Kamis, 14 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13302

Bersiaplah Ikutan Pacha Bali Festival 2017, Agustus Mendatang

0

Anda pernah ke Ibiza Spanyol? Atau ke Amsterdam, Belanda, mendengarkan musik dari DJ Internasional? Anantara Seminyak Bali akan musik dari DJ Internasional dalam event Pacha Bali Festival 2017, 18 Agustus 2017.

General Manager, Sekaligus Promotor Chairri Ibrahim dari Maxima Entertainment menyampaikan, Pacha Festival akan hadir untuk memberikan sensasi festival musik Electronic Dance Music (EDM) level internasional. Terkait pemilihan tanggal Chairri Ibrahim punya asalan sendiri memilih tanggal tersebut.

“Tanggalnya pas, karena pada bulan itu bertepatan dengan musim panas. Saya yakin banyak wisatawan dari Australia yang berlibur ke Bali. Target kami, evennya dikunjungi tiga ribu hingga lima  ribu wisatawan baik nusantara dan mancanegara,” ucap Chairri seusai Press Conference di kawasan Senayan, Kamis, (20/7).

Festivalnya pun diset tak biasa. Dari paparan Chairri, Pacha Festival Bali ini akan hadir dengan konsep yang lebih intim ke pengunjung. Seluruh pengunjung akan dimanjakan dengan ultimate 360” festival experience .

“Melihat dari konsep yang kami tawarkan, dan proyeksi pengunjung serta deretan DJ dalam list kami, Pacha Festival ini akan jadi festival dance terbesar di Bali. Bayangkan saja, sebuah dance floor dilengkapi dance floor dan sofa, ditambah hamparan pasir putih dan bentang biru laut serta panorama sunset pantai Seminyak yang menawan. Asik kan?” terang Chairri.

Lineup-nya tentu saja nama-nama dunia. Semua akan dikolaborasikan dengan DJ top lokal.

“Ada 10 DJ dari Indonesia dan International seperti Steve Angello, Fedde Le Grand, Roger Sanchez, Leroy Styles, Patrix Johnson, Danny Wade, Justin Strike, Moski Love, James Sullvian dan Dipha Barus JYAP menjadi list DJ asal Indonesia. Lihat saja keseruan di Amsterdam lewat YouTube. Acara ini akan jadi ‘the next big thing’-nya festival EDM di Tanah Air,” ujar Chairri.

Pacha sendiri, lanjut Chairri, merupakan salah satu dance club terbaik di dunia, yang dikenal dengan Club terbaiknya di Ibiza, Spanyol. Karenanya, Pacha Festival Bali akan menghadirkan pengalaman festival electronic dance terbesar di Pulau Dewata.

“Gelaran Pacha Festival 2017 akan mewarnai langit Bali, dengan alunan musik dari deretan DJ internasional ternama untuk pertama kalinya,” katanya.

Terkait lokasi acara, Chairri memiliki alasan khusus mengapa memilih Bali dan Anantara Seminyak sebagai even berskala Internasional ini. Yang pertama, Bali sudah banyak dikenal di dunia dan menjadi destinasi terbaik dunia 2017 versi TripAdvisor. Itu artinya, Chairri tidak perlu bersusah payah mempromosiakan even ini.

“Alasan lainnya, Anantara Seminyak Bali Resort telah beberapa kali memenangkan penghargaan sebagai luxury resort terbaik. Nantinya Anantara akan disulap menjadi surganya para pecinta EDM untuk merayakan Beach Party Festival pertama di Bali. Nilai tambah lainnya, ada balutan keajaiban sunset yang perlahan berubah menjadi hingar bingar glamor malam festival dalam ayunan set list DJ dan Panorama,” ujarnya.

Tiket sendiri sudah mulai dijual kepada publik sejak hari ini melalui website www.pachafestivalbali.com.

“Untuk tahap pertama ini kami menjual tiket GA (General Admission) seharga Rp. 565.000, termasuk tax dan handling fee. Selain itu tiket VIP seharga Rp 1.665.000, termasuk tax dan handling fee,” ujarnya.

Bali, memang semakin mendunia dan terus menjadi destinasi wisata selebriti dunia. Termasuk para pemimpin-pemimpin negara juga ingin merasakan sensasi budaya dan alam  Bali. Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyebut Bali akan semakin eksis dan kuat karena reputasi yang panjang.

Menpar Arief berharap Bali menjadi tourism hub, tempat turis transit, setelah eksplorasi Bali, dilanjutkan menuju ke daerah lain beyond Bali.

“Ini juga untuk membangun Indonesia Incorporated dalam pariwisata,” ungkap Arief Yahya. (*)

Road Race Lintas Batas Hentak Crossborder TTU-Timor Leste

0
ilustrasi

Baru saja selesai membersihkan lumpur di alas sepatu usai kegiatan motorcross di Aruk Sambas Kalimantan Barat, Kementerian Pariwisata langsung melangkah menuju wilayah crossborder Nusa Tenggara Timur (NTT) mempersiapkan event sport tourism lainnya.

