Rabu, 1 April 2026
Beranda blog Halaman 13405

Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, mulai Bersolek

0

Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, sebagai destinasi wisata daerah perbatasan (cross border) mulai berbenah. Semua mulai ditata dengan berpatokan pada standar dunia.

“Talaud sudah ditetapkan sebagai destinasi wisata perbatasan oleh Kementerian Pariwisata dua minggu lalu. Karena itu kita akan benahi pariwisatanya. Kami juga akan menyiapkan calender of event untuk 2017 yang mungkin dimulai Mei,” jelas Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Talaud Ronal Izak, Rabu (19/4).

Ya, Talaud memang istimewa. Sangat pas ditetapkan menjadi destinasi wisata perbatasan. Daerahnya berbatasan langsung dengan Filipina. Untuk crossborder tourism, sangat oke mengingat pesona alam bibir Pasifik yang indah tersaji di sana.

Sebutannya saja Bumi Porodisa, bahasa yang diserap dari kata paradise. Kepingan surga. Konon sebutan ini selalu diungkapkan pelaut Portugis ketika melakukan pelayaran sepanjang Kepulauan Sangir – Talaud.

“Kemenpar sudah berkomitmen akan bantu memajukan wisata Talaud, khususnya mempromosikan keindahan pulau-pulau dan pantai yang bersih dan masih natural di sini. Jadi kami di daerah pelan-pelan mulai membenahi promosi, infrastruktur fisik dan penunjang pariwisata,” jelas Ronal.

Soal keindahan destinasi wisata, Ronal mengaku tak khawatir. Destinasi wisata di Talaud banyak menebarkan pesona alam yang yahud. Pulau Karakelang misalnya. Banyak surga tersembunyi yang bisa ditemui disana. Dengan bantuan promosi dari pusat, Ronal yakin wisata kepualauan Talaud akan makin dikenal di seluruh Indonesia dan mancanegara.

“Dengan terobosan-terobosan yang dilakukan Bupati kami Ibu Sri wahyumi Maria Manalip dan dukungan pusat, sangat memberikan dampak positif bagi pariwisata Kabupaten Talaud,” kata Ronal.

Penetapan Talaud sebagai salah satu destinasi pariwisata perbatasan andalan tak lepas dari dukungan Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuty dan Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kemenpar Vinsensius Jemadu.

Esthy mengatakan, setelah ditetapkan sebagai salah satu destinasi pariwisata perbatasan andalan, banyak tugas yang menanti kepala daerah bersama tim untuk memajukan pariwisata di daerah tersebut.

Tugas utama yang dikejarnya adalah melakukan pembenahan berbagai sarana dan infrastrtuktur pendukung lainnya di Talaud lsupaya terlihat ada perbedaan dalam penataannya.

“Pembenahan mendesak dilakukan supaya bisa membuat Talaud menjadi lebih baik dari sisi fisik. Wisatawan yang datang ke Talaud harus dibuat betah,” ujar Esthy.

Kebetulan, Talaud punya banyak destinasi wisata yang keren. Selain wisata alam pantai dan air terjun, ada juga wisata petualang goa dan desa wisata. Yang cukup dikenal antara lain Pantai Pesisir Timur pulau Karakelang, Pantai Lobbo, Goa Weta, Air Terjun Ampadoap, dan Desa Adat Bannada.

Di pesisir Timur, wisatawan bisa menikmati hamparan pasir halus sepanjang 12 kilometer. Pantainya berhadapan langsung dengan lautan pasific dan memiliki lebar sekitar 60 hingga 80 kilometer jika sedang surut.

Pantai Lobbo di Kecamatan Beo Utara juga tak kalah okenya. Apalagi saat sunset. Pancaran oranye matahari di ufuk barat bumi semakin indah saat pulau Nusa Tofor dan Nusa Dolong membentuk siluet di bawahnya.

Hamparan pasir hitam halus yang luas, serta deburan ombak bertingkat semakin menambah nikmatnya menghabiskan senja di pantai yang masih perawan ini.

