Kamis, 14 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13309

Baznas Kembali Salurkan Bantuan Pendidikan

0
Ketua dan panitia Baznas Karimun menyerahkan dana umat kepada pelajar kurang mampu di Masjid Baiturahman Teluk Air, Kamis (20/7). F. Tri Haryono/ Batam Pos.

Batampos.co.id – Badan Amil Zakar Nasional (Baznas) kabupaten Karimun mendistribusikan dana umat yang ada di Baznas Karimun untuk periode ke II untuk 554 pelajar yang kurang mampu, kemarin (20/7).

Penerima bantuan pendidikan tersebut, di mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) / Madrasah Ibtidaiah (MI) sebanyak 9 sekolah dengan jumlah penerima ada 139 pelajar.
Kemudian, tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) / Madrasah Tsanawiyah (MTs) 17 sekolah dengan 243 pelajar dan terakhir tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) / Madrasah Aliyah (MA) 12 sekolah dengan penerima ada 172 pelajar.

”Totalnya ada 38 sekolah untuk periode kedua ini, dengan total semuanya mencapai Rp 112.400 Juta. Masing-masing pelajar mendapatkan bantuan pendidikan mulai Rp 150 ribu, Rp 200 ribu dan Rp 250 ribu sesuai tingkatkan sekolah,” jelas Ketua Baznas Karimun H Atan AS, di Masjid Baiturahman Teluk Air.

Lanjutnya, pada tahun ini pihaknya sudah menyalurkan zakat sebesar Rp 820 juta yang terdiri dari periode ke-I pada bulan maret lalu Rp 320 juta dan periode ke II- sebesar Rp 500 juta. Dan dana zakat yang terkumpul ini, selain diberikan kepada masyarakat kurang mampu. Telah disisihkan sebesar 30 persen, untuk dunia pendidikan bagi anak-anak pelajar yang kurang mampu.

”Mudah-mudahan di periode terakhir nanti akan tercapai target yang telah ditetapkan Baznas Provinsi Kepri. Dan saya mengimbau kepada masyarakat yang bekerja agar melakukan zakat profesi kepada Baznas Karimun,” harapnya.

Sementara itu Staf Ahli Bupati Karimun Usman Ahmad berharap kepada para pelajar, agar tidak dilihat dari isi bantuan itu. Namun, bagaimana memanfaatkan bantuan tersebut untuk melengkapi mobiler sekolah seperti beli buku, peralatan sekolah dan sebagainya.

” Paling penting disiplin. Nah, salah satunya bagaimana anak-anak ku disiplin memanfaatkan bantuan pendidikan dari Baznas Karimun,” tuturnya. (tri)

Produk Pangan Jadi Kuliner Khas Bintan

0

 

Bupati Bintan, Apri Sujadi memberikan pengarahan kepada para petani di Bintan, pada saat membuka kegiatan temu usaha peningkatan kemampuan lembaga petani, di Aula Pertemuan kantor Camat Toapaya, kamis 920/7). F. Kominfo Bintan untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Bupati Bintan, Apri Sujadi optimis hasil dari produk pangan olahan para petani Bintan, bisa bersaing hingga menembus pasar Internasional. Hal ini diungkapkannya saat membuka kegiatan temu usaha peningkatan kemampuan lembaga petani, di Aula Pertemuan Kantor Camat Topaya, Kamis (20/7).

Apri menjelaskan produk pangan olahan merupakan kreasi bisnis yang dilakukan para petani untuk semakin memaksimalkan hasil yang didapat. Untuk itulah pelatihan, bimbingan dan dukungan dari berbagai kalangan juga sangat diharapkan untuk dapat meningkatkan segala peluang yang ada.

“Kami memahami segala hambatan yang ada di lapangan. Untuk itu ke depannya kita harapkan dapat sama-sama saling berkoordinasi, agar kuantitas produk yang ada dapat ditingkatkan. Jaminan kualitasnya juga kita pastikan, serta pemasarannya akan kita perluas,” jelasnya.

