Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 13408

Tak Lulus UAS, Siswa Didenda Beli Keramik

0

batampos.co.id – Orangtua murid Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Batam mengeluhkan kebijakan pengenaan denda bagi siswa yang tidak lulus ujian akhir (UAS) sekolah. Keluhan itu muncul lantaran sanksi yang diberikan tidak masuk akal dan sangat memberatkan orangtua.

Indra, salah seorang wali murid yang mengaku mengalami hal tersebut. Setiap mata pelajaran yang tidak lulus, bukannya diberikan remedial, sekolah malah mewajibkan pembayaran dalam bentuk denda.

“Anak saya kelas 12, tidak tuntas mata pelajaran Bahasa Inggris, diwajibkan membeli keramik yang harganya Rp 2 juta,” keluh Indra kepada Batam Pos, Rabu (19/4).

Bukan itu saja, diakui dia, pihak sekolah juga mewajibkan membeli speaker bagi siswa yang tidak lulus. Harganya pun cukup mengejutkan yakni Rp 1 juta. Belum termasuk denda bagi mata pelajaran lain seperti bingkai berukir Rp 300 ribu dan bola kaki seharga Rp 400-600 ribu.

“Kalau pelajaran olahraga tak lulus denda bola. Sedangkan bingkai berukir jika tak lulus pelajaran seni rupa. Dan ini bukan untuk satu orang saja, ada puluhan murid yang diwajibkan membayar denda tersebut. Bisa dihitung berapa uang yang mereka terima,” kesal Indra.

Bahkan, tambah Indra, pengganti remedial dengan denda tersebut sepengatahuan kepala sekolah. “Saya tidak tahu ini kebijakan sekolah apa tidak. Yang jelas anak saya dan teman-temannya serta orangtua sangat mengeluh dgn kebijakan itu. kami berharap ditindaklanjuti,” harapnya.

Selain denda, orangtua juga menyesalkan sekolah yang menyuruh murid menjual barang sembako dengan dalih pelajaran kewirausahaan. Sembako harus dijual ke pihak lain, sekolah beralasan lebih murah dari harga eceran. Tapi kenyataannya harga barang sembako itu sangat mahal.

“Ujungnya anak-anak yang harus nombok beli sendiri sembako lantaran tidak ada yang mau membeli karena mahal,” tuturnya.

Ilustrasi

Anggota Komisi IV DPRD Batam, Riky Indrakari menilai, denda yang diberikan pihak sekolah termasuk dalam pungutan liar (pungli). Ia mengakui, belum ada peraturannya yang mewajibkan siswa membayar denda jika tak lulus UAS.

“Kalau memang itu terbukti, maka kami minta tim saber pungli mengusut kesana. Semua uang orangtua siswa harus dikembalikan,” tegas Riky.

Ditambahkannya, remedial seharusnya menjadi tanggungjawab sekolah, bukan sebaliknya membebankan kepada siswa. Dan kalaupun ada pemungutan, Riky menilai harus disesuaikan dengan kebutuhan anak. Bukan dalam bentuk benda, seperti yang diduga dilakukan SMKN 2.

“Kalau anak tidak mencapai nilai ketuntasan, itu salah sekolah. Bukan anak. Itu akan menjadi trauma dan merusak mentalitas anak, seolah-olah gagal di mata orangtua,” sebutnya.

Riky berharap kepala sekolah diberi teguran.

“Kalau memang terbukti saya rekomendasikan kepala sekolahnya diberhentikan. Saya yakin kepala dinas provinsi juga belum mengetahui laporan ini. Ini pungli dan saya minta uang orangtua segera dikembalikan,” tegasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Arifin Nasir mengaku sudah menghubungi kepala sekolah SMKN 2. Menurutnya, kepala sekolah sedang berada di Thailand mengikuti undangan dari kementerian.

“Dia (kepala sekolah) ngaku tak tahu, sekarang saya minta wakil kepala sekolah untuk menghubungi saya, menjelaskan perihal denda tersebut,” kata Arifin. (rng)

Pilwako Pinang, Pertarungan PDI VS Golkar

0
Zamzami A Karim. foto: Batampos.

batampos.co.id – Akademisi Stisipol Tanjungpinang, Zamzami A Karim memprediksikan Pemilihan Walikota (Pilwako) Tanjungpinang 2018 mendatang merupakan panggung pertarungan politik antara PDI Perjuangan melawan Partai Golkar. Karena sejauh ini, dua partai besar tersebut yang memiliki kader potensial untuk maju.

