Senin, 4 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13318

Akhiri Kelesuan Ekonomi, BP Batam-Pemko Batam Bentuk Tim Bersama

0

batampos.co.id – Kelesuan ekonomi Batam dan Kepri mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat. Menteri Koordinator Maritim, Luhut Binsar Panjaitan, secara khusus mengundang Gubernur Kepri Nurdin Basirun ke Jakarta untuk membahas persoalan ini, Selasa (4/7).

Rapat yang digelar di ruang kerja Luhut itu juga dihadiri Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB), Asman Abnur. Selain itu, selama rapat Luhut juga berkomunikasi dengan menteri terkait untuk mencari solusi atas kelesuan ekonomi di Kepri, khususnya Batam.

“Kami membahas pemulihan ekonomi Kepri. Pusat harus mengambil langkah yang tepat,” kata Nurdin usai pertemuan, Selasa (4/7) siang.

Banyak usulan yang disampaikan Nurdin pada kesempatan itu. Misalnya soal Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk Bintan Karimun. Untuk Natuna, Anambas dan Lingga, Nurdin meminta agar segera diberikan KEK Pariwisata.

Bagi Nurdin, dibentuknya KEK di daerah-daerah tersebut akan mendorong dan memicu pergerakan ekonomi yang cepat. Nurdin ingin keunggulan tiap daerah dimanfaatkan semaksimal mungkin.

“Kita tidak boleh bertumpu pada satu sektor dan satu daerah saja,” kata Nurdin.

Karena jika satu sektor ambruk, maka akan mempengaruhi ekonomi secara menyeluruh di Kepri. Untuk itu Nurdin sudah mengajukan usulan pemanfaatan keunggulan tiap kabupaten kota.

Pada kesempatan itu, Asman, sebagai Menteri dari Kepri, menurut Nurdin juga memberikan sejumlah usulan kongkret. Nurdin menilai Asman serius memikirkan pemulihan ekonomi di Kepri dan Batam.

Dalam berbagai kesempatan, sejumlah pengusaha Kepri memang menyampaikan keluhan lesunya perekonomian Kepri dan Batam kepada Asman. Karena itu, mantan Wakil Wali Kota Batam ini juga sudah menyiapkan berbagai langkah untuk pemulihan itu.

Tak hanya Asman, dalam beberapa kali kunjungannya ke Kepri, Luhut pun selalu mendapat keluhan yang sama dari sejumlah pengusaha. Karena itu, Luhut memiliki komitmen untuk mencarikan solusi pemulihan ekonomi Kepri, khususnya di sektor maritim.

Usai menghadiri pertemuan dengan Luhut dan Asman, Nurdin langsung mengumpulkan sejumlah OPD terkait di Istana Kota Piring, Dompak, Selasa (4/7) malam. Gubernur sendiri ke Jakarta Selasa pagi dan kembali lagi malamnya ke Tanjungpinang untuk rapat dengan  OPD terkait.

Langkah-langkah untuk pemulihan kembali dibahas pada pertemuan yang berlangsung hingga larut malam itu. Kamis ini, di Jakarta, juga akan dilakukan pembahasan lanjutan. Dalam kesempatan itu, Nurdin juga melakukan pembahasan APBD Perubahan dan APBD 2018. Nurdin juga membahas kesiapan kafilah Kepri untuk mengikuti STQ Nasional ke-24 di Tarakan, Kalimantan Utara.

Nurdin sendiri dalam berbagai kesempatan selalu menyampaikan kondisi ekonomi Kepri kepada Presiden Joko Widodo. Terakhir, saat di Natuna, Nurdin menyampaikan hal yang sama.

Presiden Jokowi dalam rapat terbatas akhir Maret lalu menginginkan Kepri memberi konsentrasi penuh terhadap pengembangan setiap pulau. Harus ada konsentrasi pengembangan gugus pulau besar seperti Anambas, Natuna, Lingga, Karimun, Bintan, Batam, dan Tanjungpinang.

“Kalau lebih fokus, perekonomian lebih cepat  tumbuh dan lapangan kerja lebih banyak lagi,” kata Presiden saat itu.

Tentang konsentrasi pengembangan gugus pulau, Presiden mencontohkan Kepulauan Natuna bisa difokuskan pada sentra industri kelautan dan perikanan serta migas. Contoh lain, Presiden sampaikan gugus pulau lain seperti Karimun bisa dikembangkan menjadi sentra industri manufaktur.

ilustrasi

Sementara di Batam, Badan Pengusahaan (BP) Batam dan Pemko Batam juga menggagas pembentukan tim ekonomi. Tim ini diharapkan mampu mencari sejumlah solusi untuk membawa Batam keluar dari keterpurukan ekonomi saat ini.

“Nanti ada pertemuan kembali,” kata Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, di kantornya usai bertemu Kepala BP Batam, Hatanto Reksodipoetro, Selasa (4/7).

Rudi mengatakan, rencana pembentukan tim bersama ini merupakan bentuk keprihatinan BP Batam dan Pemko Batam atas kondisi ekonomi Batam saat ini. Selain BP dan Pemko Batam, tim ini nantinya akan melibatkan sejumlah pihak yang membidangi ekonomi.

