Selasa, 7 April 2026
Beranda blog Halaman 13414

Enam Hari MTQ, Transaksi Bazar Capai Rp 85 Juta

0
Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengunjungi stan bazar MTQ Tanjungpinang, Minggu (16/4). F.humas Pemko Tanjungpinang

batampos.co.id – Kesuksesan Pemko Tanjungpinang mengelar MTQ Ke XI Tingkat Kota Tanjungpinang tidak hanya sekedar menghasilkan qori dan qoriah maupun hafiz dan hafizah terbaik saja. Tetapi juga sukses memberikan kontribusi keuntungan bagi para pelaku usaha UMKM.

MTQ Ke XI Tingkat Tanjungpinang yang dihelat selama enam hari dari 16 April sampai 21 April menyimpan sedikit senyuman dikalangan pelaku usaha. Sebab agenda tahunan yang dilaksanakan di Pelataran Terminal Sungai Carang, Bintan Center itu menyediakan lahan untuk pendirian stand bazar bagi pelaku usaha.

Mereka memanfaatkan stand bazar berukuran 2×2 meterpersegi itu untuk menjajakan berbagai jenis dagangannya. Mulai dari barang hasil kerajinan tangan sampai berbagai jenis cemilan atau makanan ringan. Disanalah mereka bisa meraup keuntungan yang fantastis meskipun hanya diberi waktu enam hari.

“Moment penting inilah yang kami manfaatkan dalam mendulang rupiah. Sebab yang beli makanan dan barang pernak pernik tak hanya peserta dan seponsornya saja tetapi masyarakat yang menyaksikan acara ini juga ikut membelinya,” ujar, Arfin salah seorang pedagang kaki lima dadakan yang berdagang di lokasi acara, kemarin.

Diakui ayah tiga anak ini, antusias masyarakat terhadap MTQ Ke XI ini juga berdampak kepada peningkatan pendapatan pedagang. Sebab selama enam hari kunjungan ke acara ini terus membludak. Bahkan yang mengunjungi stand bazar disini bukan hanya warga tempatan melainkan juga dari luar daerah.

“Kami bisa meraup keuntungan tiap harinya Rp 1 juta. Bahkan ketika acara ditutup pendapatan kami mencapai Rp 2 juta. Acara ini benar-benar berkah bagi pedagang seperti kami,” akunya.

Pedagang asal Kecamatan Tanjungpinang Barat ini berharap pemerintah setempat terus menggelar acara-acara menarik setiap bulannya. Karena acara itulah bisa mendatangkan rezeki berlipat ganda kepada para pedagang sepertinya.

“Semoga ada acara-acara keramaian seperti ini setiap bulannya. Kalau bisa setiap minggu, jadi kami gak perlu lagi jualan berkeliling kota ini,” sebutnya.

Ketua Panitia MTQ Ke XI Kota Tanjungpinang, Riono mengatakan acara ini tidak hanya menyuguhkan sebuah perlombaan saja. Tetapi sekaligus merangsang perekonomian masyarakat agar terus berkembang. Sehingga panitia menyediakan stand bazar untuk para pelaku usaha menjajakan dagangannya.

“Jadi acara ini bukan hanya mencari peserta terbaik saja melainkan juga ikut berkontribusi meningkatkan ekonomi masyarakat. Makanya kami sediakan stand bazar bagi pelaku usaha UMKM dan pedagang kecil lainnya,” kata Sekda Pemko Tanjungpinang ini.

Selama enam hari dihelatnya MTQ ini, kata Riono diikuti 46 stand bazar yang diisi oleh pelaku UMKM masing-masing kecamatan, perbankan dan organisasi lainnya. Kemudian juga diikuti oleh 58 pedagang kaki lima dadakan.

Dari keseluruhan pedagang yang berkecimpung dalam acara ini, lanjut Riono menghasilkan transaksi jual beli yang sangat fantastis. Mereka berhasil meraup keuntungan sebesar Rp 85 juta.

