Rabu, 1 April 2026
Beranda blog Halaman 13422

Empat Hari Air PDAM Tak Jalan

0
Pipa milik PDAM Tirta Kepri bocor di Jalan Bridgen Katamso, Batu 3, Tanjungpinang. Diduga akibat pipa bocor tersebut air bersih tak tersuplay ke rumah warga selama empat hari. F. Batampos.

batampos.co.id – Warga Batu 3 Jalan Bridgen Katamso, Gang Tembesu mengeluhkan buruknya pelayanan yang diberikan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kepri. Sebab sudah empat hari penyelupaian air bersih dari perpipaan ke rumah warga terhenti. Sehingga warga terpaksa membeli air dari orang lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Pelayanan yang diberikan PDAM kurang memuaskan. Karena selama empat hari air tak jalan ke rumah kami. Maka kami terpaksa beli air diluar untuk memenuhi kebutuhan dapur dan mandi,” ujar Warga Batu 3, Intan ketika dikonfirmasi, Jumat (14/4).

Dikatakan Intan, dia sudah lima tahun menjadi langganan tetap PDAM. Selama berlanganan dia selalu membayar biaya jasa penggunaan air tepat waktu. Namun air yang disuplay PDAM kerumahnya sering tersendat-sendat bahkan terhenti selama berhari-hari.

Tidak hanya itu saja, kata Intan air yang disuplay melalui perpipaan juga kurang deras. Kemudian kondisi airnya terkadang berwarna menguning. Sehingga air tersebut tak dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan dapur melainkan hanya sekedar untuk mandi dan mencuci.

“Kami harapkan PDAM dapat meningkatkan pelayanan kepada warga khususnya pelanggan lama. Karena warga sudah mempercayai PDAM sebagai perusahaan yang dapat memenuhi kebutuhan air bagi pelanggannya,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur PDAM Tirta Kepri, Abdul Kholik mengatakan dirinya tidak mengatahui adanya permasalahan terhentinya penyuplaian air bersih di Gang Tembesu. Sebab dia belum menerima laporan terkait keluhan warga dari petugas dilapangan.

“Saya belum terima laporan itu. Nanti saya suruh anggota cek ke Gang Tembesu,” katanya.

Ditanya pipa bocor yang mengakibatkan terhentinya penyuplaian air ke rumah warga, Abdul Kholik mengaku belum bisa memastikan sebab dan akibatnya air tak tersuplay dari perpipaan ke rumah warga. Namun dia berjanji masalah suplay air ini akan diselesaikan secepatnya.

“Saya belum tau. Jika ada pipa bocor pasti akan kita tangani. Anggota saya nanti yang turun langsung ke lokasi untuk menyelesaikan masalah itu,” ungkapnya. (ary)

6.000 Pelari dari Indonesia dan Mancanegara Ramaikan Mandiri Jogja Marathon 2017

0

Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2017 akan berlangsung pada 23 April mendatang.

Acara kelas dunia yang start dan finish di kawasan Candi Prambanan ini diikuti 6.000 peserta dari Indonesia dan Mancanegara.

Kepala Dinas Pariwisata DIY Ir Aris Riyanta MSi mengatakan, event sport tourism yang dilaksanakan di kawasan cagar budaya dan heritage ini diyakini akan mendatangkan wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman).

“Kegiatan tersebut juga bisa mempromosikan wisata Jogjakarta secara umum. Harapannya, kegiatan ini mendongkrak wisatawan yang datang pada bulan April ini, antara 20-30 persen. Termasuk wisatawan mancanegara juga,” kata Aris, Jumat (14/4).

Aris mengungkapkan, MJM 2017 melombakan empat kategori dan diikuti 6.210 peserta. Yakni, full marathon (42,2 kilometer), half marathon (21,1 kilometer), kategori 10 kilometer dan 5 kilometer, serta kategori Mandiri Community Challenge yang mengadu 5 komunitas lari se-Indonesia sejauh 42 kilometer dan 5 komunitas yang berlari sejauh 21 kilometer.

Dari jumlah total pelari, kategori full marathon diikuti 1.075 pelari, half marathon sebanyak 1.660 pelari, 10 kilometer sebanyak 1.535 pelari, dan 1.940 pelari memilih 5 kilometer.

“Animo peserta cukup tinggi, dalam tiga minggu sudah menerima 6 ribuan dari 5 ribu yang ditargetkan. Peserta ada dari Indonesia dan negara tetangga seperti Malaysia, China, Thailand dan beberapa orang Eropa. Peserta akan melintasi 13 desa di DIY serta 3 objek wisata. Yakni, Candi Prambanan, Plaosan, Monumen Taruna. Total hadiah yang disediakan sebesar Rp 783 juta,” jelas Aris.