Dalam pertemuan singkat kemarin, kata Rudi, hanya membahas rencana awal pemmbentukan tim ekonomi bersama. Pada pertemuan berikutnya, akan diundang pihak-pihak dari asosiasi pengusaha, pelaku usaha, tokoh masyarakat, dan lainnya.

“Termasuk Bank Indonesia, semua lah,” ucapnya.

Menurut Rudi, persoalan ekonomi yang akan ditangani tim bersama ini nantinya merupakan ekonomi global dan makro. Bukan hanya membahas persoalan yang terkait dengan BP Batam atau Pemko Batam saja.

Misalnya terkait masalah penerbitan izin peralihan hak (IPH) di BP Batam yang belakangan tersendat dan berdampak pada pendapatan Pemko Batam melalui Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

“Ekonomi tak hanya terkait IPH, semuanya. Kita ingin bandingkan secara keseluruhan, tak hanya BPHTB saja. Semua,” ucapnya.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, yang turut serta ikut dalam pertemuan tersebut menyampaikan hal serupa. Menurutnya, ada keprihatinan bersama BP Batam dan Pemko Batam terkait ekonomi saat ini.

“Makanya perlu dibangun langkah bersama mencoba mengatasi stagnan yang ada. Pada pembicaraan kita tadi, ternyata ini tak hanya Batam tapi Indonesia juga,” katanya.

Untuk itu, kata Amsakar, perlu pemikiran bersama. Sehingga roda ekonomi Batam terus bergerak. Sektor industri di Batam yang pernah menjadi primadona di dalam negeri juga kembali bergairah.
“Bagaimana agar pariwisata baik, shipyard ramai lagi,” imbuhnya.

Amsakar membantah jika dalam pertemuan yang digelar tertutup itu ada pembahasan lain. Misalnya  terkait masalah hubungan BP Batam dan Pemko Batam yang selama ini dinilai renggang.

“Cerita ringan sebenarnya, tak bahas yang soal angka berapa atau investor berapa,” kata Amsakar. (cr13/bni)

Snap Mor dan Parade Budaya Tutup Festival Biak Munara Wampasi 2017

0

Festival Biak Munara Wampasi (BMW) 2017 berakhir klimaks. Ya, perhelatan yang sudah dilaksanakan ke-5 kalinya itu sukses ditutup dengan dua event unggulannya yakni Parade Budaya dan Snapmor.

Parade Budaya digelar pada Senin (3/7) di Jalan Utama Kabupaten Biak, sementara Snap Mor digelar pada hari Selasa (4/7) di Pantai Karnindi Distrik Biak Barat.

Dua rangkaian  penutup ini membuat pengunjung yang hadir ke festival yang didukung Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata itu hingga pengunjung tumpah ruah.

Ribuan masyarakat, wisatawan nusantara (Wisnus) dan wisatawan mancanegara (Wisman) bergabung jadi satu di dua event yang sangat menarik tersebut.

”Terima kasih kepada semua pihak yang mendukung acara kami, terutama Kementerian Pariwisata, karena tanpa dukungannya, event ini tidak akan konsisten dan gaungnya tidak terasa ke luar Biak,” ujar Bupati Biak Thomas Alfa Edison Ondi. Festival BMW 2017 itu sendiri digelar sejak tanggal 1 hingga 4 Juli 2017.

Menurut dia, Parade da Snap Mor memang menampilkan keaslian dan budaya Biak.

“Itulah yang kami jaga terus sampai turun temurun. Kegiatan itu dibalut dengan nuansa yang sangat kental dengan masyarakat Biak,” kata dia.

Parade Budaya diikuti puluhan rombongan seni dari berbagai distrik yang ada di Biak. Setiap distrik memperlihatkan kesenian dan keunikannya dalam menari dan menggelar ritual dengan tarian dengan diiringi musik Tifa. Sepanjang jalan Imam Bonjol Kabupaten Biak dengan mengelilingi kota.

Snap Mor lebih unik lagi. Atraksi budaya masyarakat adat Biak ini adalah seni menangkap ikan di air laut surut yang dipusatkan di pantai Karnindi Distrik Biak Barat. Ribuan orang Biak dari berbagai pelosok kampung di Kabupaten Biak Numfor sejak pukul 05.30 WIT sudah memadati lokasi untuk mengikuti prosesi.

Tampak juga Bupati Thomas Ondy dan Sekretaris Daerah Markus Oktovianus Mansnembra beserta jajaran pejabat eselon II organisasi perangkat daerah. Tak ketinggalanpara politisi dan masyarakat adat setempat ikut serta melaksanakan atraksi budaya Snap Mor.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti didampingi Kepala Bidang Promosi Wisata Budaya Wawan Gunawan mengatakan, kegiatan ini sangat senang dilakukan oleh masyarakat Biak dan kegiatan ini juga dilakukan guna melestarikan budaya khas masyarakat adat Biak yang berlangsung turun temurun.

“Setiap masyarakat adat Biak sudah mengenal tradisi Snap Mor, ya cara menangkap ikan di air mati. Ini merupakan warisan budaya orang tua yang harus dijaga. Hanya tinggal di jaga atraksinya dan dipromosikan hingga mancanegara,”kata Wawan.

