Rabu, 1 April 2026
Beranda blog Halaman 13371

Bangun Dua Jalan Lingkar, Pemko Ajukan Dana Rp 300 M ke Pusat

0

batampos.co.id – Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam telah mengajukan anggaran sebesar Rp 300 miliar kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk pembangunan dua jalan lingkar (ring road) di Batam.

Kedua jalan itu akan menghubungkan Patam Lestari, Sekupang ke kawasan Jodoh serta Batamcenter menuju bandara atau SMAN 3 Batam. “Ring road Sekupang-Nagoya 4 kilometer, dan Batamcenter- Bandara 6,7 kilometer,” kata Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Yumasnur, Kamis (27/4/2017).

Dia menjelaskan, untuk ring road Batamcenter-Bandara tengah menunggu ketersediaan anggaran dari pusat. Untuk Detail Engineering Desain (DED) telah selesai dan tim dari pusat sudah turun meninjau lokasi. “Mereka sudah setuju, tinggal menunggu dana saja,” ujarnya.

Proyek multi years ini diharapkan bisa menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat yang terjebak kepadatan arus lalu lintas, terutama di waktu-waktu sibuk seperti berangkat dan pulang kerja. Sedangkan untuk jalan lingkar yang nantinya menghubungkan Patam Lestari, Sekupang dengan Jodoh, Nagoya masih menunggu APBD-P untuk pembuatan DED.

Yumasnur memperkirakan, pembangunan fisik jalan lingkar ini akan dimulai pada awal tahun 2019 mendatang. “Prosesnya cukup panjang, selain menyelesaikan DED, juga harus ada kajian lingkungan yang nanti akan bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam,” jelas Yumasnur.

Dia berharap rencana ini bisa disetujui pemerintah pusat, dan anggaran yang dibutuhkan tersedia. “Kita sangat bergantung dari anggaran pusat, karena PAD kita sendiri tidak sanggup menangani dua proyek ini. Kalau kita yang handel semua bisa membutuhkan waktu hingga puluhan tahun,” ungkap Yumasnur. (cr17)

Sriwijaya Buka Rute Baru, Makassar ke Semarang PP

0

Sriwijaya dengan membuka rute baru yakni rute Makassar ke Semarang PP.

Rute baru ini merupakan penerbangan langsung dan akan dilayani satu kali setiap hari mulai 28 April 2017 mendatang. Hadirnya rute baru Sriwijaya Air ini nantinya akan memberikan kemudahan dan mempersingkat waktu perjalanan seluruh pelanggan karena tidak perlu singgah atau berhenti di kota lainnya terlebih dahulu.

Senior Corporate Communications Manager Sriwijaya Air Group Agus Soedjono mengatakan, hadirnya rute baru ini dalam rangka memberikan pelayanan terbaiknya kepada para pelanggan yang hendak melakukan perjalanan dari Makassar ke Semarang maupun sebaliknya.

“Dengan beroperasinya rute baru ini maka jumlah layanan penerbangan dari Makassar maupun Semarang bertambah,” kata Agus saat dihubungi, Rabu (26/4).

Sementara itu, Agus memaparkan, hingga saat ini Sriwijaya Air tercatat memiliki 19 destinasi yang diterbangkan dari Makassar. Destinasi yang dimaksud yakni Makassar menuju Semarang, Denpasar, Banjarmasin, Jakarta, Surabaya, Palu, Gorontalo, Ternate, Sorong, Kendari, Ambon, Biak, Jayapura, Luwuk, Balikpapan, Manokwari, Timika, Merauke dan Yogyakarta. Sedangkan untuk layanan penerbangan Sriwijaya Air dari Semarang yakni menuju Makassar, Surabaya dan Jakarta.

Maskapai Sriwijaya bukannya tanpa alasan menambahkan rute baru ini. Agus menjelaskan jika arus perjalanan antara dua kota tersebut cukup tinggi. Disatu sisi, berkembangnya Semarang sebagai destinasi wisata dan perannya sebagai salah satu kota pelajar di Indonesia, cukup banyak mengundang perhatian dan diminati oleh para akademisi maupun wisatawan asal Makassar dan sekitarnya.

“Begitu juga untuk arus sebaliknya, jumlah pekerja asal Semarang yang mencari nafkah di Makassar maupun beberapa kota lain di bagian timur Indonesia terhitung cukup banyak,” ucap Agus.

