Rabu, 1 April 2026
Beranda blog Halaman 13404

DPRD Kepri Masih Tunggu Berkas Cawagub

0

batampos.co.id – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Riau, Jumaga Nadeak hingga hari ini masih menunggu berkas sepasang nama calon wakil gubernur, setelah sebelumnya pada pengajuan pertama berkas tersebut dikembalikan lantaran dinilai belum memenuhi persyaratan yang ditentukan.

Jumaga mengatakan, kelengkapan berkas yang diajukan Gubernur Nurdin jadi syarat mutlak sebelum melangkah ke tahapan selanjutnya pemilihan wagub. Karena jika tahapan tetap dipaksakan dilakukan tanpa terlebih dahulu persyaratan terpenuhi, resikonya bisa fatal.

“Kalau mereka sampai tidak lengkap segala persyaratan tapi kami lanjut, nanti bisa justru kena diskualifikasi,” tutur Jumaga, kemarin.

Menghindari adanya kemungkinan diskualifikasi calon, Jumaga mengaku DPRD Kepri lebih memilih jalur aman. Sehingga ia terus menegaskan kepada gubernur untuk segera melengkapi seluruh persyaratan yang diperlukan. Termasuk surat pengunduran diri dari jabatan publik yang mengikat dan juga rekomendasi dari pengurus pusat partai politik koalisi.

“Tugas gubernur hanya itu saja kok. Selebihnya serahkan kepada kami,” tegas Jumaga.

Jika persyaratan tersebut sudah lengkap dan sudah diajukan secara resmi oleh Gubernur Nurdin ke DPRD Kepri, kata Jumaga, baru akan dilanjutkan ke tahapan selanjutnya, yakni pembentukan panitia pemilihan di internal DPRD Kepri. (aya)

Ada Alquran Raksasa di MTQ Karimun

0
Pengunjung melihat Alquran berukuran besar di stand bazar LPTQ di area MTQ Karimun. F. Tri Haryono/batampos.

batampos.co.id – Pelaksanaan MTQ IX Kabupaten Karimun di Stadion Badang Perkasa, pada hari keempat, kemarin (19/4) terus dikunjungi masyarakat. Setiap stand bazar dari 12 kecamatan masih menjadi perhatian pengunjung. Salah satunya, stand bazar LPTQ Kabupaten Karimun yang menghadirkan Alquran raksasa hasil karya R Muhi yang dikerjakan dengan tangan.

”Alhamudulillah, ramai dikunjungi warga melihat Alquran dan bertanya siapa yang mengerjakannya,” kata Eva, salah seorang petugas stand LPTQ Kabupaten Karimun.

Sementara R Muhi ketika dikonfirmasi mengatakan, pembuatan Alquran besar dengan ukuran 73 centimeter kali 103 centimeter dibikin secara manual. Artinya, dibikin dengan tulisan tangan yang memakan waktu 14 bulan atau satu tahun dua bulan. Pembuatannya dimulai Januari 2013 dan selesai Februari 2014 silam.

”Jadi saat itu saya bikin satu hari satu lembar yang dikerjakan pada malam hari. Dengan ketelitian dan ketekunan hingga selesai dikerjakan sampai 30 juz termasuk sekapur sirih dari pemangku kebijakan di Karimun,” kisahnya.

Alquran raksasa itu dibuat Muhi, sebagai kenang-kenangan kepada masyarakat kabupaten Karimun saat pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Kepri. Sehingga, bisa dibaca oleh semua kalangan ketika ada pameran maupun pelaksanaan MTQ.

”Sudah beberapa kali pelaksanaan MTQ, Alquran berukuran raksasa ditampilkan kepada hal layak umum. Dan tanggapannya cukup positif memberikan inspirasi kepada masyarakat, bahwa Alquran sebagai pegangan hidup kita di dunia,” kata R Muhi yang mendapatkan informasi dari panitia stand bazar.