Hingga pukul 08.00 WIT pengunjung masih berdatangan di lokasi Snap Mor pantai Karnindi dengan membawa berbagai perlengkapan alat tangkap ikan seperti jubi (alat tangkap ikan tradisional) dan tempat penyimpan ikan.

Lebih lanjut Wawan menambahkan, selain itu Snap Mor juga biasa dilakukan masyarakat Biak sebagai pesta syukur. Semua warga boleh ikut serta menangkap ikan yang terjebak di perairan dangkal yang telah dipagari dengan jaring, kemudian hasil tangkapan dinikmati bersama-sama.

Tradisi snap mor merupakan bagian dari pesta adat munara, yang dapat dimaknai sebagai kultus pembaruan dalam dinamika kehidupan masyarakat Biak.Ritual tersebut amat lekat dengan laut. Seperti snap mor yang digelar pada masa laut berada pada siklus surut terendah dan pasang tertinggi.

Masa itu berlangsung pada bulan Juli hingga Agustus. Tradisi snap mor yang tetap terjaga sebenarnya menunjukkan kemampuan asli masyarakat asli Biak yang secara turun-temurun mengenali siklus pasang surut. Mereka mampu membaca kondisi laut dan tanda-tanda alam lain untuk menentukan kapan dan di mana ikan-ikan dapat diperoleh.

Kata Wawan, snap mor bisa pula dibilang wujud ucapan syukur atas berkat, yang dirayakan bersama kerabat dan seluruh komunitas masyarakat di Biak.

“Biasanya, mereka yang lanjut usia tidak ikut aktif menangkap ikan. Dulu para pemudalah yang menyisihkan tangkapan untuk dibagikan ke orang-orang tua,”kata Wawan bercerita.

Wawan juga menilai bahwa  kegiatan ini merupakan sebuah ekspresi budaya lokal, yang di dalamnya mengungkap nilai-nilai kebersamaan menjadi satu unsur penting. ” Budaya itu semakin dilestarikan, semakin bernilai tinggi dan semakin menjadi unggulan di setiap destinasi,” tambah Menteri Pariwisata Arief Yahya.(*)

BPS: Kunjungan Wisman Januari-Mei 2017 Naik 20%

0
Turis dari Negara Korea berjalan di kawasan Batam Centre hendak berfoto di depan Welcome To Batam. Tulisan Welcom To Batam adalah salah satu daya tarik turis lokal maupun turis Manca Negara untuk masuk ke Kota Batam. Turis lokal maupun Manca Negara banyak berkunjung ke Batam di hari-hari libur, seperti hari Sabtu dan Minggu. F Dalil Harahap/Batam Pos

Badan Pusat Statistik (BPS) merelease info baru wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Indonesia dari bulan Januari – Mei 2017. Angkanya cukup progresif, yakni 5.358.489 orang. Angka itu naik 20,38% jika dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun lalu.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala BPS Suhariyanto.

Kata dia, dari total 5.358.489 orang itu, sebanyak 4.687.721 orang masuk melalui 19 pintu masuk utama. Sedangkan, 670.768 orang tercatat masuk di luar 19 pintu masuk utama tersebut.

Kunjungan wisman di luar 19 pintu utama itu sebanyak 422.483 orang melalui pos lintas batas dan 248.285 orang kunjungan lewat pintu lainnya. Pencatatan wisman di wilayah perbatasan juga menggunakan metode penghitungan Mobile Positioning Data (MPD).

“Jumlah wisman masuk melalui Bandara Ngurah Rai sebanyak 2.284.426 orang dan melalui Bandara Soekarno-Hatta sebanyak 1.004.724 orang,” ujar Kepala BPS Suhariyanto. Dia menambahkan, kenaikan jumlah kunjungan wisman pada periode Mei 2017 terjadi di sebagian besar pintu masuk utama dengan presentase tertinggi terjadi di Bandara Sam Ratulangi, Sulawesi Utara yang mencapai 449,02 persen.

Di sisi lain, wisman yang berkunjung ke Indonesia melalui Pos Lintas Batas (PLB) periode Mei 2017 mencapai 156,05 ribu kunjungan, angka ini mengalami kenaikan sebesar 722,38 persen jika dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

“Dari 1,16 juta wisman yang datang ke Indonesia selama Mei 2017, Wisman asal Tiongkok menjadi yang tertinggi mencapai 13,19 persen, disusul Singapura 9,83 persen, Malaysia 9,62 persen, Australia 7,91 persen, dan India 4,19 persen,” pungkas Suhariyanto.

Menteri Pariwisata Arief Yahya pun semakin semangat mengejar target 15 juta di tahun 2017 ini. Proyeksi itu sejatinya tergolong sangat ambisius dan terlalu optimistik, karena harus naik 25% dari achievement 2016.

“Kalau tidak mencapai angka proyeksi itu, akan semakin sulit mengejar ujung dari target 2019 yang sudah ditetapkan Pak Presiden Jokowi 20 juta,” kata Arief Yahya, yang tahun pertama 2014-2015 masing mengejar branding itu. Baru tahun 2016-2017 inilah Arief Yahya menggeber program selling.