Diresmikannya rute baru Makassar Semarang PP milik Sriwijaya Air, tambah Agus, diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata dalam mendukung perkembangan ekonomi nasional dan industri pariwisata, serta menjadi tonggak bagi arus orang dan barang di Indonesia.

“Penerbangan dari Semarang ke Makassar memiliki jaringan penerbangan lanjutan ke berbagai destinasi Sriwijaya Air yang ada di tanah Papua maupun wilayah timur lainnya. Dengan demikian, jarak dari Semarang ke bagian paling ujung Indonesia menjadi lebih dekat,” ujar Agus lagi.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya yang sedang melakukan kunjungan kerja di Bangkok dan Phuket, mengapresiasi pembukaan rute baru Semarang-Makassar dari Maskapai Sriwijaya Air.

Apa yang dilakukan Sriwijaya ialah bagian dari spirit Indonesia Incorporated yang disuarakan Menpar Arief Yahya.

“Pariwisata itu punya prospek paling cerah. Karenanya program prioritas Kemenpar harus didukung. Khusus air connectivity, saya juga berharap, Sriwijaya terus mengemabangkan banyak rute terutama di 10 destinasi prioritas,” ujar Menpar Arief Yahya.

Dalam teori manapun, Menteri asal Banyuwangi ini menjelaskan, jika air connectivity atau jembatan udara memang sangat krusial. Sangat urgent untuk disentuh. Faktanya, 75% wisatawan masuk ke tanah air dengan airlines. Lalu 24% dengan penyeberangan, dan 1% di perbatasan.

“Kecuali Batam dan Bintan yang ada Kepri, semua wisman masuk lewat udara. Langkahnya sudah tepat. Perbanyak direct flight ke berbagai daerah di Indonesia, khususnya 10 Bali Baru,” katanya. (*)

 

Tikam Ketua RW, Andi Dituntut 3 Tahun Penjara

0

batampos.co.id – Terdakwa Andi Iswandi dituntut tiga tahun penjara atas perkara penikaman yang dilakukannya ke ketua RW 05 Bengkong, Bustanul, Desember 2016 lalu.

Jaksa penuntut umum (JPU) Rosmarlina mengatakan, perbuatan terdakwa terbukti melanggar hukum sesuai pasal 351 ayat (2) KUHP. “Terdakwa melakukan penganiayaan yang mengakibatkan luka-luka berat,” ujarnya, dihadapan majelis hakim yang dipimpin Syahrial, Kamis (27/4).

Diketahui, terdakwa yang merupakan warga di sekitar fasilitas umum (fasum) Bengkong Kolam ini, terlibat cekcok dengan korban tentang pengelolaan air minum. Terdakwa menolak rencana dari ketua RW-nya itu, hingga terjadi perdebatan.

Tak lama kemudian, terdakwa terbawa emosi dan mengeluarkan pisau dari pinggangnya lalu menikam leher (kanan) korban. Korban yang sudah bersimbah darah berusaha melarikan diri namun terdakwa terus mengejar dengan tangan kanan yang masih memegang pisau miliknya.

Karena terjadi di depan umum, warga segera menyelamatkan korban yang langsung dilarikan ke RS Budi Kemuliaan. Setelah penikaman itu, terdakwa langsung menyerahkan diri ke pihak berwajib untuk di proses lebih lanjut.

Terhadap tututan JPU, terdakwa yang didampigi dua penasehat hukumnya itu akan mengajukan pembelaan secara tertulis. “Izinkan saya membela diri secara tertulis yang mulia,” pinta terdakwa.

Majelis hakim kembali menjadwalkan persidangan terdakwa Andi Iswandi dengan agenda pembelaan (pledoi), pekan depan. (nji)

Inacraft 2017, Ajang Bergandengan Tangan Antara Pariwisata dengan Usahawan Souvenir

0

Kementerian Pariwisata menggelar seminar pada ajang INACRAFT 2017.

Tema seminar itu ialah Identity of Traditional Craft  & Local WIsdom, In Modern Lifestyle.

Wirausahawan, UKM, anggota AHPADA, BPD/BPC ASEPHI, pekerja seni, pengamat handicraft hingga akademisi, semua diajak bergotong royong membangun pariwisata.