“PDI sudah pasti, karena memiliki kader seorang petahana. Sedangkan Golkar kadernya banyak duduk di DPRD Kota Tanjungpinang,” ujar Zamzami menjawab pertanyaan Batam Pos, Rabu (19/4) di Tanjungpinang.

Zamzami yang merupakan pemerhati politik Provinsi Kepri tersebut mengatakan, meskipun PDI-Golkar berkoalisi pada Pilkada Gubernur lalu. Tetapi di Pilwako Tanjungpinang nanti, kemungkinan untuk koalisi sangat kecil. Apalagi saat ini, sudah mulai menjodoh-jodohkan pasangan. Seperti Lis-Maya (Lima) dan Syahrul-Angga (Saya).

“Nama-nama ini, punya elektabilitas masing-masing. Tentu menarik untuk kita tunggu,” papar Zamzami.

Begitu juga dengan Syahrul yang sudah mendapatkan sinyal dukungan dari para guru. Karena dia merupakan mantan Ketua PGRI Provinsi Kepri. Untuk maju tentu membutuhkan dukungan Partai Politik sebagai pijakan. Masih kata Zamzami, sejauh ini untuk calon independen masih belum menunjukan adanya tanda-tanda keseriusan untuk maju.

“Khusus untuk independen ada beberapa nama yang berkembang. Seperti Edi Saprani dan Teja Alhab. Tetapi sifatnya hanya spekulasi saja,” jelas Zamzami.

Ditambahkannya, Tanjungpinang memang membutuhkan sosok pemimpin yang berani dan tegas. Menurutnya, masyarakat sangat menginginkan adanya pembangunan yang hebat di Tanjungpinang.

“Meskipun Pilwako tapi rasanya seperti Pilgub. Karena Tanjungpinang adalah Ibu Kota Provinsi Kepri,” tutup Zamzami.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tanjungpinang, Robby Patria mengatakan peta pencalonan Pilwako Pinang tergantung arah pergerakan PDI Perjuangan. Dijelaskannya, apabila PDI melakukan koalisi besar maka hanya bisa tiga pasangan calon.

“Golkar memang harus berkoaliasi. Sementara itu, PDI sudah tidak perlu lagi,” ujar Robby Patria.

Sebelumnya, Ketua DPD Golkar Tanjungpinang, Ade Angga mengatakan Golkar tetap mengusung kader terbaik untuk dipersiapkan maju sebagai kandidat Cawako. Dikatakannya, keputusan itu masih menunggu hasil survei pada Juni mendatang. Seperti diketahui, kader-kader Golkar yang dipersiapkan maju adalah Ade Angga, Teddy Jun Askara (TJA) dan Dewi Kumalasari Ansar.(jpg)

Dua Tersangka Pungli Memiliki Peranan Berbeda

0
Para tersangka pungli di ASDP, Batam

batampos.co.id – FRN dan DA, dua pegawai ASDP Punggur – Batam yang diamankan polisi pada Rabu (19/4) lalu, memiliki peranan yang berbeda.

Fendy pegawai lapangan ASDP berperan sebagai tukang kutip.

“Lalu Da ini yang menyuruh FRN untuk memungut uang pungli,” kata Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian, Kamis, (20/4/2017).

Dan dari FRN, uang tersebut diduga mengalir ke beberapa pejabat ASDP. Sam mengatakan praktik pungli terjadi selama arus padat kendaraan untuk keluar dari Batam.

Kedua Oknum ini memanfaatkan mobil yang mengantre dan ingin cepat masuk kapal. Para pengendara diharuskan membayar sejumlah uang lebih di luar tiket. Agar mobil yang berada di antrian belakang, bisa segera masuk ke dalam kapal.

Selain itu oknum ASDP ini juga menaikkan tarif golongan angkutan.

“Lalu juga kendaraan golongan 4, tapi kenyataan dibuat jadi golongan 5-6 yang harga tiket jauh lebih mahal,” ucap Sam.

