Jumat, 15 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13308

Kepala Biro SDM Polda Kepri Diganti

0

batampos.co.id – Kepala Biro (Karo) Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Kepri Kombes Pol Rakhmad Setyadi dimutasikan ke Mabes Polri sebagai Kabaggassus Robinkar SSDM. Mutasi ini berdasarkan telegram kapolri bernomor ST/1768/VII/2017 bertanggal 20 Juli.

Posisi yang ditinggalkan oleh Rakhmad akan digantikan oleh Kombes Pol Bariza Sulfi yang dulunya sebagai assesor utama Bagpenkompeten Robinkar SSDM Polri.

“Mutasi ini dalam rangka pembinaan karier dan kebutuhan organisasi,” kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga, siang tadi (21/7/2017).

Ia mengatakan mutasi yang dilakukan Kapolri mengandung makna penting dan strategis dalam memelihara dinamika. Serta meningkatkan kualitas kerja. Selain itu, mutasi merupakan proses regenerasi kepemimpinan dan promosi bagi personil yang bersangkutan. Mutasi juga wujud penghargaan yang diberikan organisasi kepada personel Polri yang dinilai telah mampu melaksanakan tugasnya dengan baik.

“Dengan adanya mutasi jabatan maka kontiunitas terhadap pelaksanaan program kerja yang telah dirumuskan, dapat berjalan efektif,” ujar Sam.

Pergantian atau mutasi ini momentum sangat diperlukan untuk pendewasaan. Agar senantiasa selaras dengan perkembangan masyarakat. Oleh karena itu, pelaksanaan mutasi suatu upaya institusi Polri dalam meningkatkan produktivitas dan kinerja kesatuannya.

Dalam telegram Kapolri itu, tak hanya Kombes Pol Rakhmad Setyadi saja yang dimutasikan.Tapi terdapat 51 personel polisi yang terdiri dari perwira menengah dan perwira tinggi. (ska)

Walah…Gelper E-Zone Digerebek, Tapi Gelper Lain Tetap Beroperasi

0

batampos.co.id – Polda Kepri mengamankan 9 orang di  gelanggang permainan elektronik (gelper) E-Zone yang beroperasi di lantai 2 Mitra Mall, Batuaji sejak Sabtu (15/7/2017). Disisi lain, masih banyak gelper yang beroperasi khususnya di kawasan Nagoya dan Jodoh tapi tak tersentuh petugas.

“Gelpernya ada di Mitra Mall, lantai II,” kata Direktur Ditreskrimum Polda Kepri Kombes Pol Lutfi Martadian, siang tadi (21/7/2017).

Lutfi mengatakan sembilan orang yang diamankan tersebut, memiliki peranan yang berbeda-beda yakni Apin diamankan selaku penanggung jawab, Indra Purnama sebagai wasit, Akbar Udin juga selaku wasit, Rapid sebagai penukar hadiah rokok, Ahmad Kartolo sebagai penjaga penukaran hadiah bagi yang menang. Selain itu juga diamankan dua orang kasir yakni Nike Adi Putri dan Cornelia Wati.

“Selain itu Agnes Novita selaku Asisten Manager dan Budi Irawan selaku pemain,” ujarnya Lutfi.

Selain sembilan orang ini, Lutfi juga mengatakan pihaknya mengamankan beberapa barang bukti yakni uang sebesar Rp 17.416.000, mesin gelper ikan tembak dan enak unit ponsel. “Kami juga mengamankan rokok enam bal. Uang yang kami sita itu, didapat dari tangan Rahmat Kartolo,” tuturnya.

Saat ini 9 orang yang diamankan tersebut, masih menjalani pemeriksaan di Subdit III Ditreskrimum Polda Kepri. Untuk modus yang digunakan oleh para pelaku, Lutfi mengatakan penukaran uang dengan cara menukarkan rokok.

“Kami masih melakukan pengembangan penyelidikan terkait kasus ini,” ucapnya. (ska)

Bisa Bayar Pajak PBB di Berbagai Tempat, Cek Lokasinya di Sini

0

batampos.co.id – Warga Batam tak perlu ke bank untuk bayar Pajak Bumi dan Bangunan. Ada di berbagai titik kok…

BPD Desak Kades Penaga Dinonaktifkan

0
Salah satu proyek pos jaga yang menelan anggaran sekitar Rp 27 juta yang belum selesai. F.Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Badan Permusyawaratan Desa (BPD), ketua RT dan RW di Desa Penaga Kecamatan Teluk Bintan sepakat mengumpulkan tanda tangan mendesak Kades Penaga, Hamdan dinonaktifkan. Aksi ini dilakukan saat rapat BPD bersama ketua RT dan RW di Desa Penaga, Rabu (20/7) malam.