Camat Meral Barat yang juga ketua panitia MTQ IX Kabupaten Karimun, Monalisa mengatakan, selama pelaksanaan MTQ mulai dari pembukaan hingga hari ke empat berjalan lancar. Kamis (20/4) malam, secara resmi MTQ IX Kabupaten Karimun berakhir.(tri)

Delapan Perusahaan Pelayaran Terancam Tutup

0
Ketua Komisi I DPRD Bintan, Yatir (kiri) menerima laporan pengaduan dari salah satu perwakilan Forum Komunikasi Perusahaan Pelayaran Tanjunguban, Suparji (kanan) di Kijang, Bintan Timur, Rabu (19/4). F. Choky Nainggolan/ Batam Pos.

batampos.co.id – Delapan perusahaan pelayaran di Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara yang tergabung dalam Forum Komunikasi Perusahaan Pelayaran Tanjunguban, mengadu ke Komisi I DPRD Bintan, dikarenakan usaha mereka terancam tutup.

Perwakilan Forum Komunikasi Pelayaran Tanjunguban, Suparji, mengatakan, terancam tutupnya perusahaan pelayaran, dikarenakan selama ini mereka menjalankan jasa usaha keagenan melayani Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) PT Pertamina Tanjunguban, namun mulai tahun ini mereka akan diputus kontraknya oleh TBBM dan Gas PT Pertamina Tanjunguban.

Pemutusan kontrak kerja jasa keagenan pelayaran oleh TBBM PT Pertamina ini berdasarkan surat edaran Direktur Pemasaran PT Pertamina Nomor E-126/F00000/2016/SO tanggal 03 Agustus 2016, tentang penunjukan jasa keagenan untuk kapal yang melakukan aktifitas di terminal khusus dan TUKS PT Pertamina Persero, hanya kepada Ship Agency-Marine Service dan PT Pertamina Trans Kontinental.

“Surat edaran ini memutus usaha kami. Karena perusahaan kami yang sudah berjalan puluhan tahun, bukanlah dibawah Ship Agency-Marine Service dan PT Pertamina Trans Kontinental,” kata Suparji kepada delapan anggota Komisi I DPRD Bintan, di Kijang, Bintan Timur, Rabu (19/4).

Menurutnya dengan penunjukan keagenan yang hanya terbatas pada Ship Agency-Marine Service dan PT Pertamina Trans Continental, ini tentunya akan menutup kesempatan kerja dan berusaha bagi masyarakat Tanjunguban, khususnya pelaku usaha di bidang jasa keagenan kapal.

“Implementasi dari kebijakan tersebut dikhawatirkan akan mematikan usaha jasa keagenan di Tanjunguban dan menimbulkan dampak sosial, seperti meningkatnya jumlah pengangguran dan masalah sosial lainnya,” ungkapnya.

Perusahaan agen pelayaran yang tergabung di forum tersebut, katanya, selama ini terbukti mampu memberikan kontribusi kepada masyarakat dengan menyerap tenaga kerja lokal mencapai 100 orang.

“Karenanya kami mohon dibantu, agar kami tetap mendapatkan pekerjaan dan kontrak kerja dengan PT Pertamina TBBM Tanjunguban,” pinta Suparji kepada Komisi I.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Bintan, Yatir, mengatakan, pihaknya akan melakukan mediasi antara forum tersebut dengan TBBM dan Gas PT Pertamina Tanjunguban.

“Kita meminta TBBM dan Gas PT Pertamina Tanjunguban untuk mengedepankan kearifan lokal, dan tetap memberikan pekerjaan/kontrak kerja kepada perusahaan pelayaran yang tergabung dalam Forum Komunikasi Perusahaan Pelayaran Tanjunguban,” kata Yatir.

Pihaknya juga akan memanggil manajemen TBBM dan Gas PT Pertamina Tanjunguban, untuk mendapatkan jawaban atas permintaan forum tersebut.