Wilayah yang berbatasan dengan Timor Leste ini dihentak dengan kejuaraan Road Race Lintas Batas di Sirkuit Oemanu – Kefamenanu, Kabupaten Timur Tengah Utara, pada 22-23 Juli 2017.

Bulan Juni lalu, TTU juga heboh dengan datangnya Mario G Klau yang menghipnotis ribuan penggemarnya di Wini TTU dalam perhelatan Wonderful Indonesia Atoin Meto TTU. Sama seperti konser musik yang telah digelar, Road Race Lintas Batas ini juga diharapkan bisa memberikan dampak positif bagi perkembangan dunia pariwisata dan menyasar wisatawan mancanegara dari Timor Leste.

“Usai konser musik Mario Gerardus Klau yang sukses digelar di bumi Biinmafo, kini kita gelar Road Race Lintas Batas ini merupakan kolaborasi antara Kefa Racing Team dan Pemkab Timor Tengah Utara dan IMI provinsi NTT. Kami menargetkan lebih dari 1000 wisman Timor Leste menyeberang, bahkan ada yang menginap dan 6000 wisatawan nusantara untuk menyaksikan road race ini,” kata Yohanes, Sekdis Pariwisata TTU, Rabu (19/7).

Dalam Road Race Lintas Batas yang Mengambil tema Safety For ini menargetkan 148 pembalap ikut dalam balapan ini. “Kita targetkan 148 pebalap dengan rincian 17 grup dari Republik Demokratik Timor Leste (RDTL), 10 Group Oekusii, 9 Group Suai,” tuturnya.

Sementara itu,  Hendricus K.O Meko SE selaku Ketua Panitia Lomba menjelaskan, ada 17 kelas yang dilombakan untuk memperebutkan piala bergilir Kapolda dan Piala Tetap Bupati TTU, serta piala tetap Kapolres TTU Cup Race 2017.

Hendricus menerangkan , 17 Kelas yang di lombakan dibagi dalam tiga kategori, kelas pemula dan kelas open. Kelas pemula terdiri dari  dua kelas, yaitu kelas bebek 2 tak standar (std) sampai 125cc pemula lokal dan kelas sport std sampai 155cc pemula lokal. Sedangkan kelas open terdiri dari  kelas bebek 4 tak tuneup sampai 125cc pemula/sedeed, kelas bebek 4 tak tuneup sampai 150cc pemula/sedeed, kelas tak 2 std 116cc pemula/sedeed, kelas 2tak std sampai 125cc pemula/sedeed, kelas matic std sampai 130cc pemula/sedeed, kelas matic tuneup sampai 150cc pemula/sedeed,kelas 4 tak std sampai 130 pemula, kelas khusus king sampai 140cc, kelas sport std sampai 155cc open.

“Road Race  juga dimeriahkan hiburan seperti dance, free style, live music dan penyanyi lokal dari Kefamenanu dan juga dari negara bagian Distrik Oecusy,” ungkapnya.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti yang didampingi Kepala Bidang Promosi Wisata Buatan Kemenpar Ni Putu G. Gayatri berharap, Timor Tengah Utara  selain dapat menjadi kota festival budaya bagi Indonesia dan Timor Leste, juga menjadi arena ajang sport tourism. Menurutnya, bila Timor Tengah Utara dijadikan kota festival dan sport tourism, maka pariwisata  akan semakin terdongkrak.

“Timor Leste sangat bisa diajak untuk terlibat dalam festival karena antara timur dan barat Pulau Timor memiliki budaya yang sama. Sport tourism kini juga bisa menjadi atraksi baru. Semuanya menjadi ajang untuk meningkatkan hubungan persahabatan yang lebih erat lagi bagi dua negara bertetangga ini,” kata Esthy.

Esthy menambahkan, Kemenpar terus menggelar even internasional dan destinasi crossborder sebagai market potensial di daerah perbatasan termasuk NTT yang berbatasan langsung dengan Timor Leste ini.

“Ada 21 even siap digelar sepanjang tahun 2017. Setelah Konser Mario G Klau ini dan Road Race Lintas Batas ini, Kemenpar telah menyiapkan sederet even yang berskala internasional lainnya. Untuk TTU sudah disiapkan empat agenda,” kata Esthy yang juga diamini Gayatri.

Ini memang sejalan dengan kebijakan Menteri Pariwisata Arief Yahya yang terus melanjutkan program menangkap peluang baru di titik-titik lintas batas dengan negara tetangga.

“Crossborder itu bisa menjadi generator baru untuk menembus wisatawan mancanegara. Dengan menaikkan wisman dari crossborder, masyarakat yang dekat dengan perbatasan juga ekonominya harus terus meningkat dampak dari pariwisata,” ujar Menpar Arief Yahya

Timor Tengah Utara sendiri merupakan salah satu daerah perbatasan antara Negara Bagian Distric Oecuusy dan Republic Demokrat Timor Leste (RDTL) yaitu di terletak di dua jalur pintu perbatasan antara Ridistric Oecusi, tepatnya terletak di pintu masuk daerah Napan, Hau Meni Ana dan Wini, serta pintu daerah perbatasan Mota’ain.

