Kamis, 7 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13314

Eksotika Bromo Memukau saat Hari Raya Yadnya Kasada

0
foto: jawa pos

Peringatan Yadnya Kasada 2017 di Gunung Bromo Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, sangat berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah daerah setempat menggelar pra-event bernama Eksotika Bromo pada tanggal 8-7 Juli 2017. Hasilnya? Lautan pasir Bromo penuh dengan wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus).

“Kali ini Kasada sangat berbeda, ada Eksotika Bromo. Ekstotika digarap swasta dan pemda serta digelar tiap pukul 14.00. Kasada menyedot perhatian wisatawan, dan membuat mereka berlama-lama di Bromo supaya bisa menginap dan berwisata lebih lama, tak hanya melihat sunset, lalu pulang. Di pre event Kasada ini wisatawan disuguhkan berbagai gelaran kesenian,” kata Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Budaya Probolinggo Sidik Wijanarko saat dijumpai di lokasi acara, Sabtu (8/9).

Seperti diketahui, Bromo merupakan salah satu dari 10 destinasi prioritas yang ditetapkan Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Lebih lanjut Sidik menjelaskan, selama dua hari panitia menampilkan aneka seni tradisional masyarakat Tengger di antaranya Sendratari Kidung Tengger, Puisi, Kidung tengger, Jaranan Wahyu Tunas Budaya dan lain-lain.

Tidak hanya itu, hadir pula artis dan juga pemain film Ayushita Widyartoeti Nugraha dan Sha Ine Febriyanti. Dua artis ibukota ini bakal tampil bergantian pada tanggal 7 dan 8 Juli. Mereka membawakan puisi dengan tema Puisi Kidung Tengger.

“Kami bersyukur acara berlangsung sukses menghipnotis wisatawan yang datang, Sendratari Kidung Tengger, Tari Topeng Gunungsari, Perkusi UI Daul Madura yang merupakan perkusi berlatar etnik Madura. Ada pula Singo Ulung tarian khas Bondowoso, Jaranan Wahyu Tunas Budaya, Jaran Slining Lumajang, Tari Mahameru, serta Reog Ponorogo, sukses membuat wisatawan tidak hanya menonton tetapi ikut mengabadikan melalui ponsel dan kamera miliknya, kami senang melihatnya,” kata Sidik.

Eksotika Bromo di tutup dengan menari bersama yang dilakukan oleh seluruh penampil. Dengan diiring musik Jegog Suar Agung Bali, yang merupakan perkusi bambu berlatar etnik dari Jembrana, Bali.

Kemenpar memang fokus dalam percepatan 10 destinasi prioritas atau yang biasa disebut dengan 10 Bali Baru. Kemenpar mendukung acara tersebut di bawah koordinasi Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Asdep Segmen Pasar Personal Kemenpar.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti yang didampingi Kepala Bidang Promosi Wisata Budaya Asdep Segmen Pasar Personal Kemrnpar Wawan Gunawan mengatakan, kemeriahan Eksotika Bromo tidak sampai situ dan terus berlanjut.

Di lokasi berbeda namun masih di kawasan Bromo, tepatnya di Agrowisata Strawberry Desa Jetak, dua malam berturut-turut akan ditampilkan Pawai obor, Tari Topeng Gunungsari, Konser Musik Wadya Bala STKW, Tari Pepe ‘pepe’ Bainea  Ri Gowa, serta Jaranan Campursari.

