Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 13412

Tidak Tahan Dimaki, Merliana Kabur dari Rumah

0
ilustrasi

batampos.co.id – Merasa tertekaan dan tidak tahan atas prilaku tantenya yang sering melontarkan kata-kata kasar, seorang gadis berusia 19 tahun memilih kabur dari rumah tantenya di Perumahan Tiban Kencana, Selasa (11/4) lalu.

“Korban ini, baru dua minggu tinggal di Batam dan tinggal di rumah tantenya. Karena dia masih baru di Batam, dia belum kenal siapa-siapa di Batam ini. Selama di Batam, korban mengaku bahwa ia sering memakinya,” ujar Kapolsek Sekupang Kompol Fery Afrizon.

Dijelaskan Feri, kronologis kaburnya Merliana dari rumah tantenya bermula pada saat Merliana ditinggal sendiri oleh tante dan pamannya untuk berjualan ayam penyet. Namun, sepulangnya mereka berjualan, Merliana sudah tidak berada di rumah. Saat itu, pintu rumah mereka dalam keadaan terkunci.

Karena merasa kawatir, paman korban, Wahyu berupaya untuk mencari korban hingga Kamis (13/4). Namun, upaya pencarian selama dua hari itu tidak membuahkan hasil, hingga akhirnya Wahyu melaporkan hilangnya Merliana ke Polsek Sekupang.

“Pamannya ini baru melapor dua hari setelah kehilangan atau hari Kamis tanggal 13 April 2017,” katanya.

Dilanjutkan oleh Feri, setelah mendapatkan laporan kehilangan itu, kemudian dilakukan penyelidikan oleh Unit Reskrim Polsek Sekupang. Dari hasil penyelidikan itu, diketahui bahwa Merliana dengan seorang penjual jus, Reni.

“Dari keterangan penjual jus ini, Merliana sempat menginap selama satu hari di rumahnya. Setelah sehari disana, Merliana di jemput oleh kerabat dari ibunya,” katanya.

Setelah lima hari korban menghilang, akhirnya korban dapat ditemukan oleh jajaran Polsek Sekupang di Perumahan Devin. Di rumah itu, Merliana tinggal bersama kerabat dari ibunya selama empat hari.

“Korban kami bawa ke Polsek untuk dimintai keterangan dan selanjutnya kami kembalikan kepada keluarganya,” imbuhnya. (cr1)

Empat Kelompok Nelayan Terima 10 Ribu Benih Ikan

0
Penyebaran bantuan benih ikan kerapu dari balai perikanan Budidaya Laut Batam kepada kelompok nelayan di Sedanau Natuna, Senin (17/4)

batampos.co.id – Sebanyak empat kelompok nelayan budidaya kerapu di Sedanau menerima bantuna 10 ribu benih dari Balai Perimanan Budidaya Laut Batam, Senin (17/4). Penyerahan benih sekaligus peralatan pendukung dan pakan ikan secara gratis keramba apung nelayan.

Kepala Bidang Pengelolaa Pemberdayaan, Usaha Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Pemkab Natuna Zakkmin Yusuf mengatakan, bantuan benih ikan kerapu cantan adalah hasil pemijahan secara teknologi yang baik. Diharapkan, menjadi lonjatan pengembangan budidaya kerapu, disaat napoleon belum bisa dipasarkan.

Pemerintah Daerah menilai, saat ini angka budidaya ikan di Natuna masih rendah dibanding ikan tangkap. Sementara potensi berdasarkan estimasi sangat tinggi. Bahkan secara estimasi, potensi ikan budidaya bisa mencapai 96.437 ton pertahun. Sementara saat ini masih berproduksi sekitar 216,26 ton per tahun.

“Bantuan benih ikan kerapu ini, adalah untuk meningkatkan hasil budidaya. Sekarang masih sekitar 22 persen, ditargetkan lebih dari 50 persen ditshun mendatang,” kata Zakimin.