Daerah ini memang merupakan salah satu tujuan wisata, menjejakkan kaki di perbatasan ini ada sensasi tersendiri, khususnya ketika berada di garis Demarkasi yang memiliki lebar sekitar 30 MeterGan’s ini merupakan tempat netral atau garis Internasional yang membatasi kedua Negara.

Di sekitar garis demarkasi ini terdapat pemandangan unik yakni ada hari pasar dimana banyak warga Oecusy dan RDTL menjajakan barang dagangan di perbatasan ini seperti topi, tas, kaos, pashrnina dan kain-kain dengan berbagai macam motif yang bisa dibeli dengan mata uang Rupiah.(*)

CEO Message #33 Single Destination, Single Management

0
Menpar Arief Yahya. Foto: kemenpar

Momentum percepatan kinerja pariwisata tahun ini harus terus kita jaga. Dengan pertumbuhan pariwisata yang paling pesat di Asia Tenggara setelah Vietnam, kita semakin optimis dapat mencapai target 15 juta wisman tahun ini. Berbagai jurus dan strategi yang kita lakukan telah membuahkan hasil yang cukup signifikan.

Tak terkecuali progress pengembangan 10 destinasi prioritas juga semakin kita kebut. Rabu (19/7) kemarin, bertempat di kompleks Candi Prambanan kita telah meluncurkan Badan Otorita Borobudur (BOB), setelah sebelumnya kita membentuk Badan Otorita Toba.

Badan Otorita ini mempunyai 2 fungsi utama yaitu fungsi otoritatif dan fungsi koordinatif. Badan Otorita bertugas melakukan koordinasi, sinkronisasi, fasilitasi serta melakukan perencanaan, pengembangan, pembangunan, dan pengendalian di Kawasan Pariwisata Borobudur. Badan ini yang akan mengorkestrasi strategi 3A (Atraksi, Akses dan Amenitas) sebagai jurus ampuh pengembangan destinasi wisata.

Single Destination, Multi Management

 

Kelemahan pengelolaan Borobudur selama ini adalah, single destination, multi management. Ada zona 1 yang dikelola Kebudayaan (Kemendikbud), zona 2 dikelola BUMN, zona 3 yang dikelola Pemda dengan ribuan pedagang, dan Kemenpar menginginkan zona 1, 2, dan 3.

Borobudur sebagai UNESCO World Heritage Site, adalah sebuah Mahakarya Budaya Dunia yang lebih agung daripada Angkor Wat hanya mendatangkan sekitar 250 ribu wisman.

Sementara Angkor Wat mendatangkan 2,5 juta wisman atau 10 kali lipatnya. Untuk diketahui bahwa pengelolaan Angkor Wat dilakukan oleh satu manajemen atau Single Management.

Demikian juga dengan Georgetown di Penang, Malaysia, mendatangkan sekitar 750 ribu wisman, atau tiga kali lipat dari jumlah wisman yang ada di Borobudur, dan Georgetown juga dikelola hanya oleh satu manajemen.

Oleh karenanya, agar Borobudur dapat mendatangkan jauh lebih banyak wisman, maka pengelolaannya pun harus dilakukan oleh single management. Dengan demikian, diyakini target 2 juta wisman untuk Borobudur pada tahun 2019 akan relatif mudah dicapai.

BOB hadir dengan kawasan otoritatif dan kawasan koordinatif. Zona otorita yang akan dikelola seluas sekitar 300 Ha, yang jaraknya sekitar 10 Km dari Borobudur, sehingga dalam pengembangan destinasi baru, tidak akan langsung menyentuh zona 1, 2 dan 3. Hal ini akan mengurangi potensi konflik yang selama ini mungkin terjadi di ketiga zona tersebut.

Sedangkan zona koordinatif, meliputi 4 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yaitu Borobudur-Jogja, Dieng, Semarang-Karimunjawa dan Solo-Sangiran, dan akan dikelola sebagai single destination dalam satu konsep Integrated Tourism Masterplan.

Dengan kata lain, 2 provinsi yaitu DIY dan Jawa Tengah atau lebih populer dengan sebutan Joglosemar akan diposisikan sebagai satu destinasi, karena pada industri pariwisata sebenarnya batas-batas geografis atau administrasi pemerintahan kurang relevan untuk dijadikan acuan dalam pengembangan destinasi pariwisata.

Jangankan hanya batas-batas administrasi pemerintahan tingkat kota atau provinsi, ASEAN saja sudah membuat program ASEAN as a Single Destination, karena menyadari bahwa saat ini tidak hanya persaingan antar negara tetapi sudah terjadi persaingan antar kawasan regional.
Minimalisasi Konflik

Tugas BOP salah satunya adalah mengkoordinasikan pengelolaan pariwisata dengan lembaga-lembaga pengelola yang sudah ada sebelumnya dan pelibatan masyarakat. Pengelolaan dalam satu manajemen atau “Single Destination, Single Management” melalui badan otorita khusus tiap destinasi dapat meminimalkan potensi konflik.