“Transaksi dari stand perbankan juga berimbas tinggi. Karena banyak masyarakat yang ikut tabungan reguler, rencana dan haji maupun umroh,” ungkapnya. (ary)

Sedanau Tak Dilengkapi Pemadam Kebakaran

0
Wakil Ketua DPRD Natun Hadi Candra meninjau ķorban kebakaran lokasi kebakaran di pelantar Sedanau masih dipasang garis polisi. F. Aulia Rahman/batampos. 

batampos.co.id – Pasca kebakaran tujuh rumah warga termasuk kantor Syahbandar di pelantar Sedanau, aktifitas warga sudah kembali normal.

Penerangan listrik pun sudah kembali normal. Namun korban kebakaran masih mengungsi di rumah warga dan keluarga.

Sementara Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal dan Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suparapti meninjau lokasi kebakaran memberikan dukungan moral kepada korban kebakaran.

Menurut Hamid, Pemerintah Daerah juga akan melakukan evaluasi terhadap musibah kebakaran di Sedanau Kecamatan Bunguran Barat, yang sudah menjadi kota terapung di Natuna.

“Tentu Pemerintah akan evaluasi, supaya kejadian ini tidak terulang,” kata Hamid kemarin.

Sementara penyebab kebakaran yang bersumber dari sebuah gudang material milik Nato belum disimpulkan pihak kepolisian. Namun dipastikan tidak terdapat korban jiwa, hanya kerugian material yang ditaksir mencapai belasan miliar.

Kapolsek Bunguran Barat AKP Dunot Gundring mengatakan, pasca kebakaran ini tidak ada pengadulan dan laporan warga yang kehilangan anggota keluarga. Pihak korban kebakaran pun menyatakan tidak terdapat anggota keluarganya yang belum ditemukan. Bahkan di dalam gudang api bersumber tidak terdapat penjaga gudang.

“Korban jiwa tidak ada, maupun digudang material yang terbakar. Menurut pemiliknya tidak ada yang jaga gudangnya. Penyebab kebakaran pun masih belum disimpulkan,” kata Gundring, Senin (24/4).

Dikatakan Kapolsek, akibat kebakaran tersebut menyebabkan kerugian cukup besar. Ditaksir sekitar Rp 18 miliar. Karena tidak hanya toko pakaian, toko sembako, gudang material, toko material dan rumah makan, rumah tinggal warga juga ludes.

“Paling besar kerugiannya adalah milik Nato, karena rumah, toko dan gudang ludes. Memang api sekitar satu jam habiskan tujuh bagunan di pelantar itu. Untung api tidak merembet bagunan kayu lain, tapi saat kejadian, warga tak bisa selamatkan barang,” ujar Gundring.

Pasca kebakaran tersebut, warga di Sedanau meminta Pemerintah Daerah melakukan evaluasi kebutuhan sarana yang harus dilengkapi Pemerintah. Terutama pemadam kebakaran.

“Kami nilai Pemerintah lalai, karena kebakaran hebat sudah kedua kalinya terjadi. Masih untung hanya tujuh rumah, tahun 2002 lalu, semua rumah di pelantar Sedanau ini ludes, penyebabnya penjual bensin eceran,” tutur Sofian warga Sedanau.(arn)

Dua Remaja Terlibat Pencurian Rumah Kosong

0

batampos.co.id – Dua remaja tanggung di Ranai diciduk satuan reskrim Polres Natuna setelah terungkap keduanya terbukti melakukan aksi pencurian rumah kosong.

Kasat Reskrim Polres Natuna AKP komarudin menyatakan, dua remaja yang diamankan sudah melakukan aksi pencurian pada lima tempat berbeda. Sasaran barang curiannya berupa ponsel dan uang atau benda-benda yang gampang dijual.

“Dua pelaku diamankan Jumat (21/4) kemarin. Yakni, Fh 17 dan RA, 16 yang menjual hasil curian berupa ponsel merk xiaomi,” ujarnya kemarin.

Ponsel tersebut katanya dijual murah oleh pelaku. Informasi ini langsung diselidiki oleh tim Jatanras. Kebetulan sebelumnya laporan pencurian yang masuk sesuai dengan jenis barang yang dijual dua remaja tanggung ini.

“Kami mengambil keterangan dari orang yang membeli ponsel itu. Akhirnya dua pelaku ditangkap,” ujarnya.

Dari hasil pengembangan terungkap, aksinya dilakukan sejak Januari lalu. Tergetnya rumah yang di tinggal pergi pemiliknya.