Wisata olahraga atau sport tourism diyakini bisa jadi ajang promosi Indonesia kepada para wisatawan nusantara maupun mancanegara. Pasalnya, beberapa acara wisata olahraga di Indonesia telah banyak diselenggarakan di berbagai daerah untuk mempromosikan daerah.

“Sport tourism ini cukup potensial. Trennya terus meningkat, semakin banyak acara sport tourism yang diselenggarakan di banyak destinasi wisata di tanah air,” kata Menoar Arief Yahya melalui Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuty

Esthy memberikan contoh wisata olahraga yang memberikan efek keramaian yang luar biasa seperti Jakarta Marathon, Tour de Bintan, dan juga Tour de Ijen. Ia mengatakan para peserta yang terlibat dalam wisata olahraga tersebut berpotensi untuk mengajak rekan dan juga keluarga untuk datang dan berwisata ke Indonesia.

“Misalnya, Tour de Singkarak, mereka (peserta) dapat tinggal 5-7 hari sebelum acara. Sekali datang bisa bawa keluarga dan mencapai 10 orang. Diharapkan terjadi hal yang sama pada MJM 2017 ini,” lanjutnya.

Indonesia sendiri memiliki faktor-faktor yang menjadi daya tarik promosi bagi wisatawan untuk datang berwisata. Faktor-faktor tersebut, lanjut Esthy, yakni budaya, alam, dan wisata buatan seperti wisata olahraga.

“Prosentasenya budaya 60 persen, alam 35 persen, dan wisata buatan 5 persen. Kita harap prosentase (wisata buatan) terus meningkat,” kata Esthy. (*)

Dinas Kelautan Alokasikan Dana untuk 10 UPT

0
Petugas UPT sedang mengecek kondisi terumbu karang di Perairan Tambelan, beberapa waktu lalu. F. DKP Bintan untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bintan telah mengalokasikan dana sebesar Rp 206.732.200 untuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) di 10 kecamatan. Dana yang dikucurkan melalui APBD Bintan itu diperuntukan operasional pelayanan bidang kelautan dan perikanan dimasing-masing UPT selama setahun.

“Agar pelayanan 10 UPT Kecamatan berjalan lancar dan sukses. Serta kinerja petugas UPT semakin meningkat, kami akan mengucurkan dana sebesar Rp 206.732.200 untuk setahun,” ujar Kepala DKP Bintan, Fachrimsyah ketika dikonfirmasi, Jumat (14/4).

10 UPT Kecamatan, kata Fachrim sebagai perpanjangan tangan DKP dalam memberikan pelayanan dan penanganan masalah kelautan dan perikanan disetiap kecamatan. Melalui UPT tersebut juga seluruh kawasan konservasi perairan, ekosistem laut serta keamanan laut dapat terjaga, terawasi dan terlestarikan.

Namun untuk peningkatan pelayanan dan penanganan masalah kelautan dan perikanan, lanjut Fachrim butuh dukungan anggaran. Sebab tanpa anggaran program yang digaungkan DKP disetiap UPT akan mendek atau tak berjalan. Bahkan kinerja petugas dimasing-masing UPT hanya berjalan ditempat alias melempem.

“Semoga saja dengan anggaran yang kita berikan mampu mendorong dan memotivasi kinerja petugas setiap UPT lebih meningkat. Sehingga masalah kelautan dan perikanan yang terjadi dapat ditangani dengan baik,” bebernya.

Ditanya rincian aliran pengalokasian dana untuk masing-masing UPT, Fachrim menjelaskan untuk operasional pelayanan UPT Bintan Timur (Bintim) dikucurkan sebesar Rp 26.341.100 dan kucuran dana untuk UPT Gunung Kijang dan Teluk Sebong Rp 30.341.100.

Berikutnya, sambung Fachrim kucuran dana untuk UPT Tambelan sebesar Rp 29.910.000 dan UPT Bintan Utara dan Seri Kuala Lobam (SKL) sebesar Rp 30.341.100. Kemudian untuk UPT Mantang sebesar Rp 29.728.900, UPT Toapaya dan Teluk Bintan sebesar Rp 30.341.100 serta untuk UPT Bintan Pesisir Rp 29.728.900.