Misalnya apa yang terjadi di Danau Toba sebelum dibentuk Badan Otorita. Berbicara mengenai pengembangan kawasan Danau Toba, tak bisa lepas dari 7 kabupaten yang mengelilinginya. Ada 7 Bupati yang berkepentingan untuk membangun daerahnya. Ada satu mata rantai aktivitas, dimana ada fungsi kewenangan dan regulasi. Harus ada koordinasi di antara semua pihak yang berwenang, dalam hal ini adalah 7 kabupaten tadi. Tentu sangat sulit satu destinasi dikelola oleh tujuh bupati atau dengan kata lain, single destination, multi management. Bisakah kita membayangkan ada satu perusahaan dipimpin oleh tujuh CEO?

Beruntung bahwa 7 bupati disekitar Danau Toba saat ini bersatu padu untuk membangun Danau Toba yang hanya satu itu. Diyakini bahwa apabila destinasi Danau Toba sukses sebagai destinasi pariwisata kelas dunia, maka dampaknya akan sangat positif bagi 7 kabupaten tersebut. Kekompakan 7 bupati ini dituangkan dalam satu ikrar, “Bersatu untuk Danau Toba”, yang ditandatangani oleh ketujuh bupati tersebut. Hasilnya sudah dapat dirasakan antara lain, jumlah penumpang di Bandara Silangit yang tadinya hanya sekitar 20.000 per tahun, sekarang sudah menembus angka 200.000 per tahun, okupansi hotel rata-rata sudah diatas 70%, restoran-restoran sudah kembali bergairah.

Saat ini sedang disusun sebuah masterplan yang terpadu yang disebut Integrated Tourism Masterplan, yang akan menjadi panduan arah visi pengembangan Danau Toba ke depan. Keterkaitan dan keterhubungan antar daerah harus selaras. Dengan demikian maka visi Danau Toba menjadi destinasi super volcano geopark kelas dunia dengan target kunjungan 1 juta wisman dengan devisa 16 Triliun rupiah pada tahun 2019 akan lebih mudah dicapai.

Menutup CEO Message ini, saya mengingatkan lagi bahwa diperlukan komitmen penuh para CEO untuk solid dan bersinergi satu sama lain agar kita bisa bekerja semakin cepat. Seperti yang selalu saya singgung, bahwa 50% sukses pariwisata daerah itu berasal dari CEO Commitment. Keseriusan, keberpihakan, dan kejelasan pimpinan daerahnya dalam mengurus pariwisata.
Salam Pesona Indonesia!!!

 

Oleh Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc.
*)Menteri Pariwisata Republik Indonesia.

Kemenpar Jaring Duta Pariwisata Daerah di Pemilihan Puteri Otonomi Indonesia 2017

0
sumber foto: indopos

Pemilihan Puteri Otonomi Indonesia 2017 dilaksanakan bersamaan dengan gelaran event Asosisasi Pemerintahan Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Otonomi Expo 2017, yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC) pada 19-21 Juli 2017.

Deputi Pengembangan Pemsaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti menyebut, putri terpilih nantinya akan menjadi duta yang mempromosikan berbagai potensi daerah di Indonesia. Ajang pemilihan duta daerah yang baru pertama kali diselenggarakan ini diharapkan bisa menjadi agenda rutin setiap penyelenggaraan APKASI Expo. Selain itu, Pemilihan Putri Otonomi 2017 ini juga diselenggarakan oleh APKASI (Asosiasi pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia).

“Karena pemilihan tersebut bukan hanya mencari seorang putri berparas cantik, namun juga cerdas dan piawai dalam mempromosikan potensi daerahnya masing-masing. Gali terus wawasan mengenai promosi dan pariwisata Nusantara, kemampuan promosi Nusantara, pemahaman mengenai peluang dan investasi pariwisata Nusantara, serta promosikan pesona Indonesia ke seluruh dunia dengan Go Digital,” ucap Esthy yang didamping Plt Asdep Strategi Pemasaran Pariwisata Nusantara, Hariyanto di Jakarta, Kamis (20/7).

Hariyanto yang didapuk menjadi juri bersama Emilia Rosa Sitohang dari APKASI dengan Irawati Kusumorasri, pendiri Solo International Performing Arts (SIPA) itu menyebut, kriteria yang dicari tahun ini. Dipilih berdasarkan juri dari Budayawan Seniman, APKASI Otonomi, dan Kementerian Pariwisata. Jadi nantinya yang terpilih tidak hanya berwawasan tentang budaya, tapi harus menguasai pengetahuan tentang otonomi dan pariwisata.

Para puteri tersebut telah dipilih mewakili daerahnya masing-masing untuk memperkenalkan potensi yang ada di daerahnya. Mulai dari kekayaan budaya hingga pariwisata. 27 peserta terpilih dari utusan Kabupaten-kabupaten seluruh Indonesia di 34 provinsi akan mengenalkan budaya daerahnya dan menjawab berbagai pertanyaan yang diajukan juri untuk menunjukkan kemampuan dan wawasannya.