Praktik pungli ini cukup meresahkan masyarakat, sehingga mengadukan hal ini ke Tim Saber Pungli.

“Ini komitmen kami memberantas pungli, yang menganggu pelayanan masyarkat,” tuturnya. (ska)

Wacana Penutupan Perusahaan, Anggota Dewan Bikin Gaduh

0
Sepasang suami istri bekerja mengupas kelapa di perusahaan PT Saricotama Indonesia. Banyak warga lokal yang dipekerjakan diperusahaan ini. F.Batampos.

batampos.co.id – Sidak Komisi III DPRD Karimun ke perusahaan swasta di Pulau Kundur beberapa waktu lalu, menuai kecaman dari Ketua DPRD HM Asyura. Pasalnya, hasil sidak yang merekomendasikan upaya penutupan usaha perusahaan ekspor kopra itu dinilai berdampak buruk terhadap sektor ekonomi, dan dunia investasi di Kabupaten Karimun.

”Sah-sah saja melakukan sidak oleh rekan-rekan Komisi III ke perusahaan. Tapi jangan ada wacana menutup terhadap tiga perusahaan tersebut. Anda bisa bayangkan, baru saja wacana sudah heboh semua dan ini sangat meresahkan,” jawab HM Asyura, Rabu (19/4).

Dikatakan, tiga perusahaan yang didatangi yaitu PT Saricotama Indonesia, PT Stargrover, dan PT Sadewa Cocoindo. Ketiga perusahaan mampu menampung tenaga kerja mencapai seribu orang. Rata-rata kaum hawa mengantungkan nasibnya di tiga perusahaan tersebut yang beroperasi di Tanjungbatu, Kecamatan Kundur.

Dengan wacana dimunculkan wakil rakyat tersebut, berarti sudah membuat kegaduhan di tengah-tengah masyarakat. Paling besar dampaknya bagi daerah, yaitu pajak dan retribusi yang akan hilang begitu saja.

”Kalau ada kesalahan tentang perizinan dan sebagainya, kan bisa dipanggil pihak eksekutif yang pas memberikan keterangan kepada legislatif. Sesuai dengan fungsi dewan dalam pengawasan di organisasi perangkat daerah, bukan seenaknya main hakim sendiri,” tegasnya.

Ditambahkan kata Asyura, seharusnya pihak esekutif dalam hal ini Pemerintah Daerah (Pemda) Karimun sudah melakukan pengecekan jauh-jauh hari. Artinya, perusahaan tersebut sudah beroperasi lama sekitar tiga tahun. Tidak mungkin mereka tidak ada izin dan sebagainya.

”Dari pihak perusahaan mengatakan ada izin. Tapi di sisi lain tidak ada izin, berarti kinerja aparatur pemerintah yang membidangi perizinan perlu dipertanyakan. Sebab, data validasi perusahaan yang beroperasi terkesan asal tebak saja,” tanyanya.

Sebelumnya, tokoh masyarakat Kundur Raja Jurantiaz mengecam keras terhadap wakil rakyat yang tidak memberikan contoh baik kepada masyarakat. Yang ditonjolkan arogansi mereka, padahal tugas dan fungsi DPRD adalah legislasi berkaitan dengan pembentukan peraturan daerah, penyusunan anggaran APBD. Pengawasan, kewenangan mengontrol pelaksanaan Perda dan peraturan lainnya serta kebijakan Pemerintah Daerah.

”Cukup memalukan. Nanti di tahun 2019 Pemilu Legislatif jangan pilih mereka-mereka lagi,” ucapnya. (tri)

Dua Pelaku Pungli Setor Duit ke Atasan

0
KantorASDP di Punggur malam hari, Rabu (19/4). Dua pegawai ASDP ini ditangkap polisi kasus pungli, atas nama Depi dan Pandi. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Dua Pelaku Pungli ASDP setor uang hasil pungli ke atasannya. Hal ini terungkap setelah pemeriksaan dilakukan pihak kepolisian sementara.

“Ada alirannya,” kata Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian, Kamis (20/4/2017).

Mengenai besar jumlah tersebut, Sam mengatakan uang yang disetorkan sebulannya mencapai Rp 3 juta.

“Itu tiap bulan,” ucapnya.