“Memang kucuran dana itu sangat kecil dan tak sebanding dengan permasalahan yang terjadi dimasing-masing wilayah. Namun diharapkannya dengan dana itu mampu mewujudkan wilayah Bintan tetap aman dan nyaman,” ungkapnya. (ary)

Anggota ASITA dari 34 Provinsi Berkumpul di Tanjung Lesung, Banten

0
foto: akolodnerphotography.com

Anggota Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) dari 34 provinsi akan berkumpul pada gelaran Banten Travel Mart yang pertama kali diselenggarakan di Tanjung Lesung Beach Resort pada 19-21 April 2017.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendukung pergelaran ini.

Acara yang digagas ASITA Banten ini akan jadi pertemuan antara Travel Agen/Tour Operator, Hotel dan pengelola obyek wisata khususnya Banten (sebagai seller) dan para buyers dari berbagai wilayah Indonesia serta luar negeri.

“Kami akan cari momentum debut yang baik di Banten Travel Mart ini, semoga transaksinya akan mendatangkan banyak kesepakatan. Ajang promosi ini sangat efektif untuk mempertemukan antara pelaku industri pariwisata,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Nusantara Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuti didampingi Kepala Bidang Promosi Perjalanan Insentif Hendri Karnoza Asdep Bisnis dan Pemerintah Kemenpar, Jumat (14/4/2017).

Menpar Arief Yahya, melalui Deputi Esthy Reko Astuty memaparkan, Provinsi Banten yang memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung merupakan salah satu kawasan wisata nasional yang bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Pemerintah pusat akan membantu secara optimal agar masyarakat sekitar bisa merasakan manfaatnya.

“Kami akan bantu untuk promosi pariwisata di Banten karena semua pihak harus berpartisipasi dari mulai eksekutif dan legislatif, antara buyers dan sellers nanti juga harus bisa mendapatkan banyak transaksi di Tanjung Lesung, imbasnya Tanjung Lesung semakin mendunia,” katanya.

Ketua ASITA Banten Mukhlis Ikhsor Gatot mengatakan, Banten Travel Mart akan menjafi kegiatan tahunan. Menurutnya, Provinsi Banten tidak hanya dikenal karena keindahan wisata alamnya, ternyata Banten juga dikenal dengan wisata budaya dan religinya, karena Banten memiliki kearifan lokal budaya dan religi yang kuat.

“Banten memiliki segalanya. Ratusan buyers dan sellers sudah mengkonfirmasi hadir, datanya masih kami godok hingga tanggal pelaksanaan nanti,” ujar Mukhlis.

Mukhlis manambahkan, sejak ditetapkannya Tanjung Lesung sebagai 10 destinasi prioritas pemerintah, diharapkan Banten Travel Mart bisa meningkatkan 100% kunjungan wisatawan ke destinasi wisata di Banten pada tahun ini.

“Jurusnya, melalui kerjasama antara pelaku bisnis dalam dan luar negeri. Ini bisa meningkatkan peran industri wisata untuk kesejahteraan masyarakat Banten,” ujarnya.

Untuk diketahui, di Banten, tidak hanya destinasi wisata saja yang indah, masyarakat Banten juga memiliki akar agama yang kuat dan memiliki budaya asli yang masih eksis sampai saat ini. Hal ini bisa menjadi destinasi wisata religi dan budaya. Daya tarik Banten menjadi lebih lengkap dengan adanya Taman Nasional yang berada di ujung Selatan Banten, tempat dimana habitat hewan langka dilestarikan.

Sedemikian eksotisnya Banten, sehingga banyak yang membuat penilaian berdasarkan keunikan dan popularitasnya. Bahkan, sempat populer istilah Tujuh Keajaiban Banten (7 Wonders of Banten) di kalangan netizen.

“Akan tetapi tidak diketahui secara pasti siapa yang pertama kali membuat penilaian tersebut, dan penilaian itu pun tidak diperbaharui,” pungkas Mukhlis. (*)

Sampah Ganggu Wisata Lombok, 3 Menteri Cari Solusi

0


Kamis, 13 April 2017 lalu, tiga menteri juga sibuk mencari solusi soal sampah di Bali. Mereka itu adalah Menkomar Luhut Binsar Pandjaitan, Menpar Arief Yahya dan Menhub Budi Karya Sumadi, yang mencari solusi.

Bahkan mereka juga mengundang Jakpro Jakarta Propertindo dan satu perusahaan pengegola sampah di Benowo, Surabaya.

Pulau Lombok di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mengantongi predikat sebagai destinasi wisata halal terbaik di dunia pun sedang berjibaku dengan persoalan sampah. Sebagai destinasi wisata, pulau di sebelah timur Bali itu harus bisa tampil bersih.

