Jumat, 15 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13305

Pemko Tanggung Biaya BPJS 5 Ribu RTS

0
Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah menyerahkan kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada Keluarga RTS di Pulau Penyengat, kemarin. F.Humas Pemko Tanjungpinang.

batampos.co.id – Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah mengatakan Pemko Tanjungpinang akan menanggung biaya iuran Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan untuk lima ribu Rumah tangga Tepat Sasaran (RTS). Biaya kepesertaan BPJS tersebut akan dibebankan melalui APBD 2017.

“Tahun ini saya bagikan kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan untuk lima ribu Keluarga RTS. Semuanya akan diperoleh secara cuma-cuma,” ujar Lis di Pulau Penyengat, kemarin.

Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan yang didaptkan cuma-cuma itu, kata Lis tidak bisa dinikmati selamanya. Tetapi hanya selama enam bulan saja. Selebihnya biaya kepesertaan akan dibebankan atau dibayar oleh masing-masing keluarga RTS yang mendapatkan kartu tersebut.

Lis berharap Keluarga RTS tidak menyiakan program BPJS itu. Sebab program yang dimiliki BPJS ini memberikan sejuta manfaat yang baik bagi kehidupan masyarakat. Kemudian juga dihimbau agar pihak BPJS selalu aktif dengan berbagai program pro-rakyatnya.

“Selama enam bulan saja biayanya ditanggung. Selebihnya penerima kartu BPJS itu harus membayar iurannya sendiri. Ingat jangan sampai nunggak,” ungkapnya. (ary)

Belum Semua Lahan Warga Dibebaskan dalam Proyek PUPR

0
Proyek PUPR di Desa Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam, kemarin. F.Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Proyek Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) di Desa Busung Kecamatan Seri Kuala Lobam diduga menyerobot lahan warga. Di atas lahan tersebut saat ini sedang dilakukan pengerjaan 95 unit rumah.

Seorang warga yang mengklaim lahan, Syamsi, Minggu (23/7) kemarin turun ke lokasi proyek. Dia menyesalkan pembangunan yang sudah dilakukan pemerintah tidak berkoordinasi dengannya. Padahal dirinya memegang surat tanah di atas lahan proyek PUPR.

Dia menuturkan, awalnya surat garapan atas nama almarhum Nani Bin Kacak diterbitkan sejak Agustus tahun 1911. Bukti garapannya adanya kelapa di atas dan bawah jalan. Sekitar tahun 1997 dibangun Masjid Al Jihad di Desa Busung.

“Pembangunan masjid di tahun 2002, saya yang selesaikan dan langsung diresmikan,” katanya.

Masjid saat itu diresmikan Asisten I Pemerintahan Bintan dan Kepala Kemenag Bintan serta dihadiri Komandan Fasharkan TNI AL Mentigi, Danramil, Kapolsek Bintan Utara.
Kemudian, sekitar 2007 Syamsi menambahkan, dilakukan pemecahan
surat untuk pembangunan tower. “Tower dan masjid buktinya,” sebut dia.

Tiba-tiba di tahun 2017 tanahnya diserobot Pemerintah Desa (Pemdes)
untuk pembangunan pemukiman masyarakat Busung. Baru-baru ini, Kades Busung ada menemui dirinya dan menawarkan ganti rugi penganti lahan.

“Mau diganti menjadi sekitar 1 hektare tapi statusnya belum jelas,” ketus dia.

Syamsi menegaskan, dirinya bukan menghambat pembangunan. Tapi apabila tidak ada solusi yang terbaik dari pemerintah, dirinya akan memagar keliling lahannya yang masuk lokasi proyek. “Saya meminta disetop dulu, sampai ada keadilan,” tegasnya.

Kades Busung Rusli ketika dikonfirmasi menjelaskan, Pemdes mendapatkan lahan tersebut sejak penyerahan lahan untuk pemukiman masyarakat dari pihak PT SBP. “Itu dasar kita. Memang, di lahan 65 hektare itu terdapat lahan yang belum dibebaskan, yakni 4 hektare milik almarhum Pak Imam Nani,” tuturnya.

Rusli mengaku tidak tahu dari mana Syamsi memperoleh surat karena 4 haketare lahan tersebut hanya ahli waris almarhum yang punya. “Lahan 4 hekatre tersebut tidak terganggu, tapi (tiba-tiba) sekarang ada surat atas nama Pak Syamsi,” katanya.