Saat ditanya Manager yang menerima, Sam enggan membeberkan karena masih dalam pendalaman dan penyelidikan. Namun yang jelas Sam mengatakan praktik ini sudah berlangsung cukup lama.

“Lebih dari satu bulan,” tuturnya.

Dari hasil investigasi polisi selama sembilan hari saja, oknum ASDP meraup uang pungli selama Rp 37 juta. (ska)

Pompong Warga Hilang Dibawa Kabur Tahanan Asal Vietnam

0

batampos.co.id – Empat tahanan asal Vietnam kabur dari tahanan, Senin (17/4). Keempat tahan tersebut merupakan nahkoda kapal yang menjadi tersangka dalam kasus pencurian ikan di wilayah perairan Natuna.

Mereka adalah Tran Thanh yang merupakah nahkoda kapal BD.96824 TS. Nguyen Van Phi nahkoda kapal BV.97909 TS, Le Dinh Chien nahkoda kapal BD.93581 TS dan Pham Chitam nahkoda kapal BD.93217 TS. Diduga mereka kabur menggunakan pompong warga yang dilaporkan hilang.

Kasus kaburnya empat tahanan asal Vietnam ini diketahun bermula ketika ada warga yang melaporkan kehilangan pompong ke kantor Satuan Pengawas Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kepulauan Anambas di Antang Kecamatan Siantan, Senin (17/4) kemarin. Pelapor mengaku pompong miliknya berukuran 1GT yang ditambatkan di pelabuhan Antang hilang.

“Awalnya dari laporan warga kalau ada pompong miliknya hilang setelah itu kita cek tahanan dan ternyata benar, empat tahanan yang merupakan tersangka sudah kabur. Tapi kita belum tahu, apakah tahanan kabur dengan pompong yang hilang itu atau tidak, itu baru dugaan,” ungkap Kepala Satuan Pengawas Sumberdaya kelautan dan Perikanan Kabupaten Kepulauan Anambas Asep Ruhiyat kepada wartawan kemarin.

Setelah mengetahui kejadian ini Asep langsung membuat laporan hilangnya tahanan tersebut ke kepolisian. “Kami sudah buat laporan kepada polisi dan pimpinan tertinggi,” ungkapnya.

Diakui Asep, pihaknya lemah dalam pengawasan karena terbatasnya personil yang ada. Personil yang ada hanya ada lima orang saja. Tiga diantaranya tenaga administrasi sementara untuk tenaga penyidik hanya ada dua yakni dirinya sendiri ditambah satu penyidik anggotanya. Sementara itu untuk petugas jaga hanya dua orang saja yang berjaga setiap malam tanpa ada ganti. Sementara itu yang diawasi itu berjumlah kurang lebih 67 orang. “Jadi kita ini bukan hati-hati lagi tapi sangat was-was dan gelisah adanya,” ungkapnya lagi

Katanya, 67 itu yang ada saat ini belum lagi dengan adanya tangkapan yang baru ada empat kapal lagi yang belum diserahterimakan. Diprediksi setelah ada serahterima lagi maka tahanan akan bertambah banyak. sementara itu lokasi penampungan di kantor Satwas SDKP Antang sangat terbatas. (sya)

Disperindag Pemko Batam Tindak Distributor Nakal

0
Joni, pedagang daging beku di pasar Fanindo, Batuaji menjual daging beku Rp 80.000 per kilogramnya, Selasa (18/4). Menjelang bulan puasa harga daging beku masih normal tidak ada kenaikan. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Mulai bulan April hingga Juni mendatang harga tiga bahan pokok seperti daging sapi beku, gula dan minyak tidak boleh naik. Hal itu sesuai dengan surat edaran Kementerian Perdagangan.

“Jadi selama tiga bulan, harga tiga bahan pokok itu tak boleh berubah. Daging Rp 80 ribu perkilo, gula Rp 12.500 perkilo dan minyak curah Rp 11.000 perliter,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diperindag) Kota Batam Zarefriadi di Batamcenter, Rabu (19/4).

Untuk memantau harga barang pokok tersebut, pihaknya tak hanya mengawasi para pedagang di pasaran. Namun juga distributor yang menyalurkan ketiga barang pokok itu.

