Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 13419

Satu Orang Penyelam Hilang

0

batampos.co.id – Kanit Reskrim Polsek Singkep Barat Iptu Asian Wirga membenarkan adanya kecelakaan kerja yang menewaskan satu orang penyelam saat melakukan survei lokasi pengangkatan tongkang di perairan Pulau Serak, Desa Marok Tua, Kecamatan Singkep Barat, Sabtu (15/4) sekitar pukul 14.00 WIB.

“Korban bernama Efri Agum, 20, warga Tanjungbalaikarimun. Sudah tiga hari pihak kepolisian mencari korban,” ujar Asian kepada Batam Pos, Senin (17/4) pagi.

Kejadian bermula saat sejumlah pekerja sedang melakukan penyelaman untuk mengecek kapal tongkang. Namun setelah melakukan penyelaman, Efri Agum tidak kembali ke atas permukaan laut, selanjutnya teman penyelam lainnya mencari keberadaan Efri dan tidak berhasil ditemukan.

Menurut salah seorang warga sekitar yang dimintai keterangan mengatakan, kejadian hilangnya salah seorang penyelam pada hari ketujuh. Saat itu, pekerja sedang berusaha untuk mengangkat tongkang dari dasar laut berkedalaman 20 meter. Salah seorang pekerja telah naik ke atas laut namun Efri tidak kunjung muncul.

Hingga saat ini, kepolisian dan AL masih di lokasi kejadian untuk melakukan penyisiran mencari korban.

Ditempat berbeda, menurut salah seorang pekerja di CV Sarana Bahari Sugito mengaku hanya sebagai perusahaan agen pelayaran yang membantu terkait pengurusan izin pelayaran. Selebihnya, kami tidak mengetahui terkait pekerjaan yang dilakukan di lokasi tersebut.

“Kami hanya membantu izin olah gerak kapal saja,” ujar Sugito.

Namun lebih lanjut, Sugito menyarankan untuk langsung meminta keterangan kepada pimpinan perusahaan tempat dia bekerja. Namun hingga saat ini Karyadi tidak dapat dikonfirmasi.

Sementara itu, pihak kepolisian mendapat laporan terkait pekerjaan penyelaman tersebut hanya sebatas pengecekan lokasi tongkang yang tenggelam. Namun di lokasi kejadian, sejumlah penyelam atau pekerja sudah melakukan pengangkutan terhadap tongkang tersebut. (wsa)

Sriwijaya Minati Rute China – Indonesia, Termasuk ke Bintan

0

Kemenpar terus menggoda turis asal China untuk datang ke Indonesia. Untuk mereka bisa datang tentu harus ada konekvitas. Program air connectivity ini dimaksudkan untuk mendukung target pariwisata 15 juta hingga 2017 dan 20 juta pada 2019 mendatang.

Untuk itu Menpar Arief Yahya meminta Maskapai Penerbangan Sriwijaya Air mengembangkan direct flight dari China.

“Dan harus menuju regular flight, tidak lagi chartered flight,” kata Menpar Arief Yahya.

“Wisman China yang menggunakan Sriwijaya kurang terdeteksi, karena kebanyakan menggunakan chartered flight. Wisatawan China mempunyai pangsa pasar yang sangat tebal, dan China adalah pasar utama Indonesia, selain Singapore, Malaysia, Australia, dan Jepang. China dari secundary city, itu masih sangat besar size, sustainable dan spread,” ujar Menpar Arief Yahya, seusai berkunjung ke Kantor Sriwijaya, Tangerang, Senin (17/4).

Menpar menjelaskan, dari delapan direct flight yang dimiliki Sriwijaya dari China, tiga flight sudah full reguler.

“Nanti mohon rekan-rekan dari Kementerian Perhubungan dan dari Angkasa Pura II dan Angkasa Pura I yang di Bali, lima flight ini sudah terbang, tetapi statusnya masih charter. Status dari charter semoga nanti bisa diubah ke schedule sehingga ada delapan direct flight reguler dari Sriwijaya,” ujarnya.

Menpar Arief Yahya memaparkan, jika target nasional setiap airlines harus memiliki pertumbuhan atau growth sekitar 25%, ini sama seperti target pertumbuhan wisman Indonesia tahun ini.

