Matthew Herrick, putus dari cowok yang dipacari sejak 2015.
Herrick mengaku dikerjai habis-habisan. Si mantan membuatnya kedatangan lebih dari seribu cowok baru sekaligus. Semuanya minta dipacari. Ouch!
Herrick dan pacarnya, sebut saja John, bertemu di aplikasi kencan khusus gay, Grindr. Entah apa penyebabnya, hubungan itu berakhir tahun lalu. John lantas membuat akun palsu di Grindr dengan menggunakan data pribadi Herrick. Termasuk alamat dan foto. Biar menarik, John menambahkan aneka bumbu.
’’Sejak saat itu, hidupku serasa dicuri. Privasiku hilang. Hampir tiap hari, aku merasa tersiksa,’’ ucap Herrick, seperti dikutip Wired. Dalam sehari, kata pria 32 tahun tersebut, ada 16 orang yang muncul di apartemen atau restoran tempat dia bekerja. Agendanya jelas, mengajak Herrick bercinta. Bahkan, Januari lalu, cowok yang datang menyerang teman sekamarnya karena diusir.
Total, ada 1.100 ’’calon pacar’’ yang mendatanginya selama enam bulan terakhir. Dia sudah melaporkan ulah John itu ke Grindr sekitar 50 kali plus 14 kali ke pihak kepolisan. ’’Nggak ada tanggapan,’’ kata Herrick kecewa. Dia berencana menuntut Grindr yang mengabaikan privasi penggunanya.
Ya, kalau lebih dari 1.000 sih memang melelahkan. Dua aja capek.. (Daily Mail/fam/c7/na)
Kota Magelang merayakan ulang tahun ke 1.111 , Sabtu (16/4/2017).
Sebagai ungkapan syukur, pemerintah kota menyelenggarakan Grebeg Gethuk. Sesuai namanya, gunungan yang di-grebeg adalah gunungan yang disusun dari sekian banyak gethuk.
Gunungan jajanan yang terbuat dari singkong dan ubi itu dipilih Pemkot Magelang karena itu merupakan salah satu kekayaan kuliner masyarakat di sana.
Hati Nani Widjaja, 72, kembali merekah kala disiram hangatnya perhatian Ajip Rosidi, 79. Keduanya pun sepakat menikah.
Nani Widjaja mendadak panik. Langkahnya tertahan. Dari gelagatnya, dia sepertinya tengah mencari seseorang. Benar saja, di tengah ratusan orang yang memadati Masjid Sang Cipta Rasa di Keraton Kasepuhan Cirebon Minggu (16/4), pemeran Emak dalam serial Bajaj Bajuri itu berteriak-teriak. ”Mana Ajip, mana Ajip?” ujarnya dengan raut gelisah.
Tak lama, sosok yang dicarinya menyeruak dari kerumunan dan tiba di sisinya. Sastrawan gaek yang sudah menelurkan ratusan karya tersebut tampak kalem dan penuh karisma dengan rangkaian kuncup bunga melati yang terkalung. Seketika, raut gelisah Nani langsung sirna. Berganti dengan senyum merona. ”Saya kira tadi hilang, dibawa kabur orang,” kata Nani, lantas tertawa lepas.
Wajar saja jika Nani panik dengan ketiadaan Ajip di sisinya. Sebab, setelah berjalan beriringan, Ajip tiba-tiba tak tampak karena terhalang berjubelnya ratusan pengunjung yang memadati Masjid Sang Cipta Rasa. ”Kan sudah tua, bagaimana kalau terdorong?” katanya sambil melirik Ajip. Senyum genit campur manja menyempurnakan gurat kecantikan yang masih terpancar kuat di wajah Nani.
Kemarin Nani dan Ajip mengikat janji suci. Pada pukul 09.30 WIB, akad nikah berlangsung di bawah naungan masjid yang dibangun para wali itu dengan disaksikan Sultan Kasepuhan Cirebon Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat. Emas 50 gram menjadi mahar pernikahan.
Nani Widjaja dan Ajip Rosidi melangsungkan akad nikah di Keraton Kasepuhan, Cirebon, Minggu, (16/4/2017) foto: Folly Akbar/jawapos
Sejatinya Nani dan Ajip tak menyebar undangan maupun menyiapkan resepsi. Mereka beralasan, ngapain pernikahan kakek-nenek sampai mengundang orang dan dirayakan. Namun, semuanya berbalik. Justru pernikahan kakek-nenek yang unik itulah yang mendorong warga untuk berjubel. Apalagi, rencana pernikahan tersebut sudah tersebar di media massa.