Kepala Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam Toha Tusihadi mengatakan, bantuan benih ikan kerapu dilaksanakan empat tahap, setiap tahap disrrahkan sebanyak 10.200 benih. Karena diangkut menggunakan kapal motor dari Batam ke Natuna.

“Kami mencoba menggunakan jalur laut, sebelumnya menggunakan pesawat dari Batam ke Natuna. Tentu biayanya lebih murah. Tetapi untuk 10 ribu benih ini, biayanya sudah Rp 600 juta lebih, dan tentu nelayan bisa mendapat keuntungan berlibat nantinya,” ujar Toha.

Balai perikanan budidaya laut Batam sambungnya, tahun ini menargetkan 400 ribu benih disalurkan kepada nelayan budidaya. Sebanyak 150 ribu benih menjalankan program revitalisask keramba jaring apung, selebihnya dalam bentuk bantuan benih murni.

“Bantuan benih revitalisasi keramba jaing apung ini, u tuk mengoptimalkan keramba bantuan pemerintah yang tidak terkelola, sehingga ditarik kembali dan diserahkan kepada nelayan yang serius dan tekun,” sebut Toha.

Sebenarnya kata Toha, di Provinsi Kepri terdapat sekitar 1.000 lubang keramba jaring apung bantuan Pemerintah, 500 lubang diantaranya ada di Natuna. Jumlah tersebut terdiri dari bantuan Kementerian, Provinsi dan ada dari APBD.

Dengan kondisi tersebut katanya, untuk Natuna terdapat 80 lubang keramba jaring apung ditevitalisasi, Bintan 120 lubang dan Batam 80 lubang.

“Benih kerapu, bisa panen dalam waktu 1 tahun dengan ukuran 0,5 ons. Sampai 1 tahun lebih sudah ukuran sagu kilo gram. Kalau di Batam, pasaran lokalnya sudah cukup tinggi,” ujarnya.

Sementara Nato, seorang penampung hasil budidaya ikan kerapu di Natuna mengaku, saat ini pasaran ikan kerapu sudah cukup di Natuna dengan harga pasaran mencapai Rp 130 ribu per kilo gram. Dalam satu bulan, nelayan sudah bisa mencapai 20 ton kerapu diekpor ke luar negeri.(arn)

Nulis Status di Facebok, Ferry Ditangkap Polisi

0

batampos.co.id – Silakan main facebook tapi hati-hati dan harus bertanggungjawab.

Jajaran Polresta Barelang kini tengah intensif memeriksa pria bernama Jhon Ferry, warga Kecamatan Bengkong, yang diduga telah menistakan agama dan suku dalam akun Facebook-nya.

Atas celotehannya itu, John Ferry diamankan polisi, Kamis (14/4) malam di wilayah Tiban Lama. John saat ini telah meringkuk di balik jeruji besi Mapolresta Barelang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Setelah diamankan pada malam itu, Ferry langsung diperiksa oleh Unit Tipikor Polresta Barelang yang pada malam itu sedang melaksanakan piket.

Kapolresta Barelang AKBP Hengki mengatakan, postingan Ferry yang berbau SARA itu bermula dari Tim Terpadu yang menertibkan peternakan babi di kawasan hutan lindung Dam Duriangkang. Dikatakan oleh Hengki, penertiban ini sebelumnya telah melalui beberapa tahapan. Mulai dari permberian surat peringatan pertama hingga ketiga.

“Penertiban ini dilakukan karena peternakan itu dapat mencemari lingkungan sekitar, termasuk air dam yang digunakan masyarakat Batam untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya, Senin (17/4) sore.

Kapolresta Barelang AKBP Hengki menunjukan barang bukti beserta tersangka melanggar Undang-undang ITE yang memposting di media sosial saat ekpos di Mapolresta Barelang, Senin (17/4). F Cecep Mulyana/Batam Pos

Dijelaskan oleh Hengki, penertiban oleh Tim Terpadu tersebut menimbulkan kekecewaan di dalam diri John, hingga ia mem-posting celotehannya yang berbau SARA. Atas postingan tersebut, kemudian jajaran Dirkrimum Polda Kepri bersama dengan jajaran Polresta Barelang langsung mengamankan Ferry di Tiban Lama.