Pualu Karakelang juga punya pesona Goa Weta dengan stalaktit dan stalakmitnya. Goa ini mempunyai panjang sekitar 400 meter dan tembus ke ujung goa lainnya di perbukitan.

Air Terjun Ampadoap juga punya keunggulannya sendiri. Dua buah air terjun yang saling berhadapan ini tak tinggi, masing-masing hanya setinggi lima meter. Kedua air terjun ini jatuh di antara bebatuan dan aliran airnya bertemu di satu titik, lalu mengalir bersama menuruni anak sungai.

Sementara, Desa Bannada ditetapkan sebagai desa adat karena kearifan lokal kerajaan Talaud atau Porodisa yang tetap terjaga hingga saat ini. Para petua adat, masih menyimpan barang-barang peninggalan sejarah kerajaan Porodisa terdahulu. Desa ini sangat tradisional, perkembangan zaman tak mampu menggerus budaya yang telah turun temurun dipelihara.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan cross border tourism di Talaud, selain dimaksudkan untuk menggarap potensi wisata mancanegara di daerah tersebut, juga bertujuan menggeliatkan perekonomian masyarakat setempat. “Potensi border tourism itu besar. Masyarakat di sana juga harus mendapatkan benefit dengan lebih banyak event, sehingga banyak orang berdatangan,” ujar Menpar Arief Yahya.

Menurut Arief, cross border tourism sesuai dengan fokus Presiden Joko Widodo yang ingin menggairahkan daerah perbatasan. Presiden Jokowi sejak awal menaruh perhatian serius kepada warga masyarakat Indonesia yang berada di pulau terluar, perbatasan dan daerah terpencil. Saking seriusnya, Presiden ketujuh Indonesia itu tak ragu mengubah sebutan daerah perbatasan dari pulau terluar menjadi pulau terdepan. Karena itu, serangkaian border tourism digelar dari Atambua, Dili, Papua, Aruk, Entikong, sampai ke Batam-Bintan.

“Kami akan terus pelajari dan evaluasi, seberapa efektif untuk menggairahkan ekonomi masyarakat. Termasuk seberapa bagus menarik wisatawan dari negara tetangga,” kata menteri asal Banyuwangi itu. (*)

Tiang Listrik Tumbang Arus Lalulintas Terganggu

0
Petugas PLN sedang menangani tiang listrik yang tumbang di Desa Seri Bintan, Rabu (19/4). F.Harry/batampos.

batampos.co.id – Tiang listrik milik PLN tumbang dan melintang di tengah Jalan Raya Tanjunguban, Batu 56, Desa Seri Bintan, Kecamatan Teluk Bintan, Rabu (19/4). Beruntung dalam insiden tersebut tak menelan korban jiwa namun arus lalulintas di jalur lama itu sempat terganggu.

“Ketika hujan reda. Tiang listrik PLN dekat samping Taman Pemakaman Umum (TPU) Desa Seri Bintan tiba-tiba saja tumbang dan melintang ditengah jalan,” ujar, Juono salah satu saksi mata yang melihat kejadian itu di Warung Sop Ayam, Rabu (19/4).

Diceritakannya, dia sedang berkendara dari arah Simpang Lagoi hendak ke Bintan Buyu. Sesampainya di Desa Seri Bintan sekitar pukul 15.00 WIB hujan lebat melanda. Sehingga dia menghentikan perjalanannya di Warung Sop Ayam desa tersebut.

Setelah hujan reda, lanjut Juono diapun bergegas untuk melanjutkan kembali perjalanannya. Namun ketika hendak menarik gas motornya, dia dikejutkan dengan suara dentuman keras.

“Ternyata suara itu berasal dari konsleting listrik akibat tumbangnya tiang PLN ketengah jalan,” katanya.

Tiang itu, lanjut Juono sempat menimpa pohon yang berada disamping. Karena tak mampu menahan bobot besar, tiang bersama pohonnya tumbang ketengah jalan dengan posisi melintang.

Melihat kejadian itu, sambung bapak dua anak ini diapun langsung turun kejalan dan memberikan aba-aba kepada pengguna jalan raya yang hendak melintas. Karena jika tidak melakukannya, tiang itu akan menelan korban jiwa .