Pemicunya karena perangkat desa, BPD, ketua RT dan RW di Desa Penaga belum menerima gaji selama 7 bulan akibat kades belum menyelesaikan surat pertanggungjawaban (spj) penggunaan anggaran dana desa Penaga pada tahun 2016.
Seorang Ketua RT kepada Batam Pos saat ditemui di rumahnya di Desa Penaga, membenarkan, adanya rapat meminta penonaktifan kades. Malam itu, rapat dihadiri ketua dan anggota BPD, ketua RW dan RT.

“Satu orang RT saja dari 9 RT di sini yang tidak datang lantaran RT-nya ibu-ibu,” katanya.

Selain meminta kades dinonaktifkan, ia menyebutkan, Jumat (20/7) hari ini, pihaknya mengundang kades hadir di rapat yang akan diadakan di balai Desa Penaga. Bila kades hadir di rapat itu maka BPD dan ketua RT dan RW akan memberikan waktu selama seminggu agar kades menyelesaikan SPJ.

“Kalau Pak Kades tak datang, kami akan membawa surat yang sudah ditandatangani bersama ke Kantor Bupati,” katanya.

Ia menyebutkan, gara-gara SPJ belum selesai, bukan hanya gaji BPD dan ketua RT dan RW yang belum cair. Tapi hak kaur desa yang jumlahnya 7 orang juga belum dibayar.

“Gaji seorang kaur desa berkisar Rp 1,6 juta hingga Rp 1,8 juta,” sebutnya.

Ia menambahkan, banyak sekali persoalan di Desa Penaga. Belum selesainya SPJ, karena banyak proyek di tahun 2016 yang mangkrak. Antara lain pembangunan pos jaga yang dianggarkan sekitar Rp 27 juta yang belum beratap. Kemudian pembangunan pagar kantor desa yang belum rampung. Belum lagi batu miring penghantam ombak yang dianggarkan sekitar Rp 40 juta pun terlantar. “Karena banyak persoalan desa tak selesai, informasinya Pak Kades dipanggil Jaksa,” katanya.

Kiman anggota BPD Penaga membenarkan rapat tersebut. Ia mengatakan, BPD akan memanggil Kades Penaga, Jumat ini untuk menjelaskan persoalan SPJ yang belum diselesaikan.

Camat Teluk Bintan Asun Ani mengatakan, pihak BPD telah menghubunginya perihal mengundang kades dalam rapat yang akan diadakan Jumat (21/7) hari ini. (cr21)

Batam Masih Kurang Pendonor Muda

0
foto: cecep mulyana / batampos

batampos.co.id – Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (PMI) Batam menyatakan stok darah di Batam untuk sebulan ke depan masih tercukupi. Sayangnya, pendonor darah muda di Batam tercatat hanya empat persen saja.

Seseorang dikatakan boleh mendonorkan darahnya setelah berusia 17 tahun. Artinya, kesadaran pendonor usia sekolah masih sangat kurang.

“Untuk usia 17-18 tahun hanya satu persen, dan 18-24 tahun ada tiga persen,” kata Dokter Unit Transfusi Darah PMI Batam, dr Minarni Eka Dewi, Kamis (20/7).

Sementara itu, pendonor usia produktif usia 25-44 tahun memegang peringkat pertama dengan persentase 50 persen. Dilanjutkan dengan pendonor usia 45-59 tahun sebanyak 26 persen. Sisanya di atas 60 tahun sebanyak satu persen.

Padahal, menurutnya semakin muda usia seseorang, maka semakin panjang rentan waktu mendonorkan darahnya. PMI Batam sendiri terus berupaya mencari pendonor muda melalui Palang Merah Remaja (PMR) di sekolah-sekolah yang ada di Batam.

Dia mengatakan sebenarnya remaja di Batam memiliki antusias yang cukup tinggi, namun terhadang kondisi pendonor itu sendiri.

“Mulai dari kadar Hemoglobin (Hb) yang tidak memenuhi syarat dan rasa takut terhadap jarum suntik jadi penyebabnya juga,” ujarnya.

Eka menerangkan donor darah sendiri selain baik bagi kesehatan, secara tidak langsung juga menjadi salah satu cara mengetahui apakah seseorang itu sakit atau tidak.

