Rabu, 15 April 2026
Beranda blog Halaman 13315

Luxembourg akan Gunakan Hang Nadim sebagai Hub Kargo Udara

0
Apron baru Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, Rabu (3/5). F. Yusuf Hidayat/Batam Pos

batampos.co.id – 30 Mei 2017 menjadi hari bersejarah bagi Hang Nadim. The Strait Times mengabarkan Indonesia dan Luxembourg memasuki tahap finalisasi perjanjian bilateral transportasi udara.  Luxembourg akan memindahkan kargo udara mereka ke Hang Nadim Batam, Provinsi Kepri.

Memorandum of understanding (MoU) akan ditandatangani oleh kedua menteri perhubungan kedua negara pada Asean-European Meeting (ASEM) akhir tahun ini.

Finalisasi kesepakatan ini dilakukan oleh menlu RI Retno LP Marsudi bersama rekan sejawatnya dari Luxembourg, Jean Asselborn, di Jakarta.

“Kami sepakat untuk menfinalisasikan MoU yang akan ditandatangani pada September 2017 di Bali saat ASEM,” ujar Retno.

Perjanjian itu menjelaskan bahwa Luxembourg akan menggunakan Bandara Hang Nadim sebagai hub operasi kargo udara mereka.

Mereka memilih Hang Nadim sebab bandara Changi di Singapura menerapkan tarif tinggi untuk mendarat (landing fee), jelas Direktur Jenderal urusan Amerika dan Eropa, Kemenlu, Muhammad Anshor.

Pemerintah RI merencanakan merehab Hang Nadim pada 2019 mendatang. Dana untuk rehab ialah US$448 million

Hang Nadim disiapkan sebagai salah satu  bandara hub (penghubung) di indonesia.(ptt)

Kampung Sakera Jadi Objek Wisata

0
Bupati Bintan Apri Sujadi menyerahkan bantuan mal kepada 10 penerima bantuan saat safari Ramadan di Musala Al Mustaqim Kampung Bugis, Kelurahan Tanjunguban Utara, Rabu (31/5).

batampos.co.id – Pemkab Bintan menetapkan Kampung Sakera, Tanjunguban menjadi objek wisata baru. Di kampung itu, akan dibangun condotel mewah atau kondominium yang dikelola layaknya pengelolaan hotel.

Kabar baik ini disampaikan Bupati Bintan Apri Sujadi saat melakukan safari ramadan di musala Al Mustaqim Kampung Bugis, Kelurahan Tanjunguban Utara, Rabu (31/5). “Semoga berdampak positif bagi masyarakat sekitar,” harapnya. Untuk itu, Pemkab Bintan akan segera melakukan persiapan yang matang.

Apri juga menyampaikan komitmennya membangun Kabupaten Bintan dengan memberikan pelayanan yang prima dan terbaik. Sumber daya manusia (SDM) harus terus diperbaiki sehingga menghasilkan SDM yang berkompeten.

“Semoga program pendidikan gratis dan pemberian beasiswa kepada siswa berprestasi, dapat meningkatkan taraf penididikan anak muda di Bintan,” katanya. Agar, anak-anak di Bintan dapat berkompetisi meraih prestasi di dunia kerja. “Memang telah kita siapkan untuk ke depan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Apri mengajak masyarakat Bintan terus menjaga kebersamaan dan kekompakan antarsesama. Agar apa yang menjadi tujuan pemerintah untuk menyejahterakan masyarakat tercapai dengan baik dan lancar.

“Bulan puasa merupakan bulan penuh berkah maka kebaikan apapun yang kita lakukan semua akan mendapatkan pahala yang lebih, apalagi dilakukan secara khusyu,” katanya.