“Penampilan budaya dalam eksotika berpotensi menarik wisatawan. Ini akan membuat Wisman berlama-lama, asumsi kami mereka akan empat hari berada di Bromo. Disana juga sangat lengkap, karena ada objek wisata penunjang, seperti gua Batman, seruni poin dan kebun Stroberi. Bromo sudah terkenal alamnya, sekarang budayanya yang bakal dikenalkan, ini harus terus dijaga,” kata Esthy yang juga diamini Wawan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menilai bahwa perhelatan ini sebagai budaya dan tradisi yang memiliki kearifan lokal di Bromo. Yang pasti, dia mengingatkan agar atraksi alamnya diperhatikan dengan baik. Atraksi ini juga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

“Hal ini bisa mendongkrak ekonomi warga desa, terutama yang berjualan makanan dan minuman serta sewa penginapan. Tapi masalah sampah harus tetap diperhatikan untuk menjaga agar Bromo tetap lestari, prinsipnya semakin dilestarikan semakin mensejahterakan, buat nyaman wisatawan berlama-lama di Bromo, agar mereka semua tahu, bahwa Indonesia punya semuanya. Mau Gunung ada, mau laut ada, budaya sangat lengkap, keindahan alam tiada tandingannya,” kata Menpar Arief Yahya.(*)

Mari Kunjungi Pantai Solop di Kabupaten Inhil

0

Pantai Solop, pernah dengar nama itu? Jika belum tak mengapa.

Sempat terbengkalai cukup lama, kawasan ekowisata Pantai Solop di Desa Pulau Cawan, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, kembali menggeliat.

Keseriusan Menteri Pariwisata Arief Yahya menggarap potensi wisata nasional, tak disiasiakan oleh Pemkab Inhil untuk lebih kreatif memanfaatkan potensi wisata daerahnya.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, Olahraga dan Budaya (Kadisparporabud) Inhil Junaidy Ismail, mengaku mulai fokus membehani kawasan Pulau Cawan seluas 4 hektar sejak Februari 2016.

Upaya yang didukung Bupati Inhil HM Wardan membuahkan hasil. Pantai Solop yang dicanangkan sebagai lokasi wisata oleh Gubernur Riau Rusli Zainal (2003-2013), kini ramai pengunjung.

Selain keindahan pantai pasir putih yang dikenal dengan pasir sirsak yang terbentuk secara alami dari fosil-fosil berbagai hewan laut, di sana juga terdapat tracking magrove sepanjang 1,5 kilometer.

Tentunya, pengunjung akan merasakan sensasi kerindangan hutan mangrove yang masih asli dan asri. “Pengunjung juga dapat menikmati permainan air banana boat,” ujar Junaidy kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (8/7).

Saat libur Lebaran dua tahun terakhir, pengelola ekowisata Pantai Solop menyediakan panggung hiburan rakyat di pantai tersebut. Bahkan pada Mei 2017 telah diadakan event “Jelajah Ekowisata Solop”.

Dalam kegiatan ini, peserta bersepeda dari Kota Tembilahan menuju lokasi melewati jalur darat dan angkutan sungai ke Pulau Cawan. Event itu diikuti 300 peserta dari Tembilahan, Rengat, Pekanbaru, Dumai, Jogja dan Semarang.

Pada 2016 lalu, jumlah pengunjung ekowisata Pantai Solop mencapai angka 30 ribu. Pada semester pertama 2017 sudah tercatat 16 ribu wisatawan.

“Sekarang kami melibatkan masyarakat dengan membentuk kelompok sadar wisata. Masyarakat yang mengelola kawasan wisata,” jelas dia.

Yang tidak kalah penting, dikawasan tersebut kini terdapat vegetasi magrove dengan puluhan spesies. Dia berharap, destinasi yang berada di pantai timur Sumatra semakin ramai dikunjungi.

Apalagi, Pantai Solop berada di jalur transportasi laut yang menghubungkan Riau bagian Selatan dengan negara tetangga Malaysia dan Singapura. Kawasan ini juga mudah dijangkau dari Provinsi Jambi.

“Jika ingin melihat vegetasi mangrove dengan hampir 30 jenis spesies digaris equator pantai timur Sumatera, datanglah ke ekowisata Solop,” pungkas Junaidy.(*)

Wonderful Indonesia Kirim 28 Karya Terbaik di Ajang Aseanta Awards 2017

0

30th Aseanta Awards for Excellence 2017 dilaksanakan pada 8 Agustus 2017 di Jakarta.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menargetkan Branding Wonderful Indonesia sapu bersih 5 kategori dalam ajang tersebut.

