Senin, 6 April 2026
Beranda blog Halaman 13336

Kesenian Mendu Tak Bisa Tampil

0

batampos.co.id – Pelaksanaan Festival Padang Melang (FPM) dinilai tidak matang. Pada saat pembukaan acara yang dilakukan Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris, yang dihadiri sejumlah pejabat mulai dari Pemerintah Provinsi Kepri hingga ketingkat Sekretaris Wantimpres sempat mengalami kendala teknis.

Dalam acara tersebut juga membuat sejumlah pihak kecewa seperti kelompok kesenian budaya khas daerah yakni Mendu. Kelompok mendu tersebut sudah jauh-jauh hari melakukan persiapan untuk tampil pada acara pembukaan, namun kelompok itu tidak ditampilkan.

Muhammad, salah seorang anggota kelompok kesenian budaya daerah permainan Mendu mengatakan, mestinya panitia harus melakukan koordinasi dengan baik, sebab persiapan selama ini yang mereka lakukan cukup intens dan menyita waktu dan pemikiran yang ekstra. Namun akhirnya tak ditampilkan

“Kami sangat kecewa, mestinya kalau memang tidak ditampilkan pada malam itu, kami tidak akan repot mempersiapkan segala persiapan yang dibutuhkan oleh kelompok,” katanya.

Persiapan dalam menampilkan kesenian itu tidakh mudah, meraka harus mendatangkan sejumlah alat kesenian dan dibutuhkan tenaga pemain sebanyak 25 orang dan belum kebutuhan lainnya lagi. “Hingga sekarang saya dan kelompok belum tahu apakah ada perubahan jadwal, namun beberapa pemain mendu tersebut sudah tidak bersedia ikut serta,” ujarnya.

Bukan hanya kelompok kesenian Mendu yang merasa kecewa, sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Anambas mengalami hal yang sama. Salah seorang anggota DPRD Firman Edy, mengatakan, pihaknya ketika sudah tiba di Kecamatan Jemaja bersama keluarga tidak diberi penginapan yang selayaknya. “Tidak perlu mewah tapi yang selayaknya,” ungkapnya.

Ia menceritakan, ketika tiba di pelabuhan Jemaja, mereka dibawa ke rumah sewa milik warga yang baru selesai dibangun, disana sinyal tidak ada dan kebutuhan lain sangat minim.

Dalam hal ini ia menilai masih kurang koordinasi dan keseriusan dalam melaksanakan kegiatan tersebut. “Ke depannya, saya berharap pihak penyelenggara dapat mempersiapkan segala kebutuhan yang diperlukan oleh sejumlah tamu dan wisatawan yang membutuhkan,” tutupnya. (sya)

Waduk Jatibarang, Waduk Indah di Semarang

0
foto: lihat.co.id

Kota Semarang pun mulai menggarap potensi yang ada di wilayahnya. Kini, destinasi wisata di Kota Lumpia itu makin beragam. Tidak hanya eksotis dengan wisata sejarah dan bangunan kuno (haritage), semacam Gedung Lawang Sewu dan Kota Lama. Tapi juga wisata bendungan yang indah.

Ya. Dua tahun ini kota Semarang memiliki spot wisata baru yaitu Waduk Jatibarang. Waduk (bendungan air) yang terletak di Kelurahan Kandri Kecamatan Gunungpati Semarang itu sangat luas. Mencapai area perairan seluas 189 hektar.

Yang menarik, dengan airnya yang jernih kita bisa menjelajahi danau raksasa ini dengan naik perahu. Mengelilingi waduk dengan panorama alam perbukitan. Yang hobi mancing sangat kerasan berada di tengah waduk dengan perahu sewaan. Ikan- ikanya juga banyak dan besar.

Untuk sewa perahu pengunjung cukup merogoh kocek Rp 100 ribu. Untuk satu unit kapal motor dengan keliling waduk sepuasnya. Bisa digunakan untuk 3 – 4 orang. Berselancar keliling waduk semakin asyik dengan berfoto-foto. Tapi yang berkeliling setengah waduk cukup membayar Rp 60 ribu.