“Kita akan memanggil manajemen mereka (TBBM dan Gas PT Pertamina Tanjunguban,” imbuhnya. (cr20)

 

Curi Uang dengan Modus Beli Bensin

0
Polisi menggelandang pencuri yang tertangkap oleh warga Kundur. F. Batampos.

batampos.co.id – Am, 19, warga Tanjungbatu Kota ketahuan mencuri uang di kios BBM Batu 14 Kundur Barat, Selasa (18/4) lalu. Warga Sawang yang sudah disulut emosi berupaya melampiaskan kemarahan kepada Am.

Beruntung amuk warga dapat diredam, dan menyerahkan pelaku Am ke Polsek Kundur Utara/Barat untuk proses penyidikan. Selain pelaku, warga juga menyerahkan uang Rp1.138.000 sebagai barang bukti.

Kapolsek Kundur Utara/Barat AKP Emsas Mardenis membenarkan kejadian tersebut. Dari keterangan pemilik kios BBM, aksi pelaku diketahui saat memasuki kios pukul 18.00 WIB. Ketika itu, korban berada di kebun yang tak jauh dari kiosnya.

Melihat seorang remaja mengenakan kaos warna merah berhenti dan masuk dalam kios, korban pun curiga. Tak lama kemudian korban mendekati kios, dan melihat pelaku sudah mengambil sejumlah uang di dalam laci. Uang hasil penjualan BBM sebesar Rp1.138.000 sudah berpindah ke saku celana pelaku.

“Awalnya korban menyangka remaja ini bermaksud membeli bensin, sehingga korban bergegas dari kebun menuju kios. Saat sampai di kios, korban justeru melihat pelaku sudah mengambil uang dari dalam laci, dan dimasukan ke saku celana. Melihat aksi pelaku, korban sepontan berteriak maling dan wargapun berdatangan mengejar pelaku,” tegas Emsas.

Ditambahkan saat beraksi pelaku sendirian mengendarai sepeda motor tanpa plat nomor polisi. Sehingga pelaku sudah merencanakan sebelumnya. Saat ini pelaku sudah diamankan di Mapolsek Kundur Utara/Barat dalam proses penyidikan lebih lanjut.
Di balik jeruji besi tahanan Polsek Kundur Utara/Barat Am mengaku mengambil uang untuk membeli obat karena orang tuanya sakit. Sore itu ia baru saja pulang dari tempat kerja, pelaku berencana hendak pinjam uang sama temanya.

Namun dalam perjalanan bensin sepeda motor habis, dan hendak mengisi di kios BBM. Ketika melihat pemilik kios sepi, Am mencoba membuka laci dan mengambil sejumlah uang. Nahasnya, aksinya diketahui pemilik kios. Diakuinya pelaku sempat kabur mengendarai sepeda motor sialnya motor yang dikendarai mogok dan akhirnya tertangkap.

“Memang saya yang mengambil uang dalam laci tersebut karena saya butuh uang untuk membantu pengobatan orang tua yang sedang sakit. Saya tidak tahu berapa jumlah uang dalam laci tersbeut, yang pasti uang itu saya ambil dan berusaha untuk kabur,” ujarnya. (ims)

BUMD Batam Kembali Urus Sembako

0

batampos.co.id – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk mengganti struktur pengurus Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Batam yakni PT Pembangunan Batam akan digelar Mei 2017 mendatang. Persiapan sembari menunggu audit akuntan publik yang kini sedang berjalan.

Direktur BUMD Batam Hari Basuki mengatakan selama ini pergantian struktur di BUMD Batam memang tidak seiring jabatan, dalam artian komisaris tidak serta merta Sekretaris Daerah (Sekda) yang menjabat, untuk itu perlu dilakukan RUPS.

