Kamis, 14 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13310

Dinas Ketahanan Pangan Gandeng Investor Bangun Rumah Potong Unggas

0

batampos.co.id – Tingginya kebutuhan akan ayam potong di Batam yang mencapai 70 ton perharinya, membuat kebutuhan akan keberadaan rumah potong unggas (RPU) sangat diperlukan.pengalihan pemotongan ayam dari pasar ke rumah potong unggas guna jamin perlindungan konsumen.

Lokasi khusus pemotongan juga guna jaga higienitas, kualitas daging ayam dan kehalalan sesuai prosedur. Nantinya, pasar hanya menjual daging ayam yang sudah bersih

Saat ini masih pedagang yang melakukan pemotongan unggas di pasar-pasar tradisional.

“Itu sebenarnya tidak boleh, seluruh ayam harus dipotong di RPU,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam, Mardanis, Rabu (19/7).

Pengalihan pemotongan ayam dari pasar ke rumah potong unggas guna jamin perlindungan konsumen. Lokasi khusus pemotongan juga harus higienis, kualitas daging ayam dan kehalalan sesuai prosedur. Nantinya, pasar hanya menjual daging ayam yang sudah bersih. Karena itu, Batam harus memiliki RPU, untuk mengakomodir seluruh kebutuhan ayam potong di Batam.

Pemerintah berencana akan membagun lima RPU sekaligus yang lokasinya berdekatan dengan pasar-pasar tradisional, hal ini untuk meringankan biaya bagi pedagang. Ketiga lokasi tersebut diantaranya Kecamatan Bengkong, Batam Kota, dan Nagoya, Jodoh.

“Investornya lokal, saat ini sudah ada tiga investor yang berminat. Mereka yang menyediakan lahan dan bagunan, pemerintah menyiapkan regulasi sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Ayam yang akan dipotong harus sehat, dan paling penting bagi umat muslim itu ada jaminan halalnya,” ujar dia.

RPU yang akan dibangun, lokasinya tidak berdekatan dengan pemukiman warga, tempat pembuangan limbahnya harus memadai. Selain itu untuk meyakinkan investor tentunya Pemerintah Kota Batam harus menyiapkan regulasinya sebagai bentuk jaminan kepada investor.

Perda RPU yang merupakan ketetapan hukum, nanti mengatur kewajiban seluruh pedagang atau penyedia ayam untk memotong di RPU. Mereka yang menolak akan dikenakan sanksi misalnya kurungan tiga bulan atau denda hingga Rp 50 juta. Keberadaan Perda ini sekaligus mendorong pemotongan ayam di Batam ke arah yang lebih baik.

“Saat ini Perda masih dalam tahap pembahasan, jika tidak ada masalah tahun ini Batam sudah punya Perda yang mengatur pemotongan ayam ini,” terangnya.

Dia menambahkan, jika perda sudah disetujui, makanya investor semakin yakin untum membantu pemko untuk membangun RPU.

“Mereka tidak perlu khawatir lagi, nanti RPUnya sepi, karena kita sudah membuat perdanya, mereka (pedagang, red) wajib memotong di RPU,” ungkapnya.

Saat ini baru ada satu RPU halal yang merupakan kepunyaan Kementerian Agama Kota Batam. Sekali beroperasi RPU ini bisa memghasilkan 5-7 ribu ayam potong setiap harinya. Jumlah ini masih jauh dari konsumsi masyarakat Batam yang mencapai dua hingga tiga ton perharinya. (cr17)

Digusur …

0
Ida, salah satu pemilik rumah liar di Pasir Putih, Batuaji berteriak histeris karena rumahnya digusur oleh tim terpadu, Rabu (19/7). Ruli yang digusr sebanyak 9 unit oleh tim terpadu.F. Dalil Harahap/Batam Pos

Sembilan bangunan liar di Kelurahan Kibing, Batuaji dirobohkan, Rabu (19/7). Meski mendapatkan perlawanan dari penghuni ruli, proses penggusuran rumah dan kios liar Pasir Putih itu tetap dilakukan dan berlangsung lancar.

Penggusuran ini dikawal ketat oleh anggota TNI, Ditpam BP Batam dan Kepolisian. Dua alat berat dikerahkan untuk meratakan bangunan tersebut.