“Dari penangkapan itu, kami amankan barang bukti berupa ponsel yang digunakannya untuk mem-posting kata-kata berbau SARA, KTP yang bersangkutan dan screen shoot postingan yang menjadi ala bukti petunjuk,” katanya.

Hengki menambahkan, Ferry bukanlah salah satu pemilik ternak babi yang dimusnahkan Tim Terpadu di kawasan hutan lindung tersebut. Namun, dikarenakan ia melihat atau mendengar penertiban dengan cara dibunuh dan dibakar itu, membuat Ferry terdorong untuk membuat postingan berbau SARA.

“Dia kami jerat dengan pasal 45 ayat (1) undnag-undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dengan ancaman enam tahun penjara atau denda satu miliar Rupiah,” imbuhnya.

Sementara itu, Ferry mengaku bahwa postingan itu dibuatnya secara tiba-tiba setelah membaca berita di surat kabar tentang penertiban babi tersebut. Setelah membaca berita di surat kabar, kemudian Ferry langsung masuk ke akun Facebook-nya dan menemukan foto-foto penertiban ternak babi, Rabu (12/4) lalu.

“Aku gak kepikiran postingan di Facebook sampai ke situ. Karena aku tidak ngerti dengan undang-undang. Sekarang ini, barulah aku mikir, kenapa lah sampai kayak gini. Aku baru tau kalau itu merusak air di dam, selama ini aku memang gak tau,” akunya. (cr1)

Barang Tak Bisa Langsung Dibawa ke Toko

0

batampos.co.id – Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Natuna Iskandar DJ menegaskan, pedagang wajib memuat barang ke gudang setelah bongkar muat dari kapal.

Hal ini kata Iskandar, kondisi arus kendaraan angkut barang sudah tidak beraturan dan menyebabkan keterlambatan proses bongkar muat.

“Kami akan koordinasikan dengan pedagang dan syahbandar. Bongkar muat sekarang perlu diatur supaya lebih cepat,” kata Iskandar, kemarin.

Diakuinya, saat ini bongkar muat barang dari kapal bisa selama tiga hari. Disebabkan dari kapal, barang langsung dibawa ke toko. Sementara kapal barang yang lain harus antre merapat.

“Sekarang barang dari kapal harus langsung dimuat ke gudang. Baru diangkut ke toko. Jadi bongkar muat lebih cepat, tidak harus tunggu ber hari -hari,” ujar Iskandar.

Proses bongkar muat di kapal katanya, juga menyebabkan putusnya stok barang di toko. Karena harus antrean hingga satu minggu. Belum lagi antrean kendaraan barang di jalur masuk pelabuhan.

“Sebenarnya kami sudah memberikan saran ini kepada pedagang, agar mereka menempatkan barang di gudang sebelum diangkut ke toko. Tapi saran ini belum bisa diterima pedagang dengan alasan yang cukup subyektif. Tapi apapun ceritanya, kegiatan pelabuhan harus ditata ulang,” tegasnya.(arn)

Sungguh, Tak Perlu Iri, Herrick Dilamar 1.100 Cowok dalam 6 Bulan

0
ilustrasi

Matthew Herrick, putus dari cowok yang dipacari sejak 2015.

Herrick mengaku dikerjai habis-habisan. Si mantan membuatnya kedatangan lebih dari seribu cowok baru sekaligus. Semuanya minta dipacari. Ouch!

Herrick dan pacarnya, sebut saja John, bertemu di aplikasi kencan khusus gay, Grindr. Entah apa penyebabnya, hubungan itu berakhir tahun lalu. John lantas membuat akun palsu di Grindr dengan menggunakan data pribadi Herrick. Termasuk alamat dan foto. Biar menarik, John menambahkan aneka bumbu.

