batampos.co.id – Sebanyak 154 RT/RW di wilayah Kecamatan Kundur Barat menerima insentif dari Pemkab Karimun, Jumat 12/5. Insentif tersebut diberikan langsung tiga bulan, yakni Januari, Februari dan Maret yang jumlahnya Rp 750 ribu. Setelah dipotong pajak 5 persen, masing-masing RT/RW menerima Rp 712.500. Insentif tersebut diserahkan Camat Kundur Barat, Anjitrisno.
Anjitrisno berharap agar insentif yang diberikan dapat meningkatkan kinerja RT/RW dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab di tengah masyarakat. Diakuinya peran RT/RW menjadi ujung tombak dalam menjalankan roda pemerintahan, sehingga tugas RT/RW sangat berat. Untuk itu ke depanya harus lebih giat dan semangat dalam menjalankan tugas dan amanah tersebut.
“Dengan adanya isentif ini diharapkan memberikan motivasi agar terus mengabdi bersama masyarakat,” harap Anjitrsino.
Lebih lanjut dikatakan isentif RT/RW yang diterima setiap bulanya sebesar Rp 250 ribu namun dibayarkan per tri wulan. (ims)
Bupati Bintan Apri Sujadi, (kiri) didampingi Wakil Bupati Bintan, Dalmasri Syam (kanan) memotong pita sebagai tanda diresmikannya rumah pintar pemilu seloka ilmu di Kantor KPU Kabupaten Bintan, Jumat (12/5). F. Kominfo Bintan untuk Batam Pos
batampos.co.id – Bupati Bintan Apri Sujadi, meresmikan Rumah Pintar Pemilu ”Seloka Ilmu” di Kantor KPU Kabupaten Bintan, Jumat (12/5).
Peresmian ini dilakukan dengan pemotongan pita oleh Bupati Bintan, didampingi Wakil Bupati Bintan, Dalmasri Syam.
Apri mengapresiasi atas pendirian rumah pintar pemilu tersebut. Menurutnya wadah ini merupakan bagian dalam media sosialisasi dan edukasi untuk perkembangan pemilu bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bintan.
“Ini bagus bagi masyarakat agar bisa mendapatkan informasi seputar pemilu dan dapat dijadikan sarana pendidikan politik bagi masyarakat,” terangnya.
Pria yang juga sebagai Ketua DPD Demokrat Provinsi Kepri, ini menuturkan keberadaan rumah pintar pemilu tersebut, nantinya juga akan bersinergi dengan Pemkab Bintan, melalui memorandum of understanding (MoU), dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bintan, STAI Abdurrahman, Perpat, Karang Taruna, serta PKK Kabupaten Bintan.
“Hendaknya tersedianya wadah ini bisa meningkatkan partisipasi pemilih. Sebab salah satu indikator keberhasilan pemilu dilihat dari tingginya angka partisipasi pemilih,” ungkapnya.
Di rumah pintar KPU ini lanjutnya, masyarakat juga bisa melihat langsung tata cara proses pemilihan yang ditampilkan secara visual. Melalui layar lebar yang dilengkapi dengan alat peraga yang mirip dengan kondisi nyata tempat pemilihan umum kepala daerah.
“Kami berharap dengan informasi yang dikumpulkan dalam satu wadah ini, pengelolaan informasi pemilu untuk ke depannya menjadi jauh lebih efektif. Dimana masyarakat umum, serta para pelajar juga dapat belajar dan mengetahui seluruh informasi pemilu dengan baik,” tuturnya.
Ketua KPU Kabupaten Bintan Wandra Fadillah, mengatakan tujuan dibentuknya rumah pintar pemilu ini untuk meningkatkan partisipasi pemilih.
“Wadah ini nantinya bisa dimanfaatkan untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya pemilu, dengan memperkenalkan nilai-nilai demokrasi, serta menanamkan kesadaran akan nilai tersebut kepada masyarakat,” ujarnya.