“Ya kalau mereka bermain akan kita beri tindakan berbeda. Ada tindakan tegas kita untuk mereka. Karena itu dari sekarang sudah kita beritahu tentang adanya surat edaran,” terang Zaref.

Menurut dia, saat ini total distributor dan impotir barang pokok kebutuhan masyarakat Batam ada 39 pengusaha. Namun yang menyediakan gula hanya 14 pengusaha, minyak disediakan 6 pengusaha dan daging oleh 4 pengusaha.

“Total keseluruhan 39 distributor. Tapi saya lupa nama-nama perusahaan tersebut,” sebut Zaref. (she)

Pedagang Kaki Lima Jodoh Nyatakan Siap untuk Direlokasi

0

batampos.co.id – Sejumlah pedangang kaki lima di kawasan Taman Jodoh Boulevard dan Tanjung Pantun, Jodoh, Batumpar siap direlokasi. Namun, kawasan relokasi haruslah ketempat yang tidak membuat usaha mereka mati.

Ardi misalnya, pedagang kaki lima ini bersedia pindah dari kawasan tersebut. Asal pemerintah bisa menyiapkan kawasan untuk mereka kembali berusaha.

“Ya kalau lokasinya jelas tak apa-apa. Asalkan tidak digusur begitu saja, tanpa memikirkan nasib kami,” kata Ardi, Rabu (19/4).

Camat Batuampar Tukijan mengatakan pihaknya berencana mengumpulkan seluruh pedagang K5 yang ada di kawasan tersebut. Pertemuan itu guna membicarakan penertibaan yang akan dilakukan pemerintah dalam waktu dekat. Dimana Pemko Batam ingin menata dan mengembalikan fungsi awal Taman Jodoh Boulevard seperti awal.

“Saya sudah sampaikan kesemua pedagang K5 yang terdata. Ada sekitar 430 pedagang K5 disana. Namun, waktu untuk pertemuan itu belum ada, karena kita juga sedang banyak kegiatan,” jelas Tukijan yang dihubungi, kemarin.

Menurut dia, secara tak langsung pedagang K5 yang ada disana siap untuk direlokasi. Apalagi kawasan relokasi merupakan pasar Induk yang akan dibenahi. Namun sayangnya, sampai saat ini pasar Induk tak juga dibenahi. Alasannya karena belum ada status yang jelas terhadap aset tersebut.

Sejumlah petugas Satpol PP mengangkut peralatan gerobak pedagang kakilima yang mengangu jalan pedestrian dalam operasi pembersihan pedagang kakilima (PKL) di beberapa kawasan di Batam. Foto: Rezza Herdiyanto/Batam Pos

“Mereka sadar telah menghambat akses masuk taman. Bahkan mereka juga mau membongkar bangunan sendiri, makanya minta waktu hingga habis lebaran, tepatnya 10 Juli,” jelas Tukijan.

Tak hanya pedagang K5, pihaknya juga meminta agar pemilik ruko yang ada di kawasan tersebut dapat berbebenah. Tentunya setelah ada penertiban dan penataan ulang oleh pemerintah setempat.

“Kalau ruko disana ada sekitar 348 pintu. Kalau nanti sudah dibenahi, kita minta pemilik ruko juga berbenah. Apakah itu bangunan diseragamkan atau catnya,” pungkas Tukijan. (she)

Banyak Perusahaan Air Kemasan Tak Berizin

0

batampos.co.id – Pelaksana tugas Kadis Kesehatan Pemkab Natuna Muhammad Faisal Hasibuan, menegaskan, produksi air mineral kemasan yang belum kantongi izin segera dilengkapi.

“Kami siap bantu proses izin jika ada perusahaan air mineral kemasan yang sudah beroperasi tapi terkendala izin termasuk bantu uji lab ke Batam,” kata Faisal kemarin.

Faisal mengatakan, perusahaan air mineral kemasan di Natuna disaran mengantongi izin resmi dari Pemerintah agar berjalan aman.

Faisal mengaku, pihaknya sudah mengetahui adanya perusahaan air mineral kemasan yang beroperasi tanpa izin lengkap. Namun sudah berproduksi dan dipasarkan kepada masyarakat.