“Iya, semua kami ajak sama-sama membangun pariwisata. Handicraft domainnya memang ada di Kementerian KUKM. Tapi saat sudah mulai dipamerkan, dikomersialisasi, dan dipromosikan untuk memperkuat destinasi wisata, sudah menjadi tugas dan wilayah Kemenpar. Dua-duanya harus saling support karena pariwisata menjadi core business Indonesia,” kata Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Esthy Reko Astuti, Kamis (28/4).

Dan kebetulan, kata kunci pariwisata adalah penyumbang PDB, Devisa dan lapangan kerja yang paling mudah, murah dan cepat.

PDB  pariwisata menyumbangkan 10% PDB nasional, dengan nominal tertinggi di ASEAN. Kedua, PDB pariwisata nasional tumbuh 4,8% dengan trend naik sampai 6,9%, jauh lebih tinggi daripada industri agrikultur, manufaktur otomotif dan pertambangan.

Ketiga, devisa pariwisata USD 1 Juta, menghasilkan PDB USD 1,7 Juta atau 170%. Itu terbilang tertinggi dibanding industri lainnya.

Bahkan sampai urusan tenaga kerja, sektor Pariwisata juga terlihat sangat oke. Saat ini sumbangsihnya menyumbang 9,8 juta lapangan pekerjaan, atau sebesar 8,4% secara nasional dan menempati urutan ke-4 dari seluruh sektor industri. Dalam penciptaan lapangan kerja, sektor pariwisata tumbuh 30% dalam waktu 5 tahun.

“Itu sebabnya semua lini kami ajak bergotong royong membangun pariwisata. Pak menteri sering menyebutnya sebagai Indonesia Incorporated,” ungkapnya.

Tanggapan peserta seminar? Sangat positif. Muhammad Romi Oktabirawa misalnya. Pengrajin sekaligus pengusaha batik tulis asal Pekalongan itu mengaku siap membangun pariwisata lewat usaha batiknya.

“Batik itu punya literasi cerita-cerita budaya, kisah atau mitos pembuatannya. Ini yang akan kami bangun. Kekuatannya ada di story telling. Ini bisa jadi senjata pamungkas bila dikolaborasikan dengan pariwisata,” ungkapnya.

Romi menilai story line itu penting sebagai content materi promosi. Banyak contoh destinasi yang awalnya bukan apa-apa, tidak banyak dikenal, tetapi tiba-tiba meldak setelah dieksplorasi dan dibuat ceritanya dengan baik.

“Bali dengan ciri khas budaya dalam wisatanya, Belitung dengan Laskar Pelangi, New Zealand dengan Lord of The Ringnya, Jeju Island Korea dengan ceritanya, semua bisa dikenal karena punya story telling yang kuat. Ini yang ingin saya bangun di Pekalongan,” jelas dia.

Okke Rajasa juga sama. Istri mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa itu mengaku siap mendukung mendukung pariwisata Indonesia lewat Citra Tenun Indonesia (CTI).

“Pariwisata pasti kami support. Tenun tradisional Indonesia yang dipadu padankan dengan kain batik punya nilai ekonomis yang tinggi dan banyak diminati oleh berbagai kalangan, termasuk wisatawan,” ungkapnya.

Menpar Arief Yahya ikut mengapresiasi dukungan berbagai kalangan tadi. Indonesia, menurut dia kuat fashion batiknya, tangguh di handicraftnya. Dan hal itu, sudah diperkenalkan melalui festival dan carnaval yang sudah punya karakter, seperti Jember sebagai pionir dan Banyuwangi dengan ethno-nya.

“Industri batik dan handicraft adalah industri kreatif yang sudah lama hidup dan berkembang di Indonesia,” kata Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI.

Arief Yahya mengingatkan agar promosinya dilakukan dengan baik dan lebih gencar, agar bisa mengundang wisatawan mancanegara dan nusantara.

“Kalau perlu dorong INACRAFT ke level Asia, bahkan dunia. Skalanya dibuat global agar bisa mengundang wisatawan mancanegara dan nusantara,” sebut Arief Yahya. (*)

Tanjungpinang Kirim 16 Qori dan Qoriah

0

batampos.co.id – Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah mengatakan akan mengirimkan 16 qori dan qoriah terbaiknya untuk mengikuti Seleksi Tilawatil Quran (STQ) 2017 Tingkat Kepri. Mereka semua akan dilatih terlebih dahulu agar lebih fokus bertanding dalam perlombaan bergengsi tersebut.