Tak pelak, suasana masjid yang biasanya sepi mendadak ramai. Meski akad nikah baru digelar pada pukul 09.30 WIB, warga berbondong-bondong datang sejak pukul 08.00. Suasananya bak pasar tumpah.
Semua orang berlomba-lomba mengabadikan momen tersebut dengan ponsel pintar masing-masing. Saking ramainya, tidak mudah bagi kedua mempelai untuk berjalan, baik ketika masuk maupun keluar masjid.
Kenapa memilih menikah di Cirebon? Nani dan Ajip punya alasan tersendiri. Di Kota Udang itulah Nani dilahirkan. Adapun Ajip merupakan putra kelahiran Kabupaten Majalengka. Salah satu daerah yang secara historis masuk Karesidenan Cirebon, selain Indramayu dan Kuningan. Karena itu, pernikahan kemarin dijadikan ajang nostalgia bagi kedua mempelai.
Sama halnya dengan pemilihan Masjid Sang Cipta Rasa. Tempat itu sengaja dipilih untuk menggaungkan lagi syiar kebudayaan. Ajip yakin, dengan dipilihnya masjid keraton, akan banyak orang bertanya-tanya. Nah, dari pertanyaan itulah, orang akan kembali mencari tahu keistimewaan masjid yang dibangun pada abad ke-15 tersebut. ”Orang Cirebon sendiri belum tentu tahu bahwa masjid ini masih asli seperti saat dibangun,” tuturnya.
Tentu banyak yang penasaran dengan kisah perjalanan cinta Ajip dan Nani. Ajip menceritakan, hubungannya dengan salah seorang aktris dalam serial Tukang Bubur Naik Haji itu terbangun sejak lama. Bahkan sejak keduanya masih memiliki pasangan masing-masing. Namun, saat itu hubungan mereka tidak lebih dari sekadar berkawan.
Seperti diketahui, sebelumnya Nani adalah istri Misbach Yusa Biran yang meninggal pada 2012. Nani dan Yusa dikaruniai enam anak. Adapun Ajip sebelumnya bersanding dengan Fatimah Wirjadibrata yang tutup usia sekitar 2,5 tahun lalu. Ajip dan Fatimah juga dikaruniai enam anak.
Pada akhir 2016, hubungan antara janda dan duda itu menjadi lebih dekat. Itu pun bisa dikatakan tidak sengaja. Semua berawal dari kebutuhan Ajip berobat di Jakarta. Saat bolak-balik berobat itulah, Ajip kerap bertemu dengan Nani. Entah karena angin apa, komunikasi keduanya semakin lama semakin intens. ”Mungkin karena sama-sama butuh teman,” kata Ajip, lantas tersenyum.
Karena merasa cocok, pria kelahiran 31 Januari 1938 itu pun nekat menyatakan ketertarikan kepada Nani. Pucuk dicinta, ulam pun tiba. Feeling Ajip benar, ternyata Nani memiliki perasaan yang sama. ”Maka, kami sepakat menikah,” tuturnya.
Nani mengakui, pada awalnya rencana pernikahan tersebut sempat dipertanyakan anak-anaknya. Penyebabnya, usia keduanya tidak lagi muda. Namun, setelah dijelaskan bahwa keduanya membutuhkan teman satu sama lain, restu dari anak-anaknya pun datang.
Menurut Nani, menikah di usia yang tua bukan hal yang mudah karena tidak lumrah di masyarakat. Sempat tersirat sedikit rasa malu. Bahkan, dia merasa bahwa pernikahan keduanya itu jauh lebih mendebarkan daripada yang pertama. ”Ini lebih deg-degan dari yang pertama lho,” ungkapnya, lantas tertawa.
Saat ditanya soal rencana bulan madu, dengan raut tersipu Nani tidak membantah. Meski bukan lagi anak muda, dia menilai kakek-nenek pun berhak menikmati bulan madu. ”Memangnya cinta terbatas ke anak muda saja?” ujarnya, berkelakar. Sayang, Nani menutup rapat-rapat soal ke mana bulan madunya.
Setelah melangsungkan pernikahan, Ajip berencana membawa Nani ke kediamannya di Pabelan, Magelang, Jawa Tengah. Di rumah yang berada di persawahan itu, dia ingin menghabiskan sisa hidupnya bersama Nani. Tentu dengan melanjutkan aktivitasnya sebagai seniman.