Salah satu korbannya adalah Muftadi, warga Desa Sepempang, pada 7 April 2017 kemrin. Korban melaporkan kehilangan uang Rp 6 Juta dan emas 10 gram bersama ponsel blackberry di Polsek Bunguran Timur.

“Terakhir itu korbanya Zamil, warga Sual jalan Soebrantas, Ranai. Juga melaporkan kehilangan uang tunai Rp 5 juta, sebuah Hp merk Xiaomi. Dua pelaku remaja ini mengakui korbannya. Dan tiga korban lagi di bulan yang sama dan ada di bulan Januari,” sebut Komarudin.(arn)

Membedah Tarif Listrik Batam

0

batampos.co.id – Batam Pos mengadakan Focus Group Discussion dengan tema Membedah Tarif Listrik Batam di Hotel Harmoni One, Selasa (25/4/2017).

Hadir pihak PLN Batam dan segenap stakeholder terasuk Amjon, Kadis ESD Pemprov Kepri; Asmin Patros, DPRD Kepri dan Perlindungan Konsumen serta warga Batam.

Diskusi berjalan menarik sebab semua pihak bisa mengeluarkan pendapat masing-masing.

Sebut saja Fahri dari Lembaga Perlindungan Konsumen Batam mengritisi sistem pembayaran listrik Batam. Dimana pada rekeningg tertulis ada 3 blok akan tetapi rupanya PLN Batam mengghitung dari blok ke 3 yang lebih mahal.

Fahri menunjukkan selembar rekening pembayaran listrik. Pada rekening itu tertulis blok 1 dan 2 kosong.

“Kok kosong, semua dikalikan dengan tarif di blok 3?” ungkap Fahri.

Mekanisme tarif pada blok itu iala pemakaian hingga 20 KWh untuk blok 1 dan pemakaian hingga 60 kWH untuk blok 2 selebihnya dimasukkan pada tarif pada blok 3.

“Bila pemakaian lebih dari 60 Kwh langsung dikalikan dengan tarif di blok 3 itu, mestinya kan yang kelebihan itu saja…” jelas Fahri.

Amjon, Kadis ESDM Kepri nampaknya baru menyadari hal itu. Ia mengatakan, “tolong untuk tagihan berikutnya gunakan tarif per blok ya…” ujar Amjon.

Bagaimana jalannya diskusi ini selanjutnya? Lebih lengkap baca Harian Batam Pos edisi 26 April 2017. (ptt)

 

Mrs X yang Ditemukan di Baloi Garden Ternyata Seorang Janda

0

batampos.co.id – Identitas mayat wanita yang ditemukan di kawasan Perumahan Baloi Garden 2, Sabtu (22/4) dinihari lalu, terungkap. Diketahui perempuan yang saat ditemukan mengenakan baju berwarna merah muda ini merupakan seorang janda beranak satu yang berinisil A.

Kapolsek Lubukbaja Kompol I Putu Bayu Pati mengatakan, terungkapnya identitas korban setelah Polsek Lubukbaja mendapati adanya laporan hilang dari keluarga korban, Sabtu (22/4) lalu. Saat itu, keluarga korban datang ke Polsek dengan membawa foto semasa hidup korban.

“Setelah menunjukkan foto itu, kemudian kita tunjukkan foto korban sama keluarganya. Ternyata memang benar, yang datang melapor itu merupakan keluarga korban,” ujarnya, Senin (24/4).

Berdasarkan keterangan dari keluarganya, Putu mengatakan bahwa korban bekerja di salah satu perusahaan di Batam dan tinggal di Kawasan Tanjunguma. Selain itu, menurut keluarganya, mereka telah hilang kontak dengan korban selama tiga hari sebelum korban ditemukan tewas.

“Keluarganya ini tinggal di Riau. Selama ini, mereka hampir setiap hari mereka teleponan untuk menanyakan kabar,” tuturnya.

Selanjutnya, Putu belum bisa menjelaskan apakah korban merupakan korban dari pembunuhan atau meninggal karena alasan sakit. Meskipun hasil otopsi telah diterimanya, ia mengatakan bahwa harus meminta persetujuan dari keluarga korban terlebih dahulu untuk menjelaskan penyebab kematian korban.