Dalam pelaksanaan safari ramadhan di Bintan Utara, Bupati Bintan Apri Sujadi secara pribadi menyerahkan bantuan zakat mal kepada 10 penerima bantuan. Bantuan dari Pemkab bintan juga diserahkan kepada Mubaligh sebesar Rp 1.250.000, guru ngaji Rp 1.250.000, Imam mesjid Rp 1.000.000, Pelaksana Fardu kifayah Rp 1 juta dan program CSR PD BPR Bintan untuk bantuan operasional masjid sebesar Rp 3 juta. (cr21)

Lemper Bakar Santapan Buka Puasa

0
Yurnalis membakar lemper pesanan pelanggan di jalan Ir Sutami Tanjungpinang, Kamis (1/6). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Lemper bakar menjadi salah satu makanan yang memiliki citarasa tersendiri. Perpaduan antara ketan dan ikan tongkol yang dibungkus dengan daun pisang lalu di panggang menggunakan arang menjadi menu santapan ringan nan mengenyangkan untuk berbuka puasa.

Yurnalis, 47 penjual lemper bakar khas Anambas di jalan Ir Sutami mengatakan, permintaan dan pemesanan lemper kian meningkat selama Ramadan. “Alhamdulillah saat bulan puasa, yang pesan lebih banyak. Biasanya saya membuat 300 bungkus, semenjak puasa jadi bertambah menjadi 500 bungkus,” ungkapnya, Kamis (1/6).

Harga lemper bakar yang murah dan terjangkau juga menjadi salah satu alasan ramainya pembeli lemper bakar ini. Yurnalis mengatakan harga satu bungkus lemper bakar di hargai Rp2ribu. “Selain enak dan gurih, harganya juga murah meriah,” kata lelaki asal Terempa ini.

Lemper bakar yang dijual, diolah langsung dirumahnya. Mulai pagi hari ia mengolah ikan tongkol dan memasak ketan. Setelah masak, lemper dibungkus menggunakan daun pisang. “Mulai jam satu, baru mulai dibakar di warung,” jelasnya.

Bermodalkan alat pembakaran dan arang, lemper pulut panggang dipanggang selama lima menit. Sehingga pelanggan yang ingin mengonsumsi lemper yang masih hangat dapat menunggu. “Proses pembakarannya hanya memakan waktu lima menit saja, jadi pembeli tidak akan menunggu lama saat membeli,” ujarnya.

Selera pelanggan pun berbeda-beda, menurut Yurnalis ada pelanggan yang menyukai lemper yang dibakar hingga agak kering, namun umumnya pelanggan lebih menyukai lemper disajikan tidak terlalu kering dan tidak terlalu basah. “Kalau kering agak keras, jadi banyak yang suka setengah basah,”tambahnya. (odi)

 

Satgas Ketahanan Pangan Pantau Lapangan

0
AKBP Ucok Lasdin. F. Wijaya Satria/batampos

batampos.co.id – Kapolres Lingga AKBP Ucok Lasdin Silalahi mengaku untuk Kabupaten Lingga telah terbentuk satgas ketahanan pangan. Satgas ini bertugas untuk memantau ketahanan pangan di Kabupaten Bunda Tanah Melayu, serta meminimalisir tindakan penimbunan bahan makanan atau sembako pada bulan Ramadan dan Lebaran nanti.

“Kami sudah mengelar rapat bersama. Di Kabupaten Lingga satgas ini akan bergerak mengamankan dari tindakan penyimpangan,” ujar Ucok, Kamis (1/6) pagi.

Satgas tersebut beranggotakan lintas instansi yakni termasuk di dalamnya, Bea Cukai, Pemda dan Bulog. Untuk tahap awal, satgas ketahanan pangan masih melakukan rapat bersama dan belum melakukan tindakan turun ke lokasi. Namun Ucok memastikan dalam waktu dekat satgas akan turun ke lapangan.

Walau demikian Ucok mengatakan, untuk saat ini kondisi pangan di Kabupaten Lingga masih dalam kondisi aman dan mencukupi. Namun Ucok tidak menampil jika ada kerawanan penyimpangan seperti penimbunan dan sebaginya.