Kasi Trantib Satuan Polisi Pamong Praja Kota Batam Imam Tohari menuturkan lahan seluas 8.000 meter persegi milik perusahaan properti di Batam ini sebelumnya ditempati oleh 22 bangunan liar. Namun, karena pihaknya terus melakukan pendekatan dan sosialisasi kepada warga, akhirnya tersisa sembilan ruli.

“Mereka yang bertahan ini lah yang kami bongkar paksa,” ujar Imam Tohari.

Dia mengatakan pembongkaran kepada sembilan ruli tersebut sudah sesuai prosedur. Pihaknya telah melayangkan surat peringatan (SP) dari dua tahun yang lalu. “SP satu hingga tiga sudah kami berikan,” kata Imam.

Dia menambahkan, lokasi bangunan liar ini berada persis di pinggir jalan menuju Perumahan Taman Lestari Batuaji dan sudah bertahun-tahun ada. “Bangunan ini selain menempati lahan orang juga berdiri di row jalan,” jelas Imam.

Tak sampai dua jam sembilan bangunan liar itu rata dengan tanah. Penggusuran ini pun menjadi tontonan warga sekitar.

 F. Dalil Harahap/batam Pos

Sementara pemilik bangunan tampak sibuk memindahkan barang-barang yang sempat mereka selamatkan.

“Saya bingung mau bawa kemana barang saya ini,” kata Ida penghuni kios liar Pasir Putih.

Ida mengaku memang sudah menerima surat peringatan terkait rencana penertiban itu, namun mereka memang belum bisa pindah atau bongkar sendiri rumah mereka sebab tenggang waktu yang diberikan cukup singkat.

“Coba kasih waktu kami satu minggu untuk pindah. Ini datang-datang langsung bawa beko dan robohkan tempat tinggal kami,” katanya.

Selain itu, mereka enggan untuk pindah karena belum tahu status kejelasan lahan tersebut. Warga pun menyesalkan tindak tergesa-gesa tim terpadu yang mengusir dan membongkar rumah mereka tanpa belas kasihan itu.

“Saya sudah 17 tahun tinggal di sini, sudah tak ada ganti rugi lagi. Pusing saya,” keluhnya. (cr19)

Datang 1 atau 2 Jam, Pekerja Asing Harus Bayar IMTA

0

batampos.co.id – Dinas Penanaman Modal Promosi Daerah, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPD, PTSP dan TK) Bintan menargetkan retribusi Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA) di tahun 2017 sebesar Rp 1,2 miliar. Hingga bulan Juni, retribusi IMTA di Bintan terealisasi sekitar Rp 800 juta.

Kabid Perizinan di DPMPD, PTSP dan TK Kabupaten Bintan Alfeni Harmi menyampaikan, masih kurang sekitar Rp 300 juta lagi, target retribusi IMTA di Bintan akan tercapai.
Alfeni menjelaskan, saat ini pihak DPMPD, PTSP dan TK Bintan terus mensosialisasikan ke manajemen perusahaan yang ada di Bintan akan pentingnya membayar IMTA bagi pekerja asing. Di sini, bukan hanya pekerja asing yang datang menetap, tapi pekerja asing yang datang untuk kepentingan kerja tetap harus membayar IMTA.

“Kita akan terus melacak tenaga-tenaga pekerja asing yang bekerja di sejumlah perusahaan yang ada di Bintan agar terdata dan membayar IMTA,” jelasnya.

Karena, ada pekerja yang datang 1 atau 2 jam untuk menghadiri rapat lalu kembali ke luar negeri. Padahal, seharusnya menurut Alfeni, pekerja yang datang meskipun 1 atau 2 jam dalam rangka bekerja tetap harus membayar retribusi IMTA. (cr21)

Booking Fee Ruko Ini Hanya Rp 5 Juta

0
Ruko Puri Selebriti 1 di Batamcenter. Foto: Tono untuk Batam Pos

batampos.co.id – Pengembang PT Putera Karyasindo Prakarsa (PKP) menawarkan kemudahan untuk pembelian rumah toko (ruko) di Puri Selebriti 1, Batamcenter. Konsumen bisa langsung membuka usaha di ruko tersebut hanya dengan membayar uang tanda jadi atau booking fee sebesar Rp 5 juta.