“Kita minta izin dulu kepada keluarga korban. Saat ini, anggota Polsek Lubukbaja masih melakukan penyelidikan lebih lanjut,” imbuhnya. (cr1)    

KPK Perintahkan BPK dan BPKP Audit Dana Desa

0

batampos.co.id – Sejumlah Kepala Desa di Kabupaten Kepulauan Anambas terancam masuk bui jika terindikasi menyalahgunakan anggaran. Beberapa dari mereka sudah diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Bila terjadi kesalahan dalam penggunaan anggaran, yang disebabkan unsur kesengajaan maka akan berurusan dengan penegak hukum.

Celakanya lagi lemahnya pembinaan yang di Lakukan oleh Dinas Kinerja Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat, yang seharusnya jadi mentor kinerjanya lamban, dan terkesan apriori kebijakan yang di ambil desa.

Ody Karyadi Kepala Inspektorat Kabupaten Kepulauan Anambas mengatakan, saat ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah memerintahkan kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk melakukan audit bukan hanya di Anambas namun seluruh desa yang ada di Indonesia.

“Hal ini karena adanya indikasi penyelahgunaan keuangan desa secara nasional, bahkan di Kabupaten Bintan sudah ada kejadian Kades yang ditetapkan sebagai tersangka,” ungkap Ody Senin (24/4)

Audit yang di lakukan BPK ataupun BPKP merupakan audit kinerja tambah inspektorat itu, karena yang diminta merupakan akuntabilitas, karena saat ini anggaran itu berorientasi hasil kinerja lalu manfaatnya. “Misalnya pembangunan gedung, manfaatnya apa bagi masyarakat, dipergunakan atau tidak gedung tersebut,” tegasnya.

Pihaknya lanjut Ody sangat-sangat intens mengingatkan kepada desa-kepala desa untuk menyelesaikan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) penggunaan anggaran desa. Meski sudah diingatkan berkali-kali tapi masih ada sejumlah desa yang belum menyelesaikan SPJ. “Setelah BPK turun lakukan Audit baru sibuk membuat SPJ nya, dan ketahuan banyak yang belum menyampaikan SPJ itu. Rata-rata yang belum menyampaikan SPJ itu adalah kepala desa yang jabatannya akan berakhir,” katanya.

Menurutnya, ada kesalahan mendasar dalam penggunaan keuangan desa yang terjadi saat ini, salah satunya adalah terdapat sejumlah kepala desa yang melakukan pengelolaan keuangan desa dengan skal besar, bahkan melaksanakan pembangunan lebih dari Rp500 juta. Selain itu ada, pengerjaan pembangunan didesa yang dilakukan secara bertahap. “Pembangunan yang dilakukan oleh Desa itu berskala kecil bukan seperti yang terjadi saat ini,” tukasnya. (sya)

DPRD Harus Bentuk Pansus Cawagub

0

batampos.co.id – Ketua DPD Partai Demokrat Kepri, Apri Sujadi mempertanyakan alasan DPRD Kepri mengembalikan berkas calon wakil gubernur Kepri. Padahal, DPRD Kepri sendiri belum membentuk panitia khusus (pansus) yang memeriksa berkas kelengkapan calon wakil gubernur.

“Kita tak pernah menyalahi gubernur, karena beliau sudah menyerahkan nama calon wakilnya ke DPRD. Yang kita pertanyakan kenapa sampai sekarang belum dibentuk pansus. Namun tiba-tiba berkas dikembalikan. Jadi yang periksa (berkas) siapa,” ujar Apri, Senin (24/4).

Menurut Bupati Bintan tersebut, berkas diberikan atas nama lembaga dan dikirim kepada DPRD atas nama lembaga juga. Sehingga memang harus diperlukan langkah lanjutan ketika berkas sudah dikirimkan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun kepada DPRD Kepri secara lembaganya juga.

“Tak mungkin orang per orang memeriksa berkas ini. DPRD seyogyanya mem-bamus (badan musyawarah)kan dulu untuk selanjutnya dirapatkan dan diagendakan untuk pembentukan pansus,” paparnya.

Sebagaimana yang diamanatkan undang-undang, lanjutnya, yang memerika administrasi berkas bukan orang per orang melainkan tim atau pansus yang dibentuk DPRD sendiri. “Sebenarnya gampang kok, kita bisa mencontoh Pekanbaru dan Sumatera Utara, tidak harus dikembalikan, sementara pansus belum ada. Dasarnya apa, yang melakukan proses kan pansus,” tegasnya.