Mengenai upaya Pemdes menganti dengan lahan yang lain, Rusli mengatakan, Syamsi dan warga lainnya yang mengklaim lahan di atas proyek PUPR sudah ditunjukkan lokasi lahan pengantinya. “Hanya, belum putus,” tukasnya. (cr21)

Petugas Razia Rental PS dan Warnet

0
Petugas Satpol PP berparas cantik melakukan razia warnet dan rental PS di Toapaya, Jumat (21/7). Foto/Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Petugas Satpol PP Kabupaten Bintan, Bhabinkamtibmas dan Pemerintah Kecamatan Teluk Bintan merazia tempat nongkrong pelajar di rental play station dan warung internet (warnet) di wilayah Toapaya pada Jumat (21/7) malam.

Razia menarik perhatian masyarakat yang bertempat tinggal di sana karena enam petugas berparas cantik dilibatkan menyasar para pelajar yang masih berada di atas jam 21.00 malam.

Kabid Penegakkan Perda Satpol PP Bintan, M Ali Bazar mengatakan, tidak ditemukan pelajar di lokasi yang dirazia. Meski begitu penegakkan Perda Jam Malam bagi Pelajar akan terus dilakukan untuk menekan angka kenakalan pelajar.

Camat Toapaya, Riang Anggraini ambil bagian di razia malam itu. Wanita berparas molek itu menuturkan, razia bukan hanya menyasar pelajar tapi pemuda pemudi yang sukanya mojok berduaan di lokasi yang berpotensi menimbulkan aksi kriminalitas.

Ke depan, kata Riang, razia jam malam akan dilakukan dua kali sepekan. Sehingga menghindari pergaulan bebas dan kenakalan di kalangan pelajar. “Harinya akan dilakukan mendadak,” tukasnya. Tidak lupa, Riang berpesan kepada orangtua agar memantau anak-anaknya ketika akan keluar rumah.

Karena apabila anaknya terjaring razia, petugas akan memanggil orangtua untuk diminta surat pernyataan secara tertulis agar tidak mengulangi lagi. (cr21)

Jadikan Kepri Pilot Project Wisata Halal

0
Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal Kemenpar RI Riaynto Sofyan memaparkan materinya pada Seminar Nasional Wisata Halal di Hotel Aston Tanjungpinang, Minggu (23/7). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Semangat Festival Pulau Peneyengat (FPP) 2017 harus menjadi titik balik untuk meneguhkan Kepri sebagai pilot project wisata halal. Apalagi Pulau Penyengat adalah merupakan pusat Tamadun Melayu yang sudah diakui sampai di mancanegera. Langkah tersebut adalah untuk mendukung Kepri sebagai Bunda Tanah Melayu yang berkhalak mulia.

“Kita tahu bahwa Indonesia, Malaysia dan Thailand terikat dalam Joint Working Group Halal Food. FPP 2017 menjadi wadah yang sesuai untuk mempromosikan bentu-bentuk wisata halal yang ada di Kepri, Tanjungpinang khususnya,” ujar Asisten II Pemprov Kepri, Syamsul Bahrum yang mewakili Gubernur Kepr, Nurdin Basirun usai membuka “Road to Fesyar” Festival Pulau Penyengat Syawal Serantau dalam kegiatan Seminar Nasional Wisata Halal di Hotel Aston, Tanjungpinang, Minggu (23/7).

Dijelaskannya, istilah kerjasama tersebut adalah saling mengunjungi. Artinya bukan hanya wisatawan Malaysia dan Thailand yang datang ke Indonesia. Tetapi adalah sebaliknya. Menurutnya, ikatan kerjasama itu memberikan banyak keuntungan tentunya bagi Kepri. Karena merupakan daerah perbatasan yang bersentuhan langsung dengan negara tetangga Malaysia dan Thailand.

“Kita juga bisa mempelari bagaimana penyajian wisata halal yang ada di Malaysia maupun Thailand. Apalagi kita daerah melayu yang sudah kental dengan islamnya,” jelasnya.

Lebih lanjut jelasnya, istilah wisata halal bukan hanya berkaitan dengan kuliner atau manakan yang disajikan. Tetapi juga dilihat dari sopan santun dan etika dalam berbusana. Tentu hal itu sejalan dengan misi Provinsi Kepri yang ingin memperkuat ekonomi maritim. Dijelaskannya, saat ini Kepri masih mengeksplorer untuk menjadikan Kepri sebagai pilot projek wisata halal.