Untuk merebut 5 kategori itu, Indonesia mengikutkan 28 karya yang siap bersaing dengan negara lain.

“Sebanyak 28 karya terbaik, semuanya world class telah kita daftarkan, kita ikut  5 dari 6 kategori yang diperlombakan. Do the Best, saatnya sapu bersih,” kata Menpar Arief Yahya.

Event yang bersamaan dengan ulang tahun ASEAN ke-50 ini ada enam kategori yang dilombakan tahun ini. Dari mulai

  • Best Aseanta Tourism Photo,
  • Best Aseanta Travel Article,
  • Best Aseanta Marketing & Promotional Campaign,
  • Best Aseanta New Tourism Attraction,
  • Best Aseanta Airlaine Programme For ASEAN
  • Best Aseanta Cultural Preservation Efforts,

Wonderful Indonesia tampil di lima kategori. Hanya Best Aseanta Marketing & Promotional Campaign yang tidak diikuti Wonderful Indonesia.

Sapu Bersih? Apa yang mendasarinya? Kata Menpar, target itu harus dicanangkan. Karena kebanggaan dan prestasi itu bisa menularkan virus kompetisi internal kita, destinasi, pelaku bisnis, seniman, pemerhati, dan semua pihak yang concern di pariwisata.

“Nah, semakin ketat kompetisi, semakin banyak karya yang bisa dipromosikan ke mancanegara. ASEAN itu mendapatkan lebih dari 100 juta inbound setahun. Itu pasar yang sangat potensial, dekat secara geografis, dekat secara cultural dan aksesnya pun lebih mudah dan cepat,” jelas Mantan Dirut Telkom itu.

Pria asal Banyuwangi ini mengatakan, 28 karya ini sudah lolos seleksi, sudah dikirim dan dipresentasikan untuk diadu ASEAN beradu kreasi, bersaing menjadi yang terbaik, untuk menarik wisman negara tetangga.

“Aseanta Award ini bisa dijadikan tumpangan untuk mempopulerkan destinasi wisata Indonesia. Kita punya kans besar memenangkannya,” lanjut Menpar Arief Yahya.

Tahun 2016 lalu, saat dihelat di Manila, Filipina, Wonderful Indonesia menjadi juara umum dengan memenangi 3 kategori sekaligus dari 6 kategori Aseanta 2016 yang diperlombakan. Kemenangan di Manila itu terdiri dari kategori Best ASEAN Tourism Photo Agung Parameswara – Morning In Bromo, Indonesia. Kemudian, kategori Best ASEAN Cultural Preservation Effort Saung Angklung Mang Udjo, Indonesia, dan kategori Best ASEAN Travel Article The Perfect Wave – Colour Magazine, Garuda Indonesia. Malaysia sendiri mendapatkan 2 award dan Singapura 1 Awards.(*)

Berikut 28 Karya Nominator Indonesia di Aseanta Awards 2017:

BEST ASEAN TRAVEL ARTICLE

1. Surabaya,  karya Ayos Purwoaji yang dipublikasikan di Colour’s Magazine

2. Ternate, karya Tim Rock yang dipublikasikan di Colour’s Magazine

3. Wild Wehea, karya penulis David Burden yang dipublikasikan di Colour’s Magazine

4. Wakatobi-Tears in Paradise, karya penulis Mark Eveleigh, dipublikasikan di Colour’s Magazine

5. Ironman 70.3 Bintan, World Class Triathlon Competition in Bintan, Penulis Ahmad Sultan, dipublikasikan di www.nationalgeographic.co.id

6. Bandaneira, The Land Rich in Spice Flavored History, penulis Raiyani Muharamah, dipublikasikan di www.nationalgeographic.co.id

7. Dancing on the Cascade of Nimanga River, penulis Detha Arya Defada, dipublikasikan di www.nationalgeographic.co.id

8. Breathe of Bhinneka Tunggal Ika (Unity in Diversity) in Ngaben Ceremony, penulis Titik Kartitiani, dipublikasikan di www.nationalgeographic.co.id