“Target kita dari 12 juta wisman menjadi 15 juta di tahun ini, itu presentasinya growth-nya juga25%. Total armada di Sriwijaya itu mencapai 52 dan akan tambah 13 armada di tahun ini. Jika dari sisi banyaknya maskapai, Sriwijaya sudah memenuhi meskipun yang 13 itu Narrow body dan saya berharap Sriwijaya bisa membantu target wisman yang ditetapkan pemerintah,” papar Arief Yahya.

Commercial Director Sriwijaya Air, Toto Nursatyo mengatakan, Sriwijaya siap menggarap wisatawan dari China tidak hanya menuju Bali dan Lombok saja. Tetapi juga sedang menggarap tujuan Bintan, Belitung dan Danau Toba.

“Bintan sedang kita garap, tetapi di Bintan sendiri sedang ada masalah mengenai aksebilitas, bandaranya masih belum maksimal. Lalu ada destinasi Belitung, bandara di Belitung baru saja dibuka untuk internasional. Setelah itu ada Danau Toba,” ungkap Toto yang dipercaya Chandra Lee, CEO Sriwijaya Air.

Toto menambahkan, Danau Toba sangat ‘seksi’ bagi wisatawan asal China, meski insfrastruktur bandara masih belum memadai pesawat besar.

“Di Bandara Silangit, saat ini hanya bisa dilandasi pesawat kecil saja belum bisa menggunakan pesawat kami dengan tipe 738. Selain itu, Tarakan yang akan digarap. Meski Tarakan di-enanged sebagai side trip dari Kinabalu Malaysia, tetapi tidak apa kita optimis lama-lama akan menjadi destinasi utama,” ujar Toto.

Tidak hanya itu, Manado juga akan dimaksimalkan, kota yang sudah diterbangi Sriwjaya ini cukup sukses mendatangkan wisatawan China kesana. “Berikutnya Ternate yang sangat diminati karena terdapat Morotai dan sekelilingnya. Seperti diketahui market China memang sangat suka dengan pantai,” tambah Toto.

Tahun ini, tambah Toto, Sriwjaya akan menambah sebanyak 13 pesawat, di dalamnya juga terdapat pesawat berjenis Wide Body. “Kita menargetkan jumlah penumpang tahun ini naik 12% dari 7%. Tahun 2017 Kita berharap bisa membawa Wisman sebanyak 1 juta, tahun lalu sebanyak 530 ribu wisman. Saya yakin itu bisa karena pasarnya ada,” jelas Toto.

Sriwijaya optimistis program 8 destinasi direct flight dari China bisa berjalan. Diharapkan tahun ini sudah berjalan, mrski tahap awal harus menggunakan charter dulu. “Tetapi penerbangan ke Solo, Tanjung Pandan, dan Bintan kita sudah dapat kontraknya untuk kita kembangkan,” pungkas Toto. (*)

Hatta Rajasa Terkesan dengan Menu RM Mahkota Bundo

0
Mantan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian era SBY, Hatta Rajasa saat menikmati menu di RM Mahkota Bundo. F Yusuf/batampos.

batampos.co.id – Mantan Menteri Keuangan dan mantan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian era SBY, Hatta Rajasa begitu terkesan dengan menu yang dihidangkan kepadanya saat berkunjung ke RM Mahkota Bundo yang baru dibuka beberapa waktu lalu. Di antara rombongan Hatta, juga hadir mantan Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman dan mantan Kepala Badan Pengusahaan Batam Mustofa Widjaja, yang tergabung dalam Tim Fortuga Golf ITB seusai mengikuti event golf di Batam.

Tidak hanya masakan Padang yang disajikan, menu seafood juga ditawarkan. Dari gonggong rebus, sop ikan, kakap asam pedas, cumi goreng tepung, dan lainnya. Kata Hilda, Hatta dan rombongannya makan dengan lahap. Sampai-sampai Hatta mencari tukang masaknya karena penasaran. “Pak Hatta itu penasaran sama tukang masaknya, menurut dia masakannya beda dengan yang lain,” ungkap Hilda kemarin.

Hilda pun memanggil Uni, sang koki. Uni mengaku grogi ketika menghadap petinggi Partai Amanat Nasional itu. “Kamu tahu ya, kalau saya suka jengkol, sampai saya susah berdiri (karena gara-gara jengkol sambalado tanak, nafsu makannya menjadi kuat),” tutur Uni meniru ucapan Hatta.

Belum sempat menjawab, Hatta kembali melontarkan tanya apakah rahasianya, kok sambal hijaunya enak sekali. “Grogi iya, tapi saya senang karena pak Hatta suka masakanku,” ungkap Uni.