“Donor darah bisa dibilang adalah pemeriksaan gratis yang bisa dinikmati pendonor, karena setiap darah akan melalui pemeriksaan penyakit seperti, HIV, sifilis, Hepatitis B dan C,” terangnya.

Terlepas dari hal tersebut, PMI Batam terus berupaya menginformasikan manfaat donor darah dan kepalangmerahan kepada para remaja.

Batam sendiri setiap bulannya rata-rata memerlukan 1.500 kantong darah. Kebanyakan stok ini berasal dari pendonor sukarela yang tiap tiga bulan rutin mendonorkan darahnya.

“Saat bulan puasa lalu, jumlah pendonor sukarela turun, sehingga untuk mengantisipasi kebutuhan darah tersebut, kami menyarankan keluarga pasien untuk mencari donor pengganti,” paparnya.

Kekurangan darah yang biasanya terjadi, bukanlah pada jumlah kantong darah secara menyeluruh. Dalam satu kantong darah tersebut punya tiga komponen berbeda, yakni sel darah merah, plasma dan trombosit.

Sel darah merah mampu bertahan hingga satu bulan ke depan. Untuk plasma darah mampu bertahan hingga berbulan-bulan.

“Nah, untuk trombosit inilah yang biasanya dikatakan kurang, karena daya tahannya yang hanya 4-5 hari saja,” jelasnya. (cr18)

70 Persen Visa Calon Jamaah Haji Sudah Selesai

0
Jutaan umat Islam dari berbagai negara tawaf di masjidil Haram, Makkah. Foto: Amr Abdallah Dalsh/reuters

batampos.co.id – Sebanyak 885 visa calon jamaah haji asal Kepulauan Riau (Kepri) selesai diproses. Hal ini dikatakan Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kepri, Subadi, Kamis (20/7). Tahun ini Kepri memberangkatkan sedikitnya 1.286 jamaah calon haji menuju Makkah, Arab Saudi.

“Alhamdulillah, dari total keseluruhan yang sudah selesai mencapai 70 persen,” kata Subadi, Kamis (20/7).

Dia menjelaskan semua visa yang selesai diproses merupakan kepunyaan jamaah calon haji yang tergabung dalam kloter satu dan kloter 19, sedangkan untuk kloter terakhir atau kloter 27 belum selesai diproses.

“Kloter 19 masih ada empat visa lagi yang belum siap. Tahun ini penerbitan visa dilakukan berdasarkan urutan kloter, jadi yang kloter 27 masih menunggu dulu,” terangnya.

Mengenai kesiapan PPPIH Kepri menyambut kedatangan jamaah calon haji tahun ini, Subadi mengatakan persiapan sudah 95 persen berjalan, termasuk mempersiapkan asrama haji untuk calon jamaah menginap sebelum diberangkatkan.

“Beberapa perbaikan asrama haji sudah selesai dilaksanakan, setiap ruangan kamar juga telah dipasangi pendingin ruangan, agar jamaah merasa nyaman selama berada di asrama,” terangnya.

Tahun ini, selain Kepri ada empat provinsi lagi yang akan bergabung di embarkasi Batam yaitu, Provinsi Riau sebanyak 5.030 jamaah, Jambi 2.900 jamaah, Kalimantan Barat 2.510 jamaah, dan Palembang sebanyak 90 jamaah, ditambah 135 petugas haji dari empat provinsi tersebut.

“Total keseluruhan terdapat 12.030 jamaah embarkasi Batam yang akan berangkat nanti,” sebutnya.

Untuk waktu keberangkatan jamaah calon haji, Subadi menyebutkan jamaah kloter pertama akan berangkat, Selasa (1/8) mendatang, dan mulai masuk ke asrama satu hari sebelumnya. Jamaah akan diberangkatkan menggunakan maskapai penerbangan Arab Saudi Airlines menuju kota Makkah, Arab Saudi.

“kloter pertama sebanyak 450 jamaah yang akan berangkat, Natuna 72 jamaah, Lingga 39 jamaah, Bintan 71 jamaah, Anambas 39, Karimun 194 jamaah, dan Batam 35 jamaah,” tutupnya. (cr17)

Pelantar 1,2,3, dan 4 Dipenuhi Sampah

0
Sampah di pelantar 2 Tanjungpinang. foto:rpg

batampos.co.id – Permasalahan sampah sampai saat ini masih menjadi kendala yang tak kunjung bisa terselesaikan. Ini dilihat dari kondisi nyata, masih banyak sampah yang berserakan begitu saja di Kawasan Pelantar 1,2,3, dan 4, Kecamatan Tanjungpinang Barat.