“Kedepan untuk lebih baik, kita mendorong kabupaten/kota lainnya yang ada di Kepri juga bisa terlibat didalam FPP 2018 mendatang. Karena melalui kegiatan ini, bisa mempromosikan bagaimana bentuk-bentuk wisata halal yang ada di Kepri,” jelas Syamsul Bahrum.

Pria yang pernah menimba pengalaman sebagai Asisten III di Pemko Batam tersebut juga mengatakan, Masjid Istiqlal, Jakarta saat ini sudah terbuka untuk umum. Bahkan wisatawan asing yang non muslim juga bisa melihat aktivitas di dalam masjid. Sama halnya dengan Masjid Sultan Riau, Penyengat yang bisa dikemas menjadi salah satu destinasi wisata halal.

“Wisatawan non muslim juga bisa masuk ke Masjid. Tentu dengan pakaian yang sopan, atau diberikan sarung. Dan ini juga merupakan salah satu bentu pelayanan wisata halal,” jelasnya lagi.

Sekretaris Dewan Kawasan (DK) Bintan, Tanjungpinang dan Karimun itu mengatakan, wisata halal itu identik dengan pendekatan secara syariah. Ia juga menyampaikan aperasiasinya perbankan-perbankan syariah yang sudah mendukung untuk kegiatan wisata halal di Kepri. Diungkapkannya, untuk mewujudkan penerapan wisata halal di Tanjungpinang, Pemprov Kepri akan menata kawasan pemukiman di Teluk Keriting, Tanjungpinang.

“Kita menginginkan rumah-rumah masyarakat yang menghadap ke laut bisa menjadi home stay bagi para wisatawan. Sehingga bisa merasakan langsung pelayanan masyarakat Melayu itu seperti apa. Selain Teluk Keriting, kedepannya adalah Pulau Penyengat tentunya,” tutup Syamsul Bahrum.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar mengatakan dari kegiatan FPP 2017 ini tentu akan dilakukan evaluasi tentunya. Yakni dengan menjaring masukan-masukan dari berbagai pihak. Ia juga sepakat untuk mendorong Kabupaten/Kota lainnya yang ada di Kepri ikut terlibat dalam FPP mendatang. Apalagi kegiatannya memang mengusung local content.

Pantauan di lokasi kegiatan, selain mengegelar seminar yang diisi dari berbagai narasumber nasional tersebut. Panitia juga mengajak pelaku-pelaku Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) di Provinsi Kepri untuk berpartisipasi. Bahkan Anggota DPRD Kepri, Susi Susilawati juga ikut menampilkan produk UMKM dari Bintan.(jpg)

Harapkan Festival Penyengat Jadi Agenda Rutin

0
Sejumlah penumpang pompong dari Tanjungpinang hendak menyeberang ke Penyengat. Foto: Fara/Batam Pos.

batampos.co.id – Bersempena kegiatan Festival Penyengat yang dilangsungkan hingga Senin (24/7). Bertepatan pula dengan libur kerja, diyakini jadi alasan membludaknya penumpang pompong yang ingin menyeberang ke Penyengat.

Sejak pagi, menurut penuturan sejumlah tekong dan warga setempat di dermaga penyeberangan, Minggu kemarin adalah puncak penumpang. Jika pada hari biasa, penyeberangan satu pompong perlu menunggu sekitar 30 menit lantaran menunggu kuota penumpang terpenuhi, tidak halnya dengan kemarin.

“Hampir 10 atau 15 menit sekali, pompong berangkat. Minggu ini memang ramai sekali. Mungkin karena kegiatannya banyak,” kata Said, salah seorang petugas penyeberangan di dermaga.

Tak heran jika pompong pun terlihat hilir-mudik sejal pagi hingga petang. Sekali angkut bisa sampai 15 hingga 20 orang. Itu, kata Said, tergantung kapasitas pompongnya. Satu yang pasti, tidak boleh melebihi kapasitas maksimal yang sudah ditetapkan.

“Bagaimana pun keselamatan penumpang tetap harus dinomorsatukan. Kami juga ingatkan untuk memakai life jacket,” ujar Said.