’’Sejak saat itu, hidupku serasa dicuri. Privasiku hilang. Hampir tiap hari, aku merasa tersiksa,’’ ucap Herrick, seperti dikutip Wired. Dalam sehari, kata pria 32 tahun tersebut, ada 16 orang yang muncul di apartemen atau restoran tempat dia bekerja. Agendanya jelas, mengajak Herrick bercinta. Bahkan, Januari lalu, cowok yang datang menyerang teman sekamarnya karena diusir.

Total, ada 1.100 ’’calon pacar’’ yang mendatanginya selama enam bulan terakhir. Dia sudah melaporkan ulah John itu ke Grindr sekitar 50 kali plus 14 kali ke pihak kepolisan. ’’Nggak ada tanggapan,’’ kata Herrick kecewa. Dia berencana menuntut Grindr yang mengabaikan privasi penggunanya.

Ya, kalau lebih dari 1.000 sih memang melelahkan. Dua aja capek.. (Daily Mail/fam/c7/na)

Grebeg Gethuk Ultah ke 1.111 Kota Magelang

0

Kota Magelang merayakan ulang tahun ke 1.111 , Sabtu (16/4/2017).

Sebagai ungkapan syukur, pemerintah kota menyelenggarakan Grebeg Gethuk. Sesuai namanya, gunungan yang di-grebeg adalah gunungan yang disusun dari sekian banyak gethuk.

Gunungan jajanan yang terbuat dari singkong dan ubi itu dipilih Pemkot Magelang karena itu merupakan salah satu kekayaan kuliner masyarakat di sana.

Pernikahan Kepala Tujuh Artis Senior Nani Widjaja dan Tokoh Sastra Ajip Rosidi

0

Hati Nani Widjaja, 72, kembali merekah kala disiram hangatnya perhatian Ajip Rosidi, 79. Keduanya pun sepakat menikah.

Nani Widjaja mendadak panik. Langkahnya tertahan. Dari gelagatnya, dia sepertinya tengah mencari seseorang. Benar saja, di tengah ratusan orang yang memadati Masjid Sang Cipta Rasa di Keraton Kasepuhan Cirebon Minggu (16/4), pemeran Emak dalam serial Bajaj Bajuri itu berteriak-teriak. ”Mana Ajip, mana Ajip?” ujarnya dengan raut gelisah.

Tak lama, sosok yang dicarinya menyeruak dari kerumunan dan tiba di sisinya. Sastrawan gaek yang sudah menelurkan ratusan karya tersebut tampak kalem dan penuh karisma dengan rangkaian kuncup bunga melati yang terkalung. Seketika, raut gelisah Nani langsung sirna. Berganti dengan senyum merona. ”Saya kira tadi hilang, dibawa kabur orang,” kata Nani, lantas tertawa lepas.

Wajar saja jika Nani panik dengan ketiadaan Ajip di sisinya. Sebab, setelah berjalan beriringan, Ajip tiba-tiba tak tampak karena terhalang berjubelnya ratusan pengunjung yang memadati Masjid Sang Cipta Rasa. ”Kan sudah tua, bagaimana kalau terdorong?” katanya sambil melirik Ajip. Senyum genit campur manja menyempurnakan gurat kecantikan yang masih terpancar kuat di wajah Nani.

Kemarin Nani dan Ajip mengikat janji suci. Pada pukul 09.30 WIB, akad nikah berlangsung di bawah naungan masjid yang dibangun para wali itu dengan disaksikan Sultan Kasepuhan Cirebon Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat. Emas 50 gram menjadi mahar pernikahan.


Nani Widjaja dan Ajip Rosidi melangsungkan akad nikah di Keraton Kasepuhan, Cirebon, Minggu, (16/4/2017)
foto: Folly Akbar/jawapos

Sejatinya Nani dan Ajip tak menyebar undangan maupun menyiapkan resepsi. Mereka beralasan, ngapain pernikahan kakek-nenek sampai mengundang orang dan dirayakan. Namun, semuanya berbalik. Justru pernikahan kakek-nenek yang unik itulah yang mendorong warga untuk berjubel. Apalagi, rencana pernikahan tersebut sudah tersebar di media massa.