Pantauan Batam Pos di lokasi, beragam jenis sampah rumah tangga tampak menumpuk dan berserak di seputaran Kawasan Pelantar. Sampah yang terkesan dibiarkan begitu saja, juga mengeluarkan aroma busuk yang tak sedap untuk dihirup.

Sunaryo, 37, salah satu pengangkut becak barang di Pelantar 1 ini mengaku sampah yang berserak dan mengotori area pelantar tersebut merupakan sampah yang dibuang sembarangan dari warga sekitar, dan tidak pernah dibersihkan sama sekali hingga bertahun-tahun lamanya.

“Sudah bertahun-tahun sampah itu disitu, gak pernah dibersihkan. Yang buang juga warga sekitar. Biasa lah, sudah dilihatnya banyak sampah, ya ngikut juga dia (warga, red) buang disitu,” jelasnya.

Kondisi ini, tentunya menimbulkan pencemaran lingkungan yang tidak sehat.

“Bau busuk sampah itu sangat mengganggu, dan menyengat untuk dicium,” ungkapnya.

Ia menuturkan masalah sampah ini juga tidak pernah mendapat respon dari pemerintah setempat untuk dilakukan pembersihan.

“Sudah berapa tahun belakangan ini hampir tidak pernah dilakukan pembersihan disini. Cuek-cuek gitu saja. Warganya cuek, apalagi pemerintahnya,” terangnya.

Sunaryo berharap agar pemerintah setempat dan warga diseputaran Kawasan Pelantar tersebut bisa menerapkan pola pembersihan rutin. Paling tidak bisa meminimalisir jumlah sampah yang dibuang setiap harinya, sehingga dapat mencegah pencemaran lingkungan yang terjadi.

“Maunya sih gak usah muluk-muluk. Rajin saja pemerintah sosialisasikan gotong royong bersama dengan warga untuk membersihkannya setiap hari, pasti bagus untuk mengurangi pencemaran lingkungan yang selama ini sudah kotor,” harapannya.

Hal yang sama juga disampaikan Agus, Warga Pelantar 1.

Menurutnya sampah yang berserakan di wilayah tempat dia tinggal tersebut sudah berlangsung lama terjadi, namun tidak pernah dibersihkan sama sekali.

“Sampah itu sudah lama lah pokoknya. Itu pun gak pernah dibersihkan sama sekali,” ujarnya.

Ia mengakui kurangnya kesadaran masyarakat sekitar terhadap pentingnya pola hidup bersih menjadi faktor utama yang menyebabkan lingkungan di Kawasan Pelantar tersebut menjadi kotor dan tidak sehat.

“Kesadaran masyarakat disini masih kurang. Kalau nggak kan gak mungkin mereka buang sampah sembarangan disini. Lagian kalau tidak warga disini siapa lagi yang buang? kan tak mungkin warga luar yang buang kesini,” tegasnya.

Ia juga berharap selain dari kesadaran warga sekitar, seharusnya pemerintah setempat juga peduli untuk melakukan sosialisasi pentingnya kebersihan dan bahayanya pencemaran yang diakibatkan dari lingkungan kotor.

“Kebersihan harus dilakukan sama-sama. Kalau sendiri-sendiri sama saja nol. Ini pemerintahnya saja cuek, konon lagi masyarakatnya,” imbuhnya. (cr20)

Syawal Penyengat Di Meriahkan 12 Perlombaan Dan Pemateri Terkenal

0

batampos.co.id – Kolaborasi Bank Indonesia (BI), Batam Pos Entrepreneur School (BPES), Dinas Pariwisata Provinsi, dan Dinas Pariwisata Kota Tanjungpinang akan menyelenggarakan kegiatan Syawal Penyengat dengan tema “Road to Fesyar Syawal Penyengat Serantau 2017” Sabtu (22/7) hingga Minggu (23/7) nanti di Pulau Penyengat. Kegiatan tersebut akan dimeriahkan dengan 12 perlombaan daerah dari masyarakat Pulau Penyengat.

Dalam kegiatan tersebut akan diselenggarakan kegiatan lomba seni budaya seperti perlombaan baca puisi, pantun, gurindam 12, serta lomba pukul bantal, menangkap itik, lomba dayung sampan, dan lomba becak motor (bentor) hias. Tak hanya itu disiapkan juga lomba barzanji untuk ibu-ibu majelis taklim, dan lomba pangkak gasing.