9. Tarempa Noodles, karya Arienta, dipublikasikan di www.nationalgeographic.co.id

BEST ASEAN TOURISM PHOTO

1. Greetings from Lasem, dengan tema Sensory of Old Town, karya fotografer Feri Latief

2. Floating in Belitung, dengan tema Nature, karya fotografer Rynol Sarmond

3. Caci Fighter, tema Culture, karya fotografer Yunaidi

4. Jakarta Old Town, tema Sensory of Old Town, karya fotografer Yunaidi

5. Mourning in Sine Beach, tema Nature, karya fotografer Yunaidi

6. Mud Cow Racing in Sumatra, tema Culture, karya fotografer Yunaidi

7. Natura, Swimming Pool in Kedung Tumpang, tema Nature, karya fotografer Yunaidi

8. Penti Traditional Ritual ini Waerebo, tema Culture, karya fotografer Yunaidi

9. Sunrise in Bromo Tengger Semeru National Park, tema Nature, karya fotografer Yunaidi

10. Travel Samosir, tema Nature, karya fotografer Suwandi Chandra

11. Toba Sunrise, tema Nature, karya fotografer Ahmad Syukaery

12. Travel West Papua, tema Nature, karya fotografer Tim Rock

13. The Journey, tema Nature, karya fotografer Afrison

14. Kumba Volcano, tema Nature karya Mark Eveleigh

BEST ASEAN NEW TOURISM ATTRACTION JN REGION

1. Malang Thematic Village

BEST ASEAN AIRLINE PROGRAM

1. Wonderful Indonesia Travel Pass, Garuda Indonesia Airline

BEST ASEAN CULTURAL PRRSERVATION EFFORT

1. Kesengsem Lasem  (Deeply in Love With Lasem)

2. Tjong A Fie Museum

3. Hand Woven Textiles, Preserving a Living Tradition

Batam Masuki Free Trade Agrement, Industri Sambut Positif

0
ilustrasi pekerja di Batam.
foto: cecep mulyana / batampos

batampos.co.id – FTA (Free Trade Agrement) akan diterapkan di Batam dalam waktu dekat. Nantinya Kementrian Keuangan akan merevisi PMK 205/2015 dan 47/2012 sebagai dasar dalam mengatur skema penerapan kebijakan FTA.

Pembahasan penerapan FTA ini dilaksanakan pada Jumat (7/7) lalu di Jakarta. Rapat terbatas tersebut dipimpin oleh Sesmenko Lukita Perekonomian dan jajaran deputi di kementerian perekonomian, serta jajaran di pejabat lingkungan kementerian keuangan.
Himpunan Kawasan Industri Kepri, juga ikut hadir dalam rapat tersebut.

“Saya menyambut baik usulan yang disampaikan oleh pihak kementrian keuangan tersebut,” kata Ketua Koordinator HKI Kepri OK Simatupang, Sabtu (8/7).

Dengan adanya kebijakan ini, ia yakin industri-industri yang ada di Batam bisa kembali melakukan ekspansi. Ia merasa skema ini tidak terlalu rumit dalam pelaksanaannya.

Sementara itu Wakil Koordinator HKI Kepri, Tjaw Hioeng mengatakan usulan skema tersebut harus dapat diimplementasikan di level lapangan. Ia meminta jangan sampai membuat aturan, tapi dalam tahap pelaksanaannya dilapangan tak berjalan seperti seharusnya.

“Dan hal ini, harus ada sosialisasi terlebih dahulu ke para pengusaha,” ungkapnya.

Namun dalam waktu dekat, Hioeng mendengar pihak Kemenkeu akan melakukan sosialisasi ke Batam.

Selain itu, Hioeng mengingatkan Pemerintah, bahwa keberhasilan skema ini bergantung juga pada sistem transportasi laut dari Batam ke Jakarta, yang murah cepat serta bebas pungli.