Menurutnya produk pangan olahan yang ada di Bintan, tentunya tidak kalah saing dengan produk dari luar. “Bintan sendiri sudah pernah mengekspor hasil olahan pangan ke Singapura dan Malaysia, dan ini menjadi bukti dari hasil kemajuan pangan kita yang bisa terus dikembangkan,” terangnya.

Untuk itu, lanjutnya bukan tidak mungkin kalau kedepannya produk pangan yang dihasilkan akan menembus lagi pasar global, meskipun produk yang dihasilkan bukan produk besar.

Dirinya juga mengharapkan agar di kemudian hari produk-produk ini dapat menembus pasar internasional dan menjadi kuliner khas Kabupaten Bintan.

“Kita tidak bermaksud untuk berkhayal, namun kita perlu sama-sama menggenggam harapan, agar produk-produk kita nantinya benar-benar dapat menjangkau konsumen yang lebih luas, bahkan kita bisa ekspor ke negara-negara tetangga,” imbuhnya. (cr20)

Bursa Pilwako Mulai Panas

0
batampos.co.id – Sementara itu, Suparno yang datang mewakili Lis Darmansyah mengatakan untuk menatap Pilwako 2018, sejauh ini pihaknya sudah melakukan komunikasi politik dengan beberapa partai.
Menurut Ketua DPRD Kota Tanjungpinang itu, pihaknya akan
mempelajari apa-apa persyaratan yang disuguhkan oleh
Partai Hanura.
“Meskipun kita bisa maju tanpa berkoalisi, tetapi
komunikasi politik perlu dilakukan. Karena membangun
kekuatan politik perlu berkoalisi,” ujar Suparno.
Kandidat yang langsung sendiri mengambil formulir
pendaftaran adalah politisi Partai Keadilan Sejahtera
(PKS), Iskandarsyah. Menurut Ketua Komisi II DPRD Kepri
tersebut, dirinya mantap untuk menjadi kandidat Walikota
Tanjungpinang, karena ingin membangun Tanjungpinang
menjadi lebih baik lagi.
“Saya menuntut ilmu di Tanjungpinang dan menetap di
Tanjungpinang. Sehingga punya tanggungjawab untuk
membangunan Tanjungpinang,” ujar Iskandarsyah.
Lulusan Universitas Rotherdam, Belanda tersebut
mengatakan, untuk mendapatkan kendraan politik pada Pilkda
nanti, dirinya sudah melakukan komunikasi politik
kesejumlah partai. Seperti Partai Hanura yang dinilainya
punya visi yang sama dengan dirinya.
“Selain Hanura, saya juga sudah berkomunikasi dengan
Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Amanat
Nasional (PAN),” jelas Iskandarsyah.
Sementara itu, Ramon Damora yang aktif sebagai Pimpinan
Redaksi Tanjungpinang Pos dan Ketua PWI Provinsi Kepri
tersebut mengatakan, motivasi dirinya ikut mendaftar
adalah untuk memberikan warna bagi pembangunan
Tanjungpinang.
“Suara rakyat adalah suara tuhan, apa yang menjadi
kekuatan saya adalah semangat. Setelah saya membulatkan
tekad untuk maju, banyak pihak yang mendukung,” ujar
Ramon.
Menurut Ramon, meskipun mata pena jurnalis itu tajam. Akan
tetapi sering tumpul di meja birokrasi. Mimpinya adalah
untuk menembus itu. Diakuinya, sebagai warga negara semua
punya hak berpolitik. Atas dasar itu, ia menggunakan hak
tersebut pada Pilkada Tanjungpinang nanti.
“Saya yakin Hanura memberikan kesempatan yang sama kepada
semua calon. Formulir yang sudah saya ambil ini, akan
segera saya serahkan kembali sebelum batas waktu yang
ditentukan,” tegas Ramon.(jpg)

Kepri Tempat Transit Penyelundupan Narkoba

0
Dirnarkoba Polda Kepri Kombes Helmy Santika (kiri) menunjukan barang bukti narkoba jenis sabu yang akan dimusnakan saat ekpos pemusnahhan narkoba dengan tiga tersangka di Mapolda Kepri, Jumat (12/5). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Wilayah Provinsi Kepri masih menjadi tempat transit favorit masuknya narkoba luar negeri ke Indonesia. Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepri menyebutkan, banyaknya gugusan pulau di Kepri menjadi celah bagi pelaku penyelundupan narkoba.