“Kami tidak akan menghambat pertumbuhan perusahaan di Natuna. Hanya saja harus mematuhi aturan dan ketentuan standar produksi air mineral kemasan,” ujar Faisal.

Bahkan katanya, Dinas Kesehatan sudah menyurati perusahaan tersebut. Supaya lengkapi perizinan standar kesehatan air mineral kemasan. Namun sejauh ini belum mendapat balasan.

“Memang belum ada respon balasan surat Dinas kesehatan. Kami hanya mengharapkan perusahaan pahami pentingnya standarisasi perizinan kesehatan. Agar tidak ada pihak yang dirugikan nanti,” tegas Faisal.

Seperti diketahui, saat ini di Kelurahan Bandarsyah, terdapat perusahaan yang memproduksi air mineral kemasan gelas. Namun belum sejumlah warga cemas, air yang diproduksi belum mencantumkan standarisasi kesehatan.(arn)

Gubernur Didesak Rombak Kabinet

0
Ruslan Kasbulatov. F.Cecep Mulyana / Batampos

batampos.co.id – Anggota Komisi I DPRD Kepri, Ruslan Kasbulatov mendesak Gubernur Kepri, Nurdin Basirun untuk segera melakukan perombakan kabinet. Karena dengan keluarnya rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) legalitas yang ada sekarang ini dipertanyakan.

“Harus segera dituntaskan persoalan ini, jangan dibiarkan berlarut-larut. Karena ini telah mencoreng tananan pemerintahan di lingkungan Pemprov Kepri,” ujar Ruslan Kasbulatov, Rabu (4/9)

Menurut politisi PDI Perjuangan tersebut, Ketua Tim Panitia Seleksi (Pansel) Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) yang diketuai Sekda Kepri, Arif Fadilah harus bertanggungjawab. Ditegaskannya, proses JPTP kemarin disinyalir adalah permainan.

“Artinya tidak ada azaz transparasi pada proses kemarin. Sekarang setelah keluarnya rekomendasi KASN baru kelabakan. Apabila tidak dilaksanakan, ini bisa menjadi temuan besar,” tegas legislator Dapil Batam tersebut.

Ditambahkannya, banyak trouble yang terjadi dalam proses ini. Ruslan khawatir, apabila Gubernur tidak segera bertindak untuk melakukan perubahan kabinet, bisa-bisa mempengaruhi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ).

“Persoalan ini tentunya menjadi pejaran tentunya. Jangan sampai proses open bidding kedepan, terulang kembali,” tutup Ruslan.

Sebelumnya, terkait persoalan ini, Sekda Kepri, Arif Fadilah mengaku sudah menugaskan Badan Kepegawaian Daerah dan Sumber Daya Manusia (BKD-SDM) untuk melakukan konsultasi ke KASN terkait rekomendasi tersebut.

“Kalau memang kita salah, tentu kita siap untuk melaksanakan rekomendasi tersebut. Makanya perlu diperjelas lagi,” ujar Sekda Arif.

Seperti diketahui, Mantan Kepala Satuan Manunggal Satu Atap (Samsat) Tanjungpinang yang kini menduduki Kepala Bidang di Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah, Novianto berpeluang untuk duduk jabatan sebagai Kepala Biro Humas, Protokol dan Penghubung menggantikan Nilwan. Lantaran keluarnya rekomendasi Komisi Aparatus Sipil Negara (KASN).

Berdasarkan hasil seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Pemprov Kepri beberapa waktu lalu yang disampaikan Panitia Seleksi (Pansel) ada sistem penilaian yang salah. Menurut Rekomendasi KASN, untuk posisi Jabatan Kepala Biro Humas, Protokol dan Penghubung berdasarkan nilai ril untuk posisi teratas adalah Novianto dengan nilai 86,3.

Posisi kedua ditempati Inov Hendra Kurniawan dengan nilai 84,2. Sedangkan Herry Adrianto pada kedudukan ketiga dengan nilai 77.5. Sementara Nilwan tidak masuk dalam posisi tiga besar. Akan tetapi lewat keputusan Pansel JPTP Kepri, Nilwan nangkring di posisi teratas dengan nilai 87,1. Ditempat kedua adalah Novianto 86,3. Sedangkan Inov Hendra Kurniawan dengan nilai 84,2.(jpg)