“Tiap bulan itu taget kita mengalami peningkatan yang signifikan. Untuk bulan Mei, kita bulatkan menjadi 1.150 juta wisman, saya menargetkan sebelum semester 1, harus 1.150 karena kita yakin di semester II akan lebih dari itu, jadi selamat untuk teman-teman, bulan Mei cukup oke, dan Juni-Juli itu peak season dengan rata-rata 1.250 juta wisman di bulan itu,” kata Menpar Arief Yahya saat ditemui seusai acara Halal Bihalal Kementerian Pariwisata di Balairung Soesilo Soedarman, Jakarta, Senin (3/7).

Menpar Arief Yahya menjelaskan, upaya untuk meningkatkan kunjungan wisman sejak awal tahun antara lain dengan memperbanyak acara-acara menarik, khususnya di tiga pintu utama (great), yaitu Bali, Jakarta dan Batam, serta 10 destinasi branding dan destinasi prioritas atau Bali Baru.

Selain itu, Kemenpar juga menggenjot event-event di perbatasan (cross border).

“Kita ini average sudah di angka 1 juta lebih per bulan. Ini modal yang bagus bagi Pariwisata kita, untuk mengejar target wisatawan tahun 2017 mencapai 15 juta itu, target kita harus tercapai, jika tidak tercapai akan semakin jauh dengan pesaing kita,” katanya.(*)

Yadnya Kasada bakal Kenalkan Bromo ke Dunia

0

Festival Yadnya Kasada yang siap digelar pada  9-10 Juli 2017 di gunung Bromo.

Hajatan tahunan yang sakral bagi penduduk setempat ini bakal didatangi banyak wisatawan mancanegara (wisman) dan disorot berbagai media asing.

Radar Kementerian Pariwisata (Kemenpar) pun langsung on. Kementerian yang dinakhodai Arief Yahya itu langsung memperkuat koordinasi untuk promosi destinasi prioritas ini. Kemenpar pun langsung siap mendukung penuh ritual sakral tersebut dengan event-event pendukung.

“Dalam kegiatan tersebut akan ditampilkan aneka seni tradisional masyarakat Tengger di antaranya Sendratari Kidung Tengger, Puisi Kidung tengger, Jaranan Wahyu Tunas Budaya dan lain-lain. Media-media asing ini akan memberitakan semua kegiatannya dan diketahui masyarakat dunia,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara
Esthy Reko Astuti didampingi Kepala Bidang Wisata Budaya Asdep Segmen Pasar Personal Kemenpar Wawan Gunawan, Senin (3/7).

Perkiraan estimasi kunjungan wisatawan juga tak sedikit. Khusus untuk 2017, wanita berkerudung itu memprediksi akan ada 10.000 kunjungan wisnus dan 1.000 kunjungan wisman ke Bromo. Sementara transaksi yang ditargetkan dalam kegiatan tersebut mencapai Rp 5 miliar.

“Orang-orang Tengger itu melaksanakan ritual Yadnya Kasada yang berlangsung selama satu bulan. Dan pada 9-10 Juli akan menjadi pusat kegiatannya. Kami meyakini event ini akan melampau target wisatawannya dan transaksinya,” kata Esthy yang diamini Wawan.

Wawan Gunawan mengatakan, event yang merupakan gawe bareng sejumlah stakeholder negeri dan swasta ini bakal melibatkan ratusan seniman tari dari berbagai daerah. Tidak hanya itu, akan hadir pula artis multitalent Ayushita Widyartoeti Nugraha dan Sha Ine Febriyanti. Dua artis ibukota ini bakal tampil membawakan Puisi dengan tema tersendiri
yakni Puisi Kidung Tengger.

“Selain Puisi Kidung Tengger, yang akan menampilkan dua multi talenta ibu kota, bertempat di lautan Pasir Kasiah, juga diisi Sendratari Kidung Tengger, Tari Topeng Gunungsari, Perkusi UI Daul Madura yang merupakan perkusi berlatar etnik Madura. Ada pula Jegog Suar Agung Bali, yang merupakan perkusi bambu berlatar etnik dari pulau dewata Bali.  Singo Ulung tarian khas Bondowoso, Jaranan Wahyu Tunas Budaya,
Jaran Slining Lumajang, Tari Mahameru, serta Reog Ponorogo,” papar Wawan.

Tidak hanya itu, di lokasi berbeda namun masih di kawasan Bromo, tepatnya di Agrowisata Desa Jetak, dua malam berturut-turut akan ditampilkan Pawai obor, Tari Topeng Gunungsari, Konser Musik Wadya Bala STKW, Tari Pepe ‘pepe’ Bainea  Ri Gowa, serta Jaranan Campursari.
Tak kalah menariknya, panitia juga mengadakan lomba Fotografi Eksotika Bromo dengan mengambil spot pada dua hari acara itu.

Wawan Gunawan menuturkan, sejak zaman Kerajaan Majapahit, acaranya selalu heboh. Yadnya Kasada Bromo dianggap sebagai tempat suci oleh suku Tengger. Warga akan mempersembahkan makanan dengan cara dilempar ke dalam kaldera gunung berapi yang masih terus aktif. Selain hasil bumi,hewan ternak seperti kambing, ayam, dan sapi, juga dijadikan persembahan.