“Tidak hanya narkoba, bisa trafficking perampokan dan kejahatan lainnya,” ujar Direktur Narkoba Polda Kepri, Kombes Pol Helmy Santika, Kamis (20/7) siang.

Dengan kondisi Kepri yang wilayah terdiri dari 96 persen perairan dan memiliki 2000 lebih pulau, mejadi tantangan sendiri bagi instansi yang berwenang untuk bekerja secara maksimal dalam memberantas penyelundupan narkoba melalui jalur laut.

“Ini menjadi suatu tantangan untuk bekerja secara maksimal bagi kita, khususnya Polair untuk memutus perdaran narkoba,” tuturnya.

Dalam memutus penyelundupan narkoba, Helmy menyampaikan bahwa aparat kepolisian juga bekerjasama dengan instansi perairan laut lainnya untuk mempersempit ruang gerak pelaku penyelundupan narkoba.

“Karena sarana yang kita miliki terbatas, sehingga Polda Kepri menggandeng instansi terkait. Dari kerja sama ini, sudah banyak yang berhasil kita ungkap,” katanya.

Mantan Kapolresta Barelang ini menjelaskan, tingginya angka peredaran narkoba sejauh ini berbanding lurus dengan pengungkapan. Artinya, semakin banyak pengungkapan yang dilakukan oleh aparat, akan dinilai semakin tinggi peredaran narkoba.

“Kita akan terus melaksanakan tugas untuk memutus jaringan ini. Selama ini, kita menangkap pengedarnya. Jika pengedarnya diputus, maka masyarakat yang menjadi korban akan bisa berkurang,” jelasnya.

Sementara itu, sejauh ini Helmy belum menemukan adanya indikasi peredaran narkoba di kalangan pelajar. Meskipun belum ada indikasi yang mengarah ke sana, jajaran Dit Narkoba Polda Kepri tetap akan melakukan pendalaman.

“Masalah ini harus tetap menjadi perhatian pihak sekolah, guru dan keluarga untuk mengawasi. Sementara, jajaran kami tetap melakukan pendalaman. Karena informasinya sudah banyak, baik itu narkoba dalam bentik permen maupun kertas,” imbuhnya.

Helmy menambahkan, angka pengangguran juga menjadi penyumbang tertinggi angka peredaran narkoba. Pasalnya, bisnis narkoba dikategorikan menjadi bisnis yang menjanjikan kepada masyarakat yang ingin cepat menjadi kaya.

“Di negara luar sana, satu kilogram sabu itu seharga Rp. 100 juta. Sedangkan di Indonesia, satu gram sabu itu seharga Rp. 1,4 juta. Jadi, satu kilo dikali dengan Rp. 1,4 juta bisa menjadi Rp. 1,4 miliar. Bisnis ini sangat menjanjikan bagi mereka yang ingin cepat kaya,” imbuhnya. (cr1)