“Sebelum kita kirim. Mereka akan ikuti training center dari 23 April sampai 2 Mei mendatang di Hotel Sunrise City Tanjungpinang,” ujar Lis ketika diwawancarai, Kamis (27/4).

Melalui training center ini, kata Lis mampu meningkatkan kemampuan dan keahlian membaca Alquran, memantapkan kaedah Alquran, dan menguatkan mental para peserta. Sehingga keikutsertaan mereka juga mampu mewujudkan rasa kecintaannya terhadap Alquran.

Sedangkan cabang yang akan diikuti peserta, lanjut Lis yaitu Tartil Alquran, Tilawah anak golongan putra dan putri, Tilawah dewasa golongan putra dan putri, Hafis Alquran golongan 1 juss, 10 juz, 20 juz dan 30 juz serta Tafsir Bahasa Arab dan kompang.

“Mereka harus bisa membaca Alquran mengikuti kaedah melafaskannya dan dilantukan dengan suara merdu, indah serta penuh irama. Dengan begitu isi kandungan Alquran dapat dipahami,” bebernya.

Lis berharap para peserta yang dikirm harus sudah siap baik kemampuan dan mentalnya. Kemudian juga dapat mengharumkan Kota Tanjungpinang ditingkat Kepri dengan meraih prestasi ditiga cabang yang diikuti.

“Tampilah lebih baik dari tahun sebelumnya dan buatlah nama daerah ini harum ditingkat Kepri bahkan nasional,” ungkapnya. (ary)

Berharap Muncul Penemuan Baru Bidang Perikanan

0

 

Gubernur Kepri Nurdin Basirun menyerahkan SK pengangkatan kepada salah seorang PPL, Kamis (27/4). F. Humas Pemprov Kepri untuk Batampos.

batampos.co.id – Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun mengharapkan munculnya penemuan baru dunia perikanan dari Provinsi Kepri. Harapan itu diperuntukan bagi 66 orang Tenaga Pendamping Perikanan (PPL) yang dilepas bertugas secara resmi pada tujuh Kabupaten/Kota, Kamis (27/4) di Pulau Setokok, Batam.

Harapan Nurdin tersebut bukanlah berlebihan. Mengingat Provinsi Kepri selalu memberikan tenaga pendamping bidang perikanan tersebut kepada masyarakat nelayan sejak tahun 2011. Program itu terus berkesinambungan hingga tahun 2017 ini.

“Kepri sudah punya tenaga pendamping perikanan ini sejak tahun 2011. Tenaga yang kita pilih adalah mereka yang berkompeten di bidang perikanan. Maka itu saya sangat berharap tahun ini bisa muncul satu penemuan baru di bidang perikanan ini. Bekerjalah dengan sepenuh hati. Eksplorasilah kekayaan laut Kepri ini dengan ilmu kalian. Bimbing masyarakat nelayan ini dengan serius. Semoga dengan keseriusan dan pembauran dengan masyarakat ini bisa menghasilkan hal baru di Kepri,” harap Nurdin sebelum menyerahkan SK kepada 66 orang tenaga PPL tesebut.

Selain itu, Nurdin juga meminta kepada Tenaga PPL dan masyarakat untuk mengubah pola pikir dari yang negatif kepada positif. Kepada yang biasa-biasa saja, yang monoton kepada pola pikir yang kreatif. Pola pikir kreatif, lanjutnya akan menggerakan perilaku yang kreatif dan aktif. Sehingga muncul jiwa-jiwa enterpreneur, jiwa pantang menyerah, jiwa gigih.

Menurut Nurdin, selama ini Pemerintah Kepri sangat menaruh perhatian khusus untuk masyarakat nelaya. Sudah banyak bantuan-bantuan yang dikucurkan agar bidang perikanan dan kelautan di Kepri bisa mengangkat taraf kesejahteraan masyarakat nelayan.

Bantuan-bantuan itu tidak hanya dalam bentuk dana segar, tetapi juga peralatan-peralatan dan segala kebutuhan masyarakat nelayan. Hanya saja, tutur Nurdin bantuan pemerintah tersebut belum menghasilkan perubahan yang berarti. Hal itu dikarenakan pola pikir masyarakat yang belum berubah ke arah yang lebih baik.