“Rukonya ready stock, jadi bayar uang tanda jadi, kemudian bayar angsuran pertama langsung bisa buka usaha,” ujar Agen Batam Property, Tono di Batam City Square (BCS) Mall, Rabu (19/7).

Pembelian ruko ini konsumen bisa membayar cicilan uang muka selama 10 kali. “Harga murah dan cicilan panjang. Sampai saat ini sudah terjual 85 persen,” kata Tono.

Ruko Puri Selebriti 1 dibangun dengan total 1113 unit, terdiri dari tiga tipe yakni tipe 76, 81 dan tipe 96. Dimana luas tanah bervariasi mulai yang tanah kecil hingga luas tanah 130 meter persegi. “Bagi yang ingin buka usaha dengan tempat yang luas, kami menyediakan hook,” jelas Tono.

Keunggulan Puri Selebriti 1 ini berlokasi strategis, yakni di Batamcentre. Kawasan ini berdekatan dengan Bandara Internasional Hang Nadim, pelabuhan, pusat perbelanjaan dekat pusat bisnis dan berdekatan dengan rumah sakit, serta fasilitas umum lainnya. Keunggulan lainnya, kawasan ini berada dekat pemukiman yang padat, serta akses jalan yang luas.

“Setiap hari selalu ramai dan padat pengunjung, sangat cocok untuk usaha dan investasi,” tutur Tono.

Untuk spesifikasi bangunan yang digunakan, diantaranya pondasi beton bertulang, dinding menggunakan batako, rabat beton, plafon gypsum, atap spandek, sanitari kloset jongkok. “Dengan banyak kemudahan, maka sekarang waktu yang tepat untuk membuka usaha dan berinvestasi,” paparnya.

Selain ruko, Puri Selebriti 1 ini tutur menghadirkan rumah yang terdiri dari tipe 38 dan 65. Untuk informasi lebih lanjut dan pemesanan ruko ini bisa mengunjungi kantor pemasaran Batam Property di Ruko Seraya Mas Blok C nomor 17, Lubukbaja atau ke stand pameran di lantai dasar BCS Mall. (opi)

Nikmati Kuliner Melayu Asli Disini

0
Bakso ikan, salah satu menu andalan Budak Melayu Kopi Tiam di komplek kuliner Lavinca, ruko BCL, Batamcenter. F.Lenni Julia/Batam Pos

batampos.co.id– Budak Melayu Kopi Tiam membuka outlet kedua di komplek kuliner Lavinca, ruko BCL, Batamcenter resmi dibuka, Rabu (19/7). Sebelumnya, Budak Melayu Kopi Tiam telah hadir di ruko Niaga Mas A1, Batamcenter.

Pemilik Budak Melayu Kopi Tiam, Iyud mengatakan, keberadaan makanan asli Melayu dirasa belum banyak di Batam. “Kami menyebutnya asli makanan khas Melayu karena memakai resep turun-temurun dari keluarga yang tetap dijaga hingga kini,” ujar Iyud, kemarin.

Menurutnya, cita rasa yang diberikan sangat kental dengan kekhasan makana Melayu yang identik dengan ikan. “Terutama bakso ikan. Kaya bumbu dan ikannya benar terasa,” terangnya.

Untuk seporsi bakso ikan, hanya dijual Rp 14 ribu. Menu khas Melayu lainnya seperti lakse Dabo, roti jala, gado-gado mie, dan nasi dagang dengan pilihan empat varian rasa, ditawarkan mulai Rp 7 ribu hingga Rp 15 ribu saja. “Harganya terjangkau. Begitu juga dengan minuman dari harga Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu,” sebut Iyud.

Pengelola Budak Melayu Kopi Tiam, Kris menambahkan, outlet tersebut dibuka setiap hari dari pukul 07.00 WIB hingga 21.00 WIB. “Dijamin menu yang tersedia sehat, karena tidak memakai pengawet maupun penyedap rasa. Semua diproses dengan cara masak yang cukup telaten dan memakai bahan yang sengaja di datangkan dari Dabo,” papar Kris.