Wandra menjelaskan nantinya diruangan rumah pintar pemilu ini, para pengunjung bisa melihat berbagai konten yang tersedia di antaranya, perjalanan sejarah kepemiluan melalui tayangan audio visual. Termasuk pada tahapan pilkada nanti.
“Semua informasi yang harus diketahui masyarakat akan kami tampilkan juga di rumah pintar pemilu ini,” imbuhnya.
Peresmian ini turut dihadiri Wakil Bupati Bintan Dalmasri Syam, Ketua DPRD Kabupaten Bintan Lamen Sarihi, Ketua PKK Kabupaten Bintan Deby Apri Sujadi, Komisaris KPU Provinsi dan Kabupaten Bintan, perwakilan partai politik, serta seluruh Kepala OPD Kabupaten Bintan. (cr20)
batampos.co.id – Satuan reserse narkoba (Satresnarkoba) Polres Bintan berhasil membekuk dua warga Malaysia, Si ,35, dan Ag ,42, di Hotel Bintan Beach Resorts (BBR), Jalan Pantai Impian, Kecamatan Tanjungpinang Barat, Rabu (10/5) sekitar pukul 17.00 WIB. Dua Warga Negara Asing (WNA) yang dibekuk itu diduga hendak melakukan transaksi narkoba jenis sabu, ekstasi dan putaw ke Kota Batam.
“Kasus ini masih dalam pengembangan. Kami masih melakukan penyelidikannya guna mencari tau asal usul barang haram itu serta keterlibatan pelaku lainnya,” ujar Kapolres Bintan, AKBP Febrianto Guntur Sunoto ketika dikonfirmasi, Jumat (12/5).
Ditanya jumlah narkoba yang berhasil diamankan, Guntur mengaku belum bisa membeberkannya secara rinci. Sebab kasus ini masih dalam pengembangan. Namun, kata Guntur jumlahnya tak sebanyak yang diamankan di Hotel Comfort, Batu 10, Maret lalu yang mencapai puluhan kilogram sabu dan ratusan ekstasi.
Dibekuknya dua WNA ini, sambung Guntur merupakan hasil dari pengembangan kasus sebelumnya. Dimana anggota Satnarkoba terlebih dahulu berhasil membekuk dua warga Kabupaten Bintan yang berdomisili di Kecamatan Gunung Kijang.
“Jadi sebelumnya dua warga Kecamatan Gunung Kijang tertangkap edarkan narkoba. Setelah pengembangan didapatkan lagi dua WNA itu,” jelasnya.
Mantan Kasubden PJR Mabes Polri ini berjanji akan mengekspose kasus penangkapan empat tersangka narkoba tersebut pekan depan di Mapolres Bintan. Lantaran kepolisian mengalami kesulitan untuk mengukap kasus yang melibatkan WNA ini.
“Karena tersangkanya WNA, Satnarkoba harus berupaya keras untuk mengorek keterangannya. Jadi gak bisa diekpose sekarang tapi lusa atau pekan depanlah,” ungkapnya. (ary)
batampos.co.id – Balapan dan aksi standing di Marina, Sekupang, semakin meresahkan warga. Mereka menghentikan laju kendaraan masyarakat yang lewat untuk kemudian memulai aksinya.
Balapan dan aksi standing disana dilakukan di siang hari saat. Dimana masih banyak orang yang lalu lalang di lokasi tersebut. Tidak sedikit juga masyarakat yang menjadi korban.
“Kalau sudah Sabtu dan Minggu, jalanan penuh oleh mereka. Kesalnya kalau mereka nyengol bukannya tanggungjawab malah balik marah,” ujar Hani, salah seorang warga disana, kemarin.
Aksi yang membahayakan ini kata dia, sebenarnya sudah sering ditertibkan polisi. Namun entah karena alasan apa. Mereka tetap ngumpul dan melakukan aksinya di jalan tersebut.
