Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 13403

41 Calon Pelamar Bintara Tak Lulus, 102 Pelamar Lanjut

0

batampos.co.id – Sebanyak 41 calon pelamar anggota Polri khusus jalur Bintara yang mendaftar di Polres Bintan, gagal ikut seleksi di Mapolda Kepri. Semuanya dinyatakan gugur sebelum mengikuti seleksi, karena faktor tinggi badan yang tidak sesuai kriteria.

“Dari 143 pelamar yang mengikuti pendaftaran awal disini (Bintan, red) hanya 102 pelamar yang lulus dan bisa ikut seleksi selanjutnya di Polda Kepri,” kata
Kepala Bagian Sumber Daya (Kabag Sumda) Polres Bintan, Kompol Suhaili, di ruang kerjanya, Kamis (20/4).

Suhaili menuturkan dari 102 pelamar yang lulus, 80 pelamar diantaranya, Bintara laki-laki, dan 22 pelamar adalah calon polwan.

“Mereka sudah berangkat ke Polda Kepri di Batam, dari Minggu kemarin,” ujarnya.

Selain pelamar dari jalur Bintara, lanjutnya terdata juga ada 11 pelamar taruna Akademi Polisi (Akpol) yang mendaftar, dan hanya 6 orang yang dinyatakan terverifikasi dan bisa melanjutkan seleksi selanjutnya di Polda Kepri. Diantaranya, seleksi administrasi, kesehatan, psikologi dan lainnya.

Sementara itu, untuk pelamar jalur Tantama juga tercatat ada 7 pelamar yang mendaftar, dan semuanya dinyatakan lulus terverifikasi.

Suhaili menyebutkan antusias masyarakat untuk bergabung ke Korps Bhayangkara tahun ini cukup tinggi dibanding tahun sebelumnya. Dimana tahun lalu jumlah pelamar tidak lebih dari 100 pelamar.

“Kami melihat tahun ini animo masyarakat memang cukup tinggi, tentunya ini sangat positif,” ungkapnya.

Suhaili menjelaskan terkait banyaknya jumlah pelamar yang tidak lulus verifikasi ditingkat Polres Bintan, tentunya disebabkan banyak faktor. Seperti tinggi badan yang tidak sesuai dengan kriteria anggota Polri, yakni laki-laki harus memiliki tinggi badan 165 cm, Sedangkan perempuan minimal memiliki tinggi badan 160 cm.

Selain faktor tinggi badan, lanjutnya banyak juga dari pelamar yang tidak lulus, karena disebabkan usianya melebihi batas dari usia maksimal 21 tahun.

“Ada juga pelamar yang sudah mendaftar, tapi tidak datang lagi sampai batas akhir waktu penyerahan berkas kembali,” sebutnya.

Sementara itu, Staff Sumda Polres Bintan Iptu Adiyanto menyebutkan apabila para pelamar yang mengikuti seleksi lanjutan di Polda Kepri, lulus tentunya segera akan mengikuti pendidikan selama beberapa bulan kedepan.

Seperti pelamar jalur bintara mengikuti pendidikan selama 7 bulan, dan calon Tamtama Polri mengikuti pendidikan selama 5 bulan di SPN Polda Kepri di Kundur.
“Terkhusus Taruna Akpol (Akademi Polisi) pendidikannya 4 tahun,” imbuhnya. (cr20)

DPAD Gelar Bimtek Pengelolaan Perpustakaan SMP

0
Dalmasri Syam. F.Humas Pemkab Bintan untuk Batampos.

batampos.co.id – Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Bintan menggelar bimbingan teknis (bimtek) pengelolaan perpustakaan sekolahan tingkat SMP di Aula Hotel Hermes Agro, Batu 26, Kecamatan Toapaya, Kamis (20/4).

Kegiatan yang bertujuan untuk peningkatan SDM pengelolaan perpustakaan ini diikuti 60 peserta dari seluruh SMP se Kabupaten Bintan. Hadir juga Wakil Bupati Bintan, Dalmasri Syam, Kepala DPAD Bintan, Edi Pribadi, dan nara sumber dari Perpustakaan Nasional, Suhariyanto.

Kepala DPAD Bintan, Edi Pribadi mengatakan jumlah perpustakaan yang ada di Kabupaten Bintan sebanyak 163 unit. Diantaranya perpustakaan khusus tingkat SD sebanyak 77, perpustakaan SMP sebanyak 26, perpustakaan SMA sebanyak 9 dan perpustakaan yang berada di pedesaan dan kelurahan sebanyak 51.