Kata Uni, rahasia sambal hijaunya terletak pada teknik penggilingannya. Ketika cabai hijau, bawang merah, bawang putih, garam dicampur harus ditumbuk dengan benar. Begitu pula ketika dimasukkan ikan asin, terong dan petainya.

Sebelum meninggalkan Mahkota Bundo, Hatta berpesan kepada Uni, “nanti kalau saya ke sini lagi, jangan ganti rasa masakannya ya,” pesan Hatta. Uni mengangguk dan tersenyum puas.

Lahan Parkir Luas dan Punya Meeting Room

Terletak di ujung atau hook, RM Mahkota Bundo yang berlokasi di Komplek Rumah Toko Mahkota Niaga Blok B nomor 15-16 Jalan Raja Isa, Batamkota. punya lahan parkir yang luas di samping kiri dan depan. Di samping kiri, kira-kira muat untuk enam bus besar, sedangkan di bagian depan bisa muat belasan mobil.

“Tamu-tamu dari travel senang makan ke sini karena parkirnya luas, busnya gak repot untuk mencari parkir,” kata Hilda Dewiza.

Minggu sore, ruang VIP RM Mahkota Bundo di-booking kumpulan arisan ibu-ibu Orchid dan Arisan Diamond. Selain menjaga silaturrahmi, mereka juga ingin menikmati menu istimewa Mahkota Bundo.

Effy Radayani, 50, salah satu peserta arisan mengaku masakannya enak. “Semuanya dan rasanya nendang,” ucapnya.

Dari puluhan menu yang disajikan, Effy mencicipi beberapa menu, di antaranya rendang, gulai cincang, dendeng, dan ayam goreng.

Hilda mengatakan ruang VIP selain bisa untuk rapat, bisa juga untuk presentasi. Perempuan berhijab ini menyatakan dengan total karyawan 14 orang, yang terdiri dari palung, pramusaji dan tukang masak, pihaknya akan melayani dengan maksimal kepada setiap pelanggannya, mulai pukul 10.00 sampai 21.00 WIB. “O ya, kami juga terima orderan nasi kotak ya,” pungkasnya. (ryh)

Novianto Berpeluang Jadi Kepala Biro

0

batampos.co.id – Kepala Bidang di Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah, Novianto berpeluang untuk duduk jabatan sebagai Kepala Biro Humas, Protokol dan Penghubung menggantikan Nilwan. Lantaran keluarnya rekomendasi Komisi Aparatus Sipil Negara (KASN) beberapa waktu lalu.

Berdasarkan hasil seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Pemprov Kepri beberapa waktu lalu yang disampaikan Panitia Seleksi (Pansel) ada sistem penilaian yang salah. Menurut Rekomendasi KASN, untuk posisi Jabatan Kepala Biro Humas, Protokol dan Penghubung berdasarkan nilai ril untuk posisi teratas adalah Novianto dengan nilai 86,3.

Posisi kedua ditempati Inov Hendra Kurniawan dengan nilai 84,2. Sedangkan Herry Adrianto pada kedudukan ketiga dengan nilai 77.5. Sementara Nilwan tidak masuk dalam posisi tiga besar. Akan tetapi lewat keputusan Pansel JPTP Kepri, Nilwan nangkring di posisi teratas dengan nilai 87,1. Ditempat kedua adalah Novianto 86,3. Sedangkan Inov Hendra Kurniawan dengan nilai 84,2.

Hasil yang sama juga dipersoalkan oleh KASN adalah untuk bidang Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan. Karena Ahmad Izhar tidak masuk dalam kategori tiga besar berdasarkan nilai ril yang didapat KASN. Terkait persoalan ini, Anggota Komisi I DPRD Kepri, Ruslan Kasbulatov mendesak Gubernur Kepri, Nurdin Basirun untuk segera bertindak.

“Ini merupakan kesalahan fatal yang dibuat Pansel JPTP Kepri. Rekomendasi KASN telah mencoreng tentunya, boleh dikatakan proses yang dibuat hanya formalitas saja,” ujar politisi PDI Perjuangan tersebut.

Belum lama ini, Ketua Pansel JPTP Kepri, Arif Fadillah yang merupakan Sekda Kepri mengatakan, terkait persoalan ini Gubernur merupakan Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK). Sehingga punya kewenangan untuk merotasi maupun promosi jabatan Eselon II, III dan IV di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov).