“Ada juga yang ditangkap. Tapi tak ada jeranya,” lanjut Hani.
Kalau di siang harinya balapan. Malam hari lokasi ini kerap dijadikan tempat ngumpul para anak baru gede (ABG). Seperti mendarah daging, aksi mereka selalu meresahkan warga.
Seorang wanita di salah satu hotel di Marina mengaku sempat diberhentikan oleh sekelompok ABG. Mereka awalnya meminta uang untuk membeli rokok. Namun karena tak dikasih mereka marah dan mengancam akan memukul. “Kalau dari wajah masih anak sekolahan,” katanya.
Saat kejadian jam sudah menunjukan pukul 23.00 WIB. Jalanan pun sudah mulai sepi. Karena takut, ia pun memberikan uang yang diminta. “Dari pada apa-apa, saya kasih saja. Sejak itu tidak berani lewat sendiri. Mereka sering ngumpul di bawah-bawah pohon,” tuturnya.
Kepada pihak kepolisian ia berharap tanggap dan peka terhadap keresahan masyarakat.
“Kalau dulu saya lihat masih sering polisi patroli di sana. Sekarang sudah tak ada lagi,” tuturnya. (rng)
batampos.co.id – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kepri, Jamhur Ismail mengakui penempatan area labuh jangkar di Provinsi Kepri saat ini masih semeraut. Menurutnya persoalan ini menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan oleh Dishub Provinsi Kepri.
“Harus kita akui, penempatan labuh jangkar sekarang ini masih berserakan. Tentunya harus kita tata lagi untuk lebih baik,” ujar Jamhur Ismail menjawab pertanyaan Batam Pos, Jumat (12/5) di Tanjungpinang.
Menurut Jamhur, penataan dimaksudkan untuk menghindari parkirnya kapal di area konservasi laut, jalur kabel optik maupun area tangkap nelayan. Dijelaskan Jamhur, kebijakan tersebut dilakukan untuk menghindari terjadinya reaksi. Masih kata Jamhur, apabila lokasi saat diteruskan, khawatir timbul persoalan yang merugikan bagi daerah.
“Selama ini memang sudah ada keluhan dari masyarakat. Tentu aspirasi ini harus kita perhatikan,” papar Jamhur
Disinggung terkait pelayanan labuh jangkar saat ini, Jamhur mengatakan untuk pemungutan sedang dalam proses persiapan. Karena atas instruksi pimpinan kebijakan tersebut dilakukan setelah rapat finalisasi bersama Menko Maritim pada 19 Mei mendatang di Jakarta.
“Artinya tidak ada persoalan dengan revisi Perda Retrebusi, maupun Pergub tentang labuh jangkar,” papar Jamhur.
Terpisah, Legislator Senayan Dapil Kepulauan Riau, Nyat Kadir mengatakan, persoalan labuh jangkar salah satu agenda reses pihaknya pada Mei mendatang. Mantan Walikota Batam tersebut menegaskan, pihaknya akan menjadwalkan untuk membahas secara mendalam dengan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun dan Dinaa Perhubungan Provinsi Kepri.
Dikatakannya juga, permasalahan lain yang harus segera dibenahi Pemprov Kepri adalah penataan lokasi labuh jangkar. Menurut NyatKadir, area lay up di kawasan Pulau Nipah, Batam merupakan wilayah tangkap nelayan-nelayan tradisional. Tentu kondisi ini mempengaruhi kehidupan sosial dan ekonomi nelayan. Yakni berkurangnya hasil tangkapan dan rusaknya alat-alat tangkap.
Ditambahkannya, labuh jangkar merupakan potensi yang menjanjikan. Tentu harus dioptimalkan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sehingga daerah tidak terlalu bergantung pada Dana Bagi Hasil (DBH) dari Pemerintah Pusat. Atas dasar itu, pihaknya mengharapkan semua pihak ikut mengawasi.