“Saya langsung lari ketengah jalan dan kasih tau kepada pengendara. Kalau tidak pasti akan ada kecelakaan karena selain tiang melintang kondisi jalan juga licin,” sebutnya.

Asisten Manajer Pelayanan dan Administrasi PLN Tanjungpinang, Muhammad Anson mengatakan insiden tumbangnya tiang listrik milik PLN hingga melintang ditengah jalan Desa Seri Bintan sudah ditangani oleh petugas dari PLN Rayon Tanjunguban.

“Petugas sudah ke lokasi. Tiangnya udah dipindahkan dan semuanya sudah dibereskan. ,” katanya melalui pesan singkat. (ary)

Empat Bulan Gaji Honorer Tak Dibayar

0

batampos.co.id – Sebanyak 62 tenaga khusus kesehatan yang dipekerjakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bintan di 15 puskesmas melakukan aksi mogok kerja. Aksi itu dilakukan karena selama empat bulan gaji mereka tak dibayarkan oleh Pemkab Bintan..

“Dari Januari sampai April ini gaji kami tak kunjung dibayarkan. Jadi kami minta pemerintah penuhi hak kami dulua barulah kami semangat beker,” ujar, Isa salah satu tenaga honorer khusus yang mengabdi di Puskesmas Kabupaten Bintan, Rabu (19/4).

Diceritakannya, 2016 lalu Pemkab Bintan menggelar pembukaan penerimaan tenaga honorer baru dan seleksi tenaga honorer lama. Hasilnya 62 tenaga honorer lama bidang kesehatan yang mengabdi di 15 puskesmas dinyatakan tidak lulus dalam ujian sehingga mereka resmi tidak dipekerjakan lagi.

Namun, kata Isa awal 2017 Pemkab Bintan akan menggencarkan penerapan program kesehatan gratis diseluruh fasilitas kesehatan Kabupaten Bintan. Maka untuk mensukseskan program itu dibutuhkan dukungan dari tenaga kesehatan sehingga honorer yang tidak lulus direkrut kembali oleh Pemkab Bintan.

“Kami memang dari kalangan yang tidak lulus sekesi. Tapikan pemerintah rekrut kami kembali dengan perjanjian akan digaji seperti honorer lainnya. Nyatanya selama direkrut gaji kami tak kunjung dibayarkan sepersenpun,” bebernya.

Selama empat bulan bekerja, sambung wanita berkerudung ini sudah banyak biaya yang dikeluarkannya sendiri. Mulai dari biaya operasional, makan dan minum serta lainnya. Maka harapannya, pemerintah daerah segera membayarkan gaji mereka sesuai dengan perjanjian awal yang telah disepakati.

“62 tenaga honorer khusus mengalami nasib yang sama. Tetap bekerja namun tak bergaji. Jadi tolonglah pemerintah bayar hasil keringat kami. Jika tidak kami akan mogok kerja,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Bintan, dr Gama Esnaini mengatakan lambatnya pencairan gaji tenaga honorer khusus itu bukannya dari faktor kesengajaan. Melainkan akibat proses pelaksanaan pendataan ulang tenaga yang direkrut kembali.

“Kami minta mereka bersabar. Semuanya harus menunggu proses. Karena kita harus data ulang seluruh tenaga honorer yang direkrut kembali. Jadi gak bisa satu-satu prosesnya,” akunya.

Ditanya kendala pendataan ulang yang menelan waktu lebih dari empat bulan, Gama mengaku inginnya proses pendataan bisa terselesasikan secepatnya. Bahkan jika bisa selesai saat ini juga. Namun itu tidak mungkin sebab semua pendataan butuh waktu yang cukup lama.