“Wilayah ini bukan sebagai daerah penghasi melaikan daerah distribusi. Selain itu kondisi geografis juga mendukung,” ujar Ucok.

Untuk itu Ucok mengharapkan agar seluruh pihak dapat menjaga kelancaran distribusi pangan agar ketersediaannya dapat terjaga dengan baik. Sehingga kondisi ini tidak menjadikan salah satu pihak untuk mengeruk keuntungan pribadi dalam kondisi seperti sekarang ini.

Ucok juga menyinggung tentang transportasi Roro Jambi-jagoh yang telah aktif saat ini. Ucok berharap agar seluruh lapisan masyarakat agar dapat menjaga ketertiban terutama pada keberlangsungan moda transportasi tersebut. Hal ini tentunya menjadi salah satu pintu masuk kebutuhan pangan untuk Kabupaten Lingga. (wsa)

Dalmasri: Boleh Beda, Tapi Tetap di Bingkai NKRI

0
Wabup Bintan Dalmasri Syam menyerahkan SK CPNS kepada PTT Kemenkes, usai peringatan hari lahirnya Pancasila di halaman kantor bupati Bintan, Kamis (1/6). F.Humas Pemkab untuk batampos.

batampos.co.id – Wabup Bintan Dalmasri Syam memimpin upacara hari lahir Pancasila di halaman Kantor Bupati Bintan, Bintan Buyu, Kamis (1/6) sekitar pukul 08.00. Usai membacakan pidato dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengangkat tentang pentingnya pancasila dan Bhineka Tunggal Ika dalam kehidupan bermasyarakat, Dalmasri juga mengimbau masyarakat Bintan khususnya untuk tidak mempelebar jurang perbedaan.

“Boleh beda, beda agama, suku, beda kampung, tapi hati, pikiran dan tenaga harus tetap untuk kesatuan dalam bingkai NKRI,” kata Dalmasri.

Dalmasri juga mengapresiasi langkah pemerintah yang menetapkan tanggal lahirnya Pancasila, 1 Juni sebagai hari libur nasional. “Harusnya, itu sejak dulu hari lahirnya pancasila sudah jadi hari libur nasional,” katanya.

Oleh sebab itu, di peringatan hari lahirnya pancasila, Dalmasri mengimbau masyarakat tidak hanya memanfaatkan hari liburannya saja. Tetapi, lebih dari itu. Masyartakat, khususnya di Kabupaten Bintan harus menjiwai dan memaknai Pancasila. “Pelajari dan dimengerti,” tegas pria berkacama mata itu.

Dalam kesempatan itu, dilakukan penyerahan simbolis SK CPNS kepada 2 orang dokter dan 42 orang bidan PTT Kemenkes yang mengabdi di lingkungan Pemkab Bintan. Juga, penyerahan 3 unit mobil ambulans kepada UPTD Puskesmas Kecamatan Bintan Utara, Kecamatan Teluk Sebong dan Kecamatan Tambelan.

Kadis Kesehatan Bintan, dr Gama AF Isnaini mengatakan, kendaraan bantuan dari pemerintah ini akan digunakan untuk operasional puskesmas. Diharapkan, adanya bantuan dapat meningkatkan pelayanan dasar kesehatan masyarakat Bintan.
Untuk 2 dokter dan 42 bidan yang mendapat SK CPNS. rata-rata telah bertugas di sejumlah puskesmas di Bintan selama puluhan tahun.

Bahkan, PTT bidan Kemenkes yang diangkat menjadi CPNS di lingkungan Pemkab Bintan, Intan telah berdinas selama 13 tahun. Danik Destiyana, ketua dari para bidan yang menerima SK CPNS mengatakan, sebenarnya ada 45 orang yang dinyatakan lulus pada Maret lalu. Tapi, satu orang telah mengundurkan diri, sehingga tinggal 44 orang yang terdiri 2 dokter yang tugas di puskesmas Mantang dan Numbing dan 42 bidan di sejumlah puskesmas di Bintan.