“Pengelola perpustakaan harus memiliki SDM yang tinggi. Karena perpustakaan yang akan disajikan lebih menarik sehingga dapat memacu pelajar SMP gemar membaca,” ujar Edi.

Agar SDM pengelola perpustakaan dapat memenuhi kriteria yang diinginkan, kata Edi pihaknya akan membina para peserta yang berasal dari seluruh SMP. Melalui pembinaan, lanjut Edi peserta akan mendapatkan wawasan dan pengetahuan serta keterampilan.

Edi menghimbau agar peserta fokus mengikuti kegiatan tersebut. Sebab nara sumber akan memaparkan bagaimana tatacara maupun teknik dalam mengelola atau memperoses bahan pustaka sedemikian menarik. Namun tidak lepas dari sistem tertentu sesuai peraturan yang berlaku.

“Jadi dengan teknik yang tepat akan menciptakan perpustakaan yang menarik. Sehingga pelajar juga akan tertarik untuk membaca segala buku yang ada,” bebernya.

Besar harapan Edi kepala sekolah beserta Dinas Pendidikan (Disdik) juga memiliki komitmen kuat untuk mengembangkan perpustakaan disetiap sekolahan. Sebab untuk menumbuhkan gemar membaca dikalangan pelajar tidak hanya dibebankan kepada keahliannya petugas perpustakaan saja.Tetapi juga dibutuhkan komitmen bersama dari pihak lain.

“Kalau bisa kita minta kepala sekolah dan Disdik menempatkan pustakawan di perpustakan sekolahan. Dengan memiliki tenaga profesional akan mencipatakan perpustakaan yang maksimal,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bintan, Dalmasri Syam mengatakan Pemkab Bintan menginginkan petugas pengelola perpustakaan SMP serius mengikuti kegiatan ini. Sebab banyak manfaat yang bisa diperoleh baik tatakelolanya maupun sistem yang diterapkan.

“Kami inginkan petugas bisa bekerja maksimal dalam mengelola perpustakaan. Karena dengan keseriusan itulah mampu menumbuh kembangkan minat baca para pelajar,” katanya.

Dalmasri sedikit mengulas tingkat minat baca di Indonesia. Bedasarkan survei UNESCO, minat baca masyarakat dinegara ini baru 0,001 persen. Artinya, kata Dalmasri dalam seribu masyarakat hanya satu orang saja yang gemar membaca.

Kemudian, lanjut Dalmasri literasi minat baca masyarakat Indonesia sangat tertinggal. Dari 61 negara didunia Indonesia urutan ke 60 atau dua terbawah setelah Afrika Selatan. Maka diperlukan gebrakan atau terobosan jitu pemerintah dalam meningkatkan gemar membaca sejak dini.

“Gebrakan Pemkab Bintan sudah nyata. Karena sudah menyediakan perpustakaan apung (kapal perpustakaan) keliling pulau-pulau. Kemudian juga disediakan mobil perpustakaan keliling,” bebernya.

Agar budaya gemar membaca meningkat di Kabupaten Bintan, sambung Dalmasri tahun ini Pemkab Bintan akan membangun gedung perpustakaan di Kijang. Perpustakaan yang dinamakan Gedung Pintar itu akan didirikan dua lantai. Didalamnya memiliki fasilitas lengkap bahkan juga ada ruangan terbukanya (outdor). (ary)

LPTQ Gelar Rakerda IV, Evaluasi Program 2016

0
Ketua LPTQ Karimun, Anwar Hasyim saat memaparkan program kerja pada Rakerda IV LPTQ di Gedung Balai Adat Melayu Poros, kamis (20/4). F. Tri Haryono/batampos

batampos.co.id – Bupati Aunur Rafiq membuka secara resmi Rapat Kerja Daerah (Rakerda) ke-IV Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Karimun, Kamis (20/4) kemarin. Mengambil tempat di gedung Balai Adat Melayu Poros, Bupati mengajak kepada pengurus LPTQ untuk terus melakukan pembinaan dan pelatihan terhadap ustad, dan ustazah di TPQ maupun DTA dengan jumlah 2.000 guru pengajar termasuk qori dan qoriah di setiap cabang.

”Melalui raker LPTQ inilah, bagaimana menetapkan langkah-langkah dan kebijakan strategi dalam rangkat meningkatkan mutu bacaan dan pemahaman serta minat baca dan menghafal Alquran di Kabupaten Karimun. Kita sudah melaksanakan satu hari satu ayat bagi pelajar muslim,” ujar Aunur Rafiq.