“Saat ini kami masih belum melihat cost dan time yang efisien untuk transportasi dari Batam ke Jakarta,” ujarnya.

Walaupun begitu, Hioeng mengapresiasi bahwa Pemerintah sangat mendengar keluhan dari para pengusaha dan investor yang ada di Batam. Untuk memasukan barang hasil industri, persaingannya bukanlah sesama perusahaan di Batam atau Indonesia. Tapi dengan negara-negara yang memiliki kerja sama FTA dengan Indonesia. Sehingga industri luar negeri tersebut, dapat memasukan barang hasil produksinya tanpa harus membayar bea masuk.

Salah satu pelaku Industri di Batam, PT Sumitomo melalui Joko Adiwibowo sangat menyambut baik langkah ini. Ia menjelaskan kondisi bahwa perusahaannya untuk menjual produk di wilayah Indonesia harus membayar bea masuk sebesar 10 persen.

Sehingga persaingannya tidak kompetitif, dengan perusahaan sejenis yang memiliki fasilitas FTA. Dan perusahaan asal Batam tak mampu bersaing akibat pemberlakuan bea nol persen ini, untuk industri luar negeri yang mendapatkan fasilitas FTA.

“Dengan pola yang akan  diterapkan nanti, diharapkan Industri di Batam dapat tumbuh karena dengan costnya akan kompetetif untuk masuk wilayah Indonesia,” tuturnya. (ska)

Kepri Miliki PPLP Sepakbola

0
ilustrasi

batampos.co.id – Atmosfer sepakbola Kepri semakin cerah. Setelah adanya klub sepakbola profesional pertama di Kepri, yakni 757 Kepri Jaya yang berlaga di Liga 2 Indonesia.

Kini Pemerintah Kepri melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kepri membuat sebuah terobosan baru dengan membentuk Pusat Pendidikan Latihan Pelajar (PPLP) sepakbola Kepri.

Dispora Kepri saat ini tengah bersemangat membangun fondasi untuk persepakbolaan Kepri guna mencetak pesepakbola muda di Kepri.

Hal itu dimulai dengan membentuk PPLP sepakbola Kepri U-15. Setelah sekian lamanya, sepakbola Kepri akhirnya mempunyai sebuah PPLP.

“PPLP sepakbola Kepri U-15 ini merupakan pertama kalinya terbentuk,” ujar Kepala Bidang Olahraga Dispora Kepri, Jasman kepada Batam Pos, Sabtu (8/7).

PPLP sepakbola Kepri U-15 ini terbentuk usai gelaran Piala Gubernur Kepri U-15 yang dilangsungkan di Karimun medio Mei kemarin.

Terdapat 18 pemain yang terpilih untuk mengikuti PPLP sepakbola ini. 18 pemain tersebut merupakan pemain-pemain pilihan yang telah dipantau oleh beberapa pelatih sepakbola Kepri saat mengikuti Piala Gubernur Kepri U-15 itu.

Ke-18 pemain pilihan itu berasal dari enam pemain asal Batam, Karimun (4 pemain), Bintan (2 pemain), Tanjungpinang (2 pemain), Lingga (3 pemain) dan Natuna menyumbangkan satu pemain.

Meskipun tim sepakbola Bintan yang menjadi juaranya dalam gelaran tersebut, namun penyumbang pemain terbanyak justru berasal dari Batam.

“Piala Gubernur diadakan bukan untuk mencari tim juara, tapi ingin melihat dan mencari pemain-pemain yang berbakat dan berkualitas. Meski tim Batam gagal juara, tapi secara individu dan tim mereka layak diperhitungkan,” kata Jasman.

Keenam pemain asal Batam yang berhasil masuk PPLP sepakbola Kepri U-15 itu adalah Fatur Adam Setiawan, Andi Ahmad Yani, Arifan, Ilham, Saluna dan Sandro.

Untuk program latihan sendiri akan dimulai awal Agustus mendatang. Dengan adanya PPLP sepakbola Kepri tersebut, ke-18 pemain itu akan menjalani pemusatan latihan di Karimun.