“Kewengan 12 mil harus benar-benar dimanfaatkan. Sehingga memberikan suntikan bagi percepatan Pembangunan daerah,” tutup NyatKadir.(jpg)
batampos.co.id – Komisi IV DPRD Kepri mendesak Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri untuk segera menuntaskan persoalan gaji guru non Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebanyak 1.800 orang. Karena sudah lima bulan, sementara APBD Provinsi Kepri Tahun Anggaran (TA) 2017 sudah memasuki triwulan pertama.
“Sekarang sudah memasuki bulan Mei. Artinya sudah lima bulan guru-guru non PNS yang dari Kabupaten/Kota belum menerima gaji,” ujar Sekretaria Komisi IV DPRD Kepri, Yusrizal, Jumat (12/5) di Tanjungpinang.
Menurut politisi Partai Hanura tersebut, gaji merupakan hak yang harus diterima. Sehingga tidak wajar untuk diperlambat. Karena bagi para guru non PNS gaji tersebut adalah sumber utama untuk memenuhi kebutuhan hidup. Tentu berbanding terbalik dengan guru-guru yang sudah meraih predikat PNS.
“Kalau hanya persoalan administrasi tentu bisa disegerakan. Sekarang ini, guru non PNS sudah berteriak menunggu haknya dibayarkan,” papar Yusrizal.
Legislator Dapil Karimun tersebut mengatakan, Komisi IV DPRD Kepri sudah memberikan teguran kepada Disdik Kepri. Dijelaskannya, guru non PNS yang diambil alih Provinsi adalah adalah guru honor komite dan honor kabupaten/kota yang ada di Provinsi Kepri. Disebutkannya, molornya proses pembayaran gaji ini tidak lepas dari lambatnya penyelesaian proses administrasi yang dilakukan Disdik Kepri.
“Kita berharap gaji ini dibayar sekaligus. Yakni dari Januari sampai sekarang ini. Karena anggaran sudah terbudget didalam APBD 2017 ini,” tutup Yusrizal.
Terpisah, Kadisdik Kepri, Aripin Nasir mengatakan pihaknya sudah memberikan penjelasan ke Komisi IV prihal keterlambatan pembayaran gaji bagi 1.800 guru non PNS yang ditarik dari tujuh Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Kepri.
“Sekarang dalam prosea di bank, karena harus kita sesuaikan secara administrasinya. Yakni melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI),” ujar Arifin Nasir, kemarin.
Menurut Arifin, untuk tahap awal ini Disdik Kepri sudah menggelontorkan anggaran sebesar Rp7 miliar. Masih kata Arifin anggaran tersebut diperuntukan bagi pembayaran gaji Januari sampai Maret. Sedangkan untuk bulab April dan Mei akan segera di susul.
“Memang ada beberapa proses administrasi yang harus kita sinergikan. Untuk pembayaran selanjutnya saya yakin tidak terjadi keterlambatan lagi,” papar Arifin Nasir.(jpg)
Petugas mengevakuasi jenazah Arya yang terseret air di rawa Kampung Sidomakmur, kilometer 13, Jumat (12/5). F.Osias/Batam Pos
batampos.co.id – Setelah melakukan pencarian selama dua hari. Tim SAR gabungan akhirnya menemukan, Arya Mahesa Sakti,6, putra kedua pasangan suami istri Winer Siagian dan Nani Wijaya, yang hanyut terseret air hujan di selokan dekat tempat tinggalnya, perumahan Mahkota Alam Permai, blok L nomor 11, RT 6, RW 1, Kelurahan Pinang Kencana, Kecamatan Tanjungpinang Timur.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Penemuan jasad korban sendiri di rawa-rawa dekat Kampung Sidomakmur, kilometer 13, sekitar pukul 15.00 WIB.
Pantauan di lapangan, jasad korban ditemukan oleh tim SAR gabungan yang menyisir rawa-rawa dengan dua perahu karet. Jasadnya pun kemudian dimasukkan dalam kantong mayat dan dibawa ke RSUP Raja Ahmad Thabib.