Sejak pagi sudah ada lomba permainan rakyat yang digelar. Mulai dari menangkap itik dan lomba melukis yang diikuti pelajar tingkat dasar. Kemudian pada siang hari hingga petang ada pertunjukan kesenian. Tak pelak hal ini menarik minat para pelancong. Tidak hanya yang datang dari seputaran Tanjungpinang, tapi juga terlihat wisatawan asing di Penyengat.

“Saya pergi ke sini kemarin dari Singapura. Sekalian ingin lihat kehebohan festival ini,” kata Johannsen, wisatawan asal Denmark, yang dijumpai sedang asyik menonton pertunjukan seni.

Masyarakat sekitar juga begitu terbantu dengan adanya Festival Penyengat ini. Baik itu para pengusaha tempat makan atau ojek wisata di sana. Karena itu besar harapan mereka, acara festival semacam ini menjadi kegiatan rutin tahunan. Akan lebih baik lagi jika semakin banyak acara kepariwisataan yang digelar di Penyengat.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Tanjungpinang, Raja Kholidin mengupayakan sebisanya. Memang, kata dia, kegiatan semacam ini dapat memberikan efek ganda kepada segala sektor. Terlihat dari cerminan dua tahun penyelenggaraan Festival Penyengat yang semakin membaik.

“Itu harapan kami. Karena itu, kami akan menggalang dukungan dari segala pihak, mulai dari pemerintah pusat sampai pemerintah provinsi, juga lintas instansi terkait. Bagaimana pun festival ini sudah cukup populer di sebagian wisatawan,” ujarnya. (aya)

Tak Pandai Berenang, Zaldi Hilang di Pantai Sergang

0
Warga turut membantu mencari korban hilang menggunakan jaring di Pantai Sergang, Minggu (237) sore. F Wijaya Satria/Batam Pos

batampos.co.id – Hendak mengisi hari libur bersama teman, namun nasib Zaldi, 14, berkata lain. Siswa MTsN itu menghilangkan setelah terjun ke laut di Kawasan Wisata Pantai Sergang, Dabo Singkep, Minggu (23/7) sekira pukul 15.30 WIB. Hingga berita ini ditulis, sejumlah masyarakat, personil TNI AL, Polisi dan Satpol PP masih melakukan pencarian diseputar hilangnya Zaldi.

Awalnya, Zaldi bersama sejumlah temannya tamasya di kawasan wisata pantai Sergang, Dabo Singkep, dengan rencana makan bareng. Namun teman-teman Zaldi ingin berenang di pantai tersebut. Sebelumnya teman Zaldi melarang Zaldi untuk ikut mandi di laut karena diketahui Zaldi tidak pandai berenang.

“Andi sudah larang agar Zaldi tak usah ikut berenang tapi dia tetap lompa. Dengan menggunakan celana pendek hitam tanpa baju,” ujar Andi ketika ditemui di lokasi pencarian, Minggu (23/7) siang.

Setelah melompat ke laut, hanya beberapa kali mengayuhkan tangan namun Zaldi langsung hilang terbawa ombak. Teman-temannya sempat berteriak minta tolong dan akhirnya sejumlah warga banyak datang dan mencari Zaldi yang hilang. Dengan kondisi ombak yang tinggi pencarian akhirnya memakan waktu lama.

Hilangnya Zaldi membuat kedua orang tuanya sangat terpukul. Di lokasi kejadian, Endang, ibu Zaldi, tak bisa berbuat banyak. Endang hanya bisa terduduk di pondok dan sesekali mengucapkan kalimat istigfar. Sejumlah ibu-ibu lainnya yang ada juga turut memberikan rasa prihatin dengan mengelus-elus pundak Endang.

“Zaldi sengaja ya mau ninggalin ibu. Astagfirullah,” ucap Endang sembari mengusap air mata.

Sementara itu, Ijal, ayah Zaldi, turut mencari anaknya dan terduduk di dermaga pantai Sergang. Ijal juga tidak dapat menyimpan kesedihan, air mata tampak mengalir deras di pipinya. Sesekali dia juga mengucapkan kesedihaanya dengan meratap.

Pantauan di lokasi, puluhan masyarakat bersama TNI AL, Polisi dan Pol PP terjun ke laut. Sebagian menebar jaringan, bermaksud agar korban dapat diangkut ke darat. Sementara itu, TNI AL dari Lanal Dabo Singkep turut menyelam mencari korban. Enam kapal diterjunkan mencari korban.