Tak hanya mendapat bekal berlatih sepakbola, urusan pendidikan juga sudah dijamin pemerintah.

“Semua anak-anak yang masuk PPLP, sekolahnya pindah ke Karimun dan sudah dijamin pemerintah,” imbuh Jasman.

Diharapkan dengan program itu pengelolaan dan pembinaan sepakbola Kepri bisa berjalan dengan baik, serta menghasilkan pesepakbola profesional yang bukan hanya merumput saja, tapi juga mampu menyelesaikan pendidikannya hingga tamat.

“Ini adalah proyek jangka panjang sepakbola Kepri, untuk saat ini kita belum ada agenda yang diikuti dalam waktu dekat, karena tim ini baru terbentuk,” paparnya.

Anak-anak PPLP sepakbola Kepri U-15 ini nantinya akan ditangani pelatih kepala Sapto Nugroho yang merupakan mantan pemain timnas Primavera yang seangkatan dengan Bima Sakti dan Kurniawan Dwi Yulianto. (cr16)

8 Atlet Panah Ikut Seleksi tingkat Kota Batam

0

batampos.co.id – Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Batam saat ini sedang menggelar seleksi atlet panah tingkat Kota Batam sebagai persiapan mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2017 di Semarang, September mendatang.

Sebanyak 8 atlet panah yang berasal dari pelajar-pelajar SMP hingga SMA se-Kota Batam ini mengikuti seleksi yang diadakan di lapangan Politeknik Batam selama dua hari, Sabtu (8/7) dan Minggu (9/7).

Kedelapan atlet tersebut diantaranya, Faiz, Farhan, Zahran, Raka dan Andre. Sedangkan di bagian putri, ada Fandra, Nurul serta Fasha.

“Untuk seleksi di hari Sabtu (8/7) ini adalah seleksi teknik. Jadi kita akan lihat kemampuan atlet dalam memanah serta untuk mengetahui hasil atau scorenya nanti,” ujar Ketua umum Perpani Batam, Dedek Herman Siregar kepada Batam Pos, Sabtu (8/7).

Sedangkan pada Minggu (9/7)-nya, delapan atlet ini akan diuji kemampuan fisiknya.

“Fisik juga nanti dinilai, karena itu berpengaruh. Karena dalam gelaran Popnas nanti, para atlet akan seharian bertanding. Dan itu memerlukan fisik yang prima,” kata Dedek.

Dalam seleksi teknik kali ini, kedelapan atlet panah pelajar ini melakukan simulasi pertandingan yang sama dengan nomor yang dipertandingkan pada Popnas nanti.

Di Popnas mendatang, terdapat tiga nomor yang dipertandingkan, yakni nomor di jarak 30 meter, 40 meter dan 50 meter.

“Setiap pemanah bermain di tiga nomor ini. Yang nantinya jumlah skor di tiga nomor tersebut dikumpulkan dan diakumulasikan menjadi satu nilai,” ungkap Dedek.

Setiap nomor, ada enam seri yang dimainkan. Dan dalam setiap seri, seorang pemanah akan menembakkan enam anak panah.

“Jadi di tiap nomor yang dipertandingkan, skor sempurnanya adalah 360,” ucap ketua pengawas klub Batam Archery Center (BAC) ini.

Nantinya, hanya ada empat pemanah saja yang akan tampil mewakili Kepri di ajang olahraga multievent empat tahunan itu.

8 Atlet panah Batam mengikuti seleksi atlet panah tingkat Kota Batam di lapangan Politeknik Batam, Sabtu (8/7). Seleksi ini dilakukan sebagai persiapan untuk ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2017 di Semarang, September mendatang. F. Octo Zainul Ahmad/Batam Pos

“Senin depan (10/7) kita akan mengirimkan empat pemanah ini ke Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kepri untuk didaftarkan ke Popnas,” jelas Dedek.