Yang takut air tidak usah khawatir. Para pemandu akan menemani selama berlayar. Yang suka seru-seruan juga dijamin asyik. Kapal motor bisa dipacu kecepatan tinggi. Melesat memecah ombak bendungan.

Meski berada di pinggiran kota, menuju Waduk Jatibarang tidaklah sulit. Selain jalanya sudah mulus sampai lokasi, juga tidak terlalu jauh. Dari bandara A Yani Semarang bisa ditempuh 40 menit dengan jarak sekitar 13 Km. Keluar bandara ke arah Manyaran lalu naik menuju Gunungpati. Di perjalanan akan melewati gapura bandungan yang besar. Lalu belok kanan masuk area.

Tiketnya sangat murah. Cuma Rp 2500/orang. Sarana parkir luas dekat bibir bendungan. Yang mau kuliner juga lengkap dengan warung-warung makan dan es kelapa muda. MCK dan musholla sangat rapi dan bersih.

Destinasi air yang tergolong anyar ini mulai diserbu orang. Terutama hari Minggu dan tanggal merah. Warga kota maupun luar kota datang jauh jauh untuk menjajal keelokan waduk terbesar di Semarang ini. “Kalau hari libur bisa ratusan orang per hari,” kata Jumadi, petugas penjaga tiket masuk.

Karena tergolong baru, pengelola masih memberi kelonggaran tiket murah termasuk untuk wisata keliling waduk dengan kapal motor. “Selain keluarga dan muda mudi, banyak pengunjung dari kalangan sekolah,” imbuhnya.

Waduk Jatibarang dibuka dua tahun lalu setelah dibangun selama empat tahun. Proses pengisian air pada 5 Mei 2014, bertepatan dengan Hari Air Sedunia Ke-22 oleh Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Resmi beroperasi pada 11 Mei 2015. Tujuan utama pembuatan waduk Jatibarang adalah untuk menampung air, menahan banjir, dan pembangkit listrik.

Area Bendungan Jatibarang ini sebenarnya meliputi 4 kelurahan dari 2 kecamatan. Yaitu Kelurahan Kandri dan Kelurahan Jatirejo di Kecamatan Gunungpati, serta Kelurahan Kedungpane dan Kelurahan Jatibarang masuk Kecamatan Mijen. Pintu masuk area wisata berada di Gunungpati dan Kantor Pengelolaan waduk berada di Jatibarang.

Saking luasnya, di tengahnya ada pulau kecil. Bukit/pulau Kreo inilah yang dipakai kawasan pembiakan 500 ekor lebih monyet ekor panjang yang menjadi daya tarik wisata Goa Kreo. Menuju mulut Goa Kreo dihubungkan dengan jembatan gantung di atas waduk.

Yang menarik, menuju Waduk Jatibarang pengunjung akan melewati desa wisata, yaitu Desa Kandri. Penduduk desa menyajikan souvenir dan olahan makanan khas yang menarik. Tertarik jelajah bendungan? Ayo datang ke Waduk Jatibarang Semarang. (*)

Anambas Peringkat Terbawah

0

batampos.co.id – Dunia pendidikan di Kabupaten Kepulauan Anambas mulai mengalami penurunan. Hal ini dapat dilihat dari hasil Ujian Nasional yang sudah diumumkan pada 2 Mei silam. Dari hasil pengumuman tersebut ternyata Anambas menduduki ranking terakhir dari tujuh kecamatan yang ada di kepri ini di bawah Kabupaten Lingga yakni 46,43 dan Kabupaten Natuna yang meraih nilai rata-rata 44,66.

Anambas hanya mendapatkan nilai ujian rata-rata tingkat SLTA dengan perolehan 40,58. Nilai tersebut sangat jauh jika dibandingkan dengan nilai rata-rata SLTA seprovinsi Kepri yang mencapai 53,89. Apalagi dengan peraih peringkat tertinggi yakni Batam yang nilai rata-ratanya mencapai 60,02.

