesia,” kata Bupati yang akrab dipanggil Sanem itu.
Kemenpar pun terus getol berkuang agar bandara di Beliting ini segera berherK. Peluang emas ini langsung direspon dengan rencana menggelar pertemuan dengan tour operator dan placement di berbagai media di Singapura.
“Kami akan populerkan brand pariwisata Wonderful Indonesia di salah satu negara fokus pasar wisata utama yakni Singapura,” kata I Gde Pitana, Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata.
Sejalan dengan hal itu, Menpar Arief Yahya turut mengapresiasi spirit Indonesia Incorporated yang diperlihatkan Sriwijaya Air dan Pemprov Belitung. Niat baik tadi dinilai dapat memperbesar ruang keluar masuk wisatawan ke Belitung.
“Konektivitas udara itu adalah ‘jembatan masuk’ wisatawan untuk datang. Setelah jembatannya terbangun, wisatawan akan makin banyak datang ke Belitung,” ucapnya.
Bagi Menpar Arief Yahya, Belitung adalah destinasi prioritas yang punya prospek cepat dan bagus. Jarak tempuh dari Jakarta tidak sampai 1 jam penerbangan. Begitupun dari Singapura dan Kuala Lumpur. Jaraknya tidak terlalu jauh. Jarak tempuh, atau kedekatan geografis itu, kata Menteri Arief, cukup menentukan dalam pariwisata.
“Jarak yang semakin dekat, akses semakin mudah, semakin murah, semakin berpeluang dikunjungi. Saya melihat atmosfernya sangat bergairah di sini. Saat ini bandara di Belitung sudah bisa didarati Boeing 737-800 sehingga dari Singapura dan Kuala Lumpur Malaysia sudah bisa dibuka aksesnya,” ujarnya. (*)
batampos.co.id – Ketua Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Kepri, Subadi mengatakan terdapat perubahan jadwal keberangkatan calon jamaah haji embarkasi Batam tahun ini. Semula calon jamaah direncanakan mulai memasuki asrama, Senin (31/7) dan berangkat keesokkan harinya, Selasa (1/8).
“Perubahan langsung dari pemerintahan Arab Saudi, dimajukan menjadi, Sabtu (29/7) sudah masuk asrama, dan Minggu (30/7) berangkat,” kata Subadi.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, calon jamaah haji tahun ini akan diberangkatkan pada malam hari. Lima jam sebelum keberangkatan calon jamaah haji sudah harus melakukan berbagai persiapan mulai dari mempersiapkan dokumen, barang bawaan, hingga acara pelepasan.
“Iya tahun ini kita kebagian jadwal malam, seluruh embarkasi Batam akan berangkat pukul 23.10 WIB,” terangnya.
Untuk itu, berbagai persiapan kedatangan calon jamaah haji ke Batam menjadi perhatian PPHI kali ini, terutama mereka yang berasal dari kabupaten/kota, di Kepri, termasuk provinsi lain seperti Riau. Hingga saat ini pihaknya belum menerima informasi terkait jadwal keberangkatan calon jamaah dari kabupaten/kota tersebut.
“Selain Bandara Internasional ada dua pelabuhan yang akan dilalui calon jamaah haji diantaranya, Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS) dan Pelabuhan Punggur,” sebut Subadi.
Dia memberikan waktu hingga tanggal 24 Juli ke masing-masing PPIH kabupaten maupun kota untuk mengirimkan jadwal tersebut, karena pihaknya juga harus melaporkan hal tersebut kepada pihak pelabuhan dan bandara.
“Untuk penyambutan calon jamaah nanti kami akan melakukan rapat koordinasi bersama instansi terkait seperti otoritas pelabuhan dan bandara, Dinas Perhubungan Kota Batam, serta pihak kepolisian yang nantinya akan membantu mengawal calon jamaah dari pelabuhan hingga masuk asrama haji,” ungkapnya.