Pergub Pungutan Jangkar dan Air Harus Digesa

0
batampos.co.id – Defisit keuangan daerah masih kemungkinan besar terjadi tahun ini. Tidak ada cara lebih baik menangkal defisit kecuali menggaet lebih banyak pendapatan.
Untuk itu Gubernur Kepri, Nurdin Basirun diminta mulai berpikir serius perihal ini. Pasalnya, masih ada banyak potensi sumber daya yang bisa jadi pendulang Pendapatan Asli Daerah (PAD) buat Kepri.
“Masih ada banyak potensi yang bisa digarap. Mulai dari kelautan, kehutanan, sampai pertambangan,” kata Angggota DPRD Kepri, Onward Siahaan, kemarin.
Di bidang kelautan, misalnya. Onward menyebutkan potensi raupan pendapatan dari sektor labuh jangkar saja mencapai Rp 60 miliar. Sayangnya, Gubernur Nurdin belum bergerak cepat. Sebagaimana diketahui bersama, untuk mencairkan dana yang masih mengendap dan tidak lagi menjadi jatah Badan Pengusahaan Batam itu, perlu landasan hukum berupa peraturan gubernur.
“Nah di sinilah Pemprov Kepri agak terlambat menerbitkan pergubnya. Baik itu pemungutan retribusi labuh jangkar dan air permukaan,” kata politisi dari Partai Demokrat ini.
Seharusnya, sambung Onward, ada upaya sungguh-sungguh dari Pemprov Kepri untuk memanfaatkan sektor ini. Di lain sisi, masih cukup banyak pula aset dan potensi daerah yang belum dimaksimalkan. “Padahal ini akan sangat membantu keuangan daerah seandainya defisit kembali terjadi tahun ini,” ujar Onward.
Terpisah, Asep Nurdin, Anggota DPRD Kepri lainnya juga mengingatkan Pemprov Kepri untuk lebih gencar meraup PAD tahun ini. Utamanya, kata Asep, yang menyangkut pajak dan retribusi daerah. Mulai dari pengawasan kepatuhan pajak hingga merumuskan aturan mengikat bagi wajib pajak yang nakal. “Karena itu penting koordinasi lintas instansi terkait,” ujarnya. (aya)

Tujuh Kandidat Walikota Merapat ke Hanura

0
batampos.co.id – Tujuh kandidat Walikota Tanjungpinang
priode 2018-2023 merapat ke Partai Hati Nurani (Hanura)
Tanjungpinang untuk mendapatkan dukungan bertarung pada
Pilkada Tanjungpinang mendatang. Bukan hanya politikus
yang berlomba, Jurnalis juga bertaruh nasib untuk
mengikuti pesta demokrasi itu nanti.
Ketua Partai Hanura Tanjungpinang, Rona Andaka mengatakan
untuk sementara ini, pihaknya sudah menyerahkan tujuh
berkas calon walikota kepada sejumlah nama. Figur yang
pertama kali mengambil formulir adalah atas nama Andi Cori
Fatahuddin. Sedangkan Basyaruddin Idris memilih posisi
sebagai Wakil Walikota.
Berikutnya adalah Ali Hafis, Andi Anhar Chalid (Staf
Khusus Gubernur Kepri). Nama beken lainnya yang juga sudah
mengambil formulis pendaftaran adalah kandidat petahana,
Lis Darmansyah yang diwaliki oleh Ketua PDI Perjuangan
Kota Tanjungpinang, Suparno.
Masih kata Rona, Ketua DPD Golkar Tanjungpinang, Ade Angga
juga sudah mengirim utusan untuk mengambil formulir.
Adapun nama yang membuat kejutan adalah seorang Jurnalis,
Ramon Damora yang dikenal sebagai Ketua Persatuan Wartawan
Indonesia (PWI) Kepri juga ikut mendeklarasikan diri untuk
maju.
“Sore ini (kemarin,red) rencananya Wakil Walikota
Tanjungpinang, Syahrul juga akan mengambil formulir,”
jelas Rona.
Menurut Rona, figur yang menjadi peserta untuk mendapatkan
dukungan dari Partai Hanura adalah mereka yang
mengembalikan formulir. Dijelaskannya, apabila sudah
mengisi dan menyerahkan kembali formulir tersebut, baru
dikatakan sebagai peserta.
“Kita memberikan waktu selama 9 hari bagi masing-masing
kandidat untuk mengembalikan atau tidak formulir yang
sudah mereka ambil. Yakni terhitung mulai besok (hari
ini,red) sampai 31 Juli mendatang,” jelasnya lagi.
Ditambahkan Rona, masih ada beberapa mekanisme partai yang
harus dilalui masing-masing kandidat. Karena tidak semua
calon tentunya yang akan mendapat dukungan. Meskipun
demikian, Partai Hanura tetap memberikan kesempatan dan
peluang yang sama bagi mereka yang sudah mendaftar.
“Kandidat yang akan kita usung adalah yang terbaik
diantara yang baik. Semoga Hanura bisa memberikan warna
pada Pilkada Tanjungpinang nanti,” tutup Rona. (jpg)