Meski demikian, dia menegaskan tidak melarang istrinya untuk beraktivitas sesuai profesi sebagai aktris. Namun, dia mengisyaratkan kemungkinan intensitas yang lebih sedikit. ”Tapi, saya tetap akan mengingatkan untuk memperhatikan keluarga,” terangnya.
Salah seorang anak Nani, Cahya Kamila, mengaku senang dengan apa yang telah diraih sang bunda kemarin. Apalagi, ibunya tampak bahagia, bisa kembali menemukan pasangan hidup di masa tua.
Cahya tak menampik bahwa dirinya dan saudaranya yang lain sempat kaget dengan rencana pernikahan tersebut, mengingat usia Nani yang sepuh. Namun, karena Ajip dikenal baik dan bisa membuat sang ibu ceria, mereka luluh. ”Ternyata membawa dampak positif buat ibu, kebahagiaan lahir dan batin. Mudah-mudahan menyehatkan ibu,” tuturnya.
Namun, dia berharap pernikahan itu tidak berujung lahirnya adik baru untuknya. Di usia yang sudah tidak muda, tujuan pernikahan sejak awal hanya mencari pendamping di hari tua. ”Bukan untuk mendapatkan momongan lagi, tapi kita nggak ada yang tahu ya. Tujuan menikah ini adalah menjadi teman hidup, ngobrol, gitu aja,” kata anak ketiga Nani itu.
Sementara itu, Sultan Kasepuhan Cirebon Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat menyebut kisah Nani dan Ajip bisa menjadi contoh bagi para pemuda, khususnya di Cirebon, bahwa sikap saling menyayangi harus terus dipupuk tanpa terbatasi usia. (FOLLY AKBAR, Cirebon)
Dua pekan penyelenggaraan ATB CUP VIII Futsal Championship 2017 menyedot perhatian warga Batam untuk menyaksikan.
Laga yang digelar di lapangan Futsal Ikan Daun dan Sport Hall Temenggung Abdul Jamal, sebanyak 14 ribu warga Batam secara langsung menyaksikan jalannya pertandingan sekaligus mendukung tim favorit mereka sejak 5-16 April lalu.
Kehadiran mereka dalam even bergensi tahunan yang digelar oleh PT Adhya Tirta Batam (ATB) tersebut, menandakan animo masyarakat akan olahraga futsal di Batam sangat tinggi dan memiliki arti sendiri bagi warga Batam.
Hal tersebut diungkapkan oleh President Director ATB, Ir Benny Andrianto MM saat memberikan kata sambutan disela-sela dimulainya babak final antara BP Batam melawan Anugrah FC di Sport Hall Temenggung Abdul Jamal pada Minggu(17/4/2017) malam.
Ia juga mengatakan even tahunan yang digelar oleh perusahaan air terbaik di Indonesia ini guna memperingati Hari Air Sedunia yang jatuh pada 22 Maret lalu.
“Dengan adanya turnamen ini, diharapkan bisa melahirkan atlet-atlet berbakat dan handal di kemudian hari. Sehingga nantinya bisa mewakili Batam dan Provinsi Kepri dalam berbagai even yang bersifat nasional maupun Internasional,” terang Benny.
Melihat tingginya antusias masyarakat Batam yang menyaksikan ATB CUP VIII Futsal Championship 2017 bahkan jumlahnya selalu meningkat setiap tahun penyelenggaraannya, maka pihaknya akan meningkatkan kelas turnamen tersebut dari Batam menjadi Provinsi Kepri.
“Tingginya animo masyarakat, serta luar biasa dan sportifitasnya para penonton maka kita akan menjajaki untuk naik kelas pada tahun depan,”terangnya.
Dan itu semua, tambahnya, tidak lepas dari adanya dukungan dari semua pihak sehingga semuanya bisa terlaksana dengan baik. Mulai dari sponsor, pemain, suporter, wasit dan semua pihak sehingga even ini bisa berjalan dengan lancar, fair dan transparan.
Sementara itu, Kepala Kominfo Batam H.Salim, S.Sos, M.Si yang saat itu mewakili Wali Kota Batam Rudi memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada ATB yang telah berperan aktif dalam memasyarakatkan olahraga Futsal di Batam dalam bentuk Even bergengsi.
“Kami menyambut baik kegiatan positif ini. Dan hal ini merupakan sumbangsih yang sangat besar dan berharga yang diberikan ATB untuk Kota Batam. Selamat dan sukses selalu untuk ATB,” terangnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Kolonel Yuda Gunadi, Kepala Pusat Pengelolaan Data dan Sistem Informasi di BP Batam yang mengaku cukup bangga dan sangat mendukung ATB dalam menggelorakan Olahraga Futsal di Batam.