Di lokasi kejadian, Danton Damkar Dabo Singkep Dirgahyu Sentosa, mengatakan telah menerjunkan 14 personil Damkar dalam proses pencarian, “kami akan terus membantu pencarian korban sampai ditemukan,” ujar Sentosa. (wsa)

Anomali Bisnis tanpa Keterangan

0

SAYA ajukan pertanyaan ini kepada beberapa ahli ekonomi: mengapa harga saham di pasar modal naik terus? Padahal, ekonomi riil lagi sulit.

Pertanyaan itu kembali saya ajukan kepada Jenderal (purnawirawan) Luhut Pandjaitan. Yakni saat Menko Kemaritiman itu berkunjung ke rumah saya Senin lalu (17/7). Dia pun heran mengapa pelaku bisnis merasa bisnisnya sulit. Padahal, katanya, makroekonominya baik semua.

Naiknya harga saham di tengah lesunya dunia bisnis tidak mudah dijawab. Tiga ahli ekonomi yang saya tanya tentang itu tidak ada yang bisa menjawab seketika. Perlu waktu dua hari untuk menuliskan jawaban.

”Kami harus diskusikan dulu, Pak Dahlan,” jawab seorang guru besar terkemuka saat saya ”menagih” jawabannya. Padahal, biasanya untuk pertanyaan apa pun, respons beliau cepat sekali. Intinya, sulit mencari jawaban terjadinya anomali itu.

Ahli satunya lagi akhirnya menjawab dengan perkiraan. Tidak pasti. Perkiraan itu pun kelihatannya juga sudah didiskusikan selama tiga hari bersama teman-temannya sesama ahli.

Mungkin, katanya, investor percaya bahwa masa depan ekonomi Indonesia tetap cerah. Mungkin karena peringkat Indonesia sudah kembali naik ke investment grade. Mungkin karena dunia percaya pada disiplin pengelolaan APBN kita. Mungkin karena neraca perdagangan surplus. Mungkin karena cadangan devisa naik. Mungkin karena tax amnesty dianggap sukses besar. Mungkin karena berita-berita pembangunan infrastruktur sangat kencang. Inflasi terkendali.

Jawaban spontan Pak Luhut justru berupa pertanyaan balik: mengapa para pelaku bisnis merasa tidak baik? ”Padahal, makroekonominya bagus semua lho,” katanya. Pak Luhut lantas menjelaskan keberhasilan bidang makroekonomi tersebut.

Salah seorang tim ahli yang hari itu ikut dalam rombongan Pak Luhut urun rembuk. Tim ahli itu semuanya anak-anak muda. Lulusan berbagai universitas terkemuka. Di dalam maupun luar negeri. ”Anomali itu lagi kami pelajari,” katanya. Misalnya, apakah ada perpindahan sektor bisnis? Sektor-sektor lama seret, tapi ada sektor-sektor baru yang tumbuh. Bisnis Telkomsel, katanya, tahun ini meningkat.

Pak Luhut juga memberikan harapan baru. Industri nikel di Sulawesi Tenggara sudah bisa menjadi penggerak baru ekonomi. Beliau menyebut pengolahan nikel di Morowali dan Konawe. Skalanya raksasa. Mulai pelabuhan besarnya, kawasan industrinya, sampai lapangan terbangnya. Semuanya baru jadi atau sedang dalam penyelesaian.

Saya bisa membayangkan besarnya pengaruh proyek tersebut. Saya tahu sendiri. Di akhir masa jabatan sebagai menteri BUMN, saya sempat pergi ke Konawe. Pabrik raksasa itu saat itu sudah terlihat gigantik. Hampir jadi.

Bandara Morowali akan mengubah peta wilayah itu. Seperti berubahnya kawasan timur Sulawesi lainnya, Luwuk. Setelah di situ ada proyek besar LNG, pelabuhan besar yang istimewa dalamnya (16 meter) dan bandara baru. Perkiraan saya berikutnya akan segera ada usulan provinsi baru: Sulawesi Timur.

Anomali makro-mikro itu memang harus segera terjawab. Apa penyebabnya. Dan apa jalan keluarnya. Kalau mikronya terus saja tidak membaik, buntutnya akan menyeret makronya juga.