Namun demikian pemerintah daerah kabupaten Kepulauan Anambas belum bisa berbuat banyak lantaran saat ini kewengangan pendidikan Menengah dan tinggi sudah diambil alih kewenangannya oleh pemerintah Provinsi.

“Kita akui memang Anambas menduduki peringkat paling bawah,” ungkap Sekertaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepulauan Anambas Asiah, kemarin.

Namun demikian dirinya tidak bisa berbuat banyak mengenai perbaikan prestasi anak-anak SMA yang ada di Anambas. Karena saat ini kewenangannya sudah dilimpahkan kepada pemerintahan provinsi.

“Kami tidak bisa berbuat banyak mengenai hal ini karena sekarang ini kewenangannya sudah berada di pemerintahan provinsi, yang menjadi kewenangan daerah sekarang dari SLTP ke bawah,” ungkapnya lagi.

Seperti diketahui jika Anambas sebagai kabupaten termuda di Kepri ini belum memiliki peserta didik yang paling sedikit yakni 568 siswa saja untuk tingkat SLTA (SMA, MA, SMK). Sangat jauh jika dibandingkan dengan Batam yang mencapai 10 ribuan. (sya)

Kemenpar Ikut MIDE 2017, Siap Boyong Ratusan Ribu Divers Malaysia

0
ilustrasi

Raja Ampat dan Labuan Bajo, nomor satu dan dua untuk snorkel site di dunia. Mengalahkan Kepulauan Galapagos di Amerika Latin, Okinawa Jepang, Cebu Filipina, Langkawi Malaysia, Maldive maupun Laut Merah Arab Saudi.

Itulah yang membuat, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) juga pede berada ditengah-tengah perhelatan MIDE 2017 di Dewan Tun Razak Hall 1 Putra World Trade Centre Kuala lumpur, Malaysia. Itu karena, perhelatan yang digelar dari tanggal 12 hingga 14 Mei 2017 itu berpotensi mendatangkan Wisawatawan Mancanegara yang punya hobi diving di Negri Jiran tersebut.

“Masyarakat Malaysia yang memilik lisensi divers mencapai ratusan ribu orang, tepatnya sudah tembus angka 200 ribu divers. Selain itu kami memprediksi semua penggemar divers akan datang semua di acara ini,” ujar Presiden Of Malaysia Scuba Diving Association Dato Fazli Mokhtar dalam acara pembukaan MIDE 2017.

Dalam acara pembukaan, Indonesia mendapatkan penghargaan dengan memberikan opening speech yang dilakukan oleh Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pasar Asia Tenggara Kemenpar, Rizki Handayani.

Selain itu hadir juga Deputi Minister of Ministry of Tourism and Culture Malaysia YB Datuk Mas Ermieyati Binti Samsudin, Director of Asiaevents Exsic and Organizer for Mide 2017 Thayalan Kennedy.

YB Datuk Mas Ermieyati Binti Samsudin saat pidato di acara pembukaan mengatakan, bahwa pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Kemenpar yang telah ikut memeriahkan acara para penggemar khusus ini. “Bu Rizki adalah sahabat saya, Indonesia adalah sahabat kita. Terima kasih Indonesia yang ikut dengan booth yang besar dan membawa industri yang banyak,” ujar Ermieyati.

Lebih lanjut Ermieyati mengatakan, perkembangan pameran MIDE 2017 memang berkembang sangat signifikan. Pada tahun lalu, pameran yang lebih mengedepankan pemandangan alam bawah laut ini jauh berbeda dengan tahun sekarang. “Saat pelaksanaan pertama hanya diikuti oleh 40 booth, sedangkan sekarang sudah tembus 200 lebih booth yang ikut, ini perkembangan yang sangat baik, tentunya pengunjungnya juga bertambah,”ujar Ermieyati.