“Kami juga sedang menunggu karena semua proses itu melalui BKD. Jika sudah ada kabar akan segera kita tindaklanjuti,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Bintan, Irma Anisa ketika Batampos menghubungi ponselnya tidak diangkat. Kemudian pesan singkat yang dilayangkan juga belum dibalasnya. (ary)

Batam Impor 2.251 Ton Daging Beku

0
ilustrasi

batampos.co.id  – Selama periode September 2016 hingga Maret 2017 lalu, Batam mendapat jatah kuota impor daging beku sebanyak 2.251. Impor berasal dari tiga negara, yakni Australia, Selandia Baru, dan Spanyol.

“Kuota impor daging beku itu ditentukan oleh Kementerian Perdagangan. Sedangkan kami hanya mengeluarkan izin impor saja,” kata DIrektur Lalu Lintas Barang Badan Pengusahaan (BP) Batam, Tri Novianto, Rabu (19/4).

Perusahaan yang mendapatkan izin impor tersebut antara lain PT Kharisma Karya Kartika, PT Dewi Kartika Inti, dan PT Batam Frozen Food. “Ketiganya mengajukan kuota langsung ke Kementerian Perdagangan setelah kembali baru meminta izin impor dari BP Batam,” tambah Tri.

Untuk PT Kharisma mendapat kuota daging impor sebesar 836 ton, kemudian PT Dewi Kartika Inti dapat kuota 750 ton, dan PT Batam Frozen Food sebesar 665 ton. Namun ketiga perusahaan tidak serta merta bisa melakukan impor sekaligus karena periode impor dibagi per semester.

“Mekanismenya semua dikontrol oleh pemerintah pusat,” imbuhnya.

Sedangkan untuk daging sapi lokal, Novi mengatakan tidak ada pembatasan dan bukan wewenang BP Batam dalam menentukannya.

“Mengapa pusat menentukan kuota impor. Karena untuk menjaga industri dalam negeri agar tetap berkembang,” katanya. (leo)

Pembudidaya Napoleon Tunggu Kran Ekspor Dibuka

0
Pembudidaya ikan Napoleon di Pulau Sedanau, Natuna, menunggu realisasi kran ekspor dibuka pemerintah. F. Aulia Rahman/batampos.

batampos.co.id – Pembudidaya ikan napoleon di Natuna, hingga saat ini masih menunggu kepastian dibukanya kran ekspor oleh Pemerintah, pasca moratorium diberlakukan.

Pulau Sedanau Kecamatan Bunguran, salah satu tempat budidaya ikan napoleon terbesar di Natuna. Selain pulau lain seperti Subi, Serasan, Midai, Pulau Tiga dan Pulau Laut.

Pasca moratorium larangan penjualan ikan napoleon diberlakukan, ekonomi di Kecamatan Bunguran Barat ternyata sangat berpengaruh. Bahkan geliat ekonomi masyarakat hampir lumpuh. Sebab hampir 50 persen warga setempat adalah nelayan, baik nelayan tangkap dan nelayan budidaya. Hanya sebagian kecil sebagai petani dan pedagang. Dan tidak terdapat perusahaan yang mempekerjakan masyarakat.

“Dua tahun lalu kami sangat mudah cari uang saat napoleon masih masih laku dijual. Sehari memancing, bisa dapat dua ekor Mengkait (Napoleon,red). Tentu uang Rp 1 juta sudah di tangan,” tutur Azmin warga Sedanau kemarin.

Namun kini, warga setempat juga bingung mendapatkan rezeki. Hasil tangkapan ikan selain napoleon tidak seberapa. Hanya laku untuk konsumsi lokal yang jumlahnya juga tidak seberapa banyak.

Moratorium larangan ekapor ikan napoleon sekitar dua tahun lalu juga berimbas pada nelayàn budidaya. Ikan yang sudah dibesarkan tidak bisa dijual, disatu sisi kebutuhan pakan terus bertambah.

Nato, seorang pembudidaya dan penampung hasil budidaya ikan napoleon di Sedanau mengaku, pembudidaya napoleon di Natuna kini menanti realiasasi pemerintah untuk membuka kembali kran ekspor napoleon.