“Struktur pengurus di kita (BUMD Batam) bukan ex officia tapi atas nama. Bulan depan (Mei) mau RUPS dan harapkan Sekda Batam Jefridin jadi komisaris, kini masih Sekda lama, Agussahiman,” ucap Hari, Rabu (19/4).

Sementara itu, Sekda Batam Jefridin mengaku tak paham sistem pergantian kepengurusan di BUMD Batam. Untuk itu, dia meminta bagian hukum Pemko BAtam untuk memepelajari atauran yang kini diterapkan di BUMD Batam. Namun demikian, jika dia dipercaya menjadi komisaris dai akan menjalani tugas sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Apakah otomatis ex officio, walahualam bishawab, kalau memang iya saya akan jalani. Tapi kalau harus RUPS, kita lihat nanti yang jelas saya mau bekerja sesuai dengan aturan yang berlaku,” ucapnya.

Terlepas soal struktur BUMD, dia mengatakan pihaknya kan memanggil pihak BUMD Batam. Panggilan ini terkait keinginan Tim Pengedali Inflasi Daerah (TPID) melibatkan kembali BUMD Batam terkait bahan pokok. “Peran BUMD harus nampak dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya pengadaan bahan pangan atau pokok,” katanya.

Karyawan Toko Acan di Pasar Fanindo, Tanjunguncang, Batuaji saat menimbang beras yang akan dijual. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

Menurutnya, BUMD Batam sempat menyampaikan ‘trauma’ mengurus sembako di Batam, pasalnya dulu BUMD Batam tidak mampu bersaing dengan pengusaha besar. Namun kini, keadaan semakin stabil karena semuanya sudah diatur.

“BUMD ini trauma, awal berdiri di bidang sembako tapi kalah saing dengan para pengusaha bermodal. Lain dulu lain sekarang, makanya kita arahkan ke sana (urus sembako) lagi,” ucapnya.

Jefridin menegaskan, kembalinya BUMD Batam mengurus sembako tidak menghilangkan bidang usaha gas yang kini digeluti BUMD Batam. “Sama-saam kita kembangkan,” tegas dia.

Menyikapi ini, Direktur Utama BUMD Batam Hari Basuki mengaku siap menunggu arahan Pemko Batam, termasuk melibatkan diri dalam operasi pasar untuk menstabilkan harga.

“Kami tingga nunggu arahan Pemko Batam saja. Tidak seperti dulu (bersaing dengan perusahaan besar), apalagi sekarang ada penetapan batas harga atau HET,” kata Hari. (cr13)

Bangun Pelabuhan, Tunggu Rekomendasi Gubernur

0

batampos.co.id – Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Tanjunguban, Letnan Kolonel Marinir R Gunawan mengatakan pihaknya terus fokus terkait rencana pembangunan Pelabuhan Bongkar Muat Barang Teluk Sasa, di Sri Kuala Lobam.

Saat ini proses rencana pembangunan masih menunggu rekomendasi penetapan lokasi pelabuhan sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dari Gubernur Kepri, Nurdin Basirun.

“Target untuk membangun pelabuhan ini terus kami lakukan. Rekomendasi juga sudah diberikan ke gubernur. Tinggal tunggu hasilnya untuk segera dilanjutkan ke pusat,” ungkap Gunawan, Rabu (19/4) lalu.

Ia menjelaskan untuk mendukung proses pembangunan pelabuhan tersebut, pihaknya juga sudah mempersiapkan berbagai kelengkapan persayaratan yang dibutuhkan.

Diantaranya, master plan pelabuhan, tanah seluas 1 hektare yang akan digunakan untuk pelabuhan yang sudah memiliki sertifikat hak milik, dan tentunya rekomendasi dari Bupati Bintan, selaku Kepala Daerah di Kabupaten Bintan.

“Kami sudah mempersiapkan semuanya. Selanjutnya tinggal melakukan study teknis yang akan segera kami lakukan di pusat nanti,” sebutnya.