Dalam acara ini destinasi alam bawah laut Indonesia itu semakin dieksplorasi, semakin banyak keistimewaan tersembunyi dan semakin sulit tertandingi di jagat underwater world. Satu demi satu akan dipamerkan di MIDE 2017.

Kemenpar memfasilitasi industri yang bergerak di pasar wisata bahari, terutama dari destinasi yang menggarap keindahan bawah laut.

“Di pameran ini kami akan menawarkan destinasi yang memiliki berbagai terumbu karang, ikan dan makhluk bawah laut lainnya, dan menonjolkan coral triangle area yang sudah sangat terkenal. Kita memang juara dalam urusan kekayaan bawah laut Indonesia,” ujar Rizki Handayani.

Kemenpar tebar pesona di pavilion Indonesia berada di Hall 1 Dewan Tun Razak, PWTC No. Booth 901-910 (90 sqm). Kementerian di bawah Komando Arief Yahya itu memfasilitasi 20 industri potensial dari 12 destinasi diving yang ada di Indonesia.

Sekretaris Tim Percepatan Bahari Ratna Suranti menambahkan, semua elemen terkait yang ada di tanah air harus siap menerima wisatawan yang punya hobi dive ini.

“Terutama mempersiapkan dive operator, karena tour operator itu biasanya tetap mencari dive operator. Dive operator harus tetap ada dan tetap terdata serta dikelola dengan profesional,” kata Ratna yang juga diver itu. Wajar saja jika Ratna setia mendampingi Booth Wonderful Indonesia sejak buka hingga tutup tersebut.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, ada 10 destinasi prioritas pengembangan destinasi kelautan yang akan dikembangkan oleh Kemenpar, diantaranya adalah Bali, Lombok (Nusa Tenggara Barat), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Alor (Nusa Tenggara Timur), Derawan (Kalimantan Timur), Bunaken (Sulawesi Utara), Togean (Sulawesi Tengah), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Ambon (Maluku), and Raja Ampat (Papua Barat).

Menpar Arief mentargetkan pada tahun 2017 Wisatawan Mancanegara (Wisman) sebanyak 15 juta Wisman. Mantan Direktur Utama Telkom itu menyadari potensi bahari republik ini tidak terkalahkan dibandingkan dengan belahan dunia manapun.

Memang selama ini, potensi bahari belum dioptomalisasi. Sedangkan, keindahan bahari itu punya daya dongkrak yang luar biasa. “7 dari 10 destinasi prioritas atau Bali Bali baru didesain untuk wisata bahari. Punya pantai, bawah laut dan antarpulau yang bagus,” ungkap pria asli Banyuwangi itu.

Apalagi, keunggulan perairan Indonesia itu lebih jernih, lebih banyak terumbu karangnya, banyak ikan-ikannya, meskipun hanya di dermaga. “Urusan alam bawah laut kita juaranya, dan harus terus menjadi juara,” kata Menpar Arief yang selalu meyakinkan Presiden Jokowi bahwa hanya sektor pariwisata yang bisa membuat Indonesia semakin bersinar di pentas dunia. (*)

Pemkab Natuna Minta Pelni Perbaiki Cool Storage Tol Laut

0
Kapal Tol laut yang menghubungkan Natuna dengan berbagai wilayah lainnya di Indonesia. Foto: Aulia/batampos

batampos.co.id – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Koperasi dan UKM Pemkab Natuna Helmi Wahyuda mengatakan, sejauh ini ketersediaan kebutuhan pokok di 13 Kecamatan masih terkendali dan aman. Bahkan belum terlihat lonjakan harga sejumlah komoditi.

“Setiap Kecamatan secara rutin memberikan laporan, kami sudah minta setiap minggu. Ketersediaan kebutuhan pokok masih aman. Harga pun tidak ada lonjakan,” kata Wahyuda ditemui di DPRD Natuna, Jumat (12/5)

Dikatakannya, saat ini stok beras dua gudang bulog di Natuna diyakini cukup memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan puasa. Yakni di gudang bulog Ranai sekitar 300 ton dan gudang bulog Sedanau sekitar 250 ton beras.