“Hal ini merupakan kepedulian ATB di bidang olahraga. Selain itu juga sangat peduli di bidang pendidikan, kesehatan dan lingkungan. Dan apa yang sudah dilakukan oleh ATB ini kiranya bisa menjadi contoh perusahaan lainnya untuk melakukan hal yang sama,” terangnya.
Diakhir acara manajemen ATB dan BP Batam menyerahkan piala dan penghargaan kepada pemenang ATB CUP VIII Futsal Championship 2017.
Dimana penyerahan juara pertama diserahkan oleh President Director ATB, Ir Benny Andrianto MM untuk Anugerah FC.
Dilanjutkan penyerahan juara 2 oleh Kolonel Yuda Gunadi kepada KOR BP Batam FC.
Juara 3 dan 4 untuk PTK FC dan Arjuli Reload FC. ***
batampos.co.id – Nasib 43 Pegawai Tidak Tetap (PTT) tenaga Kesehatan (bidan) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemkab Bintan Februari lalu belum ada kejelasan.
Pasalnya semenjak status mereka beralih, Pemkab Bintan belum menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan CPNS dan juga belum membayarkan gaji mereka selama satu bulan.
“Udah sebulan kami diangkat. Dalam waktu segitu juga kami telah bekerja. Tapi nasib kami belum ada kejelasan karena sampai sekarang SK tak diberikan dan gajipun belum dibayar,” ujar Ayu, salah satu tenaga kesahatan yang mengabdi disalah satu puskesmas di Bintan ketika diwawancarai di Kijang, Senin (17/4).
Diceritakannya, Kemenkes telah menyerahkan Dokumen Penetapan Kebutuhan dan Hasil Seleksi Aparatur Sipil Negara (DPKHSASN) kepada Pemkab Bintan di Balai Kartini, Jakarta Selatan (Jaksel) 21 Februari lalu. Dokumen itu berisikan jumlah PTT Kemenkes yang diangkat menjadi CPNS yang selanjutnya akan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemkab Bintan.
Setelah itu, kata Ayu pada 28 Februari Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Bintan mengumukan sebanyak 43 PTT akan diangkat sebagai CPNS Pemkab Bintan. Kemudian, 10 Maret seluruh PTT diminta menyerahkan segala persyaratan untukmengantongi Nomor Induk Pegawai (NIP).
Setelah persyaratan dikumpulkan, BKPP Bintan akan menyerahkannya ke Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“BKPP janjikan SK dan NIP 43 tenaga kesehatan itu akan diterbitkan pada April ini juga. Namun sampai sekarang tak ada kabar. Baik itu dari BKPP Bintan maupun BKN,” bebernya.
Meskipun belum ada kejelasan terhadap status kepegawaian dan pembayaran gajinya, kata Ayu sebanyak 43 tenaga kesehatan tersebut tetap menjalankan tugasnya dengan baik di 15 puskesmas se Kabupaten Bintan dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bintan di Kijang.
“Setidaknya ada kabar baiklah tentang status kami. Jadi kamipun tetap semangat menjalankan tugas. Tapi kalau begini terus modal kami yang habis untuk transportasi kesana sini,” tegasnya.
Kepala BKPP Bintan, Irma Annisa mengatakan seluruh berkas 43 bidan sudah diserahkan ke dinasnya. Mulai dari surat pernyataan tidak akan pindah ke daerah lain sebelum masa kerjanya lima tahun dan surat lainnya.
“Berkas mereka sudah lengkap semua. Kami juga sudah menyerahkannya ke BKN. Mungkin BKN masih lakukan proses verifikasinya,” katanya.
Ditanya keterlambatan penerbitan SK CPNS dan gaji perbulanan tenaga kesehatan tersebut, Irma mengaku masih menunggu informasi dari Kantor Registrasi (Kanreg) BKN. Jika SK dan NIP mereka sudah diserahkan dari BKN ke dinasnya maka gajinya akan dibayarkan.
“Kami minta mereka bersabar. Gaji tetap akan dibayarkan dan biasanya pembayarannya itu dirapel. Tergantung Terhitung Mulai Tahun (TMT) SK merekalah,” ungkapnya. (ary)
batampos.co.id – Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Anambas berinisial MJ terancam dipecat. Pasalnya ASN yang bertugas di Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat itu sudah berbulan-bulan tidak masuk kantor.