Gunawan menuturkan hasil dari rekomendasi gubernur tersebut, tentunya sangat penting untuk menentukan pembangunan pelabuhan Teluk Sasa.

Pasalnya penetapan lokasi pelabuhan, sesuai dengan RTRW merupakan salah satu persyaratan wajib untuk membangun sebuah pelabuhan. Dan kewenangannya itu ada pada Gubernur Kepri, selaku kepala daerah tertinggi di Provinsi Kepri.

“Kami berharap gubernur bisa segera melakukan penetapan lokasi untuk pelabuhan. Supaya pembangunan bisa segera berjalan. Karena kami menargetkan tahun 2017 perencanaan pembangunan sudah bisa berjalan dan tahun 2018 fisik sudah bisa dibangun,” tuturnya.

Gunawan menambahkan dengan segera dibangunnya pelabuhan ini diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan perekonomian di Kabupaten Bintan.

“Mudah-mudahan hadirnya pelabuhan ini dapat memberikan kontribusi besar terhadap PAD Bintan, sehingga ekonomi Bintan, semakin maju dan berkembang,” imbuhnya. (cr20)

Focus Group Discussion Menyusun Strategi Pemasaran Cross Border di Pontianak

0

Pariwisata di kawasan crossborder / perbatasan menjadi salah satu cara menarik turis datang ke tanah air.

Perlu cara agar atmosfer bisnis berbasis wisata tumbuh berkembang sejalan dengan pertumbuhan jumlah wisman yang masuk melalui daerah perbatasan itu. Salah satunya dilakukan di Pontianak, Kalbar.

Focus Group Discussion (FGD) pun dibuat Kemenpar untuk Penyusunan Strategi Pemasaran Cross Border di Pontianak, 19 – 21 April 2017.

“Juga agar berbagai event Winderful Indonesia Festival di Aruk, Sambas, Entikong, dan banyak lokasi lain di perbatasan Kalimantan-Serawak, bertumbuh bisnis pariwisata, dan sustainable,” kata Arief Yahya, Menpar yang kaya pengalaman dalam membangun portofolio bisnis baru itu.

“Dalam bisnis, 3S yang harus dilihat! Size, Sustainable, dan Spread. Crossborder bisa masuk ketiga kategori itu,” kata Arief Yahya.

Karena ingin mendapatkan hasil maksimal, seluruh unsur Pentahelix ikut dilibatkan dalam FGD ini. Instansi/lembaga, pelaku industri/bisnis, asosiasi, akademisi, komunitas, serta media, semuanya diundang datang ke Pontianak. Semuanya diajak berdiskusi merumuskan ide dan gagasan dalam membangun pariwisata di wilayah perbatasan Kalimantan Barat.

“Total pesertanya ada 52 orang,” tutur Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Esthy Reko Astutii, yang didampingi Plt Asdep Strategi Nusantara, Hariyanto, Selasa (18/4).

Rumus ABCGM ala Menpar Arief Yahya masih konstan digunakan. Dari Academician, ada Rektor Universitas Tanjung Pura yang hadir di tengah acara. Kalangan Business diwakili maskapai penerbangan Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, Lion Group, Citilink, Kalstar. Selain itu, ada juga Asosiasi HPI, INCCA, ASITA dan PHRI.

Community-nya melibatkan blogger dan pemerhati pariwisata Kepulauan Riau. Government-nya diwakili Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat serta perwakilan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata di Provinsi Kalimantan Utara, Imigrasi kelas II Entikong, BPS kota Pontianak, BAPPEDA kota Pontianak, Kadin kota Pontianak dan Polda Metro Jaya. Satunya lagi datang dari media nasional.

“Lima unsur ini yang kami giring menjadi kompak, saling support dan  membangun iklim crossborder tourism yang kondusif,” sebut wanita berkerudung itu.