Pengacara Gubernur Tolak Mediasi

0
M Asrun. F. Jailani/Batam Pos.

batampos.co.id – Pengacara Gubernur Kepri, Muhammad

Asrun menolak untuk melakukan mediasi dengan Organisasi
Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (Pekat IB) di
Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Kamis (20/7). Karena lebih baik, langsung ke pokok perkara yang digugat.
“Saya melihat, tidak ada faedahnya untuk melakukan mediasi
lagi. Karena itu akan membuang energi, apalagi tuntutan
gugatan yang mereka (Pekat IB,red) layangkan sudah
diproses oleh DPRD Kepri,” ujar M. Asrun menjawab
pertanyaan Batam Pos, kemarin di Tanjungpinang.
Menurutnya, karena materi perkara sudah dikerjakan oleh
DPRD Kepri. Sehingga secara tidak langsung objek persoalan
yang disengketakan sudah terpenuhi. Masih kata Nasrun,
surat penolakan untuk melakukan mediasi tersebut sudah
dilayangkan ke Hakim Mediator, Marolop Simamora.
“Tentu akan lebih baik, apabila kita langsung ke pokok
perkaranya. Karena sudah beberapa kali dijadwalkan sidang,
tetapi belum ada progresnya,” papar advokat dari Ibu Kota
Jakarta tersebut.
Pria yang pernah merintis karir sebagai jurnalis tersebut
menyarankan, pihak tergugat melayangkan gugatan tambahan.
Karena Gubenur yang menjadi sasaran tidak punya kapasitas
untuk memproses pemilihan Wagub Kepri. Dijelaskannya lagi,
posisi Gubernur hanya sebagai fasilitator antar Partai
Politik Pengusung Sanur dengan DPRD.
“Apa yang menjadi kesepakatan parpol pengusung Sanur, itu
yang diteruskan ke DPRD. Sehingga ia tidak punya
kewenangan untuk melakukan intervensi. Kecuali, ketika
kapasitasnya adalah sebagai Ketua Partai NasDem Kepri,”
jelas Asrun.
Pria yang mengaku sudah 10 tahun menjadi pengacara
Gubernur Nurdin tersebut memaparkan. Tidak ada diatur
mengenai sanksi,  baik itu sanksi hukum maupun politik
apabila Gubernur tidak memiliki Wakil Gubernur. Meskipun
demikian katanya, Gubernur Nurdin tetap berkeinginan punya
Wakil Gubernur.
“Untuk tahun ini dalam pengamatan saya, Kepri masih belum
memiliki Wagub. Karena prosesnya masih panjang, apalagi
kandidat belum melengkapi syarat yang dibutuhkan,” tutup
Asrun.(jpg)

Perda Pendaftaran Siswa Baru Digesa

0
batampos.co.id – Peralihan wewenang pendidikan
menengah atas ke Provinsi Kepri membuat tahap demi tahap
harus ada regulasi yang lebih konkret. Atas dasar itu, DPRD Kepri berinisiatif menyusun perda tentang pendaftaran siswa
baru.
“Kami sudah memprediksi sejak awal peralihan mengenai
pendaftaran siswa baru yang selalu saja ada polemik. Maka
itu produk perda inisiatif ini kami gesa di masa sidang
ketiga,” tutur Ketua Badan Pembentukan Perda (Bapemperda)
DPRD Kepri, Alex Guspeneldi, kemarin.
Persoalan-persoalan yang selalu terjadi saat penerimaan
siswa baru setiap tahunnya, diduga legislatif karena
regulasi tak cukup. Sehingga ranperda inisiatif ini diharapkan dapat melengkapi regulasi pendaftaran siswa baru.
“Maka itu kami gesa dimasa sidang ketiga, supaya menjadi payung hukum bagi penyelenggara pendidikan,” sambung Alex.
Alex menambahkan, ranperda diprioritaskan dimasa sidang
ketiga sehingga dapat diberlakukan pada 2018 mendatang.
“Yang penting SDM yang harus dipersiapkan. Kami siap
bekerja, pemprov tinggal menyediakan SDM yang kapabel,
karena mereka eksekutor,” tutup Alex. (aya)
 