Tidak hanya sekedar menjual makanan yang disajikan, namun Budak Melayu Kopi Tiam juga menyediakan produk khas Melayu yang bisa dijadikan buah tangan seperti keripik maupun bakso ikan frozen. Informasi lebih lengkap, kunjungi Budak Melayu Kopi Tiam di komplek kuliner Lavinca, ruko BCL blok J nomor 12, Batamcenter. (cr12)

Pemko Batam Ajukan 35 Persil Lahan untuk Sekolah Baru

0
Warga melihat bangunan SMAN 19, Sagulung, Rabu (19/7). Bangunan SMAN 19 ini tahap pembangunan. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Sekolah baru diyakini merupakan salah satu langkah mengatasi persoalan daya tampung di Batam, untuk itu Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengajukan 35 persil khusus pembangunan sekolah ke Badan Pengusahaan (BP) Batam, pengajuan dilakukan bertahap dari 2018 hingga 2021 mendatang.

Kepala Dinas Pertanahan Batam Aspawi Nangali memaparkan rincian persil yang diajukan tersebut yakni untuk Sekolah Dasar (SD) 15 persil, keperluan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 10 persil, sementara untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat sebanyak 10 persil.

“Tahun depan (tahun 2018, red) kami targetnya 9 persil. Tiga untuk SD, dua untuk SMP dan empat (untuk) SMA/SMK,” kata Kepala Dinas Pertanahan Batam Aspawi Nangali, Rabu (19/7).

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Batam Muslim Bidin mengatakan untuk mengatasi masalah daya tampung di Batam salah satunya yakni dengan membangun sekolah baru.

“Target kami sebenarnya kan 3 sekolah baru pertahun, tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD),” ucap Muslim.

Ia menyampaikan, tiga sekolah baru yang ia maksud hanya untuk SD dan SMP, tidak termasuk SMA sederajat sudah di bawah kelola Pemerintah Provinsi Kepri.

“Arahan Pak Wali (Wali Kota Batam Muhammad Rudi) kan begitu, satu sekolah tiga tingkat sehingga yang tak tertampung terkafer semua,”imbuhnya.

Namun merealisasikan hal ini, acapkali pihaknya terkendala persoalan tanah. Ia mengungkapkan, kini pemerintah baru memiliki satu persil untuk sekolah di bilangan Tiban Sekupang.

“Untuk tahun ini yang tak tertampung, pak wali tanyakan memungkinkan nggak bentuk sekolah baru, kalu bentuk tahun depat baru fisiknya,” pungkasnya. (cr13)

Jadikan Pulau Penyengat Destinasi Wisata Religi

0

batampos.co.id – Kerjasama Bank Indonesia (BI), Batam Pos Entrepreneur School (BPES), Dinas Pariwisata Provinsi, dan Dinas Pariwisata Kota Tanjungpinang dalam kegiatan Syawal Penyengat yang akan diadakan, Sabtu (22/7) hingga Minggu (23/7) nanti di Pulau Penyengat dan Tanjungpinang. Bertajuk “Road to Fesyar Syawal Penyengat Serantau 2017” kegiatan ini pertama kali diadakan dengan tujuan menjadi pulau penyengat menjadi destinasi kota halal yang ada di Kepulauan Riau.

“Sesuai rencana dalam kerja sama ini, kegiatan akan kami adakan selama dua hari, yakni tanggal Sabtu (22/7) di Pulau Penyengat dan Minggu (23/7) di Tanjung pinang,” ujar kepala perwakilan Bank Indonesia kepulauan Riau, Gusti Raizal Eka putra, Jumat (14/7).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pariwisata Pulau Penyengat sehingga mendorong perekonomian wisata Pulau Penyengat kedepannya.

“Kami mencoba untuk menyatukan dengan kegiatan Road to Fesyar Pulau Penyengat 2017,” tambahnya.

Gusti berharap kegiatan ini bisa mempromosikan Pulau Penyengat menjadi wisata religi karena melihat latar belakang dari Pulau Penyengat yang mempunyai makna sejarah kerajaan lingga.