Menjelang even ini, tempat penginapan di sekitar Bromo bakal dipenuhi wisatawan yang menginap. Sampai hari ini, sebagian besar penginapan sudah full booked hingga bulan Agustus.

Ketua Badan Pengurus Cabang Persatuan Hotel dan Restoran (BPC PHRI) Bromo, Jawa Timur Digdayo Djamaluddin mengatakan, pihaknya bersama para pengusaha hotel, tentu juga panitia, mempersiapkan segala sesuatunya termasuk antisipasi lonjakan wisatawan yang datang ke Bromo.

“Saat ini banyak penginapan jenis hotel dan cottage sudah full booked. Kami juga sedang mengoptimalkan koordinasi dengan pemilik-pemilik homestay di sekitar,” ungkap Digdayo.

Untuk informasi, ketinggian 2.300 meter menjadi titik yang paling favorit gunung ini. Sebab, pada ketinggian itu, mata pelancong akan dimanjakan oleh pemandangan indah. Selain itu, juga menjadi lokasi paling strategis untuk menyaksikan kemegahan matahari terbit.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut ini sebagai budaya dan tradisi yang memiliki kearifan lokal di Bromo. Yang pasti, dia mengingatkan agar atraksi alamnya diperhatikan dengan baik, terutama manajemen sampah, yang sering dikeluhkan banyak pihak di destinasi pegunungan.

“Service atau pelayanan yang baik, kebersihan, dan toilet yang terjaga, itu penting dalam jangka pendek. Jangka panjangnya adalah 3A, atraksi, amenitas dan akses, yang tidak bisa ditawar-tawar lagi,” kata dia. (*)

Agustus, Festival Ikan Nusantara di Batam

0
ilustrasi

Festival Ikan Nusantara (FIN) dan lomba masak ikan nasional, akan digelar pada 1-17 Agustus 2017.  Ada banyak varian ikan lezat yang bisa dinikmati di dua crossborder area di Pontianak dan Batam.

“Ini sekaligus mempopulerkan wisata kuliner di Batam dan Pontianak,” kata Menpar Arief Yahya, Selasa (4/7).

Semua persiapan telah disusun dengan matang. Rapat koordinasi antarkementerian/lembaga bahkan sudah dilakukan bersama antara Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Menkes Nila Muluk, Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan Nilanto Perbowo, Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti dan Presdir Femina Group Svida Alisyahbana.

Golnya ada dua. Yang pertama, semua sepakat mematangkan persiapannya festival yang tujuan akhirnya mengajak masyarakat gemar makan ikan. Satunya lagi menjaring wisman sebanyak-banyaknya dari negeri tetangga.

Karena untuk membidik wisman atau wisatawan nusantara, lokasi yang dipilih ada di border area. Satunya Batam di Kepri dan Pontianak di Kalimantan Barat.  Keduanya sangat matching bila dikaitkan dengan crossborder tourism yang kerap dikibarkan Menpar Arierf Yahya melalui Festival Wonderful Indonesia di daerah perbatasan.

Selain itu, destinasi wisata kuliner di Batam dan Pontianak sudah tidak asing di lidah pemburu kuliner asal Malaysia dan Singapura.

“Batam dan Pontianak karena keduanya ada di border area. Kedua kota itu sangat potensial mendatangkan wisman, terlebih kuliner olahan dua kota itu sudah tidak asing dengan negara tetangga,” ujar Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti di Jakarta, Selasa (4/6).

Selain dua kota tersebut kemenpar juga akan melakukan audisi di 9 kota lainnya. Audisi akan digelar di 11 kota, Biak Papua (11 Juli), Batam (16 Juli) dan Gorontalo (18 juli) serta delapan daerah lain nya seperti sumbar, kalbar, jawa barat  yogya, solo, NTB, NTT dan Sulawesi Selatan.

Hastag #PesonaMakanIkan, sejak menjelang makan siang, Selasa 4 Juli 2017 juga sudah ramai memperbincangkan soal kampanye makan ikan itu di media sosial.

Di tempat terpisah, Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Kuliner dan Belanja Kemenpar Vita Datau Messakh mengatakan, perairan di laut dan darat Indonesia menyimpan 2.500 jenis ikan laut dan 2.184 jenis ikan air tawar menjadikan warga di Indonesia dapat berkreasi menciptakan makanan tradisionalnya. Inilah kontributor utama terhadap kekayaan dan keanekaragaman gastronomi Indonesia.

“Lomba masak Ikan Nusantara ini sangat tepat karena Indonesia negara bahari. Selain alamnya yang indah, budayanya yang bagus, kulinernnya juga sangat enak. Terlebih hidangan kuliner berbahan ikan yang fresh dari tempatnya,” ujar Vita Datau.

Lebih lanjut Vita menjelaskan ada dua cara untuk mengangkat kuliner-kuliner warisan Indonesia berbahan dasar ikan agar lebih dikenal dan mendunia. Pertama, ikan khas wilayahnya masing-masing diolah dengan cita rasa otentik daerah.