Ketua tim SAR gabungan, Yufri Meindra, mengatakan jasad korban ditemukan oleh warga sekitar 20 meter dari jembatan pertama dekat rawa-rawa kampung Sidomakmur.
“Warga yang menyelam dan menemukan dalam rawa yang dipenuhi kayu bakau itu,”ujar Yufri.
Dikatakan Yufri, saat ditemukan korban dalam kondisi meninggal dan mengalami luka robek dibagian kepala. “Dia di dasar sungai ketemunya. Masih lengkap pakai baju dan celana saat hilang kemarin,”kata Yufri.
Lambannya proses pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan, terang Yufri, karena terdapat beberapa kendala. Karena lokasi pencarian yang berlumpur, dan terdapat buaya.
“Kami menyisir pelan-pelan karena agak sedikit riskan lokasinya,”ucapnya.
Terpisah, Ibu korban, Nani Wijaya, mengatakan ia dan suaminya sudah ikhlas atas kepergian putra keduanya itu. “Sudah ketemu, kami juga ikhlas,”ujarnya sembari menangis.
Ia menceritakan, sebelum jasad anaknya itu diketemukan. Dirinya, sempat melihat bayangan anak keduanya itu datang ke rumah sambil tersenyum. “Waktu itu saya mau Salat Maghrib, dua kali saya lihat anak saya datang dan tersenyum,”ucapnya.
Sementara itu, pantauan di rumah duka, puluhan masyarakat datang untuk melayat. Jenazah korban yang sebelumnya dibawa ke rumah sakit pun disemayamkan di rumah duka untuk selanjutnya dimakamkan di pemakaman umum kilometer 10.(ias)
Dua mobil Toyota Avanza dalam kondisi rusak parah setelah terlibat kecelakaan adu kambing di Jalan Nusantara KM 20 Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Jumat (12/5). F. Choky Nainggolan/Batam Pos
batampos.co.id – Dua unit mobil Avanza BP 1140 BC warna abu-abu dan BP 1699 BY warna hijau terlibat kecelakaan adu kambing di Jalan Nusantara KM 20 Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Jumat (12/5) sekitar pukul 01.45 WIB.
Diduga kecelakaan ini diakibatkan dari kelalaian pengemudi salah satu mobil Avanza hijau yang mengkonsumsi minuman alkohol. Sebab tercium bau alkohol yang sangat menyengat dari dalam mobil tersebut.
“Mobil itu (Avanza hijau, red) ada bau alkoholnya. Mungkin itu pengaruhnya,” ujar Al Razak, Anggota unit Lakalantas Polres Bintan, saat ditemui dilokasi kejadian, Jumat (12/5).
Ia menjelaskan mobil Avanza hijau yg dikemudikan oleh Syahrul 34, ini datang dari arah Tanjungpinang, hendak menuju ke Kijang, dengan kecepatan tinggi.
Tepat di tikungan di jalan Nusantara kilometer 20 Kijang, mobil tersebut berjalan agak ke kanan bahu jalan, sehingga tiba-tiba dari arah berlawanan datang mobil Pick Up Box BP 8640 TU yg dikemudikan oleh Adam.
“Mobil pick up sempat mengelak dari mobil toyota avanza itu, tapi tak bisa terelakkan, dan bersenggolan. Kena lah bagian ban samping kanan mobil pick up,” terangnya.
Tak hanya itu, setelah berhasil lepas dari mobil pick up box tersebut, lanjutnya mobil Toyota Avanza hijau ini kembali lagi menabrak bagian depan mobil Toyota Avanza berwarna abu-abu yg dikemudikan oleh Sutrisno, yang berada tepat di belakang mobil pick up box itu.
“Karena posisi jarak yang sangat dekat, Syahrul tidak dapat mengelak lagi, dan tabrakan keras pun terjadi,” ungkapnya.