“Yang kami harapkan nantinya Pulau Penyengat bisa diangkat menjadi semacam wisata religi. Seperti adanya mesjid dari putih telur itu merupakan peninggalan sejarah tinggi yang bisa dijual untuk mengangkat nama Pulau Penyengat,” kata Gusti.

Sementara itu Gusti menambah kegiatan ini juga bisa dilakukan setiap tahunnya dan menjadi agenda tahunan yang bisa dilakukan masyarakat pulau Penyengat kedepannya.

” Kami berharap masyarakat penyengat sendiri semakin kuat dan bersatu menjadi moderator dalam kegiatan selanjutnya,” harapnya.

Seperti melakukan kegiatan kesenian di balai adat, membuat kerajinan souvenir yang bisa dijual kepada wisatawan, menjadi rumah mereka sebagai tempat tinggal sementara atau homestay, dan kesenian khas daerah lainnya.

“Dengan adanya kegiatan seperti ini sehingga menarik wisatawan datang kesana. Selain menikmati wisata alam mereka juga bisa menikmati kearifan budaya lokal melayu yang masyarakat hadirkan sehingga mereka juga bisa melihat hasil kesenian tersebut,” jelasnya.

Besar harapan, Gusti dengan adanya kegiatan ini bisa menumbuhkan peran mengenai konsep pengembangan pariwisata berbasis masyarakat, karena kedepannya masyarakalah yang akan menjadi tulang punggung, sedangkan pemerintah dan pihak lainnya hanya bisa membantu.

“Yang menjadi peran utama tetap masyarakat, karena mereka yang merasakan apa yang bisa didapat dari kegiatan yang mereka lakukan.

Seperti mengembangkan usaha kuliner, kesenian, batik penyengat, paket wisata dan lainnya sehingga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat Pulau Penyengat kedepannya,” ucapnya.(cr12).

Tidak Semua Aspirasi Masyarakat Dapat Direalisasikan

0
Kondisi terkahir sekolah di Desa Bakong. Sejumlah bangunan hancur tak layak untuk digunakan lagi. Foto:Wijaya Satria/Batam Pos

batampos.co.id – Anggota DPRD Kabupaten Lingga Neko Wesha Pawelloy mengaku tidak akan dapat menampung seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat dalam masa reses kali ini. Hal ini dikarenakan Kabupaten Lingga sebagai daerah paling miskin yang memiliki APBD terendah se Provinsi Kepri.

“Saya juga mengakui kalau seluruh aspirasi masyarakat tidak akan terealisasikan keseluruhannya karena kondisi anggaran Pemkab Lingga yang minim,” ujar Neko ketika ditemui setelah melakukan reses di sejumlah desa yang berada di pesisir.

Namun lebih lanjut, Neko mengatakan walau kondisi keuangan Kabupaten Bunda Tanah Melayu ini minim, Anggota Dewa Lingga akan berusaha merealisasikan sebahagian usulan yang disampaikan masyarakat dengan predikat kepentingan warga yang lebih dibutuhkan. Walau hanya beberapa aspirasi yang dapat terwujud, Neko menganggap hal tersebut sudah termasuk baik.

Jika aspirasi yang dianggap sangat mendesak, aku Neko, akan dimasukkan dalam rapat sidang Paripurna dan akan dibahas dalam APBD Perubahan. Namun jika belum dapat juga direalisasikan pada tahun ini, Neko mengusahakan usulan tersebut pada pembahasan dalam APBD murni tahun depan.

“Seperti di Desa Bakong yang memerlukan pembangunan sekolah yang sudah rusak parah. Sejak didirikan 2001 hingga tahun ini belum ada sentuhan perbaikan dan sebagainnya,” kata Neko.

Aspirasi yang disampaikan warga Desa Bakong untuk memperbaiki bangunan sekolah tersebut dinilai Neko sangat penting untuk diperjuangkan dan direalsisasikan. Kondisi plafon sekolah sudah hancur, laboratorium yang tidak dapat digunakan lagi, WC yang rusak dan sebaginya.

Neko melakukan reses ke sejumlah desa yang terletak di pesisir seperti, Desa Lanjut, Desa Sungai Buluh, Desa Marok Tua dan Desa Bakong. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan visi dan misi Presiden RI yang mengutamakan pembangunan di seluruh kawasan pesisir.