Bantuan terbaru untuk nelayan adalah mesin konversi lengkap sebanyak 4.500 unit mesin. Tahun 2017 ini untuk tahap awal akan diberikan 1000 unit mesin lengkap dengan baling-baling kepada nelayan di Kepri.

“Pak Kadis saya perintahkan nanti untuk memberikan reward kepada tenaga PPL ini yang bisa melahirkan penemuan baru. Kasih beasiswa untuk melanjutkan kuliah atau diangkat jadi pegawai,” kata Gubernur yang mengatakan sangat senang dan bahagia berada di tengah-tengah masyarakat nelayan ini.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri, Eddy Sofyan mengatakan tugas tenaga PPL ini nantinya adalah membuat rencana kegiatan penyuluhan, membimbing nelayan dan pelaku usaha dalam merencanakan kegiatan usaha perikanan dalam bidang teknologi dan manajemen usaha, melakukan kerjasama dengan perbankan, serta menggumpulkan dan melaporkan data hasil binaannya terkait budidaya perikanan, perikanan tangkap dan pengelolaan serta mendata masyarakat nelayan dan pelaku usaha. (bni)

KPPAD Kecam Pelaku Pencabulan

0

batampos.co.id – Komisioner Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kepri, sangat mengecam keras kasus kekerasan seksual yang menimpa siswa Sekolah Dasar di Bintan, Selasa (25/4) lalu.

“Kami sungguh sayangkan kasus ini (pencabulan anak, red) bisa terjadi. Dan kami juga mengecam tindakan pelecehan seksual ini. Mudah-mudahan pelaku bisa diberikan hukuman yang sepantasnya, agar mendapatkan efek jera dan tidak melakukan lagi perbuatan itu dikemudian hari,” ungkap Ketua KPPAD Kepri, Faisal, Kamis (27/4).

Menurutnya pelecahan seksual terhadap anak ini kian rentan terjadi di Kepri. Hal ini berdasarkan dari data yang dimiliki KPPAD. Dimana pada bulan April ini sudah dua kali terjadi pelecehan seksual terhadap anak laki-laki, dengan rentan waktu yang berdekatan, seperti yang terjadi di Kabupaten Anambas, belum lama ini.

“Bulan ini saja sudah dua laporan yang kami terima atas kasus yang sama, dan ini sangat miris,” ungkapnya.

Faisal menjelaskan dari hasil penelusuran KPPAD, pada kasus di Bintan, diketahui pelaku pelecehan seksual ini ternyata memiliki riyawat pernah menjadi korban pelecehan seksual saat masih remaja. Tentunya, permasalahan seperti ini yang menjadi ketakutan selama ini, sebab hampir rata-rata dari korban tindak kekerasan seksual, bisa jadi di kemudian hari mereka terdorong untuk melakukan kekerasan yang sama, yakni tindakan kekerasan seksual terhadap anak.

Untuk itu, lanjuntya KPPAD akan betul-betul fokus melakukan pemulihan terhadap korban pasca trauma yang dialami, dengan pendampingan terpadu.

“Ini menjadi tuntutan yang harus kami lakukan, dengan bekerja ekstra untuk menyelamatkan korban agar tidak sampai terdorong menjadi pelaku di kemudian hari. Ini yang tak bisa diabaikan,” tuturnya.

Sebelumnya, Polsek Gunung Kijang, berhasil mengamankan, Sukri 35, pelaku pencabulan terhadap anak dibawah umur, yakni S, 13. Pelaku ini diketahui sudah tiga kali melancarkan aksinya di tiga lokasi yang berbeda. (cr20)

Tiga Bulan Lampu Jalan Tak Berfungsi

0

batampos.co.id – Warga mengeluhkan kondisi lampu jalan yang sudah tidak berfungsi selama tiga bulan di Jalan Lintas Barat, Simpang Buyu, Kecamatan Teluk Bintan. Akibatnya seringnya terjadi kecelakaan yang disebabkan karena tidak adanya penerangan jalan di malam hari.

“Sering kecelakaan di sini (Bintan Buyu, red). Lampu jalan pada rusak semua dan belum ada yang diperbaiki sampai sekarang,” kata salah satu warga Bintan Buyu, Anton, 31, kepada Batam Pos, Kamis (27/4).

Anton mengatakan kerusakan lampu jalan ini, tentunya sangat berdampak bagi masyarakat sekitar yang kesulitan melintasi jalan yang merupakan akses utama yang harus dilewati, terutama pada malam hari.