Namun, bersih saja belum cukup. Person in Charge (PIC) Mandalika dari Pokja Percepatan 10 Destinasi Prioritas Kementerian Pariwisata (Kemenpar) T Rahmadi mengatakan, pada Kamis (13/4) ada rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Kemaritiman. Menurutnya, upaya menangani sampah di Pulau Lombok perlu melibatkan masyarakat.

Rahmadi mengaku telah berdiskusi dengan pakar dari Eco Green Nusantara untuk manajemen pengelolaan sampah.

“Eco Green Nusantara adalah sebuah wirausaha sosial yang bergerak dalam bidang pengolahan sampah di NTB,” ujar Rahmadi.

Menurutnya, Eco Green Nusantara sudah menunjukkan capaian positif dalam pengelolaan sampah melalui program Bank Sampah Bintang Sejahtera NTB. Program itu tersebar di lima kabupaten/kota di Lombok.

“Ada pula recycle center (pusat daur ulang, red) di Kota Mataram, NTB. Eco Green bertujuan untuk menjaga lingkungan sekaligus membangun kesadaran dan kepedulian masyarakat pada pelestarian lingkungan serta pengembangan ekonomi masyarakat desa melalui usaha pengolahan sampah,” tuturnya.

Rahmadi menambahkan, kosep itu bisa diterapkan di lokasi-lokasi wisata. “Eco Green  mencoba untuk mengusulkan quick win pengelolaan sampah di kawasan wisata,” sebutnya.

Rahmadi juga menyampaikan kabar baik tentang perkembangan amenitas di lingkar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Menurutnya, jumlah homestay di lingkar KEK Mandalika terus bertambah.

Hingga 13 April 2017, total ketersediaan homestay sudah mencapai 708 ruang. “Ini sesuai data updated yang kami peroleh dari Tim Relawan Lombok Tourism Forum di lapangan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Lombok menyabet dua penghargaan serius dari ajang World Halal Tourism Award 2016. Dua penghargaan itu adalah World’s Best Halal Beach Resort untuk Novotel Lombok Resort & Villas, serta World’s Best Halal Travel Website bagi www.wonderfullomboksumbawa.com. ***

3 Menteri Persiapkan IMF-World Bank Annual Meeting 2018 di Bali

0

Kompak, Menkomar Luhut Binsar Pandjaitan, Menpar Arief Yahya dan Menhub Budi Karya Sumadi, berkoordinasi mempersiapkan apa saja yang harus dibenahi baik fisik maupun non fisik, menjelang IMF-World Bank Annual Meeting 2018 di Bali bulan Oktober tahun 2018.

Pembahasan itu dilakukn di Mercure Hotel Kuta, Bali.

Acaranya sendiri masih lama, sekitar 18 bulan lagi. Tapi, momentum itu semacam “tes ombak”, buat pariwisata Indonesia.

Bayangkan, 18 ribu orang bakal masuk ke Pulau Dewata Bali secara bersamaan, di luar wisatawan regular yang setiap hari ada 14-15 ribu itu. Akan ada lebih dari 30 ribu lebih orang di destinasi terbaik dunia pilihan review travellers di laman TripAdvisor 2017 itu.

Bagaimana dengan lalulintas di Bali? Kesiapan bandara I Gusti Ngurah Rai? Cruise ship di Tanjung Benoa? Manajemen sampah di Badung dan Denpasar? Supplay air bersih? Fasilitas publik dan personil?

“Kita ingin jadi tuan rumah yang terbaik, karena itu semua potensi masalah harus diantisipasi sejak dini,” kata Menkomar Luhut B Pandjaitan, memimpin rapat.

Rapat koordinasi itu yang dipimpin Menko Maritim Luhut Pandjaitan itu juga dihadiri oleh Gubernur Bali Made Mangkun Pastika, Kapolda Bali, Jakpro Jakarta Propertindo, pengelola sampah kota Surabaya untuk benchmarking waste management  Bali, Angkasa Pura I, AirNav, pemerhati lingkungan, serta institusi terkait.

Menkomar memang concern dengan pariwisata. Karena itu untuk kepentingan pariwisata, dia serius mengajak para eselon satunya untuk rakor di Bali. Dia menyebut, Pariwisata adalah penyumbang PDB, devisa dan lapangan kerja yang paling mudah, cepat dan murah.

IMF-World Bank Annual Meeting Bali 2017itu, menurut Menpar Arief Yahya, menjadi sangat strategis. Pertama, ini waktu yang tepat untuk mempromosikan destinasi Bali, Bali and beyond dan cruise ke destinasi yang siap.

“Kalau 30 ribu orang bersama-sama ke Bali, maka Bali akan crowded, karena itu harus dicarikan destinasi yang bisa membagi keramaian di sana,” kata Menteri Arief.