Hal itu dapat dipantau dari data absensi secara online yang ada di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Anambas. Dari data yang ada, yang bersangkutan sudah berbulan-bulan tidak masuk kantor tanpa didukung alasan yang jelas. Bahkan, hingga saat ini belum ada satu orangpun yang mengetahui keberadaan oknum ASN golongan 2c ini.
“Sejak yang bersangkutan bergabung Dinas Sosial awal Januari 2017 silam, sampai hari ini belum ada masuk kantor,” ujar Kabid
Pengembangan SDM dan Kinerja Aparatur BKPSDM Kabupaten Anambas, Tony Karnain Senin (17/4).
Berbagai upaya telah dilakukan oleh BKPSDM Anambas untuk mencari jejak MJ, mulai menyurati OPD yang bersangkutan hingga melayangkan surat kepada MJ. Namun usaha tersebut sia-sia. Sebab yang berangkutan tidak pernah mengubrisnya.
Jika surat panggilan kedua dan ketiga dari BKPSDM yang ditujukan langsung kepada MJ tetap tidak digubris nantinya, maka pihaknya akan menyerahkan sepenuhnya nasib MJ kepada tim untuk memutuskan apakah dipecat atau ada pertimbangan lainnya.
Tim tersebut, lanjut Tony, terdiri dari, Bupati, Wakil Bupati serta pihak-pihak pengambil kebijakan. “Total tim ada 9 orang. Termasuk
Kepala OPD bersangkutan,” terang Tony.
Selanjutnya berdasarkan PP Nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin, saat ini MJ sudah diberikan sanksi ringan dan sedang dari OPD bersangkutan, mulai dari pemotongan tunjangan kesejahteraan dan gaji termasuk penurunan pangkat golongan dari 2C menjadi 2B. Namun apabila BKPSDM telah melayangkan surat pemanggilan sebanyak tiga kali dan tetap tidak digubris, maka MJ terancam bakal dipecat dengan tidak hormat.
Tony, menjelaskan sebenarnya jika diurut dari tahun sebelumnya, maka yang bersangkutan sudah lama sekali tidak masuk kerja sewaktu masih bekerja di Badan Pemberdayaan masyarakat Desa (BPMD) yang saat ini sudah bergabung dengan Dinas Sosial. Namun saat itu tidak ada penanganan dari OPD. Jadi pihaknya tidak bisa mengambil kebijakan karena sesuai aturan penanganannya itu dari OPD dulu, jika tidak bisa baru BKD atau yang saat ini sudah menjadi BKPSDM yang menangani..
Dirinya mengakui saat ini masih ada pegawai lain yang terlibat kasus yang sama tetapi dirinya belum bisa menjelaskan secara rinci karena saat ini masih menjadi kewenangan OPD terkait. (sya)
batampos.co.id – Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengatakan jaringan komunikasi yang baik merupakan bagian dari pembangunan daerah. Apalagi bagi Provinsi Kepri yang merupakan daerah kepulauan. Atas dasar itu, ia mengharapkan kerjasama provider telekomunikasi di Kepri untuk dapat membantu pembangunan Kepri.
“Jangan selalu mengedepankan profit oriented. Yakinlah apabila masyarakat sejahtera, akan ada keuntungannya,” ujar Nurdin
Menjawab pertanyaan media di Gedung Daerah, Tanjungpinang, belum lama ini. Menurut Nurdin, kebutuhan jaringan telekomunikasi di Natuna, Anambas dan Lingga (NAL) memang harus segera dituntaskan.
Beberapa waktu lalu, dirinya mengalami sendiri ketika melakukan kunjungan kerja ke Lingga. Karena diganggu cuaca, ia dan rombongan terpaksa berlindung di Pekajang.
“Memang tidak ada jaringan sama sekali disana (Pekajang,red). Mimpi kita adalah merangkai Kepri dengan telekomunikasi. Karena komunikasi adalah bagian dari konektivitas,” jelas Nurdin.
Terpisah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Provinsi Kepri, Guntur Sakti mengatakan Provinsi Kepri harus bergerak cepat untuk menuntaskan persoalan jaringan komunikasi di Natuna, Anambas, dan Lingga (NAL). Karena komunikasi kebutuhan penting bagi pembangunan Kepri.
“Di era teknologi ini, komunikasi menjadi sesuatu yang sangat dibutuhkan. Apalagi bagi daerah yang berada digaris terdepan seperti NAL,” ujar Guntur Sakti.