“Untuk ketersidaan dan harga kebutuhan pokok, kami belum menemukan adanya indikasi spekulan, tentu survei dilakukan disetiap Kecamatan,” ujar Wahyuda.

Namun untuk antisipasi meningkatnya kebutuhan pokok sambungnya, Pemerintah Dareah meminta Pelni untuk memperbaiki colstorage di kapal Tol Laut agar dapat mengangkut daging beku. Hal ini untuk antisipasi jika terjadi permintaan daging yang disebabkan ketersediaan daging di pedagang menipis.

“Mendatangkan daging beku juga antisipasi, harga daging melonjak tinggi,” ujar Wahyuda.

Dikatakan Wahyuda, harga daging beku sekitar Rp 80 ribu per kilogram. Lebih murah dari harga daging di Ranai saat ini. Selain itu, Pemerintah juga meminta antisipasi kebutuhan minyak goreng dan gula. Karena kebutuhan komoditi tersebut akan meningkat dibulan puasa.(arn)

Lithograph Krakatau pada Satu Scene Transformers

0

Film Transformers: The Last Knigth digadang-gadang akan menjadi box office, seperti seri sebelumnya.

Ada yang menarik dalam trailer yang diunggah di youtube. Ada sebuah litograph atau gambar pada lembaran logam yang menunjukkan letusan Krakatau. Lithograph itu juga dipajang di laman Wikipedia untuk pencarian dengan kata kunci Krakatoa ataupun Krakatau.

Tapi dalam salah satu scene Transformers, litograph tentang letusan Krakatau dimontase dengan penampakan robot raksasa. Ada robot berukuran besar yang berdiri di samping kepulan asap Krakatau.

Krakatau memang sekelebat saja muncul dalam film itu. Namun, setidaknya sutradara Michal Bay yang menggarap Transformers: The Last Knigth menempatkan letusan Krakatau sebagai salah satu momen penting dalam sejarah dunia.

Karenanya trailer yang menampilkan aktor kondang Anthony Hopkins sebagai naratornya itu juga menunjukkan peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah dunia. Michael Bay seolah hendak menebar pesan bahwa Transformers terlibat dalam peristiwa-peristiwa penting termasuk Perang Dunia II, kiprah Nazi hingga menjadi saksi bagi letusan Krakatau pada 26-27 Agustus 1883.

Krakatau mulai menunjukkan aktivitasnya pada 26 Agustus 1883 sore. Tapi puncak letusan dahsyatnya pada 27 Agustus 1883 yang meluluhlantakkan pulau-pulau di sekitarnya.

Letusan Krakatau merupakan salah satu bencana alam paling mematikan dan berdaya rusak luar biasa yang pernah terekam sejarah. Suara letusannya terdengar hingga Jakarta yang kala itu masih bernama New Batavia.

Letusannya memicu tsunami dan mengakibatkan lebih dari 36 ribu jiwa meninnggal dunia. Yang tak kalah dahsyat, letusan Krakatau juga memengaruhi iklim dunia.

Abu hasil letusan Krakatau yang memenuhi atmosfer membuat dunia menjadi lebih gelap. Suhu di dunia menjadi lebih dingin.

Berbagai ulasan tentang Krakatau pun sudah bisa ditemukan dalam beragam bentuk. Ada dalam bentuk buku seperti Krakatoa: The Day the World Exploded karya Simon Winchester, atau ada pula dalam bentuk video buatan National Geographic dan Discovery Channel.

Menpar Arief Yahya menyebut Krakatau adalah salah satu gunung bawah laut yang menjadi kekuatan Banten dan Lampung. Berada di Selat Sunda dan memiliki keindahan alam dan fenomena bawah laut yang khas.