Arif yang merupakan Ketua Badan Pertimbangan Pangkat dan Jabatan (Baperjakat) Provinsi Kepri tersebut juga mengatakan, meskipun demikian tetap menerima masukan dari Baperjakat. Termasuk dari KASN. (jpg)

Pernikahan Dini di Kepri

0
Ilustrasi buku nikah

batampos.co.id – Data BKKBN Kepri tahun 2016 yang beberapa bulan lalu pernah dirilis oleh Kepala BKKBN Provinsi Kepri Uliantina Meity. Angka anak perempuan di bawah umur yang menikah dini pun mencegangkan. Mencapai 69.075 anak perempuan. Umurnya berkisar 10 tahun hingga di bawah 18 tahun.

Dari 69.075 anak perempuan yang menikah dini di Kepri, kejadian terbanyak secara berurutan ialah

  • Kabupaten Bintan 10.012 anak perempuan.
  • Kota Tanjungpinang dengan 8.204 anak.
  • Kabupaten Lingga 5.078 anak,
  • Kabupaten Natuna 4.756 anak,
  • Kabupaten Anambas 3.605 anak,
  • Kota Batam 2.814 anak,
  • Kabupaten Karimun 928 anak.

Sedangkan untuk anak laki-laki yang menikah dini di Kepri selama 2016 tercatat ada 18.574 anak. Secara berurutan ialah

  • Kota Batam dengan 7.659 orang.
  • Kabupaten Bintan 2.676 anak,
  • Kabupaten Karimun 2.459 anak,
  • Kota Tanjungpinang 2.075 anak,
  • Kabupaten Lingga 1.357 anak,
  • Kabupaten Natuna sebanyak 1.341 anak,
  • Kabupaten Anambas 1.008 anak.

Dibandingkan tahun 2015, anak menikah di usia dini 2016 sebenarnya sedikit berkurang. Tahun 2015 ada 131.826 orang menikah muda.

Rinciannya, pria 27.700 orang dan perempuan 104.126 orang.

Namun angka 2015 ini masih tercampur yang menikah usia 18-21 tahun dengan data anak yang menikah di bawah 18 tahun. Sebab, semua masuk dalam kategori Usia Kawin Pertama (UKP) kecil di bawah usia 21 tahun.

“Memang kebanyakan anak perempuan menikah dini itu karena hamil duluan. Begitupun anak laki-laki pasangannya hamil duluan,” ungkapnya.

Syaifuddin menyebut era globalisasi dimana arus informasi media hiburan tak terbendung berpengaruh besar terhadap pemikiran remaja. Apalagi saat ini beragam informasi dan hiburan bisa dinikmati anak-anak dari genggaman tangannya. Dari smartphone yang dibelikan orangtua mereka.

Ironisnya, banyak orangtua yang abai mendidik moralitas anaknya sehingga si anak terbiarkan terjerumus ke pergaulan bebas.

“Harusnya mereka dampingi dan berikan penjelasan anak-anak mereka mana yang boleh ditonton dan mana yang tidak,” terangnya.

Tak hanya itu, ada juga yang terpaksa dinikahkan karena faktor pelecehan seksual. Orangtuanya si anak tak ingin aib itu terungkap sehingga memilih menikahkan si anak baik dengan orang yang melakukan tindakan pelecehan seksual (umumnya suka-sama suka, red), maupun dengan orang lain untuk menutupi aib.

Namun ada juga yang seperti kisah “Datuk Maringgih”. Si anak perempuan dinikahkan dini dengan orang yang berada meski beda usia, namun jumlahnya tidak banyak.

“Kultur kita sangat berpengaruh dalam hal ini himpitan ekonomi. Banyak orangtua beranggapan anak perempuan adalah beban dalam keluarga. Setelah dinikahkan, diharapkan dapat mengurangi beban tersebut,” ungkapnya.

Syaifuddin menjelaskan, secara fisik maupun psikologis pasangan yang menikah dini belum siap. Akibatnya, paling berat dialami oleh remaja putri. Mulai dari resiko melahirkan di usia muda yang berpotensi merenggut nyawa mereka, hingga resiko perceraian karena belum siap secara mental dan ekonomi.

Menyikapi banyaknya anak di bawah umur yang menikah dini, BKKBN Propvinsi Kepri sudah melakukan berbagai upaya. Antara lain menyiapkan berbagai program untuk mengurangi angka pernikahan dini tersebut.