Ia menjelaskan, saat ini di Kepri hanya pemanah-pemanah Batam saja yang kualitasnya bisa memenuhi standar nasional. Pasalnya di kota atau kabupaten lainnya seperti Bintan, Lingga, Tanjungpinang, Anambas, Natuna dan Karimun masih belum memiliki atlet panah yang berkualitas.

“Seharusnya, setelah tingkat Kota Batam bisa dilanjutkan di tingkat provinsi. Tapi karena kemampuan atlet-atlet panah di daerah lain itu masih dibawah atlet Batam, jadi seleksi tingkat Batam ini bisa juga dinamakan seleksi tingkat provinsi,” papar pria asal Medan ini.

Namun ia berharap kedepannya, daerah lain di Kepri bisa lebih mengembangkan atlet-atlet panah mereka sehingga persaingan di tingkat provinsi bisa lebih ketat.

“Daerah lain sedang membangun atlet-atlet panahnya. Dan itu harus kita dukung, karena dengan semakin banyaknya atlet panah berkualitas di Kepri, maka kita sanggup berbicara banyak di tingkat nasional,” pungkas Dedek. (cr16)

Kelompok Terbang I Haji akan Terbang Akhir Juli, Ini

0
ilustrasi

batampos.co.id – Penerbangan pertama musim haji tahun di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, 31 Juli. Penerbangan haji kali ini, dilakukan pada malam hari. Hal ini agar tidak menganggu jalannya penerbangan reguler.

“Kloter (kelompok terbang) pertama akhir bulan,” kata General Manager Operasional Hang Nadim Batam, Suwarso, Sabtu (8/7).

Selain malam hari, jadwal penerbangan haji disebutkan Suwarso juga dilayani pada dini hari. Ia mengatakan berdasarkan jadwal yang diterima hingga saat ini, kloter pertama haji akan berangkat pada pukul 20.00.

“Kloter selanjutnya rata-rata pada dini hari,” tuturnya.

Perubahan tak hanya pada waktu keberangkatan saja. Suwarso menuturkan jumlah kloter yang di layanani Bandara Internasional Hang Nadim Batam juga bertambah pada tahun ini. Sebelumnya hanya melayani sebanyak 20 kloter saja, tapi tahun ini menjadi 27 kloter.

Sekitar 11 ribu calon jamaah haji yang akan diangkut itu berasal dari Provinsi Kepri, sebagian Riau, Jambi, dan Kalimantan Barat.

“Tahun lalu itu hanya sebanyak 9.800 orang jamaah yang kita layani,” ujarnya.

Nantinya seluruh penerbangan haji langsung dari Bandara Internasional Hang Nadim, Batam menuju Arab Saudi menggunakan maskapai Saudi Arabian Airlines. Sedangkan untuk mengangkut jamaah haji berasal dari luar Kepulauan Riau, juga dengan menggunakan moda transportasi laut.

“Saat ini belum tahu, maskapai apa yang akan membawa calon jamaah haji dari luar Kepulauan Riau,” ujarnya.

Namun ada juga calon jamaah haji dibawa dari daerahnya hanya menggunakan kapal laut saja seperti Pulau Bintan. (ska)

Alien Nyetir Mobil, Polisi Kaget

0
Alien yang duduk seperti penumpang manusia. (Alpharetta Police Department)

batampos.co.id – Seorang officer polisi di Alpharetta, Georgia, AS, menghentikan sebuah mobil karena ngebut.

Rupanya yang duduk di kursi samping pengemudi bukanlah manusia. Melainkan sesosok berwarna kelabu, kepalanya besar dengan dua mata gelap dan bulat berkilauan. Tangan dan kaki-kakinya kurus. Alien.

Alien itu didudukkan persis seperti penumpang manusia. Posisinya rapi dan tertib. Seat belt terpasang dengan benar. Setelah shock-nya hilang, barulah si polisi menyadari bahwa makhluk extraterrestrial tersebut hanyalah boneka seukuran manusia.