“Nama Krakatau itu sendiri bisa menjadi satu kekuatan bagi destinasi Tanjung Lesung Banten,” kata dia. (*)

Pemprov Siap Promosi Potensi Kepri ke China Asean Expo 2017

0

batampos.co.id – Pemerintah dan pengusaha di Provinsi Kepri sepakat untuk mempromosikan potensi-potensi yang ada di Kepri ke mata Dunia khususnya ke negara Asean pada China Asean Expo ke 14 yang akan digelar di Nanning, Tiongkok yang rencananya akan dilaksanakan pada September 2017 mendatang.

Kesapakatan ini disampaikan pada acara sosialisasi pengenalan China Asean Expo ke 14 yang digelar di hotel Best Western Premier, Mukakuning, Seibeduk, Jumat (17/5) siang.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Provinsi Kepri Asman Taufik menuturkan, Kepri dengan sejuta potensi tentu akan selalu siap bersaing dengan negara manapun.

Untuk event China Asean Expo tersebut, pemprov tentu akan berkoordinasi dengan semua pihak termasuk Kadin Kepri, Apindo dan pelaku usaha lainnya untuk sama-sama turut ambil bagian sebagai upaya mempromosikan potensi-potensi yang ada di Kepri.

“Termasuk usaha kecil menengah juga perlu untuk bersaing hingga ke luar,” ujarnya.

Disebutkan Asman, Kepri yang terdiri dari beberapa kabupaten dan kota memang memiliki segudang potensi. Kabupaten Lingga sebutnya selain ada pertambangan juga bisa dikembangkan untuk perkebunan dalam skala yang besar. Tanjungpinang yang dikenal dengan kota sejarah, tentu sangat bagus untuk bidang pariwisata budaya. Begitu juga Bintan yang dikenal wisata dan keindahan pantau juga masih bisa dikembangkan agrowisata.

“Batam apalagi, kita semua tentu tahu, ada berbagai macam potensi industri. Begitu juga Karimun posisi kedalam laut baik bisa fokus sebagai industri perkapalan dan kemaritiman lainnya,” sebut Asman.

Senada disampaikan Ketua Kamar Dagang (Kadin) Kepri Ahmad Ma’ruf Maulana yang menyambut baik sosialisasi tersebut. Kerja sama antara Indonesia khususnya Kepri dan Tiongkok bukan sesuatu yang baru dan melalui even China Asean Expo tersebut disebutkan Ma’ruf adalah momen yang tepat untuk memperkenalkan ataupun mempromosikan potensi-potensi yang ada di Kepri. “Kami sangat mendukung dan berbagai potensi yang ada akan diupayakan bisa dibawa ke sana nantinya,” ujar Mar’uf.

Jika semuanya berjalan lancar dan potensi yang ada diminati oleh pengusaha luar termasuk Tiongkok sendiri, maka itu akan sejalan dengan program pemerintah untuk menarik minat investor asing ke Kepri tentunya. “Ini cukup bagus karena bisa meningkatkan kerja sama yang sudah ada. Pengusaha lokal ataupun Tiongkok akan semakin kompak lagi kedepannya,” ujar Ma’ruf.

Sementara itu wakil Konsul Jenderal Tiongkok di Medan Zhang Hong dalam arahannya menuturkan, even China Asean Expo merupakan even yang sangat dinanti-nantikan oleh negara-negara Asean untuk mempromosikan potensi dari masing-masing negara. Indonesia dan Tiongkok yang selama ini sudah menjalin kerja sama yang baik dengan Tiongkok, tentu sangat diharapkan kehadirannya untuk mempromosikan potensi-potensi yang ada pada even tersebut.

“Sudah banyak juga pengusaha asal Tiongkok yang berkembang di sini dan itu bagus jika adalah lagi pengusaha-pengusaha baik dari Tiongkok sendiri ataupun dari negera-negara Asean lain untuk datang (investasi) di sini,” ujar Zhang Hong, kemarin.