Foto/ilustrasi: istimewa

Dan perekat yang disiapkan adalah jurus Win Way Champions (WWC). Semuanya akan ditularkan sejumlah narasumber sebagai motivator antara lain Plt. Asdep Strategi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Hariyanto, Budi Riyanto Binol (Ogilvy Public Relation) dan Surya Yuga (Praktisi Bidang Kepariwisataan).

“Ke depannya kita harus bisa mengalahkan atau minimal menyamai Malaysia dan Thailand. Kita harus jadi pemenangnya, menjadi yang terbaik dengan budaya solid, speed, dan smart,” kata Esthy.

Strategi menggaet wisatawan dari wilayah crossborder ini ikut dikomentari Menpar Arief Yahya. Dia tak ingin cepat puas setelah menggaet 3,6% kunjungan wisman dari wilayah perbatasan. Yang diincarnya, crossborder area semakin hidup dan menjadi destinasi yang ramai dikunjungi wisatawan mancanegara (wisman).

“Silahkan belajar dari banyak negara di Eropa yang maju karena crossborder. Prancis dan Spanyol hebat mengelola crossborder tourism sebagai sebagai pendulang devisa. Malaysia juga, untuk market travellers Singapore,” ujarnya.

Kebetulan, Kalimantan Barat sendiri mempunyai enam crossborder area. Dari mulai Sambas (Paloh dan Sajingan Barat), Bengkayang (Siding dan Jagoi Babang), Sintang (Ketunggu Hulu dan Ketunggu Tengah), Kapuas Hulu (Puring Kencana dan Dabau), dan Sanggau (Entikong dan Sekayam). Modal ini, diyakini bisa mendongkrak angka kunjungan wisman melalui wilayah perbatasan. (*)

 

Sistem Pencatat Kehadiran Pegawai Harus Diperbaiki

0

batampos.co.id – Keluhan para pegawai di internal Pemerintah Provinsi Kepri perkara penerapan pencatatan presensi mesti disudahi dan lekas dicarikan solusi. Ketua Komisi II DPRD Kepri, Iskandarsyah menegaskan, sistem yang prima jadi harga mati. Agar tidak lagi terjadi gangguan.

“Kami mendukung penerapan fingerprint itu. Tapi sistem harus dikembangkan dengan BKD dan juga bisa terintegrasi dengan baik ke sistem penggajian,” kata Iskandarsyah, kemarin.

Perlu disambung dengan sistem penggajian lantaran hal tersebut, kata Iskandarsyah, bisa dijadikan tolok ukur pemberian bonus kepada pegawai yang punya catatan disiplin yang bagus. Atau pun sebaliknya, bisa diberikan sanksi bagi pegawai yang indisipliner.

Menurut Iskandarsyah, penerapan sistem pencatatan presensi dengan mesin pemindai sidik jari adalah terobosan yang baik dari Pemprov Kepri untuk meningkatkan kinerja para pegawainya. Tinggal bagaimana membenahi sistem agar tidak ada keluhan atau sampai kesalahan pencatatan.

“Saya yakin Pak Gubernur atau Pak Sekda bisa mengatasi soal ini,” kata politisi dari PKS ini.

Sedangkan pihak DPRD Kepri sendiri, sambung Iskandarsyah, belum ada niatan hendak melakukan rapat dengar pendapat perihal sistem ini. Karena bagi Iskandarsyah pribadi, hal semacam ini merupakan masalah internal Pemprov Kepri. Sehingga tidak perlu turut campur tangan pihak luar.

“Itulah mengapa sampai hari ini kami tidak mengagendakan hearing terkait fingerprint ini dengan Pemprov Kepri,” pungkas Iskandarsyah. (aya)

Anindya Putri Ajak Luaskan Promo Wonderful Indonesia

0

 

Putri Indonesia 2015 Anindya Kusuma Putri gemes, Indonesia jauh lebih kaya, lebih indah, lebih keren dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara. Tetapi jumlah kunjungan Wisman masih kalah dari Malaysia, Singapore dan Thailand.