Berkenalan dengan Ocha, Si Pengungkap Usaha Penyelundupan Sabu Seberat 1 Ton

0

Adalah Ajun Komisaris Polisi (AKP) Rosana Albertina Laborbar atau yang akrab disapa dengan Ocha yang menjadi ujung tombak pengungkapan penyelundupan 1 ton narkoba jenis sabu dari jaringan internasional asal Taiwan di Pantai Anyer, Banten.

Sekilas, jika dilihat dari wajah dan penampilannya, ibu muda satu anak kelahiran 19 Oktober 1986 itu tampak tenang dan pendiam. Ternyata, setelah mengenal lebih jauh, perempuan bertubuh mungil itu adalah sosok yang berani, tak takut pada apapun. Hal itu dibuktikannya saat berada di posisi paling depan saat meringkus jaringan narkoba internasional asal Taiwan itu.

’’Biasa saja, kalau berhadapan dengan orang, tak ada yang saya takutkan. Sejak kecil saya berani terhadap apapun termasuk itu (binatang seperti kecoa, dan lainnya). Malah saya lebih takut setan, enggak lucu kan kalau saya tiba-tiba lari karena suasana saat penangkapan itu gelap,’’ katanya lantas tertawa saat berbincang dengan JawaPos.com di Mapolresta Depok.

Ocha adalah polisi perempuan kelahiran kota Ambon, Maluku. Sejak kecil, prestasi Ocha sudah gemilang. Ocha selalu meraih juara kelas, tak boleh terpental dari ranking empat besar oleh orang tuanya. Tak hanya prestasi akademik, Ocha juga meraih prestasi di bidang seni.

Saat SD, Ocha meraih juara tiga tingkat nasional dalam lomba mata pelajaran kesenian. Saat SMP, Ocha juga juara nasional saat mengikuti festival musik tradisi nusantara. Prestasi itu tetap konsisten diraihnya saat SMA. Ocha meraih juara olimpiade matematika dan Paskibra Provinsi Maluku.


AKP Ocha adalah anggota Tim Gabungan Satuan Tugas Merah Putih yang menggagalkan penyelundupan satu ton sabu (DERY RIDWANSAH/JAWA POS)

“Saya dari SD, SMP, SMA di Ambon. Orang tua saya mengajarkan jangan pikirkan yang lain, artinya saya harus fokus belajar, jangan sampai memalukan orang tua. Jangan sampai ibu dan bapak ambil rapor duduk paling belakang. Karena saya harus juara kelas, enggak boleh lebih dari ranking 4,” kata Ocha.

Ocha menjalani semangat yang diberikan orang tuanya dengan senang hati. Terbukti, dari setiap prestasi yang diraihnya selalu membuat orang tuanya bangga. Almarhum ayahnya adalah seorang sipir lapas di Ambon, sedang sang ibunda merupakan seorang bidan.

“Saat SMA saya berada di kelas unggulan, begitu juga SMA unggulan tepatnya di SMAN 1 Ambon. Hitungannya semua adalah orang pintar di sana. Jadi saya selalu berusaha bisa menyesuaikan diri enggak jauh rankingnya,” kata perempuan pecinta mi instan itu.

Kecintaan Ocha di dunia Paskibra mempertemukannya pada senior-senior dan para taruna. Saat itu keinginannya menjadi polisi akhirnya bisa tersalurkan. Ocha memutuskan diri masuk Akademi Kepolisian (Akpol) pada 2004.