’’Petugas kami menghentikan mobilnya karena dia ngebut di kecepatan 135 km/jam. Tapi, kemudian si penumpang mengalihkan perhatiannya,’’ ujar George Gordon, juru bicara kepolisian Alpharetta, sebagaimana dikutip AP.

George menjelaskan, pihaknya tidak mempermasalahkan kecepatan si pengemudi. Sebab, kecepatan 135 km/jam hanya sedikit di atas kecepatan rata-rata di sana. Si petugas hanya mempertanyakan kenapa si alien bisa nyasar di mobilnya.

’’Si pengemudi tidak menjawab ketika ditanya,’’ katanya.

Polisi pun hanya memberikan peringatan lisan, lalu memotret alien tersebut. Aneh, menurut dia. Ah, kayak tidak pernah lihat piring terbang saja di rumah. (Yahoo/fam/c14/na)

Kakek 61 Tahun Doyan Kenakan Busana Perempuan, Nyaman Katanya

0
Ilustrasi (Wahyu Kokang/Jawa Pos)

Yasushi Kobayashi, 61, punya hobi aneh, mengoleksi busana perempuan, kebanyakan pakaian dalam.

Yang jadi masalah, dia mengumpulkan pakaian imut-imut tersebut dari jemuran tetangga.

Aksi terakhir Kobayashi tertangkap kamera CCTV jalan pada pertengahan April. Saat itu dia terlihat sedang mengambil sembilan pakaian yang digantung di luar sebuah persewaan kostum. Gara-gara itu, dia harus ditahan sejak Selasa (4/7). Ketika polisi menanyakan alasan dia mencuri, jawaban Kobayashi mencengangkan.

”Saya mengumpulkan pakaian perempuan karena saya suka memakainya. Nyaman, gitu,” paparnya sebagaimana dikutip Japan Today.

Saking cintanya, selama tiga dekade terakhir, Kobayashi sudah mengumpulkan lebih dari seribu pakaian, dalam dan luar. Sasaran utamanya, jemuran ”setempat” dan mesin-mesin laundry yang beroperasi dengan sistem koin.

Pria yang bekerja di jasa pengiriman barang itu menjelaskan, seluruh koleksi, eh, curiannya, disimpan rapi di rumah.

”Aku merawatnya dengan baik supaya nggak cepat rusak,” kata Kobayashi. Rupanya obsesi dia adalah menjadi nenek-nenek…. (Fox News/fam/c10/na)

Dari Twitter Berlanjut ke Altar

0
Status Llia Apostolou di twitter. (Twitter)

batampos.co.id – Llia Apostolou menemukan jodoh dari cuitan iseng di jejaring sosial, twitter.

Pria yang dia ’’lamar’’ lewat Twitter tiga tahun sebelumnya dengan bercanda benar-benar menjadi suaminya. Mereka menikah Selasa lalu (4/7).

Ceritanya, pada pertengahan 2014, Llia membutuhkan teman untuk menghadiri pernikahan kakaknya. Dia lalu nge-tweet.

’’Apakah kamu cowok? Bolehkah kupinjam kamu untuk pernikahan pekan depan. Ada poin bonus kalau kamu juga punya bayi yang bisa pura-pura jadi anakku.

’’Seorang pria bernama Phil Gibson menjawab umpan Llia. Dia bilang bersedia, bahkan sudah punya setelan jas yang bagus.

’’Oke, sampai ketemu di altar,’’ balas Llia lagi. Phil merasa perlu meyakinkan bahwa Llia hanya mengajaknya berkencan. Bukan menikah betulan.

’’Nenekku akan senang bertemu denganmu, Llia,’’ kata Phil. Mereka saling berbalas tweet dan berjanji bertemu untuk minum di akhir pekan yang sama.

Pada akhirnya, Llia memang tidak jadi mengajak Phil ke pesta kakaknya. Namun, mereka benar-benar berkencan dan akhirnya menikah.

’’Aku masih tidak percaya ini terjadi. Tweet random yang mengubah hidupku,’’ kata Llia yang dikutip Metro. (c7/na)