Karena itu, paket-paket wisata sudah disiapkan oleh Menpar Arief, yang nantinya akan dipromosikan via TripAdvisor. Selain eksplorasi Bali, ada paket ke destinasi lain yang sekali naik pesawat dari Bali, seperti Lombok, Labuan Bajo, Joglosemar dengan ikon Borobudur. Satu lagi dengan mengoptimalkan cruise, berlayar dengan yacht dan cruise ke pulau-pulau di sekitar Bali.

Bali sendiri, kata Arief Yahya harus sekalian diperbaiki, semua fasilitas yang bisa merusak kenyamanan wisman selama Annual Meeting itu. Sebenarnya gagasan ini muncul saat Menpar Arief Yahya diundang Musrenbang Bali di Denpasar lalu.

“Karena banyak usulan yang terkait dengan infrastruktur, maka saat sebelum Annual Meeting IMF dan World Bank nanti, sekalian diusulkan untuk diperbaiki, semua! Biar Bali benar-benar nyaman buat wisman,” ungkap Arief Yahya.

Diantara yang dibawa Arief Yahya adalah membangun fly over atau underpass, di beberapa perempatan yang sudah macet, seperti perempatan Ngurah Rai, Ubung dan lainnya.

“Sekalian, ini kan problem yang cepat atau lambat akan membuat lalu lintas Bali stagnan,” sebut Arief Yahya.

Selain itu, problem sampah dan air juga menghantui Badung, kabupaten yang menjadi pusatnya induatri pariwisata di Bali. Sampah itulah yang membutuhkan penanganan cepat, dan tidak bisa ditunda. Problem sampah itulah yang membuat Menkomar Luhut mengajak Jakpro Jakarta dan satu lagi perusahaan pengolahan sampah Surabaya.

Menkomar Luhut di banyak tempat sangat concern dengan urusan sampah. Ada penelitian yang menyebutkan, banyak ikan-ikan yang makan sampah plastik dan dagingnya sudah terkontaminasi. Kalau itu dimakan, maka akan terjadi mutasi dalam tubuh manusia.

“Nah, soal sampah ini harus diperhatikan penuh. Kalau tidak diselesaikan segera akan berpotensi membuat generasi penerus mengalami cacat,” kata Luhut.

Penanganan sampah di Bali, 3 kabupaten dan 1 walikota harus kompak dan tidak saling lempar tanggung jawab. Sampah ini mempengaruhi masa depan generasi bangsa. Jadi tidak boleh dipandang remeh.

Hal lain yang disampaikan Menkomar adalah mengembangkan kawasan wisata sebagai tempat beroperasi sepeda motor listrik. Uji coba sudah dilakukan di Jakarta. Menhub pun mengamini ide ini, dengan pemilihan kawasan baru yang ikonik dengan hambatan yang tidak banyak. PLN juga harus mendukung sarana dan prasarananya. Ide ini jika berhasil akan dipromosikan pada IMF-WB Annual Meeting mendatang..

Menhub Budi Karya Sumadi setuju dengan penyempurnaab akses di Pulau Dewata Bali. Baik lapangan udara, jalur laut dengan pelabuhan Benoa, mobil listrik di kawasan wisata, dan perhubungan darat. “Kami akan segera tindak lanjuti,” jelas Budi Karya. (*)

Dubes RI untuk Bulgaria, Sri Astari Rasjid, Bantu Cari Formula Promosikan Pariwisata

0
Astari Rasjid
foto: luxuo.com

batampos.co.id – Duta Besar RI Luar Biasa Berkuasa Penuh untuk Republik Bulgaria merangkap Albania dan Makedonia, Sri Astari Rasjid menyambangi Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata. Misinya, membahas pengembangan Pariwisata Indonesia untuk Bulgaria pada khususnya, dan Eropa Timur pada umumnya bersama Menpar RI Arief Yahya.

Keinginan tadi bukan tanpa sebab. Tanpa bermaksud mengesampingkan sektor lain, saat ini hanya pariwisata yang menggeliat kencang. Hanya pariwisata yang paling bisa dan memungkinkan Indonesia bersaing di global level. Di sektor ini, confidence bangsa ini bisa melonjak tinggi. Punya credibility lebih besar. Dan semua bisa di-calibration di standart penilaian dunia.

Ditambah lagi, Presiden Joko Widodo sudah menempatkan pariwisata sebagai sektur prioritas, selain maritim, infrastruktur, pangan dan energi. Itu artinya, kementerian dan lembaga negara lainnya harus mengekor ke pariwisata. Semua harus mensupport total supaya kepak sayap Wonderful Indonesia makin berkibar di level dunia.