Akibat kejadian tersebut lanjutnya dua penumpang mobil Totoya Avanza yang dikendarai Sutrisno, yakni Tan A Eng, 40, mengalami patah tangan sebelah kiri, dan Lan Hui, 45, mengalami nyeri pada bagian dada dan bengkak pada kaki kanan dan kiri.
“Dua korban sudah dibawa ke RSUD Bintan, kini sedang mendapat perawatan intensif. Sementara kedua mobil mereka sudah diamankan di Pos Lantas Bintan Timur,” imbuhnya.
Ia menambahkan saat ini kasus kecelakaan tersebut, sedang ditangani oleh Satlantas Polres Bintan.
“Untuk proses lebih lanjut kasus ini sedang dalam penanganan kami,” imbuhnya. (cr20)
Walikota Batam, Muhammad Rudi. foto:cecep mulyana/batampos
batampos.co.id – DPRD Kota Batam, memberikan puluhan catatan strategis terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Walikota Batam tahun anggaran 2016. Catatan strategis tersebut disampaikan dalam sidang paripurna yang digelar di DPRD Batam, Jumat (12/5).
Dari LKPj tersebut, Pansus LKPj memberikan beberapa kesimpulan. Pasus menilai masih banyak masalah diantaranya data yang diberikan tidak informatif dan tidak sesuai amanat peraturan pemerintah nomor 3 Tahun 2007. Dimana LKPj melaporkan pelasanaan program dan kegiatan.
“Artinya yang dilaporkan adalah out come (hasil) capaian kinerja. Yang terjadi pada LKPj 2016 tersebut, hanya melaporkan realisasi anggaran per kegiatan. Sedangkan hasilnya tidak dilaporkan sama sekali,” kata Jefri Simanjuntak, anggota pansus saat membacakan laporan.
Diakuinya, hal ini menyulitkan pansus melakukan penilaian atas capaian kinerja Pemko Batam.
“Atas kondisi ini, pansus berkonsultasi ke kementerian dalam negeri, dan pihak kemendagri juga menyesalkan hal ini. Bahkan sempat terpikir mengembalikan dokumen LKPj ke Pemko untuk perbaikan, Namun urung dilakukan mengingat masa tugas pansus hanya 30 hari,” terangnya.
Menurut Jefri, dari LKPj yang tidak siap saji tersebut berdampak pada tidak optimalnya proses perencanaan satu tahun ke depan. Sebab tidak diketahui secara pasti, seberapa besar keberhasilan dan kemajuan yang sudah dicapai. Dan termasuk kendala apa saja selama 2016.
Selanjutnya, data yang diberikan tidak berkorelasi dengan RPJMD wali kota. Padahal RPJMD seharusnya menjadi acuan dalam merencanakan program dan kegiatan tahunan pemerintah daerah.
“Ini menjadi bukti. OPD tak mengacu RPJMD wali kota,” sebut Jefri.
Capaian indikator makro, ekonomi dan sosial. Sebagaimana dilaporkan dalam LKPj 2016, ekonomi Batam 2016 diprediksi sebesar 4,13 persen. Angka dari badan pusat statistik (BPS) tersebut belum dipublikasikan. Dibanding dengan tahun 2015, ekonomi tumbuh sebesar 6,75 persen.
“Hal ini berarti pertumbuhan ekonomi Batam 2016 lebih lesu dibanding tahun 2015,” ucapnya.
Kelesuan ini tampak dibeberapa sektor dominan, seperti industri pengolahan, perdagangan dan konsumsi. Perlambatan ekonomi ini tentu menjadi tantangan sendiri bagi pemerintah saat ini. Dibutuhkan analisis yang lengkap dan strategis, sehingga dapat diketahui akar masalanya.
“Dan kemudian mencari solusi yang tepat untuk Batam meraih kembali kejayaannya,” tambahnya.