“Ada sekitar 12 perlombaan yang akan diadakan memeriahkan Syawal Penyengat  Serantau tersebut,” ujar Kepala Bidang adat tradisi nilai budaya dan kesenian Disbudpar Kota Tanjungpinang, Syafaruddin, kemarin.

Syafaruddin mengatakan mengenai kegiatan perlombaan seperti ini sebenarnya sudah yang menjadi agenda yang kedua kalinya diadakan oleh Pemerintahan Kota (Pemko) Tanjungpinang. Dan kegiatan tahun ini sedikit berbeda karena sejalan dengan kegiatan BI, BPES, dan Dispar provinsi yang membuat kegiatan Syawal Penyengat dengan tema “Road to Fesyar Syawal Penyengat Serantau 2017.

“Karena kegiatannya sama maka kami diajak berkolaborasi agar kegiatan ini lebih ramai lagi, dan kami selalu berusaha membuat kegiatan seperti ini menjadi lebih baik dari tahun ke tahun, agar Pulau Penyengat kedepannya bisa berbenah,” katanya.

Selain menyiapkan berbagai perlombaan untuk masyarakat dalam kegiatan Syawal Penyengat, Syafaruddin juga telah menyiapkan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang ada di Pulau Penyengat.

“Mereka dibimbing oleh dinas perindustrian untuk membina UKM, seperti dengan adanya kelompok usaha bersama ibu Kube yang membuat makanan,” jelasnya.

Syafaruddin menyambut baik pengembangan wisata, pengembang UKM yang akan dilakukan BI, BPES, dan Dispar provinsi ini.

“Kami menyambut baik kegiatan ini, dan kami berharap dengan adanya kegiatan masyarakat Pulau Penyengat bisa mendapatkan ilmu, seperti bagaimana cara mengemas, memasarkan produk, dari kegiatan festival nanti,” harapnya.

Ia juga berharap kedepannya dengan adanya kegiatan ini bisa merubah pola fikir masyarakat Pulau Penyengat dalam acara kompetisi dibidang ekonomi.

General Manager BPES, Lisya Anggraini mengatakan untuk pembukaan acara akan diadakan Sabtu (22/7) di Pulau Penyengat dimulai dengan rangkaian acara pertunjukan seni budaya dan kompetisi malay culture carnival, parade pakaian muslim melayu, dan kompetisi  hunting foto. Sedangkan hari Minggu (23/7) nantinya akan ada seminar dari empat narasumber serta bisnis matching. Dalam seminar nanti akan dibahas tentang pengembang ekomoni syariah oleh pemateri ternama.

Sebutnya Riyanto Sofyan yang merupakan pemilik dan pelopor hotel syariah pertama di Indonesia. Ia akan memaparkan tentang pengembang bisnis ekonomi hotel syariah.

“Saya mengetahui tentang Riyanto dari tulisan kaki yang ditulis Jawa Pos, dan saya juga pernah mengikuti seminarnya, strategi pengembang ekonomi syariah dikepalanya sangat luar biasa,” ujar Lisya.

Pemateri selanjutnya Ari Ferianto sebagai konseptor ekomoni syariah dari PT Erwandi Tarmizi Consultant.

“Dulunya dia memimpin bank kovensional dan kini ia pindah bidang konsultan yang memberikan konsep tentang ekonomi syariah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Lisya mengatakan pemateri ketiga dari Konsulat Republik Indonesia Songkhla Thailand, bernama Reno. Nantinya dia akan memaparkan tentang bagaimana Thailand mengembangkan tourimsnya. Karena pendapatan Thailand yang tertinggi datang dari tourims.

“Contohnya Phuket, kunjungan wisman kesana sama dengan kunjungan wisman ke seluruh Indonesia, dan strategi itulah yang akan ia sampaikan,” ucapnya.

Dan pemateri dari BI bernama Irvan Sukarna selaku peneliti ekonomi senior yang akan memaparkan tentang prospek usaha syariah secara nasioanl. Serta peran dari ekonomi syariah secara nasioanl.

“Ia akan banyak berbicara tentang makro bagaimana mengembangkan wisata halal,” tambah Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Riau, Gusti Raizal Eka Putra.