“Sampai pada akhirnya, 2004 saya ikut tes Akpol karena saran dari para taruna di Paskibra. Lalu lulus Akpol pada 2007 langsung penempatan Polda Sulawesi Tenggara. Penempatan pertama di Polres Kolaka sebagai Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK),” tuturnya.

Di Polres Kolaka, Ocha juga pernah menjabat sebagai Kanit Lantas, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Pjs Kapolsek hingga akhirnya dia dimutasikan menjadi Kapolsek di Polsek Kemaraya di bawah Polresta Kendari.

“Saya menikah di usia 25, pada 2012, saat itu di bertemu suami saya di kota Kolaka tempat tugas pertama. Begitu hamil, masuk Polda menjadi Kanit Tipikor (Subdit Tipikor). Lalu dipercaya menjadi Kasat Reskrim Polres Kolaka Utara selama dua tahun,” papar perempuan yang hobi fitness itu.

Selesai menjabat sebagai Kasat Reskrim, Ocha lantas masuk Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) selama 18 bulan. Setelah itu, Ocha ditempatkan di Bareskrim Polri Direktorat IV Narkoba hingga dimutasikan ke Polda Metro Jaya dan ditempatkan di Polresta Depok sebagai Wakil Kepala Satuan (Wakasat) narkoba. Ocha juga menjadi Kepala Tim Penyelidikan (Katim Lidik) penangkapan penyelundupan 1 ton sabu asal Taiwan yang melejitkan namanya. (ika/JPC)

Yusrizal Perkirakan KMP Paray Operasi Pekan Depan 

0
Suasana di Pelabuhan Jago sebagai salah satu Pelabuhan di Kabupaten Lingga yang paling aktif. F Wijaya Satria/Batam Pos

batampos.co.id -Yusrizal memperkirakan kapal Roll On Roll Off (Roro) KMP Paray dengan rute Dabo – Daik dan sebaliknya akan kembali beroperasi melayani masyarakat Bunda Tanah Melayu Minggu depan setelah menjalani perbaikan atau docking kapal.

“Biasanya kapal roro memerlukan waktu tiga minggu atau lebih untuk proses docking kapal. Kalau tidak salah Paray sudah dua pekan lebih menjalani proses docking,” ujar Yusrizal ketika dihubungi Batam Pos, Kamis (20/7) siang.
Ke depan, lanjut Yusrizal, KMP Paray akan melayani penyeberangan antar pulau yakni Pulau Singkep dan Pulau Lingga sebanyak dua kali dalam sehari. Dari Pelabuhan Jagoh ke Daik Lingga dan kembali lagi hingga dua kali pulang pergi (PP) dalam satu hari.
“Sampai hari ini, rute Roro Jagoh-Penarik masih tetap dua trip sehari. Kami minta ASDP mempertahankan kebijakan penambahan jam pelayaran pada rute ini,” tutupnya
Selain Docking, masih Yusrizal, tidak beroperasinya KMP Paray sekaligus untuk memperpanjang izin pelayaran yang telah habis pada 7 Juli tahun ini. Namun diperkirakan, KMP Paray akan beroperasi kembali setelah mengurus seluruh perizinan dan layak berlayar kembali.
“Walau KMP Paray termasuk kapal yang terbilang berumur tua namun perannya melayani masyarakat sangat membantu,” kata Yusrizal.
Hal tersebut telah terbukti saat momen libur panjang Idulfitri lalu, KMP Paray membuktikan peran pentingnya melayani kebutuhan masyarakat di dua pulau besar Kabupaten Lingga. Kapal terus-menerus disesaki penumpang meskipun pihak ASDP menambah trip pelayaran kapal itu menjadi dua trip setiap hari.
Selama tidak beroperasi KMP Paray, penumpang yang membutuhkan armada penyeberangan terpaksa menggunakan speed yang ada. Sehigga peran KMP Paray masih sangat dibutuhkan bagi masyarakat Kabupaten Lingga. (wsa)
Play sound