Tampil berapi-api penuh semangat dia mengajak mahasiswa UI untuk mempromosikan Wonderful Indonesia melalui media sosial.

“Kalian bisa menggunakan Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, menjadi Blogger atau Video Blogger, untuk mempromosikan pariwisata Indonesia!” ajak Anindya, yang lahir di Semarang 3 Februari 1992 itu.

“Kalau mau bantu Indonesia menjadi lebih hebat dari negara-negara itu, ayo kita promosikan destinasi kita di medsos!” ajak Anin, saat berbicara di Fisip Universitas Indonesia (UI), (18/4/2017).

Wakil Jawa Tengah di Putri Indonesia 2015 yang mengenakan baju krem dan sepatu sporty itu merasa yakin, Indonesia bisa menjadi yang terbaik di pariwisata.

“Saya sudah jalan ke mana saja, di negara-negara Asia Tenggara! Saya pernah lihat culturenya Jepang! Saya tetap cinta Indonesia,” aku Anin, yang disambut tepuk tangan riuh.

“Kalian boleh coba underwater di Meksiko, Equador, Fiji, dimana saja! Raja Ampat dan Indonesia Timur jauh lebih hebat! Indonesia is the best,” sebut Anindya yang hobi menyelam dan bola basket itu. Ajakan untuk menghebohkan pariwisata Indonesia di medsos itu rupanya cukup menarik perhatian para mahasiswa.

Statemen Anindya Putri itu dibenarkan Don Kardono, Staf Khusus Menpar Bidang Komunikasi yang sama-sama di forum Pekan Komunikasi 2017, dalam Seminar PR-Vaganza oleh HMIK – Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fisip UI itu.

“Anin benar! Raja Ampat adalah ranking 1 untuk destinasi snorkeling dunia versi CNN Travel,” sebut Don Kardono.

“Nomor 2, masih juga Indonesia, dengan Labuan Bajo Komodo! Nomor 3 baru Kepulauan Galapagos, di Samudra Pasifik Equador. Tahun 2017 ini, The Best Destination pilihan travellers di TripAdvisor adalah Bali. Mengalahkan London, Paris, New York, Roma, yang menjadi ikon pariwisata dunia!” jelas Don.

Don Kardono setuju 1000% dengan Anin, untuk membuat Wonderful Indonesia dikenal dan menjadi top of mind, harus dipromosikan. Channel promosi yang paling efektif saat ini, media digital. Cara yang paling murah dan mudah menguasai content digital, adalah melibatkan semua pihak untuk promosi gratis di Media Sosial.

Tahun pertama 2015, menurut Don, 80% promosi Wonderful Indonesia diarahkan ke branding. Memperkenalkan produk destinasi Indonesia ke seluruh penjuru dunia.

“Anda ke mana saja, melihat media apa saja, pasti ketemu Wonderful Indonesia!” jelas Don, sambil menunjukkan dokumen dan liputan media di London, Paris, New York, Berlin, Amsterdam, Tokyo, China, Singapore, KL, dan lainnya.

Semua media digital yang menjadi trend setter dunia juga selalu bertemu dengan Wonderful Indonesia. “Dari Google, Youtube, TripAdvisor, Baidu, Ctrip, dan lainnya selalu berjumpa dengan national branding Indonesia! Mengapa harus menguasai digital? Sekarang orang search, share, book, sampai payment sudah melalui smart phone, sangat digital!” kata Don Kardono.

Tema seminar yang dimoderatori Izzaty Zephaniah itu sendiri sebenarnya adalah “The Art of Storytelling: Escalating Indonesia’s Tourism to The Next Level.” Don mencontohkan bagaimana New Zealand mendongkrak pariwisatanya melalui The Hobbit Village dengan cerita The Lord of The Rings. Lalu Belgia dengan patung Manneken Piss, Inggris dengan Stonehenge.