“Kami sudah pernah keluhkan kerusakan ini ke Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Bintan, tapi belum juga ada tanggapan untuk diperbaiki,” ungkapnya.

Menurutnya ada sekitar 10 lebih lampu jalan yang rusak dan belum diperbaiki hingga saat ini. Dimana lokasinya tidak jauh dari pemukiman warga.

“Padahal kalau kita bayar tagihan listrik kan sudah masuk juga disitu pajak penerangan lampu jalan sekian persennya. Tapi kenyataannya kita sudah bayar namun hasilnya juga gak bisa dinikmati. Berarti sia-sia dong,” terangnya.

Anton berharap Pemkab Bintan bisa segera memperbaiki kerusakan yang terjadi terhadap lampu jalan tersebut. Setidaknya dengan adanya perbaikan tentu akan dapat mengurangi tingkat kecelakaan yang kerap terjadi di wilayah Bintan Buyu.

“Semoga pemerintah daerah bisa secepatnya memperbaiki lampu jalan ini. Biar masyarakat disini bisa menikmati penerangan jalan yang semestinya didapat,” imbuhnya.

Sementara itu, Camat Teluk Bintan Asun Aini, mengakui permasalahan lampu jalan tersebut memang sudah lama dikeluhan oleh masyarakat, namun untuk penyelesaiannya masih terkendala dengan status aset jalan yang merupakan milik Pemerintah Pusat, sehingga perbaikan belum bisa dilakukan sampai saat ini.

“Iya benar, banyak yang ngeluh karena lampu jalan itu mati semua. Tapi kita belum bisa berbuat apa-apa. Kendalanya karena jalan itu bukan aset pemerintah daerah, namun punya pusat. Dan kami sudah masukan keluhan itu ke Musrembang Kabupaten Bintan, tapi kita belum juga dapat gambaran sampai sekarang,” terangnya.

Asun menjelaskan Pemkab Bintan, bisa saja memperbaiki lampu jalan tersebut, namun kalau dikaji sesuai peraturannya, tentu akan menyalahi aturan yang ada, karena melakukan perbaikan ataupun membangun sesuatu di lokasi yang peruntukkannya bukan milik pemerintah daerah.

“Bisa saja diperbaiki jalan itu sekarang, tapi nantinya akan jadi masalah kedepannya, karena itu adalah aset pusat. Mungkin kedepannya kalau Pemerintah Provinsi mau memberikan izin secara tertulis untuk melakukan perbaikan, bisa jadi bisa. Namun kita lihat saja nanti perkembangannya gimana,” imbuhnya. (cr20)

Angga Takjub Melihat Kepiawaian Warga Binaan

0
Wakil Ketua DPRD Kota Tanjungpinang, Ade Angga (kanan) menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba pada peringatan Isra Mikraj di Rutan Tanjungpinang, Rabu (26/4). f Humas DPRD Kota Tanjungpinang

batampos.co.id – Momentum Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW Tahun 1438 Hijriah menjadi momentum istimewa bagi Wakil Ketua DPRD Kota Tanjungpinang, Ade Angga. Pasalnya Ia berkesempatan memperingati Isra Mikraj bersama warga binaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) kelas I Tanjungpinang, Rabu (26/4) lalu.

Senyum yang khas terlihat ketika dirinya melangkah masuk ke lokasi kegiatan yang berada di dalam Rutan tersebut. Dengan ramah, Angga menyapa warga binaan yang sudah duduk rapi di kursi-kursi yang sudah disediakan oleh panitia. Ia datang tidak sendiri, karena turut hadir bersamanya adalah Wakil Walikota Tanjungpinang,

Syahrul dan Ketua Komisi II DPRD Tanjungpinang, Mimy Betty. Politisi Partai Golkar terserbut, begitu takjub ketika melihat penampilan warga binaan yang punya kepiawaian dalam bermain kompang dan hafalan ilmu tajwid. Dikesempatan yang istimewa tersebut, ada berbagai perlombaan yang digelar oleh panitia.

Diantaranya Lomba Tahfizh Qur’an, Sholat Jenazah, Tartil Qur’an, Azan, Kaltum, Cerdas cermat dan Teka teki Islami, kegiatan ini untuk memotivasi warga binaan untuk lebih giat lagi melakukan kegiatan keagamaan.