Apalagi, surat dan berkas tersebut ditujukan kepada DPRD secara kelembagaan.

“Jadi dasar pengembaliannya apa. Kalau tak lengkap. Itu pansus yang mengatur nanti untuk selanjutnya menyurati ke partai pengusung,” imbuh Apri.

Terkait dua calon wakil gubernur Kepri yang diusulkan Nurdin, yakni Isdianto, dan Agus Wibowo, diakui Apri sudah memberikan berkasnya. Disinggung mengenai apakah kedua calon ini sudah mengundurkan diri dari jabatannya, mantan wakil ketua DPRD Kepri itu enggan menjawab.

“itu silakan mereka (Isdianto dan Agus) sendiri yang melakukannya (pengunduran diri). Sama seperti saya menjabat sebagai wakil ketua DPRD Kepri, saya mencalonkan sebagai Bupati Bintan. Pertama saya buat surat bersedia mengundurkan diri dari kemendagri,” jawab Apri.

Surat pengunduran diri, lanjutnya, menjadi salah satu kewajiban seseorang calon gubernur.

“Yang jelas, begitu diterapkan calon oleh pansus sudah ada surat pengunduran diri,” pungkasnya.

Sebelumnya, Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun mengaku sudah menyerahkan berkas calon wakilnya ke DPRD Kepri. Ia menyebutkan, penetapan wakil bukan semata wewenanya. Ada proses dan ketentuan yang harus dilalui. Baik secara politisi maupun secara undang-undang.

“Saya sudah lakukan langkah-langkah itu,” kata Nurdin.

Nurdin menegaskan, tidak alasan bagi dirinya mengulur-ulur waktu memilih wakil gubernur. “Tidak ada niat saya melambatkan ini. Bukan tugas saya juga,” tuturnya. (rng)

Wonderful Indonesia Harum di Spanyol

0

Pameran B-Travel di Barcelona, Spanyol, 21 – 23 April 2017 jadi pembuktian “Wonderful Indonesia” sebagai primadona.

Film promosi pariwisata Indonesia yang telah memenangi beberapa penghargaan sebagai film promosi pariwisata terbaik.

Sejumlah pujian mengalir dari para pengunjung profesional.

Salah satunya dari Jordi Clos i Llombart, CEO Fira Barcelona, penyelenggara B-Travel. Ketika mengunjungi Paviliun Indonesia pada rangkaian acara pembukaan, Jordi menyatakan bahwa ketika memasuki area peserta internasional, pihaknya sangat terkesan dengan alunan lagu Wonderful World dari Paviliun Indonesia. Oleh karena itu diputuskannya untuk mengunjungi Paviliun Indonesia sebagai titik pertama kunjungannya ke area peserta internasional.

Ternyata pilihannya tidak salah. Karena katanya, Paviliun Indonesia yang berdekorasi umbul-umbul warna-warni dan prada Bali serta menyajikan kue-kue tradisional Indonesia memang sangat menarik.

KBRI Madrid yang tampil di pameran tersebut dengan membuka satu paviliun seluas 50 m2 memang menayangkan film “Wonderful Indonesia” tersebut. Bergantian dengan film-film promosi pariwisata dari berbagai daerah destinasi di Indonesia. Penayangan film di bagian depan Paviliun merupakan keputusan jitu karena terbukti mengundang perhatian pengunjung profesional.

Pada penampilan pertamanya ini, Paviliun Indonesia memilih tema “Wonderful Indonesia” untuk memenuhi 5 konsep pariwisata yang menjadi filosofi B-Travel.  Yakni B-Happy (wisata dengan keluarga, teman, dan saudara); B-Culture (wisata seni, sejarah dan budaya); B-Special (wisata khusus seperti wisata belanja, wisata mewah); B-Adventure (wisata bagi pecinta petualangan dan alam); serta B-Delicious (wisata kuliner).