Sementara Wakil Bupati Anwar Hasyim yang juga Ketua LPTQ Karimun memaparkan, rakerda dilaksanakan untuk melakukan evaluasi pelaksanaan program LPTQ Kabupaten Karimun selama tahun 2016 lalu. Kemudian, menyusun prograk kerja tahun 2017 yang mengacu kepada program kerja lima tahun (2017-2021) yang sudah ditetapkan pada Musda tahun 2016 lalu.

”Selain melakukan evaluasi program LPTQ Kabupaten Karimun, kita juga ingin bagaimana melakukan kaderisasi terhadap dewan hakim ke depannya. Melalui pelaksanaan MTQ saat inilah, kita bisa mencari kaderisasi dewan hakim yang sesuai dengan kreteria,” jelas Anwar.

Lanjutnya pihaknya akan menentukan kecamatan mana saja sebagai tuan rumah pelaksanaan MTQ ke-X ke depan. Mengingat, masih ada dua kecamatan yang belum menjadi tuan rumah yaitu Kecamatan Ungar dan Belat. (tri)

Bazar Tingkatkan Ekonomi Kerakyatan

0
Ketua PKK Karimun, Raja Asnah (tengah, berjilbab merah muda) melihat kerajinan tangan di salah satu stan bazar MTQ IX di stadion Badang Perkasa, Rabu (19/4). F. Dokumentasi Humas Pemkab Karimun untuk batampos.

batampos.co.id – Pelaksanaan MTQ ke-IX Kabupaten Karimun memberikan keuntungan tersendiri bagi pelaku usaha ekonomi kerakyatan. Bazar mampu meningkatkan ekonomi kerakyatan. Hal tersebut diakui oleh ketua panitia MTQ yang juga Camat Meral Barat, Monalisa.

Seperti misalnya stan bazar di area MTQ yang selalu ramai diserbu pengunjung yang hendak membeli barang yang dijual di stan bazar.

“Setiap sore dan malam hari, stan selalu ramai oleh pengunjung. Berbagai jenis kuliner, pakaian dan masih banyak lainnya yang dijual di stan bazar MTQ. Omzet penjualan pun juga lumayan,” ujar Monalisa, Kamis (20/4).

Pada MTQ kali ini jumlah stan bazar kecamatan dan instansi pemerintah ada 20. Kemudian untuk stan bazar masyarakat, ada 150 kios yang dikelola sendiri atau dikelola RT setempat. Sehingga memberikan efek ekonomi kerakyatan ke masyarakat setempat untuk berjualan.

“Di stan bazar kecamatan juga ramai dikunjungi. Rata-rata warga berburu khas kecamatan masing-masing, seperti berburu kuliner di saat sore dan malam hari,” terang Monalisa. (tri)

Wantimpres akan Ke Anambas

0

batampos.co.id – Wakil Bupati Anambas, Wan Zuhendra belum lama ini datang ke istana kepresidenan untuk menemui dewan pertimbangan presiden (wantimpres).

Kedatangan Wan untuk membicarakan mengenai pembangunan infrastruktur yang ada di Anambas yang saat ini masih memerlukan pengembangan seperti pembangunan sejumlah jalan dan jembatan, sarana kelistrikan, ketersediaan air bersih hingga perkembangan telekomunikasi dan informatika yang saat ini sangat membutuhkan uluran tangan dari pemerintah pusat.

“Sebenarnya yang seharusnya datang ke Jakarta itu Bupati. Tapi karena saat itu bertepatan dengan kedatangan Panglima TNI ke Anambas, maka atas perintah Bupati, kita yang datang ke Jakarta,” ujar Wan Zuhendra, Kamis (20/4).

Kedatangannya ke istana presiden disambut baik wantimpres yang saat itu ada yakni Sudarto Danu Subroto dan Trisna Dewani. Menurutnya apa yang telah disampaikan ke wantimpres akan langsung disampaikan ke presiden.

Dirinya meyakini, dalam waktu dekat ini wantimpres akan segera datang. Meski dirinya tidak tahu jadwal tepatnya namun diperkirakan sebelum hari raya wantimpres sudah datang. “Dalam waktu dekat ini wantimpres akan datang ke Anambas,” jelasnya.