Bunga bank yang selama ini bisa dipaksa rendah akan membuat bank kesakitan. Penyaluran dana ke sektor mikro akan terhambat. Pengusaha kadang lebih perlu ada penyaluran uang. Biarpun bunga agak tinggi. Daripada bunga rendah, tapi tidak ada uang. (*)

36 Anak Binaan Lembaga Permasyarakat Batam Dapat Remisi

0
Sejumlah anak penghuni Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) saat mengikuti pemberian remis di LPKA Batam, Minggu (23/7). Remisi ini diberikan kepada anak binaan tersebut, dalam rangka memperingati hari anak nasional. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Sebanyak 36 orang anak binaan di lembaga permasyarakat di Kepri mendapatkan remisi 1 hingga 4 bulan, Minggu (23/7). Anak-anak yang mendapatkan remisi ini, dinilai berperilaku baik selama menjalani masa binaan. Kepala Lembaga Pembinaan Khusus Anak Batam Amam Syaifulhaq mengatakan bahwa sebanyak 23 anak yang mendapatkan remisi berada dibawah pengawasannya. Dan selebihnya berada di lembaga permasyarkatan untuk dewasa.

“Langsung bebas itu ada 6. Satu orang disini (LPKA,red) dan lima lainnya di Lapas,” katanya setelah acara pemberian remisi terhadap anak, Minggu (23/7).

Remisi ini diberikan kepada anak binaan tersebut, dalam rangka memperingati hari anak nasional, 23 Juli. Anak yang mendapatkan remisi itu, masuk lembaga permasyarkatan akibat berbagai kasus, mulai dari curanmor, penggeroyokan, asusila, begal, dan pembunuhan.

“Mereka yang diberikan remisi, sudah menjalani 6 bulan masa binaan di LPKA,” tutur Amam.

Ia mengatakan telah memberikan pengetahuan dan skill kepada anak-anak tersebut. Hal ini agar berguna bagi anak binaan LPKA saat bebas. “Kami berikan, pendidikan atau skill lainnya. Biar mereka punya bekal, dan tak berbuat kriminal kembali,” ujarnya.

Bertepatan dengan pemberian remisi ini, Amam mengatakan pihaknya juga akan meresmikan dimulainya paket belajar, serta pelatihan pijat refleksi dan potong rambut.

“Mereka yang berkesempatan mendapatkan ikut paket belajar, bisa mendapatkan ijazah. Agar bisa melanjutkan sekolahnya kembali,” ujarnya.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Anak (LPA) Batam Sri Soedarsono menyambut baik niat dari LPKA. Ia mengatakan pendidikan, pembelajaran etika, skill itu penting bagi anak-anak binaan. “Ini supaya mereka tidak mengulangi hal yang sama,” ujarnya.

Sri mengatakan dirinya memiliki sekolah Kartini. Ia membuka peluang untuk LPKA, bekerjasama dalam mendidik anak binaan tersebut. Permasalahan anak ini, kata Sri tak bisa dituntaskan sendiri. “Harus semua pihak, mari duduk bersama. Agar kita bisa menyelesaikan ini semua,” ucapnya.

Anak Bertindak Kriminal Makin Tinggi

Kepala LPKA Batam Amam Syaifulhaq mengatakan kian hari, makin tinggi anak-anak yang berbuat kriminal di Batam. Dan kejahatan anak-anak tersebut, mulai kerucut ke satu perbuatan kriminal saja.

“Dulu saat saya masuk ke Batam, paling banyak anak yang bermasalah itu akibat asusila, tapi sekarang sudah berubah,” ujarnya.

Ia mengatakan saat ini kejahatan paling banyak dilakukan anak-anak yakni terlibat dalam geng motor, lalu melakukan pembegalan. “Dan kondisinya cukup mengkhwatirkan,” tuturnya.

Anak-anak yang ditangani LPKA Batam pada tahun lalu sekitar 40an orang saja. Tapi kini meningkat menjadi 68 orang. Dan itu masih ada beberapa anak ditangani Lapas umum.

“Hal ini haruslah jadi perhatian semua pihak, bahwa kejahatan dilakukan anak terus bertambah. Pemerintah, kepolisian, masyarakat dan orangtua harus lebih aktiv melakukan proteksi dini,” tuturnya.

Hal yang senada disebutkan oleh Penyuluh  Kementrian Agama, Bima Sakti. Ia mengatakan pengawasan pertama untuk anak, berada di orangtua. Dan orangtua haruslah lebih waspada dengan perilaku anaknya.