“SKnya mulai per 1 April,” katanya. Selama 9 tahun menjadi PTT bidan, ia mengatakan, telah ditugaskan di daerah pesisir. Selama itu juga, ia mengaku tidak ada masalah untuk pelayanan. Juga, tidak ada penolakan kehadiran bidan. Hanya, terkadang keritikan tetap diterima, sebagai upaya membangun pelayanan yang lebih baik.

dr Ahmad Teguh, adalah salah satu dokter yang secara simbolis menerima
SK CPNS mengaku baru setahun mengabdi di Bintan, di daerah Mantang. Pria asal Pekanbaru itu, juga mengaku senang bertugas di Bintan. Hanya, awalnya dia sedikit mengalami masalah bahasa. “Saya ini lahir di Bintan, waktu itu ayah saya juga kerja di sini. Tapi kemudian pindah ke Pekanbaru. Tahunya, kembali lagi ke sini. Mungkin, ada pepatah orang tua dulu, kalau sudah minum air di Pulau Bintan, pasti kembali lagi,” katanya tersenyum. (cr21)

Keberagaman Adalah Takdir Bangsa Indonesia

0
Gubernur Kepri membacakan Sambutan Presiden RI saat menjadi Inspektur Upacara (Irup) dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2017 di lapangan kantor Gubernur, Istana Kota Piring, Dompak, Tanjungpinang, Kamis (1/6). F.Humas Pemprov Kepri untuk batampos.

batampos.co.id – Menjaga keberagaman di nusantara yang merupakan hal yang wajib dilakukan oleh seluruh warga negara Indonesia. Hal tersebut merupakan cerminan menjaga ideologi bangsa yakni Pancasila. Penegasan ini disampaikan Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun.

“Sebuah takdir bagi bangsa kita yakni keberagaman, mulai dari Sabang sampai Marauke, dari Miangas sampai Rote, berbagai etnis, budaya, bahasa, adat istiadat, agama, kepercayaan dan golongan bersatu padu membentuk NKRI. Itulah kebhinekaan dan hal itu patut terus dijaga setiap waktu,” ujar Gubernur dalam amanatnya membacakan Sambutan Presiden RI saat menjadi Inspektur Upacara (Irup) dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2017 di lapangan kantor Gubernur, Istana Kota Piring, Dompak, Tanjungpinang, Kamis (1/6).

Pancasila sendiri merupakan hasil dari satu kesatuan yang melalui berbagai proses mulai dari tanggal 1 Juni 1945 yang dipidatokan Ir. Soekarno, piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945 dan rumusan final pancasila pada 18 Agustus 1945 dan tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2016 tentang hari lahir pancasila yan diperingati setiap tanggal 1 Juni.

“Merupakan cerminan dari jiwa besar para founding fathers, para ulama dan pejuang kemerdekaan dari seluruh pelosok nusantara sehingga kita bisa membangun kesepakatan bangsa dan mempersatukan kita,” sambung Nurdin.

Dilanjutkan Nurdin bahwa saat ini Kebhinekaan sedang di uji, dengan datangnya pandangan dan tindakan untuk mengusung ideologi selain Pancasila. Hal itu diperparah dengan penyalahgunaan teknologi dan informasi dengan maraknya penyebaran berita yang tidak benar alias hoax.

“Maka hal itu perlu dicermati lebih dalam lagi, pemahaman kita tentang ideologi Pancasila juga harus terus dipupuk dan ditekankan dengan benar,” lanjut Nurdin.