“Kami terapkan upaya pra dan pasca nikah dini. Kenapa harus ada upaya pasca nikah dini, agar mengurangi angka perceraian dan dampak 4T yang sebabkan kematian ibu saat melahirkan,” katanya.

Apa itu 4T? 4T singkatan dari terlalu dekat jarak anak satu dengan anak lain, terlalu sering melahirkan, terlalu tua, dan terlalu muda.

BKKBN Kepri telah menggalakkan pebinaan keluarga remaja. Sebab kalangan remajalah penyumpang pernikahan terbesar di wilayah Kepri. Bagi keluarga baru yang melangsungkan pernikahan, wajib mengikuti program KB yang mencanangkan dua anak cukup. Sebab melalui program tersebut kehidupan dalam bekeluarga bisa tertata dan terencana dengan baik serta kesejahteraannya lebih terjamin.

Upaya mengurangi remaja yang menikah dini, BKKBN Kepri juga menggalakkan program Generasi Berencana (GenRe) yakni generasi yang mampu merencanakan masa depan dengan lebih baik dan sehat.

“Mengapa GenRe ini penting, karena dengan menjadi GenRe, remaja mampu menghindari seks pra nikah, mencegah pernikahan dini, dan menjauhi narkoba, disamping itu juga memiliki bekal kecakapan hidup,” jelasnya.

Selanjutnya adalah program Tri Bina, yakni bina balita, bina lansia dan bina remaja yang bertujuan untuk memberi ketahanan dari dalam internal keluarga itu sendiri.

“Nah, kami prioritaskan program Bina Keluarga Remaja. Untuk mengurangi resiko terpaparnya pergaulan bebas dan pelecehan seksual,” ujarnya.

Syaifuddin kembali menceritakan, Belia memahami kehidupan dia dan suami bukanlah contoh gagal dari kasus pernikahan dini. Namun, situasi itu jarang dialami keluarga pernikahan dini lain.

Saat seorang perempuan menikah dini, awalnya harapan keluarga adalah menyelesaikan tanggungjawab dan menyerahkan kepada suami. Namun, rata-rata suami yang menikah dini juga berusia muda yang belum mapan secara ekonomi.

Banyak kasus mengenai pernikahan yang disebabkan hamil di luar nikah, keluargalah yang punya peran penting.

“BKKBN akan mendukung pemenuhan informasi bagi keluarga dan remaja untuk pencegahan, tapi tetap saja tergantung pada lingkungan terdekat remaja tersebut,” pungkasnya. (cr18)

Bisnis Properti Membaik, Pameran 11 Hari, REI Bukukan Transaksi Rp 75 Miliar

0
Pameran property di antrium Mega Mall, Rabu (5/4). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Real Estate Indonesia (REI) Khusus Batam berhasil membukukan transaksi sebesar Rp 75.633.248.000 selama 11 hari pameran di Mega Mall Batam. Angka tersebut Rp 5 miliar lebih tinggi dari target yang dipasang panitia.

Ketua DPD REI Khusus Batam, Achyar Arfan, mengatakan capaian tersebut sekaligus menandai bangkitnya bisnis properti di Batam. Menurut dia, memasuki triwulan kedua 2017, sektor properti terus mengalami perbaikan.

“Walaupun ekonomi kurang baik, tapi penjualan kali ini lebih bagus dari bulan Oktober tahun lalu,” kata Achyar usai penutupan REI Expo 2017 di Mega Mall Batam, Minggu (16/4).

Namun Achyar mengatakan, para pengembang anggota REI Khusus Batam tidak hanya fokus pada pembangunan permukiman untuk mengejar keuntungan. Akan tetapi, pihaknya tetap memperhatikan tata ruang dengan membangun fasilitas umum (fasus) dan fasilitas sosial (fasos).

Dia mengklaim, para developer anggota REI Khusus Batam juga sangat peduli dengan penyediaan drainase yang memadai di kawasan permukiman yang dibangun. Sebab selama ini pengembang sering menjadi kambing hitam jika terjadi banjir di perumahan.

“Kami sering disentil wali kota Batam. Padahal tidak semua pengembang itu anggota REI. Proyek anggota REI lebih baik,” katanya.

Ketua Panitia REI Expo 2017, Lina, mengatakan dalam pameran yang dibuka pada Rabu (5/4) itu, PT Cipta Group membukukan penjualan terbanyak dari segi unit rumah. Yakni 37 unit.