Namun ketika ditanya mengenai kedatangan presiden RI ke IV untuk meersmikan bandara Letung, dirinya enggan menjawab dengan pasti karena setelah disampaikan kepada wantimpres, jawabannya juga belum pasti karena keputusannya ada pada presiden. (sya)

Masjid Agung Dijadikan Quran Center

0
Masjid Agung Natuna yang menjadi ikon Kabupaten Natuna kedepannya akan dijadikan Quran Center. F: Aulia Rahman/batampos

batampos.co.id – Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti mengharapkan, tidak ada lagi generasi muda Natuna ke depan buta baca al quran. Peran lembaga pengembangan tilawatil quran akan dimaksimalkan.

Dikatakan Ngesti, momen Seleksi Tilawatil Quran (STQ) tahun ini adalah salah satu momen meningkatkan umat muslim untuk mengenal Alquran lebih baik khususnya generasi muda di Natuna.

Pemerintah Daerah kata Ngesti, sudah membahas dan sepakat agar pelaksanaan LPTQ terpusat di Kabupaten. Sebelumnya masih dilaksanakan di masing-masing Kecamatan.

“Mulai tahun ini masjid agung tempat lembaga pendidikan tilawatil quran. Dan ke depannya akan dijadikan quran senter. LPTQ di Kecamatan, semuanya di pusatkan di Kabupaten, hal ini setelah dievaluasi,” ujar Ngesti saat membuka

Pusat pembinaan LPTQ ini kata Ngesti, dimulai dengan persiapan MTQ tahun 2018 ini. Dalam waktu delapan bulan ini, masjid agung adalah tempat LPTQ.

“Pemerintah juga bekerjasama dengan dua pesantren. Tetapi kegiatannya tetap di masjid agung,” sebut Ngesti.(arn)

Komplotan Penjahat Asal Jakarta dan Pekanbaru Ditangkap

0

 

Tersangka komplotan pencuri yang diamankan di Mapolres Tanjungpinang, Kamis (20/4). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Jajaran Polsek Tanjungpinang Barat, meringkus enam orang pelaku tindak kejahatan dengan pemberatan asal Jakarta dan Pekanbaru yang melakukan aksinya di tiga lokasi diwilayah Kecamatan Tanjungpinang Barat, belum lama ini.

Keenam tersangka yang terdiri dari lima orang pria dan satu wanita yakni Bachtiar, 35 (Jakarta), Handri Miswar, 39, (Jakarta), Hendrianto, 33, (Pekanbaru), Defriwaldi, 38, (Pekanbaru), dan Abdul Fatah Ami Putra, 27, (Pekanbaru), dan Amelia Ami Putri (Pekanbaru) yang merupakan istri dari Abdul Fatah.

Kapolres Tanjungpinang, AKBP Joko Bintoro, mengatakan keenam tersangka tersebut melakukan aksinya di tiga lokasi diantaranya rumah milik Go Iew Kheng di Jalan Nila nomor 67, di Gang Nila dan di Jalan Bhayangkara, Gang Tongkol. Yang mana aksi tersebut dilakukan mereka secara bersama-sama dengan berbagi tugas.

”Keenam orang itu, ditangkap di dua lokasi yakni Tanjungpinang dan Batam. Penangkapan terhadap tersangka kami lakukan setelah menerima laporan, diselidiki dan mengetahui keberadaan mereka,”ujar Joko, saat ekspose dikantornya, Kamis (20/4).

Dikatakan Joko, modus yang digunakan tersangka dalam menjalankan aksinya yakni dengan mengincar rumah yang ditinggal kosong oleh pemiliknya. Yang mana masing-masing tersangka mempunyai peran yang beerbeda.

”Jadi mereka berenam itu berbagi tugas, ada yang pura-pura bertamu jika rumah yang ditarget tersebut ada pemiliknya didalam. Namun, jika tidak orang dirumah yang jadi targetnya, dua orang masuk kedalam , dua orang melihat situasi di lokasi dan dua orang lainnya menunggu rekannya di motor,”kata Joko.

Dari tangan tersangka, sambung Joko, pihaknya berhasil menyita sejumlah barang bukti yang merupakan hasil kejahatan dan yang digunakan saat menjalankan aksinya.

“Barang buktinya ada dua unit motor yang digunakan untuk menjalankan aksinya, ada obeng pipih, satu kalung emas dan satu buah besi ulir serta beberapa barang lainnya yang kami sita,”terang Joko.