Pihaknya sudah menerima kabar baik bagi nelayan budidaya napoleon. Karena akan memberikan kuota ekapor napoleon sebesar 30 ribu per tahun. Bahkan katanya sudah mendapat rekomendasi dari Kementerian kehutanan dan lingkungan serta LIPI. Hanya tinggal perubahan khusus terkait transportasi yang digunakan.

“Memang dalam aturannya ekspor napoleon harus lewat jalur pesawat. Tapi di Natuna sarana itu tidak mendukung. Jangankan angkut ikan, mau bawa badan saja susah dapt tiket,” ungkap Nato.

Besar harapan pembudidaya napokeon di Sedanau ini, dibukanya kran ekspor napoleon bisa dibuka secepatnya. Mengingat terdapat ratusan ribu napoleon di keramba jaring tancap menunggu diekspor.

Nato mengaku, saat ini terdapat 114.445 ekor napoleon sudah ukuran besar di keramba nelayan, dari 161 nelayan budidaya. Usia napoleon pun sudah mencapai antara 3 tahun hingga 6 tahun. Dengan kebutuhan pakan yang terus meningkat.

Budidaya ikan napoleon ini sambungnya, memang sangat menjanjikan. Namun tidak semudah membalikkan telapak tangan. Sebelum masa panen, dibutuhkan, kesabaran, keulekan dan waktu minimal tiga tahun. Utamanya adalah modal yang cukup dengan resiko rugi yang seimbang.

Dalam satu lobang keramba ini katanya, terdapat sekitar 200 ekor napoleon. Setiap hari pakannya adalah 15 kilo ikan campuran yang dibeli dari nelayan tangkap, Rp 3 ribu per kilo.

Jika dikalkulasikan, dalam satu tahun. Pakan yang dibutuhkan 200 ekor napoleon mencapai 5 ton ikan campuran. Sementara satu nelayan membudidaya bisa mencapai ribuan ekor napoleon yang terus menunggu kepastian dengan resiko kerugian yang cukup besar.

“Sekarang harga napoleon kisaran Rp 1 jutaan per kilonya.
Memang menjanjikan, tetapi resikonya juga besar, apalagi kran ekspor masih ditutup Pemerintah,” sebut Nato.(arn)

Unggul Tipis, Ani dapat Bonus Tambahan

0
Pemenang Rally Shopping periode ke-4 Ani, (tiga kanan) berfoto bersama usai Rally Shopping di Isana Lifestyle Supermarket, Minggu (16/4). F.Choky Nainggolan/batampos.

batampos.co.id – Perjuangan tak sia-sia ditunjukkan oleh, Ani, 38. ia berhasil menjadi pemenang dengan nilai unggul tipis dari peserta lainnya dalam belanja gratis rally shopping periode ke-4 yang digelar Prendjak dan Canbo bekerjasama dengan Batam Pos, di Isana Lifestyle Supermarket, Minggu (16/4).

Rally Shopping kali ini berlangsung seru dan ketat. Terlihat hasil akhir yang diraih masing-masing peserta menghasilkan nilai tipis dari peserta lainnya. Ani pemenang rally shopping memperoleh target belanja Rp 249.335, sementara Susilo sebesar Rp 246.880, dan Juliani dinyatakan gugur karena melebihi target belanja sebesar Rp 408.400.

“Pesertanya semua hebat. Selisihnya hanya lebih kurang Rp 3 ribu. Hasil ini hampir sempurna,” ungkap Mustardi, Manager Marketing PT Panca Rasa Pratama (PRP), Minggu (16/4).

Dengan hasil perolehan ini, Ani berhak meraih bonus tambahan voucher belanja sebesar Rp 250 ribu. Mustardi menjelaskan, rally shopping ini kegiatan rutin yang digelar setiap minggu, bertujuan memberikan hadiah bagi masyarakat yang menjadi pelanggan setia produk teh prendjak dan canbo di Isana Lifestyle Supermarket. Termasuk pelanggan setia Batam Pos.

“Semua boleh ikut rally shopping ini. Syaratnya hanya belanja produk prendjak atau canbo di Isana Lifestyle Supermarket, minimal Rp 50 ribu. Caranya cukup mudah, belanja Rp 50 ribu, langsung dapat 1 kupon yang siap diundi setiap hari Sabtu,” terangnya.