“Terima kasih kepada Pak Menpar atas kerjasama yang sudah terjalin dengan baik. Hasilnya sudah terasa. Banyak prestasi dunia yang sukses diukir di Bulgaria. Memang kita semua harus bersinergi untuk mencari hasil maksimal,” ujar Duta Besar RI Luar Biasa Berkuasa Penuh untuk Republik Bulgaria merangkap Albania dan Makedonia, Sri Astari Rasjid.

Khusus untuk wilayah Bulgaria, Albania dan Makedonia, dia mengaku makin pede. Maklum, belum lama ini, video berdurasi 3 menit karya anak bangsa, Wonderful Indonesia: The Journey to a Wonderful World mendapatkan “Grand Prix Award” atau penghargaan tertinggi pada The XIII International Tourism Film Festival di Bulgaria. Dan kesuksesan itu, diraih setelah mengalahkan 91 film dari 18 negara.

Sebelumnya, dua film pendek promosi pariwisata produksi Kementerian Pariwisata RI juga menjadi juara dalam International Tourism Film Festival (ITFF) ke-11 yang bertajuk “On the East Coast of Europe” di Bulgaria.

“Keindahan dan kehangatan budaya yang ditampilkan membuat wisman Bulgaria dan Eropa Timur penasaran. Banyak yang ingin mengunjungi Indonesia,” ungkapnya.

Semangat “Indonesia Incorporated” pun terbangun. Semua lini bergerak untuk tujuan yang sama. Termasuk KBRI Bulgaria dan Kemenpar.

“Saya percaya, Bu Dubes lebih tahu detail karakter masyarakat tempat mereka bertugas! Pasti juga tahu simpul-simpul mana yang harus disentuh, untuk mendatangkan wisman ke tanah air,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Karena itu, Arief Yahya sangat terbantu oleh KBRI di banyak negara, termasuk Bulgaria. Pihaknya cukup meng up date semua materi promosi yang dibutuhkan untuk mempromosikan Wonderful Indonesia.

Mereka dengan link yang sudah dimiliki, baik dengan Diaspora maupun para kolega yang ada di negara tempat bertugas sudah bergerak dengan optimal. Mereka juga bisa membantu mengevaluasi apa yang kurang, dan mendiskusikan, serta memperbaiki menjadi lebih baik.

“Terima kasih Bu Dubes, Salam Wonderful Indonesia,” katanya.  (*)

PT POS Rilis Perangko Prisma ATB CUP VIII futsal Championship 2017

0

PT Pos Indonesia mencetak Personalised Stamp yang diberi nama Prisma (Prangko IdentitaS Milik Anda) untuk peserta event bergengsi ATB CUP VIII futsal Championship 2017.

Mochammad Taufik, Manager Marketing PT Pos Batam saat dihubungi mengaku prangko Prisma tersebut sengaja dibuat oleh pihaknya guna memasyarakatkan olahraga sekaligus mendukung pelaksanaan even tahunan yang digelar oleh PG Adhya Tirta Batam (ATB).

“Kita sudah siapkan 64 jenis prangko Prisma yang nantinya akan kita serahkan secara simbolis pada saat babak Semifinal ataupun final ATB CUP VIII futsal Championship 2017 nanti,” terang Taufik.

Taufik juga mengatakan prangko Prisma tersebut bernilai Rp 2.500 per prangko dan bisa digunakan sebagai biaya pengiriman surat melalui PT POS Indonesia.

“Di prangkp Prisma ini, nanti akan ada logo ATB sebagai panitia penyelenggara ATB CUP VIII futsal Championship 2017 juga ada foto tim pesertanya,” jelas Taufik lagi.

Sebagaimana diketahui, sesuai dengan Keputusan Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi Nomor: 81/dirjen/2000 Tentang Ketentuan Penerbitan Prangko dan Benda Filateli, PT Pos Indonesia meluncurkan prangko PRISMA, yang menampilkan foto wajah atau identitas lain (tanda-tangan, logo, slogan, merk, dll).

PRISMA sendiri merupakan Prangko asli dan resmi, mereka memenuhi semua aspek yang dibutuhkan oleh sebuah prangko : mencantumkan nilai nominal, nama negara yang mengeluarkan, tahun penerbitan, dicetak dengan proses keamanan diatas kertas berpengaman.