Komitmen Pemerintah untuk penguatan pancasila sudah jelas dan kuat, berbagai upaya terus dilakukan dengan telah diundangkan peraturan presiden nomor 54 Tahun 2017 tentang unit kerja presiden pembinaan ideologi pancasila. Bersama seluruh komponen bangsa, lembaga baru ini ditugaskan untuk memperjuat pengalaman pancasila dalam kehidupan sehari-hari yang terintegrasi dengan program pembanfunan, pengentasan kemiskinan, pemerataan kesejahteraan dan program lainnya menjadi bagian integral dari pengamalan nilai-nilai Pancasila.

“Dengan Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai NKRI dan Bhinneka Tunggal ika, kita bisa terhindar dari masalah radikalisme, terorisme. Kita bisa hidup rukun dan bergotong royong untuk memajukan negeri,” kata Nurdin.

Nurdin mengajak masyarakat ubtuk terus menjaga perdamaian, persatuan dan persaudaraan diantara semua. Mari bersikap santun, saling menghormati, toleransi dan membantu untuk kepentingan bangsa demi kemajuan Indonesia.

Hadir pada kesempatan tersebut Ketua DPRD Provinsi Kepri Jumaga Nadeak, Danrem 033/WP Brigjen TNI Fachri, Danlanud Tanjungpinang Kol. Pnb. Ign. Wahyu Anggono, Satuan TNI dan Polri, Satpol PP, ASN, Pelajar dan Mahasiswa, tokoh masyarakat serta tamu undangan lainnya. (bni)

DED Jalan Lingkar Sekupang Nagoya Telah Selesai Dikerjakan

0
ilustrasi

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam telah merampungkan Detail Engineering Desaign (DED) untuk satu ruas jalan lingkar luar (ring road) Batam yang menghubungkan Sekupang melewati Tanjungpinggir dan Patamlestari menuju Jodoh dan Nagoya.

“Ded baru satu ruas kami selesaikan untuk ruas jalan dari Patamlestari menuju Tiban,” kata Deputi IV BP Batam, Robert Purba Sianipar, Kamis (1/6/2017).

Jalan lingkar luar atau biasa disebut jalan menyusur pantai (beach road) ini akan dibangun sepanjang 60 kilometer. Fungsinya adalah untuk mendukung kawasan industri yang ada di Batam.

Jalan pantai ini merupakan proyek kerjasama dengan pemerintah pusat.”Setelah Ded selesai, maka akan segera ditenderkan,” imbuh Robert.

Saat ini ada sejumlah investor yang berminat untuk membangun kawasan terpadu di Tanjungpinggir. Jika dikembangkan sebagai kawasan terpadu, maka kawasan di Batam akan semakin merata pembangunan investasinya.

Dimana dalam kawasan terpadu dan kawasan industri, saat ini di kawasan Mukakuning Sei Beduk, Tanjung Uncang Sagulung, kawasan industri eloktronik di Batam Kota, kawasan MICE di Nagoya dan Jodoh, Lubuk Baja, Parawisat di Nongsa dan industri di Kabil, Nongsa.

Wacana pembangunan jalan menyusur pantai ini serupa dengan yang akan dilakukan oleh Pemko Batam dengan lokasi yang serupa.

Namun berbeda dengan BP Batam, jalan yang akan dibangun Pemko Batam berfungsi untuk mengalihkan arus lalu lintas yang padat di kota. Proses pembangunan akan dimulai tahun depan.

Karena dana yang cukup besar, Pemko juga akan meminta bantuan kepada pemerintah pusat.

“Kalau hanya APBD pembangungan membutuhkan waktu 10- 15 tahun. Nah dengan adanya bantuan APBN kita bisa kejar pembangunan ini,” kata Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad belum lama ini.

Menanggapi hal ini, Deputi IV BP Batam, Robert Purba Sianipar menyarankan agar anggaran Pemko untuk membangun jalan pantai tersebut dialokasikan ke BP Batam saja.