Ani, peserta yang berhasil menjadi pemenang mengaku senang bisa mengikuti acara rally shopping ini.

“Saya senang bisa menang. Terimakasih buat prendjak, canbo, dan Batam Pos. Mudah-mudahan acara ini bisa berjalan terus dan semakin sukses,” ungkapnya.

Sementara itu Penanggungjawab Pemasaran Batam Pos wilayah Tanjungpinang, Yahya Siregar menuturkan bagi pelanggan setia Batam Pos juga bisa memiliki kesempatan besar untuk mengikuti keseruan kegiatan rally shopping ini, karena akan diundi secara bergantian setiap minggunya.

“Selain memberikan hadiah, acara ini juga bertujuan untuk mengapresiasi pelanggan setia Batam Pos di Tanjungpinang, dengan memberikan kesempatan untuk mengikuti keseruan berbelanja gratis,” ungkapnya.

Yahya menambahkan, pihaknya juga akan mendata salah satu pelanggan beruntung dari Batam Pos yang memiliki kesempatan mengikuti ajang ini, setiap minggunya.

“Bagi masyarakat yang belum berlangganan Batam Pos, bisa segera berlangganan sekarang, agar dapat memiliki kesempatan ikut rally shopping ini,” jelasnya.

“Caranya mudah, bisa langsung hubungi Yahya ke nomor 081277575226. Atau juga bisa langsung datang ke kantor Harian Pagi Batam Pos, di jalan Pramuka nomor 3 Tanjungpinang,” imbuhnya (cr20)

25 April, Revisi Tarif Pelabuhan Terbit

0
Ilustrasi

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam akan mengeluarkan revisi dari Peraturan Kepala (Perka) Nomor 17 Tahun 2016 pada 25 April mendatang. Revisi ini akan mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2016 tentang jenis dan tarif atas jenis Penerimaan Pajak Bukan Negara (PNBP) yang berlaku pada Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

“Berlaku efektif pada 25 April mendatang. Pada revisi Perka nanti, akan merubah tarif labuh tambat di Batam,” kata Staff Ahli Deputi III, Nasrul Amri Latif di Kantor BP Batam, Selasa (18/4).

Pada PP Nomor 15 Tahun 2016, jasa labuh tambat untuk kapal kelas utama adalah Rp 1.518 per GT per kunjungan. Sedangkan untuk tarif kapal kelas I adalah Rp 1.452 per GT per kunjungan.”Kami akan merumuskannya dalam satu minggu tentunya dengan berkoordinasi dengan pengusaha di pelabuhan,” tambah Nasrul.

Ada sejumlah ketentuan yang akan dibahas lebih lanjut lagi. Contohnya untuk kapal-kapal yang bernaung di pelabuhan rakyat (Pelra) maka akan biaya minimumnya akan diturunkan dan dilepaskan dari konsep Host to Host (H2H).

“Namun akan kami definisikan lagi jenis kapalnya. Jikalau ada kapal yang punya GT terlalu besar maka bisa dikategorikan sebagai kapal pelabuhan nasional (Pelnas),” jelasnya.

Sedangkan untuk H2H sendiri, nilainya turun dari 125 persen menjadi 120 persen. Deposit ini mengacu pada konsep H2H di Pelabuhan kabil dan akan diberlakukan di sembilan pelabuhan utama di Batam, seperti di Pelabuhan Batuampar.

Untuk H2H di pelabuhan lainnya, khususnya terminal untuk kepentingan sendiri (TUKS) yang dimiliki oleh kebanyakan perusahaan shipyard, Nasrul menjelaskan BP Batam akan melakukan rapat perumusan tarif bersama dengan sejumlah organisasi yang bergerak di bidang kemaritiman.”Tarif untuk tambat tetap ada karena tetap berada diatas air. Nanti akan dibicarakan lebih lanjut lagi,” imbuhnya.