Jefri juga menilai, penyajian data di pengelolaan keuangan daerah kurang lengkap dan miskin jawaban. Selanjutnya realisasi pendapatan daerah tahun 2016 kurang dari target sebesar Rp 60,7 miliar. Atau terealisasi 97,33 persen dari target yang ditetapkan dari APBDP 2016.
Pertumbuhan PAD juga mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Jika tahun 2016, PAD tumbuh sebesar 5,3 persen. Sedangkan pada tahun 2015, PAD mampu tumbuh hingga 7,3 persen. Pada kelompok PAD yang tidak memenuhi target, juga tidak memberikan penjelasan yang memadai.
“Sehingga kami tidak mengetahui secara pasti apa penyebabnya,” tutur Jefri.
Secara umum, lanjutnya, kinerja organisasi perangkat daerah Batam masih lemah dan jauh dari harapan. Keberhasilan kinerja tidak semata-mata yang bersifat fisik. Tetapi bagaimana hasil kinerja dapat dirasakan masyarakat. Banyaknya keluhan yang diterima DPRD saat reses atau rapat dengar pendapat umum membuktikan kinerja fisik OPD belum mengena dan tepat sasaran.
Ditambah lagi pemahaman masing-masing OPD terhadap program kegiatan juga sangat lemah. “Tak termanfaatkannya dana alokasi khusus yang jumlahnya 30 miliar di beberapa OPD, menujukan bertapa lemahnya perencanaan. Berbagai alasan yang diberikan juga tak masuk akal,” jelasnya.
Pansus berharap hal ini ke depan tidak terjadi kembali. Dana puluhan miliar yang sudah dipegang tangan ternyata tidak mampu dipergunakan dan sangat disayangkan.
Ketua DPRD Batam, Nuryanto, catatan strategis ini diharapkan menjadi pegangan bagi walikota untuk memperbaiki dan menyempurnakan kinerja pemerintah daerah dimasa yang akan datang.
“DPRD Batam sebagai lembaga presentasi rakyat bertanggungjawab mengevaluasi apa-apa saja yang telah dilakukan dan dicapai Pemko Batam,” tuturnya. (rng)
Seorang wanita melakukan perekaman E-KTP. Foto: istimewa
batampos.co.id – Sebanyak 7 ribu permohonan E-KTP di Bengkong masih menunggu giliran untuk dicetak. Hal itu dikarenakan keterbatasaan blanko yang diberikan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Batam.
Camat Bengkong Yudi Atmaja mengatakan pada tahap pertama pihaknya telah selesai mencetak 983 E-KTP sesuai blanko yang diberikan Dukcapil. Namun untuk tahap kedua dengan 500 blanko masih dalam proses pencetakan.
“Tahap awal sudah selesai semua. Sekarang kita tengah mencetak 500 E-KTP lagi. Mudah-mudahan bisa selesai satu minggu kedepan,” kata Yudi yang dihubungi, Jumat (12/5) siang.
Proses cetak E-KTP sempat mengalami kendala saat adanya masalah pada server. Tapi hal itu dapat ditanggulangi dengan cepat sehingga proses cetak 983 E-KTP bisa selesai, meski agak lambat.
“Mudah-mudahan tahap kedua ini tak ada mengalami kendala lagi. 983 E-KTP warga yang merekam pada bulan September sudah bisa dijemput ke Kecamatan. Kita umumkan nama-nama yang E-KTPnya telah selesai,” terang Yudi.
Disisi lain, Yudi kembali meminta masyarakat yang telah merekam untuk tetap bersabar. Dimana saat ini masih ada 7000 permohonaan E-KTP yang belum dicetak. Alasannya, blanko yang diberikan sangatlah terbatas, sehingga pihaknya memprioritaskan warga yang lebih awal merekam.
“Total permohonaan 8500 untuk September-April. Bulan September saja, ada 2300 pemohon. Sementara blanko yang kita dapat kurang dari 1500. Yang artinya untuk September masih ada 800 permohonaan lagi. Dan kalau totalnya hingga April 7000 pemohon,” rinci Yudi. (she)