Pameran B-Travel edisi ke-25 tahun 2017 ini diikuti oleh 1.060 industri pariwisata dari 56 negara seperti Argentina, Tiongkok, Ekuador, Jamaika, Jerman, Indonesia, India, Iran, Italia, Kroasia, Kuba, Kyrgistan, Maroko, Perancis, Peru, Portugal, Singapura, dan Tunisia.

Ikut berpartisipasi pula 10 provinsi di Spanyol seperti Andalusia, Catalunya, Castilla y Leon, Galicia, Rioja, dan Valencia. Mereka menampilkan perusahaan-perusahaan industri pariwisata seperti transportasi, maskapai penerbangan, kapal pesiar, perhotelan, restoran, pusat belanja dan operator perjalanan.

Dubes RI di Madrid, Yuli Mumpuni Widarso, menyatakan bahwa selama ini KBRI Madrid berpartisipasi bersama agen perjalanan Spanyol yang membuka stand. Namun untuk edisi 2017 ini, KBRI Madrid untuk pertama  kalinya membuka Paviliun Indonesia dan bahkan mengundang operator dan agen perjalanan dari Indonesia untuk berpartisipasi  agar lebih banyak lagi destinasi yang dapat dipasarkan dan diminati wisatawan mancanegara. Hal ini  melaksanakan keputusan Presiden RI yang mentargetkan jumlah wisatawan mancanegara mencapai 20 juta pada 2019.

Oleh karena itu, langkah yang diambil oleh KBRI Madrid adalah ”jemput bola” seperti di B-Travel ini. Lalu mengundang operator dan agen perjalanan dari Indonesia untuk berpartisipasi, mengisi lahan KBRI, sehingga dapat langsung terjadi transaksi. Paviliun Indonesia diisi oleh stand KBRI Madrid; agen perjalanan Hindia Indonesia Tourism (Jakarta) dan Catur Expediciones (Bali).

Selain itu masih terdapat stand Come2 Indonesia (Bali) yang letaknya di depan Paviliun Indonesia, sehingga hampir semua destinasi di Indonesia yang merupakan endless destinations dapat dipasarkan oleh ketiga perusahaan tersebut.

J. Ramon Ussia pemilik Ussia Tours, Barcelona, kepada Dubes RI menyatakan bahwa pihaknya sangat menghargai inisiatif KBRI Madrid yang menyediakan lahan untuk agen perjalanan Indonesia membuka stand di Paviliun Indonesia sehingga pihaknya dapat langsung bertransaksi dengan agen perjalanan dari Indonesia.

Pada Pameran yang dikunjungi oleh lebih dari 25 ribu profesional dari berbagai negara tersebut, KBRI Madrid telah menyelenggarakan cocktail menyajikan jajan pasar Indonesia seperti lumpia sayur, bakwan, pisang goreng dan putu ayu, mengundang operator perjalanan dari Barcelona, Madrid dan kota-kota lain di Spanyol Utara. Paviliun Indonesia juga menyebarkan nyebarkan booklet, leaflet, dan CD film promosi pariwisata Indonesia.

Mukti dari Hindia Indonesia Tourism  menyatakan pihaknya akan semaksimal mungkin memanfaatkan ajang yang sangat baik tersebut, untuk bertemu dan memperkenalkan produk-produk paket perjalanan ke beberapa perusahaan dari negara lain yang membuka stand di B-Travel.

Sementara itu Obdulia Gonzalez Llamoc, Manajer Penjualan Mi Gran Viaje dari Peru menyatakan pihaknya sangat ingin menjalin kerjasama dengan agen perjalanan dari Indonesia karena sebagai sesama negara anggota APEC, di antara kedua negara telah diberlakukan fasilitas bebas visa sehingga potensi dan peluangnya sangat besar.

KBRI Madrid mengharapkan, Kementerian Pariwisata RI dapat mendorong kalangan operator dan agen perjalanan atau industri pariwisata lainnya di Indonesia untuk berpartisipasi dalam kegiatan temu bisnis pariwisata yang diselenggarakan oleh KBRI Madrid maupun Perwakilan Indonesia lainnya di luar negeri.

Sesuai taktik ”jemput bola”. KBRI Madrid mengharapkan di masa mendatang akan lebih banyak lagi agen dan operator perjalanan serta industri pariwisata dari Indonesia yang akan berpartisipasi dalam kegiatan pemasaran pariwisata yang diselenggarakan oleh KBRI Madrid, untuk meningkatkan jumlah wisatawan Spanyol ke Indonesia.