“Dari hasil rangkaian penjurian selama dua mulai kemarin (19/7) dan hari ini. Esok hari (21/7) akan ditetapkan 10 finalis dan pada tahap akhir penjurian selanjutnya, akan ditetapkan 1 orang Puteri Otonomi Daerah 2017. Serta 9 orang lainnya berturut-turut sebagai Runner Up 1 dan 2; Puteri Favorite; Puteri Hospitality; Puteri Fotogenik dan 4 orang Puteri Apresiasi APKASI, ” ujarnya.

“Setelah dipilih mereka akan mengikuti kegiatan yang dirancang oleh APKASI. Kegiatan tersebut masih digodok oleh kami, dipersiapkan secara matang agar putri terpilih bisa mempromosikan daerahnya tidak hanya dalam negeri namun hingga luar negeri,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya juga mengatakan bahwa seorang duta pariwisata sangat penting mempromosikan destinasi wisata dalam mengembangkan industri pariwisata.

“Kemajuan industri Pariwisata Indonesia salah satunya dari peran para endorser. Puteri Otonomi Indonesia terpilih, nantinya harus memiliki misi sama dengan Kementerian Pariwisata, mempromosikan Pariwisata Indonesia,” pungkas Arief Yahya Menteri Pariwisata RI.(*)

Sriwijaya Air Bersiap Buka Rute Singapura – Belitung

0

Akses udara menuju Belitung akan semakin terbuka lebar. Itu setelah Sriwijaya Air berniat membuka rute penerbangan internasional Singapura –  Tanjung Pandan, Belitung. Niatan itu bahkan sudah disampaikan CEO Sriwijaya Air Chandra Lie saat pertemuan dengan Bupati Belitung, dan Dubes RI untuk Singapura, beberapa waktu yang lalu.

Lantas mengapa Sriwijaya berani membuka  rute penerbangan baru, internasional Singapura –  Tanjung Pandan? Bagaimana menghitungnya? Apa istimewanya Belitung?

Alasan utamanya, Belitung punya Tanjung Kelayang, destinasi yang sedang dikembangkan menjadi “10 Bali Baru”.

Ditambah lagi, Bandara Hanandjoedin di Belitung sudah menjadi bandara internasional. Sudah sangat layak didarati pesawat yang membawa turis-turis dari luar negeri.

“Pulau ini memiliki potensi pariwisata yang indah, khususnya wisata bahari dengan struktur geologi yang unik, dan peninggalan sejarahnya yang kaya dan berhubungan yang erat dengan Singapura dan China daratan,” kata Chandra Lie, CEO Sriwijaya Air yang rupanya berasal dari Bangka Belitung itu.

Tak ingin kehilangan momentum, Chandra pun mengutus Direktur Komersial Toto Nursatyo ke Belitung. Misinya, mematangkan rencana pembukaan rute tadi dengan Bupati Belitung, DPRD Kabupaten Belitung, Sekda Provinsi Babel, Industri Pariwisata Belitung, dan SKPD pendukung.

Gayung pun bersambut. Pada 14 Juli 2017, Kementerian Pariwisata ikut memfasilitasi pertemuan di daerah. Semua kendala, potensi dan solusi langsung dibicarakan dengan detil. “Saat ini Sriwijaya Air sedang menghitung harga dasar rute Singapura-Belitung. Semua akan dikomunikasikan segera,” ungkap Toto Nursatyo.

Saat ini, Sriwijaya menilai rute internasional Singapura – Tanjung Pandan sangat seksi. Apalagi Kemenpar sudah memastikan kawasan Belitung bakal dilengkapi amenitas kelas dunia, hotel, resort yang berkelas.

Potensi pasarnya diyakini bakal besar. Maklum, Belitung memliki pesisir pantai yang panjang dan indah. Punya kepulauan yang eksotis, bebatuan yang menarik juga kuliner yang enak dan halal. Selain wisata pantai dan pulau-pulaunya yang eksotis, Belitung juga memiliki kawasan wisata alam seperti air terjun, perbukitan, dan tempat pemandian alam.

Mau relaksasi, berenang, snorkling, menyelam, island hopping, surfing angin, mengayuh dengan papan paddle, dan kayak, semua bisa dilakukan di Belitung.

“Kualitas pasir putih pantainya, sampai di terumbu karangnya, potensi Belitung berani diadu. Kita nggak akan kalah dari  Phuket dan Langkawi,” timpal Bupati Belitung Sahani Saleh.

Bupati Belitung Sahani Saleh pun makin bersemangat menggeber pariwisata di daerahnya. Dia bahkan berani menyanggupi membayar harga tiket dasar untuk mencapai load factor 50%. Dan semua itu, sudah disetujui DPRD Kabupaten Belitung.

“Ya, itu yang bisa diberikan agar pariwisata cepat berkembang. Saat ini runway Bandara Udara H.A.S. Hanandjoeddin juga sudah bagus. Sudah bisa didarati pesawat langsung dari luar Indonesia,” kata Bupati yang akrab dipanggil Sanem itu.

Kemenpar pun terus getol berkuang agar bandara di Beliting ini segera berherK. Peluang emas ini langsung direspon dengan rencana menggelar pertemuan dengan tour operator dan placement di berbagai media di Singapura.

“Kami akan populerkan brand pariwisata Wonderful Indonesia di salah satu negara fokus pasar wisata utama yakni Singapura,” kata I Gde Pitana, Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata.