BP Batam juga akan mempersiapkan loket khusus untuk pengurusan dokumen milik pengusaha pelayaran, namun perihal ini juga masih harus melalui formulasi dengan pengusaha pelayaran.

Dan untuk pengusaha pelayaran yang memiliki tunggakan kepada BP Batam, maka instansi pengelola investasi ini menerapkan kebijakan baru.

“Mereka harus membayar 40 persen sebagai uang muka. Dan kemudian sisanya diselesaikan dalam enam bulan. Jika tidak sanksi yang akan kami berikan adalah kapalnya tidak bisa keluar,” tambahnya.

BP Batam juga akan melakukan upaya sinkronisasi organisasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Lalu bagaimana dengan tanggapan pengusaha pelayaran. Ketua Harian DPC Indonesia National Shipyard Association (INSA) Batam, Suparno mengungkapkan pihaknya akan menunggu realisasi revisi Perka dalam seminggu ini.

“BP Batam sudah setuju untuk merevisi Perka Nomor 17 Tahun 2016. Kita akan lihat realisasinya dalam seminggu ini,” ujarnya.

Makanya pihaknya akan menunggu dengan sabar realisasi revisi Perka tersebut.”Kita akan tunggu revisi aturan tersebut,” jelasnya. (leo)

Kemenag Ajak BPOM Pantau Hidangan Berbuka

0
ilustrasi

batampos.co.id – Kementerian Agama (Kemenag)  mengajak Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kota Batam untuk memantau makanan selama pelaksanaan ibadah puasa di bulan ramadan.

“Ini untuk memastikan kehalan makanan mereka, terutama di hotel, tujuannya untuk memberikan jaminan kepada yang bepuasa,” kata Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam, Zulkifli Aka, Selasa (18/4) usai rapat koordinasi dengan media.

Dia menambahkan, jika tidak ada perubahan jadwal dan perhitungan, umat muslim di Indonesia akan mulai menjalankan ibadah puasa 25 Mei mendatang.

“Kurang lebih satu bulan lagi,” sebut Zulkifli.

Zulkifli menjelaskan hingga saat ini pelaksanaan sudah 80 persen termasuk menyusun imsakiyah waktu berbuka, sahur, jadwal salat yang akan digunakan selama bulan ramadan hingga penceramah untuk selama ramadan di beberapa media.

“Seperti imsakiyah sudah kami susun,” sebutnya.

Mengenai perbedaan yang sering muncul terkait penetapan awal ramadan, pria asal Aceh ini mengungkapkan itu boleh saja, karena dihitung berdasarkan perkiraan yang diyakini.

“Memang ada yang tidak serentak, tapi itu tidak masalah karena ini ibadah, yang jelas semua berjalan dengan aman dan damai,” ujarnya.

Untuk Batam sendiri, Zulkifli akan berkoordinasi dengan ulama dan tokoh organisasi dan menggelar rapat hingga memutuskan awal ramadan nanti. “Tentunya kami bahas bersama, karena ini kepentingan umat. Tapi yang jelas kita ikut pemerintah pastinya,” terangnya.

Umat islam yang akan menjalankan ibadah puasa nanti, diharapkan bisa berjalan lancar. Dan untuk yang tidak menjalankan bisa menghormati.

Dia juga berpesan kepada seluruh umat muslim untuk bisa meningkatkan ibadah di bulan ramadan, karena bulan yang penuh berkah, dan penuh ampunan.

“Kami juga mengajak seluruh intansi, dan media untuk mensiarkan ajaran agama. Mari kita sambut ramadan bulan yang penuh keberkahan dan ampunan ini,” tutupnya. (cr17)

Tua Permana Dimakamkan

0
Keluarga dan warga menggotong jenazah Tua Purnama dari kamar mayat RSCM untuk dimasukkan ke dalam abulance, Selasa (18/4). Tua Purnama tewas dikeroyok massa akibat diduga mencuri burung. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Jenazah Tua Permana, siswa SMP yang tewas diamuk massa di perumahan Nusa Indah, Seibeduk karena diduga mencuri 10 ekor burung peliharaan warga, Selasa (18/4) pagi sudah menjalani proses otopsi di rumah sakit umum daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam.