Akibat perbuatannya, terang Joko, empat tersangka yakni Bachtiar, Hendrianto, Abdul Fatah dan Defriwaldi dikenakan pasal 363 ayat (1) ke 4 dan ke 6 KUHPidana tentang Pencurian dan Pemberatan dengan ancaman tujuh tahun penjara.

“Sedangkan untuk tersangka Handri dijerat dengan pasal 363 KUHP junto pasal 56 junto pasal 480 KUHPidana. Untuk Amelia pasal dikenakan yakni Pasal 480 KUHPidana. Saat ini keenam tersangka tersebut masih menjalani pemeriksaan lanjutan sebelum dilimpahkan ke Kejari Tanjungpinang untuk proses selanjutnya,”pungkasJoko. (ias)

Murid TKIT Insan Mulia Dikenali Cara Menanggulangi Bencana

0
Foto bersama murid TKIT dan Guru pendamping bersama instruktur Basarnas Karimun. F.batampos.

batampos.co.id– Rabu (19/4) pagi, kantor Basarnas Karimun dikejutkan dengan kedatangan tamu puluhan murid TKIT Insan Mulai. Kantor yang berlokasi di Jalan Sudirman Poros yang tadinya sepi, berubah riuh oleh tingkah lincah, dan menggemaskan dari murid-murid TKIT Insan Mulia.

Febi, guru pendamping mengatakan, kehadiran rombongan TKIT Insan Mulia bertujuan mengenalkan murid-murid seputar aktivitas Badan SAR Karimun. Terutama bagaimana menggunakan sarana untuk menanggulangi bencana.

“Kegiatan ini kita selaraskan dengan program kalender akademik dan pembelajaran. Selain untuk mengenal lebih jauh tentang aktivitas Badan SAR Nasional, siswa juga bisa mengetahui tentang seputar bencana atau musibah, dan bagaimana kegiatan cara menanganinya” jelas Febi Trimurti.

Instruktur Basarnas Karimun pun menuntun murid TKIT Insan Mulia untuk pengenalan peralatan SAR. Banyaknya pertanyaan karena keingintahuan dari murid TKIK Insan Mulia, membuat instruktur kewalahan. Meski begitu mereka senang, dan tetap ramah memberikan penjelasan.

Terlihat siswa antusias mengikuti kegiatan dengan menonton tayangan seputar Badan SAR Nasional. Dengan sabar dan ceria anggota BASARNAS Karimun melayani pertanyaan siswa. Diakhir sesi siswa di berikan kegiatan outb\ound berupa permainan flying fox. (enl)

Penataan Teluk Keriting Melalui Anggaran Daerah

0
Sejumlah rumah panggung di kawasan pesisir Teluk Keriting Tanjungpinang, Rabu (19/4). Pemprov Kepri akan menata kawasan pesisir Teluk Keriting yang merujuk pada pembangunan kawasan pantai terpadu dan difokuskan di pusat perkampungan seperti pewarnaan rumah penduduk dengan warna-warni. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Asisten II Pemerintah Provinsi Kepri, Syamsul Bahrum belum bisa berbicara lebih jauh ihwal rencana kerja besar Pemprov Kepri yang hendak menata ulang kawasa Teliuk Keriting, Tanjungpinang.

Termasuk urusan anggaran. Syamsul belum mau buka-bukaan. “Belum ada angka pastinya soal itu (penataan kawasan Teluk Keriting, red),” ujarnya ditemui usai sidang paripurna di Dompak, Kamis (20/4).

Kendati begitu niatan Pemprov Kepri menata kawasan pesisir di Tanjungpinang ini tetap ditekadkan bisa terlaksana pada tahun ini. Bahkan ia menegaskan, setiap organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Kepri harus ikut berpartisipasi pada kegiatan ini, tanpa terkecuali.

“Masing-masing OPD menjalankan minimal dua program untuk menghidupkan suasana pemukiman Teluk Keriting,” tegas Syamsul.

Sementara untuk mengubah wajah Teluk Keriting agar lebih indah dan bisa jadi destinasi wisata, Syamsul menyebutkan sumber dananya diperoleh melalui anggaran daerah. Kata dia, rencana ini sudah dianggarkan pada anggaran perubahan 2017 dan anggaran murni 2018.

Konsepnya, sambung dia, pembangunan yang merujuk pada pembangunan kawasan pantai terpadu dan difokuskan di pusat perkampungan.