Menurut Guntur, ada beberapa lokasi yang sudah dibangun tower. Tetapi sampai sekarang tidak dioperasionalkan. Daerah tersebut adalah, Pekajang, Lingga. Ditegaskan Guntur, NAL memang harus mendapatkan perhatian ekstra soal jaringan komunikasi ini. Penderitaan juga sangat dirasakan masyarakat yang berada di Pulau Terdepan, Terpencil dan Terisolir (3T).
“Daerah-daerah yang sudah terjamah jaringan komunikasi di NAL belum menggunakan sistem Fiber Optik (FO). Artinya jaringan komunikasi masih menggunakan sistem satelit. Hal ini yang membuat biaya komunikasi di NAL lebih mahal dibandingkan daerah-daerah seperti Batam dan Tanjungpinang,” papar Guntur.(jpg)
batampos.co.id – Pengendara mengeluhkan rusaknya lampu merah atau traffic light yang ada di Jalan Jenderal Sudirman Tanjungbatu Kota. Meski sudah lama rusak, traffic light ini sampai sekarang belum ada diperbaiki oleh Dishub Karimun.
Akibatnya, kondisi jalan saat pagi semrawut dan sangat membahayakan bagi pejalan kaki.
Tono, 47 seorang pengendara mengakui jika pagi hari lokasi simpang Urung yang terdapat traffic light cukup ramai pengendara yang hendak berangkat beraktivitas kerja. Sejumlah pengendara saling berebut jalan, karena tak berfungsinya traffic light tersebut. Beruntung saat pagi hari ada sejumlah petugas polisi dari Polsek sehingga kendaraan dapat diatur.
Rusaknya traffic light ini sebelumnya pernah dibenarkan Kadishub Karimun, Fajar Horison beberapa waktu lalu. Menurutnya Dinas Perhubungan mengaku kesulitan mencari tenaga teknisi untuk melakukan perbaikan traffic light yang rusak tersebut. Diakuinya dua lokasi traffic light di Tanjungbatu sudah lama rusak, pihak Dishub juga berupaya melakukan perbaikan.
Disebutkan dua lokasi traffic light masing-masing berada di depan SDN 03/04 dan di simpang tugu kapal layar Tanjungbatu. (ims)
batampos.co.id – Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) pada pekan lalu menyerahkan aset ke Pemkab Karimun yang nilainya Rp 14,1 miliar.
Aset yang diserahkan ini sebelumnya dalam bentuk anggaran untuk meningkatkan sarana dan prasarana air bersih dan air minum di wilayah Karimun.
“Penyerahan aset dari pemerintah pusat ini berdasarkan alokasi dana yang diberikan pada tahun lalu. Dana tersebut sebesar Rp 14,1 miliar yang telah digunakan untuk membangun salah satunya sarana air bersih di danau Pongkar dan juga yang ada di Kundur,” ujar Kadis PU Karimun, Zulfan, Senin (17/4).
Aset yang dihibahkan ini, sumber dananya dari APBN sejak 2012 sampai 2014. Nilai alokasi dari Kemenpu setiap tahunnya tak sama. Ada yang Rp 2 miliar lebih, Rp 1 miliar lebih dan ada juga yang Rp 600 juta.
Hanya saja dalam satu tahun, alokasi dana untuk peningkatan saran dan pra sarana air bersih dan air minum bisa tiga kali seperti pada 2013, mengalokasikan dana sebesar Rp 2,1 miliar namun dibagi tiga.
“Makanya meski hanya dalam tiga tahun, alokasi dana untuk air bersih dan air minum dari Kemen PU nilainya cukup besar. Karena dalam satu tahun bisa sampai tiga jenis mata anggaran. Dari Kemen PU, meski telah diserahkan ke Pemkab Karimun, namun tetap akan memberikan perhatian kepada saran dan pra sarana yang sudah selesai dikerjakan,” terang Zulfan.
Alokasi dana hibah untuk Pemkab Karimun dalam meningkatkan sarana dan pra sarana air bersih tetap akan diberikan. Karena air bersih merupakan salah satu program dari pemerintah saat ini. Sasarannya masyarakat dapat menikmati air bersih dan air minum dengan murah yang dikelola oleh pemerintah daerah.
Bahkan pada tahun ini Kemen PU berjanji akan mengalokasikan anggaran untuk menyelesaikan konektivitas danau Sentani ke danau Seibati. Hanya saja berapa besar anggaran yang disiapkan, belum diberitahukan. (san)