Tak pelak, suasana masjid yang biasanya sepi mendadak ramai. Meski akad nikah baru digelar pada pukul 09.30 WIB, warga berbondong-bondong datang sejak pukul 08.00. Suasananya bak pasar tumpah.

Semua orang berlomba-lomba mengabadikan momen tersebut dengan ponsel pintar masing-masing. Saking ramainya, tidak mudah bagi kedua mempelai untuk berjalan, baik ketika masuk maupun keluar masjid.

Kenapa memilih menikah di Cirebon? Nani dan Ajip punya alasan tersendiri. Di Kota Udang itulah Nani dilahirkan. Adapun Ajip merupakan putra kelahiran Kabupaten Majalengka. Salah satu daerah yang secara historis masuk Karesidenan Cirebon, selain Indramayu dan Kuningan. Karena itu, pernikahan kemarin dijadikan ajang nostalgia bagi kedua mempelai.

Sama halnya dengan pemilihan Masjid Sang Cipta Rasa. Tempat itu sengaja dipilih untuk menggaungkan lagi syiar kebudayaan. Ajip yakin, dengan dipilihnya masjid keraton, akan banyak orang bertanya-tanya. Nah, dari pertanyaan itulah, orang akan kembali mencari tahu keistimewaan masjid yang dibangun pada abad ke-15 tersebut. ”Orang Cirebon sendiri belum tentu tahu bahwa masjid ini masih asli seperti saat dibangun,” tuturnya.

Tentu banyak yang penasaran dengan kisah perjalanan cinta Ajip dan Nani. Ajip menceritakan, hubungannya dengan salah seorang aktris dalam serial Tukang Bubur Naik Haji itu terbangun sejak lama. Bahkan sejak keduanya masih memiliki pasangan masing-masing. Namun, saat itu hubungan mereka tidak lebih dari sekadar berkawan.

Seperti diketahui, sebelumnya Nani adalah istri Misbach Yusa Biran yang meninggal pada 2012. Nani dan Yusa dikaruniai enam anak. Adapun Ajip sebelumnya bersanding dengan Fatimah Wirjadibrata yang tutup usia sekitar 2,5 tahun lalu. Ajip dan Fatimah juga dikaruniai enam anak.

Pada akhir 2016, hubungan antara janda dan duda itu menjadi lebih dekat. Itu pun bisa dikatakan tidak sengaja. Semua berawal dari kebutuhan Ajip berobat di Jakarta. Saat bolak-balik berobat itulah, Ajip kerap bertemu dengan Nani. Entah karena angin apa, komunikasi keduanya semakin lama semakin intens. ”Mungkin karena sama-sama butuh teman,” kata Ajip, lantas tersenyum.

Karena merasa cocok, pria kelahiran 31 Januari 1938 itu pun nekat menyatakan ketertarikan kepada Nani. Pucuk dicinta, ulam pun tiba. Feeling Ajip benar, ternyata Nani memiliki perasaan yang sama. ”Maka, kami sepakat menikah,” tuturnya.

Nani mengakui, pada awalnya rencana pernikahan tersebut sempat dipertanyakan anak-anaknya. Penyebabnya, usia keduanya tidak lagi muda. Namun, setelah dijelaskan bahwa keduanya membutuhkan teman satu sama lain, restu dari anak-anaknya pun datang.

Menurut Nani, menikah di usia yang tua bukan hal yang mudah karena tidak lumrah di masyarakat. Sempat tersirat sedikit rasa malu. Bahkan, dia merasa bahwa pernikahan keduanya itu jauh lebih mendebarkan daripada yang pertama. ”Ini lebih deg-degan dari yang pertama lho,” ungkapnya, lantas tertawa.

Saat ditanya soal rencana bulan madu, dengan raut tersipu Nani tidak membantah. Meski bukan lagi anak muda, dia menilai kakek-nenek pun berhak menikmati bulan madu. ”Memangnya cinta terbatas ke anak muda saja?” ujarnya, berkelakar. Sayang, Nani menutup rapat-rapat soal ke mana bulan madunya.