Oleh karena itu PRISMA berfungsi sebagai layaknya prangko asli yang dapat digunakan untuk pengiriman surat, kartu pos, atau kiriman pos lainnya tentunya dengan desain yang unik, berbeda dan menjadi sangat pribadi. (rilis)

Catat, Sore Nanti Semifinal ATB Cup VIII Futsal Championship Digelar

0

Sabtu dan Minggu (15 dan 16 April 2017) mulai pukul 15,.30 WIB ATB Cup VIII Futsal Championship 2017 memasuki babak semifinal dan final.

Kedua babak ini akan dihelat di Sport Hall Temenggung Abdul Jamal, Mukakuning, Batam.

Persiapan penyelenggaraan babak tersebut, sudah mulai telihat Jumat (14/4/2017). Dimana persiapan secara keseluruhan sudah berjalan dengan baik, termasuk beberapa koordinasi yang dibutuhkan agar pertandingan berjalan dengan lancar.

“Over all kita sudah siap menggelar babak semifinal dan final di Sport Hall Temenggung. Semua sudah kita koordinasikan dan berjalan baik dan lancar mulai dari segala hal, baik dari sisi acara, keamanan, hingga hal-hal teknis, sudah dipersiapkan,” ujar Enriqo Moreno, Manager Corporate Communication ATB, Jumat (14/4/2017).

Enriqo menambahkan, selain menyiapkan persiapan acara keseluruhan. Area pendukung tim atau suporter pun akan jadi perhatian khusus. Dimana seluruh suporter tim akan ditempatkan di tribun lantai 3 di setiap sektornya.

“Area suporter tim akan kita siapkan di lantai 3 di setiap sektor mulai dari sektor A, B, C dan sektor D. Termasuk menyiapkan pihak keamanan yang diturunkan sebanyak 25 personil kepolisian,” lanjut Enriqo.

Sementara itu, untuk menjaga pertandingan pada babak Semifinal dan Final agar berjalan netral, pertandingan akan di pimpin oleh wasit bersertifikasi nasional.

“Tujuannya agar permainan bisa berlangsung dengan netral, setiap tahunnya kita datangkan wasit bersertifikasi nasional termasuk tahun ini dua wasit dari Jakarta,” ucap Enriqo.

Enriqo juga mengajak masyarakat Batam khususnya penggemar olahraga futsal bisa datang langsung menyaksikan babak Semifinal dan Final dengan gratis.

“Semua penggemar futsal di Batam kita harapkan bisa hadir dan meramaikan, karena bisa di tonton secara gratis,” jelasnya.

ATB Akan Serahkan 34 Beasiswa Pendidikan saat Final Futsal

Jika tidak ada halangan, direncanakan Adhya Tirta Batam (ATB) akan menyerahkan beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa berprestasi se-Kota Batam untuk tahun 2017.

Program bertajuk Beasiswa ATB Peduli Pendidikan 2017 dengan nilai Rp 100 juta per semester ini, merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR), sekaligus sebuah komitmen kepedulian ATB untuk memajukan pendidikan di Kota Batam

Penyerahan beasiswa tersebut, akan diberikan disela-sela babak Final ATB CUP VIII futsal Championship 2017 yang akan dilangsungkan di Sport Hall Tumenggung Abdul Jamal, Mukakuninv Batam pada Minggu(16/4/2017).

“Dengan adanya beasiswa dari ATB ini. kiranya dapat memotivasi para pelajar dan mahasiswa untuk terus berprestasi,” terang Enriqo Moreno, Corporate Communications Manager ATB, Jumat(14/4/2017).

Untuk Program Beasiswa Berprestasi 2017, ATB menyiapkan beasiswa untuk 24 pelajar untuk tingkat Sekolah menengah tingkat atas (SMA) dan Kejuruan, serta 10 Mahasiswa berprestasi di Kota Batam.

Jumlah nominal per-paket beasiswa yang akan diberikan kepada para pelajar berprestasi tersebut adalah Rp 2,5 juta per pelajar setiap semesternya, sedangkan untuk mahasiswa sebesar Rp 4 Juta per semesternya.

Sebelumnya ATB telah membuka pendaftaran beasiswa ini, sejak mula 6 Februari hingga 24 Februari 2017 lalu.

Sedangkan persyaratannya adalah pelajar (untuk tingkat SMA/Kejuruan) berprestasi sebagai Juara Umum di kelas 1, 2 atau 3 pada Semester Ganjil Tahun ajaran 2016/2017, berasal dari keluarga tidak mampu, tidak terkena sanksi akademik dan yang terpenting tidak sedang menerima beasiswa dari sumber lain.