“Misalnya Pindang Patin Palembang  atau Gule kepala Kakap Medan atau Padang. Yang kedua, penyajiannya harus instagramable, agar bisa terlihat eye cacthing di sosmed. Sehingga sekalian bisa promosi ke seluruh dunia,” ucapnya.

Lebih lanjut Vita berharap, lomba masak Ikan Nusantara ini memunculkan menu-menu terbaik di Indonesia, sehingga bisa menjadi hidangan ikan yang bisa disajikan ke tamu negara yang datang ke Indonesia.

“Nantinya akan ada kreasi baru yang disukai anak-anak sebagai penerus bangsa. Sehingga menu ikan dapat di gemari semua kalangan. Syaratnya rasanya harus enak, bentuknya menarik, mudah menyiapakan dan mengolahnya agar ibu-ibu dirumah bisa mencoba memasak untuk anaknya. Makan ikan itu sehat dan bergizi, sehingga menjadikan anak-anak Indonesia pintar,” pungkas Vita.

Soal kuliner, pemerintah tidak ingin main-main menggarapnya. Potensinya sangat besar. Variannya masuk ke dalam tiga subsektor dalam industri kreatif yang memberikan sumbangan terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

Kuliner ada di posisi nomor satu dengan sumbangan sebesar Rp 209 triliun atau 32,5%. Setelah itu fashion sebesar Rp 182 triliun atau 28,3%, dan kerajinan sebesar Rp 93 triliun atau 14,4%. Menpar Arief

Yahya pun makin bersemangat. Mulai dari rancangan festival, strategi pemasaran, dan publikasi, semuanya dipersiapkan dengan matang.

“Festival Ikan Nusantara mendukung pengembangan Wisata Kuliner Indonesia. Hal yang tinggal dipikirkan adalah bagaimana mengemasnya menjadi kekuatan yang memiliki commercial value, bukan hanya cultural value. Dorong Batam dan Pontianak jadi destinasi wisata kuliner,” tutur Menpar Arief Yahya, yang asli Banyuwangi itu. (*)

Kisah Miris Istri Anggota ISIS

0

batampos.co.id – Pembaca, berikut ulasan Jenan Moussa, reporter Arabic TV yang berhasil menemui istri-istri anggota ISIS yang berhasil melarikan diri.

Cerita yang mereka paparkan bikin miris. Sebagian besar adalah ungkapan rasa cemburu karena suami-suami mereka memiliki budak seks dan menghabiskan banyak uang untuk itu. Sementara, untuk urusan bunuh membunuh, para istri ini seolah tidak peduli.

Disebut sebagai istri putus asa dari Raqqa, mereka curhat di salah satu rumah penampungan di kota kecil Ayn Issa, sekitar 48 kilometer dari Raqqa, Syria. Dalam pembicaraan itu, mereka menolak mengutuk tindakan sadis suami-suami mereka yang membunuh orang lain.

Tetapi, mereka lebih menggebu menceritakan bagaimana suami-suami mereka dan kroni-kroninya membayar sampai Rp 133 juta demi budak seks yang masih perawan. Yang bikin shock, mereka mengakui anak gadis muda mulai usia sembilan tahun, juga menjadi korban pemerkosaan para suami-suami ini.

Ada tujuh perempuan yang berbicara dengan Moussa. Bersama anak-anak mereka, istri-istri ini menceritakan mengenai lelaki yang berlabel suami. Lelaki yang saat ini tidak jelas keberadaannya. Mungkin sudah meninggal atau masuk penjara.

Perempuan-perempuan ini berasal dari berbagai negara. Libanon, Tunisia, Dagestan, dan Syria. Suami-suami mereka pun berasal dari berbagai negeri. Prancis, Malaysia, Tunisia, dan Turki.

”Suami saya punya aplikasi budak seks di teleponnya. Dengan aplikasi itu suami saya dan temannya membagi foto-foto perempuan muda yang ditangkap. Ada harga untuk perempuan-perempuan itu. Mulai Rp 26 juta sampai Rp 133 juta,” kata seorang istri yang bersuami orang Lebanon.

”Itu adalah pasar untuk budak seks. Mereka membagi foto dari budak-budak yang mereka miliki dengan make-up terbaik. Banyak sekali tekanan antara istri dengan budak seks mereka. Beberapa istri bahkan menceraikan suami mereka karena itu,” sambungnya.

Jenan Moussa duduk bersama dua perempuan istri anggota ISIS yang membagi cerita mereka. (Twitter Jenan Moussa)

Ditambahkan perempuan yang tidak disebutkan namanya itu, para suami pemilik budak seks tersebut menghabiskan banyak uang untuk membelikan piaraannya make-up mahal, baju, dan aksesoris,” tuturnya.

Salah seorang yang diwawancarai bahkan mengaku pernah menjadi budak seks juga. Dia mendapat tawaran dari banyak lelaki ISIS. Tetapi, dia hanya menerima satu lelaki. Yaitu Abu Bakr al-Baghdadi, pemimpin ISIS.

”Baghdadi punya empat istri dan 15 budak seks,” sambungnya.