Setelah melangsungkan pernikahan, Ajip berencana membawa Nani ke kediamannya di Pabelan, Magelang, Jawa Tengah. Di rumah yang berada di persawahan itu, dia ingin menghabiskan sisa hidupnya bersama Nani. Tentu dengan melanjutkan aktivitasnya sebagai seniman.

Meski demikian, dia menegaskan tidak melarang istrinya untuk beraktivitas sesuai profesi sebagai aktris. Namun, dia mengisyaratkan kemungkinan intensitas yang lebih sedikit. ”Tapi, saya tetap akan mengingatkan untuk memperhatikan keluarga,” terangnya.

Salah seorang anak Nani, Cahya Kamila, mengaku senang dengan apa yang telah diraih sang bunda kemarin. Apalagi, ibunya tampak bahagia, bisa kembali menemukan pasangan hidup di masa tua.

Cahya tak menampik bahwa dirinya dan saudaranya yang lain sempat kaget dengan rencana pernikahan tersebut, mengingat usia Nani yang sepuh. Namun, karena Ajip dikenal baik dan bisa membuat sang ibu ceria, mereka luluh. ”Ternyata membawa dampak positif buat ibu, kebahagiaan lahir dan batin. Mudah-mudahan menyehatkan ibu,” tuturnya.

Namun, dia berharap pernikahan itu tidak berujung lahirnya adik baru untuknya. Di usia yang sudah tidak muda, tujuan pernikahan sejak awal hanya mencari pendamping di hari tua. ”Bukan untuk mendapatkan momongan lagi, tapi kita nggak ada yang tahu ya. Tujuan menikah ini adalah menjadi teman hidup, ngobrol, gitu aja,” kata anak ketiga Nani itu.

Sementara itu, Sultan Kasepuhan Cirebon Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat menyebut kisah Nani dan Ajip bisa menjadi contoh bagi para pemuda, khususnya di Cirebon, bahwa sikap saling menyayangi harus terus dipupuk tanpa terbatasi usia. (FOLLY AKBAR, Cirebon)

Beasiswa dari ATB Batam untuk Pelajar / Mahasiswa

1

Sebagai komitmen terhadap pendidikan PT Adhya Tirta Batam menyerahkan 25 beasiswa untuk pelajar dan mahasiswa berprestasi yang ada di Kota Batam.

Beasiswa Kategori SMA/SMK (NILAI @ Rp 2.500.000,-)

1    AGUSTINI        SMAS TUNAS BARU JIN SEUNG

2    LINDA HARTANTY        SMAS TUNAS BARU JIN SEUNG

3    GRACE TARULI A.        SMK REAL INFORMATIKA

4    TARIO RHINO S.        SMKN 1 BATAM

5    NETHANIA ELVIRA T.    SMK REAL INFORMATIKA

6    YOLANDA REZA N.        SMK REAL INFORMATIKA

7    ILEN            SMKS HARMONI BATAM

8    REZA ALFITO        SMK PENERBANGAN NASIONAL BATAM

9    LILIK HANIFAH        SMK AL-AZHAR BATAM

10    LELA AGUSTHIRA        SMAS HARAPAN BATAM

11    IRMA RAMAYENI        SMAS HARAPAN BATAM

12    ROSMAN KOPONG        SMK WIDYA 1 BATAM

13    NUR RAUDAH        SMAS HARAPAN BATAM

14    ABDURROHMAN C.        SMK WIDYA 1 BATAM

15    PRINCE ALVIN Y.        SMKN 3 BATAM

Beasiswa Kategori Perguruan Tinggi (NILAI @ Rp 4.000.000,-)