Sementara untuk perguruan tinggi program Diploma 3 dan Strata Satu (S1) berstatus negeri ataupun swasta dengan akreditasi program studi minimal B, berlokasi di Pulau Batam, Minimal IP 3,75, menyertakan KHS Semester Ganjil Tahun Ajaran 2016/2017, berasal dari keluarga tidak mampu, tidak terkena sanksi akademik dan yang tidak sedang menerima beasiswa dari sumber lain. (rilis)

BP Batam Keluarkan Ketentuan Baru Soal Fatwa Planologi

0
ilustrasi
foto: rezza herdiyanto / batampos

batampos.co.id –  Badan Pengusahaan (BP) Batam akan menerapkan sejumlah ketentuan baru soal perizinan fatwa planologi. Salah satu contohnya adalah ketika pemerintah ingin membangun infrastruktur seperti jalan, drainase dan lingkungan hijau, maka pemohon alokasi lahan harus merelakan sebagian lahannya untuk kepentingan tersebut.

“Besarannya berapa nanti dihitung, UWTO nya diganti atau diberikan ganti lokasi,” jelas Kepala Biro PerencanaanTeknik BP Batam, Tjahjo Prionggo di Gedung Marketing BP Batam pada Kamis (13/4).

Selain itu, pemohon alokasi lahan harus merencakan lokasi investasi dengan baik. Jika melakukan kerjasama antar investor juga harus bisa direncanakan dengan matang. Kemudian harus bisa menentukan pedoman mengenai jalan, drainase dan lingkungan hijau di lahannya. Semuanya harus bisa tersinkronisasi dengan baik.

Selanjutnya bersedia jika lahannya ditata kembali oleh BP Batam dan mau buat grading bersama-sama supaya menjadi lingkungan yang harmonis.”Bila tidak dilakukan, BP Batam bisa mencabut fatwanya,” tegasnya.

Ia menjanjinkan jika semuanya dipatuhi maka dokumen fatwa planologi bisa keluar dalam tempo dua hingga tiga minggu. “Seminggu yang lalu saja kami sudah mengeluarkan 50 dokumen fatwa,” ujarnya.

Terkait tudingan pengembang bahwa BP Batam sebelumnya tidak mengeluarkan dokumen fatwa selama setahun sehingga menghambat pengembang untuk memperoleh dokumen Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dari Pemko Batam, Tjahjo membantah hal tersebut.

Ia mengatakan saat ini BP Batam memang tengah berbenah untuk menghindari kesalahan dan supaya tata kota terencana dengan baik.

BP Batam harus lebih selektif lagi dalam mengeluarkan dokumen tersebut. Ada berbagai permasalahan yang terjadi mengapa BP Batam tidak bisa mengeluarkan fatwa.

Permasalahan tersebut antara lain banyak pemohon lokasi lahan yang mengajukan fatwa namun luas lahannya tidak ideal dengan peruntukan yang ingin dibangun.

“Permasalahan fatwa antara lain kondisi lahan yang punya kontur ekstrem. Lalu lahannya malah sudah dibangun dan dimatangkan. Kemudian pelaksanaan pematangan lahan tanpa perencanaan matang,” jelasnya.

Makanya BP Batam saat ini sedang melakukan penataan tentang perizinan fatwa. Ketika disinggung mengenai upaya Pemko Batam untuk menerapkan Surat  Keterangan Rencana Kota (SKRK) untuk mendapatkan dokumen IMB.

Sebelumnya untuk mendapatkan IMB memang harus mengantongi dokumen fatwa. “Fatwa sudah diatur dalam undang-undang dimana BP Batam yang melaksanakannya,” jelasnya.

Tjahjo mengungkapkan bahwa jika pemohon alokasi lahan menerapkan pembangunan sesuai dengan fatwa maka tidak akan terjadi kekacauan tata ruang kota.

Ia melihat memang banyak terjadi seperti itu. Ada pembangunan di dua lahan yang memiliki ketinggian berbeda sehingga terjadi longsor dan juga menyebabkan banjir.

“Fatwa merupakan pedoman bagi masyarakat yang ingin membangun. Fatwa bukan hanya untuk kepentingan pembangunan atau investasi tapi juga untuk mencapai target pembangunan,” jelasnya.

Memang ia mengakui dulu pengawasan BP Batam sebagai pihak yang menerbitkan fatwa sangat lemah sehingga tata kota Batam sekarang kacau. Banyak lahan tidak dibangun sesuai peruntukannya. Namun ia menjamin kedepannya pengawasannya akan ditingkatkan dan koordinasi antar pemilik lahan lahan harus dibangun dengan baik sehingga pembangunan infrastruktur publik seperti drainase maupun jalan bisa tersinkronisasi dengan baik. (leo)