Untuk mencapai tujuan tersebut maka Indonesia khususnya Kepri yang lokasinya cukup dekat dengan Tiongkok serta memiliki sejumlah potensi baik bidang Industri, Maritim, Pariwisata dan lain sebagainya perlu mengambil bagian pada even tersebut untuk memperkenalkan potensi-potensi tersebut.

“Kami mengajak agar pemerintah dan pengusaha di sini ikut bergabung dalam event tersebut agar Kepri semakin diminati investor luar nantinya,” ajak Zhang Hong. (eja)

RTRW Tumpang Tindih, Natuna Sulit Membangun

0

batampos.co.id – Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti mengatakan, konsen Pemerintah membangun daerah saat ini masih terkendala status kawasan yang tertuang dalam RTRW yang tumpang tindih kepentingan.

Disatu sisi kata Ngesti, Pemerintah Daerah memiliki perencanaan pembangunan. Namun Pemerintah Pusat menyiapkan RTRW sendiri untuk Natuna. Sehingga mengembangkan pembangunan Natuna akan sulit, karena tumpang tindih kepentingan daerah dan pusat.

“Baru-baru Pemerintah Daerah diundang Kemenhan, terkait RTRW di Natuna. Banyak yang perlu disinkronkan antara kepentingan daerah dan pusat,” kata Ngesti usai peletakan batu pertama pembangunan kios wisata dan gazebo wisata Batu Kasah di Kecamatan Bunguran Selatan, Kamis (11/5).

Dikatakan Ngesti, persoalan tumpang tindih RTRW pembangunan Natuna perlu didudukkan bersama. Antara BNPP, Mendagri, Menhan dan Provinsi. Dan perlu bersinergi antara kepentingan Mendagri dan Menhan di Natuna.

Bahkan saat ini sambung Ngesti, Pemerintah Daerah sudah melepas salahs satu wilayah wisata untuk kepentingan pertahanan. Sehingga Pemerintah Daerah pun harus melakukan revisi dan meninjau ulang terhadap Rencana Tata RUang Wilayah (RTRW) yang sudah disiapkan.

Tidak hanya itu sambung Ngesti, Pemerintah Daerah juga mengusulkan perubahan kawasan hutan lindung yang direvisi Pemerintah tahun 2013 lalu. Karena sudah tidak sesuai dengan kondisi saat ini, bahkan penetapan kawasan hutan lindung yang ditetap masuk dalam kawasan pemukiman pendudukan dan lahan pertanian.

“Tentu ini juga sulit untuk Natuna mengembangan pembangunan ke dekapanya. Kami sudah berupaya dan ke Kementerian terkait, agar penetapan kawasan hutan lindung direvisi kembali dalam RTRW Natuna,” ujar Ngesti.

Dikatakan Ngesti, terdapat dua kawasan hutan lindung yang diusulkan dirubah. Yakni di Selat Lampa dan Gunung Ranai. Agar kawasan tersebut menjadi kawasan hutan produksi. Dan sudah disampaikan ke Kementerian Lingkungan Hidup. Secara teknisnya, Pemerintah Daerah bersama DPRD meminta rekomendasi Komisi IV DPR RI.

“Di Selat Lampa itu kawasan sentra perikatanan. Status daratannya masih hutan lindung, jadi perlu pemutihan kawasan untuk dikembangkan ke depanya,” ujar Ngesti.(arn)

Polres Imbau Warga Gunakan Helm

0
Wakapolres Anambas Kompol Karnoto memakaikan helm kepada salah seorang pengendara yang melintas di depan Mapolres Anambas beberapa waktu lalu. F. Syahid/batampos.

batampos.co.id – Polres Anambas menekankan agar warga Anambas senantiasa mengenakan helm saat berkendara. Beberapa tahapan telah dilalui. Tahap pertama yakni telah membagikan helm kepada warga Anambas pada awal pembentukan polres Anambas awal tahun 2017 ini.