1    YORI NINDYS A.         UNRIKA    S1 / MANAJEMEN

2    ABDUL RAHMAN        UNRIKA    S1 / PEND. BAHASA INGGRIS

3    WINARSIH        UNRIKA    S1 / PEND. MATEMATIKA

4    SADIDA HASANAH        UNRIKA    S1 / PEND. MATEMATIKA

5    IKA ARIYANTI        UNIBA    S1 / HUKUM

6    ESTHER ENDANG        UNRIKA    S1 / MANAJEMEN

7    FITRIA EFENDI        POLTEK    D4 / ADM. BISNIS TERAPAN

8    SUCI RAHAYU P.        UNRIKA    S1 / PEND. MATEMATIKA

9    KHUSNUL K.        POLTEK    D4 / ADM. BISNIS TERAPAN

10    FIRMAN ZARO W.        POLTEK    D4 / AKT. MANAJERIAL

ATB CUP VIII Futsal Championship 2017 Obati Dahaga Warga Batam terhadap Futsal Berkualitas

0

Dua pekan penyelenggaraan ATB CUP VIII Futsal Championship 2017 menyedot perhatian warga Batam untuk menyaksikan.

Laga yang digelar di lapangan Futsal Ikan Daun dan Sport Hall Temenggung Abdul Jamal, sebanyak 14 ribu warga Batam secara langsung menyaksikan jalannya pertandingan sekaligus mendukung tim favorit mereka sejak 5-16 April lalu.

Kehadiran mereka dalam even bergensi tahunan yang digelar oleh PT Adhya Tirta Batam (ATB) tersebut, menandakan animo masyarakat akan olahraga futsal di Batam sangat tinggi dan memiliki arti sendiri bagi warga Batam.

Hal tersebut diungkapkan oleh President Director ATB, Ir Benny Andrianto MM saat memberikan kata sambutan disela-sela dimulainya babak final antara BP Batam melawan Anugrah FC di Sport Hall Temenggung Abdul Jamal pada Minggu(17/4/2017) malam.

Ia juga mengatakan even tahunan yang digelar oleh perusahaan air terbaik di Indonesia ini guna memperingati Hari Air Sedunia yang jatuh pada 22 Maret lalu.

“Dengan adanya turnamen ini, diharapkan bisa melahirkan atlet-atlet berbakat dan handal di kemudian hari. Sehingga nantinya bisa mewakili Batam dan Provinsi Kepri dalam berbagai even yang bersifat nasional maupun Internasional,” terang Benny.

Melihat tingginya antusias masyarakat Batam yang menyaksikan ATB CUP VIII Futsal Championship 2017 bahkan jumlahnya selalu meningkat setiap tahun penyelenggaraannya, maka pihaknya akan meningkatkan kelas turnamen tersebut dari Batam menjadi Provinsi Kepri.

“Tingginya animo masyarakat, serta luar biasa dan sportifitasnya para penonton maka kita akan menjajaki untuk naik kelas pada tahun depan,”terangnya.

Dan itu semua, tambahnya, tidak lepas dari adanya dukungan dari semua pihak sehingga semuanya bisa terlaksana dengan baik. Mulai dari sponsor, pemain, suporter, wasit dan semua pihak sehingga even ini bisa berjalan dengan lancar, fair dan transparan.

Sementara itu, Kepala Kominfo Batam H.Salim, S.Sos, M.Si yang saat itu mewakili Wali Kota Batam Rudi memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada ATB yang telah berperan aktif dalam memasyarakatkan olahraga Futsal di Batam dalam bentuk Even bergengsi.

“Kami menyambut baik kegiatan positif ini. Dan hal ini merupakan sumbangsih yang sangat besar dan berharga yang diberikan ATB untuk Kota Batam. Selamat dan sukses selalu untuk ATB,” terangnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kolonel Yuda Gunadi, Kepala Pusat Pengelolaan Data dan Sistem Informasi di BP Batam yang mengaku cukup bangga dan sangat mendukung ATB dalam menggelorakan Olahraga Futsal di Batam.

“Hal ini merupakan kepedulian ATB di bidang olahraga. Selain itu juga sangat peduli di bidang pendidikan, kesehatan dan lingkungan. Dan apa yang sudah dilakukan oleh ATB ini kiranya bisa menjadi contoh perusahaan lainnya untuk melakukan hal yang sama,” terangnya.