“Tapi yang saya lihat, cenderung anak-anak yang bermasalah dengan hukum itu, orangtuanya tak lagi perhatian dengan mereka,” ujarnya.

Sehingga anak ini mencari perhatian di luar, agar bisa diakui oleh kelompoknya. “Andai saja perhatian, kasih sayang yang cukup diberikan. Niscaya tak bakal ada anak yang harus menjalani hukuman penjara,” ungkapnya. (ska)

Anomali Bisnis tanpa Keterangan

0

Saya ajukan pertanyaan ini kepada beberapa ahli ekonomi: mengapa harga saham di pasar modal naik terus? Padahal, ekonomi riil lagi sulit.

Pertanyaan itu kembali saya ajukan kepada Jenderal (purnawirawan) Luhut Pandjaitan. Yakni saat Menko Kemaritiman itu berkunjung ke rumah saya Senin lalu (17/7). Dia pun heran mengapa pelaku bisnis merasa bisnisnya sulit. Padahal, katanya, makroekonominya baik semua.

Naiknya harga saham di tengah lesunya dunia bisnis tidak mudah dijawab. Tiga ahli ekonomi yang saya tanya tentang itu tidak ada yang bisa menjawab seketika. Perlu waktu dua hari untuk menuliskan jawaban.

”Kami harus diskusikan dulu, Pak Dahlan,” jawab seorang guru besar terkemuka saat saya ”menagih” jawabannya.

Padahal, biasanya untuk pertanyaan apa pun, respons beliau cepat sekali. Intinya, sulit mencari jawaban terjadinya anomali itu.

Ahli satunya lagi akhirnya menjawab dengan perkiraan. Tidak pasti. Perkiraan itu pun kelihatannya juga sudah didiskusikan selama tiga hari bersama teman-temannya sesama ahli.

Mungkin, katanya, investor percaya bahwa masa depan ekonomi Indonesia tetap cerah. Mungkin karena peringkat Indonesia sudah kembali naik ke investment grade. Mungkin karena dunia percaya pada disiplin pengelolaan APBN kita. Mungkin karena neraca perdagangan surplus. Mungkin karena cadangan devisa naik. Mungkin karena tax amnesty dianggap sukses besar. Mungkin karena berita-berita pembangunan infrastruktur sangat kencang. Inflasi terkendali.

Jawaban spontan Pak Luhut justru berupa pertanyaan balik: mengapa para pelaku bisnis merasa tidak baik?

”Padahal, makroekonominya bagus semua lho,” katanya.

Pak Luhut lantas menjelaskan keberhasilan bidang makroekonomi tersebut.

Salah seorang tim ahli yang hari itu ikut dalam rombongan Pak Luhut urun rembuk. Tim ahli itu semuanya anak-anak muda. Lulusan berbagai universitas terkemuka. Di dalam maupun luar negeri.

”Anomali itu lagi kami pelajari,” katanya.

Misalnya, apakah ada perpindahan sektor bisnis? Sektor-sektor lama seret, tapi ada sektor-sektor baru yang tumbuh. Bisnis Telkomsel, katanya, tahun ini meningkat.

Pak Luhut juga memberikan harapan baru. Industri nikel di Sulawesi Tenggara sudah bisa menjadi penggerak baru ekonomi. Beliau menyebut pengolahan nikel di Morowali dan Konawe. Skalanya raksasa. Mulai pelabuhan besarnya, kawasan industrinya, sampai lapangan terbangnya. Semuanya baru jadi atau sedang dalam penyelesaian.

Saya bisa membayangkan besarnya pengaruh proyek tersebut. Saya tahu sendiri. Di akhir masa jabatan sebagai menteri BUMN, saya sempat pergi ke Konawe. Pabrik raksasa itu saat itu sudah terlihat gigantik. Hampir jadi.

Bandara Morowali akan mengubah peta wilayah itu. Seperti berubahnya kawasan timur Sulawesi lainnya, Luwuk. Setelah di situ ada proyek besar LNG, pelabuhan besar yang istimewa dalamnya (16 meter) dan bandara baru. Perkiraan saya berikutnya akan segera ada usulan provinsi baru: Sulawesi Timur.

Anomali makro-mikro itu memang harus segera terjawab. Apa penyebabnya. Dan apa jalan keluarnya. Kalau mikronya terus saja tidak membaik, buntutnya akan menyeret makronya juga.