Usai diotopsi, jenazah bocah 16 tahun itu diserahkan ke keluarga dan sudah dimakamkan di Pemakaman Umum Kampung Bagan, Seibeduk, pada sore hari itu juga.

Pemakaman Tua berlangsung pilu. Orangtua Tua sangat berduka atas kepergian putra pertama mereka itu.

“Abang jangan tinggalin adek, kasian bapak dan ibu,” ratap adik Tua.

Keluarga besar Tua cukup terpukul dengan kenyataan pahit itu. Mereka berharap agar pihak kepolisian berlaku adil atas kejadian itu.

“Kami tak mengatakan anak kami ini benar, tapi tak seharusnya mereka pukul sampai meninggal seperti ini. Kalau dia memang salah kan ada Polisi dan Penegak hukum,” ujar ibu Tua.  (eja)

BUMN Hadir, Harga Kebutuhan Semakin Murah

0

batampos.co.id – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan segera bukan kantor cabang di Ranai. Menggandeng PT Pelindo dan anak perusahaannya untuk memenuhi kebutuhan pokok dan barang penting di Natuna dengan harga yang relatif lebih murah dari saat ini.

Kasi perdagangan dalam negeri Dinas Perindustrian, perdagangan koperasi usaha mikro Pemkab Natuna Rizal Alamsyah mengatakan, dibukanya kantor cabang BUMN ini harga kebutuhan pokok dan barang penting di Ranai dan sekitarnya bakal terus menyamai harga di Jakarta.

Rencana ini katanya, akan direalisasi untuk mengimbangi perbedaan harga di Ranai dengan program rumah kita. Selama ini masih terpusat di gudang Selat Lampa. Karena dapat permudah akses pendistribusian masyarakat di pulau-pulau, seperti Pulau Tiga, Pulau Laut, Sedanau, Pulau Midai, Pulau Subi dan Pulau Serasan.

“Lewat kapal Tol Laut, BUMN akan buka kantor cabangnya di Ranai. Tentu dengan menggandeng anak perusahaan PT Pelindo, untuk memasok berbagai kebutuhan masyarakat,” kata Rizal, Selasa (18/4).

Dalam program rumah kita ini kata Rizal, BUMN gandeng PT Pelni Mart untuk memasok barang seperti produk uniliver serta besi.

Tidak hanya itu, BUMN juga gandengan PT Semen Padang untuk pasok semen ke Natuna. Dan PT Multi Terminal Indonesia, bagian distribusi logistik dan gudang. Untuk saat ini, dari PT Rajawali Nusantara Indonesia sudah memasok beras, gula, tepung dan minyak goreng.

“Komoditi ini dipastikan aman untuk menjelang bulan puasa. Paling yang sering kosong itu adalah telur, itu karena pembeliannya tidak dalam jumlah banyak, dan disebabkan faktor keterlambatan pengiriman kapal karena cuaca dan bongkar muat di pelabuhan,” sebut Rizal.

Dikatakan Rizal, menyambut bulan puasa ini pihak melakukan evaluasi terkait situasi kebutuhan pokok dan barang penting rutin setiap bulan disetiap Kecamatan.

Berdasarkan kebutuhan sembako seperti beras, dalam asumsi kebutuhan per kepala keluarga dan per jiwa mencapai 750 ton per bulan. Gula mencapai 77 ton per bulan, minyak goreng 69 ton per bulan, telur 57,8 ton per bulan.

“Memang ada beberapa komoditi, masih menggunakan kapal swasta. Tetapi dengan adanya program rumah kita dari BUMN, bisa terjadinya persaingan harga. Misalnya harga semen sekarang kisaran Rp 80 ribu per sak, bisa Rp 75 ribu per sak,” ujar Rizal.

BUMN ini juga sambungnya, membantu masyarakat memasarkan komoditi lokal, baik perikanan, perkebunan dan pertanian. Karena dari Natuna ke Tanjungperiok, muatan kapal kapasitas 3.000 ton kosong.(arn)