“Namun program dan anggaran sepertinya akan lebih besar di dinas pemukiman dan perumahan,” ucap Syamsul. (aya)

Enam Tim Arkeologi Meneliti Tiga Situs Sejarah Bintan

0
Enam Tim Arkeologi bersama Disbudpora Bintan melihat lokasi penelitian di Dapur Arang di Sungai Kecil, Kecamatan Teluk Sebong, Rabu. F.Harry/batampos.

batampos.co.id – Enam tim ahli arkelogi yang diundang Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) melakukan penelitian terhadap tiga situs sejarah yang ada di Kabupaten Bintan, Rabu (19/4). Penelitian yang dilakukan dari pukul 08.00 WIB sampai 17.00 WIB itu bertujuan untuk peningkatan setatus menjadi benda cagar budaya.

Keenam tim arkelogi itu, Peneliti dari Ikatan Ahli Arkeologi Medan, Rita Margareta Setianingsih, Peneliti dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Banda Aceh, Deni Sutrisna, Peneliti dari Balai Cagar Budaya Batu Sangkar, Fitria Arda, Akedemisi Perguruan Tinggi (PT) Stisipol Raja Ali Haji, Nurbaiti Hoesni Siam, Pakar Peduli Kebudayaan Bintan, Herry Hoesni dan Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Bintan, Luki Zaiman Prawira.

Peneliti dari Ikatan Ahli Arkeologi Medan, Rita Margareta Setianingsih mengatakan penelitian ini dilakukan untuk penetapan situs sejarah menjadi benda cagar budaya yang diakui secara nasional. Sebab melalui penetapan itu, benda cagar budaya akan mengantongi prodak hukum untuk perlindungan dan pelestariannya.

“Kami langsung meninjau ketiga situs sejarah itu. Mulai dari Bukit Kerang di Kelurahan Kawal, Rumah Tua di Tanjung Berakit, dan Dapur Arang di Sungai Kecil,” ujar Rita.

Dijelaskan Rita, dari hasil penelitian ketiga situs itu memiliki usia lebih dari 50 tahun. Kemudian juga memiliki sejarah panjang yang sangat kental dan nilai karakteristik yang tinggi. Bahkan keberadaan ketiga situs itu sangat langka di Indonesia.

Memang, kata Rita ketiga situs itu sudah memenuhi unsur-unsur untuk dijadikan cagar budaya. Namun timnya ingin mengetahui lagi secara sepesifik potensi yang dapat diberikan jika sudah ditetapkan sebagai cagar budaya.

“Kami ingin pastikan jika banyak potensi yang dihasilkan dari penetapan cagar budaya. Mungkin dari segi pengetahuan, pendidikan maupun destinasi wisata baru di Indonesia,” bebernya.

Hal senada dikatakan Peneliti dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Banda Aceh, Deni Sutrisna. Dia mengakui jika untuk usia ketiga situs itu sudah melampaui unsur ketetapan. Bahkan juga memenuhi unsur lainnya seperti nilai sejarah, pendidikan, budaya, serta berpotensi besar untuk dikembangkan sebagai objek wisata baru.

“Kami akan merembuk, menggodok dan memberikan rekomendasi. Sehingga hasil itu dapat diusulkan ke Pak Bupati (Apri Sujadi) hingga mendapatkan register cagar budaya nasional dari Pemerintah Pusat,” akunya.

Dengan ditetapkannya ketiga situs sejarah sebagai benda cagar budaya, menurut Deni perlindungan dan pelestariannya akan dijamin undang-undang (uu). Karena benda cagar budaya akan mengantongi SK Register Nasional. Sehingga lahan yang ada disekitarnya akan dilarang keras untuk digunakan aktivitas lain.

“Setelah disetujui Pak Bupati. Kami akan membantu Disbudpora untuk membahas ketingkat selanjutnya,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Disbudpora Bintan, Makhfur Zurahman mengucapkan terimakasih kepada tim ahli dan media lokal yang berperan penting dalam penetapan situs sejarah menjadi benda cagar budaya. Karena melalui penetapan inilah situs sejarah itu akan terlindungi, terlestarikan dan terabadikan.

“Jika tidak ditetapkan sebagai cagar budaya pastinya situs-situs akan hancur termakan jaman serta terusik oleh aktivitas lainnya.

Makhfur berharap situs itu segera ditetapkan sebagai benda cagar budaya tahun ini juga. Karena keberadaan ketiga situs itu langka sehingga sangat berpotensi besar dikembangkan sebagai objek pariwisata sejarah di Bintan bahkan Indonesia.(ary)