“Anggarannya dialokasikan ke BP Batam saja. Yang penting jalannya terbangun,” pungkas Robert.(leo)

Sahat: Pemprov yang Berhak Menerima Pajak Air

0

batampos.co.id – Pengesahan perubahan peraturan daerah tentang pajak dan retribusi yang termasuk di antaranya sektor pajak air permukaan, bukan sebuah upaya penaikan tarif air kepada masyarakat. Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak, menegaskan PT ATB, selaku perusahaan pengelola air di Batam, mestinya memahami hal tersebut.

“Itu sebenarnya tidak (ada kenaikan tarif, red), karena hitungannya ATB dengan pemprov bukan mengenai kenaikan harga,” tutur Jumaga saat dihubungi, Kamis (1/6).

Ia menuturkan, perubahan perda itu sudah mengikut aturan yang berlaku. Artinya mengacu pada Undang-Undang, air permukaan sepenuhnya dikuasai oleh provinsi. “Tidak mempengaruhi nilai jual air. Tidak ada hubungannya sama sekali,” seru Jumaga.

Ia juga menambahkan, nantinya gubernur juga akan menandatangani MoU mengenai hasilnya. Lalu diikuti Peraturan Gubernur (Pergub) ke depannya. “Ini antara kedua belah pihak, mengenai pembagian hak,” sambungnya.

Terpisah, Sahat Sianturi yang merupakan Ketua Panitia Khusus saat pembahasan ranperda revisi pajak retribusi menekankan hal yang serupa.

“Perda ini bukan bertujuan menaikkan tarif air. Kami juga meminta jangan dengan ditetapkan Perda ini mengakibatkan ada kenaikan tarif,” tegasnya.

Selama ini, disampaikan Sahat, ada pemahaman yang salah dari pihak ATB dan BP Batam mengenai pajak air permukaan.

Ia menjelaskan yang dibayar oleh pihak ATB ke BP Kawasan Batam bukan Pajak tersebut, adalah Royalty atau PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak). “Yang punya hak menerima pajak air permukaan adalah Provinsi,” ujarnya.

Terkait kemungkinan perpindahan wewenang pengelolaan DAM, Sahat mengaku belum adanya pembahasan maupun pemikiran terkait hal tersebut.

“Siapa pun yang kelola, wajib bayar pajak air permukaan,” singkat Sahat.

Terkait pemberlakuannya, DPRD meminta pemerintah provinsi untuk mensosialisasikan selama tiga bulan terlebih dulu.

Sebelumnya, Surya Makmur juga turut menjelaskan persoalan kenaikan pajak ini.

“Jangan salah presepsi. Pajak air permukaan yang merupakan kewenangan pemprov. Yang akan diberlakukan ini tidak ada kaitannya dengan harga air,” ujar Surya.

Ia menjelaskan, karena pajak air permukaan selama ini dipungut oleh BP Kawasan. Sementara Pemprov hanya memperoleh Rp 20 dan itu jauh lebih kecil dari nilai yang semestinya diterima. Padahal berkenaan dengan Undang-undang tahun 2005, menegaskan bahwa pajak air permukaan menjadi kewenangan provinsi lantas DPRD lantas menyetujui untuk merevisi bagian tersebut.

“Atas dasar itu, kami masukkan dalam perubahan untuk pajak air. Sudah saatnya provinsi menerima itu, atas dasar amanat undang-undang,” tutup dia. (aya)

Percepat Kegiatan Lelang dan Belanja Modal

0

batampos.co.id – Sudah memasuki pertengahan tahun dan belum ada tanda-tanda serapan APBD tahun ini mencapai separuh. Sebab itu, Ketua Komisi II DPRD Kepri, Iskandarsyah meminta kepada Pemprov Kepri agar mempercepat pelaksanaan sejumlah kegiatan lelang dan belanja modal. Kedua bidang ini, diyakininya akan berdampak baik bagi pemerintahan dan juga masyarakat.