“Kita apresiatif, karena Rutan Tanjungpinang sudah melakukan pembinaan dengan baik. Sehingga warga binaan yang ada, bisa menjadi lebih baik lagi,” ujar Angga.

Pemuda yang merupakan Ketua DPD II Partai Golkar Tanjungpinang itu, berharap sekembalinya warga binaan ini ke tengah-tengah masyarakat sudah bisa berubah dan menjadi lebih baik lagi. Menurutnya, anggap saja hukuman yang dijalani adalah masa merecovry diri.

“Tiada yang bisa mengubah diri seseorang, melainkan dirinya sendiri. Mari sama-sama kita mengevaluasi, sehingga bisa menjadi lebih lagi kedepannya,” paparnya.

Alumnus Universitas Negeri Riau (UNRI) tersebut juga mengatakan, tidak ada kata terlambat untuk berubah. Diakuinya, manusia tempat salah dan khilaf. Namun demikian, kealfaan yang terjadi bisa diperbaiki, kekhilafan yang dibuat jangan sampai diulangi.

“Kita harus punya komitmen dengan diri sendiri. Untuk itu, tanamkan dalam sanubari, selepas ini harus menjadi lebih baik lagi,” tutup Angga.

Sementara itu, Kepala Rutan Kelas I Tanjungpinang, Ronny Widiyatmoko mengatakan, salah satu tugas lembaga permasyarakatan adalah memberi pembinaan keperibadian kepada warga binaan.

Menurutnya, aspek pembinaan tersebut adalah memberi kesempatan kepada warga binaan untuk beribadah yang seluas-luasnya sesuai dengan kepercayaan dan keyakinannya.

Sedangkan dengan kegiatan ini, ia mengharapkan, warga binaan agar dapat merubah sikap dan perilaku, yang dahulu melanggar hukum bisa menyadari dan kedepan lebih baik dari pada hari ini.

“Tujuannya adalah memberi perawatan rohani kepada mereka. Memberi bekal rohani kepada mereka, agar mereka bisa mengubah sikap, perilaku, yang kemarin melanggar hukum bisa sadar,” ujar Rony. (jpg)

Nakhoda Kapal MV SSC, Dihukum Tiga Bulan

0
Tan Poh Hui Ricky, nakhoda kapal MV Seven Seas Conqueress, tersenyum usai mengikuti sidang atas kasus yang menjeratnya, F Osias De/batampos.

batampos.co.id – Tan Poh Hui Ricky, nakhoda kapal MV Seven Seas Conqueress, berkewarganegaraan Singapura, yang diamankan tim WFQR Lantamal IV Tanjungpinang, karena melanggar undang-undang Keimigrasian, memancing di perairan Tanjungberakit, hanya divonis tiga bulan bulan penjara dengan masa percobaan selama enam bulan, dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Rabu (25/4) malam.

Dalam putusannya, majelis hakim yang diketuai oleh Jhonson Sirait, menyatakan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana karena tidak memenuhi ketentuan alat pelayaran dan masuk ke wilayah Indonesia tanpa melalui tempat pemeriksaan Imigrasi, sebagimana dakwaan kesatu subsider dan dakwaan kedua subsider.

“Untuk itu, selain menghukum terdakwa selama tiga bulan dengan masa percobaan enam bulan. Terdakwa juga di denda sebesar Rp 5 juta subsider dua bulan penjara. Sedangkan kapal dikembalikan kepada pemiliknya,”ujar hakim.

Menanggapi putusan yang dijatuhi majelis hakim. Terdakwa yang didampingi penasehat hukumnya langsung menyatakan menerima. Hal senada, juga disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Gustian Juanda Putra, yang menangani perkara tersebut.

Seperti diketahui, terdakwa sendiri diamankan tim WFQR Lantamal IV Tanjungpinang, di perairan Utara Tanjung Sading, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan atau pada koordinat 01017-000 U – 104024-705 T, karena masuk dan berlayar di perairan Indonesia.
Saat diperiksa, terdakwa Tan Poh Hui Ricky yang merupakan WN Singapura dan nakhoda MV Seven Seas Conqueress (SSC) melayarkan kapalnya tidak sesuai dengan UU Pelayaran RI, serta melakukan pelanggaran UU Keimigrasian Indonesia.(ias)