Moussa yang datang ke kamp penampungan istri “terbuang” menemukan beberapa perempuan Indonesia yang mengaku menjadi korban ISIS. Tetapi, orang-orang Indonesia tersebut menolak diwawancarai Moussa. (thetimes/dailymail/tia/JPK)

MRO Lion Grup Layani Perawatan Pesawat Negara Tetangga

0

batampos.co.id – Batam Aero Technic dapat merawat dan memperbaiki sejumlah pesawat type Boeing 737 800/900 er, Airbus 320, Airbus 330 dan ATR 72 500/600. Batam Aero Technic yang menjadi pusat perbaikan dan perawatan Lion Grup se Indonesia, tak hanya merambah pasar nasional saja. Tapi juga pangsa pasar mancanegara seperti Thailand dan Malaysia.

“Kami memiliki kapabilitas untuk perawatan dan perbaikan pesawat Malindo Air dan Thai Lion Air juga,” kata Deputi General Manager MRO (Maintenance, Repair dan Overhaul) Batam Aero Technic, Riki S Suparman, Selasa (4/7).

MRO milik lion grup tersebut, tak hanya mampu melakukan perawatan ringan saja. Tapi juga perawatan berat, untuk pesawat yang sudah memiliki jam terbang cukup lama.

Ke depan, Batam Aero Technic akan membangun pusat perawatan khusus (shop visit) untuk auxiliary power unit (APU), landing gear dan enggine. Riki menjelaskan perawatan di Shop, tak seperti perawatan ringan atau berat. “Ini lebih spesifik, misalnya enggine, yahh itu saja yang dikerjakan,” tuturnya.

Pusat perawatan khusus inilah yang akan dibangun oleh Batam Aero Technic pada Oktober 2017. Dimana direncanakan pada pertengahan tahun 2018, sudah selesai dibangun. Pusat perawatan khusus ini, dapat menyerap sebanyak 400 tenaga kerja yang memiliki keahlian khusus.

“Shop ini dapat menampung setidaknya 6 pesawat. Tapi ini belum final, sekitar segitulah nanti,” ucapnya.

Hanggar pesawat lion air di Bandara Internasional Hang Nadim Batam ). F Dalil Harahap/Batam Pos

Pusat perawatan khusus ini, nantinya akan menempati tanah seluas 8 haktare yang terletak di sebelah kiri MRO lama Batam Aero Technic.

Riki memaparkan secara kualitas Sumber Daya Manusia di Batam Aero Technic memiliki skill kelas internasional. “Secara SDM kamis siap, begitu juga dengan tools,” ujarnya.

Ia mengatakan pada tahun lalu, Batam Aero Technic bisa merawat dan memperbaiki sebanyak 500 pesawat. Dan hingga semester 2017 ini, kata Riki pihaknya telah menyelesaikan perawatan dan perbaikan 200 pesawat. “Untuk perawatan ringan pengerjaan selama dua hari dan perawatan berat 10 hari saja,” tuturnya.

Dari pantauan Batam Pos beberapa hanggar di MRO Lion Grup tersebut terparkir beberapa pesawat. Pesawat milik maskapai Lion Air itu, kebanyakan melakukan perawatan berat. Lalu di hanggar lainnya, terdapat tiga pesawat ATR yang sedang menjalani perawatan juga.

“Mereka semua kami rekrut perdaerah. Cukup berbangga juga, perbaikan dan perawatan pesawat dilakukan oleh anak-anak bangsa Indonesia sendiri. Kebanyakan direkrut dar SMK dan SMA,” tutur Riki. (ska)

Presiden Ajak Pengusaha Listing di Bursa Saham Indonesia

0
Presiden Joko Widodo saat mengunjungi lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) didamping Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Miftahul Hayat/Jawa Pos)

batampos.co.id – Presiden Joko Widodo mengetahui ada perusahaan berusaha di Indonsia tapi tercatat (listing) di luar negeri.

Jokowi menyindir agar perusahaan yang telah  listing di luar negeri tersebut juga tergerak untuk mencatatkan sahamnya di lantai  Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Kita ingin agar perusahaan yang masih listing di luar negeri agar masuk ke bursa kita,” kata Jokowi saat mengunjungi Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta didampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Selasa (4/7).

Jokowi mengungkapkan bahwa saat ini  banyak perusahaan yang beraktivitas dan menjalankan usahanya di Indonesia, namun tercatat di luar negeri. Meski tak memaksa, namun dia berharap perusahaan-perusahaan tersebut bersedia bergabung di BEI.

“Kan mengajak enggak memaksa nanti diundanglah, kita ajak baik-baik,” tuturnya tertawa.

Yang menarik, Presiden menyatakan secara sukarela siap menemui perusahaan-perusahaan yang telah mencatatkan sahamnya di bursa luar negeri untuk mengajak mereka listing di Indonesia. Jokowi menyebut perusahaan tersebut seperti perusahaan pertambangan dan perusahaan sawit.

“Masa produksi di Indonesia, berkebun di Indonesia, tapi listing di luar negeri,” sindir Jokowi. (cr1/JPG)

Presiden @jokowi Optimis dengan Pertumbuhan Ekonomi RI Semester Dua Ini

0

Presiden Jokowi (dua dari kiri) saat mengunjungi Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani (dua dari kanan) (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)

batampos.co.id – Presiden Joko Widodo mengunjungi Bursa Efek Indonesia Selasa (7/4/2017) siang.