Bunga bank yang selama ini bisa dipaksa rendah akan membuat bank kesakitan. Penyaluran dana ke sektor mikro akan terhambat. Pengusaha kadang lebih perlu ada penyaluran uang. Biarpun bunga agak tinggi. Daripada bunga rendah, tapi tidak ada uang.

(Oleh Dahlan Iskan )

Dua Negara ikuti Lomba Dragon Boat di Festival Cisadane 2017

0

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Banten kembali menggelar Festival Cisadane 2017. Agenda ini digelar ‪22 – 29 Juli 2017‬ di Bantaran Sungai Cisadane.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, banyak hal baru dalam festival sungai terbesar di Provinsi Banten itu. Salah satunya bisa dilihat dari peserta Asal Singapura dan Australia.

“Pesertanya berasal dari  nasional ataupun internasional. Dua tim dari Singapura dan Australia sudah memastikan diri akan tampil, ujar Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah, di Tangerang, Minggu (23/7).

Festival yang berlangsung selama satu minggu itu, menampilkan persembahan parade budaya, baik tradisional maupun modern. Ada atraksi sekaligus cosplay, komunitas drone dan marching band di Jalan Benteng Jaya. Di tengah sungai, terdapat parade 50 lebih perahu yang mewakili satuan kerja perangkat dinas di Kota Tangerang.

“Tema Festival Cisadane tahun ini adalah dari Tangerang untuk Indonesia. Kami ingin menunjukkan, bahwa Sungai Cisadane adalah sumber kehidupan masyarakat Tangerang,” ungkap Arief.

Salah satu perbedaan dari festival sebelumnya selain panggung terapung, sambung Arief, Pemkot Tangerang juga menyiapkan sesuatu yang baru menampilkan aneka ciri khas kebudayaan dari berbagai daerah di Kawasan Banten. Sebut saja Cilegon mendatangkan Cilegon Etnic Carinival (CEC Kota Cilegon) sementara Kabupaten Tangerang menghadirkan Perkusi Bambu. Kabupaten Pandeglang menampilkan Tari Kariyaan Rumpak Jami.

“Salah satu yang terbaru adalah panggung terapung di tengah sungai Cisadane. Sebagian kegiatan pembukaan festival dilakukan di atas panggung berukuran 11 x 8 meter yang terletak di area Cisadane Walk, Benteng Jaya, Kecamatan Tangerang,” ujarnya.

Kemeriahan Festival Ciasadane 2017 akan menampilkan aneka ciri khas dari berbagai daerah di Kawasan Banten. Terutama dari sisi kebudayaan,Cilegon mendatangkan Cilegon Etnic Carinival (CEC Kota Cilegon) sementara Kabupaten Tangerang menghadirkan Perkusi Bambu. Kabupaten Pandeglang menampilkan Tari Kariyaan Rumpak Jami.

Tidak hanya itu, lanjut Arief, penggemar tari-tarian bisa memuaskan hasratnya dengan menyaksikan Lomba Tari Cisadane Idol di panggung utama Festival Cisadane 2017. Sementara pada hari ke empat, Selasa (‪25/7‬), kegiatan  Peduli Sungai Cisadane akan dilakukan Pramuka. Sedangkan malam harinya, pertunjukan Lenong Betawi akan menghibur warga yang menyukai seni tradisional tersebut.

Pada Festival Cisadane tahun ini, Pemkot Tangerang menggandeng pengusaha hotel dan restoran untuk menyosialisasikan Festival Cisadane kepada tamu yang sedang menginap. “Ini kami lakukan agar Festival Cisadane dapat dikunjung lebih banyak orang. Ada 54 hotel di Kota Tangerang dengan jumlah tamu sebanyak 500 ribu orang per tahun, target festival untuk tahun ini mencapai 50 ribu pengunjung” katanya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi penyelenggaraan Festival Cisadane 2017. Sungai Cisadane yang berada di Provinsi Banten menjadi destinasi wisata unggulan selain Seba Baduy, Banten Lama dan lain sebagainya.

“Selamat bertanding, selamat menyaksikan alkulturasi  budaya di Tangerang, budaya itu semakin dilestarikan semakin mensejahterakan,” kata Menteri Arief yang juga menjelaskan bahwa komunitas netizen sudah ikut mempromosikan event ini melalui hastag #PesonaCisadane. Hastag itu trending topic cukup lama, 23 Juli 2017.. (*)

Play sound