Selain itu, pihaknya juga telah menyiapkan sedikitnya 10 bus yang akan digunakan sebagai transportasi penjemputan calon jamaah yang baru tiba dari kabupaten/kota maupun provinsi menuju asrama haji hingga keberangkatan nanti.
“Bus sama dengan tahun sebelumnya, satu bus berkapasitas hingga 45 penumpang,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Syahbandar Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS), Artonny mengakui belum menerima jadwal resmi berapa jumlah penumpang yang akan melalui PDS, namun begitu pihaknya sudah siap menyambut kedatangan calon jamaah haji.
“Persiapan khusus belum ada, tapi yang jelas kami siap menyambut jamaah haji yang akan datang nanti,” ujarnya.(cr17)
batampos.co.id – BP Batam tidak akan memberikan bantuan hukum, terkait dengan oknum Direktorat Pengamanan (Ditpam) BP Batam yang melakukan pemerasan pada pengusaha untuk rekrutmen anggota pengamanan, 13 Mei lalu. Selain itu BP Batam juga siap membantu pihak kepolisian, untuk mengungkapkan kasus ini hingga tuntas.
“Seperti kasus pelabuhan (Pungli Kasatker Pelabuhan Terminal Umum BP Batam,red), tidak ada bantuan (hukum, red). Dan gak akan kami tutup-tutupi,” kata Direktur Humas dan Promosi BP Batam Purnomo Andiantono,Jumat (21/7).
Ia mengatakan bila pihak kepolisian memerlukan data atau dokumen guna pengembangan penyelidikan, BP Batam akan memberikan.
“Perlu apa lagi, kami serahkan,” tuturnya.
Saat ini, kata Andi pihak BP Batam masih terus mengikuti alur dan proses hukum yang sedang berjalan. Andi mengatakan pada beberapa waktu lalu, pihak kepolisian sudah melakukan gelar perkara terakit kasus ini.
“Katanya sudah (gelar perkara,red), kami siap membantu,” ujarnya.
Sementara itu, Plh Kasubdit III Ditreskrimsus Polda Kepri AKBP Feby DP membenarkan sudah melakukan gelar perkara terkait kasus ini. “Sudah, kemarin (19/7). Wadirkrimsus yang pimpin,” katanya.
Dari gelar perkara yang dilakukan pihak kepolisian. Febby mengatakan kasus yang melibatkan oknum BP Batam tersebut murni pemerasan. Namun hingga kini masih belum ada penetapan tersangka, atas kasus pemerasan ini.
“Saat ini kami masih terus melakukan pendalaman,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan Direktur Ditreskrimsus Polda Kepri Kombes Pol Budi Suryanto menuturkan, pihaknya akan memanggil sebanyak 10 saksi. Namun hingga kini, yang telah datang sebanyak 6 orang. Budi mengatakan juga telah meminta keterangan dari Direktur PT Syarpindo Jaga Prima (SJP) Syaparudin dan rekannya Agus.
Mereka dimintai keterangan terkait tindak pidana yang terjadi pada tanggal 13 Mei 2017 sekira pukul 17.15 WIB. Peristiwa pemerasan itu terjadi di Nagoya Hill. Kepada polisi Syaparudin mengaku saat itu dimintai Rp 30 juta oleh oknum Ditpam BP Batam, Ds.
Kasus ini bermula dari proses rekrutmen tenaga pengamanan Ditpam BP Batam. Rekrutmen ini diserahkan ke pihak ketiga. Dari informasi didapat, Ds diduga meminta sejumlah uang. Lalu terjadi pertemuan antara perwakilan PT SJP dengan Ds. Saat pertemuan itu, tim internal BP Batam mengamankan Ds.
Tim internal BP Batam kemudian menyerahkan kasus Ds ke pihak kepolisian dengan dasar operasi tangkap tangan (OTT) pungli. Tapi karena kurang bukti, pihak kepolisian menyarankan kasus ini diarahkan ke pemerasan. (ska)