Phiphi Island Thailand dengan James Bond 2011. Petronas Twins Tower KL Malaysia dengan Tom Cruis Mission Impossible 2013. Korea Selatan dengan drama Sonata Winter 2009. “Kita punya success story di Belitung, dengan novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata yang booming saat difilmkan,” jelas Don Kardono.

Terakhir, film Ada Apa Dengan Cinta (AADC-2), yang mempopulerkan destinasi baru di Gunung Kidul Jogjakarta. Semua karena kekuatan storyline.

“Kunjungan Raja Salman Arab, belum lama, itu juga membangun story baru bagi travellers Arab Saudi, dan sekarang sedang kita promosikan di Arab, dengan tema Napak Tilas Raja Salman di Jakarta, Bogor, Bali dan sekitarnya,” kata Don Kardono.

Nara sumber lain yang tampil adalah Benny S ButarButar, VP Corporate Communication  PT Garuda Indonesia. Dia menyebutkan maskapai penerbangan full service ini akan support pariwisata Indonesia, karena pariwisata sudah ditetapkan Presiden Jokowi sebagai core economy bangsa dan leading sector.

Industri penerbangan, kata dia, tidak bisa berdiri sendiri. Daerah yang punya destinasi juga harus menggelar banyak atraksi dan kegiatan untuk pariwisata. Sehingga ada keinginan orang untuk berwisata.

Sesi kedua, seminar itu menampilkan Marianne Admardatine, Ogilvy Public Relations Indonesia, Edwin Pieroelie, Klirkom Public Relations, Laura Kemp, Australian Embassy Jakarta. (*)

Mencuri Minuman Botol, Lima ABG Diamankan Polisi

0

 

batampos.co.id – Lima orang Anak Baru Gede (ABG) diamankan penjaga Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Tanjungpinang, karena kedapatan mencuri minuman botol di kantin sekolah tersebut, Rabu (19/4) dini hari. Kelima remaja tersebut pun langsung diamankan dan diserahkan ke Polsek Tanjungpinang Barat.

Informasi yang dihimpun, kelima ABG yang diketahui berinisial, R, S, A, D, M, masuk ke kantin sekolah tersebut sekitar pukul 03.00 WIB. Mereka pun kemudian menuju kantin yang berada di pekarangan sekolah dan mengambil satu kotak minuman botol. Namun sayang, saat tengah beraksi pemilik kantin memergoki dan langsung mengamankan dua pelaku. Sedangkan tiga pelaku lainnya melarikan diri.

Penjaga sekolah tersebut, Andi, membenarkan adanya pencurian di kantin sekolah yang dijaga tersebut. Namun, saat kejadian dirinya sedang tidak berada di tempat.

“Iya dua orang ditangkap di lingkungan sekolah. Tiga lainnya ditangkap, setelah kami serahkan dua pelaku yang tertangkap terlebih dulu,” ujar Andi.

Dikatakan Andi, karena pelakunya anak dibawah umur. Mereka pun hanya dibuatkan surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya kembali.

“Mereka ini (pelaku) sering saya lihat menghabiskan waktu di warung internet yang tak jauh dari SMP 1. Mereka juga sudah dibuatkan surat pernyataan agar tak mengulangi perbuatannya,”kata Andi.

Terpisah, Kapolsek Tanjungpinang Barat, AKP Yuhendri melalui Kanit Reskrim, Aiptu Ony Chandra membenarkan adanya pencurian di kantin SMP Negeri 1 tersebut. Namun, kasus tersebut diselesaikan secara kekeluargaan.

“Yang mencuri masih anak-anak. Barang bukti yang dicuri mereka sedikit. Jadi mereka kami buatkan surat pernyataan untuk tidak mengulangi aksinya. Dan diselesaikan secara kekeluargaan,” ucap Ony.(ias)