“Sedangkan untuk transaksi terbanyak dicapai pengembang Agung Podomoro Land, yakni sebanyak Rp 23,5 miliar,” ujar Lina, kemarin.

Dia menjelaskan, selama 11 digelar pameran tersebut menyedot 2.178 pengunjung. Selain diikuti 14 pengembang sebagai peserta, pameran tersebut juga melibatkan empat industri pendukung sektor properti, seperti Tunas Interior, Telkom, Mowlex, dan Mortar Utama.

Senada dengan Achyar, Lina menyebut tingginya angka penjualan dalam pameran tersebut membuktikan jika bisnis sektor properti di Batam kembali bergairah.

“Kita berharap masyarakat tidak takut untuk membeli rumah, walaupun ekonomi lesu,” terangnya.

Sementara Kepala Dinas Permukiman dan Perumahan Rakyat Pemko Batam, Herman Rozie, berharap pameran perumahan seperti ini akan membuka akses masyarakat dalam mencari kebutuhan hunian. Sementara dari sisi pengembang, dia berharap agar ada komitmen dalam menyediakan permukiman yang layak dan nyaman.

“Menyediakan hunian yang layak adalah tanggung jawab pemerintah. Tapi tentu kita harus bekerja sama dengan swasta,” kata dia.

Rozie menambahkan, melalui kebijakan pusat, Pemko Batam juga terus menyediakan rumah murah untuk masyarakat kurang mampu. Namun lagi-lagi dia berharap ada dukungan dari para pengembang, khususnya anggota REI Batam.

Terkait perizinan, dia mengaku Pemko Batam akan selalu mempermudah urusan izin, khususnya izin mendirikan bangunan (IMB). Sebab jika bisnis sektor properti membaik, dia yakin sektor lainnya akan ikut terkerek.

“Kita bersyukur transaksi jual beli properti terus naik,” katanya. (lenni)

Gurun Pasir Busung, Destinasi Wisata Baru

0
Sejumlah warga mengunjungi Gurun Pasir bekas Tambang pasir di Desa Busung Kecamatan Sri Kuala Lobam, Bintan, Minggu (16/4). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Cuaca panas tidak menghalangi sejumlah warga berekreasi dan menikmati hari libur dengan mengunjungi lokasi bekas tambang pasir di kawasan Desa busung Kecamatan Sri Kuala Lobam Bintan, Minggu (16/4).

Kawasan yang kini disebut sebagai wisata gurun pasir Busung tersebut menjadi salah satu destinasi wisata bagi warga di Bintan dan Tanjungpinang. Seperti yang dilakukan Dedi, ia rela menyewa kendaraan untuk memboyong keluarga besarnya dari Tanjungpinang menuju kawasan tersebut.

“Penasaran aja, keluarga pun pengen lihat gurun pasir yang ramai dibicarakan orang ini,” kata Dedi.

Tidak hanya itu, ia pun menyempatkan diri bersama keluarga mengabadikan gurun pasir yang mirip dengan gurun sahara tersebut dengan berswafoto. “Pemandangannya sangat indah dan cantik, mirip gurun pasir betulan, jadi cocok untuk foto-foto di sini (Gurun Pasir, red),” ujarnya.

Kawasan yang dikelola Badan Usahan Milik Desa (BUMDes) ini, tentunya bisa menguntungkan warga sekitar dengan berjualan di sekitar gurun pasir tersebut sehingga bisa meningkatkan perekonomian warga setempat. “Yang jualan masih sedikit, jadi ke depannya pengelola bisa menyediakan tempat untuk warga sekitar yang ingin berjualan,” kata Dedi.

Mahidin, salah seorang warga setempat yang juga pengelola parkir mengatakan, sejak delapan bulan terakhir khusunya setiap hari libur, bekas tambang pasir yang pernah beroperasi tahun 90an ini memang ramai dikunjungi warga.

“Kalau hari libur, khususnya hari Sabtu dan Minggu, dari pagi hari sudah ramai, banyak yang datang dari Tanjungpinang,” katanya.

Mahidin berharap dengan adanya wisata gurun pasir, dapat memajukan pariwisata di Bintan dan meningkatkan pendapatan masyarakat setempat yang membuka usaha di kawasan tersebut. “Kami berharap wisatawan luar daerah bisa mengunjungi gurun pasir ini sebagai tujuan wisata,” pungkasnya. (odi)

Jatah Akpol untuk Kepri 10 Orang, Tahun sebelumnya hanya 4

0

batampos.co.id – 1.349 calon siswa lulus administrasi, selanjutnya mereka akan mengikuti seleksi tes masuk polisi.