Sejalan dengan hal itu, Menpar Arief Yahya turut mengapresiasi spirit Indonesia Incorporated yang diperlihatkan Sriwijaya Air dan Pemprov Belitung. Niat baik tadi dinilai dapat memperbesar ruang keluar masuk wisatawan ke Belitung.

“Konektivitas udara itu adalah ‘jembatan masuk’ wisatawan untuk datang. Setelah jembatannya terbangun, wisatawan akan makin banyak datang ke Belitung,” ucapnya.

Bagi Menpar Arief Yahya, Belitung adalah destinasi prioritas yang punya prospek cepat dan bagus. Jarak tempuh dari Jakarta tidak sampai 1 jam penerbangan. Begitupun dari Singapura dan Kuala Lumpur. Jaraknya tidak terlalu jauh. Jarak tempuh, atau kedekatan geografis itu, kata Menteri Arief, cukup menentukan dalam pariwisata.

“Jarak yang semakin dekat, akses semakin mudah, semakin murah, semakin berpeluang dikunjungi. Saya melihat atmosfernya sangat bergairah di sini. Saat ini bandara di Belitung sudah bisa didarati Boeing 737-800 sehingga dari Singapura dan Kuala Lumpur Malaysia sudah bisa dibuka aksesnya,” ujarnya. (*)

Kloter 1 Haji Embarkasi Batam Terbang Selasa 1 Agustus

0

batampos.co.id – Ketua Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Kepri, Subadi mengatakan terdapat perubahan jadwal keberangkatan calon jamaah haji embarkasi Batam tahun ini. Semula calon jamaah direncanakan mulai memasuki asrama, Senin (31/7) dan berangkat keesokkan harinya, Selasa (1/8).

“Perubahan langsung dari pemerintahan Arab Saudi, dimajukan menjadi, Sabtu (29/7) sudah masuk asrama, dan Minggu (30/7) berangkat,” kata Subadi.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, calon jamaah haji tahun ini akan diberangkatkan pada malam hari. Lima jam sebelum keberangkatan calon jamaah haji sudah harus melakukan berbagai persiapan mulai dari mempersiapkan dokumen, barang bawaan, hingga acara pelepasan.

“Iya tahun ini kita kebagian jadwal malam, seluruh embarkasi Batam akan berangkat pukul 23.10 WIB,” terangnya.

Untuk itu, berbagai persiapan kedatangan calon jamaah haji ke Batam menjadi perhatian PPHI kali ini, terutama mereka yang berasal dari kabupaten/kota, di Kepri, termasuk provinsi lain seperti Riau. Hingga saat ini pihaknya belum menerima informasi terkait jadwal keberangkatan calon jamaah dari kabupaten/kota tersebut.

“Selain Bandara Internasional ada dua pelabuhan yang akan dilalui calon jamaah haji diantaranya, Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS) dan Pelabuhan Punggur,” sebut Subadi.

Dia memberikan waktu hingga tanggal 24 Juli ke masing-masing PPIH kabupaten maupun kota untuk mengirimkan jadwal tersebut, karena pihaknya juga harus melaporkan hal tersebut kepada pihak pelabuhan dan bandara.

“Untuk penyambutan calon jamaah nanti kami akan melakukan rapat koordinasi bersama instansi terkait seperti otoritas pelabuhan dan bandara, Dinas Perhubungan Kota Batam, serta pihak kepolisian yang nantinya akan membantu mengawal calon jamaah dari pelabuhan hingga masuk asrama haji,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga telah menyiapkan sedikitnya 10 bus yang akan digunakan sebagai transportasi penjemputan calon jamaah yang baru tiba dari kabupaten/kota maupun provinsi menuju asrama haji hingga keberangkatan nanti.

“Bus sama dengan tahun sebelumnya, satu bus berkapasitas hingga 45 penumpang,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Syahbandar Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS), Artonny mengakui belum menerima jadwal resmi berapa jumlah penumpang yang akan melalui PDS, namun begitu pihaknya sudah siap menyambut kedatangan calon jamaah haji.

“Persiapan khusus belum ada, tapi yang jelas kami siap menyambut jamaah haji yang akan datang nanti,” ujarnya.(cr17)

BP Batam Tak Beri Bantuan Hukum Terkait Dugaan Oknum Ditpam Peras Pengusaha

0
ilustrasi

batampos.co.id – BP Batam tidak akan memberikan bantuan hukum, terkait dengan oknum  Direktorat Pengamanan (Ditpam) BP Batam yang melakukan pemerasan pada pengusaha untuk rekrutmen anggota pengamanan, 13 Mei lalu. Selain itu BP Batam juga siap membantu pihak kepolisian, untuk mengungkapkan kasus ini hingga tuntas.

“Seperti kasus pelabuhan (Pungli Kasatker Pelabuhan Terminal Umum BP Batam,red), tidak ada bantuan (hukum, red). Dan gak akan kami tutup-tutupi,” kata Direktur Humas dan Promosi BP Batam Purnomo Andiantono,Jumat (21/7).