Gusti menambahkan seminar tersebut akan diisi oleh empat pemateri terkenal, yang akan menjelaskan tentang pengembang wisata halal, perekonomian wisata halal, dan perspektif syariah terkait wisata syariah dan perbankan.(cr12)

Helmy : Sabu yang Digelapkan Sebanyak 500 Gram

0
Kapolres Bintan AKBP Febrianto Guntur Sunoto memusnahkan barang bukti sabu yang digelapkan anggota. F.Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Direktur Narkoba Polda Kepri, Kombes Pol Helmy Santika menegaskan, jumlah barang bukti yang digelapkan oleh jajaran Satres Narkoba Polres Bintan sebanyak 500 gram dari total barang bukti sebanyak 16 kilogram.

“Untuk melengkapi jumlah tangkapan awal sebanyak 16 kilogram, sabu yang 500 gram itu ditukar dengan tawas. Bukan 1 kilo atau 2 kilo yang digelapkan. Melainkan 500 gram,” ujar Helmy, Kamis (20/7) siang.

Dijelaskan Helmy, tawas merupakan bahan kimia H2O yang merupakan senyawa dengan air. Jadi, setelah tercampur dengan mayoritas sabu, maka ketika tawas itu dilakukan pengecekan dengan tes laboratorium, akan positif metamfetamin atau sabu.

“Jadi yang dimusnahkan pada saat itu adalah sabu. Walaupun ada tercampur dengan tawas. Sabu yang dicampur dengan tawas sebanyak 500 gram ini lah yang diperiksa secara labor dan dimusnahkan didepan kejaksaan, BPOM bahkan tersangka dan wartawan,” jelasnya.

Dilanjutkan Helmy, untuk penanganan kasus penggelapan barang bukti sebanyak 500 gram ini, ditangani oleh Polda Kepri. Tidak terkecuali mantan Kasat Narkoba Polres Bintan yang berinisial Da, beserta lima orang anggotanya.

“Kita akan memeriksa peran mereka masing-masing. Begitu nanti selesai kita periksa, sesuai dengan kebijakan pimpinan akan dijatuhi tindakan tegas. Tidak ada toleransi,” ujarnya.

Helmy menambahkan, barang bukti sabu seberat 16 kilogram itu merupakan barang bukti dari hasil tangkapan Polres Bintan. Dari 16 kilogram sabu itu, dibagi menjadi 21 paket yang beratnya bervariatif.

“Ada yang beratnya 900 gram, 500 gam, bahkan ada yang satu kilogram. Jadi total keseluruhannya itu 15,9 kilogram, tidak sampai 16 kilogram. Itu adalah barang bukti yang ditangkap Polres Bintan dan ekstasi ada 1000 butir lebih,” jelasnya. (cr1)

Empat Terdakwa Pencuri Ikan Kabur dari Kejari

0
Ratusan nelayan Vietnam yang ditangkap mencari ikan di laut Natuna akan dipulangkan ke negaranya. F. Aulia/Batam Pos.

batampos.co.id – Empat terdakwa kasus ilegal fishing asal Vietnam dikabarkan melarikan diri dari kantor Kejaksaan Negeri Natuna, Kamis (20/7) dini hari.

Keempat terdakwa itu masing masing bernama Nguyen Thanh Hung selaku nahkoda kapal ikan asing BV 0805 TS. Pham Van Hung selaku nahkoda kapal ikan asing BV 5548 TS. Phan Be selaku nahkoda kapal ikan asing BV 5549 TS. Nguyen Van Tien selaku nahkoda kapal ikan asing BV 95221 TS.

“Sampai saat ini kami masih menduga keempat terdakwa itu kabur. Sebab sampai saat ini keempat orang tersebut belum kembali ke kantor kejaksaan,” kata Kajari Natuna Efrianto kepada media, Kamis (20/7).

Dugaan sementara katanya, keempat terdakwa keluar dari kantor Kejaksaan antara pukul 01.00 WiB dan 03.00 WiB. Namun baru diketahui sekitar pukul 05.30 WIB oleh petugas jaga yang melakukan pengecekan.

“Kami sudah koordinasi dengan Lanal dan kepolisian. Kita juga mohon informasi dari masyarakat jika mendapati keempat orang tersebut agar segera melapor kepada kejaksaan maupun pihak berwajib,” sebut Kajari.

Kajari Efrianto menyebutkan, sebelum melarikan diri, petugas keamanan tidak mendapati gelagat mencurigakan terhadap keempat terdakwa.

“Setiap hari mereka rutin belanja untuk keperluan makan minum. Namun kali ini mereka belum kembali ke kantor,” ujarnya.(arn)

Play sound