Tahapan kedua saat ini pihak polres sudah mulai mensosialisasikan kepada pengendara motor agar mengenakan helm saat berkendara. Hal ini sudah dilakukan hampir setiap hari. Disejumlah titik terlihat anggota polres dari satlantas telah stand by dengan terus mengingatkan warga agar mengenakan helm.

Selasa (9/5) lalu sosialisai penekanan penggunaan helm kepada warga juga kembali dilakukan secara gabungan yang dilaksanakan tepat didepan mapolres Anambas. “Kemarin ada razia, kendaraan antre di depan mapolres,” ungkap salah seorang warga Tarempa Yusup, kemarin.

Kapolres Anambas AKBP Junoto, membenarkan hal ini. Jika mulai tanggal 9 Mei tahun 2017 ini Direktorat lalulintas Polda Kepri beserta jajaran satlantas Barelang, Tg. Pinang, Karimun, Bintan Lingga, Natuna dan Anambas menggelar operasi patuh seligi 2017 yang dilaksanakan di seluruh Indonesia.

“Dihimbau kepada pengguna kendaraan bermotor yang belum memiliki kelengkapan berkendara seperti SIM, STNK, KIR agar segera diselesaikan. Selain itu pengendara harus mengecek escara berkala kelengkapan lainnya seperti pengecekan alat teknis kendaraan mulai dari rem, ban dan spion,” ungkapnya kepada wartawan kemarin.

Operasi ini kata Junoto, bertujuan untuk meningkatkan keamanan keselamatan, ketertiban dan kelancaran pengguna jalan dan tertib berlalulintas. “Dit lantas Polda Kepri sebagai penggerak revolusi mental pelopor tertib sosial diruang publik. Keselamanan adalah nomor satu,” ungkapnya. (sya)

Tiga Ribu Nelayan Asuransi Jiwa

0
Nelayan tradisional Moro ketika mempersiapkan bahan logistik untuk melaut di sekitar pulau Moro. F. Tri Haryono/batampos.

batampos.co.id – Nelayan semakin mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat. Melalui program asuransi yang diberikan untuk tahun ini. Di Kabupaten Karimun sebanyak 3 ribu nelayan akan mendapatkan kartu asuransi. Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan pada tahun lalu.

”Jumlah nelayan kita yang mendapatkan kartu asuransi sebanyak 800 orang. Tapi, tahun ini program tersebut kembali dilaksanakan oleh pemerintah pusat melalui APBN 2017. Hanya saja, saat ini masih dalam proses lelang,” ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Karimun, Ruffindy Alamjsah, Jumat (12/5).

Saat ini pihaknya sudah mulai melakukan verifikasi dan validasi terhadap nelayan yang ada di Kabupaten Karimun. Jangan sampai penerima asuransi nelayan ini tidak tepat sasaran.

”Sampai dengan tahun ini, laporan dari masing-masing unit pelayanan teknis daerah (UPTD) yang ada di Karimun, Moro dan Pulau Kundur jumlah nelayan mencapai 6 ribu orang. Untuk itu, perlu dilakukan pendataan dan validasi. Sehingga, asuransi untuk melindungi nelayan ini bisa tepat sasaran. Karena, dengan asuransi ini jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan bisa membantu keluarga yang ditinggalkan,” jelasnya.

Disinggung tentang kecelakaan laut yang dialami oleh nelayan di Karimun dan di-cover dengan asuransi, Ruffindy menyebutkan, kalau yang kejadian nelayan mengalami kecelakaan di laut sejak awal tahun sampai saat ini baru satu orang dan asuransinya sudha dapat diklaim dan disampaikan ke ahli waris.

”Sedangkan, ada dua kasus lagi tapi bukan kecelakaan di laut, melainkan meninggal dunia karena sakit juga asuransinya dapat dikalim. Satu hal yang perlu saya sampaikan kepada para nelayan agar selalu waspada. Bagi yang memiliki life jacket, ketika sedang di laut sebaiknya tetap di pakai. Sekali pun pandai berenang. Hal ini untuk mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi,” terang Ruffindy. (san)