“Pemerintah jadi tidak buru-buru dalam menyelesaikan programnya, masyarakat jadi terbantu dengan anggaran yang mulai dibelanjakan. Tidak dipungkiri, ekonomi Kepri hari ini masih bergantung pada APBD,” kata Iskandarsyah, kemarin.

Untuk itu, sambung dia, yang perlu dilakukan Gubernur Nurdin adalah mendorong seluruh kepala masing-masing organisasi perangkat daerah untuk mulai bekerja lebih giat lagi. Sementara Sekdaprov sebagai motor pemerintahan harus berani melakukan percepatan kegiatan lelang dan belanja modal.

“Karena uang APBD bisa dipakai untuk meningkatkan aktivitas ekonomi,” ujar politisi dari Partai Keadilan Sejahtera ini.

Perlambatan pertumbuhan ekonomi yang terjadi pada tahun ini, kata Iskandarsyah, harus disikapi secara cepat. Seluruh pemangku kebijakan harus bekerja keras agar ketergantungan ekonomi Kepri terhadap sektor pertambangan, perminyakan, dan industri bisa mulai dikurangi.

Yang perlu digesa dalam waktu dekat, sambung Iskandarsyah, adalah menjadikan Kepri sebagai daerah investasi. “Tapi riil untuk investasikan potensi. Intinya membawa investor yang bisa menanamkan modalnya di Kepri karena di sana akan banyak membuka lapangan pekerjaan dan itu akan sangat membantu pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Jika tidak bisa segera dilakukan dalam tahun-tahun ke depan, Iskandarsyah mengkhawatirkan, ketergantungan terhadap sektor perminyakan dan industri itu akan lebih menjadi dan dapat melenakan ketika dua sektor ekonomi ini sudah tidak bisa diandalkan.

“Ya apalagi persaingan ke depannya semakin terbuka. Pemprov harus mulai berpikir jangka panjang tentang pertumbuhan ekonominya,” pungkas Iskandarsyah. (aya)

Lis Sosialisasikan Program Kerja Akhir Jabatannya

0

batampos.co.id – Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah melaksanakan buka puasa dan tarawih bersama warga Kampung Yudowinangun di Masjid Al-Munawwarah, Rabu (31/5) malam. Dalam momen safari Ramadan kali ini, Lis mensosialisasikan program kerja dimasa akhir jabatannya.

Lis mengatakan dirinya sangat memanfaatkan momen bulan suci Ramadan untuk berkeliling keseluruh rumah ibadah umat muslim. Dari masjid ke masjid maupun surau ke surau hanya untuk mengingatkan pentingnya toleransi antar umat beragama.

“Jagalah kondusifitas daerah ini. Marilah bersama-sama memupuk silahturahmi dan mempererat persaudaraan. Ingat, tidak ada perbedaan diantara kita,” ujar Lis.

Selain toleransi antar umat, kata Lis pemerintah juga akan mendukung terciptanya keharmonisan, kerukunan dan kesejahteraan. Caranya, lanjut Lis melalui berbagai program kerja yang akan direalisasikan sebelum masa kepemimpinannya berakhir.

Mulai dari pembangunan berbagai fasilitas, sarana dan prasarana pendidikan dan kesehatan serta peningkatan perekonomian sampai kesejahteraan seluruh masyarakat.

“Semuanya akan dilaksanakan hingga tuntas bersama Pak Syahrul (Syahrul-red),” bebernya.

Lis beraharap masyarakat mendukung seluruh program yang digalakkan pemerintah. Apabila banyak paham negatif yang berkembang jangan ditelan mentah-mentah karena dapat memecahbelahkan persatuan dan kesatuan.

Agar hal negatif tidak berkembang, sambung Lis bentengi diri dengan pendidikan ilmu agama. Kemudian imbangi dengan pemikiran yang rasional atau masuk diakal dan jangan dengarkan berita hoax atau bohong.

“Manfaatkan ramadhan ini untuk melakukan intopeksi diri agar menjadi lebih baik lagi,” ungkapnya. (ary)