Tahun ini kuota penerimaan polisi untuk Polda Kepri sebanyak 266 orang.

“Ini lebih banyak dibandingkan tahun lalu. Karena tahun lalu, kita dinilai sangat baik dan bersih dalam penerimaan,” kata Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian,Senin (17/4).

Ia menjelaskan 266 calon polisi yang akan diterima ini terdiri dari 10 orang untuk Akademi Polisi, 242 Bintara baik Polki maupun Polwan dan 14 orang untuk Tamtama.

“Beruntung Polda Kepri, karena tahun lalu untuk Akpol kuotanya hanya 4 orang saja,” tutur Sam.

Untuk penerimaan kali ini, dijamin bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Sehingga Sam meminta orangtua dari calon siswa tersebut selalu berhati-hati. Karena selalu ada oknum-oknum yang memanfaatkan situasi.

“Mereka tembak di atas kuda,” ucap Sam.

Soal tembak diatas kuda ini, dijelaskan oleh jendral bintang dua ini bahwa biasanya terjadi saat akan sidang kelulusan. Dimana jumlah calon siswa mengerucut dikisaran 300 orang. Oknum ini berusaha hubungi orangtua calon siswa, dan menjanjikan kelulusan.

“Peluangnya untung-untungan, kalau lulus. Mereka untung,” ujarnya.

Ia meminta orangtua atau calon siswa, dapat melaporkan bila dihubungi oleh oknum-oknum tersebut. Dan melaporkan ke Tim Cyber Pungli, Propam Polda Kepri. “Penerimaan polisi kali ini diawasi delapan lembaga eksternal dan internal,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Biro SDM Polda Kepri Kombes Pol, Rakhmat Setiyadi mengatakan bahwa sesuai dengan arahan Kapolri, sponsor atau rekomendasi sangat dilarang. Pejabat-pejabat Polri dilarang memberikan surat rekomendasi, untuk calon siswa. Dimana surat ini bertujuan untuk memuluskan, ujian para calon siswa polisi.

“Siswa yang mendapatkan rekomendasi, akan kami diskualifikasi,” katanya.

Selain itu, siswa calon polisi juga akan didiskulifikasi bila berusaha menghubungi panitia seleksi untuk meminta bantuan selama ujian berlangsung.

“Untuk kepolisian, apabila ada anak,saudara, keponakan atau keluarga memasuki tes polisi. Maka dilarang untuk menjadi panitia polisi,” ujarnya.

Rakhmat mengatakan pihak kepolisi berusaha mewujudkan seleksi masuk polisi yang bebas, transparan, akuntabel dan humanis. “Serta bebas dari KKN,” ujarnya. (ska)

Pemulangan TKI Bermasalah Tahun Ini 18 Ribu Orang

0
TKI bermasalah yang dipulangkan beberapa waktu lalu. F. Yusnadi/batampos

batampos.co.id – Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kepulauan Riau, Doli Boniara, memperkirakan pada tahun 2017 tingkat pemulangan Tenaga Kerja Indonesia Bermasalah (TKIB) melalui Kepri akan meningkat dari tahun sebelumnya. Hal itu, kata Doli, disebabkan masih tingginya minat masyarakat untuk bekerja di luar negeri dari tahun ke tahun.

“Jika tahun-tahun sebelumnya, berkisar 15-16 ribu orang. Tahun 2017 ini mencapai 18 ribu orang,” ungkap Doli, kemarin.

Merujuk catatan Dinsos Kepri, mayoritas TKI yang dipulangkan dari Malaysia melalui Kepri, merupakan TKI yang berasal dari daerah lain. Hanya saja, wilayah Kepri yang strategis dimanfaatkan para TKI, baik legal dan ilegal, sebagai pintu masuk.

Untuk memulangkan para TKIB yang masuk ke Kepri, lanjut Doli, pihaknya bekerja sama dengan pihak terkait dan Kementerian Sosial RI (Kemensos). Mulai dari biaya tinggal, makan minum, hingga pemulangannya.

“Mayoritas para TKI memang bukan warga Kepri. Jadi, Dinsos sebagai penyedia sarana. Sementara, terkait biaya makan minum dan pemulangan berasal dari Kemensos,” kata Doli.