“Warga yang ada di pesisir memang harus lebih diperhatikan. Ini juga untuk kemajuan bersama,” ujar Neko. (wsa)

DPRD Minta Disperindag Awasi Peredaran Daging Ayam dan Sapi

0

batampos.co.id – Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Anambas meminta Dinas Perdagangan (Disperindag) untuk mengawasi peredaran sejumlah makanan seperti daging ayam dan daging sapi, dikhawatirkan makanan tersebut tidak melalui pengecekan uji kesehatan yang sesuai dengan peraturan kesehatan.

Ketua Komisi II DPRD Dhanun, mengatakan, warga sudah mengkhawatirkan hal ini. Menurutnya, ayam yang didatangkan melalui kapal kargo dari kabupaten lain ke Anambas perlu ada pengawasan yang ketat dan Pemda dapat memberi jaminan kesehatan kepada masyarakat.

“Kita minta kepada OPD terkait, agar dapat melakukan peninjauan atau pengawasan secara rutin terkait peredaran daging yang masuk di pasar. Dikuatirkan daging tidak sehat yang dikonsumsi masyarakat,” ungkap Dhanun, Rabu (19/7).

Ia tidak ingin masyarakat mengkonsumsi daging yang tidak melalui Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Bukan dirinya tidak percaya kepada para pedagang, namun antisipasi terhadap hal yang tidak diinginkan perlu dilakukan sejak dini. Ia mengaku saat ini belum ada keluhan dari masyarakat atas penyakit yang telah diderita masyarakat terkait daging, akan tetapi tidak menutup kemungkinan akan terjadi hal yang tidak diinginkan. “Itu salah satu memberi jaminan kesehatan kepada masyarakat,” jelasnya.

Karena itu Pemda khususnya Dinas Perdagangan perlu melakukan peningkatan dan pengawasan secara serius tentang sejumlah makanan dan obat-obatan yang tiba di pelabuhan Anambas sebelum diedarkan ke masyarakat. “Kita akan panggil OPD tersebut dan meminta untuk melakukan peninjauan langsung ke lapangan atau pasar secara rutin,” pungkasnya.

Pantauan di lapangan daging ayam dan daging sapi beku banyak beredar di pasaran. Selama ini peredaran daging tersebut lancar karena banyak juga masyarakat yang berminat mengkonsumsi daging. (sya)

KONI Dukung Pembangunan Stadion Busung

0

batampos.co.id – Rencana Pemkab Bintan, yang ingin membangun stadion sepakbola Busung, di Kecamatan Seri Kuala Lobam, disambut baik dan didukung oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bintan.

KONI berharap stadion yang direncanakan akan segera dibangun dapat selesai pada tahun 2017.

“Sudah puluhan tahun Bintan Utara, tidak memiliki stadion sepak bola. Untuk itu, rencana pembangunan ini harus betul-betul dijalankan dengan serius, apalagi anggarannya untuk tahun ini sudah ada,” jelas Penasehat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bintan, Raja Ali Akbar, Rabu (19/7).

Menurutnya dengan adanya stadion sepakbola baru ini, dipastikan olahraga tersebut akan dapat terbina dengan baik.

Apalagi lanjutnya pada tahun 2024 mendatang, Kepri bakal menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional.

“Mudah-mudahan dengan adanya stadion ini tentu liga atau pun kompetisi sepakbola akan jadi lebih baik, dari pada sebelumnya. Dimana untuk berlatih atau bertanding saja cukup sulit untuk menentukan tempat,” terangnya.

Raja menuturkan pembangunan stadion ini, tentunya juga sangat diinginkan oleh seluruh insan sepak bola di Bintan, untuk itu pembangunannya harus segera terealisasi secepatnya.

“Apapun yang menjadi kendala untuk membangun stadion ini tentu harus bisa segera diselesaikan. Seperti kendala lahannya. Jangan sampai ini mempengaruhi teknis di lapangan. Sehingga menyebabkan realisasi pembangunan tahun ini dapat terhambat. Pokoknya harus selesai tahun ini stadionnya,” tutupnya. (cr20)

Play sound