Diakhir acara manajemen ATB dan BP Batam menyerahkan piala dan penghargaan kepada pemenang ATB CUP VIII Futsal Championship 2017.

Dimana penyerahan juara pertama diserahkan oleh President Director ATB, Ir Benny Andrianto MM untuk Anugerah FC.

Dilanjutkan penyerahan juara 2 oleh Kolonel Yuda Gunadi kepada KOR BP Batam FC.

Juara 3 dan 4 untuk PTK FC dan Arjuli Reload FC. ***

43 CPNS Bidan Masih Proses Verifikasi

0

batampos.co.id – Nasib 43 Pegawai Tidak Tetap (PTT) tenaga Kesehatan (bidan) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemkab Bintan Februari lalu belum ada kejelasan.

Pasalnya semenjak status mereka beralih, Pemkab Bintan belum menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan CPNS dan juga belum membayarkan gaji mereka selama satu bulan.

“Udah sebulan kami diangkat. Dalam waktu segitu juga kami telah bekerja. Tapi nasib kami belum ada kejelasan karena sampai sekarang SK tak diberikan dan gajipun belum dibayar,” ujar Ayu, salah satu tenaga kesahatan yang mengabdi disalah satu puskesmas di Bintan ketika diwawancarai di Kijang, Senin (17/4).

Diceritakannya, Kemenkes telah menyerahkan Dokumen Penetapan Kebutuhan dan Hasil Seleksi Aparatur Sipil Negara (DPKHSASN) kepada Pemkab Bintan di Balai Kartini, Jakarta Selatan (Jaksel) 21 Februari lalu. Dokumen itu berisikan jumlah PTT Kemenkes yang diangkat menjadi CPNS yang selanjutnya akan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemkab Bintan.

Setelah itu, kata Ayu pada 28 Februari Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Bintan mengumukan sebanyak 43 PTT akan diangkat sebagai CPNS Pemkab Bintan. Kemudian, 10 Maret seluruh PTT diminta menyerahkan segala persyaratan untukmengantongi Nomor Induk Pegawai (NIP).

Setelah persyaratan dikumpulkan, BKPP Bintan akan menyerahkannya ke Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“BKPP janjikan SK dan NIP 43 tenaga kesehatan itu akan diterbitkan pada April ini juga. Namun sampai sekarang tak ada kabar. Baik itu dari BKPP Bintan maupun BKN,” bebernya.

Meskipun belum ada kejelasan terhadap status kepegawaian dan pembayaran gajinya, kata Ayu sebanyak 43 tenaga kesehatan tersebut tetap menjalankan tugasnya dengan baik di 15 puskesmas se Kabupaten Bintan dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bintan di Kijang.

“Setidaknya ada kabar baiklah tentang status kami. Jadi kamipun tetap semangat menjalankan tugas. Tapi kalau begini terus modal kami yang habis untuk transportasi kesana sini,” tegasnya.

Kepala BKPP Bintan, Irma Annisa mengatakan seluruh berkas 43 bidan sudah diserahkan ke dinasnya. Mulai dari surat pernyataan tidak akan pindah ke daerah lain sebelum masa kerjanya lima tahun dan surat lainnya.

“Berkas mereka sudah lengkap semua. Kami juga sudah menyerahkannya ke BKN. Mungkin BKN masih lakukan proses verifikasinya,” katanya.

Ditanya keterlambatan penerbitan SK CPNS dan gaji perbulanan tenaga kesehatan tersebut, Irma mengaku masih menunggu informasi dari Kantor Registrasi (Kanreg) BKN. Jika SK dan NIP mereka sudah diserahkan dari BKN ke dinasnya maka gajinya akan dibayarkan.

“Kami minta mereka bersabar. Gaji tetap akan dibayarkan dan biasanya pembayarannya itu dirapel. Tergantung Terhitung Mulai Tahun (TMT) SK merekalah,” ungkapnya. (ary)