Berdasarkan data UNWTO, pada tahun 2016 tercatat 65.000 kunjungan warga Spanyol ke Indonesia. Dibandingkan tahun 2015, naik 4%.

KBRI Madrid memandang B-Travel merupakan langkah konkrit dalam memasarkan berbagai destinasi pariwisata di Indonesia kepada pasar Eropa dan Amerika Latin mengingat B-Travel merupakan pameran pariwisata yang strategis ategis setelah FITUR setiap Januari di Madrid.

Pada 2016 Spanyol dikunjungi oleh 77 juta wisatawan mancanegara, meningkat 12% dibanding tahun 2015 yang tercatat 66 juta. Jumlah wisatawan asing di Spanyol yang sangat besar tersebut (nomor dua terbesar di dunia setelah Perancis) membuka peluang bagi Indonesia untuk mempromosikan daya tarik pariwisata Indonesia di Spanyol.

Menpar Arief Yahya sering menyebut teknik marketing dengan “mengail” di kolam tetangga yang sudah pasti banyak ikannya. Mempromosikan Wonderful Indonesia di kota atau negara yang sudah banyak wisatawannya.

“Konsep ini sering dilakukan di market Singapore, selain ada 1,5 juta ekspatriat di sana, juga ada 15,5 juta wisman setiap tahunnya, maka berpromosi di sana, bukan saja menjaring Singaporean di sana, tapi juga wisatawan yang sedang berada di sana,” ungkap Menteri Arief Yahya.

“Ini tidak hanya akan menarik wisatawan Spanyol melainkan juga wisatawa asing yang sedang berkunjung ke Spanyol,” tandas Yuli Mumpuni. (*)

Penggunaan Anggaran Harus Diperketat

0

batampos.co.id – Kepala Ditjen Perbedaharaan Kepri, Heru Pudyo Nugroho mengingatkan Pemprov Kepri dan Kabupaten/Kota di Provinsi Kepri untuk menekankan penggunaan anggaran yang ada. Karena, apabila penerimaan negara tidak tercapai sesuai dengan yang ditargetkan. Konsekuensinya adalah akan terjadinya pemangkasan anggaran daerah.

“Pemangkasan anggaran daerah oleh Pemerintah Pusat sangat besar potensinya. Karena semua tergantung pada penerimaan negara, kalau tidak tercapai otomatis terkena dampaknya,” ujar Heru Pudyo Nugroho menjawab pertanyaan media, Senin (24/4) di Tanjungpinang.

Menurutnya, terjadi atau tidaknya pemangkasan anggaran akan terlihat pada APBN Perubahan nanti. Ia berharap penerimaan negara sesuai dengan target. Sehingga keuangan daerah tidak terganggu. Akan tetapi, Pemerintah Daerah juga diharapkan siap siaga. Yakni memanfaatkan potensi yang ada bagi meningkatnya pendapatan daerah.

“Sehingga daerah tidak terlalu ketergantungan dengan Pemerintah Pusat. Sektor-sektor yang ada harus kita manfaatkan. Karena apabila anggaran dipangkas, rencana pembangunan yang ada menjadi korban,” papar Heru.

Masih kata Heru, transfer ke daerah dan dana desa merupakan instrumen utama dalam mendukung pelaksanaan desentralisasi fiskal. Anggaran tersebut diarahkan untuk mendanai beberapa urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Dengan demikian, kebijakan pengalokasian Transfer ke Daerah dan Dana Desa saat ini semakin didorong untuk mendukung efektivitas penganggaran dan pengalokasian TKDD diperkuat dalam mengatasi kesenjangan antar daerah dengan tetap menjaga kredibilitas APBN.

“Adanya pengalokasian anggaran pusat ke daerah, menjadi suntikan pembangunan didaerah tentunya. Struktur ini juga harus dioptimalkan, sehingga tujuan pembangunan menjadi terarah,” paparnya lagi.