Menurut Doli, permasalahan TKIB ini sudah pada tingkat Nasional. Namun, Kepri kerap menjadi sasaran empuk sebagai pintu masuk para TKI yang ingin bekerja di negara tetangga Malaysia. (aya)

RM Mahkota Bundo Berani Bumbunya

0
Suasana Rumah Makan Mahkota Bundo yang berlokasi di Komplek Rumah Toko Mahkota Niaga Blok B nomor 15-16 Jalan Raja Isa, Batamkota. F. Yusuf/batampos.

batampos.co.id – Meski rumah makan Padang sudah bertaburan di Kota Industri ini, Hilda dan Nurhafiza sepakat membuka rumah makan serupa. Kata sang koki Nurhafizah, yang membedakan RM Mahkota Bundo dengan lainnya adalah menu khas Minangnya lengkap dan berani bumbu.

“Semua menu yang ada di Padang, Mahkota Bundo menyediakan. Satu tempat semua ada, jadi gak pulang kampung sudah terobati kangennya di sini,” Nurhafizah, 50, membuka pembicaraan, Minggu (9/4) lalu.

Perempuan asal Bukittinggi, Sumatera Barat itu, ditemani rekan bisnisnya Hilda Dewiza, 47, duduk di meja segi empat yang disusun tiga sehingga membentuk meja persegi panjang, di siang yang hangat itu.

Mereka berdua bekerjasama mengelola Rumah Makan Mahkota Bundo yang berlokasi di Komplek Rumah Toko Mahkota Niaga Blok B nomor 15-16 Jalan Raja Isa, Batamkota. Hilda, begitu Hilda Dewiza biasa disapa, dulunya adalah pemilik Warung Batok di DC Mall dan Pelita (2004-2008), dengan menunya yang terkenal soto ceker dan sop tulangnya.

Hilda mengatakan naluri bisnisnya muncul kembali setelah melihat perkembangan dunia kuliner di Yogyakarta yang maju, padahal, menurutnya, banyak yang biasa saja. “Buka usaha masakan Padang karena selama tinggal di Jogja gak nemu masakan Padang yang cocok di lidah,” ungkap notaris lulusan Magister Kenotariatan Universitas Gajah Mada, Jogjakarta itu.

Maka ketika di pulang ke Batam, dia mencari partner untuk membuka rumah makan Padang. Dan bertemulah dengan Nurhafizah pemilik RM Pondok Yulif atau Ngarai Sianok di dekat Hotel Goodway, Nagoya. Dimana ketika itu ruko yang disewanya telah habis kontrak.

Rumah makan berlantai dua dengan warna cat dominan kuning itu dikonsep menjual masakan Padang dan seafood. Berkapasitas seratusan tempat duduk, punya ruang VIP berpendingin udara yang bisa menampung hingga 30an orang, dan punya musala di lantai dua.

Apa yang disampaikan Nurhafiza, memang benar, di Mahkota Bundo terdapat 34 menu dari olahan daging, ayam, ikan, belut, bebek, kikil atau tunjang, telur, ikan salai, babat, sayur, hingga daging kambing yang dipajang di etalasenya. Dari dendeng, rendang, cincang, gulai, bakar, goreng sambal, hingga sambal hijau. “Pokoknya semua masakan khas Minang ada di sini, namun di sini istimewa karena kami berani bumbu,” ujar Uni, begitu Nurhafiza akrab disapa pelanggannya.

Kata Uni, bumbu yang pas akan menjaga kualitas rasa, “termasuk pemilihan ikan, daging, ayam dan bahan baku lainnya.”

“Karena ada juga orang yang sengaja mengurangi bumbu dan memilih bahan yang kualitasnya kurang baik untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya. Misalnya ayam beku, itu sudah mengurangi rasa karena kualitas kaldunya tak seperti ayam segar. Rasanya pasti lari,” tuturnya. “Sama dengan ikan, kalau ikannya segar kaldunya pasti enak,” imbuhnya.

Gulai kikil atau tunjang misalnya, Uni memilih bagian kenyal dari kaki sapi itu dengan selektif. Dia tidak mau mencampur kikil dengan kulit. “Karena ada juga yang mencampurnya, rasanya ya pasti beda,” katanya.

Sementara untuk gulai kambing disajikan khusus di hari Jumat. Alasannya karena hari tersebut jam istirahat perkantoran lebih lama dari hari biasa. “Kalau sayur yang istimewa di sini gulai kapau,” lanjutnya. Gulai kapau berisi sayur nangka, kol dan kacang panjang yang digulai. (ryh)