Ia mengatakan bila pihak kepolisian memerlukan data atau dokumen guna pengembangan penyelidikan, BP Batam akan memberikan.

“Perlu apa lagi, kami serahkan,” tuturnya.

Saat ini, kata Andi pihak BP Batam masih terus mengikuti alur dan proses hukum yang sedang berjalan. Andi mengatakan pada beberapa waktu lalu, pihak kepolisian sudah melakukan gelar perkara terakit kasus ini.

“Katanya sudah (gelar perkara,red), kami siap membantu,” ujarnya.

Sementara itu, Plh Kasubdit III Ditreskrimsus Polda Kepri AKBP Feby DP membenarkan sudah melakukan gelar perkara terkait kasus ini. “Sudah, kemarin (19/7). Wadirkrimsus yang pimpin,” katanya.

Dari gelar perkara yang dilakukan pihak kepolisian. Febby mengatakan kasus yang melibatkan oknum BP Batam tersebut murni pemerasan. Namun hingga kini masih belum ada penetapan tersangka, atas kasus pemerasan ini.

“Saat ini kami masih terus melakukan pendalaman,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan Direktur Ditreskrimsus Polda Kepri Kombes Pol Budi Suryanto menuturkan, pihaknya akan memanggil sebanyak 10 saksi. Namun hingga kini, yang telah datang sebanyak 6 orang. Budi mengatakan juga telah meminta keterangan dari Direktur PT Syarpindo Jaga Prima (SJP) Syaparudin dan rekannya Agus.

Mereka dimintai keterangan terkait tindak pidana yang terjadi pada tanggal 13 Mei 2017 sekira pukul 17.15 WIB. Peristiwa pemerasan itu terjadi di Nagoya Hill. Kepada polisi Syaparudin mengaku saat itu dimintai Rp 30 juta oleh oknum Ditpam BP Batam, Ds.

Kasus ini bermula dari proses rekrutmen tenaga pengamanan Ditpam BP Batam. Rekrutmen ini diserahkan ke pihak ketiga. Dari informasi didapat, Ds diduga meminta sejumlah uang. Lalu terjadi pertemuan antara perwakilan PT SJP dengan Ds. Saat pertemuan itu, tim internal BP Batam mengamankan Ds.

Tim internal BP Batam kemudian menyerahkan kasus Ds ke pihak kepolisian dengan dasar operasi tangkap tangan (OTT) pungli. Tapi karena kurang bukti, pihak kepolisian menyarankan kasus ini diarahkan ke pemerasan. (ska)

Penuhi Kebutuhan Air Hinterland, Pemko Butuh 15 SWRO

0
ilustrasi

batampos.co.id – Untuk memenuhi kebutuhan air bersih di hintertand atau pesisir, sedikitnya Batam membutuhkan 15 Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) atau sumber pengolahan air bersih dari air laut. Saat ini baru ada satu SWRO yang sudah beroperasi dan mengaliri rumah warga.

“Baru yang di Belakangpadang yang sudah beroperasi, dan sudah dinikmati warga bulan ini, tinggal tarifnya saja yang masih kami bahas, untuk bulan pertama mereka gratis dulu,” kata Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batam, Suhar, Kamis (20/7).

Dia menjelaskan untuk satu SWRO tipe kecil membutuhkan biaya mencapai Rp 6 miliar rupiah, itu sudah termasuk sambungan ke rumah-rumah warga. Besarnya biaya untuk pembangunan ini, selain menggunakan APBD, pihaknya juga akan berusaha untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat.

“Tahun depan kita akan coba ajukan untuk Pulau Lengkang terlebih dahulu, yang lain bertahap akan kami coba kerjakan,” ujarnya.

SWRO sangat dibutuhkan, karena hampir semua daerah pesisir tidak ada air bekunya, jadi hanya SWRO yang bisa menjadi solusi kebutuhan air bersih di pesisir. SWRO untuk kapasitas kecil memiliki kemampuan 1 liter/detik dan bisa digunakan untuk mengairi 50-100 rumah mereka yang tinggal di pesisir.

Dia menyebutkan beberapa pulau yang akan dibangun SWRO berkapasitas kecil diantaranya Pulau Lengkang, Seraya, dan beberapa pulau lainnya. Pihaknya menargetkan hingga tahun 2021 nanti sebanyak 41 persen pesisir sudah bisa menikmati air bersih.

“Kita harapkan semua bisa berjalan dengan baik, dan kebutuhan akan air bersih hinterland juga bisa terpenuhi sama dengan mainland,” ujarnya.

Sebelumnya Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum telah membangun SWRO di Kecamatan Belakangpadang. SWRO ini bisa mengaliri sebanyak 250 sambungan rumah warga yang ada di sana. Proyek yang menelan dana hingga Rp 13 miliar ini mampu menghasilkan hingga lima liter per detiknya. (cr17)

Pajak Hiburan dan Parkir Naik 5 Persen

0
ilustrasi

batampos.co.id – Pajak hiburan dan pajak parkir yang dipungut Pemerintah Kota (Pemko) Batam resmi naik lima persen. Pajak hiburan dari yang semula 15 persen kini menjadi 20 persen, sementar pajak parkir dari 20 persen menjadi 25 persen.

Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam, Raja Azmansyah mengatakan kenaikan ini seiring persetujuan Pemerintah Provinsi  dan rekomendasi pemerintah pusat atas revisi Peraturan Daerah Nomor 5 tahun tentang Pajak Daerah.

“Kalau Perda-nya sudah ada duluan, kemarin persentase ini tak diterapkan karena tunggu rekomendasi, sekarang rekomendasi sudah dapat,” kata dia, di Kantor Wali Kota, Kamis (20/7) pagi.

Ia menyampaikan, dengan hadirnya rekomendasi yang menguatkan perda tersebut, pihaknya akan segera memberlakukan aturan baru pada smester dua tahun 2017 ini.

“Bisa kita terapkan sekitar bulan Agustus ini,” ucapnya.

Ia mengklaim, kenaikan ini sudah disosialisasikan ke pengusaha sejak awal pembahasan sebelum dijadikan perda. Dalam menaikan tarif, ia menyampaikan pihaknya sangat mmpertimbangkan kemampuan pengusaha.

“Sudah, kami sudah sosialisasi ini ke pengusaha,” imbuhnya.

Kenaikan ini, dianggap masih kecil mengingat tarif ini jauh dari batas maksimal yang diatur pemerintah pusat sebesar 75 persen. Sementara itu pajak lain seperti hotel dan restoran tetap seperti semula yakni 10 persen.

“(Pajak) hotel dan restoran sudah maksimal di 10 persen,” terangnya.

Ditanya apakah kenaikan tarif ini juga diikuti dengan rencana Pemko Batam menaikan target, ia emenyebutkan target komponen pajak yang naik tersebut sudah dihitung tarif yang akan diberlakukan.

“Target sudah tertuang di Perda ini, sudah masuk semua,” katanya. Namun demikian, ia meyakini penyesuaian tarif ini juga diikuti dengan peningkatan pendapatan yang akan masuk ke kas daerah.

Untuk diketahui, tahun ini Pemko Batam menargetkan Rp 25,174 miliar dari pajak hiburan sementara pajak parkir Rp 12 miliar. Total target Pendapatan Asli Daerah tahun ini yakni Rp 1,160 triliun, dengan rincian target pajak daerah yang ditargetkan Rp 874,4 miliar dan target retribusi daerah Rp 124 miliar. (cr13)

Menurut BPS, Biaya Untuk Merokok Warga Batam Lebih Besar dari Biaya Sekolah Dasar

0
ilustrasi

batampos.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Kepulauan Riau menyebut sewa rumah dan angkutan udara menjadi penyumbang tertinggi pengeluaran konsumsi rumah tangga di Batam.

“Bobotnya sewa rumah 7,3 persen dari total pengeluaran rumah tangga. Sementara untuk angkutan udara sebesar 4,6 persen,” ujar Kepala BPS Kepri, Panusunan Siregar, siang tadi (21/7).

Menurut Panusunan, bila diurutkan, pengeluaran tertinggi rumah tangga selanjutnya adalah

  • bensin,
  • nasi dengan lauk,
  • angkutan dalam kota,
  • tarif pulsa ponsel,
  • rokok kretek filter,
  • tukang bukan mandor,
  • mobil,
  • daging ayam ras,
  • upah pembantu,
  • kontrak rumah,
  • biaya sekolah dasar,
  • tarif air bersih,
  • rokok putih,
  • emas perhiasan,
  • rokok kretek dan
  • mie.

“Dan yang mengejutkan di beberapa wilayah pesisir ternyata rokok kretek filter lebih besar konsumsinya dibanding biaya sekolah dasar,” tutur Panusunan.

Ditambahkan dia, urutan 20 besar penyumbang tertinggi pengeluaran konsumsi rumah tangga ini merupakan survey BPS 2012-2017. Secara absolut (nilai) kata dia, kondisi ini sudah pasti berbeda jauh dengan sekarang. Namun secara rekatif (persentase) tidak akan jauh berbeda.

Panusunan sendiri mengakui, survei pengeluaran konsumsi kota dan biaya hidup kota berlaku selama lima tahun.

“Karena tahun ini jadwalnya adalah mengupdate angka 2012. Tapi karena kita melaksanakan sensus ekonomi lanjutan. Maka minta undur sampai tahun 2018,” jelasnya.

Sebelumnya, biaya hidup di Batam termasuk salah satu paling tinggi di Indonesia. Batam menepati urutan kelima, dimana satu keluarga, membutuhkan uang Rp 6,3 juta per bulannya.

Sebagai daerah kepulauan, semua bahan logistik dibawa melalui jalur laut ke Batam. Hal ini tentu saja mempengaruhi pada harga yang dibayarkan masyarakat. Selain itu, hampir 95 persen kebutuhan masyarakat Batam didatangkan dari luar daerah dan Batam bukanlah daerah penghasil.

“Prediksi kita masih kategori tinggi. Itu makanya uang minimum kota (UMK) di Batam termasuk tinggi. Karena disesuaikan dengan biaya hidup yang juga tergolong tinggi,” pungkasnya. (rng)

Play sound