Disebutkannya, sampai dengan tanggal 20 April 2017 lalu, KPPN Tanjungpinang dan KPPN Batam telah melakukan penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik triwulan I Tahun Anggaran 2017 sebesar Rp199,04 miliar. Sedangkan Dana Desa Tahap I sebesar Rp96,51 miliar. Dijelaskannya, berdasarkan rekomendasi penyaluran dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) dan hasil evaluasi penyaluran DAK Fisik, terdapat DAK Fisik yang belum bisa disalurkan.

” Yakni, DAK Fisik Bidang Pertanian pada Kabupaten Bintan, Kabupaten Lingga, dan Kabupaten Natuna. Hal tersebut dikarenakan DAK Fisik dimaksud termasuk ke dalam jenis penyaluran secara sekaligus atau 100 persen,” jelasnya.

Ditambahkannya, adapun persyaratkan daftar kontrak untuk pencairannya sesuai dengan PMK No. 50 Tahun 2017. Dengan ini, diharapkan Pemda bersangkutan dapat dengan segera menyelesaikan proses pengadaan barang dan jasa serta menyampaikan daftar kontrak kegiatan dimaksud ke KPPN. Sehingga proses penyaluran bisa segera dilakukan.

“Seharusnya percepatan pembangunan bisa terlaksana sesuai jadwal. Tetapi dengan persoalan ini, menjadi sedikit tertunda,” tutup Heru Pudyo Nugroho.(jpg)

Industri Pariwisata dan Maritim Harus Dikelola Optimal

0
Gubernur Kepri Nurdin Basirun saat membuka Seminar Industri Pariwisata dan Maritim Indonesia di Kantor Bank Indonesia, Batam, Sabtu (22/4). F. Batampos.

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun menegaskan industri pariwisata dan maritim memiliki potensi besar dalam meningkatkan ekonomi Kepri. Dua sektor itu merupakan sumber ekonomi yang harus dikelola dengan optimal.

“Negeri kita negeri bahari, bangun kejayaan dari laut,” kata Nurdin saat membuka Seminar Industri Pariwisata dan Maritim Indonesia di Kantor Bank Indonesia, Batam, Sabtu (22/4).

Seminar dengan tema Industri Pariwisata dan Maritim sebagai Sumber Ekonomi Baru yang Berkelanjutan dan Inklusif ini digelar Alumni Universitas Andalas di Kepri.

Tampil sebagai pembicara kunci pada seminar itu Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi, Asman Abnur. Sementara, deputi dari Kementerian Koordinator Maritim dan Kementerian Pariwisata ikut menjadi pembicara. Hadir juga Kepala BI Perwakilan Kepri, Gusti Raizal.

Gubernur menegas segala sektor yang berpotensi haris digarap untuk menunjang perekonomian daerah. Apalagi semua aktivitas itu bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Maritim ini dunia saya, bukan dunia teori. Saya praktik langsung. Ini sumber ekonomi lama. Cuma kita baru bangun tidur,” kata Nurdin.

Nurdin menegaskan pariwisata di Kepri harus digarap maksimal. Karena pariwisata tak ada musim. Tidak memerlukan modal banyak. Masyarakat bisa menikmati langsung hasilnya. Potensi itu, kata Nurdin, ada di banyak daerah di Kepri.

“Tinggal bagaimana mengelola, bagaimana menjualnya,” kata mantan Bupati Karimun ini.

Kepada generasi muda Kepri, Gubernur berharap bisa memanfaatkan potensi besar maritim dan pariwisata. Jangan begitu selesai pendidikan, hanya fokus ingin jadi tenaga honorer di pemerintahan.

Kepada para pemuda, Gubernur menyampaikan penting menanamkan semangat orang bahari. Orang maritim itu, kata mantan nakhoda kapal ini adalah pekerja keras. Selain itu mereka juga memiliki disiplin yang tinggi dan jujur.

“Mereka punya visi dan pikiran ke depan. Cakrawala jauh yang dipandang,” kata Nurdin.

Prinsip manajemen POAC, kata Nurdin, juga menjadi panduan orang bahari. POAC itu adalah planing (perencanaan), organizing (pengorganisasian), actuating (pelaksanaan) dan controlling (pengawasan). Hal itu, tegas Nurdin, membuat orang maritim meraih kesuksesan.

“Terakhir, mereka biasanya tawadhu atau rendah hati. Ketika badai menghantam di lautan, kepada Yang Maha Kuasa mereka berserah,” kata Nurdin. (bni)