Pada kesempatan itu Presiden mengaku optimistis dengan pertumbuhan ekonomi pada semester kedua 2017.

Salah satu indikatornya, dari arus uang masuk yang selama semester pertama jumlahnya begitu besar. Menurut presiden, mencapai Rp 124 triliun hanya selama enam bulan.

Jumlah itu diproyeksikan tidak berhenti. Malah, bakal bertambah besar. Bahkan presiden yakin, bisa mengalahkan jumlah uang masuk pada 2016 yang menembus Rp 126 triliun sepanjang tahun lalu. Hanya butus Rp 2 triliun lagi untuk menyamai rekor tahun lalu, menurutnya sangat mungkin terjadi.

“Saya punya angka usai meninjau perdagangan saham. Arus uang masuk selama satu tahun pada 2016, Januari hingga Desember adalah Rp 126 triliun. Tahun ini, baru satu semester dari Januari sampai Juni sudah Rp 124 triliun,’’ paparnya kepada wartawan didampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (4/7).

Artinya, kata dia, tingginya arus uang masuk yang banyak ke Indonesia karena kepercayaan pasar masih begitu tinggi. Mantan Wali Kota Solo itu mengajak agar fakta itu bisa dijadikan momentum untuk menggenjot perekonomian.

“Ini momentum. Harus betul-betul dimanfaatkan dan dijaga sehingga bisa memberikan manfaat pada negara kita,” jelasnya.

Jokowi menegaskan, masyarakat harus tetap optimis. Dia memproyeksikan angka arus uang masuk bisa mendekati dua kali lipat dari tahun lalu.

“Ini baru setengah tahun. Memberi optimisme pada kita. Mudah-mudahan nanti bisa dobel,” jelasnya. (cr1/JPG)

Walikota Batam Optimis Tahun 2018, Pariwisata Batam Lebih Baik

0

batampos.co.id – Wali Kota Batam Muhammad Rudi meyakini pada tahun 2018 mendatang ada perubahan ke hal yang lebih baik terkait rencana pengembangan Batam menjadi daerah pariwisata.

“Besar kecilnya urusan nanti, namun yang jelas akan lebih baik,” kata Rudi ditemani Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad, Senin (3/7).

Ia menyampaikan, membangun pariwisata perlu waktu alias tidak langsung jadi, apalagi kepemimpinannya bersama Amsakar baru 1,5 tahun. Untuk itu, ia mengaku dalam waktu dekat akan menggelar rapat evaluasi rencana pariwisata di Batam.

“Tak mungkin langsung jadilah. Kami akan rapat lagi, kami akan evaluasi sejauh mana tahap yang kami lakukan tentang pariwisata,” ucapnya.

Ia mengatakan, Batam kini sedang berbenah dan dimulai dari kota, pembangunan dari kota yakni dengan cara menyiapkan infrastruktur pendukung, seperti pelebaran jalan, tata taman hingga penyediaan pedestrian. Ia menyadari jika daerah pesisir masih harus dikembangkan agar lebih semakin menarik, namun hal itu perlu dilakukan bertahap.

Ia menyebutkan, mempersiapkan infrastruktur adalah beberapa kegiatan yang dilakukan untuk mempersiapkan Batam jadi daerah pariwisata. Kenapa di pusat kota, ia berpendapat orang luar baik luar daerah atau manca negara ke Batam cenderung bukan ke pantai, tak jarang wisatwan ke Batam berbelanja di Nagoya.

“Tadi koran sudah sebutkan sebetulnya itu program kami, kami buat pejalan kakinya aman, kalau orang luar jarang ke pantai yang kesana orang kita saja, kalau orang luar itu paling nginap di penginapan yang dekat pantai, itu beda. Kalau Batam ini bagus, orang yang datang stay dua atau tiga hari kan lumayan,” paparnya.

Tak hanya itu, ia mengaku mendukung upaya pengembangan atraksi yang menarik di Batam, seperti yang disebutkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam Pebrialin tentang rencana pengembangan atraksi daerah di Batam yang dikemas dalam Batam Beauty of Indonesia.

Turis dari Negara Korea berjalan di kawasan Batam Centre . F Dalil Harahap/Batam Pos

“Itu bisa semua kita lakukan, tunggu saja tanggal mainnya. Kami ini, sedang bekerja bagaimana wisatawan bisa masuk ke Batam,” ucapnya sembari menunjuk Amsakar.

Ia menambahkan, ia meminta tempat penginapan dan pusat pembelanjaan dapat memperhatikan sarana yang layak dan bersih, terutama terkait toilet dan tempat ibadah.

“Soalnya banyak yang protes juga, WC-nya harus bersih dan apalagi di mall-mall, musala yang disiapakan harus bersih, siapkan AC. PAsang AC kok susah amat,” katanya.

Menurutnya, harapan ini harus dijalankan oleh pengusaha perhotelan juga pengelola pusat pembelanajaan. Hal pertam yang ia lakukan adalah memerintahkan dinas terkait, setelahnya dirinya sendiri yang akan turun menggelar inspeksi mendadak.

“Saya guarantee (jamin), ini bisa dilakukan. Izinnya di kami kok,” pungkasnya. (cr13)